Save Page
Lukas 7:11-17
Yesus membangkitkan anak muda di Nain
7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" 7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" 7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." 7:17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Penjelasan:

* Luk 7:11 - Nain
Nain terletak sekitar sepuluh mil di sebelah tenggara Nazaret. Dekat gerbang timur kota ini, di jalan yang menuju ke Kapernaum terdapat pekuburan batu. Yesus, yang menuju ke Nain dari Kapernaum, mungkin bertemu dengan arak-arakan yang keluar dari kota menuju ke kuburan tersebut.

* Luk 7:12 - Janda // Banyak orang
Janda. Nasib seorang janda di Timur menyedihkan, sebab dia tidak mudah memperoleh pekerjaan yang menguntungkan sehingga ia sangat bergantung pada keluarga laki-laki yang paling dekat. Banyak orang. Terdapat banyak saksi yang melihat mukjizat tersebut, sehingga mereka dapat membuktikan kebenaran kejadian itu.

* Luk 7:13 - Jangan menangis
Jangan menangis. Menangis dengan keras adalah biasa pada penguburan di daerah Timur: sesungguhnya, sering orang disewa untuk menangis pada peristiwa demikian. Perintah untuk berhenti menangis, apalagi diucapkan oleh orang yang asing sama sekali, bisa kelihatan tidak sopan.

* Luk 7:14 - Usungan
Usungan. Kata Yunani yang dipakai menunjuk kepada sebuah usungan tempat mayat dibaringkan atau kepada peti matinya.

* Luk 7:16 - Semua orang itu ketakutan // Allah telah melawat umat-Nya
Semua orang itu ketakutan. Kebangkitan mendadak dari mayat itu pastilah menakutkan bagi orang-orang yang ikut di dalam barisan pengantar itu. sekalipun mereka juga bersukacita atas peristiwa tersebut. Allah telah melawat umat-Nya. Selama bertahun-tahun tidak ada kesaksian nabi di Israel. Daya tarik mukjizat ini mendorong orang-orang tersebut untuk percaya bahwa Yesus pasti seorang nabi.

* Janda dari Nain (7:11-18)
    Di sini diceritakan tentang bagaimana Kristus membangkitkan anak janda dari Nain, yang mati dan sedang diusung keluar untuk dikuburkan. Kisah ini tidak disebut-sebut oleh Matius dan Markus. Matius hanya mencatat peristiwa ini secara umum saja, yakni dalam jawaban Kristus kepada murid-murid Yohanes, bahwa orang mati dibangkitkan (Mat. 11:5).
    Perhatikanlah:

