Save Page
Yakobus 3:17-18
3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. 3:18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.

Penjelasan:

* Yak 3:17 - hikmat yang dari atas // murni, pendamai, peramah, penurut, // penuh belas kasihan, buah-buah yang baik, tidak memihak, // tidak munafik
Berbeda dengan hikmat palsu tersebut ialah hikmat yang dari atas. Hikmat ini merupakan anugerah Allah: sebuah hikmat yang praktis, yang memelihara kesatuan dan damai sejahtera. Karena sifat-sifat hikmat ini sebagaimana disebutkan - murni, pendamai, peramah, penurut, (sebuah versi bahasa Inggris: terbuka untuk pertimbangan), penuh belas kasihan, buah-buah yang baik, tidak memihak, (versi bahasa Inggris yang sama: tidak bimbang) tidak munafik (versi yang sama: tidak bersungguh-sungguh) - beberapa penafsir berkesimpulan bahwa hikmat yang dibahas disini sesungguhnya adalah Kristus. Mengingat zaman dahulu Kristus disamakan dengan hikmat Allah, pandangan ini tidak mustahil.

* Yak 3:18 - Buah yang terdiri dari kebenaran // amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah

Buah yang terdiri dari kebenaran mungkin paling bagus dipahami sebagai berarti "buah yang adalah kebenaran." Dengan demikian pernyataan ini berbeda dengan 1:20: amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Kebenaran di hadapan Allah dicapai oleh para pembawa damai yang menaburkan damai sejahtera.

* Kita mendapati gambaran yang indah tentang hikmat yang datang dari atas, yang diuraikan secara lebih penuh, dan dipertentangkan dengan hikmat yang datang dari bawah: Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, dst. (ay. 17-18). Perhatikanlah di sini, hikmat sejati adalah karunia Allah. Hikmat sejati tidak diperoleh dengan cara bergaul dengan manusia, juga bukan melalui pengetahuan tentang dunia (seperti yang dipikirkan dan dikatakan sebagian orang), tetapi datang dari atas. Hikmat sejati terdiri atas hal-hal berikut ini:

    1. Hikmat sejati itu murni, tanpa bercampur dengan berbagai kaidah atau tujuan yang akan merendahkannya. Hikmat sejati itu bebas dari pelanggaran dan kecemaran, tidak memperbolehkan apa saja yang diketahui sebagai dosa, tetapi mengusahakan kekudusan baik di dalam hati maupun hidup.
    2. Hikmat yang dari atas itu pendamai. Kedamaian mengikuti kemurnian, dan bergantung padanya. Orang yang betul-betul bijak melakukan apa yang mereka bisa untuk menjaga perdamaian, supaya tidak dirusakkan. Mereka berusaha mengadakan perdamaian, supaya apa yang hilang dapat dipulihkan. Dalam negara, dalam keluarga, dalam jemaat, dalam semua masyarakat, dan dalam semua perbincangan dan hubungan, hikmat sorgawi membuat orang menjadi pendamai.
    3. Hikmat sejati itu peramah, tidak mati-matian menuntut hak milik. Tidak mengatakan atau melakukan kekerasan apa saja dalam menegur. Tidak geram terhadap pendapat-pendapat orang lain, tidak mendesakkan pendapat-pendapat sendiri melebihi bobotnya, tidak pula mendesakkan pendapat-pendapat orang yang menentang kita melebihi apa yang mereka niatkan. Tidak bersikap kasar dan suka menguasai dalam pergaulan, tidak pula ketus dan kejam dalam bersikap. Dengan demikian, keramahan dapat dipertentangkan dengan semuanya ini.
    4. Hikmat sorgawi itu penurut, eupeithēs, sangat mudah diyakinkan terhadap apa yang baik atau dijauhkan dari apa yang buruk. Ada juga sikap penurut yang lemah dan salah. Tetapi sikap penurut yang menyerahkan diri pada ajakan-ajakan firman Allah dan pada semua nasihat atau permintaan yang benar dan masuk akal dari sesama kita, tidaklah dapat dipersalahkan. Bahkan terlebih lagi bila sikap penurut itu dilakukan untuk menyudahi perselisihan, kalau tampak ada alasan yang baik untuk itu, dan apabila ada akhir yang baik akibat sikap itu.
    5. Hikmat sorgawi itu penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, batinnya condong pada apa saja yang baik dan luhur, baik untuk meringankan mereka yang berkekurangan maupun untuk mengampuni mereka yang melanggar, dan benar-benar melakukan hal tersebut setiap kali ada kesempatan.
    6. Hikmat sorgawi itu tidak memihak. Kata aslinya, adiakritos, yang artinya tanpa kecurigaan, atau bebas dari penghakiman, tidak berprasangka secara tidak semestinya, atau tidak membeda-bedakan dalam memperlakukan seseorang lebih daripada yang lain. Tafsiran lebih luasnya, tanpa perselisihan, tidak bertindak seperti pengikut bidah, dan bertikai hanya demi suatu golongan. Tidak pula mencela orang lain hanya karena mereka berbeda dari kita. Orang-orang terbijak paling kecil kemungkinannya untuk menjadi pencela.
    7. Hikmat yang dari atas itu tidak munafik. Hikmat ini tidak menyamarkan apa-apa, tidak pula ada tipu daya di dalamnya. Hikmat ini tidak mungkin jatuh ke dalam cara-cara yang dianggap bijak oleh dunia, yaitu yang bersifat licik dan penuh tipu muslihat. Sebaliknya, hikmat ini tulus dan terbuka, tidak goyah dan tidak berubah-ubah, dan setia dengan dirinya sendiri. Oh semoga saja kita semua selalu dibimbing oleh hikmat seperti ini! Dengan begitu, bersama-sama Rasul Paulus kita dapat berkata, hidup kami di dunia ini dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. Lalu, yang terakhir, hikmat sejati akan terus menaburkan buah-buah kebenaran dalam damai, dan dengan demikian, sekiranya mungkin, akan menciptakan perdamaian di dunia (ay. 18). Apa yang ditaburkan dalam damai akan menghasilkan panen sukacita. Biar saja orang lain menuai buah-buah dari perselisihan dan semua keuntungan yang dapat mereka peroleh bagi diri mereka sendiri melaluinya. Tetapi marilah kita terus dengan damai menaburkan benih-benih kebenaran, dan kita dapat mengandalkan diri dengan itu bahwa jerih payah kita tidak akan sia-sia. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.


