Save Page
Hakim-Hakim 6:11-24
6:11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian. 6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani." 6:13 Jawab Gideon kepada-Nya: "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian." 6:14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!" 6:15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku." 6:16 Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis." 6:17 Maka jawabnya kepada-Nya: "Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku. 6:18 Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu." Firman-Nya: "Aku akan tinggal, sampai engkau kembali." 6:19 Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya. 6:20 Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: "Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya." Maka diperbuatnya demikian. 6:21 Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya. 6:22 Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: "Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka." 6:23 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati." 6:24 Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

Penjelasan:

* Hak 6:11 - Kemudian datanglah Malaikat Tuhan // Malaikat Tuhan // Gideon ... mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian
Kemudian datanglah Malaikat Tuhan. Pesan bagi Israel disampaikan melalui seorang nabi, tetapi panggilan untuk Gideon disampaikan langsung oleh Malaikat Tuhan. Seperti pada 2:1-5, peristiwa ini harus dipahami sebagai sebuah penampakan Allah sendiri kepada Gideon. Gideon ... mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian. Gideon, bersama dengan orang Israel lainnya, harus bekerja dengan diam-diam agar gandum yang dihasilkan tidak dirampas oleh orang Midian. Di dalam batas sebuah tempat pemerasan anggur, gandum yang setiap kali dapat dihasilkan hanya sedikit sekali. Pekerjaan itu mendatangkan keputusasaan.

* Hak 6:12 - Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani
Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani. Pesan yang disampaikan oleh Malaikat Tuhan itu memberikan kesan mengejek, sebab Gideon tidak berdaya apa-apa untuk memenuhi kebutuhan bangsanya.

* Hak 6:13 - Ah tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami?
Ah tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Kekuatan musuh Israel tampaknya menunjukkan bahwa Allah tidak menyertai umat-Nya. Gideon bertanya tentang rangkaian mukjizat pada masa yang lalu dan heran mengapa hal itu tidak dilihatnya lagi pada zaman generasinya.

* Hak 6:14 - Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian
Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Sekalipun Israel lemah di hadapan lawan-lawannya, Allah menjanjikan kekuatan kepada Gideon untuk dapat melepaskan bangsanya.

* Hak 6:15 - Dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel?
Dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Para pemimpin Israel pada umumnya menunjukkan kerendahan hati di hadapan Allah (Kel. 3:11; Yes. 6:5; Yer. 1:6). Gideon memprotes karena menganggap situasi hidupnya tidak memungkinkan dia untuk menjadi pemimpin Israel.

* Hak 6:17 - Berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku
Berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku. Gideon menginginkan sebuah tindakan adikodrati dilaksanakan di hadapan matanya untuk menegaskan bahwa ini memang pesan dari Allah.

* Hak 6:19 - Masuklah Gideon ke dalam lalu mengolah seekor anak kambing
Masuklah Gideon ke dalam lalu mengolah seekor anak kambing. Ini merupakan persembahan (minhâ) yang ingin disajikannya kepada tamunya itu (6:18). Istilah yang dipakai sengaja mempunyai arti ganda. Di satu sisi, Gideon mempersiapkan makanan sebagaimana yang biasanya ia hidangkan untuk seorang tamu yang ingin ia hormati. Sekalipun demikian, makanan itu juga bisa merupakan persembahan bagi Allah. Suatu tanda bahwa Allah telah menerima persembahan tersebut akan memperkuat kenyataan bahwa pesan yang membingungkan Gideon tersebut memang berasal dari Allah.

*  Hak 6:20 - Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya
Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya. Sang Malaikat memerintahkan agar Gideon menaruh makanan tersebut di sebuah mezbah buatan.

*  Hak 6:21 - Maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu
Maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Peristiwa ini merupakan tanda bahwa persembahan Gideon diterima (Im. 9:24; I Raj. 18:38), jenis tanda yang memang diminta oleh Gideon.

*  Hak 6:22 - Celakalah aku, Tuhanku ALLAH
Celakalah aku, Tuhanku ALLAH. Sekarang Gideon ketakutan sebab dia telah melihat sendiri Malaikat Tuhan itu. Yehovah telah berfirman kepada Musa, 'Tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup" (Kel. 33:20). Ketika Malaikat Tuhan itu pergi, Gideon takut bahwa penampakan itu merupakan tanda kematian yang sudah dekat.

