Save Page
Mazmur 133:1-3
Persaudaraan yang rukun
133:1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.


Penjelasan:

* Mazmur 133. Persaudaraan di Antara Para Peziarah
Dalam syair pendek berisi didikan ini kita melihat ekspresi indah solidaritas keluarga, sesuai dengan penekanan para penulis Hikmat. Pendapat banyak penafsir bahwa mazmur ini mencerminkan upaya Nehemia untuk memperbanyak populasi Yerusalem adalah menarik. Bagaimanapun, mazmur ini pasti mempunyai kaitan yang lebih berarti dengan semangat persekutuan dan harmoni persaudaraan pada hari-hari raya penting.

* Mzm 133:1 - Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya
Dasar Pikiran Dinyatakan. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya. Sang penulis mengawali dengan sebuah pernyataan seperti peribahasa mengenai bergunanya solidaritas persaudaraan. Di sini penekanannya ialah pada pola kehidupan Ibrani kuno, di mana anak-anak laki-laki yang sudah menikah beserta anak-anak mereka, tetap tinggal bersama dengan orangtua mereka. Tetapi, penerapan yang lebih luas terlihat jelas dalam reuni keluarga dan kaum pada peristiwa-peristiwa hari raya.

* Mzm 133:2-3 - Seperti minyak yang baik ... seperti embun
Prinsipnya Digambarkan. Seperti minyak yang baik ... seperti embun. Pemazmur memakai dua perbandingan untuk menggambarkan prinsip yang termaktub dalam dasar pikiran utamanya. Bahkan seperti minyak urapan di atas kepala imam besar melambangkan penahbisannya, demikian semangat kasih persaudaraan merasuki bangsa itu dan melambangkan pengususannya. Bahkan seperti embun pada tanam-tanaman melambangkan kesuburan dan pertumbuhan, rasa persaudaraan sejati membangkitkan dan menghidupkan pengabdian bangsa itu. sebagai keseluruhan.

* Mzm 133:1-3 - Kasih Persaudaraan

Mazmur ini adalah pujian singkat yang menghargai tinggi persatuan dan kasih persaudaraan. Hal-hal ini tidak kita pandang perlu jika kita tidak melihat segala penderitaan sebagai akibat dari perselisihan di antara manusia. Tidak banyak yang perlu kita katakan, sebaiknya secukupnya saja, untuk mengajak orang hidup bersama dalam damai. Sebagian orang menduga bahwa Daud menulis mazmur ini ketika terjadi persatuan di antara suku-suku Israel sewaktu mereka semua berkumpul dan sepakat mengangkatnya menjadi raja. Mazmur ini bisa digunakan secara umum oleh semua masyarakat, baik kecil maupun besar, baik yang ada hubungan dengan kepentingan umum sehari-hari maupun yang suci. Inilah,

