Save Page
Mazmur 32:1-11
Kebahagiaan orang yang diampuni dosanya
32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! 32:2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! 32:3 Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; 32:4 sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela 32:5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela 32:6 Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. 32:7 Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela 32:8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. 32:9 Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau. 32:10 Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia. 32:11 Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!


Penjelasan:

* Mzm 32:1-2 - Berbahagialah // pelanggaran // dosa // kesalahan // berjiwa penipu
Kebahagiaan karena Diampuni. Berbahagialah. Secara harfiah, Oh, alangkah bahagianya. Sukacita ada pada si orang berdosa karena Allah telah sama sekali mengampuni dia. Perhatikan empat kata pengganti untuk dosa: pelanggaran berarti sengaja tidak mau taat, atau memberontak; dosa berarti tidak memenuhi apa yang ditetapkan atau tujuan; kesalahan menyiratkan sifat suka memutarbalikkan atau menyimpang; berjiwa penipu dalam konteks ini menyiratkan menipu diri sendiri. Masing-masing hal ini merupakan aspek pelanggaran moral, dan ditanggulangi dengan belas kasihan serta pengampunan Allah.

* Mzm 32:3-4 - Selama aku berdiam diri
Beban Rasa Bersalah. Selama aku berdiam diri. Sebelumnya dia berdiam diri karena dia tidak mau mengakui dosanya di hadapan Allah. Terlepas apakah di sini melibatkan sakit penyakit atau tidak, pemazmur mengakui adanya hajaran Allah. Siang atau malam dia tidak mengalami kelegaan selama dia tidak mau mengakui dosanya di hadapan Tuhan.

* Mzm 32:5 - Dosaku kuberitahukan ... dan Engkau mengampuni // Engkau
Kelegaan karena Mengaku Dosa. Dosaku kuberitahukan ... dan Engkau mengampuni. Tentu, ini merupakan sebuah proses, bukan tindakan seketika. Mula-mula, dia mulai memberitahukan dosanya, tidak menyembunyikan, dan akhirnya berkata, "Aku mau mengaku." Perhatikan kedudukan yang tegas dari Engkau ketika penulis mazmur mengubah penekanan pada apa yang dilakukan Allah.

* Mzm 32:6-11 - Sebab itu
Hikmat melalui Pengalaman. Sebab itu. Karena Allah memberikan pengampunan, pemazmur menasihati orang untuk berdoa seperti itu. Berdasarkan pengalamannya sendiri yang luas, dia menjadi pelatih, pengajar, dan pembimbing, dengan menggunakan bahasa seorang berhikmat. Ayat 8 kelihatannya adalah kutipan dari salah satu nyanyian kelepasan yang dalam Alkitab bahasa Inggris disebut, dalam ayat 7, sehingga Allahlah yang membimbing dan mengajar orang percaya.

* Mzm 32:1-6 - Siapa Orang yang Berbahagia
Meskipun tidak berbicara tentang Kristus, seperti banyak mazmur lain yang telah kita lihat sejauh ini, mazmur ini tetap banyak berkaitan dengan Injil di dalamnya. Rasul Paulus memberi tahu kita bahwa Daud dalam mazmur ini menyebut "berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya" (Rm. 4:6). Di sini kita mendapati ringkasan,

