Dilihat: 190 x

Save Page
Kisah Para Rasul 16:25-28
16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. 16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. 16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. 16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"

Penjelasan:


* Misi Kedua: Asia Kecil dan Eropa (15:36-18:22).
Lukas sekarang mencatat persiapan dari apa yang kita namakan perjalanan pemberitaan Injil yang kedua. Sesudah jangka waktu yang tidak disebutkan, Paulus berniat mengunjungi kembali dan memperkuat gereja-gereja yang sudah berdiri. Waktu itulah sayangnya terjadi suatu perbedaan pendapat di antara Paulus dan Barnabas. Barnabas ingin membawa Yohanes Markus yang pernah menyertai mereka dalam perjalanan pemberitaan Injil yang pertama, tetapi meninggalkan mereka ketika tiba di dataran Asia Kecil dan kembali ke Antiokhia. Paulus menganggap tindakan ini sebagai bukti yang begitu nyata tentang ketidakmantapan sehingga dia menolak keinginan Barnabas. Akibatnya adalah perpisahan di antara Paulus dengan Barnabas. Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus untuk mengunjungi gereja-gereja yang didirikan pada perjalanan pemberitaan Injil yang pertama. Paulus meminta Yerusalem mengirimkan Silas, yang baru saja berkunjung ke Antiokhia dan yang dipandang oleh sang rasul sebagai orang yang dapat diandalkan.

* Kis 16:26
Ramsay mengatakan bahwa seseorang yang sudah pernah melihat penjara di Turki tidak akan heran melihat akibat dari gempa bumi ini. Pintu terpental terbuka dam balok-balok terlepas dari tembok.

* Kis 16:27
Ketika kepala penjara terbangun dan menjumpai pintu-pintu penjara terbuka lebar dia beranggapan bahwa para tahanan sudah melarikan diri. Melihat kenyataan itu dia berniat untuk melakukan satu-satunya tindakan terhormat yang masih dapat dilakukan olehnya yaitu bunuh diri.

* Kis 16:28
Sekalipun tidak ada lampu di dalam penjara itu, dari penjara di bawah tanah Paulus dapat melihat bayangan kepala penjara di pintu, dan langsung mengerti apa yang akan dilakukan orang itu. Seruannya menyelamatkan nyawa sang kepala penjara.

