Save Page
Amsal 22:8-12
22:8 Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. 22:9 Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin. 22:10 Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran, dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh. 22:11 Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja. 22:12 Mata TUHAN menjaga pengetahuan, tetapi Ia membatalkan perkataan si pengkhianat.

Penjelasan:


* Ams 22:8 - Tongkat amarahnya akan habis binasa
Tongkat amarahnya akan habis binasa. Di sini LXX menambahkan satu bait, "Allah memberkati orang yang baik hati dan pemurah, tetapi Dia menghukum segala pekerjaan orang bebal." Kemungkinan II Korintus 9:7 menyinggung separuh pertama dari ayat ini, namun tentang itu kita tidak dapat memastikan. Kita tidak perlu menduga bahwa teks Ibraninya lain, walaupun itu bukan tidak mungkin.

* Berbagai-bagai Amsal, 22:1-16 (22:1)
    Di sini terdapat dua hal yang lebih berharga dan yang seharusnya lebih kita ingini daripada kekayaan besar:
    1. Dipuji-puji: Nama (yaitu nama baik, yang berhubungan dengan hal-hal yang baik di mata Allah dan orang-orang baik) lebih berharga dari pada kekayaan besar. Yakni, kita harus lebih berhati-hati ketika melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan nama baik bagi kita dan mempertahankan nama baik itu, daripada melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan dan menambah harta benda. Kekayaan besar menuntut perhatian yang besar, membawa orang rentan terhadap bahaya dan sama sekali tidak membuat orang menjadi lebih bernilai. Orang bebal dan penipu bisa memiliki kekayaan besar, tetapi nama baik menjadikan seseorang tenteram dan aman. Nama baik menjadikan orang bijaksana dan jujur, mencerminkan kemuliaan Allah, dan memberi orang kesempatan yang lebih besar untuk berbuat baik. Dengan kekayaan besar kita bisa mencukupi kebutuhan jasmani orang lain. Tetapi, dengan memiliki nama baik, kita bisa mendorong orang lain untuk beribadah.
    2. Dikasihi, memperoleh penghargaan dan kasih sayang dari semua orang di sekitar kita. Ini lebih baik daripada perak dan emas. Kristus tidak memiliki baik perak maupun emas, tetapi Ia makin dikasihi oleh Allah dan manusia (Luk. 2:52). Melalui hal ini kita harus belajar untuk memandang kekayaan dunia ini dengan kebencian yang kudus, bukan mencondongkan hati kita padanya, melainkan sebisa mungkin memikirkan semua yang manis dan sedap didengar (Fil. 4:8).



Epistel: Korintus 6:1-8
Kejahatan manusia
6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. 6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." 6:4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. 6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, 6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." 6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

Penjelasan:


* Mencari Keadilan pada Orang Kafir (6:1-11).
Pembahasan mengenai keadaan yang tidak teratur dilanjutkan. Sekalipun tidak ada partikel penghubung di dalam 6:1, ide tentang menghakimi jelas sekali menghubungkan kedua pasal ini. Kewenangan gereja untuk menghakimi anggota-anggotanya merupakan pokok bahasan di dalam keduanya. Godet telah mengatakannya dengan baik, "Kamu bukan hanya tidak menghakimi orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabmu (mereka yang ada di dalam): tetapi kamu bahkan membiarkan dirimu dihakimi oleh mereka yang ada di bawahmu (mereka yang di luar)!" (op.cit, I:284). Masalah mencari keadilan dikemukakan (ay. 1) untuk kemudian dibahas (ay. 2-11). Penyelesaian masalah ini ditandai dengan tiga kali penggunaan: tidak tahukah kamu (Yunani: ouk oidate; ay. 2, 3, 9).

* 1Kor 6:1 - Apakah ada seorang di antara kamu ... berani
Apakah ada seorang di antara kamu ... berani (sangat tegas di alam teks Yunaninya). Betapa beraninya orang-orang yang telah dibenarkan (walaupun orang Yunani senang mengajukan perkara ke pengadilan) pergi kepada orang-orang yang tidak benar untuk mencari keadilan!

* 1Kor 6:2 - orang-orang kudus akan menghakimi dunia,
Pokok pertama dalam pembuktian kesalahan ini ialah kenyataan yang sudah diketahui bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia, sebab kemanunggalan mereka dengan Mesias, yang kepada-Nya telah diserahi kekuasaan untuk menghakimi segala sesuatu (bdg. Mat. 19:28; Yoh. 5:22).

* 1Kor 6:3 - kita akan menghakimi malaikat-malaikat; // apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari
Pokok kedua ialah fakta yang sudah diketahui bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat; jadi, apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari (bdg. Yoh. 5:22; II Ptr. 2:4, 9; Yud. 6).