    I. Mengenai anugerah Injil dalam hal pengampunan dosa (ay. 1-2), dalam hal perlindungan ilahi (ay. 7), dan bimbingan ilahi (ay. 8).
    II. Mengenai kewajiban Injil. Untuk mengaku dosa (ay. 3-5), untuk berdoa (ay. 6), untuk menguasai diri kita sendiri dengan baik (ay. 9-10), dan untuk bersukacita di dalam Allah (ay. 11).
    Jalan untuk memperoleh hak-hak istimewa ini adalah menjadi sadar akan kewajiban-kewajiban tersebut. Saat menyanyikan mazmur ini, kita harus merenungkan anugerah Injil, supaya kita terhibur, dan memikirkan kewajiban Injil, supaya hati kita tergugah. Menurut Grotius, mazmur ini dirancang untuk dinyanyikan pada hari Pendamaian.
    Siapa Orang yang Berbahagia (32:1-6)
    Mazmur ini diberi judul Maschil (tb: nyanyian pengajaran– pen.), yang menurut sebagian orang hanyalah nama nada yang harus digunakan untuk menyanyikan mazmur ini. Namun menurut sebagian orang lagi, judul tersebut penting. Dalam keterangan tambahan, judul itu diartikan, Mazmur Daud yang memberikan pengajaran. Dan memang benar, dalam mazmur ini tidak ada lain lagi yang lebih kita perlukan selain pengajaran tentang hakikat kebahagiaan yang sejati, yaitu hal apa saja yang membawa kebahagiaan dan jalan mana yang harus ditempuh untuk mencapainya – apa yang harus kita lakukan agar kita bisa berbahagia. Ada sejumlah hal yang diajarkan oleh ayat-ayat ini kepada kita. Secara umum, kita di sini diajar bahwa kebahagiaan kita terletak pada kemurahan Allah, dan bukan pada kekayaan dunia ini – pada berkat-berkat rohani, dan bukan pada hal-hal yang baik dari dunia ini. Ketika Daud berkata, "Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik" ( 1:1), dan "Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela" ( 119:1), yang dimaksudkannya adalah, "Inilah sifat orang yang berbahagia, dan barangsiapa tidak mempunyai sifat demikian jangan harap akan berbahagia." Namun, ketika dikatakan di sini, "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya," yang dimaksudkannya adalah, "Inilah dasarnya mengapa ia berbahagia. Inilah hak istimewa, dasar yang darinya mengalir semua unsur lain dari kebahagiaannya." Secara khusus, kita di sini diajar,
        I. Mengenai hakikat pengampunan dosa. Inilah yang dibutuhkan kita semua, dan tanpanya kita akan binasa. Oleh sebab itu, wajiblah bagi kita untuk sungguh-sungguh peduli dan bertanya-bertanya mengenai hal ini.
            1. Pengampunan dosa adalah bahwa pelanggaran itu diampuni. Dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Pada waktu kita bertobat, kita diampuni atas pelanggaran kita. Artinya, hukuman yang seharusnya menimpa kita, berdasarkan keputusan hukum yang sudah dibuat, dibatalkan dan tidak berlaku lagi. Hukuman itu dicabut (demikian sebagian orang membacanya), sehingga dengan pengampunan dosa itu kita boleh terbebas dari suatu beban, beban yang berat, seperti beban di punggung, yang membuat kita bungkuk, atau beban di atas perut, yang membuat kita mual, atau beban pada roh, yang membuat kita tenggelam. Penghapusan dosa memberikan keringanan dan kelegaan kepada orang-orang yang letih lesu dan berbeban berat (Mat. 11:28).
            2. Pengampunan dosa adalah bahwa dosa kita ditutupi, seperti ketelanjangan ditutupi, supaya tidak membuat kita malu (Why. 3:18). Salah satu tanda pertama rasa bersalah yang dirasakan orangtua pertama kita adalah bahwa mereka merasa malu dengan ketelanjangan mereka sendiri. Dosa membuat kita menjijikkan di mata Allah, sehingga kita menjadi tidak layak sama sekali untuk bersekutu dengan-Nya, dan, ketika hati nurani kita tersadar, dosa itu juga membuat kita menjijikkan bagi diri kita sendiri. Namun demikian, ketika dosa diampuni, dosa itu ditutupi oleh jubah kebenaran Kristus, seperti pakaian dari kulit binatang dikenakan Allah kepada Adam dan Hawa (sebagai lambang penghapusan dosa), sehingga Allah tidak lagi murka terhadap kita, tetapi sepenuhnya berdamai dengan kita. Dosa-dosa itu tidak ditutupi dari kita (tidak, aku senantiasa bergumul dengan dosaku), juga tidak ditutupi dari kemahatahuan Allah, melainkan ditutupi dari tuntutan keadilan-Nya. Ketika Ia mengampuni dosa, Ia tidak mengingatnya lagi, Ia melemparkannya jauh-jauh, orang akan mencarinya namun tidak dapat menemukannya. Dan orang berdosa, sesudah didamaikan dengan Allah secara demikian, mulai didamaikan dengan dirinya sendiri.
            3. Pengampunan dosa adalah bahwa pelanggaran kita itu tidak diperhitungkan lagi, tidak dituduhkan kepada si pendosa, tidak diperhitungkan kepadanya sesuai dengan keketatan hukum, dan juga tidak ditimpakan ke atasnya sebagaimana yang patut dia dapatkan. Karena kebenaran Kristus sudah dikenakan ke atas kita, dan karena di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah, maka pelanggaran kita tidak diperhitungkan, sebab Allah telah menimpakan kepada-Nya kejahatan kita sekalian dan menjadikan-Nya dosa karena kita. Amatilah, hanya Allah yang bisa menghapuskan tuntutan atas pelanggaran, sebab Dia adalah Sang Hakim. Allahlah yang membenarkan.
