Dilihat: 2991 x

Save Page
Lukas 11:1-13
Hal berdoa
11:1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." 11:2 Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. 11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya 11:4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan." 11:5 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, 11:6 sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; 11:7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. 11:8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. 11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 11:10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? 11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? 11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."


Penjelasan:

* Para Murid Diajar Berdoa (11:1-13)
    Doa merupakan salah satu hukum besar dalam agama alami. Manusia dipandang biadab, binatang, bila tidak pernah berdoa, tidak pernah menaikkan pujian kepada Penciptanya, tidak menyadari kebaikan-Nya atau pun tidak merasa bergantung kepada-Nya. Oleh sebab itu, salah satu rancangan agung yang ada dalam Kekristenan adalah untuk membantu kita berdoa, meneguhkan kewajiban berdoa itu bagi kita, mengajar kita berdoa, dan mendorong kita untuk mengharapkan suatu keuntungan dari doa. Dalam bagian perikop di atas:

    I. Kita melihat Kristus sendiri berdoa di salah satu tempat, mungkin di tempat yang biasa Ia gunakan untuk berdoa (ay. 1). Sebagai Allah, kepada-Nyalah orang berdoa; sebagai manusia, Dia berdoa. Walaupun Dia adalah seorang Anak, Dia tetap belajar patuh dalam hal doa ini. Penulis Injil ini, lebih daripada penulis-penulis Injil lain, secara khusus memperhatikan bahwa Kristus sering berdoa: ketika Dia dibaptis (3:21), Dia berdoa; Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa (5:16); Dia pergi ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah (6:12); Dia berdoa seorang diri (9:18); segera setelah itu, Ia naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah (9:28, 29); dan di sini (11:1) Dia sedang berdoa di salah satu tempat. Jadi, seperti sudah selayaknya bagi anak Daud yang sejati, Dia mengabdikan diri-Nya untuk berdoa (Mzm. 109:4). Tidaklah pasti apakah Kristus pada waktu itu sedang berdoa sendirian dan murid-murid hanya tahu bahwa Dia sedang berdoa ketika itu, ataukah Dia berdoa bersama mereka. Kemungkinan besar mereka ikut berdoa bersama-Nya.
    II. Murid-murid-Nya meminta Dia memberikan petunjuk bagaimana berdoa. Ketika Dia sedang berdoa, mereka bertanya, Tuhan, ajarlah kami berdoa. Perhatikanlah, talenta dan karunia yang dimiliki orang lain seharusnya membangkitkan hati kita untuk bersungguh-sungguh mendambakan talenta atau karunia itu juga. Semangat yang dimiliki orang lain itu haruslah menjadi pemicu bagi kita untuk meniru secara kudus apa yang ia lakukan: mengapa kita tidak berbuat seperti orang itu juga? Amatilah, murid-murid itu datang kepada-Nya dengan permintaan ini, ketika Dia selesai berdoa. Mereka tidak ingin mengganggu-Nya ketika Dia sedang berdoa, sekalipun dengan permohonan yang baik ini. Segala sesuatu itu indah pada waktunya. Salah satu murid-Nya, atas nama yang lain, dan mungkin karena ditunjuk oleh mereka, berkata, Tuhan ajarlah kami. Perhatikanlah, walaupun Kristus suka mengajar, namun untuk hal yang satu ini Dia lebih suka diminta, dan murid-murid-Nya harus mendatangi-Nya untuk memperoleh petunjuk.