* Paulus dan Silas di Penjara; Kepala Penjara di Filipi Dimenangkan ( Kis 16:25-28)
    Di sini diceritakan bahwa rencana orang-orang yang menganiaya Paulus dan Silas dikacaukan dan dihancurkan.
 Para penganiaya itu bertujuan melemahkan hati para pemberita Injil dan membuat mereka putus asa, membuat mereka muak terhadap tujuan pekerjaan mereka dan merasa lelah terhadap pekerjaan itu. Namun di sini kita mendapati bahwa mereka berdua tabah serta dikuatkan.
            1. Mereka sendiri bersikap tabah, luar biasa tabah. Tidak pernah ada tawanan malang yang begitu gembira, dan sedikit pun tidak menyimpan di dalam hati kekerasan yang mereka terima. Mari kita renungkan keadaan mereka. Para praetor atau penguasa Romawi telah menyuruh supaya ke hadapan mereka dibawa tongkat-tongkat, dan kapak diikat pada tongkat-tongkat itu, yang dinamakan fascis dan securis. Sekarang mereka sudah merasakan bagaimana dipukul dengan tongkat, cambuk telah dipecutkan pada punggung mereka, dan mengakibatkan bilur-bilur yang panjang. Bilur-bilur yang ada pada tubuh mereka sangat menyakitkan, dan orang akan menduga bahwa mereka akan mengeluh karena sakit dan rasa perih pada punggung serta bahu mereka. Ini masih belum semuanya. Mereka mempunyai alasan untuk takut menghadapi hukuman penggal. Guru mereka sudah terlebih dahulu dicambuk dan setelah itu disalibkan, dan mereka pun boleh menantikan nasib yang sama. Saat itu mereka berada di dalam penjara yang paling tengah, dan kaki mereka dipasung, dan menurut beberapa orang, pasung itu tidak sekadar menawan mereka tetapi juga menyakiti mereka. Namun kira-kira tengah malam, ketika seharusnya mereka mencoba beristirahat kalau bisa, mereka justru berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah.
                (1) Mereka berdoa bersama-sama, berdoa kepada Allah supaya menopang dan menghibur mereka dalam kesusahan, supaya Ia mengunjungi mereka, seperti yang dilakukan-Nya kepada Yusuf di dalam penjara, dan menyertai mereka. Paulus dan Silas berdoa supaya penghiburan mereka di dalam Kristus melimpah, seperti halnya kesukaran mereka bagi Dia juga melimpah. Mereka berdoa supaya bahkan ikatan dan bilur-bilur yang mereka alami justru dapat menyebarkan Injil lebih lagi. Mereka berdoa bagi orang-orang yang menganiaya mereka, supaya Allah mengampuni dan membalikkan hati mereka. Semua itu tidak dilakukan pada waktu yang biasa dipakai untuk berdoa, tetapi di tengah malam. Itu bukan dilakukan di tempat sembahyang, melainkan di dalam penjara bawah tanah. Namun demikian, itu merupakan saat yang tepat untuk berdoa, dan doa itu diterima. Seperti halnya di dalam gelap, dari tempat-tempat terdalam pun kita bisa berdoa kepada Allah. Tidak ada tempat ataupun waktu yang tidak cocok dipakai untuk berdoa, jika hati diangkat kepada Allah. Barangsiapa bersama-sama mengalami kesusahan harus berdoa bersama-sama. Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa. Tidak ada persoalan apa pun, seberapa pun beratnya, yang boleh mencegah kita berdoa.
                (2) Mereka menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Mereka memuji Allah. Demikianlah kita harus mengucap syukur dalam segala hal. Kita tidak akan kekurangan alasan untuk memuji, jika kita tidak kekurangan hati. Dan jika penjara bawah tanah dan sepasang pasungan saja tidak berhasil menghalangi hati seorang anak Allah untuk melakukan tugas ini, apa lagi yang bisa melakukannya? Mereka memuji Allah karena mereka telah dianggap pantas untuk menderita malu bagi nama-Nya, dan karena Allah sangat menopang dan menguatkan mereka di dalam penderitaan mereka, dan karena