        II. Mengenai sifat orang-orang yang dosa-dosanya diampuni: yang tidak berjiwa penipu. Daud tidak berkata, "yang tidak mempunyai kesalahan" (sebab siapakah manusia yang hidup dan tidak berdosa?), melainkan, yang tidak berjiwa penipu. Orang berdosa yang diampuni adalah orang yang tidak munafik dengan Allah ketika ia mengakui pertobatan dan imannya, atau ketika ia berdoa memohon pendamaian dan pengampunan. Sebaliknya, ia adalah orang yang dalam kesemuanya ini bersikap tulus dan bersungguh-sungguh dengan apa yang dikatakannya – yang tidak bertobat dengan tujuan untuk berdosa lagi, dan kemudian berdosa dengan tujuan untuk bertobat lagi, seperti yang diartikan seorang ahli tafsir untuk ayat ini. Orang-orang yang merancangkan sesuatu dengan jujur, yang hatinya benar-benar sama dengan apa yang mereka nyatakan, adalah orang-orang Israel sejati, yang tidak berjiwa penipu.
        III. Mengenai kebahagiaan saat dibenarkan: Berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan, sebab inilah cara untuk memperoleh segala berkat, inilah yang cukup untuk membuatnya benar-benar berbahagia. Ketika pelanggaran tidak diperhitungkan lagi, apa yang membawa kutuk dan yang menghalangi berkat diangkat, dan kemudian Allah akan mencurahkan berkat-berkat sampai tidak ada lagi ruang untuk menampungnya. Pengampunan dosa merupakan butir kovenan yang menjadi alasan dan dasar dari semua hal lain. Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka (Ibr. 8:12).
        IV. Mengenai keadaan yang tidak menyenangkan pada diri orang berdosa yang tidak mau merendahkan diri, yang melihat kebersalahannya tetapi tidak mau mengaku dan bertobat. Dengan hati pilu Daud menggambarkan keadaan ini, berdasarkan pengalamannya sendiri yang menyedihkan (ay. 3-4): Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu. Orang bisa dikatakan berdiam diri jika mereka meredam kesadaran hati mereka bahwa mereka bersalah. Orang dikatakan berdiam diri bila mereka tidak bisa tidak sungguh-sungguh melihat jahatnya dosa dan bahaya yang mengintai mereka karena dosa itu, tetapi masih juga mau menenangkan diri sendiri dengan tidak memikirkannya dan mengalihkan pikiran-pikiran mereka kepada hal lain, seperti Kain yang mengalihkan pikirannya untuk membangun kota, yang tidak berteriak minta tolong, kalau mereka dibelenggu-Nya. Orang-orang seperti ini tidak mau mengangkat beban dari hati nurani mereka dengan pengakuan dosa. Mereka tidak ingin mencari pendamaian, seperti yang seharusnya mereka lakukan, dengan berdoa sungguh-sungguh tanpa henti. Mereka lebih memilih merana dalam pelanggaran-pelanggaran mereka daripada menggunakan cara yang sudah ditentukan Allah untuk mendapatkan kelegaan bagi jiwa mereka. Biarlah orang-orang seperti itu sadar bahwa rasa bersalah mereka yang ditekan-tekan itu akan menjadi api di dalam tulang-tulang mereka, dan luka-luka dosa yang tidak dibuka akan bernanah dan berkembang dengan teramat sangat menyakitkan. Jika hati nurani menjadi mati rasa, maka permasalahannya menjadi jauh lebih berbahaya. Namun, jika hati nurani itu dikejutkan dan dibangunkan, maka ia akan didengarkan. Tangan murka ilahi akan terasa menekan berat pada jiwa, dan penderitaan roh akan mempengaruhi tubuh. Daud mengalaminya dengan sedemikian rupa hingga saat ia masih muda pun tulang-tulangnya sudah menjadi lesu. Dan bahkan, ketika terus berdiam diri, dia menjadi mengeluh sepanjang hari. Seolah-olah ia sedang mengalami semacam penderitaan yang memilukan dan suatu penyakit tubuh. Padahal, penyebab yang sebenarnya dari segala kegelisahannya itu adalah pergumulan yang dirasakannya di dalam hatinya sendiri antara rasa insafnya dan kejahatan-kejahatan yang telah dilakukannya. Perhatikanlah, siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung. Dalam pertobatan, ada semacam kegelisahan batin yang harus dirasakan, namun bila tidak bertobat, keadaan menjadi lebih buruk lagi.