    Sekarang:
        . Permohonan mereka adalah, "Tuhan, ajarlah kami berdoa; berilah kami aturan atau contoh untuk kami pakai dalam berdoa, dan taruhlah kata-kata pada mulut kami." Perhatikanlah, sudah semestinyalah murid-murid Kristus datang kepada-Nya untuk meminta petunjuk bagaimana berdoa. Perkataan Tuhan, ajarlah kami berdoa itu sendiri sudah merupakan sebuah doa yang baik dan sangat diperlukan, karena memang sulit untuk berdoa dengan baik, dan hanya Yesus Kristuslah yang dapat mengajar kita, melalui kata-kata dan Roh-Nya, bagaimana kita harus berdoa. "Tuhan, ajari aku apa itu berdoa; Tuhan, bangkitkan semangatku untuk melakukan kewajiban itu; Tuhan, berilah aku petunjuk, apa yang harus aku doakan; Tuhan, berilah aku karunia berdoa, supaya aku dapat melayani Tuhan secara berkenan melalui doa; Tuhan, ajari aku berdoa dengan kata-kata yang sesuai; berilah aku mulut dan hikmat dalam berdoa, supaya aku dapat berkata seperti yang seharusnya; ajarkanlah apa yang harus aku katakan."
        . Permohonan mereka adalah, "Sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya. Yohanes peduli untuk mengajari murid-muridnya melakukan kewajiban yang penting ini, dan kami pun ingin diajar seperti mereka, karena kami mempunyai Guru yang lebih baik daripada guru mereka." Pemahaman Dr. Lightfoot mengenai hal ini adalah bahwa bila doa-doa orang Yahudi pada umumnya berupa penyembahan dan puji-pujian bagi Allah (doksologi), Yohanes mengajar para murid-Nya doa-doa yang lebih berisikan berbagai permohonan dan permintaan, karena dikatakan orang mengenai mereka bahwa mereka dēeseis poiountai -- melakukan doa (berdoa) (5:33). Ungkapan tersebut mengartikan bahwa doa-doa seperti itu merupakan permohonan yang pantas. "Sekarang, Tuhan, ajarilah kami doa ini, sebagai tambahan dari doa-doa meminta berkat di dalam nama Allah, yang sudah biasa kami ucapkan sejak kecil." Sesuai dengan pengertian tersebut, Kristus di sini memang mengajar mereka suatu doa yang seluruhnya berisi permohonan, dan bahkan menghilangkan doksologi yang biasanya ada. Selain itu, kata amin, yang biasanya diucapkan waktu mengucap syukur (1Kor. 14:16) dan dalam pembacaan Mazmur, ditambahkan hanya ke dalam bagian-bagian yang termasuk doksologi. Murid ini tidak perlu mengambil contoh Yohanes Pembaptis: Kristus jauh lebih siap untuk mengajar daripada Yohanes Pembaptis, dan lebih khusus lagi, dalam mengajarkan cara berdoa Kristus melakukannya dengan lebih baik daripada yang dapat dilakukan Yohanes kepada murid-muridnya.
    III. Kristus memberi mereka petunjuk yang sangat mirip dengan yang diberikan-Nya sebelumnya dalam Khotbah di Bukit (lih. Mat. 6:9 dst.). Pastilah mereka belum melupakan Khotbah di Bukit itu, namun mereka perlu diberi petunjuk-petunjuk yang lebih jauh dan lebih lengkap lagi. Tetapi, menurut Dia, sekarang belumlah waktunya untuk memberikannya kepada mereka. Ketika Roh dicurahkan ke atas mereka dari tempat tinggi, mereka akan sadar bahwa semua permintaan mereka sudah termuat dalam kata-kata yang sedikit ini, dan mereka akan mampu, dengan kata-kata mereka sendiri, untuk merincikan dan mengembangkannya. Dalam Injil Matius, Dia memerintahkan mereka untuk berdoa demikian, sedangkan di sini, Apabila kamu berdoa, katakanlah. Semua ini mengartikan bahwa doa Bapa kami dimaksudkan untuk digunakan baik sebagai suatu bentuk doa maupun sebagai sebuah petunjuk.
        . Ada beberapa perbedaan antara doa Bapa kami yang terdapat dalam Injil Matius dan yang terdapat dalam Injil Lukas. Dari perbedaan ini tampaklah bahwa bukanlah maksud Kristus bagi kita untuk terikat dengan kata-kata yang sama persis dengan yang ada dalam doa itu, karena andaikata memang demikian pasti tidak akan ada variasi dalam doa kita. Berikut ini ada sebuah contoh perbedaan, tetapi hanya dalam hal terjemahan, yang seharusnya tidak boleh terjadi kalau harus mengikuti bahasa aslinya. Contoh ini ada dalam permohonan ketiga: Di atas bumi seperti di dalam sorga (KJV). Dalam terjemahan Matius, kata-kata yang dipakai sama persis dengan arti bahasa aslinya dan dalam urutan yang sama. Akan tetapi, ada satu perbedaan dalam permohonan keempat. Dalam Injil Matius kita berdoa, "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." Tetapi dalam Lukas berbunyi: "Berikanlah kami makanan kami yang secukupnya hari demi hari -- kath‘ hēmeran" (KJV; dan menurut TB: setiap hari). Hari demi hari, yaitu, "Berilah kami setiap hari makanan yang dibutuhkan tubuh kami, ketika tubuh kami memerlukannya." Bukan "Berilah kami pada hari ini makanan untuk banyak hari mendatang," melainkan, seperti orang Israel yang mendapat manna, "Biarlah kami mendapat makanan hari ini untuk hari ini, dan besok untuk besok." Karena dengan cara demikianlah kita dapat tetap berada dalam kebergantungan terus-menerus kepada Allah, seperti anak-anak kepada orangtuanya, dan bisa memperoleh belas kasihan yang baru dari tangan-Nya setiap hari, dan bisa sadar bahwa kita mempunyai kewajiban-kewajiban yang baru untuk melakukan pekerjaan harian pada hari yang bersangkutan, sesuai dengan kewajiban yang dibutuhkan pada hari tersebut, karena dari Allah kita mendapatkan persediaan harian pada hari yang bersangkutan, sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan pada hari itu. Berikut ini juga bisa dilihat perbedaan dalam permohonan kelima. Dalam Injil Matius versi KJV permohonan kelima ini diterjemahkan demikian: Ampunilah kami akan utang-utang kami seperti kami juga mengampuni orang demikian. Dalam kitab Lukas permohonan tersebut berbunyi, "Ampunilah kami akan dosa kami," yang membuktikan bahwa dosa kita merupakan utang. Sebab kami pun mengampuni: tidak berarti bahwa pengampunan kita terhadap mereka yang bersalah kepada kita membuat kita pantas mendapatkan ampunan dari Allah, atau bahwa hal tersebut merupakan dorongan bagi-Nya untuk mengampuni kita (Dia mengampuni demi nama-Nya sendiri dan demi Anak-Nya). Yang dimaksudkan adalah bahwa kesediaan kita untuk mengampuni orang lain merupakan persyaratan agar kita juga diampuni oleh Allah. Jika Allah sudah mengerjakan persyaratan ini dalam diri kita, maka kita dapat memohon karya anugerah-Nya itu untuk memperkuat permohonan kita agar Dia mengampuni dosa-dosa kita: "Tuhan, ampunilah kami, karena Engkau sendiri menghendaki kami mengampuni orang lain." Ada tambahan lain di sini, yaitu bahwa kita memohon bukan hanya secara umum, untuk memaafkan orang-orang yang berutang kepada kita, tetapi juga secara khusus, "Kami mengaku memaafkan setiap orang yang berutang kepada kami, tanpa kecuali. Kami memaafkan orang-orang yang berutang kepada kami bukan untuk memendam kebencian atau permusuhan kepada siapa saja, melainkan untuk memberikan kasih sejati bagi semua, tanpa ada pengecualian apa pun." Selain itu, doksologi pada bagian penutup dan kata Amin dihilangkan, karena Kristus memberi mereka kebebasan untuk menggunakan entah itu doksologi ini atau doksologi lain yang diambil dari mazmur Daud, atau malah Dia sengaja membiarkannya kosong di sini untuk diisi dengan doksologi yang lebih merupakan ciri khas Kekristenan, yaitu yang memberi kemuliaan kepada Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
