Save Page
Kisah Para Rasul 28:7-10
28:7 Tidak jauh dari tempat itu ada tanah milik gubernur pulau itu. Gubernur itu namanya Publius. Ia menyambut kami dan menjamu kami dengan ramahnya selama tiga hari. 28:8 Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia. 28:9 Sesudah peristiwa itu datanglah juga orang-orang sakit lain dari pulau itu dan merekapun disembuhkan juga. 28:10 Mereka sangat menghormati kami dan ketika kami bertolak, mereka menyediakan segala sesuatu yang kami perlukan.

Penjelasan:

* Kis 28:7 - Gubernur pulau itu // gubernur
Gubernur pulau itu. Pejabat yang memimpin. Kata ini ditemukan alam dua buah prasasti sebagai gelar yang dipakai oleh seorang pejabat di pulau itu. Kita tidak mengetahui apakah gubernur ini merupakan salah seorang penduduk setempat ataukah wakil dari Roma. Orang bernama Publius ini memiliki sebidang tanah di sekitar situ di mana dia menjamu Paulus dan rekan-rekan seperjalanannya selama tiga hari, sambil menunjukkan keramahan yang hangat kepada mereka.

* Kis 28:9-10 - disembuhkan
Kata disembuhkan di dalam 28:9 berbeda dengan kata yang sama dalam 28:8, dan di sini lebih cocok kalau diterjemahkan dengan diobati sampai sembuh. Jadi bukan kesembuhan secara mukjizat, melainkan kesembuhan karena diobati, mungkin hasil perawatan Lukas sang tabib itu. Ayat 10 dan 11 menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tersebut berlangsung sepanjang tiga bulan keberadaan mereka di Malta, sehingga ketika mereka meninggalkan pulau itu, penduduk setempat sangat menghormati mereka, dan kapal mereka dimuati dengan segala sesuatu yang mereka perlukan.

* Penyelamatan Paulus dari bahaya gigitan ular dan dari pikiran orang-orang yang tidak berdasar ini. Ular yang terpaut pada tangan Paulus merupakan ujian bagi imannya. Ujian itu menghasilkan pujian, kehormatan, dan kemuliaan, sebab,