        V. Mengenai satu-satunya jalan yang benar yang menuju pada kedamaian hati nurani. Kita di sini diajar untuk mengakui dosa-dosa kita, supaya semua dosa itu bisa diampuni, untuk menyatakannya, supaya kita bisa dibenarkan. Jalan inilah yang diambil oleh Daud: Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidak lagi kusembunyikan (ay. 5). Perhatikanlah, orang-orang yang ingin mendapatkan penghiburan atas diampuninya dosa-dosa mereka harus berani malu untuk mengakui dosa-dosa itu dan bertobat darinya. Kita harus mengakui kenyataan dosa, dan menyebutkannya dengan terperinci (perbuatan ini dan perbuatan itu telah kulakukan). Kita harus mengakui telah bersalah dengan berbuat dosa dan menyadari bahwa kesalahan itu sangat besar serta bersedia menanggungnya (aku sungguh telah berbuat jahat). Kita harus mengakui bahwa adillah bagi kita untuk dihukum karena dosa kita itu (Tuhan itu adil dalam semua hal yang diizinkan terjadi pada kita), dan bahwa kita patut mendapatkan apa yang jauh lebih buruk dari itu – aku tidak layak lagi disebut anak-Mu. Dengan maksud kudus kita harus mengaku dosa dengan rasa malu dan muka merah padam, dengan takut dan gentar.
        VI. Mengenai kesediaan Allah untuk mengampuni dosa orang-orang yang benar-benar bertobat: "Aku berkata: Aku akan mengaku (dengan tulus aku sudah bertekad untuk mengakuinya, tanpa bimbang lagi, tetapi sudah sampai pada keputusan, bahwa aku akan mengakui dosa-dosaku dengan bebas dan sejujurnya) dan dengan segera Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku, dan memberiku penghiburan karena pengampunan dosa itu dalam hati nuraniku. Dengan segera jiwaku menjadi tenang." Perhatikanlah, Allah lebih siap untuk mengampuni dosa saat kita bertobat, lebih daripada kesiapan kita untuk bertobat mencari pengampunan. Setelah melalui banyak penderitaan baru Daud menjadi sadar untuk mengakui dosa-dosanya. Ia dibiarkan tersiksa dulu sebelum sadar untuk mengaku dosa (ay. 3-4). Ia bertahan lama, dan tidak mau menyerah sampai keadaan sudah tidak tertahankan lagi. Namun, ketika ia benar-benar ingin menyerahkan diri, lihatlah betapa cepatnya, dan betapa mudahnya, ia mendapatkan jawaban yang memuaskan: "Aku hanya berkata, aku akan mengaku, dan Engkau mengampuni." Demikian pula bapak si anak hilang melihat anaknya kembali ketika ia masih jauh, dan berlari menemuinya seraya memberikan ciuman sebagai tanda pengampunannya. Betapa hal ini sungguh membesarkan hati orang-orang malang yang ingin bertobat, dan betapa besar jaminan yang diberikannya kepada kita, bahwa jika kita mengaku dosa kita, maka kita akan mendapati Allah bukan saja setia dan adil, tetapi juga penuh rahmat dan baik hati, untuk mengampuni segala dosa kita!
        VII. Mengenai apa yang harus kita ambil dari pengalaman Daud akan kesediaan Allah untuk mengampuni dosa-dosanya (ay. 6): sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu.
            Perhatikanlah:
            1. Semua orang saleh adalah orang-orang yang berdoa. Segera setelah Paulus bertobat, lihatlah, ia sekarang berdoa (Kis. 9:11). Seandainya kita bisa menemukan orang yang hidup tanpa bernafas, maka kita juga bisa menemukan orang Kristen yang hidup tanpa berdoa.
            2. Petunjuk-petunjuk yang diberikan kepada kita mengenai kebahagiaan orang-orang yang dosa-dosanya diampuni, dan kemudahan untuk mendapatkan pengampunan itu, haruslah dapat mengundang dan mendorong kita untuk berdoa, dan secara khusus untuk berdoa, Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa ini. Untuk inilah setiap orang yang ingin bertobat harus bersungguh-sungguh meminta kepada Allah di dalam doa, dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, dengan berharap untuk menerima rahmat (Ibr. 4:16).
            3. Orang-orang yang ingin berhasil di dalam doa harus mencari Tuhan selagi Dia dapat ditemukan. Ketika, dengan pemeliharaan-Nya, Dia memanggil mereka untuk mencari-Nya, dan dengan Roh-Nya Dia menggerakkan mereka untuk mencari-Nya, mereka harus segera pergi untuk mencari TUHAN (Za. 8:21) dan tidak membuang-buang waktu sedikit pun. Sebab, jangan sampai maut keburu menghampiri mereka dan terlambatlah sudah untuk mencari-Nya (Yes. 55:6). Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenan itu (2 Kor. 6:2, 4). Orang-orang yang tulus dan berlimpah di dalam doa akan mendapatkan keuntungan dari doa mereka ketika mereka sedang dilanda masalah: sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, yang sangat mengancam hidup mereka, itu tidak melandanya, tidak membuat mereka takut atau gelisah, apalagi sampai kehabisan daya. Orang-orang yang mengalami Allah dekat dengan mereka dalam segala hal yang mereka serukan kepada-Nya, seperti yang dialami oleh semua orang yang lurus, yang bertobat, dan yang berdoa, akan dijaga dan ditinggikan sedemikian rupa sehingga tidak ada banjir – bahkan banjir besar – yang dapat mendekati mereka untuk menyakiti mereka. Seperti halnya godaan-godaan si jahat tidak dapat menjamah mereka(1 Yoh. 5:18), demikian pula permasalahan-permasalahan dalam dunia yang jahat ini tidak dapat menjamah mereka. Panah-panah api dari kedua jenis kejahatan ini tidak akan mengenai mereka.