        . Walaupun demikian, karena pada intinya doa itu sama, maka kita akan menyimpulkan beberapa pelajaran umum dari doa tersebut sebagai berikut:
            (1) Bahwa di dalam doa kita harus datang menghadap Allah seperti anak-anak kepada seorang Bapa, yakni Bapa kita bersama dan Bapa semua umat manusia, tetapi khususnya Bapa semua murid Yesus Kristus. Oleh sebab itu, marilah dalam permohonan-permohonan kita, baik untuk orang lain maupun untuk diri sendiri, kita datang kepada-Nya dengan berani tetapi penuh dengan kerendahan hati, dengan percaya akan kuasa serta kebaikan-Nya.
            (2) Bahwa pada saat yang sama, dan dalam permohonan-permohonan yang sama, yang kita tujukan kepada Allah untuk kita sendiri, kita juga harus turut mendoakan semua umat manusia, yang merupakan makhluk ciptaan Allah dan insan sesama kita. Prinsip yang berakar pada kemurahan hati bagi semua dan pada kemanusiaan yang dikuduskan secara kristiani, harus menyertai dan menuntun kita sepanjang doa ini, yang diucapkan dengan kata-kata yang bersumber pada prinsip luhur tersebut.
            (3) Bahwa untuk memperkuat kebiasaan dalam diri kita untuk memikirkan perkara-perkara sorgawi, yang harus menggiatkan dan mengatur kita dalam seluruh perilaku kita, maka dalam semua ibadah doa kita harus melihat ke sorga dengan mata iman, dan memandang Allah yang kepada-Nya kita berdoa sebagai Bapa kita di sorga. Dengan demikian kita membuat dunia atas menjadi lebih dekat dengan kita, dan membuat diri kita sendiri menjadi lebih siap untuk menghadapi masa yang akan datang.
            (4) Bahwa di dalam doa, dan juga di dalam hidup kita, kita harus mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, dengan memberikan penghormatan kepada nama-Nya, yakni nama-Nya yang kudus, dan menghormati kedaulatan-Nya dalam memerintah, baik dalam bentuk pemeliharaan-Nya di dunia maupun anugerah-Nya di gereja. Biarlah kerajaan-Nya di bumi, seperti halnya di sorga, menjadi semakin terwujud, dan kita serta semua orang lain juga semakin dibawa untuk tunduk kepada kerajaan-Nya itu, di bumi maupun di sorga!
            (5) Bahwa azas-azas dan perilaku dunia atas, yakni dunia yang tidak kelihatan (yang karena itu kita hanya bisa memahaminya melalui iman), merupakan azas dan perilaku sejati yang sebenar-benarnya -- archetypon, dan oleh karena itu, kita harus sungguh menginginkan agar azas-azas dan perilaku dunia bawah, baik yang terdapat dalam diri orang lain maupun dalam diri kita sendiri, bisa lebih disesuaikan dengan azas dan perilaku dunia atas itu. Ungkapan di atas bumi seperti di dalam sorga, mengacu pada ketiga permohonan yang pertama, yaitu "Bapa, biarlah nama-Mu dikuduskan dan dimuliakan, kerajaan-Mu datang, dan kehendak-Mu jadi di atas bumi ini yang sekarang terasing dari pelayanan kepada-Mu, seperti di dalam sorga sana yang seluruhnya diabdikan untuk pelayanan kepada-Mu."
            (6) Bahwa mereka yang dengan setia serta tulus memikirkan kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dapat dengan rendah hati berharap bahwa semua hal lain, sejauh yang diperkenankan oleh Sang Hikmat yang Tak terbatas, akan ditambahkan kepada mereka, dan supaya dengan iman mereka boleh berdoa untuk hal-hal tersebut. Jika keinginan dan kepedulian kita yang utama adalah supaya nama Allah dikuduskan, kerajaan-Nya datang, dan kehendak-Nya terjadi, maka kita dapat berani datang kepada takhta anugerah untuk meminta makanan kita setiap hari, yang kemudian akan dikuduskan bagi kita apabila kita dikuduskan bagi Allah, dan Allah dikuduskan oleh kita.
            (7) Bahwa dalam doa untuk meminta berkat-berkat yang sifatnya sementara, kita harus membatasi keinginan kita untuk meminta yang secukupnya saja. Ungkapan hari demi hari yang digunakan di sini sama maksudnya dengan makanan setiap hari. Oleh sebab itu, sebagian orang berpikir bahwa kita harus mencari pengertian lain dari ungkapan setiap hari yang diartikan dari kata epiousios. Kata lain ini harus juga mengandung arti makanan yang kita perlukan, yakni makanan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan alami yang kita rasakan, hasil-hasil yang dikeluarkan dari dalam tanah untuk tubuh kita yang terbuat dari tanah dan mengandung sifat tanah (Mzm. 104:14).
            (8) Bahwa dosa adalah utang yang setiap hari wajib kita bayar kembali, sehingga kita harus mohon pengampunan setiap hari. Dengan melalaikan kewajiban tersebut, kita bukan hanya akan menambah beban utang setiap hari, tetapi juga akan mendatangkan denda hukuman dan kehilangan perikatan karena perbuatan kita itu. Setiap hari jumlah kesalahan kita bertambah, dan hanyalah merupakan mujizat belas kasihan bahwa kita begitu banyak didorong untuk setiap hari datang kepada takhta anugerah, untuk berdoa meminta ampun atas dosa-dosa pelanggaran kita setiap hari. Allah mengampuni dengan berlipat ganda jauh melebihi tujuh puluh kali tujuh.
            (9) Bahwa kita tidak mempunyai alasan untuk berharap, dan juga tidak dapat berdoa dengan penuh keyakinan, bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa kita, jika kita tidak dengan tulus hati, dan berdasarkan azas kasih yang benar-benar kristiani, mengampuni mereka yang pernah menyakiti atau melukai kita. Sekalipun mulut kita mengucapkan doa ini kepada Allah, tetapi hati kita pada saat yang sama, seperti yang sering terjadi, merasa dengki dan dendam kepada saudara-saudara kita, maka kita tidak akan diterima, dan kita juga tidak dapat berharap akan mendapatkan jawaban damai sejahtera.
            (10) Bahwa godaan untuk berdosa harus ditakuti dan dikutuk oleh kita, sebagaimana halnya kehancuran oleh dosa. Demikian pula, kita bukan saja harus peduli dan terus berdoa untuk menghancurkan kuasa dosa dalam diri kita, tetapi juga untuk menghilangkan rasa bersalah dalam diri kita oleh sebab dosa. Godaan bisa tampak menawan, menggiurkan dan mengusik hati, karena itu kita harus sungguh-sungguh mohon kepada Allah supaya kita jangan sampai dibawa ke dalam godaan itu, dan jatuh ke dalam dosa, dan melalui dosa itu menuju kehancuran.
            (11) Bahwa Allah harus menjadi tempat kita bergantung dan kita harus mencari Dia untuk membebaskan kita dari semua kejahatan. Kita juga harus berdoa, bukan hanya supaya kita tidak dibiarkan sendirian menuju kejahatan, tetapi supaya kita tidak dibiarkan bersama Iblis untuk membawa kejahatan ke dalam diri kita. Dr. Lightfoot melihat ungkapan ini memiliki arti dibebaskan dari si Jahat, yaitu Iblis, dan menyarankan agar kita harus berdoa secara khusus melawan penampakan Iblis dan segala hal mengenai kerasukan setan. Murid-murid diperintahkan untuk mengusir Iblis, dan oleh karenanya mereka merasa peduli untuk berdoa supaya mereka dijaga dari kebencian khusus Iblis terhadap mereka.
    IV. Kristus menggugah dan mendorong kita agar selalu tekun, giat, dan terus-menerus berdoa.

