Save Page
Amsal 22:8-12
22:8 Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. 22:9 Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin. 22:10 Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran, dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh. 22:11 Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja. 22:12 Mata TUHAN menjaga pengetahuan, tetapi Ia membatalkan perkataan si pengkhianat.

Penjelasan:


* Ams 22:8 - Tongkat amarahnya akan habis binasa
Tongkat amarahnya akan habis binasa. Di sini LXX menambahkan satu bait, "Allah memberkati orang yang baik hati dan pemurah, tetapi Dia menghukum segala pekerjaan orang bebal." Kemungkinan II Korintus 9:7 menyinggung separuh pertama dari ayat ini, namun tentang itu kita tidak dapat memastikan. Kita tidak perlu menduga bahwa teks Ibraninya lain, walaupun itu bukan tidak mungkin.

* Berbagai-bagai Amsal, 22:1-16 (22:1)
    Di sini terdapat dua hal yang lebih berharga dan yang seharusnya lebih kita ingini daripada kekayaan besar:
    1. Dipuji-puji: Nama (yaitu nama baik, yang berhubungan dengan hal-hal yang baik di mata Allah dan orang-orang baik) lebih berharga dari pada kekayaan besar. Yakni, kita harus lebih berhati-hati ketika melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan nama baik bagi kita dan mempertahankan nama baik itu, daripada melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan dan menambah harta benda. Kekayaan besar menuntut perhatian yang besar, membawa orang rentan terhadap bahaya dan sama sekali tidak membuat orang menjadi lebih bernilai. Orang bebal dan penipu bisa memiliki kekayaan besar, tetapi nama baik menjadikan seseorang tenteram dan aman. Nama baik menjadikan orang bijaksana dan jujur, mencerminkan kemuliaan Allah, dan memberi orang kesempatan yang lebih besar untuk berbuat baik. Dengan kekayaan besar kita bisa mencukupi kebutuhan jasmani orang lain. Tetapi, dengan memiliki nama baik, kita bisa mendorong orang lain untuk beribadah.
    2. Dikasihi, memperoleh penghargaan dan kasih sayang dari semua orang di sekitar kita. Ini lebih baik daripada perak dan emas. Kristus tidak memiliki baik perak maupun emas, tetapi Ia makin dikasihi oleh Allah dan manusia (Luk. 2:52). Melalui hal ini kita harus belajar untuk memandang kekayaan dunia ini dengan kebencian yang kudus, bukan mencondongkan hati kita padanya, melainkan sebisa mungkin memikirkan semua yang manis dan sedap didengar (Fil. 4:8).



Epistel: Korintus 6:1-8
Kejahatan manusia
6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. 6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." 6:4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. 6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, 6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." 6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

Penjelasan:


* Mencari Keadilan pada Orang Kafir (6:1-11).
Pembahasan mengenai keadaan yang tidak teratur dilanjutkan. Sekalipun tidak ada partikel penghubung di dalam 6:1, ide tentang menghakimi jelas sekali menghubungkan kedua pasal ini. Kewenangan gereja untuk menghakimi anggota-anggotanya merupakan pokok bahasan di dalam keduanya. Godet telah mengatakannya dengan baik, "Kamu bukan hanya tidak menghakimi orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabmu (mereka yang ada di dalam): tetapi kamu bahkan membiarkan dirimu dihakimi oleh mereka yang ada di bawahmu (mereka yang di luar)!" (op.cit, I:284). Masalah mencari keadilan dikemukakan (ay. 1) untuk kemudian dibahas (ay. 2-11). Penyelesaian masalah ini ditandai dengan tiga kali penggunaan: tidak tahukah kamu (Yunani: ouk oidate; ay. 2, 3, 9).

* 1Kor 6:1 - Apakah ada seorang di antara kamu ... berani
Apakah ada seorang di antara kamu ... berani (sangat tegas di alam teks Yunaninya). Betapa beraninya orang-orang yang telah dibenarkan (walaupun orang Yunani senang mengajukan perkara ke pengadilan) pergi kepada orang-orang yang tidak benar untuk mencari keadilan!