mereka merasakan bahwa penghiburan ilahi begitu manis, begitu kuat di dalam jiwa mereka. Mereka tidak hanya memuji Tuhan, tetapi juga menyanyikan puji-pujian kepada-Nya, dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani, entah itu dari Daud, ataupun dari lagu-lagu yang lebih baru, atau nyanyian mereka sendiri, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Karena aturan kita adalah barangsiapa menderita harus berdoa, maka, ketika mengalami penderitaan, mereka pun berdoa. Demikian pula, aturan kita mengatakan bahwa barangsiapa bergembira, haruslah ia bernyanyi mazmur (Yak. 5:13). Maka dari itu, karena bergembira dalam penderitaan mereka, mengalami sukacita ilahi, mereka pun menyanyi. Ini membuktikan bahwa bernyanyi mazmur merupakan ketetapan Injil, dan harus dilakukan oleh semua orang Kristen yang baik. Dan ini ditetapkan bukan hanya untuk mengungkapkan kegembiraan ketika mengalami kemenangan, tetapi juga untuk menyeimbangkan dan melepaskan dukacita mereka ketika menghadapi persoalan. Mereka menyanyi pada tengah malam, sesuai teladan yang diberikan oleh sang pemazmur Israel yang manis (Mzm. 119:62): Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu.
                (3) Di sini disebutkan bahwa orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Sekiranya para tawanan tidak mendengar mereka berdoa, setidaknya mereka mendengar Paulus dan Silas menyanyi puji-pujian.
                    [1] Ini menunjukkan betapa sungguh-sungguhnya mereka berdua menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Mereka menyanyi begitu lantang, sehingga meskipun ada di dalam penjara bahwa tanah, suara mereka terdengar sampai ke seluruh penjara. Bahkan begitu keras sehingga para tawanan terbangun, karena kita bisa menduga bahwa pada tengah malam, mereka semua sedang tidur. Kita harus menyanyi mazmur pujian dengan segenap hati. Orang-orang kudus dipanggil untuk bernyanyi dengan sorak-sorai di atas tempat tidur mereka (Mzm. 149:5). Namun, kasih karunia Injil membawa hal ini lebih jauh lagi, dan memberi kita teladan mengenai orang-orang yang menyanyi dengan lantang di dalam penjara, dalam keadaan terpasung.
                    [2] Meskipun mereka tahu bahwa para tawanan akan mendengar mereka, mereka tetap menyanyi dengan lantang, karena mereka tidak malu akan Guru mereka, ataupun karena melayani-Nya. Haruskah orang-orang yang hendak menyanyi mazmur di dalam rumah mereka membuat alasan, bahwa karena takut tetangga mereka mendengar, maka mereka tidak perlu melakukan kewajiban ibadah mereka? Padahal, orang-orang yang menyanyikan lagu-lagu duniawi meraung-raung, dan tidak peduli siapa yang mendengarkan.
                    [3] Para tawanan dibuat mendengar nyanyian Paulus dan Silas di dalam penjara, supaya mereka siap untuk melihat kebaikan mujizat yang ditunjukkan kepada mereka semua, oleh karena Paulus dan Silas, ketika pintu-pintu penjara terbuka. Melalui penghiburan luar biasa yang memenuhi diri Paulus dan Silas, dikumandangkanlah bahwa Dia yang mereka beritakan itulah penghiburan bagi Israel. Biarlah para tawanan yang bermaksud menentang Dia mendengar dan menjadi gemetar di hadapan-Nya. Dan biarlah siapa yang setia kepada-Nya mendengar dan bersorak, dan mendapatkan penghiburan akan pengharapan yang dikabarkan kepada orang-orang tahanan (Za. 9:12).
            2. Allah menguatkan hati mereka dengan luar biasa melalui tanda penampakan-Nya kepada mereka (ay. Kis 16:26).