    Ia menunjukkan:
        . Bahwa dengan ketekunan atau kegigihan, kita akan jauh lebih berhasil dalam berurusan dengan sesama (ay. 5-8). Umpamanya ada seseorang, yang karena mempunyai keperluan mendadak, pergi ke rumah tetangganya untuk meminta satu atau dua potong roti, pada waktu yang tidak pantas di malam hari, bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk temannya yang datang kepadanya secara tidak diduga. Tetangganya itu pasti enggan mengizinkannya masuk karena orang itu telah membuat dia terjaga dengan ketukan pintunya, dan membuatnya kesal, dan sekarang orang itu harus memberikan segudang alasan untuk menjelaskan apa yang telah diperbuatnya. Pintunya sudah tertutup dan terkunci, anak-anaknya sedang tidur, di dalam kamar yang sama dengan kamarnya, dan, jika dia membuat suara ribut, maka dia akan membuat mereka terganggu. Para pembantunya sedang tidur, dan dia tidak bisa membuat mereka mendengar ketukan pintu itu. Di lain pihak, dia sendiri pasti akan kedinginan jika harus bangun untuk memberikan apa yang diminta tetangganya itu. Akan tetapi, tetangganya itu tidak mau ditolak, dan oleh sebab itu dia terus saja mengetuk, dan berkata bahwa dia akan terus mengetuk sampai mendapatkan apa yang diinginkannya. Jadi, terpaksalah dia harus memberikan apa yang diminta tetangganya itu, supaya terhindari dari orang itu: namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Dia memberikan perumpamaan ini dengan maksud sama dengan yang diberikan-Nya dalam pasal 18:1: Bahwa orang harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Ini tidak berarti bahwa Allah dapat digerakkan untuk bertindak dengan ketekunan atau kegigihan kita. Kita tidak bisa menganggu Allah, dan dengan bersikap demikian pun kita tidak akan mengubah rencana dan tujuan-Nya. Dengan kegigihan kita bisa berhasil dengan manusia karena mereka tidak senang akan hal itu, tetapi kita bisa berhasil dengan Allah karena Dia senang akan hal tersebut.