* 1Kor 6:2 - orang-orang kudus akan menghakimi dunia,
Pokok pertama dalam pembuktian kesalahan ini ialah kenyataan yang sudah diketahui bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia, sebab kemanunggalan mereka dengan Mesias, yang kepada-Nya telah diserahi kekuasaan untuk menghakimi segala sesuatu (bdg. Mat. 19:28; Yoh. 5:22).

* 1Kor 6:3 - kita akan menghakimi malaikat-malaikat; // apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari
Pokok kedua ialah fakta yang sudah diketahui bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat; jadi, apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari (bdg. Yoh. 5:22; II Ptr. 2:4, 9; Yud. 6).

* 1Kor 6:4 - Sekalipun demikian // Harus mengurus // kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat? 5 // berhikmat!
Sekalipun demikian mendahului sebuah sisipan yang agak kabur akibat masalah penerjemahan. Harus mengurus dapat dipahami sebagai perintah (imperatif) atau sebagai petunjuk (indikatif). Jika bersifat sebagai petunjuk, maka istilah ini bila juga bersifat deklaratif atau interogatif. Mungkin sebagai petunjuk (indikatif) dengan gaya interogatif lebih dipilih, sehingga arti ayat ini menjadi kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat? 5. Sebuah dugaan yang sangat ironis bahwa mungkin di antara orang-orang bijak di Korintus tidak ada orang yang berhikmat!

* 1Kor 6:7-8 - kekalahan
Sebuah proses yang lebih baik diusulkan. Yang dimaksud dengan kekalahan adalah bahwa memperkarakan seorang saudara seiman sudah berarti kekalahan dalam kasus itu.