                (1) Tiba-tiba terjadilah gempa yang hebat. Seberapa jauh gempa itu terasa kita tidak diberitahu, tetapi goncangan di tempat itu begitu kuat sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Ketika para tahanan mendengarkan penyembahan Paulus dan Silas di tengah malam, dan mungkin sambil menertawakan dan mengejek mereka, gempa ini pasti membuat mereka sangat ketakutan, dan meyakinkan mereka bahwa kedua orang ini adalah orang-orang kesayangan sorga, dan begitu mendapat penghargaan di mata Allah. Kita menyaksikan bahwa tempat sembahyang menjadi goyang, sebagai jawaban atas doa mereka, dan sebagai tanda bahwa Allah menerima doa mereka ( Kis 4:31). Di sini, penjara itu tergoncang. Tuhanlah yang ada di dalam gempa ini, untuk menunjukkan murka-Nya atas kejahatan yang diperbuat terhadap hamba-hamba-Nya, untuk memberikan kesaksian kepada mereka yang mengandalkan dunia, bahwa apa yang mereka andalkan itu sesungguhnya lemah dan goyah. Juga, untuk mengajarkan kepada orang-orang bahwa meskipun bumi bergoncang, mereka tidak perlu takut.
                (2) Pintu penjara terlempar dan terbuka, dan pasung para tawanan terlepas. Terlepaslah belenggu mereka semua. Mungkin para tawanan ini, ketika mendengar Paulus dan Silas berdoa dan menyanyi puji-pujian, mengagumi mereka, berbicara penuh hormat tentang mereka, dan mengucapkan apa yang diucapkan hamba perempuan itu mengenai mereka: Sungguh, orang-orang ini adalah hamba Allah yang Hidup. Sebagai balasan kepada mereka atas pandangan baik mereka terhadap Paulus dan Silas, serta untuk meneguhkan mereka karena itu, mereka mendapat bagian dalam mujizat itu, dan terlepaslah belenggu mereka. Seperti ketika sesudah itu Allah membuat semua orang yang ada bersama-sama dengan Paulus di kapal itu selamat karena Paulus (28:24), demikian pula sekarang Dia membuat semua orang yang ada di dalam penjara bersama Paulus selamat karena dia. Dengan ini Allah menunjukkan kepada semua tawanan itu, seperti yang diamati Grotius, bahwa para rasul itu, ketika memberitakan Injil, menjadi berkat bagi umat manusia, karena mereka memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara (Yes. 61:1). Et per eos solvi animorum vincula – dan karena mereka ikatan jiwa pun dilepaskan.
        II. Orang-orang yang menganiaya mereka bermaksud menghentikan kemajuan Injil, supaya tidak ada lagi orang yang menerimanya. Karena itu, mereka bermaksud mengacaukan pertemuan yang diadakan di tepi sungai, supaya tidak ada lagi hati yang dibukakan di sana. Namun di sini kita mendapati bahwa petobat baru justru muncul di dalam penjara. Tempat itu berubah menjadi tempat ibadah, dan piala kemenangan Injil ditegakkan di sana. Sedangkan kepala penjara, hamba mereka sendiri, telah menjadi hamba Kristus. Mungkin beberapa dari para tawanan itu, jika bukan semuanya, juga dimenangkan. Pastilah mujizat yang terjadi pada tubuh mereka, dengan terlepasnya ikatan mereka, juga terjadi pada jiwa mereka. Lihat Ayub 36:8-10; Mazmur 107:14-15. Namun hanya pertobatan kepala penjara saja yang dicatat.
            1. Kepala penjara itu takut kehilangan nyawanya, dan Paulus menenangkan dia mengenai hal ini (ay. Kis 16:27-28).
                (1) Dia terjaga dari tidurnya. Mungkin goncangan gempa itulah yang membangunkannya, dan juga terbukanya pintu penjara, serta ungkapan sukacita dan keheranan dari para tawanan, ketika di dalam gelap mereka mendapati ikatan mereka terlepas, dan kemudian saling menceritakan apa yang mereka rasakan. Ini sudah cukup untuk membangunkan kepala penjara itu, yang pekerjaannya mengharuskan dirinya tidak sulit terjaga. Bangunnya kepala penjara itu dari tidurnya menandakan bangunnya hati nuraninya dari tidur rohaninya. Panggilan Injil adalah, Bangunlah, hai kamu yang tidur (Ef. 5:14), seperti yang dialami Yunus (Yun. 1:6).