*  Hak 6:23 - Tetapi berfirmanlah Tuhan kepadanya, "Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati." // Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana
Tetapi berfirmanlah Tuhan kepadanya, "Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati." Allah memastikan bahwa Gideon tidak akan mati pada waktu itu. Pesan dari malaikat itu dibenarkan, yaitu bahwa Gideon merupakan seorang perkasa yang berani. Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana. Gideon mendirikan sebuah mezbah untuk memperingati pesan Allah yang disampaikan kepadanya. Shalom merupakan istilah Ibrani untuk "damai sejahtera." Mezbah tersebut masih ada pada saat kitab ini ditulis.

*  Gideon juga takut. Terhadap Midian, ia menyembunyikan diri (ayat 11); terhadap Tuhan karena sadar bahwa bangsanya sedang dihukum Tuhan sebab kejahatan mereka (ayat 13); Gideon juga takut karena menyadari diri tidak ada apa-apanya (ayat 15). Tuhan memahami perasaan takut yang mencekam Gideon dan seluruh bangsa saat itu, dan Ia peduli. Justru dari ketakutan itulah seseorang dapat dipakai Tuhan. Kriteria pemilihan-Nya bukan didasarkan pada hal lahiriah seperti penampilan, kemampuan, atau kehebatan seseorang, tetapi pada kepekaan batiniah atas pergumulan yang sedang dialami, ketulusan hati dan kesediaan untuk taat kepada Dia. Tuhan tidak mengecilkan sikap Gideon yang merasa 'kecil'. Tuhan tidak menyepelekan dia karena kemudaannya. Tuhan menghargai kejujuran hatinya. Dan Tuhan mengabulkan penguatan yang Gideon butuhkan berupa tanda ajaib agar dia sanggup keluar dari ketakutannya.


SGDK
MINGGU VI SESUDAH EPIFANIA
RABU, 20 FEBRUARI 2019
BERSEDIAKAH ANDA DIUTUS TUHAN?
Hakim-Hakim 6:11-24

PENGANTAR
Lazimnya apabila kita membaca pokok judul sebuah buku, kita berharap bisa langsung membayangkan apa isi buku tersebut.Sebagai contoh. Jikalau kita mernbaca kitab Kejadian, kita bisa bayangkan kira-kira isi buku tersebut tentang penciptaan langit dan bumi. Jika buku Keluaran kita bayangkan ada orang-orang yang pergi dari suatu tempat. Buku Raja-raja kira-kira berisi tentang raia-raja dan kuasanya. Kalau judulnya Hakim-hakim‘? Kira-kira
isinya tentang peranan hakim-hakim. Biasanya dikaitkan dengan keadilan. Pertanyaan berikutnya, apa sih yang sedang terjadi di kalangan umat Israel waktu itu? Apakah Israel sedang dirasuk dan dirusak praktek penyelewengan? Tapi penyelewengan macam
apa‘? Fatalkah dan sudah tidak terbendung, sehingga perlu ditampilkan sejumlah hakim memimpin umat Israel ini?

Hal ini mendorong kita mencaritahu keadaan konkrit umat Israel pada waktu itu. Nyatanya, masalah umat disini bukan terutama masalah keadilan. Setelah Musa memimpin lsrael sampai ke perbatasan Kanaan, kemudian Yosua atas perkenaaan Tuhan manggantikan Musa memasuki tanah Kanaan. Setelah Yosua meninggal, maka tibalah zaman, dimana para hakim memimpin dan menata Israel dalam situasi yang baru. Mereka patut barkonsolidasi meng-
hadapi aduk campur yang Iuar biasa dengan bangsa-bangsa asli Kanaan. Katakanlah pengaruh kepercayaan pada Baal, illah yang dipercaya mampu mendatangkan kemakmuran bagi penyembahnya. Dosa ini yang mendatangkan murka Allah untuk manghukum umat-Nya Israel. Para hakim diangkat untuk membenahi kekacauan yang berskala besar, karena Israel telah menghianati Allah yang telah menuntun mereka, Allah sang pembebas Israel. ltulah tugas panggilan para hakim waktu itu.