    I. Ajaran yang dipaparkan tentang kebahagiaan kasih persaudaraan (ay. 1).
    II. Gambaran tentang ajaran itu, dalam dua kiasan perbandingan (ay. 2-3).
    III. Bukti dari ajaran itu, dengan memberikan satu alasan yang baik untuknya (ay. 3).
    Lalu tinggal kita yang harus menerapkannya, dan ini harus kita lakukan dalam menyanyikan mazmur ini, seraya menggugah diri kita sendiri dan satu sama lain untuk mewujudkan kasih suci. Isi mazmur ini di dalam Alkitab cukup pendek, tetapi sangat sesuai. Mazmur ini merupakan "keuntungan dari persekutuan orang-orang kudus."
    Kasih Persaudaraan (133:1-3)
    Di sini, lihatlah,
        I. Apa itu yang dipuji – saudara-saudara diam bersama dengan rukun, bukan saja tidak bertengkar dan melahap satu sama lain, tetapi juga bersuka satu dengan yang lain dengan saling mengasihi, dan mengusahakan kesejahteraan satu sama lain dengan saling melayani. Kadang-kadang, sebagai cara terbaik untuk menjaga kerukunan, saudara-saudara memilih hidup terpisah dan jauh satu sama lain. Itu memang dapat mencegah permusuhan dan pertengkaran (Kej. 13:9), tetapi sungguh baik dan indah apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun, dan dengan demikian diam dalam persatuan, bahkan berdiam sebagai satu kesatuan (begitulah sebagian orang membaca ayat ini), berdiam sebagai satu hati, satu jiwa, dan satu kepentingan. Daud mempunyai banyak anak dari banyak istri. Ada kemungkinan ia menulis mazmur ini untuk mengajar mereka, dan untuk mengajak mereka agar mengasihi satu sama lain, dan, seandainya saja mereka melakukan ini, maka banyak dari kejahatan-kejahatan yang timbul di dalam keluarganya pasti sudah dapat dihindarkan dengan baik. Suku-suku Israel sudah lama menjalankan kepentingan sendiri-sendiri selama pemerintahan Hakim-hakim, dan sering kali hal ini berdampak buruk. Tetapi karena sekarang mereka bersatu di bawah satu pemimpin, ia ingin agar mereka merasakan betapa kerukunan ini adalah demi keuntungan mereka sendiri. Terutama karena sekarang tabut Allah sudah tinggal tetap, dan bersamaan dengan itu menjadi tempat mereka berkumpul untuk beribadah bersama-sama dan pusat dari kesatuan mereka. Sekarang, biarlah mereka hidup di dalam kasih.
        II. Betapa terpujinya hal ini: sungguh, alangkah baiknya dan indahnya! Kerukunan itu baik dengan sendirinya, seturut kehendak Allah, penyesuaian bumi dengan sorga. Itu baik bagi kita, bagi kehormatan dan penghiburan kita. Itu indah dan menyenangkan bagi Allah dan bagi semua orang baik. Itu membawa kesenangan yang terus-menerus kepada orang-orang yang hidup rukun seperti itu. Sungguh, alangkah baiknya! (kjv: Lihatlah, alangkah baiknya! – pen.). Kita tidak dapat membayangkan atau mengutarakan betapa baik dan indahnya hal itu. Lihatlah, ini suatu hal yang jarang terjadi, dan oleh sebab itu mengagumkan. Lihatlah dan takjublah bahwa ada kebaikan dan keindahan yang begitu besar di antara manusia, begitu banyak suasana sorga di atas bumi ini! Lihatlah, ini suatu hal yang menyenangkan, yang akan menarik hati kita. Lihatlah, ini suatu hal yang patut dicontoh, yang, di mana pun terjadinya, haruslah kita tiru secara kudus.
        III. Bagaimana keindahannya digambarkan.
            1. Kerukunan ini harum seperti minyak urapan suci, yang dibubuhi dengan wewangian yang kuat, dan menebarkan aromanya, untuk menyukakan semua orang yang ada di sekeliling, ketika dicurahkan ke atas kepala Harun, atau imam besar penerusnya, dengan begitu berlimpah sehingga mengalir turun ke wajah, bahkan ke leher jubah atau pinggir jahitan baju (ay. 2).
                (1) Minyak ini suci. Demikian pula seharusnya kasih persaudaraan kita, dengan hati murni, harus diabdikan kepada Allah. Kita harus mengasihi orang-orang yang dilahirkan demi Dia yang melahirkan (1 Yoh. 5:1).