                (2) Ia melihat pintu-pintu penjara terbuka, dan mengira, seperti yang mungkin akan dilakukannya, bahwa para tawanan sudah melarikan diri. Dan jika demikian, apa yang akan terjadi padanya? Dia tahu hukum Roma yang berlaku mengenai hal itu, dan belum lama hukum itu dijalankan atas para penjaga yang telah membiarkan Petrus melarikan diri ( Kis 12:19). Aturan ini dibuat menurut apa yang dikatakan nabi (1Raj. 20:39, 42), Jagalah orang ini, jika ia hilang dengan cara bagaimanapun juga, maka nyawamu adalah ganti nyawanya. Namun, setelah peristiwa ini, para penegak hukum Roma, dalam menafsirkan hukum ini, yakni De custodia reorum – penahanan penjahat (yang menetapkan bahwa penjaga harus menjalani hukuman yang sama yang semestinya diberikan kepada tawanan jika tawanan itu melarikan diri), memberikan perkecualian dalam hal tahanan yang lolos karena mujizat.
                (3) Dalam ketakutannya, ia menghunus pedangnya dan hendak membunuh diri, untuk mencegah terjadinya kematian yang lebih mengerikan, yang sudah ia duga akan diterimanya karena membiarkan para tahanan melarikan diri dan tidak bisa menjaga mereka baik-baik. Ia sudah diberi tugas supaya menjaga Paulus dan Silas dengan luar biasa ketat, jadi ia sadar betapa berat hukumannya jika mereka sampai kabur. Para filsuf umumnya membolehkan tindakan bunuh diri. Seneca, seorang filsuf Romawi, meresepkannya sebagai obat terakhir yang boleh diambil oleh orang-orang yang tertekan. Golongan Stoa, meskipun mengaku-ngaku sudah menaklukkan nafsu, sejauh ini menyerah pada nafsu itu sendiri. Sedangkan golongan Epikuros, yang memperbolehkan kenikmatan indrawi, memilih menghindari penderitaannya dengan mengakhiri hidup. Kepala penjara ini mengira bahwa tidak ada salahnya bertindak mendahului kematiannya sendiri. Namun Kekristenan membuktikan dirinya sebagai berasal dari Allah melalui masalah ini, dengan menjaga kita untuk tetap memegang hukum penciptaan kita. Kekristenan menghidupkan, menguatkan, dan menegakkan hukum penciptaan itu, dan mewajibkan kita untuk berlaku adil terhadap hidup kita, dan mengajar kita untuk dengan gembira menerima hidup kita apa adanya, tetapi dengan berani menjaganya dari kejahatan kita.
                (4) Paulus menghentikan perbuatannya (ay. Kis 16:28). Paulus berseru dengan suara nyaring, bukan hanya supaya kepala penjara itu mendengar, tetapi juga supaya ia menaatinya. Katanya, Jangan menyakiti dirimu sendiri. Jangan celakai dirimu. Semua peringatan firman Allah terhadap dosa, segala bentuk dan cara penyampaiannya, memiliki kecenderungan ini, "Jangan celakai dirimu. Lelaki atau perempuan, jangan sakiti, atau hancurkan dirimu. Jangan lukai dirimu, dan dengan demikian tidak ada orang lain yang dapat melukai dirimu. Jangan berbuat dosa, karena tidak ada yang dapat melukai dirimu." Bahkan terhadap tubuh, kita diperingatkan terhadap dosa-dosa yang dapat mencelakakannya, dan diajar untuk membenci daging kita sendiri, tetapi harus mengasuhnya dan merawatinya. Kepala penjara itu tidak perlu takut akan dipanggil untuk mempertanggungjawabkan larinya para tawanan, karena mereka semuanya masih ada di sini. Aneh, tidak ada di antara mereka yang menyelinap pergi, padahal pintu-pintu penjara terbuka dan belenggu-belenggu tangan mereka sudah terlepas. Namun, keheranan merekalah yang menahan mereka, dan karena merasa bahwa mereka terlepas gara-gara doa Paulus dan Silas, mereka tidak mau bergerak kecuali disuruh. Dan Allah memperlihatkan kuasa-Nya dengan mengikat jiwa mereka, seperti yang Ia lakukan dengan melepaskan kaki mereka.