    1. Tampaknya kejadian itu sama sekali tidak membuat Paulus ketakutan atau kebingungan. Ia tidak menjerit atau terkejut, atau langsung mengebaskannya dengan rasa ngeri, seperti yang biasanya akan kita lakukan. Ia justru membiarkan ular itu tergantung cukup lama, sehingga orang-orang yang melihat mempunyai cukup waktu untuk memperhatikan hal itu dan mengatakan sesuatu. Betapa hebatnya keyakinan pikiran yang dimilikinya, betapa tenangnya ia, yang tidak dapat dimiliki oleh seseorang dalam keadaan yang mengejutkan seperti itu kalau bukan oleh suatu pertolongan kasih karunia ilahi yang khusus, dan oleh keyakinan dan perhatian penuh terhadap firman Kristus mengenai murid-murid-Nya (Mrk. 16:18), bahwa mereka akan memegang ular. Inilah yang dimaksud dengan hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada Allah.
    2. Dengan santai Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, tanpa kesulitan, tanpa meminta bantuan, atau cara-cara lain untuk melepaskannya dari belitan ular itu. Mungkin ular itu mati terpanggang di dalam api. Demikianlah, di dalam kekuatan kasih karunia Kristus, orang-orang percaya dapat mengibaskan godaan-godaan Iblis dengan sebuah tekad kudus, sambil berkata seperti Kristus, Enyahlah Iblis, kiranya Tuhan menghardik engkau! Dan dengan demikian mereka menjaga diri mereka sendiri, sehingga si jahat tidak dapat menjamah mereka (1Yoh. 5:18). Ketika dengan hati nurani yang murni kita merendahkan kecaman dan celaan orang lain dan memandangnya dengan rasa tidak suka yang kudus, maka saat itulah kita melakukan seperti yang dilakukan oleh Paulus di sini, mengibaskan ular itu ke dalam api. Hal itu tidak akan membahayakan kita, kecuali kita merasa jengkel dengan celaan mereka atau merasa terhalang dari pelayanan kita, atau terpancing untuk membalas caci maki dengan caci maki.
    3. Rasul Paulus bukanlah seburuk yang disangka. Orang-orang yang menyangka bahwa hal itu akan mendatangkan kematiannya, lama menanti-nanti, tetapi mereka melihat bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya. Dengan ini Allah bermaksud menjadikannya luar biasa di antara orang-orang tidak beradab ini, dan dengan demikian membuka jalan untuk pemberitaan Injil di antara mereka. Dilaporkan bahwa sesudah kejadian ini tidak ada lagi makhluk berbisa yang hidup di pulau itu, tidak ada lagi, sama seperti keadaan di Irlandia. Namun saya tidak menemukan adanya penegasan mengenai kenyataan ini, walaupun para penulis dari kalangan gereja tertentu membicarakan hal itu dengan penuh keyakinan.
    4. Kemudian para penduduk pulau itu meninggikan Paulus, seperti halnya mereka sangat menjelek-jelekkan dia sebelumnya. Sebaliknya mereka berpendapat bahwa ia adalah seorang dewa, dewa yang tidak bisa mati. Sebab mereka berpendapat mustahil seorang manusia yang dapat mati mampu membiarkan seekor ular beludak bergantung begitu lama di tangannya dan tidak ada apa-apa yang buruk terjadi pada dirinya. Lihatlah ketidakpastian pendapat orang banyak, bagaimana pendapat itu dapat berbalik bersama bertiupnya angin, dan betapa mudahnya mereka bergerak di antara dua hal yang bertolak belakang, dari mempersembahkan korban kepada Paulus dan Barnabas dan kemudian melempari mereka dengan batu, dan sekarang di sini dari menyatakan dia sebagai seorang pembunuh, dan kemudian menganggapnya sebagai dewa.

Penyembuhan secara mujizat seorang tua terhormat yang sakit demam, serta orang-orang lain yang sakit oleh Rasul Paulus. Dengan adanya peneguhan ini terhadap ajaran Kristus ini, maka tidak diragukan lagi pekabaran ajaran Kristus menjadi semakin bertambah. Amatilah,

