Save Page
Yohanes 15:1-8
Pokok anggur yang benar
15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."


Penjelasan:

*  Kristus, Sang Pokok Anggur yang Benar
    Di sini Kristus berbicara mengenai buah, buah-buah Roh yang harus dihasilkan murid-murid-Nya, melalui sebuah perumpamaan mengenai pokok anggur.
    Perhatikanlah di sini:
    I. Pelajaran yang dapat dipetik dari perumpamaan di atas dan pengertian yang harus kita ambil darinya.
        . Bahwa Yesus Kristus adalah sang pokok anggur, pokok anggur yang benar. Kesediaan Kristus untuk menggambarkan diri-Nya melalui perumpamaan-perumpamaan yang sederhana menunjukkan kerendahan hati-Nya. Dia yang adalah Surya Kebenaran dan Bintang Timur yang gilang gemilang membandingkan diri-Nya dengan pokok anggur. Gereja, yang merupakan gambaran rohani diri Kristus, adalah pohon anggur (Mzm. 80:9), begitu juga Kristus, yang merupakan dasar gereja. Demikianlah Kristus dan gereja-Nya digambarkan.
            (1) Kristus adalah pokok anggur, yang ditanam di kebun, dan bukan merupakan tumbuhan liar. Dia ditanamkan di bumi ini sebab Dia adalah Firman yang menjelma menjadi manusia. Pokok anggur biasanya tidak memiliki penampilan luar yang indah, dan Kristus pun tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada (Yes. 53:2). Pohon anggur merupakan tumbuhan merambat, dan Kristus pun akan dikenal sebagai keselamatan sampai ke ujung-ujung bumi. Buah dari pohon anggur memuliakan Allah dan menyukakan manusia (Hak. 9:13), begitu pula buah dari tindakan pengantaraan yang dilakukan Kristus, lebih berharga dari pada emas (Ams. 8:19).
            (2) Kristus adalah pokok anggur yang benar. Kata benar di sini adalah lawan dari kepura-puraan dan kepalsuan. Kristus benar-benar merupakan tumbuhan yang berbuah lebat, tanaman yang termasyhur. Dia tidak seperti pohon sulur-suluran (anggur) liar yang menipu siapa pun yang mengumpulkannya (2Raj. 4:39), melainkan pokok anggur yang sejati. Pohon-pohon yang tidak berbuah disebut sebagai pohon yang mengeluarkan janji dusta (Hab. 3:17, bdk. TL), tetapi Kristus adalah pohon anggur yang tidak akan menipu. Kehebatan apa pun yang ditemukan di dalam makhluk mana pun, yang berguna bagi manusia, semua itu hanyalah sekadar bayang-bayang dari kasih karunia yang tersedia di dalam Kristus bagi kebaikan umat-Nya. Dialah pokok anggur yang dilambangkan dengan pohon anggur yang memperkaya Yehuda dengan darah buah anggur (Kej. 49:11), atau dengan pohon anggur Yusuf yang dahan-dahannya naik mengatasi tembok (Kej. 49:22), atau dengan pohon anggur Israel, tempat di mana Israel diam dengan tenteram (1Raj. 4:25).
        . Bahwa orang-orang percaya adalah ranting-ranting dari pokok anggur itu, yang menunjukkan bahwa Kristus adalah akar dari pohon anggur tersebut. Akar itu memang tidak kelihatan, sebagaimana juga hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus. Akar itu menopang pohon (Rm. 11:18), menyebarkan sari-sari makanan, dan sangat penting bagi pertumbuhan dan produksi buahnya. Di dalam Kristuslah tersedia segala bantuan dan sokongan. Pohon anggur memiliki banyak ranting, sebagian ada di sisi sebelah rumah atau tembok, dan sebagian lagi di sisi lainnya. Akan tetapi, semuanya menjadi satu dan berasal dari satu akar. Begitu pula orang-orang Kristen yang saleh, meskipun berjauhan tempat dan pendapat, tetapi satu di dalam Kristus yang merupakan pusat kesatuan mereka. Seperti juga ranting pohon anggur, orang-orang percaya itu lemah dan tidak dapat menyokong diri mereka sendiri, melainkan harus selalu disokong (Yeh. 15:2).