SBU

MINGGU V SESUDAH EPIFANIA
JUMAT, 15 FEBRUARI 2019
Renungan Pagi
GB 55 : 1-Berdoa
INJIL: MEMBELENGGU ATAU MEMERDEKAKAN‘?

Kisah Para Flasul 16:19-24
.... kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.  (ay.24)

Pemulihan yang Paulus lakukan kepada dukun perempuan, ternyala berimbas kepada hilangnya penghasilan para tuan dukun. Oleh karena itu mereka menjadl marah, lalu‘ menangkap serta menyeret Paulus dan Silas kepasar untuk diperhadapkan kepada
pembesar kota (ay. 19]. Mereka menuduh bahwa Paulus dan Silas sebagal orang Yahudi telah mengacaukan kota dengan cara menyebarkan ajaran yang berlentangan dengan adat istiadat nenek moyang. yang tldak berlaku dikalangan masyarakat. Sebab masyarakat Filipi menerapkan adat istiadat Romawi (ay. 21).

Tuduhan seperti itu telah membuai masyarakat sekitar menjadi terhasut. Mereka hangkit menyerang Paulus dan Silas. Lalu pembesar kota menyuruh mengoyakkan baju Paulus dan Silas serta menderanya berkali-kali. Setelah itu. keduanya dimasukkan kedalam penjara (ay 23).