    1. Penerimaan yang ramah dari Publius, orang terkemuka di pulau itu terhadap orang-orang asing yang sedang mengalami kesukaran ini. Ia memiliki tanah yang sangat luas di pulau itu, dan sebagian orang menduga ia gubernur. Ia menyambut mereka dan menjamu mereka dengan ramahnya selama tiga hari. Sangat membahagiakan ketika Allah memberikan hati yang lapang kepada orang-orang yang Ia anugerahi dengan harta yang banyak. Sangat baik bila ia yang menjadi orang terkemuka di pulau itu adalah seorang yang paling ramah dan murah hati. Selain seorang yang paling kaya, ia juga kaya dalam perbuatan-perbuatan baik.
    2. Penyakit ayah Publius. Ia terbaring karena sakit demam dan disentri, yang sering terjadi bersamaan. Umumnya penyakit ini sangat mematikan jika terjadi bersamaan seperti itu. Sang Pemelihara mengatur sedemikian rupa sehingga ia harus sakit pada saat ini, supaya penyembuhannya dapat menjadi semacam hadiah untuk membalas kebaikan Publius. Selain itu, penyembuhannya melalui mujizat juga menjadi suatu balasan atas kebaikannya kepada Paulus, yang telah ia sambut sebagai seorang nabi, sehingga ia menerima upah nabi.
    3. Penyembuhannya. Paulus menaruh perhatian atas masalah ini, dan walaupun kita tidak menemukan bahwa ia dimintai tolong untuk menyembuhkan orang sakit itu, sebab mereka tidak mengira ia bisa, ia bersedia melakukannya. Bukan sebagai seorang dokter untuk menyembuhkan dengan obat-obatan, melainkan sebagai seorang rasul yang akan menyembuhkannya melalui mujizat. Paulus pun berdoa kepada Allah, di dalam nama Kristus, untuk kesembuhannya, lalu menumpangkan tangan ke atasnya, dan dengan segera ayah Publius menjadi sembuh dengan sempurna. Walaupun sebenarnya sudah cukup umurnya, namun kesehatannya dipulihkan. Perpanjangan umurnya merupakan belas kasihan baginya.
    4. Penyembuhan banyak orang lain yang tertarik oleh penyembuhan yang dilakukan Paulus ini. Jika ia dapat menyembuhkan penyakit dengan begitu mudah, dengan begitu manjur, akan cukup banyak orang sakit yang datang kepadanya. Maka ia menyambut mereka semua dan menyuruh mereka pulang sesuai dengan tujuan mereka datang kepadanya. Ia tidak berdalih bahwa ia adalah seorang asing di situ, yang secara tidak sengaja terdampar di antara mereka, tidak memiliki kewajiban kepada mereka, serta hanya menunggu untuk pergi pada kesempatan pertama, sehingga cukup banyak alasan untuk menolak permintaan mereka. Tidak, sama sekali tidak, seorang yang baik akan selalu berusaha berbuat baik di mana pun pengaturan penyelenggaraan Allah membawa dia. Paulus menganggap dirinya sebagai orang yang berutang. Tidak saja kepada orang-orang Yunani, tetapi juga kepada orang-orang tidak beradab. Ia bersyukur kepada Allah atas kesempatan untuk berbuat baik bagi mereka. Bahkan, secara khusus ia berutang kepada penduduk Malta atas tempat berlindung yang layak dan perbekalan yang mereka berikan kepadanya. Dengan ini pula ia telah melunasi biaya untuk tempat tinggalnya di Malta itu. Hal ini harus dapat mendorong kita untuk memberi tumpangan kepada orang asing, sebab dengan berbuat demikian tanpa diketahui kita telah menjamu malaikat-malaikat. Allah tidak akan pernah terlambat untuk menunjukkan kebaikan kepada umat-Nya yang sedang dalam kesukaran. Kita memiliki cukup banyak alasan untuk percaya bahwa dengan semua penyembuhan ini, Paulus juga memberitakan Injil kepada mereka, dan Injil pun diterima oleh mereka dengan adanya peneguhan itu. Jika benar demikian, maka tidak ada orang yang begitu dibuat menjadi kaya oleh kecelakaan kapal yang terkandas di pantai seperti orang-orang Malta ini.

Ungkapan terima kasih yang disampaikan bahkan oleh orang-orang biadab ini atas kebaikan Paulus kepada mereka dalam memberitakan Kristus kepada mereka. Mereka bersikap sopan kepadanya serta kepada pelayan-pelayan Tuhan lain yang menyertainya, yang mungkin turut membantu dia memberitakan firman di antara mereka (ay. Kis 28:10).

    1. Mereka sangat menghormati kami. Mereka menunjukkan semua rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada rombongan Paulus. Mereka telah melihat Allah meninggikan orang-orang itu, karena itu mereka menganggap pantas untuk menghormati orang-orang itu, dan menganggap tidak berlebihan untuk menunjukkan rasa hormat kepada mereka. Mungkin mereka membiarkan orang-orang itu bebas tinggal di pulau itu dengan menjadikan mereka warga pulau itu, dan mengakui mereka sebagai saudara mereka. Para pemberita Injil yang setia layak mendapat penghormatan dua kali ganda, khususnya ketika mereka berhasil dalam jerih payah pelayanan mereka.
    2. Ketika kami bertolak, mereka menyediakan segala sesuatu yang kami perlukan. Atau dengan perkataan lain mereka memuat ke atas kapal segala sesuatu yang kami minta. Paulus tidak dapat bekerja dengan tangannya di sini, sebab tidak ada yang perlu dikerjakan. Itulah sebabnya ia menerima kebaikan dari orang-orang Malta yang baik hati ini, bukan sebagai upah atas kesembuhan yang ia lakukan (ia telah menerimanya dengan cuma-cuma, karena itu ia pun memberikannya dengan cuma-cuma), melainkan sebagai pertolongan atas kebutuhannya serta orang-orang yang bersamanya. Lagi pula, sesudah menuai hal-hal yang rohaniah, sangat adil jika mereka membalasnya (1Kor. 9:11).