        . Bahwa Bapa adalah pengusahanya, geōrgos -- pengelola tanah. Meskipun bumi adalah milik Tuhan, bumi tidak akan menghasilkan buah bila tidak dikerjakan oleh-Nya. Allah tidak hanya memiliki, tetapi juga mengurus pokok anggur dan ranting-rantingnya. Dia telah menanam, menyirami, dan melipatgandakan, sebab kita adalah ladang Allah (1Kor. 3:9; Yes. 5:1-2; 27:2-3). Allah memelihara Kristus, Sang Tunas, dan menyokong-Nya, serta membuat-Nya tumbuh berkembang dari tanah kering. Allah juga memperhatikan semua ranting-ranting, memangkas dan menjagai ranting-ranting itu supaya tidak ada yang melukai mereka. Belum pernah ada seorang pengusaha yang begitu berhikmat dan waspada menjagai kebun anggurnya sebagaimana Allah menjagai gereja-Nya. Karena itulah, gereja-Nya harus berbuah lebat.
    II. Tugas yang diajarkan kepada kita melalui perumpamaan tersebut, yaitu untuk menghasilkan buah, dan untuk tinggal di dalam Kristus, supaya bisa menghasilkan buah itu.
        . Kita harus berbuah. Dari pohon anggur kita mengharapkan buah anggur yang baik (Yes. 5:2), dan dari seorang Kristen kita mengharapkan Kekristenan yang sejati. Inilah yang dimaksudkan dengan buah itu: pembawaan dan sifat kristiani, kehidupan dan perilaku kristiani, bakti dan rancangan kristiani. Kita harus menghormati Allah dan berbuat kebajikan, serta memberi teladan dalam hal kesucian dan kuasa agama yang kita peluk. Inilah yang dimaksudkan dengan menghasilkan buah. Sebagai orang Kristen, murid-murid Kristus harus berbuah dalam segala buah-buah kebenaran, dan sebagai rasul-rasul, mereka harus setia dalam menyebarkan kebaikan yang dihasilkan akibat mengenal Kristus. Untuk mendorong mereka supaya berbuat demikian, Ia pun menekankan mengenai:
            (1) Malapetaka yang akan menimpa ranting yang tidak berbuah (ay. 2): Ranting-ranting itu akan dipotong.
                [1] Ini berarti bahwa ada banyak orang yang menjadi ranting-ranting dalam Kristus tetapi tidak menghasilkan buah. Jika mereka memang dipersatukan dengan Kristus melalui iman, pasti mereka akan berbuah. Tetapi, karena mereka hanya menempel kepada Kristus melalui seutas benang pengakuan lahiriah saja, maka sekalipun mereka terlihat seperti ranting, mereka akan segera menjadi kering. Pemeluk agama yang tidak berbuah adalah pemeluk agama yang tidak setia. Hanya mengaku-ngaku saja, tidak lebih dari itu. Pernyataan tadi bisa juga diartikan, setiap ranting yang tidak berbuah di dalam-Ku, sebab orang-orang yang tidak menghasilkan buah di dalam Kristus, di dalam Roh dan kasih karunia-Nya, sama saja dengan tidak menghasilkan buah sama sekali (Hos. 10:1).
                [2] Ranting-ranting itu terancam dipotong, sebab itulah yang pantas menimpa mereka dan juga demi kebaikan ranting-ranting yang lainnya. Orang yang tidak memiliki kesatuan sejati dengan Kristus dan tidak menghasilkan buah, dari padanya akan diambil juga apa yang ia anggap ada padanya (Luk. 8:18). Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa ayat itu terutama menunjuk kepada Yudas.
            (2) Janji yang diberikan kepada ranting yang berbuah. Ia membersihkan mereka, supaya mereka lebih banyak berbuah.

