Save Page
Pagi:
Galatia 6:11-14
Sore :
Galatia 6:15-18

Galatia 6:15-18
6:15 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. 6:16 Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah. 6:17 Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus. 6:18 Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara! Amin.

Penjelasan:


* Gal 6:15 - dalam Kristus Yesus // ciptaan baru // baru
Mengapa sang rasul tidak memperhitungkan sunat? Karena sunat telah dijadikan tidak lebih daripada upacara lahiriah saja oleh salib. Yang benar-benar berarti, kata Paulus, adalah hidup baru yang diperoleh dalam Kristus Yesus. Ini menghasilkan sebuah ciptaan baru. Kata baru menunjuk kepada keunggulan terhadap yang lama.

* Doa Penutup (6:16).
Bagi orang-orang yang hidup menurut patokan yang baru saja dikemukakan, yaitu salib Kristus dan amanat kasih karunia yang berpusat di situ. Paulus memohon agar damai sejahtera dan rahmat yang menghasilkan kesinambungan kasih karunia yang, sudah diterima sebelumnya di dalam Injil. Dia mencari berkat yang nama bagi Israel milik Allah. Sekalipun mungkin bahwa sebutan ini mengacu kepada semua orang percaya, mengingat adanya kata dan, yang lebih mungkin adalah mengacu kepada orang-orang Kristen Yahudi, seperti Paulus sendiri. Mereka inilah Israel sejati sebagai lawan dari orang-orang yang hanya menyandang nama Israel (bdg. Rm. 2:29).

* Kesaksian Penutup (6:17).
Jika jemaat di Galatia telah diresahkan, demikian pula Paulus. Tetapi jika ada yang ingin mempersoalkan pengabdiannya kepada Kristus, hendaknya mereka menyadari bahwa tanda-tanda penganiayaan yang ada pada tubuhnya, bekas-bekas Luka yang dideritanya demi Tuhan Yesus, merupakan bukti yang jauh lebih kuat daripada tanda lahiriah (sunat) yang dengan demikian gigih dipaksakan golongan Yudaisme pada orang lain sebagai bukti kesalehan mereka.