    I. Di mana dan kapan mujizat ini diadakan. Peristiwa ini terjadi sehari setelah Ia menyembuhkan hamba perwira itu (ay. 11). Kristus melakukan perbuatan baik setiap hari, dan karena itu Ia tidak pernah mengeluh telah kehilangan suatu hari. Mujizat ini terjadi di pintu gerbang sebuah kota kecil bernama Nain, tidak jauh dari Kapernaum, mungkin juga sama dengan kota bernama Nais yang dibicarakan Jerome, seorang Bapa Gereja.
    II. Siapa yang menjadi saksi peristiwa itu. Hal ini telah terbukti kebenarannya karena diadakan di depan dua kelompok orang banyak yang berpapasan di pintu gerbang kota atau tidak jauh dari situ. Di sana terdapat kerumunan murid-murid serta orang banyak yang menyertai Kristus (ay. 11), dan kelompok kerabat dan tetangga yang mengantar pemuda yang hendak dikuburkan itu (ay. 12). Jadi, di situ terdapat cukup banyak saksi yang dapat menyokong kebenaran mujizat ini, yang memberikan bukti tambahan tentang wewenang atau otoritas ilahi Kristus. Bukti ini lebih besar daripada penyembuhan penyakit-penyakit, karena tidak ada kuasa alam atau sarana apa pun yang mampu membangkitkan orang mati.
    III. Bagaimana mujizat itu diadakan oleh Yesus Tuhan kita.
        . Orang yang dibangkitkan itu adalah seorang anak muda, yang dijemput maut di masa mudanya -- suatu hal yang umum, seperti bunga ia berkembang, lalu layu. Semua orang sependapat bahwa ia benar-benar sudah mati. Tidak ada persekongkolan dalam hal ini. Kristus sedang memasuki pintu gerbang kota, dan belum pernah berjumpa dengan anak muda ini sampai ketika Ia melihatnya di atas usungan. Anak muda itu diusung keluar kota, sebab kuburan orang Yahudi terletak di luar kota dan cukup jauh dari situ. Anak muda ini adalah anak tunggal ibunya, sedangkan ibunya sudah janda. Perempuan ini mengandalkan putranya untuk menjadi penopang hidup di hari tuanya. Namun, anak muda ini ternyata bagaikan buluh yang patah, seperti yang terjadi dengan setiap orang yang berada di puncak hidupnya. Betapa sering, betapa beragam, dan betapa celakanya kemalangan yang menimpa orang-orang yang menderita di dunia ini! Betapa banyaknya air mata yang tercurah! Betapa miripnya dengan Bokhim, tempat orang menangis-nangis! Bisa kita bayangkan betapa dalamnya kesedihan ibu yang malang itu atas anak tunggalnya itu (dukacita seperti ini mengacu pada ungkapan kesedihan yang luar biasa -- Za. 12:10), dan terlebih dalam lagi karena perempuan itu seorang janda, yang hancur luluh hatinya dan tidak punya penghiburan lagi. Banyak orang dari kota itu menyertainya, turut berduka atas kehilangannya, dan mau mengiburnya.
        . Dengan membangkitkan anak muda itu, Kristus menunjukkan belas kasihan dan kuasa-Nya, supaya Ia dapat memberikan contoh mengenai kedua hal tersebut, yang bersinar begitu terang dalam karya penebusan umat manusia.
            (1) Lihatlah betapa tergerak hati-Nya oleh belas kasihan terhadap mereka yang menderita (ay. 13). Ketika Tuhan melihat janda yang malang itu mengiring putranya menuju makam, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepadanya. Di sini tidak ada permohonan kepada-Nya untuk perempuan itu, bahkan tidak juga Ia mengucapkan beberapa patah kata untuk menghibur janda itu. Namun, ex mero motu -- semata-mata karena sifat-Nya yang baik, Ia merasa sedih melihat perempuan itu. Kejadian ini memang sungguh membangkitkan rasa iba, dan Ia menyaksikannya dengan rasa kasihan. Apa yang dilihat-Nya itu amat menyentuh hati-Nya, sehingga Ia pun berkata kepadanya, "Jangan menangis!" Perhatikanlah, Kristus menaruh perhatian terhadap orang-orang yang berkabung, terhadap mereka yang kesusahan, dan Ia sering menyambut mereka dengan berkat melimpah. Ia menjalankan karya penebusan dan penyelamatan bagi kita dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya (Yes. 63:9). Betapa menyenangkannya bagi kita, Tuhan Yesus itu sungguh penuh dengan rasa kasihan. Rahmat-Nya berkelimpahan, amat menghibur ketika kita sedang berduka! Biarlah para janda yang malang merasa terhibur dalam kedukaan mereka, karena Kristus mengasihani mereka dan tahu bahwa jiwa mereka menderita. Orang lain bisa saja memandang rendah kedukaan mereka, tetapi Ia tidak seperti itu. Kristus berkata, "Jangan menangis." Ia bisa memberikan janda itu alasan yang tidak bisa diberikan orang lain, "Jangan