                (2) Minyak ini dibuat dari bahan-bahan yang ditentukan oleh ketetapan ilahi. Allah menentukan bahan-bahan dan kadarnya. Demikianlah orang-orang percaya belajar dari Allah untuk kasih mengasihi. Ini adalah anugerah pekerjaan Allah di dalam diri kita.
                (3) Minyak itu sangat berharga, dan merupakan jenis yang tidak boleh digunakan untuk kepentingan biasa. Demikianlah kasih suci itu, dalam pandangan Allah, sangat mahal harganya. Apa yang berharga dalam pandangan Allah, pasti benar-benar berharga.
                (4) Minyak itu menyenangkan bagi Harun sendiri dan bagi semua orang di sekelilingnya. Demikian pula kasih suci itu. Kasih itu seperti minyak dan wangi-wangian yang menyukakan hati. Kasih Kristus kepada umat manusia adalah bagian dari minyak sebagai tanda kesukaan itu, yang dengannya Ia diurapi melebihi teman-teman sekutu-Nya.
                (5) Harun dan anak-anaknya tidak diperbolehkan melayani Tuhan sebelum mereka diurapi dengan minyak ini, dan pelayanan-pelayanan kita pun tidak akan diterima oleh Allah tanpa kasih yang suci ini. Jika kita tidak memiliki kasih ini, kita sama sekali tidak berguna (1 Kor. 13:1-2).
            2. Minyak ini membuahkan hasil. Selain berguna, minyak ini juga menyenangkan. Ia seperti embun. Ia membawa serta berkat-berkat yang melimpah, yang tercurah sebanyak tetesan embun. Ia menyejukkan panas yang menyengat dalam hawa nafsu manusia, seperti embun senja menyejukkan udara dan kembali menyegarkan bumi. Ia berperan besar dalam membuat kita berbuah dalam segala hal yang baik. Ia membasahi hati, dan membuatnya lembut, dan melayakkannya untuk menerima benih yang baik dari firman Allah. Kebalikan dari ini, kejahatan dan kepahitan membuat kita tidak pantas menerimanya (1 Ptr. 2:1). Minyak ini seperti embun gunung Hermon, bukit umum (sebab kasih persaudaraan merupakan keindahan dan keuntungan bagi masyarakat umum), dan seperti embun yang turun ke atas gunung-gunung Sion, bukit suci, sebab ia berperan besar dalam menghasilkan buah-buah pada masyarakat suci. Baik Hermon maupun Sion akan layu tanpa embun ini. Dikatakan tentang embun bahwa ia tidak menanti-nantikan orang dan tidak mengharap-harapkan anak manusia (Mi. 5:6). Kasih kita kepada saudara-saudara kita tidak boleh kita berikan sesudah mereka mengasihi kita (itu namanya kasih pemungut cukai), tetapi harus diberikan sebelumnya – itulah kasih ilahi.
        IV. Bukti dari keunggulan kasih persaudaraan. Orang-orang yang mengasihi adalah orang-orang yang diberkati. Sebab,
            1. Mereka diberkati Allah, dan oleh sebab itu benar-benar diberkati: ke sanalah, di mana saudara-saudara berdiam bersama dengan rukun, TUHAN memerintahkan berkat, berkat yang berlipat-lipat, yang mencakup semua berkat. Adalah hak istimewa Allah untuk memerintahkan berkat, manusia hanya bisa memohonkan berkat. Berkat-berkat yang sesuai dengan janji adalah berkat-berkat yang diperintahkan, sebab Ia telah memerintahkan perjanjian-Nya untuk selama-lamanya. Berkat-berkat yang terlaksana adalah berkat-berkat yang diperintahkan, sebab Ia berfirman, maka jadilah.
            2. Mereka diberkati untuk selama-lamanya. Berkat yang diperintahkan Allah kepada orang-orang yang berdiam di dalam kasih adalah kehidupan untuk selama-lamanya. Itulah berkat dari semua berkat. Orang-orang yang berdiam di dalam kasih tidak hanya berdiam di dalam Allah, tetapi juga sudah berdiam di sorga. Sama seperti kesempurnaan kasih adalah keadaan diberkati secara sorgawi, demikian pula ketulusan kasih merupakan pertanda dari keterberkatan sorgawi itu. Orang-orang yang hidup di dalam kasih dan damai akan memiliki Allah segala kasih dan damai itu bersama mereka sekarang, dan mereka akan segera bersama-Nya tidak lama lagi, bersama-Nya untuk selama-lamanya, di dunia kasih dan damai yang tanpa akhir. Sungguh alangkah baiknya saat itu, dan alangkah menyenangkannya!