Pertanyaannya adalah. apakah tuduhan tuan-tuan dukun itu benar, jika mengatakan bahwa Paulus telah membuat kekacauan di kota? Jawabnya tidak benar. Justru Paulus telah memperbaiki keadaan sosial dan ekonomi dikota itu Sebab dengan dipulihkannyaa dukun perempuan itu, tidak akan‘ada Iagi yang melakukan praktek perdukunan yang mengandung kebohongan. Masyarakat tidak menyadari bahwa praktek perdukunan bukan saja dapat
mengakibatkan kerugian material melainkan merusak moral - juga akan terpuius hubungan baik dengan Tuhan sanng Pencipta.

Mereka tidak menyadarinya, karena perasaaan dan pikiran mereka menjadi tertutup ketika para tuan dukun berkata tentang adat-istiadat nenek moyang. Begitu juga dengan para pembesar kota yang atas nama stabilitas keamanan, mengeksekusi Petrus dan Silas ke penjara. Sebenarnya pemberitaan tentang Injil Yesus merupakan pemberitaan yang memerdekakan. Hal ini telah dialami oleh dukun yang sudah dipulihkan, namun masih banyak pula yang menolak. Bagaimana dengan saudara dan saya, apakah pemberitaan Injil membuat kita tetap terbelenggu kuasa kegelapan atau menjadi merdeka? Percaya dan terima Yesus, hidup kita dimerdekakan!

GB 55:2
Doa : (Ya Tuhan, berikan keberanan kami menyampaikan berita Injil. Meskipun karenanya fitnah dan kekerasan, akan menimpa kami)



MINGGU V SESUDAH EPIFANIA
JUMAT, 15 FEBRUARI 2019
Renungan Malam
KJ.454 : 1 -Bardoa
DOA DAPAT MENOLONG KITA DARI BERBAGAI BELENGGU

Kisah Para Rasul 16:25-28
Jangan celakakan dirimu... (ay.26)

Dihukum karena melakukan kesalahan adalah wajar. Tetapi kalau dihukum karena difitnah melakukan pelanggaran, temu inf sangat menyakitkan. Jika itu terjadi pada kita, apa yang harus kita lakukan? Mari kita renungkan kembali bacaan malam ini. Paulus dan Silas divonis bersalah dan dimasukan kedalam penjara. Saat tengah malam, Paulus dan Silas rnengadukan semua yang dialami kepada Tuhan Yesus melalui doa. Mereka yakin, bahwa Tuhan tidak pernah tidur dan selalu bersedia menolong anak-anak-Nya yang taat. Paulus dan Silas tidak menjadi marah dan mengutuki orang-orang yang telah membuatnya menderita dipenjara. Mere-ka iklas menjalaninya, bahkan menyanyi dan memuji-muji keagungan Tuhan
(ay. 25).

Tuhan rnengetahui kesungguhan pekerjaan mereka. Lalu bertindak membebaskan mereka melalui cara yang ajaib. Gempa membuat pintu-pintu penjara terbuka. Melihat kejadian itu, kepala penjara menjadi takut. la berfikir, bahwa para tahanan telah malarikan diri, begitu juga dengan Paulus dan Silas. Maka ia berrnaksud ingin mengakhiri hidupnya dengan pedang. Tetapi Paulus menahannya, katanya, "Jangan celakakan dirimu". Paulus dan Silas. dibe-
baskan Tuhan dari belenggu penjara. Laiu mereka berdua membantu membebaskan kepala penjara dari keputusasaan dan kematian.

Tuhan Yesus berkali-kali mengingatkan para murid-Nya untuk senantiasa berdoa dan juga mendoakan musuh yang menganiaya rnereka (Matius 5:44). Doa adalah sarana yang digunakan orang percaya untuk rnembangun hubungan dengan Tuhan. Jika yang
dlbangun adalah hubungan secara pribadi, maka menggunakan metode doa hening atau bersaat teduh akan lebih baik. Apapun metode dan caranya berdoa, sesungguhnya doa menolong kita terlepas dari berbagai belenggu kehidupan. Setidaknya, belenggu yang kita alami tidak lagi membuat kita merasa ditinggalkan Tuhan,