SBU

MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
SELASA, 29 JANUARI 2019
Renungan Pagi
KJ.239:1 -Berdoa
HIKMAT DALAM UCAPAN DAN TINDAKAN

Yakobus 3:13-16
"Siapa diantara kamu yang bijak dan berhudi? Baiklah ia dengan cara hidup
yang baik menyatakan perbuatannya.....{ay.13)

Egoisme adalah suatu pemahaman yang rnenekankan kepentingan diri sendiri dibandingkan banyak orang. Seorang yang egois tidak akan begitu memikirkan kabutuhan orang lain. la selaiu berupaya untuk mernenuhi kebutuhannya terlebih dahulu. Ia juga tidak bagitu
peduli dengan perasaan orang lain. Saat ia rnengucapkan sesuatu, ia tidak peduli apakah perkataan itu melukai perasaan orang lain atau tidak. Dalam hal ini, ada pepatah yang mengatakan bahwa lidah itu bagai pedang bermata dua. Satu sisi mengarah kepada
orang lain, sedangkan sisi lain rnengarah kepada diri sendiri. Artinya jika ucapan seorang yang egois itu melukai orang lain, maka ucapan itu juga melukai dirinya sendiri.

Bacaan pagi ini berbicara tentang hikmat yang lahir dan kelemah-lembutan. Hikmat muncul daiam dua bentuk yaitu ucapan dan perbuatan. Hikmat yang benar akan nampak melaiui ucapan dan perbuatan yang benar. Jika ucapan dan parbuatan tidak benar, maka orang itu belum tentu berhikmat. Kalaupun ia menyatakan bahwa apa yang ia ucapkan atau katakan itu hikmat, maka hikmat itu balum tentu datang dari Tuhan. Hikmat yang datang dari Tuhan
akan mendorong kita untuk berbicara dan rnalakukan sesuatu dengan benar. Namun, hikmat yang kita terima dari dunia tidak mendorong kita seperti demikian. Hikmat dari dunia mendorong kita untuk mengejar ketenaran, popuiaritas, uang, dan lainnya.