menangisi anakmu yang mati, sebab sebentar lagi ia akan hidup kembali." Memang ini alasan yang hanya berlaku khusus bagi si janda itu, namun ada juga alasan yang berlaku umum bagi semua orang yang meninggal dalam Yesus, yang kematiannya juga sama meninggalkan rasa duka yang hebat -- yaitu bahwa mereka akan bangkit kembali, dan bangkit dalam kemuliaan. Oleh sebab itu janganlah kita berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan (1Tes. 4:13). Biarlah Rahel yang menangisi anak-anaknya, mencegah matanya dari mencucurkan air mata, sebab masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman TUHAN; anak-anak akan kembali ke daerah mereka (Yer. 31:16-17). Dalam saat-saat seperti itu, biarlah rasa kasihan kita terkendali, dengan mengingat belas kasihan Kristus.
            (2) Lihatlah betapa perintah-Nya menang atas maut itu sendiri (ay. 14): Sambil menghampiri usungan atau peti mati itu, tempat jasad anak muda itu diletakkan, Ia menyentuhnya, sebab tidak ada yang najis bagi-Nya. Dengan sikap ini Ia memberikan isyarat kepada para pengusung keranda agar mereka berhenti. Ada sesuatu yang perlu dikatakan-Nya kepada anak muda yang sudah mati itu. "Lepaskanlah dia, supaya jangan ia turun ke liang kubur; uang tebusan telah Kuperoleh" (Ayb. 33:24). Segera saja para pengusung itu berhenti, dan boleh jadi mereka meletakkan usungan itu di tanah dan membuka peti matinya jika tertutup. Kemudian, dengan penuh khidmat, sebagai orang yang memiliki kuasa dan berkuasa atas maut, Ia berkata, "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Anak muda itu sudah mati dan tidak mampu bangkit berdiri dengan kekuatan sendiri (sama seperti orang yang mati secara rohani karena pelanggaran dan dosa-dosanya). Namun, bagi Kristus sama sekali tidak mustahil untuk menyuruhnya bangkit, ketika kuasa yang mengalir bersama perkataan itu menghidupkannya kembali. Panggilan Injil kepada semua orang, teristimewa kepada kaum muda, adalah, "Bangkitlah, bangkitlah dari antara orang mati, dan Kristus akan memberimu terang dan kehidupan." Kuasa Kristus atas maut terbukti melalui akibat langsung dari perkataan-Nya itu (ay. 15), Maka bangunlah orang yang sudah mati itu. Apakah kita memiliki anugerah Kristus? Biarlah kita menunjukkannya. Bukti lain bahwa anak muda itu hidup adalah ia mulai berkata-kata. Kapan saja Kristus memberikan kehidupan rohani kepada kita, Ia akan membuka mulut orang untuk berdoa dan memuji. Akhirnya, Ia tidak mewajibkan anak muda yang diberi-Nya hidup itu untuk mengikuti-Nya dan menjadi murid-Nya, untuk melayani-Nya (meskipun anak muda itu berutang budi kepada-Nya), apalagi untuk sampai menjadikannya semacam piala kemenangan atau pameran untuk memperoleh hormat melalui dia. Sebaliknya, Ia menyerahkannya kepada ibunya, supaya ia mengurus ibunya sebagai putra yang berbakti. Ini dilakukan-Nya karena semua mujizat yang diadakan-Nya didasarkan atas rasa iba. Begitu pula, mujizat yang satu ini merupakan tindakan rahmat yang teramat besar bagi perempuan janda ini. Sekarang ia terhibur di tengah masa penderitaannya yang luar biasa, sebab sekarang ia dapat memandang anaknya sebagai kesukaan sorga dengan sukacita yang lebih besar daripada ketika ia belum mati.
    IV. Pengaruh mujizat ini ke atas orang banyak (ay. 16). Semua orang itu ketakutan. Mereka semua ketakutan melihat orang mati bangkit dan keluar dari peti matinya atas perintah seseorang. Mereka terperangah dan takjub melihat mujizat-Nya, lalu memuliakan Allah. Tuhan dan kebaikan-Nya, seperti halnya Tuhan dan kebesaran-Nya, memang patut ditakuti. Kesimpulan yang mereka tarik dari kejadian itu adalah, "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, nabi besar yang selama ini kita cari-cari. Tak pelak lagi, Dialah yang menerima ilham ilahi sehingga mampu meniupkan nafas kehidupan ke dalam diri orang mati, dan di dalam-Nya Allah melawat umat-Nya untuk menebus mereka seperti yang dinanti-nantikan" (Luk. 1:68). Ini akan benar-benar menjadi hidup dari antara orang mati bagi semua orang yang menanti-nantikan penghiburan bagi Israel. Ketika jiwa-jiwa yang mati dibangkitkan untuk memperoleh kehidupan rohani, yaitu oleh kuasa ilahi yang menyertai Injil, kita harus memuliakan Allah, dan memandang peristiwa ini sebagai lawatan-Nya yang penuh rahmat kepada umat-Nya.

