Save Page
Kisah Para Rasul 9:36-43
9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita -- dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. 9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas. 9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami." 9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup. 9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. 9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup. 9:42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan. 9:43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit.

Penjelasan:

*  Kis 9:36 - Yope // Tabita // Dorkas
Yope. Sebuah kota di tepi taut, sekitar sepuluh mil di sebelah barat laut Lida. Tabita. Sebuah kata Aram yang artinya sejenis rusa. Dorkas. Kata Yunani untuk nama tersebut. Dia sangat disayangi oleh orang-orang Kristen karena perbuatan-perbuatannya yang baik dan tindakan-tindakan kebajikannya.

* Kis 9:37 - dimandikan
Hukum-hukum penyucian menurut aturan agama Yahudi mengharuskan mayat-mayat dimandikan. Mayat itu kemudian ditempatkan di sebuah ruangan atas untuk menunggu dikuburkan.

* Kis 9:39 - Semua janda,
Semua janda, yang termasuk golongan yang paling kekurangan di dunia kuno, merupakan sasaran khusus dari kebaikan hati Tabita. Mereka mungkin memakai pakaian yang dijahitkan Dorkas untuk mereka.

* Kis 9:43
Orang-orang Yahudi menganggap usaha menyamak kulit sebagai usaha yang haram, sebab dalam usaha itu orang perlu menyentuh mayat. Adalah penting bahwa Petrus, sebagai orang Yahudi yang saleh, tinggal bersama orang yang terlibat dalam pekerjaan semacam itu.

* Tabita Dihidupkan Kembali ( Kis 9:36-43)
    Di sini kita mendapati satu lagi mujizat yang dikerjakan Petrus, untuk meneguhkan Injil, dan yang melampaui mujizat sebelumnya – yaitu menghidupkan Tabita kembali setelah mati selama beberapa waktu. Inilah,