SGDK
MNGGU VII SESUDAH EPIFANIA
RABU, 27 FEBRUARI 2019
WALAU SULIT, TETAP MELAYANI
Kisah Para Rasul 28:7-10

I. PENGANTAR
Penulis Kisah Para Rasul adalah Lukas yaitu seorang Dokter atau tabib yang juga diyaklni menulis injil Lukas (Luk 1:1-4; Kis 1:1). Lukas sering menyebut dirinya dalam bentuk jamak "kami", Karena sepertinya ia ikut dalam perjalanan pemberitaan Injil bersama Paulus dan juga dalam pelayanan menuju Roma bersama Aristharkus (Orang Makedonia yang menjadi teman perjalanan Paulus sebagairnana disebut dalam Kis.20:4; Kol 4:10, 14).

Kesah Para Rasul 26:31-32 mengakhiri semua pengadilan Paulus dengan mengatakan bahwa Paulus tidak bersalah dan dapat dibebaskan seandainya ia tidak naik banding kepada Kaisar di
Roma. Ini berarti lnjil akan diwartakan juga ke Roma, sebagaimana sudah ditegaskan pada awal Kisah Para Rasul bahwa berita sukacita atau Injil akan sampai ke ujung dunia (Kis. 1 :8). Memang. Kisah Para Rasul mengisahkan pekerjaan Allah melalui Roh Kudus di dalam kisah pemberitaan lnjil yang dilakukan oleh para Rasul, sehingga jemaat-jemaat bertumbuh di beberapa tempat.

Kisah Para Rasul 27:1-28:31,mengisahkan peta perjalanan dari Kaisarea sampai ke Roma dengan menempuh pelayaran di laut. Pelayaran menuju Roma ini menghadapi berbagai kesulitan, namun nampak jelas penyertaan dan perlindungan Tuhan rnelalui kuasa-Nya yang memelihara Paulus bersama rombongan, sehingga tiba di Roma dengan selamat. Paulus berangkat menuju Roma sebagai tahanan, namun selama perjalanan menunjukkan bahwa ia terus memberitakan lnjil dan kuasa Allah sampai ke Roma. Dalam Kis.26:16-18 dikisahkan bagaimana Allah memilih dan mengutus Paulus, baik kepada orang-orang Yahudi, tetapi terutama kepada orang-orang bukan Yahudi.

Dalam Kisah Para Rasul 27 dioeritakan bagaimana Paulus dan rombongan harus rnenghadapi badai yang ganas dan akhirnya terdampar dengan selamat di sebuah pulau, yaitu Malta (di Laut Tengah). Lukas menyebut penduduk pulau Malta dalam bahasa Yunani sebagai 'barbabi‘, yang karenanya disebul Barbar Ungkapan ini aslinya berarti 'bukan Yunani‘, bukan juga Yahudi atau Romawi, jadi mereka adalah Orang Malta. Bebas dari bencana kapal merupakan perlindungan Allah bagi mereka seperti yang dijanjlkan-Nya dalam Kls.27:22-25; 28:16. Di Malta Allah kembali selalu menyatakan kuasa perlindungan-Nya. Perlindungan Allah
dimulai dari sambutan penduduk Malta yang sangat ramah. Kisah tentang ular beludak yang menggigit tangan Paulus tanpa membuatnya celaka, sakit atau mati ternyata menjadi tanda ajaib bagi penduduk Malta. Paulus awalnya dianggap sebagai orang terkutuk yang sedang dihukum oleh Dewi Keadilan, ternyata berubah dan dianggap sebagai dewa. Dewi Keadilan disebut 'Themis' dalam mitologi Yunani adalah seorang penguasa bumi wanita. Themis
adalah tubuh dari aturan, hukum dan adat. Themis adalah salah satu dewi yang dipandang sebagai dewi keadilan dan kebajikan. Dalam mitologi Romawi disepadankan dengan ‘lustitia'atau 'justitia' yang juga merupakan dewi keadilan dan hukum. Pandangan pada
waktu itu adalah bahwa Dewi Keadilan membunuh orang pembunuh dengan seekor ular sesudah selamat dari Iaut, namun Paulus selamat Karena perlindungan Allah.