PENJELASAN PERIKOP
Allah bennaksud menjadikan Gideon selaku hakim bagi umat-Nya ketika mereka berada dalam tekanan Iuar biasa dari bangsa nomaden: Midlian. Untuk maksud itu digambarkan di sini suasana pengutusannya dalam tiga hal penting yaitu: Pendekatan malaikat, dialog malaikat dan Gideon dan terakhir penerimaan Gideon.

1. Pendekatan malaikat Tuhan kepada Gideon.
Malaikat datang dan duduk dibawah pohon terbatin di Ofra, yakni pohon besar yang dianggap suci. Allah pernah menampakkan diri-Nya kepada Abraham dekat pohon terbatinn semacam
la kat menampakkan diri kepada Gideon ini (Kej.13:16). Malaikat menampakkan diri kepada Gideon anak Yoas yang sedang bekerja mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur. Gideon sedang bekerja keras dalam suasana kuatir karena sewaktu-waktu bisa diserang dan
dirampok tentara Mldlan.

2. Dialog malaikat dengan Gideon.
Disatu pihak maIaikat Tuhan menyatakan maksudnya mengangkat Gideon sebagai pemimpin umat Israel membebaskan mereka dari gangguan bangsa Midian, dan dipihak Iain Gideon
menyampaikan kekecewaannya kepada malaikat Tuhan ini sebagai fakta hidup yang sedang d|a dan umat Israel hadapi. Ungkapan-ungkapan yang mengarah kepada pengangkatan
Gideon nampak ketlka (a). Malaikat menyapa Gideon sebaga pahlawan gagah berani (ay.12b). b. Selanjutnya dl katakan bahwa Tuhan mengutus Gideon dengan kekuatannya, menyelamatkan Israel dari bangsa Midian (ay.14). c. Untuk meyakinkan Gideon maka Tuhan memberikan jaminan penyertaan-Nya untuk memukul kalah Midian sampai habis (ay16). Penyampaikan berita pengutusan ini, tidak segera diterima dengan mudah oleh Gideen. Dia seorang manusia yang bergumul dengan kondisi konkrit hldup sehari-hari. la tidak berlaku munafik, tetapi secara transparan menyampaikan pemahaman percayanya dalam hubungan dengan Tuhannya. Sebab itu ia menyampaikan sanggahannya terhadap penyampaian malaikat ini: 1.Terhadap penyampaian malaikat (lih butir a). Gideon menyampaikan
rasa kecewanya. (Mengapa Tuhan yang sudah menyertai nenek moyang Israel di waktu lalu, kini membuang turunan mereka dalam cebgkeraman orang Midian?), Terhadap  penyampaian
malaikat tentang pengutusannya pada butir b). Gideon tidak merasa pantas untuk diutus, karena kaumnya kecil diantara suku Manasye dan dia sendiri termuda dalam keluarganya
(ay 15). Tuhanpun memberikan jaminan-Nya bagi Gideon pada butir c). Akhirnya untuk lebih meyakinkan, Gideon meminta tanda bahwa benar ini adalah Allah yang berfirman.

3. Penerimaan Gideon.
Untuk mendapatkan tanda itu, Gideon mengolah anak kambing dan roti selaku persembahannya yang disuguhkan di bawah pohon terbantin. Benar, persembahan Gideon
diterima Tuhan dengan cara ajaib (ay.17-21). Segera Gideon sadar serta mengaku kesalahannya. Kesalahan Gideon diampuni Tuhan. Lalu sebagai tanda syukurnya, Gideon
mendirikan mezbah bagi Tuhan dan menamainya: "Tuhan itu keselamatan." (ay. 22).

PENGARAHAN UNTUK DISKUSI:
1. Gideon kecewa berat karena harus bekerja keras untuk hidup.Hambatan dan ancaman sewaktu-waktu datang dari pihak orang-orang Midian dan menjarah hasil ladangnya. Itulah
sebabnya, ia menumpahkan kekecewaannya kepada malaikat yang datang, menyapanya untuk tugas pengutusan Tuhan. Jika saudara berada di tempatnya Gideon, apakah saudara berpendapat sama dengan Gideon? Apakah saudara bersedia diutus dalam kondisi sesulit itu? Jelaskan!