        I. Kehidupan, kematian, dan sifat Tabita, yang atas dirinya mujizat ini dikerjakan (ay. Kis 9:36-37).
            1. Ia hidup di Yope, sebuah kota pelabuhan suku Dan, di mana Yunus berlayar untuk pergi ke Tarsis, yang sekarang disebut Yapo.
            2. Namanya Tabita, sebuah nama Ibrani, yang dalam bahasa Yunani Dorkas, kedua-duanya berarti kijang atau rusa betina, makhluk yang menyenangkan. Naftali dibandingkan dengan rusa betina yang terlepas, yang melahirkan anak-anak indah. Dan istri bagi suami yang baik dan lemah lembut adalah seperti rusa yang manis, dan kijang yang jelita (Ams. 5:19).
            3. Dia adalah seorang murid, orang yang sudah memeluk iman kepada Kristus dan dibaptis. Dan bukan hanya demikian, ia juga melebihi banyak orang dalam berbuat amal. Dia menunjukkan imannya dengan perbuatan-perbuatannya, perbuatan-perbuatan baiknya, yang dilakukannya secara berlimpah, maksudnya sangat banyak. Kepalanya senantiasa memikirkan dan merancangkan perbuatan baik apa yang harus dia lakukan. Ia merancang hal-hal yang luhur (Yes. 32:8). Tangannya penuh dengan pekerjaan baik. Ia menjadikan perbuatan baik sebagai pekerjaannya. Ia tidak pernah bermalas-malasan, karena ia sudah belajar untuk melakukan pekerjaan yang baik (Tit. 3:8), untuk senantiasa mengikuti jalan dan cara-cara yang baik. Ia banyak sekali berbuat baik, seperti pohon yang berbuah lebat. Banyak orang penuh dengan kata-kata baik, tetapi kosong dan tandus dalam perbuatan baik. Tetapi Tabita adalah seorang pekerja yang giat, bukan seorang pembual besar: Non magna loquimur, sed vivimus – Perkara-perkara besar bukan untuk dibicarakan, melainkan untuk dihidupi. Di antara perbuatan-perbuatan baik yang lain, ia menonjol dalam berbuat amal, bukan hanya perbuatan saleh, yang merupakan pekerjaan baik dan buah-buah dari iman, melainkan juga amal sedekah, yang mengalir dari cinta kasih kepada sesama dan dari hati kudus yang memandang rendah dunia. Amatilah, ia dipuji bukan hanya untuk amal yang diberikannya, melainkan juga untuk perbuatan yang dilakukannya. Orang-orang yang tidak mempunyai harta untuk disumbangkan tetap bisa berbuat amal, jika mereka bekerja dengan tangan mereka, atau berjalan dengan kaki mereka, demi kepentingan orang miskin. Dan orang yang tidak mau berbuat baik, apa pun kepura-puraan mereka, jika kaya tidak akan mau beramal. Hidupnya penuh dengan amal, yaitu perbuatan baik, hōn epoiei – yang dibuatnya. Ada penekanan atas tindakan yang dilakukannya, karena pekerjaan apa saja yang ditemukan tangannya, itu dilakukannya dengan sekuat tenaga, dan terus ditekuninya. Amal dan perbuatan baik itu bukanlah amal dan perbuatan yang diniatkan dan direncanakan akan dilakukannya, melainkan yang betul-betul dilakukannya. Bukan amal dan perbuatan yang mulai dilakukannya, melainkan yang sudah dilakukannya, yang sudah dilewatinya, yang sudah dilaksanakannya (2Kor. 8:11; 9:7). Ini memang merupakan kehidupan dan sifat dari seorang murid tertentu, tetapi juga harus menjadi kehidupan dan sifat dari semua murid Kristus. Karena, jika kita menghasilkan buah yang banyak seperti itu, maka kita sungguh-sungguh menjadi murid-murid-Nya (Yoh. 15:8).
            4. Dia dipanggil Tuhan di tengah-tengah pelayanannya yang bermanfaat (ay. Kis 9:37): Pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dijanjikan kepada orang-orang yang memperhatikan kaum miskin, bukan bahwa mereka tidak akan pernah sakit, melainkan bahwa Tuhan akan membantu mereka di ranjang mereka waktu sakit. Setidak-tidaknya dengan menguatkan jiwa mereka, dan dengan demikian akan memulihkan mereka sama sekali dari sakit mereka, akan membuat sakit itu terasa mudah (Mzm. 41:2, 4). Mereka tidak bisa berharap bahwa mereka tidak akan pernah mati (orang-orang saleh, dan begitu pula dengan perempuan-perempuan saleh, tercabut nyawanya, lihat saja Tabita), tetapi mereka bisa berharap bahwa mereka akan mendapat rahmat Tuhan pada hari-Nya (2Tim. 1:18).
            5. Teman-temannya dan orang-orang di sekitarnya belum menguburkan dia, seperti biasanya, karena mereka berharap agar Petrus datang untuk menghidupkan dia lagi. Tetapi mereka memandikan mayatnya, sesuai dengan adat kebiasaan. Kata orang, mereka memandikan mayat dengan air hangat, supaya, jika masih tersisa kehidupan dalam tubuh itu, maka ia akan hidup kembali. Jadi ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa ia telah sungguh-sungguh mati. Mereka mencoba segala macam cara biasa untuk menghidupkannya kembali, tetapi tidak bisa. Conclamatum est – Seruan terakhir sudah diucapkan. Mereka membaringkan mayatnya yang sudah ditutupi kain kafan di ruang atas, yang menurut Dr. Lightfoot mungkin adalah ruang pertemuan bagi orang-orang percaya di kota itu. Dan mereka membaringkan mayatnya di sana, supaya Petrus, kalau datang, bisa menghidupkannya kembali dengan cara yang lebih khidmat di tempat itu.