* Penyebab Tuntutan Hukum Dicela (1 Korintus 6:1-8)
    Di sini Rasul Paulus mencela mereka karena saling melakukan gugatan hukum di hadapan hakim yang tidak mengenal Allah untuk perkara-perkara yang sebenarnya tidak berarti. Ia menyalahkan mereka dengan semua gugatan hukum yang menjengkelkan. Di pasal sebelumnya ia telah memerintahkan mereka untuk memberi hukuman atas dosa-dosa keji di antara mereka melalui kecaman jemaat. Di sini ia memerintahkan mereka untuk menyelesaikan segala sengketa di antara mereka melalui nasihat dan saran jemaat. Mengenai hal ini, dapat kita amati,
        I. Kesalahan yang ditegurnya. Yaitu, menghadap pengadilan. Bukan karena hukum itu baik kalau tepat digunakan, melainkan karena,
            1. Saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain (ay. 6), seorang anggota jemaat melawan anggota lainnya. Hubungan yang dekat tidak dapat memelihara perdamaian dan saling pengertian yang baik. Ikatan kasih persaudaraan diputuskan. Seperti yang dikatakan oleh Salomo, Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri dari pada kota yang kuat. Pertengkaran mereka menjadi seperti palang gapura sebuah puri (Ams. 18:19). Perhatikanlah, orang-orang Kristen seharusnya tidak boleh bertengkar, sebab mereka bersaudara. Kalau hal ini dilaksanakan sebagaimana mestinya, akan mencegah timbulnya gugatan hukum, dan dapat mengakhiri perbantahan dan tuntutan hukum.
            2. Mereka membawa perkara itu di hadapan hakim yang tidak mengenal Allah. Mereka mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus (ay. 1). Mereka membawa persengketaan mereka di hadapan orang-orang yang tidak percaya (ay. 6), dan tidak mau menyelesaikan pertikaian itu di antara mereka sendiri, di antara orang-orang Kristen dan orang-orang kudus, setidaknya di antara orang-orang yang sama-sama mengaku percaya iman Kristen. Kejadi an ini cenderung mendatangkan aib bagi Kekristenan. Dengan segera hal itu menyatakan kebodohan dan sifat mereka yang tidak suka berdamai, sementara mereka mengaku-ngaku sebagai anak-anak yang berhikmat dan pengikut-pengikut Anak Domba, Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, Raja Damai. Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata, "Apakah ada di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar?" Perhatikanlah, orang-orang Kristen sama sekali tidak boleh melakukan sesuatu yang kemungkinan besar dapat membawa aib bagi nama dan pengakuan iman Kristen mereka.
            3. Setidaknya inilah petunjuk bahwa mereka melakukan gugatan hukum untuk perkara-perkara yang tidak berarti, perkara-perkara yang sebenarnya sepele. Sebab, Rasul Paulus menyalahkan mereka karena mereka lebih rela untuk tidak menderita ketidakadilan dan lebih suka melakukan gugatan hukum (ay. 7), demi hal-hal yang sangat tidak penting. Dalam hal-hal yang dapat membawa kerugian besar bagi diri kita atau keluarga kita, kita dapat menggunakan sarana-sarana hukum untuk membenarkan diri. Kita tidak boleh tinggal diam dan menanggung penderitaan itu dengan pasrah, tanpa berbuat apa-apa untuk kelegaan kita sendiri. Namun, dalam hal-hal yang berakibat kecil, lebih baik mengalah terhadap orang-orang yang berbuat salah itu. Orang-orang Kristen harus memiliki watak yang suka mengampuni. Menanggung penderitaan dan ketidaknyamanan ringan adalah demi untuk ketenteraman dan kehormatan mereka sendiri dari pada tampak sebagai orang yang suka bertengkar.