2. Menyembah ilah Baal memilikii daya tarik tersendiri bagi para penyembahnya. Sebab ilah Baal dipercaya bisa langsung memberikan kenikmatan meliputi kekayaan dan hidup bagi penyembahnya seperti kekayaan dan kemakmuran. Apakah pendapat saudara tentang pengaruh negatif Baal-baal modern masa kini, seperti materialisme, konsumerisme, hedonisme dan egoisme mampu memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan umat
dan rnasyarakat kita dewasa ini? Apakah resep terbaik untuk kita mengatasinya dalam konteks nas perikop ini?


SBU

MINGGU VI SESUDAH EPIFANIA
RABU, 20 FEBRUARI 2019
Renungan Pagi
GB.367:1 -Berdoa
KEMELARATAN, SEBUAH POKOK PEMBELAJARAN

Hakim-Hakim 6:1-6
sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu (ay.6a)

Janganlah menganggap bahwa sekali Tuhan mernihak umat
Nya, maka mereka akan selalu hidup nyaman. Berhati-hatilah!
Jangan cepat berpuas diri dengan kenyamanan hari ini. Apa pen-
dapat saudara jika sebagai umat Tuhan, namun mengalaml
hambatan hidup? Justru melalui pengalaman ini, kita makin menjadi
dewasa dalam Tuhan. Seorang anak tidak akan menjadi dewasa
dalam arti yang benar, apabila selalu dirnanja orang tuanya. Binalah
dia menghadapi ujian hidup, asal tidak melampaui ambang batas
kekerasan.

Generasi baru umat Israel telah bermukim di Kanaan, tanah
perjanjian Tuhan. Namun hidup umat Tuhan ini tidak bebas dari
penderitaan. Mereka masih mengalami kendala. Suku-suku asli
Kanaan seperti Heti, Amori, Feris dan Yebus dibiarkan hidup ber-
sama Israel, untuk mengujinya antara mematuhi atau menghianatii
Tuhan yang telah membebaskan mereka dari kungkungan per-
budakan (bdg. Hak.3:5,6)

Kondisi umat Tuhan dalam perikop pagi ini sedang terpuruk
dan melarat. Fakta ini, bukan karena hasil Iadang gagal total.
Perkawinan campur yang dilakukan oleh orang Israel menyebabkan
terjadinya alih kepercayaan yang jelas telah menghianati Tuhan.
Karena menghianati Tuhan itulah yang membuat hidup mereka
terpuruk. Keterpurukan itu dibuktikan dengan dijajahnya Israel
oleh bangsa Midian selama 7 tahun (6:1). Sebuah proses pem-
belajaran dari Tuhan. Melalui jalan derita karena melarat, umat
Tuhan belajar memahami hidupnya dalam Tuhan. Terutama
ditengah keragaman, umat diingatkan untuk tidak menghianati
Tuhan. Artinya ditengah situasi atau kondisi apapun kita dipanggil
untuk tetap setia kepada Tuhan dan teguh dalam pengharapan
kepada-Nya. Apa tanggapan saudara tentang peran gereja dalam
keberagamaan di Indonesia.

GB.367:2
Doa : Bapa di surga, kaml serlngkali mengalami goncangan Iman.
Tambahkan dan teguhkan iman kami rnemahami penyertaan-Mu)




MINGGU VI SESUDAH EPIFANIA
RABU, 20 FEBRUARI 2019
Renungan Malam
GB.115 :1-Bercloa
DISINI KUTARUHKAN SYUKURKU

Hakim-Hakim 6:11-24
Lalu Gideon mandlrlkan mezbah dl sana bagl Tuhan dan menamainya: "TUHAN itu keselarnalan {ay. 24a).