SGDK
HARI MINGGU VIII SESUDAH EPIFANIA
MINGGU, 3 MARET 2019
POLA HIDUP TERBERKATI
Mazmur 133:1-3

IDE PERIKOPE BACAAN
Diam (hidup) bersama dengan rukun itu adalah hidup yang baik
dan indah, sebab kesanalah Tuhan memerintahkan (mengarunia-
kan) berkat kehidupan untuk selama-lamanya.

KERANGKA KHOTBAH LENGKAP
Mazmur 133 berjudul "nyanyian ziarah Daud" yang disusun dalam
bentuk nyanyian hikmat. Sebagai nyanyian ziarah, dapat diduga
bahwa Mazmur 133 ini dinyanyikan pada saat-saat umat ber-
kumpul di Bait Allah di Yerusalem dalam rangka ibadah tahunan.
Dari seluruh pelosok negeri dan dari semua golongan masyarakat
Israel, umat datang ke Yerusalem bersatu dalam penyembahan
kepada Tuhan.

Umat yang berkumpul itu disapa sebagai "saudara-saudara"
dan diajak untuk "diam bersama dengan rukun", yang dalam bahasa
aslinya Iebih tepat jika diterjemahkan dengan "diam bersarna daiam
kesatuan". Jadi, persaudaraan yang hidup bersama dengan rukun
berarti hidup di dalam kesatuan dan persatuan. Dikatakan bahwa
hidup bersama dengan rukun ini "Sungguh, alangkah baiknya dan
indahnya". Baik dalam arti sesuai dengan kehendak Tuhan dan
indah dalam arti sesuai dengan kehendak rnanusia yang percaya.
kepada Tuhan. Jadi, hidup bersama dengan rukun adalah hidup
yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan manusia atau pola hidup
yang didambakan, dirindukan, dicita-citakan, diimpikan, diharapkan.
Selanjutnya dikatakan bahwa kesanalah, kepada umat yang hidup
bersama dengan rukun, Tuhan mernerintahkan berkat kehidupan
untuk selama-Iamanya. Tuhan melimpahkan berkat-Nya kepada
umat yang hidup bersama dengan rukun. Sebagai suatu hikmat,
maka kebenarannya telah teruji di dalam pengalaman umat itu.

Benarkah hikmat yang dikatakan oleh pemazm r ini? Khusus-
nya dalam pengalaman sejarah perjuangan bangsa kita, bangsa
Indonesia, untuk mengusir penjajah, maka hikmat yang terkandung
dalam Mazmur 133 ini telah teruji kebenarannya dan keampuhan-
nya, dan ini terungkap dalam semboyan "Bersafu kita teguh, ber-
cerai kita runtuh." Juga nyata, dalam Lambang Negara kita tertera

ungkapan "Bhinneka Tunggsl Ika" yang maknanya "berbeda-beda
tetapi tetap satu".

Hidup bersama dengan orang lain dalam satu ikatan apapun
memang bukanlah hal yang mudah dengan sendirinya. Sebab se-
setiap orang itu khas dan unik, sehingga setiap orang berbeda dengan
orang lain dalam berbagai hal. Dengan kata lain bahwa tidak ada
dua atau lebih orang yang persis sama. Aku tentu berbeda dengan
engkau dan juga dengan dia. Oleh sebab iyu, hidup bersama dengan
orang lain iyu berpotensi ke arah timbulnya perpecahan,perseteruan,
dan perselisihan.

Menyangkal adanya perbedaan manusia dengan mengatakan
bahwa setiap orang itu sama saja, tidaklah realistis. Tetapi me-
mutlakkan perbedaan manusia dengan mengatakan bahwa tiap
orang itu sama sekali berbeda, juga tidaklah realistis. Tentu ada
kesamaan manusia, sehingga kita dapat berbicara tentang ke-
manusiaan manusia. Oleh sebab itu hidup bersama dengan rukun
itu dalam hal tertentu berarti menyadari, mengakui, menerima, dan
menghormati adanya kesamaan dan perbedaan di antara sesama
manusia.

Hidup bersama dengan rukun adalah hidup yang menyadari,
mengakui, menerima dan menghormati adanya kesamaan dan
perbedaan manusia, karena itu perlu diusahakan dan bahkan diper-
juangkan supaya tetap lestari kapan dan dimanapun. Mengapa?
Sebab itulah pola hidup yang diberkati oleh Tuhan. Berkat (Tuhan)
dalam pemahaman imn Kristen tidak selalu harus diartikan dalam
bentuk yang jasmaniah dan material atau kesehatan dan kekayaan.
Hidup yang diberkati oleh Tuhan adalah hidup yang selalu disertai, dipimpin
dan dipelihara oleh Tuhan, maka akan selalu dialami damai
sejahtera sekalipun kita berada dalam kesukaran dan kesulitan.
dan kita tahu bahwa hidup bersama dengan rukun itu dapat ber-
tumbuh kembang daIam kondisi hidup barsama yang salmg meng-
hormati dan menghargai satu sama lain.