        Nah, perumpamaan ini bisa bermanfaat bagi kita:

            (1) Untuk mengarahkan kita dalam doa.
                [1] Kita harus datang menghadap Allah dengan keberanian dan keyakinan akan apa yang kita butuhkan, seperti yang dilakukan orang tadi dengan datang ke rumah tetangga atau temannya yang, seperti diketahuinya, mengasihinya dan akan berbaik hati kepadanya.
                [2] Kita harus datang untuk meminta roti, untuk sesuatu yang diperlukan, yang tidak bisa tidak harus kita miliki.
                [3] Kita harus datang kepada-Nya dengan doa untuk orang lain dan juga untuk kita sendiri. Orang ini tidak datang meminta roti untuk dirinya sendiri, tetapi untuk temannya. Allah menerima Ayub ketika dia berdoa untuk teman-temannya (Ayb. 42:10). Tidak ada maksud kedatangan yang lebih menyenangkan Allah selain daripada datang kepada-Nya untuk meminta anugerah yang memampukan kita untuk berbuat baik, untuk dapat memberi makan banyak orang dengan bibir kita, serta untuk menghibur dan membangun mereka yang datang kepada kita.
                [4] Kita bisa mendatangi Allah dengan lebih berani di dalam kesusahan, jika kesusahan itu tidak menimpa diri kita karena kebodohan dan kecerobohan kita sendiri, melainkan karena Pemeliharaan ilahi yang menuntun kita ke dalamnya. Orang ini tidak akan menginginkan roti seandainya temannya tidak datang secara tidak terduga. Masalah yang dibiarkan menimpa kita oleh karena Pemeliharaan ilahi dapat kita serahkan kembali dengan senang hati kepada Pemeliharaan ilahi.
                [5] Kita harus terus-menerus berdoa, dan berjaga-jaga dalam doa dengan penuh kegigihan.
            (2) Untuk mendorong kita berdoa. Jika kegigihan dapat berhasil dengan manusia yang marah karenanya, apalagi dengan Allah yang secara tidak terbatas jauh lebih baik hati dan bersedia berbuat baik kepada kita melebihi yang kita lakukan kepada sesama, dan yang tidak marah dengan kegigihan kita itu, tetapi menerimanya, terlebih lagi bila yang kita minta dengan gigih itu adalah berkat-berkat rohani. Jika Dia tidak menjawab doa-doa kita sekarang, Dia akan menjawabnya pada waktu yang tepat, jika kita terus berdoa.
        . Bahwa Allah telah berjanji untuk memberi kita apa yang kita minta dari-Nya. Kita tidak hanya memiliki kebaikan alam yang dapat menghibur kita, tetapi juga firman yang telah diucapkan-Nya (ay. 9-10): "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; yaitu apa yang engkau minta atau yang sepadan dengan permintaanmu itu; mungkin juga itu berupa duri di dalam daging yang harus dikeluarkan atau cukuplah kasih karunia di dalamnya." Kita sudah menjumpai hal ini sebelumnya dalam Matius 7:7, 8: Aku berkata kepadamu. Kita diberi keyakinan ini dari mulut Kristus sendiri, yang mengetahui pikiran Bapa-Nya, dan yang di dalam Dia semua janji adalah ya dan amin. Kita tidak hanya harus meminta, tetapi juga harus mencari. Dengan menggunakan segala sarana, kita harus menopang doa-doa kita dengan usaha; dan, dalam meminta dan mencari, kita harus terus mendesak, terus mengetuk pintu yang sama, dan pada akhirnya kita akan berhasil, bukan hanya dengan doa-doa yang dinaikkan bersama, tetapi juga dengan doa-doa khusus kita: Setiap orang yang meminta, menerima, bahkan orang percaya yang paling hina yang meminta dalam iman. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengar (Mzm. 34:7). Ketika kita memintakan kepada Allah apa yang disuruh Kristus agar kita memintanya, yaitu supaya nama-Nya dikuduskan, kerajaan-Nya datang, dan kehendak-Nya terjadi, maka dalam permohonan-permohonan ini, kita harus tekun, kita jangan pernah berdiam diri sepanjang siang dan malam; kita jangan tinggal tenang, dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi (Yes. 62:6, 7).
    V. Dia memberi kita perintah maupun dorongan untuk berdoa dengan mempertimbangkan hubungan kita dengan Allah sebagai seorang Bapa.