* Keyakinan yang Saleh (32:7-11)
Di sini Daud meresapi pengalamannya akan penghiburan yang dirasakannya ketika ia memperoleh belas kasihan dan diampuni.

    I. Ia berkata-kata kepada Allah, dan memberitahukan keyakinannya di dalam Dia dan apa yang diharapkannya dari Dia (ay. 7). Setelah mengecap manisnya anugerah ilahi bagi orang berdosa yang bertobat, ia tidak ragu lagi bahwa anugerah itu pasti akan terus mengalir bagi orang kudus yang berdoa, dan bahwa di dalam anugerah itu ia akan menemukan rasa aman maupun sukacita.
        1. Rasa aman: "Engkaulah persembunyian bagiku. Ketika dengan iman aku mencari pertolongan dari-Mu, aku mempunyai segudang alasan untuk merasa tenang, dan aku tahu aku jauh dari jangkauan kejahatan apa pun yang nyata. Engkau menjaga aku terhadap kesesakan, terhadap sengatnya, dan terhadap hantaman-hantamannya sejauh itu baik bagiku. Engkau menjaga akuterhadap kesesakan seperti yang kualami ketika aku berdiam diri" (ay. 3). Jika setelah mengampuni dosa-dosa kita Allah membiarkan kita sendiri, maka kita akan segera kembali terjerat utang sama seperti sebelumnya, dan kita akan terperosok ke dalam jurang yang sama. Oleh sebab itu, setelah kita menerima penghiburan dari pengampunan dosa, kita harus berlari pada anugerah Allah agar kita dijaga dan tidak kembali kepada kebodohan, dan supaya hati kita tidak kembali mengeras oleh tipu daya dosa. Allah menjagai umat-Nya dari kesesakan dengan menjagai mereka dari dosa.
        2. Sukacita: "Engkau tidak hanya akan meluputkan aku, tetapi juga mengelilingi aku sehingga aku luput dan bersorak. Ke arah mana pun aku memandang, aku akan melihat kesempatan untuk bersukacita dan memuji Allah. Dan teman-temanku juga akan ada di sekelilingku dalam jemaah yang besar, untuk bergabung bersamaku menyanyikan lagu-lagu pujian: mereka akan memadukan nyanyian-nyanyian pembebasan mereka dengan nyanyian-nyanyian pembebasanku. Sama seperti setiap orang saleh akan berdoa bersama-sama dengan aku, demikian pula mereka akan mengucap syukur bersama-sama denganku."
    II. Ia mengalihkan pembicaraannya kepada anak-anak manusia. Setelah bertobat sendiri, ia berbuat semampunya untuk menguatkan saudara-saudaranya (Luk. 22:32): Aku hendak mengajar kamu, siapa pun kamu yang menginginkan pengajaran, dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh (ay. 8). Inilah yang hendak ia lakukan, seperti yang dikatakannya dalam mazmur pertobatannya yang lain, yaitu bahwa apabila Allah memulihkan kembali pada dirinya kegirangan karena keselamatan dari-Nya, ia akan mengajarkan jalan-jalan-Nya kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran. Bahwa ia akan berbuat semampunya untuk mempertobatkan orang-orang berdosa kepada Allah, dan menghibur mereka yang telah bertobat (51:14-15). Ketika Salomo sadar dan bertobat, ia segera menjadi pengkhotbah (Pkh. 1:1). Yang paling mampu mengajarkan anugerah Allah kepada orang lain adalah mereka yang sudah mengalaminya sendiri. Karena itu, mereka yang sudah diajar oleh Allah, mereka harus menceritakan kepada orang lain apa yang dilakukan-Nya terhadap jiwa mereka ( 66:16), supaya dengan demikian mereka mengajar orang lain. Mata-Ku tertuju kepadamu(kjv: Aku akan membimbing engkau dengan mata-Ku – pen.). Sebagian orang mengartikan "mata" di sini sebagai pimpinan dan bimbingan Allah. Ia mengajar kita dengan firman-Nya dan membimbing kita dengan mata-Nya, dengan isyarat-isyarat rahasia mengenai kehendak-Nya dalam berbagai petunjuk dan tanda Pemeliharaan-Nya. Dengan cara ini, Ia memampukan umat-Nya untuk memahami dan mendapatkan bimbingan, seperti seorang tuan yang memberitahukan pikirannya kepada hambanya dengan kedipan matanya. Ketika Kristus berbalik dan memandang Petrus, Dia membimbingnya dengan mata-Nya. Namun demikian, pernyataan ini lebih tepat dipandang sebagai janji Daud kepada orang-orang yang perlu mendapat pengajaran dari dia, terutama anak-anak dan keluarganya sendiri: "Aku hendak memberi nasihat; mataku tertuju padamu" (demikianlah yang kita baca dalam keterangan tambahan). "Aku hendak memberimu nasihat terbaik yang dapat kuberikan, dan kemudian akan mengamati apakah engkau menjalaninya atau tidak." Orang-orang yang diberi pengajaran firman harus selalu berada di bawah pengawasan orang-orang yang mengajar mereka. Para pembimbing rohani harus menjadi pengawas juga. Dalam menerapkan ajaran sebelumnya, yaitu tentang kebahagiaan orang-orang yang dosa-dosanya diampuni, di sini kita temukan ada perkataan yang diberikan kepada pendosa dan juga ada perkataan yang ditujukan kepada orang-orang kudus. Pembagian perkataan kebenaran seperti ini sungguh tepat, karena tiap pihak mendapat bagiannya masing-masing.