* 1Kor 6:4 - Sekalipun demikian // Harus mengurus // kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat? 5 // berhikmat!
Sekalipun demikian mendahului sebuah sisipan yang agak kabur akibat masalah penerjemahan. Harus mengurus dapat dipahami sebagai perintah (imperatif) atau sebagai petunjuk (indikatif). Jika bersifat sebagai petunjuk, maka istilah ini bila juga bersifat deklaratif atau interogatif. Mungkin sebagai petunjuk (indikatif) dengan gaya interogatif lebih dipilih, sehingga arti ayat ini menjadi kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat? 5. Sebuah dugaan yang sangat ironis bahwa mungkin di antara orang-orang bijak di Korintus tidak ada orang yang berhikmat!

* 1Kor 6:7-8 - kekalahan
Sebuah proses yang lebih baik diusulkan. Yang dimaksud dengan kekalahan adalah bahwa memperkarakan seorang saudara seiman sudah berarti kekalahan dalam kasus itu.


* Penyebab Tuntutan Hukum Dicela (1 Korintus 6:1-8)
    Di sini Rasul Paulus mencela mereka karena saling melakukan gugatan hukum di hadapan hakim yang tidak mengenal Allah untuk perkara-perkara yang sebenarnya tidak berarti. Ia menyalahkan mereka dengan semua gugatan hukum yang menjengkelkan. Di pasal sebelumnya ia telah memerintahkan mereka untuk memberi hukuman atas dosa-dosa keji di antara mereka melalui kecaman jemaat. Di sini ia memerintahkan mereka untuk menyelesaikan segala sengketa di antara mereka melalui nasihat dan saran jemaat. Mengenai hal ini, dapat kita amati,
        I. Kesalahan yang ditegurnya. Yaitu, menghadap pengadilan. Bukan karena hukum itu baik kalau tepat digunakan, melainkan karena,
            1. Saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain (ay. 6), seorang anggota jemaat melawan anggota lainnya. Hubungan yang dekat tidak dapat memelihara perdamaian dan saling pengertian yang baik. Ikatan kasih persaudaraan diputuskan. Seperti yang dikatakan oleh Salomo, Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri dari pada kota yang kuat. Pertengkaran mereka menjadi seperti palang gapura sebuah puri (Ams. 18:19). Perhatikanlah, orang-orang Kristen seharusnya tidak boleh bertengkar, sebab mereka bersaudara. Kalau hal ini dilaksanakan sebagaimana mestinya, akan mencegah timbulnya gugatan hukum, dan dapat mengakhiri perbantahan dan tuntutan hukum.
            2. Mereka membawa perkara itu di hadapan hakim yang tidak mengenal Allah. Mereka mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus (ay. 1). Mereka membawa persengketaan mereka di hadapan orang-orang yang tidak percaya (ay. 6), dan tidak mau menyelesaikan pertikaian itu di antara mereka sendiri, di antara orang-orang Kristen dan orang-orang kudus, setidaknya di antara orang-orang yang sama-sama mengaku percaya iman Kristen. Kejadi an ini cenderung mendatangkan aib bagi Kekristenan. Dengan segera hal itu menyatakan kebodohan dan sifat mereka yang tidak suka berdamai, sementara mereka mengaku-ngaku sebagai anak-anak yang berhikmat dan pengikut-pengikut Anak Domba, Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, Raja Damai. Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata, "Apakah ada di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar?" Perhatikanlah, orang-orang Kristen sama sekali tidak boleh melakukan sesuatu yang kemungkinan besar dapat membawa aib bagi nama dan pengakuan iman Kristen mereka.
            3. Setidaknya inilah petunjuk bahwa mereka melakukan gugatan hukum untuk perkara-perkara yang tidak berarti, perkara-perkara yang sebenarnya sepele. Sebab, Rasul Paulus menyalahkan mereka karena mereka lebih rela untuk tidak menderita ketidakadilan dan lebih suka melakukan gugatan hukum (ay. 7), demi hal-hal yang sangat tidak penting. Dalam hal-hal yang dapat membawa kerugian besar bagi diri kita atau keluarga kita, kita dapat menggunakan sarana-sarana hukum untuk membenarkan diri. Kita tidak boleh tinggal diam dan menanggung penderitaan itu dengan pasrah, tanpa berbuat apa-apa untuk kelegaan kita sendiri. Namun, dalam hal-hal yang berakibat kecil, lebih baik mengalah terhadap orang-orang yang berbuat salah itu. Orang-orang Kristen harus memiliki watak yang suka mengampuni. Menanggung penderitaan dan ketidaknyamanan ringan adalah demi untuk ketenteraman dan kehormatan mereka sendiri dari pada tampak sebagai orang yang suka bertengkar.