    Di sini kita melihat:

        . Sebuah permohonan akan belas kasihan bapa duniawi: "Coba katakan, Bapa manakah di antara kamu, yang tahu apa itu hati seorang bapa, apa itu rasa sayang dan peduli terhadap seorang anak, jika anaknya minta roti untuk sarapan, apakah dia akan memberinya batu untuk dimakan? Jika ia minta ikan untuk makan siangnya (ketika sedang musim ikan), apakah ia akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan, yang akan meracuni dan menyengatnya? Atau, jika ia minta telur untuk makan malamnya (sebutir telur dan kemudian tidur), apakah ia akan memberikan kepadanya kalajengking? Kalian tahu betul bahwa kalian tidak bisa bersikap demikian tidak wajar terhadap anak-anak kalian" (ay. 11-12).
        . Penerapan hal ini untuk memohon berkat-berkat dari Bapa sorgawi kita (ay. 13) adalah: "Jadi jika kamu yang jahat memberi, dan tahu bagaimana memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Allah akan memberimu Roh Kudus." Dia akan memberikan hal-hal yang baik; demikian yang tertulis dalam Injil Matius.

        Perhatikanlah:

            (1) Petunjuk yang diberikan-Nya kepada kita mengenai apa yang harus didoakan. Kita harus meminta Roh Kudus, karena Ia penting bukan hanya supaya kita bisa berdoa dengan baik, tetapi juga karena segala yang baik yang kita doakan sudah terangkum di dalam Dia. Tidak ada hal lain lagi yang kita perlukan untuk membuat kita bahagia, karena Roh Kudus yang bekerja untuk kehidupan rohani dan untuk kehidupan kekal kita. Perhatikanlah, karunia Roh Kudus adalah karunia yang perlu diminta dalam doa dengan sungguh-sungguh dan terus-menerus oleh setiap kita.
            (2) Dorongan yang diberikan-Nya supaya kita bergiat dalam memanjatkan doa ini: Bapa kamu di sorga akan memberi. Dialah yang mempunyai kuasa untuk memberikan Roh Kudus; Dia mempunyai semua hal yang baik untuk dikaruniakan, dan semuanya terangkum di dalam Roh itu. Tetapi bukan itu saja, Roh Kudus itu ada dalam janji-nya, pemberian Roh Kudus termasuk dalam kovenan-Nya (Kis. 2:33, 38). Janji-Nya untuk memberikan Roh Kudus ini digambarkan melalui kesediaan orangtua untuk menyediakan kebutuhan anak-anak mereka, dan untuk memuaskan keinginan-keinginan mereka, ketika mereka bersikap baik dan pantas. Jika anak meminta seekor ular, atau kalajengking, maka bapanya, dengan berbaik hati, akan menolak permintaannya, tetapi tidak demikian halnya jika ia meminta hal yang dibutuhkan, dan yang bergizi. Ketika anak-anak Allah meminta Roh Kudus, maka mereka sebenarnya meminta roti; karena Roh Kudus adalah makanan pokok; malah lebih dari itu, Ia adalah Pencipta roh kehidupan. Walaupun orangtua duniawi kita jahat, mereka begitu berbaik hati, walaupun lemah, mereka begitu berpengertian, sehingga mereka tidak hanya memberi, tetapi juga memberi dengan bijaksana. Mereka memberi apa yang terbaik, dengan cara dan dalam waktu yang terbaik. Maka terlebih lagi Bapa sorgawi kita, yang jauh mengungguli bapa duniawi kita baik dalam hal hikmat maupun kebaikan, akan memberi kita Roh Kudus-Nya. Jika orangtua duniawi rela merencanakan pendidikan bagi anak-anak mereka, yang akan mewarisi harta kekayaan mereka, maka terlebih lagi Bapa kita di sorga, Ia akan memberikan roh anak kepada semua orang yang telah ditentukan-Nya untuk mendapatkan warisan anak.