Menjalani musim dingin di Malta selama 3 bulan (Kis.28:11) tldaklah mudah, namun yang selalu dikisahkan dan digarnbarkan adalah kuasa perlindungan Tuhan yang nyata dan pernberitaan lnjil tentang keagungan Allah yang dilakukan oleh Paulus.

II. PENJELASAN NAS
Ayat 7-10. Menjalani musim dingin di Malta bukan perkara mudah, nam un kuasa Tuhan bagi Paulus dan rom bongan terus berlanjut. Pertama, Publius, sang Gubernur menyambut serta menjamu Paulus dan rombongan dengan sangat ramah selama tiga hari (ay.7). Ramah disini diartikan "memperlakukan dengan baik hati". Berarti mereka tidak hanya diberikan tempat untuk menginap, namun juga diberi makanan dan rninuman serta kebutuhan lain-nya. Kuasa Allah memelihara mereka rnelalui Publlus. Kedua, Allah menyatakan kuasa-Nya yang secara dinamis bekerja dalam diri Paulus. Kuasa Allah yang dinamis biasa disebut dengan kuasa
Roh Kudus (Kis.1:8). Doa dan penumpangan tangan merupakan tanda kesaksian bahwa kuasa Roh Kudus bekerja dalam diri seseorang (Kis.2:‘l-4; 3:6-7; 4:30-31; bd. 1 Kor.12:9; Yak.4:14- 15). Kuasa Roh Kudus yang bekerja dalam diri Paulus tampak ketika doa dan penumpangan tangan yang dilakukan Paulus manyembuhkan ayah sang Gubernur, Publius (ay.8). Penyembuhan Paulus terhadap ayah Publius mendorong penduduk membawa orang sakit untuk disembuhkan dan rnereka disembuhkan oleh kuasa Roh Kudus yang bekerja dalam diri Paulus (ay.9). Kisah ini merupakan kisah penyembuhan terakhlr yang kita
temukan dalam Kisah Para Rasul. Ketiga, selamatnya Paulus dari gigitan ular dan penyem uhan yang dilakukannya membuat penduduk Malta menerima Paulus dengan senang hati. Mereka sangat menghormati Paulus dan rombongan, sehingga saat hendak melan-
jutkan pelayaran, mereka membekali Paulus dan rombongan sesuai keperiuan mereka (ay.10).

Ill. PENERAPAN NAS
Pulau Malta bukan hanya tempat  perlindungan selama musim dingin, melainkan juga menjadi tempat untuk mewartakan keagungan Allah. Selama di Malta, Allah memelihara Paulus dan rombongan selama musim dingin dan juga menjadi tempat untuk mewartakan keagungan Allah. Musim yang tidak bersahabat dan berada di antara orang-orang asing ternyata tidak menghalangi kuasa AIlah bekerja. Justru dalam kondisi yang sulit dan tidak menguntungkan itu. Allah  menyatakan kuasa-Nya bahwa Allah memakai Paulus sebagai alat pemberitaan Injil keselamatan bagi penduduk Malta. Kuasa Allah dinyatakan ketika Paulus selamat dari gigitan ular berbasa dan kuasa Roh Kudus diberitakan saat Paulus menyembuhkan orang-
orang sakit. Pulau Malta adalah ternpat kuasa Allah dinyatakan dan musim dingin yang sulit adalah waktu dan kesempatan bagi Paulus untuk memberitakan Injil.