        II. Rasul Paulus menunjukkan di hadapan mereka betapa buruknya kesalahan mereka: Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia (ay. 2), akan menghakimi malaikat-malaikat? (ay. 3). Apakah mereka tidak layak untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti, perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari? Dengan membawa perkara-perkara yang tidak berarti mengenai hidup sehari-hari di hadapan hakim-hakim yang tidak mengenal Allah, mereka menaruh aib ke atas watak kekristenan mereka, mereka melupakan martabat mereka yang sebenarnya sebagai orang-orang kudus. Padahal, seharusnya mereka akan menghakimi dunia ini, benar-benar menghakimi. Jadi, sungguh sangat tidak bertanggung jawab kalau mereka tidak dapat menyelesaikan perselisihan-perselisihan yang sepele di antara mereka sendiri. Beberapa orang berpendapat bahwa menghakimi dunia ini dan malaikat-malaikat haruslah dipahami sebagai menjadi penilai bagi Kristus pada hari penghakiman agung itu. Dikatakan mengenai murid-murid Juruselamat kita bahwa pada hari itu mereka akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel (Mat. 19:28). Selain itu, di bagian lain kita membaca mengenai kedatangan Tuhan kita dengan beribu-ribu orang kudus-Nya untuk menghakimi semua orang (Yud. 14-15). Ia akan datang untuk menghakimi dengan semua orang kudus-Nya (1Tes. 3:13). Mereka sendiri juga akan dihakimi (Mat. 25:31-41), tetapi mungkin mereka akan dibebaskan terlebih dahulu dan diminta untuk maju dan duduk di atas bangku peradilan untuk memberikan persetujuan dan tepuk tangan mereka atas penghakiman Kristus yang adil, baik atas manusia maupun atas malaikat-malaikat. Tidak dalam arti lain mereka akan menjadi hakim-hakim. Mereka bukanlah mitra di dalam tugas Tuhan mereka, tetapi mereka mendapat kehormatan untuk duduk di dekat-Nya, dan menyaksikan penghakiman-Nya terhadap dunia yang jahat dan mendukung penghakiman itu. Ada juga yang berpendapat bahwa penghakiman atas dunia ini dimaksudkan ketika kerajaan dunia ini berubah menjadi kerajaan Kristen. Tetapi tidak tampak bahwa jemaat Korintus memiliki pengetahuan bahwa kerajaan dunia akan berubah menjadi kerajaan Kristen. Andaikata mereka tahu, dalam hal apa dapat dikatakan bahwa kaisar-kaisar Kristen akan mengadili malaikat-malaikat? Yang lain lagi berpendapat bahwa yang dimaksud dengan penghakiman terhadap dunia adalah penghakiman jemaat atas dunia oleh iman dan perbuatan mereka, dan pengusiran malaikat-malaikat jahat oleh kuasa mujizat, yang tidak terbatas hanya pada abad-abad permulaan atau hanya pada rasul-rasul saja. Dari semua pendapat, tampaknya pengertian pertamalah yang paling dapat diterima, dan lagi pula pengertian itu memberikan dukungan sepenuhnya atas alasan yang diberikan. "Akankah orang-orang Kristen mendapat kehormatan untuk duduk bersama Hakim yang Berdaulat pada hari akhir itu, sementara Ia menjatuhkan hukuman ke atas orang-orang berdosa dan malaikat-malaikat yang jahat, dan tidak layakkah mereka untuk menghakimi perkara-perkara tidak berarti yang kamu pertentangkan di hadapan hakim-hakim yang tidak mengenal Allah? Tidak dapatkah mereka menyelesaikan perselisihan kalian itu? Mengapa kamu harus membawa perkaraperkara itu ke hadapan hakim-hakim yang tidak mengenal Allah? Kamu ditetapkan untuk menghakimi hakim-hakim itu, jadi pantaskah kamu mengikuti pengadilan mereka? Haruskah kamu menyerahkan urusan-urusan biasa dalam hidup ini kepada hakim yang tidak berarti di dalam jemaat?" (Begitulah yang dipahami oleh beberapa orang, dan mungkin yang paling cocok, ay. 4), yaitu hakim-hakim yang tidak mengenal Allah, exouthenēmenous, sesuatu yang tidak berarti (1:28). "Pantaskah mereka yang seharusnya dipanggil untuk mengurus perkara-perkaramu, kamu pandang begitu rendah? Tidakkah itu memalukan?" (ay. 5). Ada juga orang yang memahaminya dalam kalimat ironis: "Jika kamu mempunyai perkara-perkara yang belum terselesaikan seperti itu, serahkanlah perkara itu kepada mereka yang setidaknya berarti di antara kamu. Anggota-anggota yang paling rendah di antara kamu pasti dapat menyelesaikan perselisihan ini. Sampaikan perkara yang diperselisihkan kepada mereka, dari pada di ajukan ke pengadilan di hadapan hakim-hakim yang tidak mengenal Allah. Perkara-perkara itu tergolong sepele, tidak layak untuk dipertengkarkan, dan dengan mudah dapat diselesaikan, jika kamu pertama-tama dapat menaklukkan dirimu sendiri dan tunduk kepada watak Kristen yang sejati. Bersabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan yang paling tidak terpelajar di antara kamu sekalipun dapat mengakhiri perselisihanmu. Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu (ay. 5). Perhatikanlah, merupakan hal yang memalukan jika perselisihan-perselisihan kecil berkembang pesat di antara orang-orang Kristen, sehingga tidak dapat diselesaikan melalui campur tangan saudara-saudara seiman.
        III. Rasul Paulus memberikan dua cara untuk memperbaiki kesalahan ini, yakni,
            1. Dengan menyerahkan perkara itu kepada seseorang di dalam jemaat untuk diselesaikan: "Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya? (ay. 5) Kamu yang menganggap dirimu sangat berhikmat dan berpengetahuan, yang begitu membangga-banggakan karunia-karunia dan anugerah luar biasa yang kamu miliki. Tidak adakah seorang di antara kamu yang layak untuk melakukan pekerjaan ini? Tidak adakah yang cukup berhikmat untuk menghakimi perselisihan ini? Haruskah sesama saudara bertengkar, dan hakim yang tidak mengenal Allah menghakimi, di dalam suatu jemaat yang begitu terkenal dengan pengetahuan dan hikmatnya seperti kalian? Merupakan suatu aib bagi kamu bahwa banyak pertengkaran terjadi di antara kalian, dan tidak ada seorang pun dari antara kamu yang berhikmat dapat menengahi dan mencegahnya." Perhatikanlah, orang-orang Kristen sama sekali tidak boleh melakukan gugatan hukum sebelum semua upaya damai telah dicoba dengan hasil yang sia-sia. Orang Kristen yang bijaksana sedapat mungkin mencegah timbulnya pertengkaran dan tidak menyerahkan begitu saja keputusan perkara yang dipertengkarkan kepada pengadilan, khususnya untuk perkara-perkara biasa yang sangat tidak berarti.
            2. Dengan sukarela bersedia menderita ketidakadilan dari pada menempuh cara tersebut untuk membenarkan diri sendiri. Adanya saja perkara di antara kamu telah merupakan kekalahan bagi kamu. Selalu merupakan suatu kekalahan bagi salah satu pihak untuk berperkara di pengadilan, kecuali apabila surat bukti yang ada memang meragukan dan dengan penuh rasa persahabatan kedua belah pihak sepakat untuk bersama-sama menyerahkan perkara itu pada penilaian dari orang-orang yang memiliki pengetahuan hukum untuk memutuskan. Lebih baik menyerahkan perkara itu daripada berselisih mengenai hal itu, yang tampaknya terutama dikecam oleh Rasul Paulus: Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? Perhatikanlah, seorang Kristen lebih baik siap menanggung sedikit penderitaan daripada merengek mengasihani diri sendiri dan membangkitkan kemarahan orang lain dengan cara berlomba-lomba mengajukan gugatan hukum. Kedamaian dalam pikirannya sendiri dan ketenangan lingkungan di sekitarnya lebih berharga dari pada kemenangan dalam adu gugat seperti itu atau dalam usaha memulihkan haknya kembali, khususnya ketika perselisihan itu harus diputuskan oleh orang-orang yang menjadi seteru agama kita. Namun Rasul Paulus menunjukkan kepada mereka betapa jauhnya mereka dari kemauan menanggung penderitaan sehingga mereka benar-benar melakukan ketidakadilan, dan mendatangkan kerugian terhadap saudara-saudara mereka. Perhatikanlah, merupakan suatu kesalahan untuk melakukan ketidakadilan dan mendatangkan kerugian terhadap siapa pun juga, tetapi kesalahan ini men jadi semakin besar kalau sampai mendatangkan kerugian terhadap sesama saudara Kristen kita. Ikatan kasih bersama harus menjadi semakin kuat di antara mereka dari pada di antara orang-orang lain. Dan kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia (Rm. 13:10). Orang-orang yang mengasihi rasa persaudaraan berdasarkan asas ini tidak akan pernah menyakiti atau melukai sesama mereka.