        II. Permintaan yang dikirimkan teman-teman seimannya kepada Petrus untuk datang menemui mereka dengan segera, bukan untuk menghadiri pemakaman, melainkan, sekiranya mungkin, untuk mencegahnya (ay. Kis 9:38). Lida, di mana Petrus berada waktu itu, terletak dekat dengan Yope, dan murid-murid di Yope sudah mendengar bahwa Petrus ada di sana, dan bahwa ia sudah membangunkan Eneas dari tempat tidur pesakitannya. Oleh sebab itu, mereka menyuruh dua orang kepadanya, untuk membuat pesan itu tampak lebih sungguh-sungguh dan lebih hormat, dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami," tanpa memberitahukan untuk apa, supaya jangan dalam kerendahan hatinya ia menolak untuk datang melakukan pekerjaan yang begitu besar, yaitu untuk menghidupkan orang mati. Yang penting mereka bisa membuatnya datang, setelah itu terserah dia mau berbuat apa. Teman mereka sudah mati, dan sudah terlambat untuk memanggil tabib, tetapi belum begitu terlambat untuk memanggil Petrus. Post mortem medicus – Tabib setelah kematian, adalah suatu hal yang ganjil, tetapi tidak bagi Post mortem apostolus – Rasul setelah kematian.
        III. Apa yang sedang dilakukan tetangga-tetangganya ketika ia mendatangi mereka (ay. Kis 9:30): Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Meskipun mereka tidak memberi tahu dia apa yang mereka ingin dia lakukan, ia bersedia pergi bersama-sama mereka, karena percaya bahwa ia dipanggil untuk suatu alasan yang baik. Janganlah hamba-hamba Tuhan yang setia menggerutu untuk menuruti permintaan semua orang, sejauh mereka mampu, karena sang rasul besar sendiri menjadikan dirinya hamba dari semua orang (1Kor. 9:19). Ia mendapati mayat itu terbaring di ruang atas, dengan ditemani oleh para janda, yang mungkin tergolong sebagai anggota jemaat, janda-janda miskin. Di sana mereka,
            1. Memuji sang almarhumah. Ini pekerjaan yang baik, apabila dalam diri almarhumah memang ada sesuatu yang benar-benar patut dipuji, dan pantas ditiru, dan apabila itu dilakukan dengan rendah hati dan tenang, tanpa sanjungan dari orang-orang yang ditinggalkan atau tanpa maksud untuk menyindir, tetapi murni demi kemuliaan Allah dan untuk mendorong orang lain agar melakukan apa yang bajik dan terpuji. Pujian terhadap Tabita haruslah seperti kebajikan-kebajikannya, bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perbuatan. Di sini tidak ada sanjungan-sanjungan yang disampaikan dalam pidato, tidak juga ditulis puisi untuk mengenangnya. Tetapi janda-janda itu menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuatnya untuk mereka, dan yang diberikannya kepada mereka waktu ia masih hidup. Adalah penghiburan Ayub, selama ia hidup, bahwa tubuh orang miskin memberkati dia, karena tubuh mereka dihangatkan dengan kulit bulu dombanya (Ayb. 31:20). Dan di sini menjadi pujian bagi Tabita, setelah ia mati, bahwa tubuh para janda memuji dia karena ia sudah membuatkan pakaian untuk tubuh mereka. Dan orang yang paling baik dipuji pastilah orang yang perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang, tidak peduli apakah perkataan orang memuji dia atau tidak. Jauh lebih terhormat memberikan pakaian yang diperlukan siang malam kepada sekumpulan janda jompo, yang akan berdoa bagi pemberinya jika mereka tidak melihatnya, daripada memberikan pakaian kepada sekumpulan pelayan yang malas dengan upah besar, yang mungkin di belakang mereka akan mengutuki orang yang memberi mereka (Pkh. 7:21). Dan inilah yang akan lebih disenangi oleh semua orang bijak dan baik, sebab kebaikan adalah kebesaran yang sesungguhnya, dan akan mendatangkan hal yang lebih baik tidak lama lagi. Amatilah,
                (1) Ke mana Tabita menyalurkan sebagian besar amalnya. Tidak diragukan lagi bahwa ada contoh-contoh lain dari amalnya, yaitu perbuatan baik yang dilakukannya, tetapi baru ditunjukkan saat itu. Yang dia lakukan, karena tampaknya itu dilakukan dengan tangannya sendiri, adalah membuat baju dan pakaian untuk janda-janda miskin, yang mungkin bisa bekerja dengan tangan mereka sendiri untuk mencari makan tetapi tidak cukup untuk membeli pakaian. Dan ini merupakan perbuatan amal yang sangat baik, apabila engkau melihat orang telanjang, berilah dia pakaian (Yes. 58:7), dan jangan cuma berkata, kenakanlah kain panas (Yak. 2:15-16).