Allah menunjukkan kepada kita bahwa kondisi yang sulit takkan bisa menghentikan kuasa-Nya. Allah rnenegaskan kepada kita bahwa justru dalam kondisi sulit kuasa-Nya dengan sempurna bekeria. Kanena itu, kondisi yang sulit bukaniah alasan dan halangan bagi kita terus melayani untuk menyatakan kuasa Tuhan. Seperti Paulus, kuasa yang sama juga ada dalam diri kita, orang-orang yang percaya kepada Kristus. Kuasa Roh Kudus bekerja di dalarn
diri kita dan memampukan kita melayani dalam kondisi sulit sekalipun, karena Tuhan ingin memakai kita secara luar biasa untuk menyatakan kuasa Allah yang sempuma (2 Kor.12:9-10).

PERTANYAAN umuk DISKUSI
1. Perkataan Yesus dalam Markus 16:17-18 tergenapi ketika PauIus berada di pulau Malta. Yakinkah saudara-saudara bahwa perkataan Yesus itu akan tergenapi bagi kita orang-orang Percaya sekarang ini? Diskusikanlah!
Z Sebutkan dan jelaskanlah kesulitan apa yang saudara-sauda ra hadapi saat memberitakan lnjil dan bagaimana cara saudara-saudara menghadapinya!
3. Ceritakanlah bagaimana kuasa Allah bekerja bagi saudara-saudara dimasa-rnasa sulit!




SBU

MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA
RABU, 27 FEBRUARI 2019
Renungan Pagi
GB.258:1,2 -Berdoa
WALAU SULIT, TUHAN MELINDUNGI

Kisah Para Rasul 28:1-6
Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu. (ay. 5)

"Dilindungi. dilindungi dari mara dinaungi. Dilindungi, dilindumgi di naungan Tuhanku". Demnkianlah kutipan syair lagu dari Gita Baktl 258 yang menekankan perlindungan Tuhan bagi umat-Nya dalarn bahaya.

Allah melindungi Paulus dan seluruh penumpang kapal, sehingga mereka selamat dari badai dan terdampar di pulau Malta. Allah melanjutkan perlindungan-Nya selama mereka mengalami musim dingin di Malta. Perlindungan Allah terlihat dari sambutan penduduk
Malta yang sangat ramah. Ketika Paulus digigit ular beludak, ia tidak mati. Ular beludak adalah ular berbisa yang dapat menggembungkan lehemya (tengkuknya) atau ular sendok atau  ular tedung atau biasa juga disebut ular kobra/cobra. Gigitan ular ini bisa mengakibatkan kematian karena mengandung bisa/racun yang mematikan. Penduduk Malta yang tidak percaya kepada Tuhan, tetapi menyembah dewa dan dewi, awalnya mengaggap
Paulus sebagai pembunuh terkutuk yang dihukum oleh dewi Keadilan ('Thermis' dalam mitologi Yunania atau 'justitia/iustitia' dalam mitologi Romawi), karena Paulus tidak mati, maka mereka menganggap Paulus sebagai dewa. Selamatnya Paulus dari gigitan
ular merupakan keajaiban bagi penduduk Malta.

Saudaraku, tak habis-habisnya kesulitan dihadapi Paulus, namun perlindungan Tuhan selalu ada baginya. Mungkin juga tak habis-habisnya kesulitan hidup yang harus kita hadapi. Begitu
banyak beban hidup yang harus kita pikul, namun sebagai orang Kristen, kita meyakini bisa melewati semuanya itu. Tentu bukan semata-mata karena kekuatan kita. Juga bukan karena kuasa  dewa/dewi atau kekuatan lainnya. Kita percaya bahwa dalam kesulitan, Tuhan berkuasa melindungi kita. Tuhan selalu punya cara melalui apa saja dan siapapun untuk melindungi kita, juga sekali gus supaya kuasa-Nya dinyatakan. Kiranya menjalani hari ini dan
seterusnya, keyakinan kita tidak berubah, "Sesulit apapun kehidupan ini, Tuhan pasti melindungi (Maz. 46:2)

GB 258:3,4
Doa  : (Ya Allah, mampukan kami untuk mempercayakan diri kami ada kuasa perlindungan-Mu)


MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA
RABU, 27 FEBRUARI 2019 
Renungan Malam
GB.283 : 1 -Berdoa
WALAU SULIT, TETAP MELAYANI

Kisah Para Rasul 28:7-10
Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia. (ay.8).