*  Bahwa Rasul Paulus tidak menekankan agamanya pada satu atau lain sisi dari pihak-pihak yang berseteru, melainkan pada Kekristenan yang sehat (ay. 15). Pada waktu itu, ada perpecahan yang tidak menyenangkan di antara orang-orang Kristen. Bersunat atau tidak bersunat menjadi nama yang dengannya mereka saling membedakan diri. Sebab (2:9, 12) orang-orang Kristen keturunan Yahudi disebut orang-orang bersunat, dan saudara-saudara yang bersunat. Guru-guru palsu sangat gigih membela sunat. Bahkan, mereka sedemikian gigihnya sehingga menggambarkan sunat sebagai hal yang penting untuk memperoleh keselamatan, dan karena itu mereka berbuat semampu mungkin untuk membuat orang-orang Kristen yang bukan keturunan Yahudi untuk tunduk pada ketentuan sunat. Dalam hal ini mereka memperlakukan masalah sunat lebih jauh daripada orang lain. Sebab, walaupun para rasul membolehkan sunat di kalangan keturunan Yahudi yang bertobat, namun mereka sama sekali tidak mau memaksakannya kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Tetapi apa persisnya yang begitu ditekankan oleh guru-guru itu, Paulus sangat sedikit menceritakannya. Memang sangatlah penting bagi kepentingan Kekristenan bahwa sunat tidak boleh dipaksakan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi yang bertobat, dan karena itu hal ini dilawannya habis-habisan. Tetapi kalau sekadar masalah bersunat atau tidak bersunat, entah orang-orang yang sudah memeluk agama Kristen itu keturunan Yahudi atau bukan, dan apakah mereka mendukung atau menentang penerusan kebiasaan sunat, supaya mereka tidak menempatkan agama hanya pada masalah sunat, ini masalah yang dianggap kurang penting oleh Paulus. Sebab ia tahu betul bahwa di dalam Yesus Kristus, yaitu dalam pandangan-Nya, atau di zaman anugerah, bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya dalam kaitannya dengan perkenanan Allah, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Di sini ia mengajar kita apa yang merupakan hakikat dari agama yang sejati dan apa yang bukan. Hakikat agama tidak terletak pada bersunat atau tidak bersunat, menjadi anggota gereja ini atau itu. Hakikat agama terletak pada hal bahwa kita menjadi ciptaan baru. Bukan dengan memiliki nama baru, atau menampilkan wajah baru, melainkan pada bagaimana akal budi kita diperbaharui dan Kristus terbentuk dalam diri kita. Inilah yang paling diperhitungkan oleh Allah, dan demikian juga oleh Rasul Paulus. Jika kita membandingkan pernyataan ini dengan beberapa pernyataan lain, kita dapat melihat lebih penuh apa yang membuat kita berkenan pada Allah, dan karena itu apa yang terutama harus kita pedulikan. Di sini kita diberi tahu bahwa hal yang dimaksud itu adalah menjadi ciptaan baru, dan dalam pasal 5:6, bahwa itu adalah iman yang bekerja oleh kasih, dan dalam 19, bahwa itu adalah mentaati hukum-hukum Allah. Dari semuanya ini tampak bahwa dengan perubahan akal budi dan hatilah kita dicondongkan dan dimampukan untuk percaya pada Tuhan Yesus dan hidup mengabdi kepada Allah. Dan bahwa apabila agama yang batiniah, yang hidup, dan yang praktis ini tidak ada, maka pengakuan-pengakuan lahiriah atau nama-nama khusus apa pun tidak akan bisa membela kita, atau cukup membuat kita baik di mata-Nya. Seandainya orang-orang Kristen dengan semestinya berkeinginan untuk mengalami hal ini dalam diri mereka sendiri, dan mengusahakannya dalam diri orang lain, kalaupun itu tidak membuat mereka mengesampingkan nama-nama mereka yang istimewa, setidak-tidaknya itu akan membuat mereka tidak lagi begitu menekankannya sebagaimana yang begitu sering mereka lakukan. Perhatikanlah, orang-orang Kristen harus berusaha memperhatikan dengan saksama apa yang telah Allah tekankan dalam agama mereka, yaitu pada hal-hal yang bisa membuat kita berkenan pada-Nya. Demikianlah yang kita lihat dilakukan oleh Rasul Paulus. Kita berhikmat dan memenuhi kepentingan kita sendiri jika kita mengikuti teladannya dalam hal ini. Setelah Rasul Paulus menunjukkan apa yang terutama harus dipertimbangkan dalam agama, dan apa yang teramat ditekankannya, yaitu bukan nama atau pengakuan yang kosong, melainkan perubahan yang utuh dan menyelamatkan, dalam ayat 16 ia mengucapkan berkat atas semua orang yang hidup menurut patokan ini: Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah. Patokan yang dibicarakannya di sini adalah, secara lebih umum, bisa berarti firman Allah secara keseluruhan, yang merupakan patokan lengkap dan sempurna dari iman dan hidup. Atau ajaran Injil, atau jalan pembenaran dan keselamatan, yang sudah dipaparkannya dalam surat ini, yaitu oleh iman di dalam Kristus tanpa pelaksanaan hukum Taurat. Atau patokan itu juga bisa dipandang sebagai merujuk lebih langsung pada ciptaan baru, yang baru saja dia bicarakan sebelumnya. Berkat-berkat yang diinginkannya untuk mereka yang hidup sesuai patokan ini, atau supaya mereka