            Perhatikan:

                [1] Upah bagi mereka yang berbuah adalah kemampuan untuk lebih banyak menghasilkan buah lagi. Berkat yang pertama berbunyi, berbuahlah terus, dan hal itu masih merupakan berkat yang besar.
                [2] Agar menghasilkan lebih banyak buah, ranting yang berbuah pun perlu dibersihkan atau dipangkas, kathairei -- Dia memangkas hal yang berlebihan dan terlalu mewah, yang menghalangi pertumbuhan dan kemampuannya untuk menghasilkan buah. Ranting yang terbaik juga pasti memiliki cacat, aliquid amputandum -- sesuatu yang harus dipotong, misalnya pemikiran, keinginan atau kecenderungan berlebihan, yang perlu dibersihkan. Kristus telah berjanji untuk melakukannya melalui firman, Roh, dan pemeliharaan-Nya. Semuanya itu akan dipangkas sedikit demi sedikit pada musimnya yang tepat.
                [3] Pembersihkan ranting yang berbuah tadi, supaya buah mereka bertambah banyak lagi, adalah urusan dan pekerjaan Sang Pengusaha Agung, demi kemuliaan-Nya sendiri.
            (3) Keuntungan yang dimiliki orang-orang percaya melalui pengajaran Kristus, yang kuasanya harus terus mereka teladani dalam setiap perilaku yang menghasilkan buah: Kamu memang sudah bersih (ay. 3).
                [1] Perkumpulan mereka telah bersih karena Yudas sudah disingkirkan dengan perkataan Kristus, Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera. Sebelum mereka dibersihkan dari Yudas, tidak semua mereka bersih. Firman Kristus adalah perkataan yang dapat membedakan dan memilah-milah orang yang berharga dari yang hina. Firman itu akan menyucikan jemaat anak-anak sulung pada hari pemisahan agung nanti.
                [2] Setiap dari mereka telah bersih. Artinya, mereka telah dikuduskan melalui kebenaran Kristus (17:17). Iman yang telah membuat mereka menerima firman Kristus juga telah menyucikan hati mereka (Kis. 15:9). Melalui firman tersebut, Roh kasih karunia memurnikan mereka dari kenajisan dunia dan daging, dan membersihkan mereka dari ragi para ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka kini telah bersih dari hal itu, setelah melihat kemarahan dan permusuhan para ahli Taurat dan orang Farisi yang telah mendarah daging terhadap Guru mereka. Terapkanlah hal itu kepada semua orang percaya. Firman Kristus juga diperuntukkan bagi mereka. Firman itu mengandung kuasa yang membersihkan, karena bisa mendatangkan kasih karunia dan menghapuskan kejahatan. Firman Kristus membersihkan seperti api membersihkan emas dari kotoran-kotoran yang menempel di sana. Ia seperti seorang tabib yang membersihkan tubuh dari penyakit. Jadi, kita baru dapat membuktikan bahwa kita telah dibersihkan oleh firman saat kita menghasilkan buah yang membawa kita kepada pengudusan. Kira-kira gambaran berikut ini menggambarkan hukum mengenai kebun anggur di Kanaan: buah-buahan yang dihasilkannya kotor dan dianggap tidak bersunat pada tiga tahun pertama setelah pepohonannya ditanam, dan pada tahun yang keempat segala buahnya harus menjadi persembahan kudus sebagai puji-pujian bagi TUHAN, dan baru pada saat itulah buah-buahan tersebut bersih (Im. 19:23-24). Murid-murid itu kini telah dibimbing oleh Kristus selama tiga tahun. Dan kini kamu sudah bersih.
            (4) Kemuliaan yang akan dilimpahkan kembali kepada Allah oleh karena buah-buah yang kita hasilkan, disertai dengan penghiburan dan kehormatan yang akan kita terima juga melalui buah-buah itu (ay. 8).

            Jika kita berbuah banyak:

                [1] Dalam hal inilah Bapa kita akan dipermuliakan. Buah-buah yang dihasilkan oleh para rasul, misalnya dalam ketekunan mereka mengerjakan tugas mereka, akan mendatangkan kemuliaan bagi Allah melalui pertobatan jiwa-jiwa dan persembahan jiwa-jiwa itu terhadap-Nya (Rm. 15:9, 16). Buah-buah Kekristenan dari seluruh orang percaya dalam lingkup yang lebih kecil juga menjadi kemuliaan bagi Allah. Berkat pekerjaan baik hebat yang dilakukan oleh orang-orang Kristen, banyak orang dibawa untuk memuliakan Bapa kita yang ada di dalam sorga.
                [2] Maka kita akan menjadi murid-murid Kristus yang sesungguhnya, yaitu dengan membuktikan bahwa memang demikianlah kita adanya sesuai dengan sebutan yang kita akui bagi diri kita sendiri. Dengan begitu kita akan membuktikan dan meningkatkan jati diri kita sebagai murid Kristus, dan menjadi ternama, terpuji, dan terhormat bagi Guru kita. Inilah artinya menjadi murid-murid-Nya yang sejati (Yer. 13:11). Dengan cara inilah kita akan diakui oleh Guru kita pada hari besar itu, dan akan mendapatkan upah yang layak didapatkan seorang murid, yaitu bagian dalam sukacita Tuhan kita. Semakin banyak buah yang kita hasilkan dan semakin berlimpah kita berbuat baik, semakin besar pula Ia dimuliakan.
        . Supaya berbuah, kita harus tinggal di dalam Kristus, harus menjaga persekutuan kita dengan-Nya melalui iman dan berbuat semampu kita dalam beribadah untuk menjaga kelangsungan persekutuan tersebut.