                (2) Betapa berterima-kasihnya orang-orang miskin itu atas kebaikannya: Mereka menunjukkan baju, tidak malu mengakui bahwa mereka berutang budi kepadanya untuk pakaian yang melekat pada tubuh mereka. Sungguh keterlaluan dan tidak tahu berterima kasih apabila orang yang sudah diberi kebaikan tetapi tidak mau setidak-tidaknya mengakui kebaikan itu, dengan memperlihatkan kebaikan yang dilakukan terhadap mereka, seperti yang dilakukan oleh para janda ini di sini. Orang-orang yang menerima amal tidak perlu menyembunyikannya sedemikian rupa, seperti yang dikehendaki untuk dilakukan oleh mereka yang memberi amal. Apabila orang-orang miskin mencela orang kaya sebagai orang kikir dan tidak berbelas kasihan, mereka harus mencela diri mereka sendiri, dan bercermin apakah mereka tidak tahu berterima kasih dan bersyukur. Ketika mereka menunjukkan baju dan pakaian yang dibuat Dorkas, hal itu akan membawa pujian bukan hanya bagi amalnya, melainkan juga bagi kerajinannya, yang sesuai dengan sifat wanita yang cakap, bahwa tangannya ditaruh pada jentera, atau setidak-tidaknya memegang jarum, lalu memberikan tangannya kepada yang tertindas, dan mengulurkan tangannya kepada yang miskin, dari hasil pekerjaannya. Dan, apabila Allah dan kaum miskin sudah mendapatkan bagian mereka seperti itu, maka ia membuat bagi dirinya permadani serta lenan halus dan kain ungu bagi pakaiannya sendiri (Ams. 31:19-22).
            2. Mereka di sini meratapi kepergiannya. Para janda itu berdiri di dekat Petrus, sambil menangis. Apabila orang yang berbelas kasihan dipanggil Tuhan, haruslah kita meratapinya, terutama mereka yang secara khusus sudah mendapatkan belas kasihannya. Mereka tidak perlu menangis untuk dia. Ia diambil dari kejahatan yang akan datang, ia beristirahat dari pekerjaannya, dan perbuatan-perbuatannya mengikuti dia, selain orang-orang yang dia tinggalkan. Sebaliknya, mereka harus menangisi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka, yang akan kehilangan perempuan sebaik itu, yang tidak pernah meninggalkan temannya. Amatilah, mereka memperhatikan apa yang dilakukan oleh Dorkas yang baik hati waktu ia masih hidup, tetapi sekarang ia sudah pergi dari mereka, maka mereka menjadi sedih. Orang yang murah hati akan mendapati bahwa orang-orang miskin selalu ada pada mereka. Tetapi sungguh baik jika orang-orang miskin mendapati bahwa pada mereka selalu ada orang yang bermurah hati. Kita harus memanfaatkan dengan baik segala terang yang masih ada pada kita, sekecil apa pun itu, karena mereka tidak akan selalu ada bersama-sama kita, tidak akan lama-lama bersama kita. Dan apabila mereka pergi, kita akan mengingat apa yang mereka lakukan sewaktu mereka masih bersama-sama dengan kita. Tampaknya, janda-janda itu menangis di depan Petrus untuk mendorong dia, jika ia bisa berbuat sesuatu, agar berbelas kasihan terhadap mereka dan membantu mereka, dan mengembalikan kepada mereka seseorang yang sudah berbelas kasihan terhadap mereka sebelum ini. Apabila orang yang murah hati meninggal, kita tidak bisa lagi berdoa supaya mereka hidup kembali. Tetapi, apabila mereka sakit, kita harus membalas utang budi kita kepada mereka dengan cara berdoa bagi kesembuhan mereka, sehingga, bila memang menjadi kehendak Allah, mereka yang sakit itu bisa selamat dan terhindar dari kematian.
        IV. Cara dia dihidupkan kembali.
            1. Secara pribadi. Ia dibaringkan di ruang atas di mana mereka biasa mengadakan pertemuan-pertemuan umum. Dan, tampaknya, orang banyak berkumpul di sekitar mayat itu untuk menantikan apa yang akan dilakukan. Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, semua janda yang menangis itu, semua kecuali beberapa sanak kerabat, atau mungkin kepala-kepala jemaat, untuk berdoa bersama dia. Ini sama seperti yang dilakukan Kristus (Mat. 9:25). Demikianlah Petrus menolak segala sesuatu yang tampak seperti memegahkan dan memamerkan diri. Mereka datang untuk melihat, tetapi ia tidak datang untuk dilihat. Ia menyuruh mereka semua keluar, supaya ia bisa lebih bebas lagi mencurahkan jiwanya di hadapan Allah di dalam doa untuk kesempatan ini, dan tidak diganggu oleh ratapan-ratapan mereka yang ribut dan gaduh.