memperoleh harapan dan pandangan baru (sebab berkat itu bisa dipandang sebagai doa atau janji), adalah damai sejahtera dan rahmat, yaitu damai sejahtera dengan Allah dan hati nurani, dan semua penghiburan dalam hidup ini sejauh yang mereka perlukan, dan rahmat, atau bagian dalam kasih dan perkenanan Allah yang cuma-cuma di dalam Kristus, yang merupakan sumber dari semua berkat lain. Ada suatu dasar yang diletakkan dalam diri mereka yang mengerjakan perubahan yang penuh rahmat ini. Dan selama mereka berperilaku seperti ciptaan baru, dan mengatur hidup serta harapan mereka sesuai patokan Injil, mereka boleh yakin sepenuhnya akan mendapatkan damai sejahtera dan rahmat itu. Semuanya ini, katanya, akan menjadi bagian dari seluruh Israel milik Allah. Yang dimaksudkannya di sini adalah semua orang Kristen yang tulus, entah berasal dari keturunan Yahudi atau bukan, semua yang merupakan orang-orang Israel sejati, yang walaupun bukan keturunan asli, menjadi keturunan Abraham secara rohani. Mereka ini, sebagai ahli waris dari iman Abraham, juga menjadi ahli waris bersama-sama dengan dia dari janji yang sama, dan karenanya berhak memperoleh damai sejahtera dan rahmat yang dibicarakan di sini. Orang-orang Yahudi dan guru-guru yang masih berpegang pada ajaran agama Yahudi ingin membatasi berkat-berkat ini hanya pada orang-orang yang bersunat dan memelihara hukum Musa. Sebaliknya, Rasul Paulus menyatakan bahwa itu semua menjadi milik semua orang yang hidup sesuai dengan patokan Injil, atau mereka yang menjadi ciptaan baru, bahkan seluruh Israel milik Allah. Di sini tersirat bahwa yang merupakan umat Israel sejati milik Allah hanyalah mereka yang hidup menurut patokan ini, dan bukan menurut sunat, yang bersikukuh mereka tekankan. Dan karena itu, inilah jalan yang benar untuk memperoleh damai sejahtera dan rahmat. Perhatikanlah,
        (1) Orang-orang Kristen yang sejati adalah mereka yang hidup menurut patokan. Bukan patokan yang mereka buat sendiri, melainkan yang sudah ditentukan Allah sendiri untuk mereka.
        (2) Bahkan mereka yang hidup menurut patokan ini pun masih memerlukan rahmat Allah. Tetapi,
        (3) Semua orang yang dengan tulus berusaha hidup menurut patokan ini boleh yakin bahwa damai sejahtera dan rahmat akan turun atas mereka. Inilah jalan terbaik untuk memperoleh damai sejahtera dengan Allah, dengan diri kita sendiri, dan dengan orang lain. Dan dalam hal ini, sebagaimana kita boleh yakin akan mendapat perkenanan Allah di kehidupan ini, demikian pula kita boleh yakin akan mendapat rahmat-Nya di kehidupan nanti.
    4. Bahwa Rasul Paulus dengan riang hati sudah menderita penganiayaan demi Kristus dan Kekristenan (ay. 17). Karena salib Kristus, atau ajaran keselamatan oleh Juruselamat yang disalibkan, adalah apa yang terutama dimegahkannya, maka ia rela menghadapi segala bahaya daripada harus mengkhianati kebenaran ini, atau membiarkannya dirusakkan. Guru-guru palsu takut akan penganiayaan, dan ini merupakan alasan kuat mengapa mereka bersemangat membela sunat, seperti yang kita lihat dalam ayat 12. Tetapi hal penganiayaan ini sama sekali tidak dipedulikan Paulus. Ia tidak goyah oleh penderitaan apa saja yang menimpanya, tidak pula ia menghiraukan nyawanya sedikit pun, asal saja ia dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadanya untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis. 20:24). Ia sudah banyak menderita demi membela kepentingan Kristus, sebab pada tubuhnya ada tanda-tanda milik Yesus, yaitu bekas-bekas luka yang melekat padanya dari musuh-musuh yang menganiaya, karena kesetiaannya yang tak goyah terhadap Kristus, dan ajaran Injil yang sudah diterimanya dari Dia. Sebagaimana tampak dari sini bahwa ia yakin betul akan kebenaran dan pentingnya ajaran Kristus, dan bahwa ia sama sekali tidak membela sunat, seperti yang secara keliru dibicarakan orang-orang tentang dia, demikian pula dalam hal ini, dengan kehangatan dan kegigihan yang pantas, sesuai dengan wewenangnya sebagai rasul dan apa yang sedang dipikirkannya secara mendalam, ia menegaskan supaya mulai sekarang jangan ada orang yang menyusahkannya. Yaitu, dengan menentang ajaran atau wewenangnya, atau dengan segala macam fitnah dan celaan seperti yang sudah dialamatkan kepadanya. Sebagaimana, berdasarkan apa yang sudah dikatakan dan yang sudah dideritanya, semua fitnah dan celaan itu tampak betul-betul tidak adil dan menyakitkan, demikian pula sangat tidak berakallah mereka yang sudah menyebarkan atau mempercayainya. Perhatikanlah,
        (1) Wajar saja untuk beranggapan bahwa jika orang rela menderita demi membela suatu kebenaran, maka ia sepenuhnya yakin akan kebenaran itu.
        (2) Sangat tidak adil menuduh orang lain melakukan hal-hal yang bertentangan bukan hanya dengan apa yang mereka akui, melainkan juga dengan apa yang sudah mereka derita.