Label:   Amsal 22:8-12 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Minggu, 03 Nov 2019 - Khotbah: Efesus 5:22-33 - Epistel: Kejadian 3:6-13 XX DOB TRINITATIS

PREV:
Minggu, 20 Okt 2019 - Khotbah: Yohanes 4:21-26 - Epistel : Yesaya 2:2-5 - XVIII DOB TRINITATIS

Garis Besar Amsal






December 1-7 (Week 49) - Esther 7-10; Revelation 3 || Ezra 7-10; Psalm 97; Rev 4 || Nehemiah 1-3; Rev 5 || Neh 4-6; Psalm 98; Rev 6 || Neh 7-9; Psalm 140; Rev 7

Hari ini, 6 Desember - Kisah Para Rasul 26-28

Hari ini, 6 Desember - Maz 137:2-8, Dan 9-10, 1 Yoh 4, Ams 30:11-12

Hari ini, 6 Desember - Yohanes 15:18-27, Wahyu 3:14-22, Ayub 29, Yoel 1

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Register   Login  

contoh kj 424 bukan kj.424



Latest Christian Song
** Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 31 JANUARI 2020 - ORANG YANG MENANG ADALAH ANAK ALLAH - Wahyu 21:6-8 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 21:6-8 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Alfa dan Omega, di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang // bagian mereka, Kebenaran dan kepastian dari keadaan yang membahagiakan ini disahkan oleh firman dan janji Allah, YESUS ADALAH SUMBER PENGHARAPAN DAN KEKUATAN
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 30 JANUARI 2020 - YESUS: RAJA DARI SEGALA RAJA DAN TUHAN DARI SEGALA TUHAN - Wahyu 19:14-16 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 19:14-16 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