            2. Dengan doa. Dalam menyembuhkan Eneas, ada doa yang tersirat, tetapi dalam pekerjaan yang lebih besar ini, Petrus berserah diri kepada Allah dengan doa yang khidmat, seperti ketika Kristus membangkitkan Lazarus. Tetapi doa Kristus diucapkan dengan wewenang sebagai Anak, yang menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya, sementara doa Petrus diucapkan dengan penyerahan diri seorang hamba, yang sedang menjalankan perintah, dan oleh sebab itu ia berlutut dan berdoa.
            3. Dengan firman, firman yang menghidupkan, firman yang adalah roh dan kehidupan: Ia berpaling ke mayat itu, yang menunjukkan bahwa ketika berdoa, ia memalingkan diri darinya. Supaya jangan penglihatan matanya mengecilkan imannya, ia melihat ke arah lain, untuk mengajar kita, seperti Abraham, bahwa sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun kita harus berharap juga dan percaya, dan mengabaikan kesulitan-kesulitan yang menghadang di tengah jalan, tanpa melihat bahwa tubuh itu sudah sangat lemah, supaya jangan kita bimbang terhadap janji Allah (Rm. 4:19-20). Tetapi, setelah berdoa, ia berpaling ke mayat itu, dan berbicara dalam nama Tuannya, dengan mengikuti teladan-Nya: "Tabita, bangkitlah. Kembalilah hidup." Ada kuasa yang menyertai perkataan ini, dan Tabita pun hidup, membuka matanya yang oleh kematian sudah ditutup. Demikianlah, dalam membangkitkan jiwa-jiwa yang mati kepada kehidupan rohani, tanda kehidupan yang pertama adalah membuka mata pikiran ( Kis 26:18). Ketika melihat Petrus, ia bangun lulu duduk, untuk menunjukkan bahwa ia sungguh-sungguh hidup, dan (ay. Kis 9:41) Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Bukan seolah-olah berarti bahwa Tabita bersusah payah dalam kelemahannya yang masih tersisa, tetapi demikianlah yang diperbuat Petrus untuk menyambut dia kembali dalam kehidupan, dan mengulurkan kepadanya tangan persekutuan orang-orang hidup, yang darinya ia sudah terputus. Dan, terakhir, ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda itu, yang semuanya berduka karena kematiannya, dan menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup, bagi penghiburan mereka yang besar, khususnya bagi para janda itu, yang sangat meratapi kematiannya (ay. Kis 9:41). Kepada mereka Petrus menyerahkan Tabita, seperti Elia (1Raj. 17:23), Elisa (2Raj. 4:36), dan Kristus (Luk. 7:15) menyerahkan anak-anak yang sebelumnya mati kepada ibu mereka masing-masing. Sukacita dan kepuasan terbesar diungkapkan dengan hidup dari antara orang mati.
        V. Dampak baik dari mujizat ini.
            1. Banyak orang diinsafkan akan kebenaran Injil melalui peristiwa itu, bahwa Injil berasal dari sorga, dan bukan dari manusia, dan mereka percaya kepada Tuhan (ay. Kis 9:42). Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope. Peristiwa itu cepat menjadi bahan perbincangan semua orang, dan, karena Yope adalah kota pelabuhan, berita ini lebih cepat tersiar ke negeri-negeri lain. Dan sekalipun sebagian orang tidak mengacuhkannya sama sekali, banyak orang dijamah olehnya. Inilah maksud dari mujizat-mujizat, untuk meneguhkan sebuah pewahyuan ilahi.
            2. Petrus kemudian terdorong untuk terus tinggal selama beberapa waktu di kota ini (ay. Kis 9:43). Karena mendapati bahwa pintu kesempatan terbuka bagi dia di sana, maka ia tinggal di situ selama beberapa hari, sampai kemudian ia dikirim dari sana, dan diutus untuk pergi ke tempat lain untuk suatu urusan. Ia tidak tinggal di rumah Tabita, meskipun Tabita orang kaya, supaya jangan ia tampak mencari kemuliaannya sendiri. Tetapi ia menginap di rumah Simon, seorang penyamak kulit, seorang pedagang biasa, yang merupakan contoh dari sikap hatinya yang mau merendah. Dan dengan berbuat demikian ia sudah mengajar kita untuk tidak memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi mengarahkan diri kita kepada perkara-perkara yang sederhana (Rm. 12:16). Dan, meskipun Petrus mungkin tampak terkubur dalam kelupaan di sini di rumah seorang penyamak kulit yang miskin di pinggir laut, namun dari sini Allah menjemput dia untuk melakukan suatu pelayanan yang mulia, yang dicatat dalam pasal selanjutnya. Sebab, barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.