|Karuna yang diberikan Tuhan kepada manusia berbeda-beda.
Agar karunia itu berguna bagi sesama. maka Rasul Paulus me-
nasihati Jemaat dl Roma. la berkata "Jika karunia itu adafah unruk
bemubuat baiklah kita melakukannya sesuafi dengan imam kita;
jika karunia untuk melayani, baiklah kira malayani; jika karunia
untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk me-
nasihati, baiklah kite menasihati. Siapa yang membagi-baigikan
sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhias;
siapa yang memberi pimpinan, hendakiah ia melakukarmya dengan
rajin. Siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah Ia me!aku-
kannya dengan sukacita" (Roma 12:6-8).

Tiap orang ingin agar hidupnya diberkati oleh Tuhan, bukan?
Firman Tuhan menyapa kita saat ini: jika kita mau hidup terberkati
oleh Tuhan, rnaka rnarilah kita hidup bersama dengan rukun. Dan
saah satu cara mewujudkannya ialah layanilah Tuhan dan sesama
dengan karunia klta masing-masing, mengabdilah bagi sesama
dengan apa yang terbaik dari diri kita masing-masing. dan jadilah
berkai bagi sesama. Amin.


SBU



HARI MINGGU VIII SESUDAH EPIFANIA
MINGGU, 3 MARET 2019
Renungan Pagi
KJ 403:1 -Berdoa
POLA HIDUP TERBERKATI
Mazmur 133:1-3
(ay 3)

Mazmur 133 ini berjudul "Nyanyian ziarah Daud" yang pada umumnya dinyanyikan pada saat umat berkumpul untuk berziarah di Yerusalem dan disusun dalam bentuk nyanyian hikmat. Hikmat yang terkandung di dalamnya ialah bahwa Tuhan memberkati umat yang hidup bersama dengan tahun atau hidup bersatu.

Mengapa? Atas dasar keyakinan dan pengalaman hidup umat, pemazmur berkataL "Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun" (ay 1). Disini kata "baik" berarti sesuai dengan kehendak/ damaan kerinduan manusia. Hidup rukun itu adalah hidup yang dikehendaki Tuhan dan didambakan manusia, karena itu sudah seyogyanya diusahakan.

Dalam ajakan "bersatu" itu tersirat bahwa umat manusia itu satu di dalam keanekaragaman. Menolak kesatuan dan keanekaragaman umat manusia berarti menolak kenyataan manusia
itu sendiri dan sekaligus pengingkaran akan Tuhan yang mencipiakan manusia secara demikian. Karenanya hidup rukun (hidup bersatu) itu menuntut sikap toleransi, yaitu menerima dan mensyukuri perbedaan dan keaneka-ragaman. Keaneka-ragaman itu
ada karena adanya perbedaan. Perbedaan itu seyogianya dilerima, bahkan dihormati dan disyukuri, sejauh perbedaan itu tidak metagggar kehendak Tuhan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sejarah mencatat bahwa peradaban manusia bertumbuh-kembang ketika terjadi perjumpaan antar bangsa yang menderong terjadinya proses belajar. Kebenaran hikmat dari Mazmur 133
ini telah teruji dalam perjuangan bangsa Indonesia saat mengusir penjajah dengan semboyan: "Bersaru kita teguh, bercerai kita runtuh!" Tetaplah bersatu bangsaku, gerejaku!".