    Berita tentang mujizat ini tersebar:
        . Secara umum ke segenap penjuru negeri (ay. 17). Maka kabar tentang Yesus, bahwa Dia adalah nabi yang besar, tersiar luas di seluruh Yudea, yang mencakup daerah yang sangat luas, dan ke seluruh Galilea yang termasuk daerah sekitarnya. Banyak orang mendengar berita tentang diri-Nya, tetapi hanya sedikit yang percaya dan menyerahkan diri kepada-Nya. Banyak yang mendengar kabar tentang Injil Kristus tetapi tidak mengecap dan menikmatinya dalam jiwa mereka.
        . Berita ini khususnya dibawa kepada Yohanes Pembaptis yang saat itu sedang dipenjarakan (ay 18). Murid-muridnya datang dan menceritakan semua hal ini supaya ia tahu bahwa meskipun ia terbelenggu, firman Allah tidak terbelenggu. Pekerjaan Allah terus berjalan meskipun ia tersisih.



SBU

MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA
SABTU, 2 MARET 2019
Renungan Pagi
GB.345:1 -Berdoa
TUAN YANG BAIK DAN PENUH KASIH

Lukas 7:1-10
Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. (ay 2)

Seorang tuan berhak menjual hambanya yangbsakit dan tidak barguna lagi untuk rnembeli budak yang lebih kuat. Hamba yang sakit dianggap merugikan, karena sakitnya dia tidak bisa
bekerja untuk melayani keinginan tuannya.

Namun, perwira di Kapernaum itu tidak menjual hambanya. Dia mengusahakan kesembuhan harnbanya, Karena dia mengasihi dan menghargai hambanya. Dia melakukan berbagai usaha untuk menemui Yesus. Melalui perantaraan tua-tua Yahudi, ia memohon agar Yesus datang menyembuhkan hambanya. Walaupun bukan orang Yahudi, perwira itu menunjukkan kebaikan hati dengan membangun rumah ibadat orang Yahudi, sehingga tua-tua Yahudi itu
memohon kepada Yesus, "la Iayak Engkau tolong. " Kemungkinan besar perwira ini seorang yang saleh dan takut akan Allah (separti Kornelius, Kis.10:1-2). Dia memohon kepada Yesus melalui para sahabatnya agar Yesus tidak perlu datang ke rumahnya, sebab ia merasa dirinya tidak layak. Sungguh, ia seorang yang rendah hati. Sebagai orang bukan Yahudi dia tahu diri, supaya Yesus tidak usah "menajiskan" dirinya dengan memasuki rumah seorang yang
bukan Yahudi (Kis.10:28). Itulah sebabnya mengapa ia sendiri tidak langsung pergi menemui Yesus. Perwira itu percaya bahwa sekalipun tldak datang ke rumahnya, Yesus dapat menyembuhkan hambanya hanya dengan mengllcapkan "sepatah kata". Yesus menilai
bahwa sikap yang ditunjukkan oleh perwira itu adalah sikap iman yang banar sehingga Dia menyembuhkan hamba perwira itu.

Saudaraku, merendahkan, melecehkan, menindas, merampas hak-hak hidup sesama manusia, bukanlah sikap orang yang beriman kepada Kristus. Baik hati, rendah hati, menghargai dan mengasihi sesame. manusia itulah sikap iman yang benar dan mesti kita
tunjukkan bagi sesarna kita. Ingatlah, Allah mengetahui apa yang kita lakukan. dihadapan-Nya kita semua sama, karena Dia tidak memandang muka (Ef.6:9). Dia tidak membedakan orang, karena Yesus adalah Tuhan sernua orang (Kis.10:34, 36).

GB.345:2,3
Doa : (Ya Allah Mahakaslh, rnampukan karnl menghargai dan mangaslhi sesama kami manusia sabagai wujud iman yang kapada-Mu)



MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA
SABTU, 2 MARET 2019
Renungan Malam
GB 220:1 -Berdoa
BELAS KASIHAN

Lukas 7:11-17
...ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" (ay 13)

Belas kasihan biasa disebut welas asih atau kepedulian. Belas kasihan adalah emosi manusia yang muncul akibat penderitaan Orang lain. Lebih kuat daripada empati, perasaan ini biasanya memunculkan usaha untuk mengurangi penderitaaan orang Iain.