KJ.454 :2

Doa : (Tolonglah kaml ya Tuhan, saat hendak memasuki keheningan-Mu, supaya kaml menladl kuat kemball, setelah menjalani hari kaml yang penat)

Label:   Kisah Para Rasul 16:25-28 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB - Sabtu, 16 Februari 2019 - SELALU ADA PELUANG UNTUK MELAYANI - Kisah Para Rasul 16:35-40 - MINGGU V SESUDAH EPIFANIA

PREV:
KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 - MEMBEBASKAN BELENGGU KEJAHATAN - Kisah Para Rasul 16:16-18 - MINGGU V SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar Kisah Rasul





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 21 Agustus - 2 Tawarikh 4-6


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 18 Agustus 2019
I'm Not Alright - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Changed - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Unstoppable God - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Commitment - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Lazarus - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
No Longer Slaves - Lauren Daigle - spontaneous worship

Minggu, 18 Agustus 2019
Trust In You - Lauren Daigle - Spontaneous Worship

Rabu, 14 Agustus 2019
Jehovah Reigns - Jamel Strong

Selasa, 13 Agustus 2019
Side Of My Heart - Rachael Lampa

Selasa, 13 Agustus 2019
Canvas and Clay - Pat Barrett feat. Ben Smith

Selasa, 13 Agustus 2019
My Reason - Planetshakers

Selasa, 06 Agustus 2019
King of Kings - Hillsong

Selasa, 06 Agustus 2019
Chances - Isaac Carree

Selasa, 06 Agustus 2019
But God - Isaac Carree

Jumat, 02 Agustus 2019
You Know My Name - the Brooklyn Tabernacle Choir

Jumat, 02 Agustus 2019
No Longer Slaves - Zach Williams

Jumat, 02 Agustus 2019
I Believe (Island Medley) - Jonathan Nelson

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu rohani indonesia inggris dgn nyayian buka mata hatiku kumemandangmu,   penatalayanan menurut 1 tawarikh 6:31-53,   lagu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan,   kotbah 1petrus 3:8-12,   pkj 81,   Sabda Bina Umat 21 Agustus 2019 ,   kotbah 3musa25:93-43.,   kotbah 3musa25:93-43.,   keluaran 19-21,   JadikanKu AlatMu chord,   JadikanKu AlatMu chord,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   bahan khotbah nehemia 5:1-13,   https://rwuyatfty.wordpress.com/2012/08/25/kumpulan-lagu-rohani-persekutuan/,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   bahan khotbah imamat 25:39-43,   lagu persiapan hati,   lagu rohani instrumental,   renungan mtpj 1 tawarikh 6:31-53,   imamat 25: 39-43,   download album lagu rohani semangat 2019,   Khotbah minggu 25-8-2019. Ev lukas 6:27-36. Epistel mus 25:39-43.,   lagu rohani dangdut,   lirik hymne pkp,   Khotbah GMIT 25 agustus 2019 ulangan 18:1-12,   lagu rohani kristen untuk pernikahan,   khotbah imamat 25:39-43,   mp3 lagu kristen barat lirik,   lagu rohani doddie dengar tuhan,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   Hatorangan epistel 3 Musa 25: 37-43,   kotbah Nehemia,   Imamat 25:39-43,   Renungan dari pdt Gilbert ulangan 5 :32-33,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   Lagu persembahan syukur,   tata ibadah rumah tangga GKE,   pembahassn kotbah imamat 25:39-43,   tata ibadah hut gereja,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   pembahadan kotbah imamat 25:39-43,   khotbah kristen tentang keberhasilan yosia,   renungan amos 5:7-13,   lirik lagu gembala baik dan cord,   Firman tuhan dari gmit pada minggu 25 agustus 2019,   Firman tuhan dari gmit pada minggu 25 agustus 2019,   nehemia 5 : 1-13,   tata ibadah perkawinan gpdi,   Sabda Bina Umat 21 Agustus 2019 ,   renungan roma 11 : 33 - 36,   pengertian mazmur 146 : 1,   imamat 25:39-43,   penjelasan matius 6:25-34,   kotbah imamat 25:39-43.,   kotbah imamat 25:39-43.,   lagu rohani ada Orang buta Mp3 download,   lagu rohani ada Orang buta Mp3 download,   8 lagu rohani yang mengucap syukur kepada Tuhan,   notasi kppk 325,   kotbah imamat 25:39-43,   lagu rohani tentang kekuatiran,   khotbah amos 5:7-12,   khotbah amos 5:7-12,   renungan ayub 5:1-27,   imamat 25:39-43,   imamat 25:39-43,   download ilusttasi dan renungan pengkhotbah 11:1 menabir untuk menuai,   nyanyian rohani,   jamita 3 musa 25 39-43,   nyanyian rohani mp3,   nyanyian rohani,   yesaya 5.bangsa asing sebagai murka Allah,   2 petrus 2:17-22.,   Rngn yak 1:2-8,   sbu 20 agustus 2019,   Contoh renungan kotbah agama Kristen Protestan,   Amsal 12:1-4,   gms live 2019,   khotbah kolose 1;21-23,   Renungan rohani bil 21:1-3,   download lagu shane filan beautiful in white mp3,   renungan kitap maleakhi 2:1-9,   Khotbah sekolah minggu GPIB 1 Petrus 3 : 8 - 12,   nyanyian rohani,   download lagu rohani alan jackson mp3,   Nehemia 8:1-9,   lagu fb dounload,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   yesaya 48:16-19,   Latar belakang Lukas 6:31,   chord kasih yesus melingkupi saya,   chord kasih yesus melingkupi saya,   lirik lagu pkj biarpun gunung gunung beranjak,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   download video lagu karaoke rohani kristen,   Khotbah Imamat 25:39-43,   Dihadapan tahtamu mp3 download,   bahan sermon imamat 3 : 39 - 43,   tafsiran 3 Musa 25 ayat 39 s/d 43,   tafsiran 3 Musa 25 ayat 39 s/d 43,   khotbah imamat 25 35 55,   ilustrasi kitab imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   a love i know free download mp3 planetshakers,   renungan lukas 6 : 1-5,   kotbah imammat 25:39-43,   kotbah imammat 25:39-43,   contoh doa persembahan kolekte singkat,   contoh doa setelah persembahan,   khotbah tentang kasih 1Korentus 13:4-8,   lagu persembahan,   renungan 1 tawarikh 6:31-53,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   khotbah 1 yohanes 2:7-17,   dowload lagu rohani kristen terbaru,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   khotbah amsal 3:16,   khotbah amsal 3:16,   renungan pengkhotbah 7:15-22,   renungan pengkhotbah 7:15-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Khotbah ibadah minggu 25 Agustus 2019,   santapan haran filemon 1,   sabda bina umat 2019,   Jamita Minggu 19 Februari 2019,   khotbah imamat 25 35-46,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   khotbah kristen agustus,   1 Tawarikh 6:31-53,   SBU tanggal 21 agustus 2019,   renungan 1 tawarikh 6,   kodbah 3 musa 25:39-43,   kodbah 3 musa 25:39-43,   SBU tanggal 21 agustus 2019,   kunci gitar ikut dikau saja tuhan,   1 Tawarikh 6:31-53,   Tafsiran Alkitab Pengkhotbah 11:1-8,   cerita sekolahmunggu amsal4:1-4,   Amsal 12:1-4,   lagu sion database,   download lagu rohani ambon katakan padaku,   almanak gkpi minggu 25 agustus 2019,   renungan yesaya 5:25-30,   khotbah 22 september 2019,   Bacaan injil tanggal 28 september 2019,   lagu ,   lagu ,   lagu ,   Dangdut gerejawi pernikahan,   download lagu menunggu rhoma ful album,   khotbah mazmur 99:1-9,   khotbah mazmur 99:1-9,   Download lagu pujian kuingin dengar cerita o...o...,   Download lagu pujian kuingin dengar cerita o...o...,   lagu mengumpulkan persembahan dari kidung jemaat,