KJ 403:4
Doa : (Ya Tuhan, beri kamihikmat "hidup rukun" dengan sesama)



HARI MINGGU VIII SESUDAH EPIFANIA
MINGGU, 3 MARET 2019
Renungan Malam
KJ 1:1 -Berdoa
AJAKAN MEMUJI TUHAN SEMUA MAKHLUK

Mazmur 148:1-14.
Haleluya! Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi!. Pujilah TUHAN di bumi, hai ular-ular naga dan segenap samudera raya; (ay 1 dan 7)

Mazmur ini tergolong salah satu "Mazmur haleluya", yang isinya berupa ajakan dan seruan untuk memuji Tuhan dari sorga (ay 1-6)  dan dari bumi (ay 7-14). Terakhir seruan itu ditujukan kepada manusia. Motif-motifnya ialah: a) sebab "Ia memberi perintah, maka
semuanya jadi. Ia mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya", dan "memberi ketetapan yang tidak bisa dilanggar sehingga semuanya berjalan menurut hukum-Nya dan tidak ada kekacauan" (lihat ay 5-6), b) sebab "hanya namaNya saja yang tinggi luhur, keagungannya mengatasi bumi dan langit". "Ia me ninggikan tanduk umat-Nya Israel" (ay 13-14).

Jika memuji Tuhan itu berarti hanya bernyanyi, maka sulit di bayangkan bagaimana seluruh makhluk dan ciptaan Tuhan di sorga dan di bumi memuji Tuhan. Bagaima hal itu berlangsung tidak disebutkan. Lalu apakah yang dimaksud dengan memuji Tuhan disini? Apapun pemahaman kita tentang memuliakan Doa, meninggikan Dia, kita mengagungkan Dia sebab Dialah yang menciptakan kita, mengasihi kita, memelihara kita dan Dia tetap setia kendati kita sering tidak setia.

Pemazmur menempatkan manusia sebagai yang terakhir dari  jajaran mahluk ciptaan Tuhan di sorga dan di bumi yang diajak untuk memuji Tuhan. Dalam kisah penciptaan (lihat Kej 1-2),  manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang terakhir. Jadi dapat lah dikatakan bahwa Tuhan menciptakan alam semesta ini agar manusia dapat hidup layak di dalamnya. Karena itu, salah satu cara manusia untuk memuji Tuhan adalah melestarikan alam ciptaan dengan segala keanekaragamannya. Ada banyak makhuk dan benda yang belum diketahui kegunaannya tetapi khususkannya demi masa depan umat manusia. Kita wajib turut melestarikan  keanekaragaman ciptaan Tuhan.

KJ 1:2
Doa : (Ya Tuhan, biarlah kami turut memuji Engkau menjadi berkat ikut melestarikan ciptaan-Mu)

Label:   Mazmur 133:1-3 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 4 MARET 2019 - HIDUP MENJADI BERKAT BAGI SESAMA - Kejadiian 14:21-24 - MIGGU VIII SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB - Sabtu, 2 Maret 2019 - BELAS KASIHAN - Lukas 7:11-17 - MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar Mazmur




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392





    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Kenya Worship Songs
    Ghana Worship Songs
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs





    Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 dan Tata Ibadah Paskah 21 April 2019 GPIB
    Terlampir disampaikan : 1. Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 2. Tata Ibadah Paskah 21 April 2019



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)


    New Submit
    Jumat, 26 April 2019
    Were You There - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    It Is No Secret (What God Can Do) - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Nearer My God To Thee - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    God Bless America - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Wholy Holy - Aretha Franklin

    Jumat, 26 April 2019
    Respect - Aretha Franklin

    Kamis, 25 April 2019
    When I Get Where I'm Going - Brad Paisley Feat. Dolly Parton

    Kamis, 25 April 2019
    Holes in the Floor of Heaven - Steve Wariner

    Kamis, 25 April 2019
    You're Not My God - Keith Urban

    Kamis, 25 April 2019
    The Old Rugged Cross - Johnny Cash

    Kamis, 25 April 2019
    The Little Girl - John Michael Montgomery

    Rabu, 24 April 2019
    Overcome - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    This Is My Story (My Song) - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    When I See You - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    Freedom In The Spirit - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    For Us - Sarah Kroger

    Minggu, 21 April 2019
    Come Back Home - Manafest feat. Trevor McNevan

    Sabtu, 20 April 2019
    How He Loves - Peter Mattis | Bethel Music

    Sabtu, 20 April 2019
    Still - Amanda Lindsey Cook

    Jumat, 19 April 2019
    With You On My Mind - Kenny Smith

    Pemilihan Presiden
    Quick Count    |    Real Count

    christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,