Khotbah Ibadah GPIB RABU, 29 JANUARI 2020 - YESUS ADALAH SOLUSI - Lukas 8:22-25 SGDK) -MINGGU II SESUDAH EPIFANI Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Marilah kita bertolak ke seberang danau, Yesus tertidur // Taufan // Perahu itu kemasukan air dan mereka dalam bahaya, Kita binasa // Ia pun bangun, lalu menghardik air dan angin yang mengamuk itu, Kristus memerintahkan murid-murid-Nya untuk bertolak ke seberang danau, LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SAMA 0| MATATUHAN
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 28 JANUARI 2020 - BESAR DAN AJAIB - Wahyu 15:1-4 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 15:1-4 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Tujuh Cawan Penghukuman, telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya // nyanyian Musa, hamba Allah dan nyanyian Anak Domba, Pekerjaan penumpahan tujuh cawan, yang dipercayakan kepada tujuh malaikat, Patutlah Allah dipuji dan disembah sepanjang abad, BESAR DAN AJAIB
Khotbah Ibadah GPIB - SENIN, 27 JANUARI 2020 - JANJI PENYERTAAN TUHAN - Wahyu 1:17-20 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 1:17-20 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat // Efesus // Smirna // Pergamus // Tiatira, Sardis, Filadelfia, // Laodikia // Iblis, tujuh kaki dian dari emas, // Anak Manusia, // Yang Awal dan Yang Akhir // Yang Hidup; // kunci maut dan kerajaan maut // apa yang telah kaulihat // yang terjadi sekarang // yang akan terjadi sesudah ini // sesudah

Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 31 Desember 2019 - TETAP SEMANGAT KARENA TUHAN SELALU BERI BERKAT - Yesaya 61:10-11 (SGD) - MALAM TAHUN BARU Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Orang percaya yang telah lahir baru dengan sukaria menanggapi janji-janji mulia ini., Kemakmuran Jemaat . BERSYUKUR BERSAMA TUHAN
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 30 Desember 2019 - PUJILAH NAMA TUHAN - Senin, 30 Desember 2019 - MINGGU SESUDAH NATAL Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Ajakan kepada bumi, Pujilah Tuhan di bumi, Sebuah Undangan untuk Memuji,
Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 29 Desember 2019 - MENSYUKURI PENYERTAAN ALLAH - Yesaya 52:1-10 (SGD) - HARI MINGGU SESUDAH NATAL Yesaya 52:1-10 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Dorongan bagi Yerusalem,
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Desember 2019 - MENGENAL DlA - 1 Yohanes 1:3-6 - MINGGU SESUDAH NATAL 1 Yohanes 1:3-6 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar // persekutuan. Kamu juga , Supaya sukacita kami menjadi sempurna , Allah adalah terang, Hidup di dalam kegelapan // Tidak melakukan kebenaran, Kesaksian Rasuli
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 27 Desember 2019 - HIDUP DI DALAM TERANG - 1 Yohanes 1:5-10 - MINGGU SESUDAH NATAL 1 Yohanes 1:5-10 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)







Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
Contoh Tata Ibadah Natal Tahun Lalu
TATA IBADAH MALAM NATAL KELUARGA 24 DESEMBER, TATA IBADAH MALAM NATAL 24 DESEMBER, NATAL 25 DESEMBER, NATAL 26 DESEMBER, MALAM TH BARU 31 DESEMBER, TAHUN BARU 1 JANUARI, TATA IBADAH MALAM TAHUN BARU KELUARGA 31 DESEMBER, TATA IBADAH JAMUAN KASIH NATAL
Tata ibadah anti kekerasan dari PGIW Jawa Barat - Memecah Kebisuan, Melawan Kekerasan Seksual - Minggu, 1 Desember 2019 - Adven I
Surat Kampaye, Imbauan PGIW Jawa Barat, Latar belakang kampanye, POSTER ANTI KEKERASAN, Tata Ibadah kampanye kekerasan
Tata Ibadah HUT ke-37 Pelkat PT GPIB





New Submit
KAMIS, 2 JANUARI 2020
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 2 JANUARI 2020 - HADIAH DARI SORGA - Filipi 3:12-16 - MINGGU SESUDAH NATAL