Hikmat dunia dapat kita ketahui dari persoalan yang sederhana yaitu ucapan dan tindakan. Ucapan yang menjatuhkan sesama serta tindakan yang mencelakakan sesama merupakan tanda seseorang rnendapatkan hikmat dari tempat yang salah. Seorang yang hidup dalam Tuhan akan waspada terhadap ucapan dan tindakannya. la tidak dengan sembarangan bicara dan bertindak. Ia akan merninta tuntunan Tuhan dalam segala sesuatu. Dengan demikian, ia akan mendapatkan hikrnat dari Tuhan. Ucapan dan tindakannya pun akan mengarah pada kebenaran Tuhan.

K.J. 239 : 2
Doa : (Tuhan, berilah aku hikmat agar aku dapat berhati-hati dalam berkata-kata dan bertindak)


MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
SELASA, 29 JANUARI 2019  
Renungan Malam
KJ 3:1,2 -Berdoa
HIKMAT DAN BUAHNYA

Yakobus 3:17-18
Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan da!am damai untuk mereka yang mengadakan damai {ay.18)

Dalam salah satu acara stasiun televisi, terdapat seorang pria yang‘ selalu-memberikan kata-kata bijak. Pria‘ ini juga menjawab berbagai pertanyaan tentang permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan jawaban bijak'. Setiap ucapannya terdengar begitu
masuk akal dan arnat bijak. Tidak lama setélah a¢ara itu, muncul berita bahwa pria yang sama tidak mengakui anak kandungnya sendiri. Fenomena demikian adalah fenomena yang‘ seringkali terjadi dalam masyarakat kita. Seorang muncul di depan layar sebagai motivator, namun di balik layar kehidupannya tidak seindah yang ia katakan. Kata-Kata yang indah rupanya hanya. menenangkan hati dan pikiran sesaat. Narnun; tidak memberikan jawaban untuk tantangan sesungguhnya daIam kehidupan sehari-hari. Lalu bagaimana kita melalui hari-hari yang berat dengan  keyakinan yang kuat bahwa akan ada hari-hari baik di masa depan?

Bacaan rnalarn ini memberikan suatu jawaban bagi pertanyaan di atas. Jawabannya ialah hikmat dari Tuhan. Untuk rnendapatkan hikmat dari Tuhan, manusia perlu menunjukkan sikap bahwa ia layak untuk hikmat-itu. Sikap itu ialah penurut, penuh beias-kasih, pendamai, peramah,  dan tidak -munafik (ay 17). Untuk menunjuk kan sikap demikian, manusia harus berhadapan dengan dirinya sendiri. Urnumnya, kita lebih mementingkan diri sendiri  dan tidak
begitu peduli dengan keadaan sekitar kita lebih suka untuk berada pada zona aman dan tidak ingin mengambil risiko yang berbahaya. Hal-hai itu harus kita atasi untuk mendapatkan hikmat dari Tuhan.

Sikap hidup diatas memaksa kita untuk keluar dari Zona aman. Kita harusi beiajar untuk peduli dengan orang lain dan tidak egois. Kita harus belajar untuk  mengasihi orang lain terlebih dahulu daripada.diri kita. Lalu, adaka manfaatnya? sikap hidup demikian untuk diri kita sendiri?

Hikmat dari Tuhan bagai pedang bermata dua. la mendatangkan kedamaian bagi orang lain dan juga bagi diri kita sendiri. Itu adalah buah dari hikmat Tuhan. Saat kita berbuat baik terhadap.orang lain; sesungguhnya kebaikan itu sendiri menyentuh hati kita. Demikian pula hainya dengan "pembawa-perdamaian.- Damai tidak hanya bagi yang menerima, tetapi juga bagi yang memberii.

KJ. 3:4
Doa: (Tuhan, ajari aku untuk mengasihi orang lain sebelum diriku sendiri) 


Label:   Yakobus 3:17-18 



Christian Songs
Songs on The Blood of Jesus
HEALING WORSHIP SONGS
Jesus Is Risen Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar Yakobus




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

    songbatak.com- Top of JUDIKA

    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392
    Preview Swing Tradig




    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни) *, SR *, SP *, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), Puji Syukur, Madah Bakti,
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs



    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik


    Minggu, 03 Maret 2019
    JUKLAK DAN TATA IBADAH HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB - Minggu, 03 Maret 2019

    Surat Pengantar, Juklak, Petunjuk Teknis IHMPA di Bulan Khusus-PKP, Tata-Ibadah, Pesan MS HUT 54 PKP, Multimedia Pesan H



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik

    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,