Label:   Lukas 11:1-13 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Kamis, 30 Mei 2019 - Khotbah: Filipi 2:5-11 - Epistel: Kejadian 5:21-24

PREV:
Minggu, 19 Mei 2019 - KANTATE- Khotbah: Ezra 6:13-18 - Epistel: 2 Timotius 2:1-7

Garis Besar Lukas





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 26 Agustus - Mazmur 82; 2 Tawarikh 20; Mazmur 83


Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 25 Agustus 2019
Made A Way - Travis Greene

Minggu, 25 Agustus 2019
While I'm Waiting - Travis Greene feat. Chandler Moore

Minggu, 25 Agustus 2019
Nothing But The Blood - Travis Greene

Minggu, 25 Agustus 2019
Without Your Love - Travis Greene

Minggu, 25 Agustus 2019
Worship Rise - Travis Greene

Minggu, 25 Agustus 2019
Won't Let Go - Travis Greene

Minggu, 25 Agustus 2019
We Labor Unto Glory - The Porter`s Gate

Minggu, 25 Agustus 2019
Little Things With Great Love - The Porter`s Gate

Minggu, 25 Agustus 2019
The Earth Shall Know - The Porter`s Gate feat. Urban Doxology, Casey J & Leslie Jordan

Minggu, 25 Agustus 2019
Nothing to Fear - The Porter`s Gate feat. Audrey Assad

Minggu, 25 Agustus 2019
Establish the Work of Our Hands (feat. Aaron Keyes & Urban Doxology) - The Porter`s Gate

Sabtu, 24 Agustus 2019
More Than I Can Bear - Kirk Franklin

Sabtu, 24 Agustus 2019
I Smile - Kirk Franklin

Sabtu, 24 Agustus 2019
Better - Pat Barrett

Minggu, 18 Agustus 2019
I'm Not Alright - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Changed - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Commitment - Sanctus Real