SGDK
MINGGU V SESUDAH EPIFANIA
RABU, 13 FEBRUARI 2019
MEMBAGI KEBAiKAN ATAS NAMA YESUS
Kisah Para Rasul 9:32-43

I. PENGANTAR
1. Kitab Kisah Rasul merupakan kesaksian lanjutan
dari tulisan Lukas (Lihat. Luk.1:1 bnd Kis. 1:1). Didalam
buku jilid pertamanya (yaitu kitab Injil Lukas), Ia  meng|sah-
kan tentang Yesus Kristus, sejak kelahirannya hingga pun-
cak palayanan-Nya dikayu salib, lalu sedikit kisah tentang
kenaikan-Nya ke Sorga. 

2. Pada buku, jilid keduanya (Kisah Para Rasul), ia mengulangi
kisah kenaikan Yesus, yang dilanjutkan dengan perlstiwa
pemberian Roh Kudus. Sedangkan uraian k|sah panjang-
nya ialah tentang pelayanan para Rasul yang begitu ber-
tsemangat untuk meneruskan berita lnjil dari Yerusaiem,
dan diseluruh Yudea, dari Samaria hingga keujung bumi
(yang kala itu dipahami ada di Roma).

3, Fokus utama ygng hendak disarnpaikan dalam kitab ini
adalah bagaimana Jemaat Yesus Kristus terbentuk dan
proses perluasannya. Sernua itu dapat terjadi bukan tanpa
tantangan dan harnbatan; bahkan ada nyawa yang harus
dikorbankan. Tetapi kesediaan para murid yang mau dipim-
pin oleh Roh Kudus, telah memungkinkan berita lnjil sampai
ke seluruh dunia.

4. Walau kitab Ini banyak mencatat peristiwa perkembangan
Jemaat, namun ia bukan buku sejarah, melainkan kitab
yang hendak mendorong para murid disetiap tempat dan
jaman supaya selalu bersemangat memberitakan lnjil,
sesuai talenta yang Tuhan berikan.

ll. PENJ ELASAN TEKS
Perikop kita mengisahkan tentang pelayanan perkunjungan
Petrus ke jemaat-emaat diwilayah Yudea. Dalam pelayanannya
itu, kita dapat melihat dua kejadian dengan berbagai implikasinya.
Kejadian pertama pada ayat 32-35. Petrus singgah ke jemaat Lida
dan berjum dengan Eneas yang sedang terbaring sakit. Ia menga
ngalamx kelumpuhan selama 8 tahun. Lalu Petrus menjumpai dia
dan berkata, "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau;
bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu". Perkataan Petrus ini
merupakan penegasan, bahwa Yesus yang bangkit benar-benar
mempunya| kuasa untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Eneas
yang tak berdaya mendengar dan merespon dengan percaya
terhadap penegasan itu; karenanya ia sembuh. Kemudian Eneas
malakukan apa yang diperintahkan Petrus - bangun dan ternpat
tidu: Peristiwa penyembuhan Eneas juga sebagai kasaksuan nyata
bagi penduduk Lida dan Saran yang melihatnya. Mereka percaya
bahwa mujizat Tuhan itu nyata. Karena itu. dangan per-tolongan
Roh Kudus mereka jadi percaya. 

Peristiwa kedua dikisahkan dalam ayat 36-43. berkaltan dengan
seorang murid perempuan yang tinggal di Yope bernania Tabita
atau Dorkas. la sakit Ialu meninggal. Segara mayatnya dimandikan
dan dibaringkan diatas sotoh rumah. Ketika mund-mund yang lain
mengetahui bahwa Petrus ada di Lida, maka mareka menyuruh
dua orang untuk menemui dan meminta Petrus datang ke Yope.
Permintaan rnereka didorong oleh harapan agar Tuhan mau me-
nyatakan mujizat-Nya.

Mungkin sekali kedua orang penjemput langsung memberitahu
Petrus tentang apa yang tengah terjadi di Yope. Sebab itu merupa-
kan hai yang wajar dan juga supaya Petrus dapat memperslapkan
diri mengatasi segala sesuatunya. Ternyata Petrus siap, karena
itu ia mengemas pakaiannya dan segera beranjak bersama kedua
penjemput. Setibanya disitu, Petrus dibawa keatas. Para janda
yang mengikutinya berdiri didekatnya. Sambil menangis mereka
mernperlihatkan baju dan pakaian yang pernah dibuat Tabita ketika
ia masih hidup. Petrus menyuruh mereka semua keluar, sebab ia
ingin berdoa seorang diri. la hendak bergumul meminta kepastian;
apakah Tuhan menghendaki kebangkitan Tabita dari kematiannya‘?
Setelah sekian lama Petrus bergumul, dan yakin memperoieh ke-
pastian dari Tuhan, maka dia menatap rnayat Tabita yang terbaring,
lalu berkata. "Tabita bangkitlahl". Seketika itu juga Tabita rnembuka
mata dan ia rnelihat Petrus. Tabita bangun dan berusaha duduk.