        1. Inilah perkataan peringatan kepada para pendosa, dan ada alasan baik mengapa peringatan ini diberikan.
            (1) Peringatannya adalah, jangan bersikap semau-maunya dan susah diatur: Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal (ay. 9). Ketika sang pemazmur ingin menegur dirinya sendiri atas dosa-dosa yang sudah ditinggalkannya, ia membandingkan dirinya seperti hewan di dekat Allah (aku dungu dan tidak mengerti, 73:22), dan oleh sebab itu ia memperingatkan orang lain untuk tidak berlaku demikian. Adalah kehormatan dan kebahagiaan kita bahwa kita diberi pengertian, bahwa kita mampu untuk diatur oleh akal budi dan untuk bersoal jawab dengan diri kita sendiri. Oleh karena itu, marilah kita menggunakan kemampuan-kemampuan berpikir dan merasa yang kita miliki itu dengan sebaik-baiknya, dan bertindak secara masuk akal. Kuda dan bagal harus diatur dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia akan mendekatikita, untuk menyakiti kita, atau (sebagaimana yang dipahami oleh sebagian orang) agar ia mendekati kita, untuk melayani kita, supaya ia menuruti kehendak kita (Yak. 3:3). Janganlah kita menjadi seperti kuda dan bagal itu. Janganlah kita berbuat gegabah karena terdorong hasrat dan nafsu, kapan pun itu, dan berbuat sesuatu yang bertentangan dengan ketentuan akal budi yang benar dan kepentingan kita yang sesungguhnya. Jika saja orang-orang berdosa mau diatur dan dikendalikan demikian, maka segera saja mereka akan menjadi orang kudus, dan tidak akan melangkah lebih jauh di jalan-jalan dosa mereka. Di mana ada anugerah yang memperbarui, di situ tali les dan kekang dari anugerah yang mengendalikan tidak diperlukan.
            (2) Alasan diberikannya peringatan ini adalah karena jalan dosa yang disarankan untuk engkau tinggalkan itu pasti akan berujung pada kesakitan (ay. 10): Banyak kesakitan diderita orang fasik, yang bukan hanya akan menghancurkan kegembiraan mereka yang sia-sia dan bersifat duniawi, dan akan mengakhirinya, melainkan juga akan mengharuskan mereka membayar mahal untuknya. Dosa akan mendatangkan kesakitan jika kita tidak bertobat darinya, kesakitan yang kekal. Kesakitan itu merupakan bagian dari hukuman dosa, susah payahmu akan Kubuat sangat banyak. "Oleh sebab itu, bertindaklah dengan bijak, dan berbaliklah dari kejahatanmu, supaya kamu dapat terhindar dari kesakitan-kesakitan itu, kesakitan-kesakitan yang banyak itu."
        2. Inilah perkataan penghiburan bagi orang-orang kudus, dan ada alasan baik yang juga diberikan untuk itu.
            (1) Mereka diyakinkan bahwa jika saja mereka mau percaya pada Tuhan, dan tetap dekat pada-Nya, maka mereka akan dikelilingi-Nya dengan kasih setia (ay. 10). Dengan demikian, mereka tidak akan pergi meninggalkan Allah, sebab kasih setia itu akan menjaga mereka tetap ada di dalam Dia. Juga, tidak akan ada kejahatan nyata yang akan menerobos masuk mengganggu mereka, sebab kasih setia itu akan menjaga kejahatan untuk tetap berada di luar.
            (2) Oleh sebab itu, mereka diperintahkan untuk bersukacita dalam TUHAN dan untuk bersorak-sorak di dalam Dia, sampai sedemikian rupa sehingga mereka bahkan berpekik dan bersorak-sorai (ay. 11). Biarlah mereka terhanyut oleh sukacita yang kudus ini sampai tak tertahankan lagi. Dan biarlah mereka menggugah orang lain dengan sukacita ini, agar orang lain juga dapat melihat bahwa hidup yang bersekutu dengan Allah itu adalah hidup yang paling menyenangkan dan penuh penghiburan yang dapat kita jalani di dunia ini. Inilah kebahagiaan sekarang ini yang berhak didapat oleh orang-orang yang jujur hatinya. Hanya mereka saja yang berhak dan layak untuk itu.