Setelah menyelesaikan apa yang berniat ditulisnya untuk menginsafkan dan memulihkan jemaat-jemaat di Galatia, Rasul Paulus menutup surat ini dengan berkat kerasulannya (ay. 18). Ia menyebut mereka sebagai saudara-saudaranya. Dalam hal ini ia menunjukkan kerendahan hatinya yang besar, dan kasih sayangnya terhadap mereka, kendati dengan perlakuan buruk yang sudah diterimanya dari mereka. Dan ia berpamitan dari mereka dengan mengucapkan doa yang sangat sungguh-sungguh dan penuh perasaan ini, yaitu agar kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh mereka. Ini adalah salam perpisahan yang biasa diucapkan Rasul Paulus, seperti yang kita lihat dalam 20, 24 dan 23. Dan dalam hal ini ia berdoa supaya mereka menikmati perkenanan Kristus, baik dalam dampak-dampaknya secara khusus maupun dalam bukti-buktinya yang terlihat. Ia berdoa supaya mereka menerima dari Dia segala kasih karunia yang perlu untuk membimbing mereka di jalan mereka, untuk menguatkan mereka dalam pekerjaan mereka, untuk memantapkan mereka dalam hidup Kristen mereka, dan untuk mendorong serta menghibur mereka di bawah segala cobaan hidup dan dalam menghadapi kematian itu sendiri. Tepatlah bila ini disebut sebagai kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, sebab Dialah satu-satunya yang menebus bagi kita kasih karunia itu dan yang ditunjuk untuk membagi-bagikannya. Dan walaupun jemaat-jemaat ini sudah berbuat cukup untuk membuat mereka kehilangan kasih karunia itu, dengan membiarkan diri tertawan oleh pendapat dan perbuatan yang sangat tidak menghormati Kristus, dan yang juga berbahaya bagi mereka, namun dari kepeduliannya yang besar terhadap mereka, dan karena tahu betapa pentingnya hal itu bagi mereka, ia menginginkan kasih karunia itu dengan sungguh-sungguh untuk mereka. Bahkan, ia ingin supaya kasih karunia itu menyertai roh mereka, supaya mereka bisa terus-menerus mengalami pengaruhnya di dalam jiwa mereka, yang akan mencondongkan dan memampukan mereka untuk bertindak dengan tulus dan lurus di dalam beragama. Tak ada lagi yang kita perlukan untuk membuat kita bahagia selain kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus. Kasih karunia ini dimohonkan oleh Rasul Paulus untuk orang-orang Kristen ini, dan dalam hal ini ia menunjukkan kepada kita apa yang terutama harus menjadi kepedulian kita untuk kita peroleh. Dan, untuk mendorong jemaat Galatia itu, dan kita juga, agar mengharapkannya, ia menambahkan kata Amin.