Petrus memegang tangan Tabita untuk membantu dia berdiri.
Setelah itu Petrus memanggil sernua orang untuk menunjukkan
mujizat Tuhan yang menghidupkan Tabiia. Tentu saja peristiwa ini
menjadi viral atau tersebar luas beritanya sehingga banyak orang
Yope yang menjadi percaya kepada Yesus.

Melalui perkunjungan kerumah warga jemaat, gereja akan
mendapat gambaran yang pasti tentang pergumulan yang dialami
warga jemaat Bersamaan dengan itu gerejapun dapat berdoa untuk
menyalurkan kuasa Tuhan keatas mereka yang bergumul. Hal ini
dapat menjadi kesaksian khusus sehingga Tuhan Yesus dimuliakan
selalu didalarn keluarga kita. .

II. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
1. Masih perlukah gereja melakukan pelayanan perkun-
jungan? Jika ya, apa tujuannya.
2. Siapakah yang harus melaksanakan pelayanan perkunjungan
dan bagaimana cara melaksanakannya?


SBU

MINGGU V SESUDAH EPIFANIA
RABU, 13 FEBRUARI 2019
Renungan Pagi
GB.114:1 -Berdoa
PELAYANAN UNTUK MEMBERDAYAKAN ORANG-ORANG KUDUS
Kisah Para Rasul 9:32-35
... Seketika itu juga bangunlah orang itu.(ay.34b)

Perkunjungan kerumah-rumah warga jemaat  merupakan kegiatan pelayanan yang sangat penting, bahkan tidak kalah penting jika dibandingkan dengan berkhotbah. Karena melalui perkunjungan kita dapat meihat dan mendengar langsung apa yang menjadi pergumulan
warga. Dengan begitu, kita bisa membedakan penguatan atau penghiburan melalui pesan-pesan Firman Tuhan secara lebih konkret sehingga keluarga-keluarga jemaat dapat merasakan adanya perhatian dari sesama "saudara seiman". Pada kenyataannya, masih cukup banyak presbiter jemaat dalam jajaran GPIB yang belum melakukan kegiatan
perkunjungan secara rutin dan terencana. Perikop kita pagi ini kiranya dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita untuk melakukan pelayanan perkunjungan.

Dikisahkan tentang Rasul Petrus yang berkeliling didaerah Palestina untuk mengunjungi orang-orang kudus disitu. Setibanya di Lida rasulPetrus menjumpai Eneas yang sudah delapan tahun terbaring lumpuh. Kelumpuhan telah membuatnya menjadi tidak berdaya untuk mengurus dirinya sendiri, sehingga hanya berharap pada pertolongan orang lain. Petrus berkata kepadany : "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkanmu, bangunlah dan ... (9:34). Seketika itu juga Eneas sembuh dan membereskan tempat tidurnya sendiri. Penyembuhan
Eneas terjai karena semata-mata kuasa Tuhan Yesus. Dialah Sang Maha tabib, yang dapat menyembuhkan berbagai [enyakit, baik yang nampak secara fisik maupun yang dialami oleh batin manusia. Kita boleh menerima penyembuhan dari Tuhan dan tidak memaksa sesuai kehendak kita.

GB 114:2
Doa : (Pakailah kami Tuhan untuk menjadi alatMu, mengunjungi sesama kami dan memberikan penguatan kepada mereka yang sakit, baik fisik maupun batinnya)


MINGGU V SESUDAH EPIFANIA
RABU, 13 FEBRUARI 2019
Renungan Malam
KJ 462 : 1,2 -Berdoa
DIBANGKHKAN UNTUK MEMBANGKITKAN

Kisah Para Rasul 9:36-43
Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. (ay.40)

Atas permintaan murid-murid di jernaat Yope, Petrus bergegas melaniutkan kunjungannya ke kota itu. Kedua orang yang disuruh menjernput Petrus tentu memberi tahu peristiwa yang tengah terjadi di Yope. Setibanya di Yope, Petrus dibawa keloteng. Setelah melihat sendiri mayat Tabita, tentu dia turut terharu.