Label:   Mazmur 32:1-11 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Minggu, 07 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 17:22-30 - Yesaya 50:7-10 - III DOB TRINITATIS

PREV:
Minggu, 23 Juni 2019 - Setia sampai akhir - Wahyu 22:12-17 - Keluaran 15:12-18 - I DOB TRINITATIS

Garis Besar Mazmur





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 22 September - Ezra 2; Mazmur 1, 121

Hari ini, 22 September - Maz 106:47-107:5, Yes 30-31, 2 Kor 12:11-21, Ams 25:1-2


Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song







Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 22 September 2019
On My Own - Ashes Remain

Minggu, 22 September 2019
God's Not Dead - Newsboys

Minggu, 22 September 2019
Gone - Elevation Worship

Sabtu, 21 September 2019
Burdens - Jamie Kimmett

Jumat, 20 September 2019
We're A Winner - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Vaya (Go With Love) - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Truimph - Phillip Bailey

Kamis, 19 September 2019
Oh Jesus! - Mercy Chinwo

Kamis, 19 September 2019
Quiet Time (2): 1 Hour Soaking Worship Songs (Kim Walker, Hillsong, Israel Houghton)

Kamis, 19 September 2019
Free - Hillsong

Kamis, 19 September 2019
Hear My Song, Lord - Gaither Vocal Band

Kamis, 19 September 2019
Give God the Glory - Marcus Jordan

Kamis, 19 September 2019
Beautiful - Jonas Rayme

Kamis, 19 September 2019
Yes, I Know - Gaither Vocal Band

Minggu, 15 September 2019
How I love You - Christy Nockels

Minggu, 15 September 2019
Forever Faithful (Love Song for Jesus) - Lifebreakthrough