        Di sini terdapat:

            (1) Tugas yang diperintahkan (ay. 4): Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Perhatikan, semua murid Kristus harus mempertahankan ketergantungan mereka kepada Kristus dan juga persekutuan dengan-Nya, membiasakan diri untuk terus melekat kepada-Nya dan mendapatkan sokongan dari-Nya. Barangsiapa datang kepada Kristus harus tinggal di dalam-Nya: "Tinggallah di dalam Aku melalui iman, dan Aku di dalam kamu melalui Roh-Ku. Tinggallah di dalam Aku, dan Aku pasti akan tinggal di dalam kamu," sebab persekutuan antara Kristus dan para orang percaya tidak akan disia-siakan-Nya. Kita harus tinggal di dalam firman Kristus dengan cara memperhatikannya, dan firman-Nya tinggal di dalam kita sebagai terang bagi kaki kita. Kita harus tinggal dalam kebaikan Kristus sebagai kebenaran dan pembelaan bagi kita, dan kebaikan dan kebenaran itu tinggal di dalam kita sebagai sokongan dan penghiburan bagi kita. Pangkal setiap ranting tinggal di dalam pokok anggur, dan sari-sari makanan pokok anggur itu mengalir ke ranting tadi, sehingga di antara mereka terjalin hubungan yang tetap.
            (2) Perlunya kita untuk tinggal di dalam Kristus supaya bisa menghasilkan buah (ay. 4-5): "Kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Tetapi, jika kamu tinggal di dalam Aku, kamu akan berbuah banyak, sebab, pendeknya, di luar Aku, atau jika kamu terpisah dari-Ku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Begitulah, demi penghiburan dan kebahagiaan kita sendiri, kita harus berbuah. Itulah alasan terbaik mengapa kita perlu tinggal di dalam Kristus, karena jika tidak begitu, kita tidak bisa berbuah.
                [1] Tinggal di dalam Kristus perlu dilakukan supaya kita dapat berbuat banyak kebaikan. Orang yang teguh beriman kepada Kristus dan terus mengasihi Dia, hidup berdasarkan janji-janji-Nya dan dipimpin oleh Roh-Nya, menghasilkan banyak buah. Dengan begitu, ia menjadi sangat berguna bagi kemuliaan Allah, dan akan mendapatkan upahnya di hari yang agung nanti. Perhatikan, bersatu dengan Kristus merupakan sebuah prinsip yang mulia dan menghasilkan segala sesuatu yang baik. Hidup berdasarkan iman kepada Anak Allah merupakan kehidupan paling indah yang dapat dijalani oleh manusia di dunia ini. Kehidupan yang seperti itu begitu teratur dan tertib, murni dan sorgawi. Kehidupan seperti itu berguna dan menyenangkan, dan menjawab tujuan hidup.
                [2] Kita perlu tinggal di dalam Kristus agar bisa melakukan kebaikan apa saja. Hal ini bukan saja menjadi sarana untuk memelihara dan meningkatkan segala hal baik yang sudah ada di dalam kita, tetapi juga merupakan akar dan sumber segala sesuatu yang baik: "Di luar Aku kamu tidak bisa berbuat apa-apa: bukan hanya tidak mampu melakukan hal-hal yang menakjubkan seperti menyembuhkan orang sakit atau membangkitkan orang mati, melainkan juga tidak mampu melakukan apa pun." Perhatikanlah, kita ini perlu dan bergantung terus-menerus pada kasih karunia Sang Pengantara untuk menjalani kehidupan rohani dan ilahi. Ini sama halnya seperti kita bergantung sepenuhnya pada pemeliharaan Sang Pencipta untuk dapat menjalani kehidupan jasmani kita. Kehidupan rohani dan jasmani kita ada dalam kuasa ilahi yang memungkinkan kita hidup, kita bergerak, dan ada. Tanpa kebaikan Kristus, kita tidak dapat berbuat apa-apa untuk membenarkan diri kita, dan tanpa Roh Kristus kita tidak dapat melakukan apa pun mengenai pengudusan kita. Tanpa Kristus kita tidak dapat melakukan apa pun dengan benar, tidak satu pun akan membuahkan hasil yang menyenangkan Allah ataupun menguntungkan bagi kita (2Kor. 3:5). Kita bergantung kepada Kristus bukan hanya seperti pohon anggur membutuhkan tembok untuk menopangnya, tetapi juga seperti ranting yang bergantung pada akar untuk mendapatkan sari-sari makanan.