Jumat, 06 Desember 2019
Zie De Maan Schijnt Door De Bomen

Friday, December 06, 2019
John Schneider Scores First Number One Christian Country Single

Friday, December 06, 2019
End of journey as gospel star Zimu loses battle against cancer

Friday, December 06, 2019
‘A wakeup call:‘ British theologian N.T. Wright on the prosperity gospel, climate change and Advent

Kamis, 05 Desember 2019
When Christmas Comes Around - Caitie Hurst

Wednesday, December 04, 2019
Seek the light during busy Advent season, advises NAU chaplain

Wednesday, December 04, 2019
Seek the light during busy Advent season, advises university chaplain

Wednesday, December 04, 2019
Early Rain Church Elder Sentenced to Four Years in Prison for Having Christian Literature

Wednesday, December 04, 2019
Lighthouse Christian School Contributes to Christmas Spirit

Selasa, 03 Desember 2019
Materi Rancangan Dasar (Randas) Akta Gereja


Kalender GKJ Desember 2020


Kalender GKJ Nopember 2020


Kalender GKJ Oktober 2020


Kalender GKJ September 2020


Kalender GKJ Agustus 2020


Kalender GKJ Juli 2020


Kalender GKJ Juni 2020


Kalender GKJ Mei 2020


Kalender GKJ April 2020

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lirik lagu kj 376 versi toraja,   ucapan selamat natal untuk persekutuan,   +hotbah yesaya 60:1-7,   download mp3 kidung jemaat 69,   lagu natal untuk persembahan syukur,   lagu masa adven 2019,   lagu masa adven 2019,   lagu masa adven 2019,   bahan khotbah Adven Gmit 2019,   gits bakti 324,   download lagu GEREJA,   download lagu GEREJA,   lirik lagu tuhan pelita hidupku,   khotbah masa adventus yesaya12:1-6,   lirik lagu surya bersinar,   download lagu rohani mp3 gratis,   download lagu rohani mp3 gratis,   khotbah 1 tim. 4:1-16,   kalender liturgi 2020,   sambutan pranatal gmim,   contoh lagu komuni minggu advent ketiga tahun A 2019,   liturgi perayaan ekaristi 15 desember 2019 tahun a,   lagu mazmur untuk tahun a 15 desember 2019 minggu advent III,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   &rct=j,   Lirik lagu natal praise and worship ibadah natal 25 desember,   nyanyian rohani no 97,   lagu berita anugerah,   doa persembahan katolik,   pidato radio menjelang natal,   kalender liturgi 2020,   lagu persembahan,   khotbah maz 72:1-7,   khotbah maz 72:1-7,   pujian untuk persembahan,   khotbah lukas 16 : 19-31 minggu biasa,   khotbah lukas 16 : 19-31 minggu biasa,   khotbah Yohannes 1:14-18,   contoh kata sambutan di acara natal,   lagu wartakanlah kabar gembira tek,   khotbah Matius 24:3-8,   kalender liturgi oktober 2020,   kalender liturgi 2019,   DSL NO 218 SAMBUTLAH,   materi adven ke1,   lirik lagu rohani pujian bukan setiap orang yang berseru Tuhan Tuhan masuk kerajaan Allah,   renungan Zakaria 9 ; 9-10,   matius 10 :34-42,   khotbah kisah para rasul 13:13-25,   contoh liturgi natal gpib,   not angka lagu bagimu damai sejahtera,   kalender liturgi desember 2019,   lagu persembahan,   pengertian tanah,kayu,perak,emas dalam konteks 2 timotius 2: 20,21,   sambutan natal sesuai tema yesus datang untuk pembaharuan,   lagu rohani o genta malam,   surat penitipan pemberkatan nikahgereja,   renungan mazmur 97 11 12,   Sabda Bina Pemuda 7 Desember 2019,   lagu rohani pakai hidupku sebagai alatmu,   kubawah kepadamu oh tuhan,   lagu kj tentang memuji tuhan,   tema natal 25 desember se gbkp 2019,   tema natal 25 desember se gbkp 2019,   ppt yohanes 15: 9 - 17,   ppt yohanes 15: 9 - 17,   kata sambutan kepala sekolah,   Rngn kisah para rasul 8:1-25,   khotbah 1 tesalonika 3 7 - 13,   kotbah yesaya 43: 1-7,   Renungan harian 2 samuel 4,   MAZMUR 146:5-10 JUSWANTORI LIRIK,   partitur koor terpujilah allah hikmatnya besar,   partitur koor terpujilah allah besar kuasanya,   renungan tentang serigala akan tinggal dengan domba,   kalender liturgi 2020,   gambar kalender katolik 2020,   kalender Liturgi 2019,   lagu misa angkatlah hatimu madahkan lagu,   renungan yesaya 11:6-9,   lagu mankind,   &rct=j,   &rct=j,   lagu pengantar pernikahan digerja,   lagu sebelum doa syafaat,   renunngan ulangan 18:15-19,   renunngan ulangan 18:15-19,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   contoh liturgi malam natal gkp,   contoh liturgi malam natal gkp,   contoh khotbah ibadah raya,   kunci lagu bagi allah yang mulia,   LIRIK mazmur gb 114,   kalender liturgi 2019,   LIRIK mazmur 146 5-10 juswantori,   Renungan Roma 15:1-13 Kaitan dengan Minggu Adven,   Berharap pada Tuhan dalam Mikha 7:7-13,   Khotbah tentang berharap pada Tuhan dalam Mikha 7:7-13,   Khotbah tentang berharap pada Tuhan dalam Mikha 7:7-13,   pakailah waktu anugrah tuhanmu lagu,   materi khotbah natal 2019,   khotbah yesaya 55:6-11,   PKJ no 72,   tata ibadah natal gbi 2019,   DAWNLOAD MP3 MULIAKANLAH,   kalender liturgi 2019,   kalender liturgi 2019,   TAFSIRAN YOHANES 1:14-18,   TAFSIRAN YOHANES 1:14-18,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   kalender liturgi 2019,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   lagu worship terbaru mau khotbah,   renungan matius 3:10,   hari raya katolik 2020,   LIRIK LGU MULIA SEMBAH RAJA MULIA,   teks koor lagu natal katolik,   kata kata sambutan natal kristen,   kalender liturgi katolik 2019,   judul tata ibadah gereja,   renungan dari bacaan roma 15:4-9,   liturgi katolik desember 2019,   liturgi katolik desember 2019,   teks lagu misa hari anak misioner se dunia,   Khotbah Yesaya 9:1-6,   jamita minggu 8 desember 2019, sian Johannes 1:14-18,   Yesaya 9:1-6,   kalender liturgi 2019,   Kumpulan penjabaran yohannes 1:14-18,   Kumpulan penjabaran yohannes 1:14-18,   khobah minggu advend ke 2 2019 gmim,   Khotbah Yesaya 9:1-6,   Khotbah Yesaya 9:1-6,   youtube download lagu masa adven pertama kristen protestan,   lagu persembahan natal,   khotbah berdasarkan maleakhi 3:1-12,   download lagu sunday best,   siska valentina kristen/gospel,   Liturgi natal gereja kibaid,   lagu siapa gerangan,   kalender liturgi 2020,   lagu gms,   partitur not angka satb lagu natal,   download lirik lagu kristen rebab,   download lirik lagu kristen rebab,   lagu permohonan kristen,   lagu permohonan kristen,   lagu pengakuan dosa,   pesan kesat untuk natal 2019,   lagu untuk misa natal tahun baru,   khotbah tentang serigala akan tinggal dengan macan tutul,   kotbah Lukas 2:25-32,   Matius 24 : 3 - 8,   drama natal,   nyanyian rohani methodist,   nyanyian rohani methodist,   nyanyian rohani methodist,   Yesus lahir mendatangkan kelegaan,   Yesus lahir mendatangkan kelegaan,   kalender liturgie,   narasi pengantar persembahan,   lirik lagu BERFIRMANLAH YA TUHANku,   lirik lagu BERFIRMANLAH YA TUHANku,   drama natal,