SBU

MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
JUMAT, 1 FEBRUARI 2019
Renungan Pagi
KJ. 376 : 1   –Berdoa
MENJADI KRISTEN

Galatia 6 : 11 -14
Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus (ay.14a)

Be yourself atau jadilah dirimu sendiri, demikian istilah yang sering kita dengar untuk memperingatkan seseorang tentang jati diri. Hidup di tengah orang-orang yang berbeda keyakinan tidak jarang membuat seorang Kristen lupa akan jati dirinya. Kita mengikuti gaya hidup orang-orang pada umumnya untuk menyesuaikan diri kita dengan masyarakat. Berawal dan gaya hidup, pola pikir kita pun mulai mengikuti arus. Gaya hidup dan pola pikir perlahan-

lahan mengubah keyakinan kita menyadi keyakinan pada umumnya. Keyakinan pada ilmu pengetahuan, keyakinan pada benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan, keyakinan kepada materi, dan keyakinan-keyakinan pada hal-hal yang terbatas. Dalam kondisi demikian, kita sebagai orang Kristen sudah berada dalam bahaya besar.

Bacaan pagi ini merupakan suatu peringatan dari Paulus kepada kita sebagai seorang Kristen. Paulus sebelumnya merupakan seorang Yahudi. Dalam agama Yahudi, sunat adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Paulus mengkritik agama Yahudi dengan mengatakan bahwa ahli-ahli menekankan sunat, mereka melupakan hukum yang seharusnya mereka jalankan. Setelah menjadi seorang pengikut kristus, Paulus melihat ada yang lebih besar daripada sekedar sunat dan hukum. Hal itu adalah salib. Salib merupakan simbol kemegahan yang tidak bersifat lahiriah seperti sunat. la merupakan simbol keselamatan bagi Paulus. Meskipun mengalami penyiksaan karena salib Kristus, ia tetap bermegah diri dalam salib itu. Karena bagi Paulus, salib itulah yang menyelamatkan diri dari dunia. Begitu pula, dunia akan diselamatkan melalui salib itu.

Sebagai seorang Kristen, kita belajar dari Paulus. Kita tidak perlu memegahkan diri dengan tanda-tanda lahiriah seperti harta yang berlimpah, jabatan yang tinggi, dan lainnya. Tanda-tanda lahiriah ini tidak menentukan siapa kita sebagai seorang Kristen. Kita sudah memiliki suatu tanda yang tidak dapat dilepaskan saat kita mengaku menjadi pengikut Kristus. Dengan mengaku menjadi pengikut Kristus berarti kita hidup seperti Yesus. Hidup memikul salib dan membawa kedamaian bagi dunia, meskipun nyawa kita merupakan taruhannya.Pertanyaannya, adalah maukah kita hidup seperti Yesus dan Paulus?

KJ.376 : 3 "Ikut Dikau Saja Tuhan"
Doa : (Tuhan, berikan aku kekuatan dan hikmat agar aku bisa melakukan apa yang Yesus lakukan)



MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
JUMAT, 1 FEBRUARI 2019
Renungan Malam
KJ 34 : 1 – Berdoa
TANDA KEPEMILIKAN YESUS
Galatia 6 :15 -18
"karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus" (ay.17b)

Tanda adalah bagian dari kehidupan manusia. Setiap hari manusia berhadapan dengan berbagai tanda. Sebagai contoh, jika lampu lalu Iintas berwarna merah maka para pengendara harus berhenti. Lampu lalu lintas menjadi tanda untuk ketertiban berlalu lintas. Ada tanda lain yang tidak dibuat oleh manusia tetapi, ditujukan kepada manusia juga seluruh ciptaan Tuhan. Sebagai contoh, jika kita melihat langit mendung maka itu tanda akan segera turun hujan. Artinya kita harus mempersiapkan diri untuk melindungi diri dari hujan yang akan turun. Namun, ada juga tanda yang bermakna lebih dalam daripada sekadar menciptakan ketertiban atau suatu peringatan. Tanda yang menunjukkan identitas atau jati diri kita sebagai manusia.