Minggu, 15 September 2019
Glory To The King - Hillsong

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   renungan harian katolik tanggal 22 september 2019,   kotbah 1 tesalonoka 3:6-8,   tafsiran mazmur 40:7-11,   Renungan harian bacaan dan mazmur minggu 22 September 2019,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   jamita minggu efesus 4:7-16,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   ayat Alkitab persembahan untuk anak anak,   renungan harian katolik 22 september 2019,   renungan harian katolik 22 september 2019,   lagu rohani easy worship,   lagu penutup ibadah,   lagu rohani pdt erastus sabdono,   Kesimpulan dari dosa , anugerah , pertobatan , pengampunan dan hidup baru,   lagu rohani untuk persembahan,   kidung ceria bilasangkakala,   not lagu nyanyian kidung baru 201,   tafsiran Yosua 24:13-25,   Bahan khotbah Josua 24:13-25,   sabda bina teruna septembr 2019,   inti korbah JOSUA 24:13-25,   jamita josua 24:13-25,   download MP3 lagu lagu di lagu sion acapella,   yosua 23 13-25,   renungan yesaya 27:1-5,   Khotbah 1tesalonika3,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   khotbah yosua 24:13-25,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   chord dipintumu ku datang dan,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   Ilustrasi kotbah josua,   renungan harian hkbp 2019 mazmur 40:7-11,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   Ilustrasi kotbah josua,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   renungan matius 5:21-26,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   khotbah lukas 16:10-18,   nyanyian rohani 136,   kmm 1 notasi,   jamita na marhata batak Josua 24:13-25,   lagu persembahan pastekosta lama,   1 petrus 3 : 8-12,   Injil Renungan Minggu 22 September 2019,   khotbah yosua 24:13-25,   1 petrus 3 : 8-12,   bina anak gmim bln september,   renungan gpib hari ini september,   khotbah yosua 24:13-25,   bahan renungan alkitab 1 yohanes pasal 1 ayat 1 sampai 6,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   khotbah dari gal 4:18÷20,   nyanyian masmur minggu 22 september 2019,   kidung muda mudi 87,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   tafsiran amos 8:4-6,   download kidung keesaan gratis,   bahan khotbah ester 4:1-17,   kidung kaesaan,   khotbah yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kidubg kaesaan 6,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   lagu sesudah pembacaan alkitab,   download lg soraklah alleluya katolik,   khotbah lukas 16: 10-18,   renungan kis,   khotbah yosua 24:13-25,   instrumen lagu rohani mp3,   khotbah minggu 22 september 2019 Yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kmm 33,   Khotbah amos 8:4-8,   sabda bina umat online,   notasi nkb 122,   nkb 122 dengan not,   kotbah josua 24 13 25,   kotbah josua 24:13-25,   kotbah josua 24:13-25,   jangan mengusik orang2 yg Kuurapi, renungan,   Khotbah minggu tanggal 22 sep 2019 yosua 24:13-25,   lagu-lagu rohani katolik 2019,   khotbah mazmur 40:7-11,   khotbah mazmur 40:7-11,   lagu gms,   bina anak gmim bln september,   tema ibadah hki 22 september 2019,   mars pelkat pa,   mars pelkat pa,   lagu kidung jemaat awal pesta,   ku daki jalan mulia chord,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   lagu bermacam-macam anak,   Kotbah:yosua 24:13-25,   khotbah bilangan 27,   lagu untuk persembahan,   Tertwa lgu rohni,   ilustrasi khotbah lukas 16:10-18,   renungan roma 12:1-8 menjalani kehidupan ibadah yang sejati,   khotbah amos 8: 4-8,   Album rohani john tanamal,   khotbah amos 8: 4-8,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,   Renungan amos 8:5,   kmm 33,   kmm 2,   lagu gereja baru,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   gambar meja persembahan di gereja,   kmm 2,   kmm 2,   kmm 2,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   lagu rohani senja membayang di batas hari,   lirik lagu setelah ibadah,   KPPK 3,   yosua 24:13-25,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 22 september 2019,   kmm 33,   kmm 33,   lagu penutup ibadah,   khotbah amos 8:4-8,   40 lagu rohani kristen,   lagu sebelum firman tuhan kidung jemaat,   Renungan..Amos.8:4-8,   Khotbah Flp 1 9- 11,   renungan kristen mazmur 40:7-11 renungan raja wali,   pergaulan buruk merusak,   Khotbah kematian 2samuel 12:18-23,   khotbah amos 8: 4-8,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   tata ibadah penghiburan,   lagu kidung keesaan,   chord.gitar ku daki jalan mulia,   Renungan Harian GMIT 1 Timotius 6:2b-10,   download mp3 lagu kristen arab above all arabiac song,   ku mengasihi tuhan gb 238,   contoh-contoh pendalaman kotbah kejadian 21:18-13,   khotbah lukas 17 : 5 - 10,   download mp3 lagu kristen arab,   download mp3 lagu kristen arab,   renungan rut 4,   download mp3 lagu kristen arab,   tuhan telah berjanji mp3,   tgl 22 september 2019 tema hotbah gpib relasi kuasa yang menjadi berkat,   tgl 22 september 2019 tema hotbah gpib relasi kuasa yang menjadi berkat,   tgl 22 september 2019 tema hotbah gpib relasi kuasa yang menjadi berkat,   tgl 22 september 2019 tema hotbah gpib relasi kuasa yang menjadi berkat,   contoh hotbah ibadah minggu tgl 22 septmbr 2019 gpib bilangan 27 :1-12,   khotbah Mazmur 33:13-18,   donlod mp3 lagu kristen arab,   contoh hotbah ibadah minggu tgl 22 septmbr 2019 gpib bilangan 27 :1-12,   Khotba amos 8:4-8,   khotbah renungan amos 8 : 4-8,   khotbah lukas 17 : 1 - 10,   khotbah lukas 17 : 1 - 10,   lagu kidung jemaat awal pesta,   download lagu rohani mp3,