            (3) Akibat mematikan yang akan menimpa siapa pun yang meninggalkan Kristus (ay. 6): Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting. Seperti itulah gambaran keadaan mengerikan yang akan menimpa orang-orang munafik yang tidak ada di dalam Kristus, dan yang juga akan menimpa orang-orang murtad yang tidak tinggal di dalam Kristus.
                [1] Mereka dibuang keluar seperti ranting yang kering dan layu, yang dipotong karena ranting itu hanya menghambat pertumbuhan pohon saja. Memang adil bila orang-orang yang berpikir bahwa mereka tidak membutuhkan Kristus tidak memperoleh keuntungan apa-apa dari-Nya, dan bila orang-orang yang menolak Dia juga ditolak oleh-Nya. Orang-orang yang tidak tinggal di dalam Kristus akan diabaikan oleh-Nya. Mereka ditinggalkan sendirian untuk jatuh ke dalam dosa yang memalukan, lalu mereka pun pantas dibuang dari kumpulan orang-orang yang setia.
                [2] Mereka menjadi kering sebagaimana sebatang ranting yang patah dari pohonnya. Meskipun untuk sementara waktu mereka bisa saja berkembang secukup-cukupnya, orang-orang yang tidak tinggal di dalam Kristus kemudian akan menjadi layu dan tidak menjadi apa-apa. Semua yang menjadi bagian dan karunia mereka menjadi sia-sia, semangat dan ibadah mereka memudar, kehormatan dan nama baik mereka pun menghilang, demikian pula pengharapan dan penghiburan mereka (Ayb. 8:11-13). Perhatikan, mereka yang tidak menghasilkan buah akan segera kehilangan dedaunan pula. Betapa cepatnya pohon ara yang dikutuk oleh Kristus itu menjadi kering!
                [3] Ranting-ranting itu dikumpulkan orang. Antek-antek dan utusan Iblis memungut mereka dan menjadikan mereka sebagai sasaran empuk. Orang-orang yang menjauh dari Kristus akan segera jatuh bersama-sama para pendosa, dan domba yang tersesat dari kawanan Kristus siap diincar oleh Iblis untuk dimangsanya. Saat Roh Tuhan pergi dari Saul, roh jahat pun datang merasukinya.
                [4] Mereka dicampakkan ke dalam api. Artinya, mereka dibuang ke dalam api. Orang-orang yang telah menggoda dan menjerumuskan mereka ke dalam dosa benar-benar telah mencampakkan mereka ke dalam api, sebab orang-orang itu membuat mereka menjadi anak-anak neraka. Api adalah tempat yang paling tepat untuk membuang ranting-ranting kering, sebab mereka tidak dapat dimanfaatkan untuk hal yang lain lagi (Yeh. 15:2-4).
                [5] Ranting-ranting itu lalu dibakar. Tentu saja hal ini pasti akan terjadi, tetapi di sini lebih ditekankan lagi dengan sangat tegas dan membuat ancaman tersebut terdengar sangat mengerikan. Mereka tidak akan dilalap api dalam sekejap, seperti duri terbakar di bawah kuali (Pkh. 7:6), melainkan kaietai, mereka akan terbakar selama-lamanya di dalam api yang tidak hanya akan pernah padam, tetapi juga tidak akan pernah habis-habisnya. Inilah akibatnya jika meninggalkan Kristus. Beginilah akhir dari pohon-pohon yang mandul. Orang-orang yang murtad dua kali mati (Yud. 1:12 TL; TB: mati sama sekali), dan ketika dikatakan bahwa mereka dicampakkan ke dalam api lalu dibakar, hal ini seolah-olah menyatakan bahwa mereka dihukum dua kali. Sebagian orang mengaitkan pengumpulan orang-orang itu dengan pekerjaan para malaikat pada hari besar itu, yaitu saat mereka akan mengumpulkan dan mengeluarkan semua hal yang tidak berkenan di dalam kerajaan Kristus dan akan mengikat lalang untuk dibakar.
            (4) Hak istimewa yang penuh berkat yang akan diperoleh orang-orang yang tinggal di dalam Kristus (ay. 7): Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dari Bapa-Ku di dalam nama-Ku dan kamu akan menerimanya.