Kenapa selalu menolong sesama, padahal hidup Ibu juga susah?' Dengan tersenyum Ibu itu menjawab, "Bagi saya hidup adalah memberi manfaat bagi sesarna, supaya Tuhan dimuliakan dan kasih-Nya dinyatakan. Jadi dalam kondisi sesulit apapun, selama saya bisa dan diberi kesempatan oleh Tuhan, saya akan terus berbuat baik."

Menjalani musim dingin di Malta bukan perkara rnudah, namun kuasa Tuhan bagi Paulus dan rombongannya terus berlanjut. Pertama, Publius, sang Gubernur menyarnbut serta menjamu Paulus dan rornbongan dengan sangat ramah selarna tiga hari. Kuasa Allah memelihara mereka melalui Publius. Kedua, kuasa Roh Allah dinyatakan dalam diri Paulus, sehingga melalui doa dan penumpangan tangan, ayah Publius yang sakit dan orang-orang sakit
lainnya disembuhkan oleh kuasa Roh yang bekerja dalam diri Paulus. Ketiga, penduduk Malta sangat menghormati Paulus dan rombongan, sehingga saat hendak melanjutkan pelayaran, mereka membekali Paulus dan rornbongan sesuai keperluan mereka.

Ketiga hal ini merupakan cara Allah menyatakan kuasa-Nya melindungi Paulus dan rombongan di masa sulit dan juga bagi penduduk pulau Malta. Dengan dernikian, pulau Malta bukan hanya tempat perlindungan selama rnusim dingin,,juga menjadi tempat pemberita-
an Iniil tentang kuasa Allah.

GB.233:2,3
Doa : (Ya Ron Kudus, biarlah kuasa-Mu bekerja dalam diri kami agar kami terus melayani untuk rnenyatakan kuasa-Mu).

Label:   Kisah Para Rasul 28:7-10 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB - Kamis, 28 Februari 2019 - IMAN YANG MENGASIHI - Filemon 1:4-7 - MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB - Selasa, 26 Februari 2019 - MENGABAIKAN PERINGATAN - Kisah Para Rasul 27:9-13 - MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar Kisah Rasul




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392





    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Kenya Worship Songs
    Ghana Worship Songs
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs





    Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 dan Tata Ibadah Paskah 21 April 2019 GPIB
    Terlampir disampaikan : 1. Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 2. Tata Ibadah Paskah 21 April 2019



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)


    New Submit
    Jumat, 26 April 2019
    Were You There - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    It Is No Secret (What God Can Do) - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Nearer My God To Thee - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    God Bless America - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Wholy Holy - Aretha Franklin

    Jumat, 26 April 2019
    Respect - Aretha Franklin

    Kamis, 25 April 2019
    When I Get Where I'm Going - Brad Paisley Feat. Dolly Parton

    Kamis, 25 April 2019
    Holes in the Floor of Heaven - Steve Wariner

    Kamis, 25 April 2019
    You're Not My God - Keith Urban

    Kamis, 25 April 2019
    The Old Rugged Cross - Johnny Cash

    Kamis, 25 April 2019
    The Little Girl - John Michael Montgomery

    Rabu, 24 April 2019
    Overcome - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    This Is My Story (My Song) - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    When I See You - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    Freedom In The Spirit - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    For Us - Sarah Kroger

    Minggu, 21 April 2019
    Come Back Home - Manafest feat. Trevor McNevan

    Sabtu, 20 April 2019
    How He Loves - Peter Mattis | Bethel Music

    Sabtu, 20 April 2019
    Still - Amanda Lindsey Cook

    Jumat, 19 April 2019
    With You On My Mind - Kenny Smith

    Pemilihan Presiden
    Quick Count    |    Real Count

    christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,