Bacaan malam ini berbicara mengenai tanda kepemilikan Yesus. Maksudnya adalah tanda yang menunjukkan identitas dari orang-orang yang merupakan milik Yesus. Tentu, kepemilikan di sini tidak sama dengan kepemilikan atas harta benda. Tanda kepemilikan itu mempunyai makna yang lebih dalam. Makna itu adalah suatu keselamatan yang Yesus lakukan kepada manusia melalui kehidupan dan kematian-Nya. Tanda dari makna yang dalam itu ialah salib. Saiib bukanlah tanda lahiriah seperti sunat yang ditetapkan oieh umat Yahudi. Salib merupakan tanda batiniah yang menuntut suatu sikap hidup tertentu. Sikap hidup itu adalah sikap hidup yang mengarah pada kehidupan Yesus. Paulus tidak ingin jemaat Kristen di Galatia masih terjebak pada persoalan sunat atau tidak bersunat. Bagi Paulus, sunat atau tidak bersunat bukanlah hal yang esensi dalam menjadi pengikut Kristus. Dalam tanda kepemilikan Yesus, manusia diselamatkan dan menjadi ciptaan yang baru.

Ciptaan yang baru menuntut adanya perubahan hidup dari seorang pengikut Yesus. Jika Yesus memiliki kita, maka kita harus memperhatikan bahwa kita layak untuk menjadi milik-Nya. Caranya adalah dengan mengarahkan hidup kita pada Damai sejahtera yang Yesus telah berikan bagi dunia dan rnanusia. Damai sejahtera inilah yang kita terima melalui tanda salib Tuhan Yesus Kristus. Oleh Karena itu, kita harus membawa damai sejahtera bagi semua orang.

KJ.34 : 2 "Disalib Yesus di Kalvari"
Doa : (Tuhan, aku bersyukur atas keselamatan yang kau beri. Ajari aku untuk setia mengikuti-Mu, Tuhan)





Label:   Galatia 6:15-18 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 2 Februari 2019 - BUKAN KARENA TINDAKANMU! - Roma 3:27-31 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar Galatia




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392





    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Kenya Worship Songs
    Ghana Worship Songs
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs





    Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 dan Tata Ibadah Paskah 21 April 2019 GPIB
    Terlampir disampaikan : 1. Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 2. Tata Ibadah Paskah 21 April 2019



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)


    New Submit
    Jumat, 26 April 2019
    Were You There - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    It Is No Secret (What God Can Do) - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Nearer My God To Thee - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    God Bless America - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Wholy Holy - Aretha Franklin

    Jumat, 26 April 2019
    Respect - Aretha Franklin

    Kamis, 25 April 2019
    When I Get Where I'm Going - Brad Paisley Feat. Dolly Parton

    Kamis, 25 April 2019
    Holes in the Floor of Heaven - Steve Wariner

    Kamis, 25 April 2019
    You're Not My God - Keith Urban

    Kamis, 25 April 2019
    The Old Rugged Cross - Johnny Cash

    Kamis, 25 April 2019
    The Little Girl - John Michael Montgomery

    Rabu, 24 April 2019
    Overcome - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    This Is My Story (My Song) - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    When I See You - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    Freedom In The Spirit - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    For Us - Sarah Kroger

    Minggu, 21 April 2019
    Come Back Home - Manafest feat. Trevor McNevan

    Sabtu, 20 April 2019
    How He Loves - Peter Mattis | Bethel Music

    Sabtu, 20 April 2019
    Still - Amanda Lindsey Cook

    Jumat, 19 April 2019
    With You On My Mind - Kenny Smith

    Pemilihan Presiden
    Quick Count    |    Real Count

    christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,