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah 1 Tawarik 6 : 31-53,   dari sinai beralih kesion,   maksud dari lukas 8 17,   renungan Roma 2 ayat 1 sampai 16,   lagu batak full album mp3,   lirik lagu rohani pembuka ibadah,   Tata Ibadah HUT Lansia GKI,   liturgi ulang tahun lansia,   Tata Ibadah Hari Ulang Tahun Orang Lanjut Usia (Kristen),   tata ibadah lansia gmim,   matius 6:5-15,   lagu satriaksih,   liturgi ibadah lansia,   Tata Ibadah HUT Lansia (Kristen),   lagu rohani kristen mp3 free download,   khotbah 1 tawarikh 6 : 31-54,   download lagu GMS,   great is thy faithfilness kpri,   kotbah kristen nehemia 13 : 25-31 kotbah Penta kosta,    sermon dari ayat matius 19 ayat 1-12,   mars teruna gpib kord,   mars teruna gpib kord,   mars teruna gpib kord,   Lagu babtisan,   khotbah mazmur 147:1-6,   khotbah mazmur 147:1-6,   Kotbah bulan Agustus 2019,   renungan ibadah keluarga kejadian 3,   renungan ibadah keluarga kejadian3,   renungan ibadah keluarga kejadian3,   sabda bina umat agustus 2019,   download instrumen piano lagu agama aku berserah,   khotbah kristen nehemia 13 : 25-31 khotbah Pentakosta,   khotbah kristen nehemia 13 : 25-31 khotbah Pentakosta,   khotbah kristen nehemia 13 : 25-31 khotbah Pentakosta,   Lirik tasbiih al rab,   kumpulan lagu rohani gpdi,   khotbah mazmur 147:1-6,    3 Musa 25:39-43 apa artinya,   buku pujian methodist,   3 musa 25 : 39 _ 43 apa maksudnya,   3 musa 25 : 39 _ 43 apa maksudnya,   kumpulan syair lagu rohani grace simon,   kumpulan syair lagu rohani grace simon,   lagu rohani mazmur,   renungan 1 tawarikh 6:31-53,   lirik lagu rohani yang menyentuh hati,   tatacara ibadah gky,   lagu pengakuan dlsa,   lagu greja,   Lagu kidung jemaat yang menuntun khotbah ulang tahun,   Lagu kidung jemaat yang menuntun khotbah ulang tahun,   Lagu kidung jemaat yang menuntun hotbah ulang tahun,   kotbah gpib Nehemia 1 1-7,   kotbah gpib Nehemia 1 1-7,   kotbah gpib Nehemia 1 1-7,   Lagu2 rohani indonesia timur,   khotbah kejadian 3,   maranatha tuhan datanglah lirik,   hotbah roma 13:1-7,   tafsiran 1 tawarikh 6:31-53,   ayat untuk persembahan,   AYAT ALKITAB TENTANG MEMBERI PERSEMBAHAN,   karismatik katolik lagu mp3,   doa persembahan kolekte,   3musa 25:39-43 batak toba,   3musa 25:39-43,   lagu batak gereja hkbp,   3 musa 25:39,   hotbah roma 13:1-7,   3 musa 25:39-43 batak,   tata ibadah gpib 25 agustus 2019,   kotbah dari imamat 25:39-43,   kj hkbp no 119,   www.renungan lukas 13 22 30,   renungan 1 tawarikh 6,   khotbah 1 tawarikh 6:31-53,   sabda bina umat agustus 2019,   sabda bina umat agustus 2019,   buku pujian methodist,   khotbah dari lukas 6:27-36,   renungan 1 tawarikh 6:31-53,   download kidung keesaan,   Lagu rohani advent jilid 1,   Lagu rohani advent jilid 1,   khotbah 1 tawarikh 25 1-7,   download lagu rohani kristen 2019,   renungan alkitab lukas 13:22-30,   lagu pemberkatan nikah,   lagu pemberkatan nikah,   doa deklarasi persembahan,   doa deklarasi persembahan,   doa deklarasi persembahan,   renungan pkb 1 tawarikh 6:31-53,   renungan harian 1 tawarikh 6:31-53,   renungan pkb 1 tawarikh 6:31-53,   kidung muda mudi,   renungan Tawarikh 6 : 31-53,   kunci lagu rohani elsady2 nada dasa f,   renungan Tawarikh 6 : 31-53,   kemerdekaan terakhir bagi orang benar Maleakhi 3 :13 -14khotbah kristen,   1 tawarikh 6:31-49,   kemerdekaan terakhir bagi orang benar Maleakhi 3 :13 -14khotbah kristen,   kotbah lukas 6:27-36,   nkb 119 dengan notasi,   download aplikasi kidung ceria,   renungan injil lukas 13:22-30,   khotbah dari matius 7:17-18,   renungan tentang kemerdekaan kristen kaitan dengan Lukas 12 : 13 21,   mars pelkat Pt,   khotbah dari matius 7:17-18,   1 tawarikh 6:31-49,   Mazmur 119;5-15 (bahasa toraja),   kotbah 1petrus3:8-12,   apa arti ipuh dlm amos 5:7,   sabda bina umat agustus 2019,   lagu pujian rohani kemerdekaan,   pkj 223,   imamat 25 : 39-43,   lagu penutup ibadah pemuda,   download lagu rohani takkan pernah terlambat pertolonganmu,   lagu sekolah minggu terbaru 2019,   KK 476 Berlimpah Sukacita Dihatiku ,   lagu penutup ibadah pengucapan syukur,   Kidung Keesaan 399 Mengikut Yesus Keputusanku,   download MIDI rohany kapata grup,   pengertian lukas6:27-36,   download instrument lagu rohani,   lagu walau seribu lidahku,   lagu walau seribu lidahku,   chord lagu tabu gendang,   di pintumu kudatang dan mengetok mp3,   kidung puji pujian kristen walau seribu lidahku graha bethany nginden,   lukas 13 22-30,   reungan roma 11: 33-36,   ilustrasi dalam roma 11: 33-36,   mp3 lagu rohani terbaru 2019,   Khotbah 3 musa 25:39-43,   doa persembahan,   download lagu kristen arab,   download lagu kristen arab,   renungan injil luk 13:23-30,   lagu penutup ibadah pemuda,   khotbah: Efesus 3:20-21,   lagu untuk pembukaan ibadah raya,   Rancangan khotbah ibadah minggu ,dari nas Ratapan 1:1-6?,   Renungan imamat 25:39-43,   hatorangan ni lukas6:27-36,   hatorangan ni lukas6:27-36,   partitur nkb 100,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   CATATAN KHOTBAH PENDETA TENTANG MENGHAKIMI DI DALAM ROMA 14 AYAT 1 SAMPAI 12,   Cerita kerna amsal 12:1-4,   Renungan kolose 2:16-23,   Kotbah pendeta amsal 12:1-4,   kidung keesaan,   kidung keesaan 2,   Khotbah minggu 25 agustus 2019 BNKP,   kita semua anak raja sekolah minggu mp3,   1 tawarikh 6:31-53 stemi,   lagu penutup ibadah Pemuda Remaja,   khotbah lukas 6 : 27 - 36,   lagu penutup ibadah Pemuda Remaja,   sabda bina umat 23 agustus 2019 ,   renungan kotbah. Yesaya 40: 37-41.,   lagu rohani GPI,   Lukas 6 :1-5,   lagu penyembahan pantekosta,   khotbah kristen tentang kemunafikan,