            Lihatlah di sini:

                [1] Bagaimana kesatuan kita bersama Kristus dipelihara -- melalui firman: Jika kamu tinggal di dalam Aku, seperti yang telah dikatakan-Nya sebelumnya, dan Aku di dalam kamu. Tetapi di sini Dia menerangkan sendiri, dan firman-Ku tinggal di dalam kamu. Sebab, di dalam firmanlah Kristus diperhadapkan kepada kita dan ditawarkan kepada kita (Rm. 10:6-8). Melalui firmanlah kita menerima dan memeluk-Nya. Oleh karena itulah, di mana perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya, di sana pulalah Kristus diam. Bila firman itu menjadi pembimbing dan pengawas tetap kita, bila firman tersebut tinggal di dalam kita sebagai rumahnya, maka itu berarti kita tinggal di dalam Kristus, dan Dia di dalam kita.
                [2] Bagaimana persekutuan kita dengan Kristus dipelihara -- melalui doa: mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Jadi, apa lagi yang lebih kita inginkan selain mendapatkan apa yang kita minta? Perhatikanlah, orang-orang yang tinggal di dalam Kristus sebagai kesukaan hati mereka akan memperoleh hasrat hati mereka melalui Kristus. Jika kita memiliki Kristus, kita tidak akan kekurangan suatu apa pun yang baik bagi kita. Ada dua hal yang tersirat dalam janji itu: --
                    Pertama, bahwa jika kita tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya tinggal di dalam kita, kita tidak akan meminta apa pun selain yang pantas kita dapatkan. Janji-janji Allah yang diam di dalam diri kita siap untuk berubah menjadi doa, dan doa-doa yang dipanjatkan demikian pastilah dikabulkan.
                    Kedua, bahwa jika kita tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya, kita akan mendapat perkenan kebaikan Allah dan pengantaraan Kristus, sehingga semua doa kita akan mendapatkan jawaban damai sejahtera.

Label:   Yohanes 15:1-8 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Minggu, 19 Mei 2019 - KANTATE- Khotbah: Ezra 6:13-18 - Epistel: 2 Timotius 2:1-7

PREV:
Minggu, 05 Mei 2019 - MISERICORDIAS DOMINI - Khotbah: Yeremia 33:10-13 - Epistel: 1 Tesalonika 5:12-22

Garis Besar Yohanes

Garis Besar 1 Yohanes

Garis Besar 2 Yohanes

Garis Besar 3 Yohanes





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 19 Mei - Amsal 31; Pengkhotbah 1,2

Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Hari ini, 19 Mei - Amsal 31; Pengkhotbah 1,2
rss lagu-gereja.com  Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392




Beli Kaos C59. Klik Disni

Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 17 Desember 2019 - Yesaya 13:4-5 - MINGGU ADVEN III Yesaya 13:4-5 Penjelasan Ayat

Khotbah Ibadah GPIB Senin, 16 Desember 2019 - Yesaya 12:4-6 - MINGGU ADVEN III Yesaya 12:4-6 Penjelasan Ayat

Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 15 Desember 2019 - MANUSIA BERKESEMPATAN UNTUK HIDUP DI DALAM DAMAI SEJAHTERA - Zefanya 3:9-15 (SGD) - HARI MINGGU ADVEN III Zefanya 3:9-15 Penjelasan Ayat
Janji keselamatan, Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, Engkau tidak akan mendapat malu, Umat yang rendah hati dan lemah, Sisa Israel, Bersorak-sorailah, hai putri Sion, Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 14 Desember 2019 - Mazmur 72:1-11 - MINGGU ADVEN II Mazmur 72:1-11 Penjelasan Ayat

Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 13 Desember 2019 - Mazmur 60:1-7 - MINGGU ADVEN II Mazmur 60:1-7 Penjelasan Ayat




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Jumat, 17 Mei 2019
Open Heaven - Influencers Worship

Jumat, 17 Mei 2019
Beautiful - Influencers Worship

Jumat, 17 Mei 2019
Dance Like It's Done - Influencers Worship

Jumat, 17 Mei 2019
Halellujah - Bob Dylan

Jumat, 17 Mei 2019
Precious Angel - Bob Dylan

Jumat, 17 Mei 2019
Blowin in The Wind - Bob Dylan

Jumat, 17 Mei 2019
Jokerman - Bob Dylan

Jumat, 17 Mei 2019
Pressing On [Toronto, April 1980] - Bob Dylan

Senin, 13 Mei 2019
God Is With Us - Casting Crowns

Senin, 13 Mei 2019
Here I Go Again - Casting Crowns

Senin, 13 Mei 2019
Love Them Like Jesus - Casting Crowns

Senin, 13 Mei 2019
Courageous - Casting Crowns

Jumat, 10 Mei 2019
Hallelujah - Tori Kelly

Jumat, 10 Mei 2019
You Make Me Brave - Lauren Daigle

Jumat, 10 Mei 2019
Oceans (Where Feet May Fail) - Lauren Daigle

Jumat, 10 Mei 2019
Lord, I Need You - Lauren Daigle

Jumat, 10 Mei 2019
How Great Thou Art - Lauren Daigle

Jumat, 10 Mei 2019
Because of Who You are - Agnes Monica

Minggu, 05 Mei 2019
Revelation Song - Tori Kelly

Minggu, 05 Mei 2019
How He Loves - Tori Kelly / Romulo Costa

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah lukas 11,1_13, rogatr,   lagu rohani untuk pernikahan,   lagu pengakuan dosa gmim,   lagu rohani untuk pernikahan,   lagu*Nyanyian rohani,   jamita partangiangan hkbp psalmen 102:2-3,13-23,   lagu pembukaan persekutuan,   jamita partangiangan hkbp psalmen 102:2-3,13-23,   jamita partangiangan hkbp psalmen 102:2-3,13-23,   ezra 6:13-18,   ezra 6:13-18,   jamita 25 mei 2019 rogate,   nyanyian rohani 9,   partitur koor untuk pentakosta,   lagu pujian pengakuan dosa HKBP,   lirik alangkah baik dan indahnya,   nyanyian rohani 9,   Khotbah minggu 19 mai 2019,   khotbah ezra 6 13 - 18,   midi lagu Hymne GKI,   no telpon gereja bogor,   lagu baru gms,   nyanyian rohani no 14,   nyanyian rohani no 14,   lirik lagu rohani untuk persembahan,   lagu baru gms,   puji pujian kristen,   lagu gereja.com,   renungan/ kotbah kejadiann 31:1-16 Hidup seutuhnya Bagi Tuhan,   lagu ucapan syukur,   download lagu gpdi hari ini,   lagu pernikahan di gereja,   lagu pernikahan di gereja,   firman TUHAN menurut yeremia 3:1-5,   Renungan mat 7:12-14,   LAGU LAGU ROHANI YANG MENYENTUH SAATH IBADA,   download lagu rohaninenanti kedatangan tuhan,   lagu kj utk ultah,   lagu kj utk ultah,   khotbah 1 tawarikh 22,   downnload lagu rohanimenikmatibaitnya,   ezra 6:13-18 (BAHASA INDONESIA),   lirik lagu satu hal telah kuminta,   download lagu rohani menikmati baitnya,   renungan pemuda efesus 2:11-22,   mazmur 145:8-13,   renungan khotbah ezra 6:13-18,   bahan sermon ezra 6 13 18,   isi Esra 6:13-18,   Ezra 6 : 13 - 18,   Esra 6:13-18.,   no telpon gereja bogor,   kotbah esra 6 : 13-18,   lagu untuk persambahan,   lagu untuk persambahan,   esra 6:13-18,   ezra 6 13-18 penjelasan,   khotbah esra 6:13-18,   esra 6: 13 - 18,   kotbah ezra 3:13-16,   ezra 