Saat Yesus dan rombongan masuk ke kota Nain, saat itu pula suatu rombongan pengantar mayat sedang menuju ke luar kota. Yang mati adalah seorang anak Iaki-Iaki, anak tunggal dari seorang ibu yang sudah janda. Yesus melihat peristiwa yang sangat menyedihkan ini: seorang ibu janda yang sedang rnenangis pilu meratapi kematian anak Iaki-Iaki anak satu-satunya. Melihat kehilangan dan dukacita darl ibu janda itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas
kasihan. "Jangan menangis," merupakan tindakan Yesus yang mengerti dan peduli akan penderitaan yang dirasakan oleh ibu janda itu. Belas kasihan Yesus mernbuat-Nya tidak mempedulikan larangan di kalangan orang Yahudi untuk tidak menyentuh mayat; jika menyentuh mayat, maka orang yang menyentuh mayat itu menjadi najis. Yesus tersentuh dengan kehilangan dan dukacita mandalam yang dialami oleh janda itu, karena itu dengan penuh kasih dan kepedulian Dia tergerak menolong dan menghilangkan dukacitanya. Yesus menyentuh mayat anak muda itu dan dengan perkataan-Nya yang penuh kuasa Ilahi, Dia membangkitkan anak muda itu.

Saudaraku. terharu, sedih, menangis, merasa kasihan bukanlah belas kasihan. Belas kasihan adalah tindakan yang didasarkan kasih dan kepedulian yang dalam untuk menolong meringankan penderitaan orang lain. Belas kasihan bukan hanya sekadar kata-kata dan perasaan. Belas kasihan selalu disertai tindakan untuk menolong atau mambantu. Sebagai orang Kristen, kita dinasihatkan agar menunjukkan "beias kasihan" yang didasarkan "kasih dalam hal saling membantu" (Kol.3:12; Ef.4:2b).

dboa : (Ya Allah Mahakaslh, mampukanlah kami menuniukkan belaa kaslh dengan menolong sesama yang manderita)


Label:   Lukas 7:11-17 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 3 MARET 2019 - POLA HIDUP TERBERKATI - Mazmur 133:1-3 (SGD) - HARI MINGGU VIII SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB - Jumat, 1 Maret 2019 - MEMBAWA KEPADA YESUS (2) - Markus 8:22-26 - MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar Lukas




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392





    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Kenya Worship Songs
    Ghana Worship Songs
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs





    Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 dan Tata Ibadah Paskah 21 April 2019 GPIB
    Terlampir disampaikan : 1. Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 2. Tata Ibadah Paskah 21 April 2019



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)


    New Submit
    Jumat, 26 April 2019
    Were You There - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    It Is No Secret (What God Can Do) - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Nearer My God To Thee - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    God Bless America - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Wholy Holy - Aretha Franklin

    Jumat, 26 April 2019
    Respect - Aretha Franklin

    Kamis, 25 April 2019
    When I Get Where I'm Going - Brad Paisley Feat. Dolly Parton

    Kamis, 25 April 2019
    Holes in the Floor of Heaven - Steve Wariner

    Kamis, 25 April 2019
    You're Not My God - Keith Urban

    Kamis, 25 April 2019
    The Old Rugged Cross - Johnny Cash

    Kamis, 25 April 2019
    The Little Girl - John Michael Montgomery

    Rabu, 24 April 2019
    Overcome - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    This Is My Story (My Song) - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    When I See You - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    Freedom In The Spirit - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    For Us - Sarah Kroger

    Minggu, 21 April 2019
    Come Back Home - Manafest feat. Trevor McNevan

    Sabtu, 20 April 2019
    How He Loves - Peter Mattis | Bethel Music

    Sabtu, 20 April 2019
    Still - Amanda Lindsey Cook

    Jumat, 19 April 2019
    With You On My Mind - Kenny Smith

    Pemilihan Presiden
    Quick Count    |    Real Count

    christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,