Tabita adalah orang baik; Ia suka menolong sesama. Ia selalu rnemberikan sedekah. terutama kepada para janda miskin yang tinggal disekitar Iingkungan rurnahnya. Teniu saja masyarakat disekitarnya rnerasa sangai kehilangan dan berduka karenanya. Para janda sambil menangis memperlihatkan karya-karya Tabita yang telah dipersembahkan kepada mereka ketika Tabita masih hidup, yaitu baju dan pakaian. Petrus turut merasakan kesedihan
warga jemaat di Yope. Karena itu ingin sekali berbuat sesuatu bagi mereka. Petrus menyuruh mereka semua keluar dari ruangan itu. sebab ia membutuhkan suasana hening untuk mendapat Petunjuk dari Tuhan yang bangkit. Petrus tidak akan berbuat sesuatu |ika Tuhan belum menyuruhnya. Petrus berlutut dan berdoa dengan sangal hikmat. Setelah Petrus mendapat kepastian, bahwa Tuhan menghendaki Tabita hidlup, maka dia memalingkan wajahnya kemayat Tab|ta dan berkata: "Tabita bangkitlah !". Seketika itu juga Tabita rnembuka rnata, yang telah ditutup rapat oleh kematian.

Ketika melihat Petrus, Tabita bangkit dari pembaringannya dan duduk. Tuhan Yesus yang membangkitkan Tabita masih memberikan kesempatan kepadanya untuk melanjutkan karya kebajikan bagi orang-orang yang membutuhkan. Banyak masyarakat Yope Yang menjadi percaya Karena muiizal itu.

Yesus tidak hanya mernbangkitkan orang percaya dari kematiannya nanti, tetapi membangkiikan orang percaya pada saat ini juga. Yaitu membangkitkan kita dari berbagai kemalasan, keputusasaan dan ketergantungan pada berbagai tawaran dunia. Tujuan-
nya agar orang percaya bangkit dari berbagai tawaran dunia. Tujuan nya agar orang percaya bangkit dari berbagai keterpurukan dan berbuat kebajikan bagi sesama.

KJ 462:3,4
Doa : (Ya Tuhan, bangkitkanlah semangatku untuk melayani sesamaku, gar melalui karya dan karsa aku turut Nama dan kuasa-Mu)



Label:   Kisah Para Rasul 9:36-43 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 - MEMBEBASKAN BELENGGU KEJAHATAN - Kisah Para Rasul 16:16-18 - MINGGU V SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 12 FEBRUARI 2019 - BERKORBAN UNTUK PERTUMBUHAN JEMAAT - Kisah Para Rasul 4:36-37 - MINGGU V SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar Kisah Rasul




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392





    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Kenya Worship Songs
    Ghana Worship Songs
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs





    Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 dan Tata Ibadah Paskah 21 April 2019 GPIB
    Terlampir disampaikan : 1. Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 2. Tata Ibadah Paskah 21 April 2019



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)


    New Submit
    Jumat, 26 April 2019
    Were You There - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    It Is No Secret (What God Can Do) - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Nearer My God To Thee - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    God Bless America - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Wholy Holy - Aretha Franklin

    Jumat, 26 April 2019
    Respect - Aretha Franklin

    Kamis, 25 April 2019
    When I Get Where I'm Going - Brad Paisley Feat. Dolly Parton

    Kamis, 25 April 2019
    Holes in the Floor of Heaven - Steve Wariner

    Kamis, 25 April 2019
    You're Not My God - Keith Urban

    Kamis, 25 April 2019
    The Old Rugged Cross - Johnny Cash

    Kamis, 25 April 2019
    The Little Girl - John Michael Montgomery

    Rabu, 24 April 2019
    Overcome - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    This Is My Story (My Song) - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    When I See You - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    Freedom In The Spirit - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    For Us - Sarah Kroger

    Minggu, 21 April 2019
    Come Back Home - Manafest feat. Trevor McNevan

    Sabtu, 20 April 2019
    How He Loves - Peter Mattis | Bethel Music

    Sabtu, 20 April 2019
    Still - Amanda Lindsey Cook

    Jumat, 19 April 2019
    With You On My Mind - Kenny Smith

    Pemilihan Presiden
    Quick Count    |    Real Count

    christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,