6:13-18,   khotbah ezra 6 13 - 18,   renungan ezra 6 13 18,   acara minggu ibadah gkpi,   khotbah esra 6:13-18,   penjelsan ktobah hkbp tggl 19 mei,   Alkitab esra 6:13-18 batak,   ezra 6 batak,   ezra 6 batak,   tata ibadah persekutuan perempuan,   lagu gereja pantekosta,   esra 6:13-18,   ezra 6:13-18,   nats persembahan,   esra 6 bahasa batak,   download lagu nkb 111 mp3,   lagu pembukaan persekutuan,   download lagu nkb 111 mp3,   no telpon gereja bogor,   khotbah minggu 19 mei 2019 hkbp,   jamita minggu 19 mei 2019 hkbp,   lirik mars gp,   when isee the blood donald lawrence,   when isee the blood donald lawrence,   ezra 6:13-18 (BAHASA INDONESIA),   khotbah Ezra 6:13-18,   renungan minggu kantate 19 mei 2019,   bahan sermon ezra 6 13 18,   lirik lagu rohani gms,   khotbah ezra 6:13-18,   contoh khotbah sesudah paskah,   lirik lagu bertambah tambah dalamnya,   khotbah ezra 6:13-18,   khotbah ezra 6 13 18,   khotbah ezra 6:13-18,   doa persembahan gereja secara umum,   lirik lagu bertambah tambah dalamnya,   tafsiran kitab Ezra 6:13-18,   khotbah 19 mei 2019,   khotbah minggu 19 mei 2019 ezra 6:13-18,   khotbah minggu 19 mei 2019 ezra 6:13-18,   ilustrasi khotbah ezra 6:13-18,   ilustrasi khotbah minggu kantate,   bahan sermon ezra 6 13 18,   bahan sermon ezra 6 13 18,   khotbah ezra 6:13-18,   ilustrasi khotbah minggu kantate,   bahan sermon ezra 6 13 18,   khotbah esra 6:13-18,   Kejadian 12:1-7,   khotbah ezra 6 13 18,   nyanyin rohani 31,   rohani 85,   lirik lagu abraham kau mau kemana,   lirik lagu abraham kau mau kemana,   tema khotbah ezra 6:13-18,   tema khotbah ezra 6:13-18,   khotbah Ezra 6:13-18,   santapan harian ezra 6:13-18,   khotbah Ezra 6:13-18,   jamita esra 6 : 13 - 18,   khotbah Ezra 6:13-18,   nyanyian rohani 66,   nyanyian rohani 9,   nyanyian rohani 106,   nyanyian rohani 106,   khotbah esra 6:13-18,   nyanyian rohani 106,   ezra 6:13-18 (BAHASA INDONESIA),   khotbah esra 6:13-18,   suara gembira bagi yesus kita juga,   khotbah Ezra 6: 13-18,   khotbah efesus 2 11 22,   tafsiran ezra 6:13-18,   doa persembahan,   kj 424 chord,   kj 293,   renungan dari Mazmur 145 : 8-13,   esra 6:13-18,   khotbah ezra 6:13-18,   Sbu gpib 19 mei 2019,   lagu batu penjuru dunia,   nast alkitab perjanjian baru pengantar persembahan,   kotbah hkbp Esra 6:13-18,   khotbah Ezra 6 : 13-18,   lagu gereja.com,   renungan GMIT efesus 5:1-21,   renungan GMIT efesus 5:1-21,   ilustrasi khotbah efesus 2 11 18,   renungan dari Mazmur 145 : 8-13,   bahan khotbah Alkitab kisah para rasul 11 : 27 - 30,   ezra 6:13-18 (BAHASA INDONESIA),   khitbah minggu 19 mei 2019,   Renungan 19 mei 2019,   khitbah minggu 19 mei 2019,   GPIB Pondok ungu 2019,   esra 6:13-18,   khotbah minggu setelah paskah,   khotbah minggu sesudah paskah,   khotbah minggu sesudah paskah,   khotbah minggu sesudah paskah,   kotbah esra 6:13-18,   kotbah esra 6:13-18,   khotbah minggu,26 mei 2019,   ezra 6:13-18,   ezra 6:13-18,   khotbah ezra 6:13-18,   khotbah ezra 6:13-18,   pujian ppr 11,   hatorangan turpuk jamita ezra 6 13 19,   jamita esra 6:13-18,