Ada banyak bentuk ucapan syukur. Syukur ulang tahun, naik
kelas, naik pangkat, masuk rumah baru, baptisan dan sidi. Ucapan
syukur juga kita lakukan setelah sernbuh dari sakit atau juga
apablla ayah, ibu atau anak kita meninggal dunia. Jadi perasaan
syukur kita meliputi seluruh pelataran hidup kita ini. Inilah keunikan
hubungan iman kita dengan Tuhan Allah.

Tidak selalu, tetapi mungkin lazimnya hal ini yang akan terjadi.
Jika rasa syukur klta didasarkan pada suatu peristiwa blasa, maka
syukur kita juga berkadar biasa. Sebaliknya kita akan bersyukur
lebih sungguh, ketika rnenghayati bahwa perlstiwa yang kita alami
mengandung beban berat.

Gideon sedang mengirik gandum dengan sembunyi. Sebab,
apabila ketahuan, semua hasil gandurn akan di rarnpok, dia akan
dikejar oleh tentara Midian. Peristiwa ini termasuk berat, meng-
gelisahkan bagi dirinya dan setiap anggota umat. Gideon sebenar-
nya tidak dapat menerima keadaan yang membuatnya tertekan.
Tentara Midian terus berusaha mengintimidasi orang Israel dengan
maksud Israel tetap hidup dalam penderitaan. Dalam suasana hat‘:
Gideon yang sedang memberontak ini, tiba-tiba muncul malaikat
Tuhan dengan maksud mengangkatnya menjadi hakim atas bangsa
Israel (ay.12,-14). Gideon mengungkapkan kekecewaannya secara
terbuka kepada ma|aikatTuhan (ay.13) dan ketidak-sanggupannya
(ay.13,15). Masuk akal bukan? Namun pada akhirnya Gideon
memahami pembelajaran Allah. la mohon diampuni alas kekhilafan-
nya, lalu iamengucap syukur dan mendirikan mezbah serta mem-
bawa persembahan bagi Tuhan.

Nas ini mengajar kita untuk menghayati panggilan dan
pengutusan Tuhan di atas segala bentuk kesulitan dan pergumulan
kita dalam hidup ini.

GB.115 :2
Doa : (Ajari kami Tuhan untuk tidak saia bersyukur ketika merasa
bahagia, tetapi juga ketika berada dalam keadaan susah dan derita)

Label:   Hakim-Hakim 6:11-24 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB - Kamis, 21 Februari 2019 - MENGERAHKAN POTENSI BAGI TUHAN - 1 Raja-raja 5:13-18 - MINGGU VI SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB - Selasa, 19 Februari 2019 - PERISTIWA DI SUNGAI YORDAN - Yosua 3:14-17 - MINGGU VI SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar Hakim-hakim




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392





    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Kenya Worship Songs
    Ghana Worship Songs
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs





    Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 dan Tata Ibadah Paskah 21 April 2019 GPIB
    Terlampir disampaikan : 1. Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 2. Tata Ibadah Paskah 21 April 2019



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)


    New Submit
    Jumat, 26 April 2019
    Were You There - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    It Is No Secret (What God Can Do) - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Nearer My God To Thee - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    God Bless America - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Wholy Holy - Aretha Franklin

    Jumat, 26 April 2019
    Respect - Aretha Franklin

    Kamis, 25 April 2019
    When I Get Where I'm Going - Brad Paisley Feat. Dolly Parton

    Kamis, 25 April 2019
    Holes in the Floor of Heaven - Steve Wariner

    Kamis, 25 April 2019
    You're Not My God - Keith Urban

    Kamis, 25 April 2019
    The Old Rugged Cross - Johnny Cash

    Kamis, 25 April 2019
    The Little Girl - John Michael Montgomery

    Rabu, 24 April 2019
    Overcome - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    This Is My Story (My Song) - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    When I See You - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    Freedom In The Spirit - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    For Us - Sarah Kroger

    Minggu, 21 April 2019
    Come Back Home - Manafest feat. Trevor McNevan

    Sabtu, 20 April 2019
    How He Loves - Peter Mattis | Bethel Music

    Sabtu, 20 April 2019
    Still - Amanda Lindsey Cook

    Jumat, 19 April 2019
    With You On My Mind - Kenny Smith

    Pemilihan Presiden
    Quick Count    |    Real Count

    christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,