        II. Rasul Paulus menunjukkan di hadapan mereka betapa buruknya kesalahan mereka: Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia (ay. 2), akan menghakimi malaikat-malaikat? (ay. 3). Apakah mereka tidak layak untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti, perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari? Dengan membawa perkara-perkara yang tidak berarti mengenai hidup sehari-hari di hadapan hakim-hakim yang tidak mengenal Allah, mereka menaruh aib ke atas watak kekristenan mereka, mereka melupakan martabat mereka yang sebenarnya sebagai orang-orang kudus. Padahal, seharusnya mereka akan menghakimi dunia ini, benar-benar menghakimi. Jadi, sungguh sangat tidak bertanggung jawab kalau mereka tidak dapat menyelesaikan perselisihan-perselisihan yang sepele di antara mereka sendiri. Beberapa orang berpendapat bahwa menghakimi dunia ini dan malaikat-malaikat haruslah dipahami sebagai menjadi penilai bagi Kristus pada hari penghakiman agung itu. Dikatakan mengenai murid-murid Juruselamat kita bahwa pada hari itu mereka akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel (Mat. 19:28). Selain itu, di bagian lain kita membaca mengenai kedatangan Tuhan kita dengan beribu-ribu orang kudus-Nya untuk menghakimi semua orang (Yud. 14-15). Ia akan datang untuk menghakimi dengan semua orang kudus-Nya (1Tes. 3:13). Mereka sendiri juga akan dihakimi (Mat. 25:31-41), tetapi mungkin mereka akan dibebaskan terlebih dahulu dan diminta untuk maju dan duduk di atas bangku peradilan untuk memberikan persetujuan dan tepuk tangan mereka atas penghakiman Kristus yang adil, baik atas manusia maupun atas malaikat-malaikat. Tidak dalam arti lain mereka akan menjadi hakim-hakim. Mereka bukanlah mitra di dalam tugas Tuhan mereka, tetapi mereka mendapat kehormatan untuk duduk di dekat-Nya, dan menyaksikan penghakiman-Nya terhadap dunia yang jahat dan mendukung penghakiman itu. Ada juga yang berpendapat bahwa penghakiman atas dunia ini dimaksudkan ketika kerajaan dunia ini berubah menjadi kerajaan Kristen. Tetapi tidak tampak bahwa jemaat Korintus memiliki pengetahuan bahwa kerajaan dunia akan berubah menjadi kerajaan Kristen. Andaikata mereka tahu, dalam hal apa dapat dikatakan bahwa kaisar-kaisar Kristen akan mengadili malaikat-malaikat? Yang lain lagi berpendapat bahwa yang dimaksud dengan penghakiman terhadap dunia adalah penghakiman jemaat atas dunia oleh iman dan perbuatan mereka, dan pengusiran malaikat-malaikat jahat oleh kuasa mujizat, yang tidak terbatas hanya pada abad-abad permulaan atau hanya pada rasul-rasul saja. Dari semua pendapat, tampaknya pengertian pertamalah yang paling dapat diterima, dan lagi pula pengertian itu memberikan dukungan sepenuhnya atas alasan yang diberikan. "Akankah orang-orang Kristen mendapat kehormatan untuk duduk bersama Hakim yang Berdaulat pada hari akhir itu, sementara Ia menjatuhkan hukuman ke atas orang-orang berdosa dan malaikat-malaikat yang jahat, dan tidak layakkah mereka untuk menghakimi perkara-perkara tidak berarti yang kamu pertentangkan di hadapan hakim-hakim yang tidak mengenal Allah? Tidak dapatkah mereka menyelesaikan perselisihan kalian itu? Mengapa kamu harus membawa perkaraperkara itu ke hadapan hakim-hakim yang tidak mengenal Allah? Kamu ditetapkan untuk menghakimi hakim-hakim itu, jadi pantaskah kamu mengikuti pengadilan mereka? Haruskah kamu menyerahkan urusan-urusan biasa dalam hidup ini kepada hakim yang tidak berarti di dalam jemaat?" (Begitulah yang dipahami oleh beberapa orang, dan mungkin yang paling cocok, ay. 4), yaitu hakim-hakim yang tidak mengenal Allah, exouthenēmenous, sesuatu yang tidak berarti (1:28). "Pantaskah mereka yang seharusnya dipanggil untuk mengurus perkara-perkaramu, kamu pandang begitu rendah? Tidakkah itu memalukan?" (ay. 5). Ada juga orang yang memahaminya dalam kalimat ironis: "Jika kamu mempunyai perkara-perkara yang belum terselesaikan seperti itu, serahkanlah perkara itu kepada mereka yang setidaknya berarti di antara kamu. Anggota-anggota yang paling rendah di antara kamu pasti dapat menyelesaikan perselisihan ini. Sampaikan perkara yang diperselisihkan kepada mereka, dari pada di ajukan ke pengadilan di hadapan hakim-hakim yang tidak mengenal Allah. Perkara-perkara itu tergolong sepele, tidak layak untuk dipertengkarkan, dan dengan mudah dapat diselesaikan, jika kamu pertama-tama dapat menaklukkan dirimu sendiri dan tunduk kepada watak Kristen yang sejati. Bersabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan yang paling tidak terpelajar di antara kamu sekalipun dapat mengakhiri perselisihanmu. Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu (ay. 5). Perhatikanlah, merupakan hal yang memalukan jika perselisihan-perselisihan kecil berkembang pesat di antara orang-orang Kristen, sehingga tidak dapat diselesaikan melalui campur tangan saudara-saudara seiman.
        III. Rasul Paulus memberikan dua cara untuk memperbaiki kesalahan ini, yakni,
            1. Dengan menyerahkan perkara itu kepada seseorang di dalam jemaat untuk diselesaikan: "Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya? (ay. 5) Kamu yang menganggap dirimu sangat berhikmat dan berpengetahuan, yang begitu membangga-banggakan karunia-karunia dan anugerah luar biasa yang kamu miliki. Tidak adakah seorang di antara kamu yang layak untuk melakukan pekerjaan ini? Tidak adakah yang cukup berhikmat untuk menghakimi perselisihan ini? Haruskah sesama saudara bertengkar, dan hakim yang tidak mengenal Allah menghakimi, di dalam suatu jemaat yang begitu terkenal dengan pengetahuan dan hikmatnya seperti kalian? Merupakan suatu aib bagi kamu bahwa banyak pertengkaran terjadi di antara kalian, dan tidak ada seorang pun dari antara kamu yang berhikmat dapat menengahi dan mencegahnya." Perhatikanlah, orang-orang Kristen sama sekali tidak boleh melakukan gugatan hukum sebelum semua upaya damai telah dicoba dengan hasil yang sia-sia. Orang Kristen yang bijaksana sedapat mungkin mencegah timbulnya pertengkaran dan tidak menyerahkan begitu saja keputusan perkara yang dipertengkarkan kepada pengadilan, khususnya untuk perkara-perkara biasa yang sangat tidak berarti.
            2. Dengan sukarela bersedia menderita ketidakadilan dari pada menempuh cara tersebut untuk membenarkan diri sendiri. Adanya saja perkara di antara kamu telah merupakan kekalahan bagi kamu. Selalu merupakan suatu kekalahan bagi salah satu pihak untuk berperkara di pengadilan, kecuali apabila surat bukti yang ada memang meragukan dan dengan penuh rasa persahabatan kedua belah pihak sepakat untuk bersama-sama menyerahkan perkara itu pada penilaian dari orang-orang yang memiliki pengetahuan hukum untuk memutuskan. Lebih baik menyerahkan perkara itu daripada berselisih mengenai hal itu, yang tampaknya terutama dikecam oleh Rasul Paulus: Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? Perhatikanlah, seorang Kristen lebih baik siap menanggung sedikit penderitaan daripada merengek mengasihani diri sendiri dan membangkitkan kemarahan orang lain dengan cara berlomba-lomba mengajukan gugatan hukum. Kedamaian dalam pikirannya sendiri dan ketenangan lingkungan di sekitarnya lebih berharga dari pada kemenangan dalam adu gugat seperti itu atau dalam usaha memulihkan haknya kembali, khususnya ketika perselisihan itu harus diputuskan oleh orang-orang yang menjadi seteru agama kita. Namun Rasul Paulus menunjukkan kepada mereka betapa jauhnya mereka dari kemauan menanggung penderitaan sehingga mereka benar-benar melakukan ketidakadilan, dan mendatangkan kerugian terhadap saudara-saudara mereka. Perhatikanlah, merupakan suatu kesalahan untuk melakukan ketidakadilan dan mendatangkan kerugian terhadap siapa pun juga, tetapi kesalahan ini men jadi semakin besar kalau sampai mendatangkan kerugian terhadap sesama saudara Kristen kita. Ikatan kasih bersama harus menjadi semakin kuat di antara mereka dari pada di antara orang-orang lain. Dan kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia (Rm. 13:10). Orang-orang yang mengasihi rasa persaudaraan berdasarkan asas ini tidak akan pernah menyakiti atau melukai sesama mereka.


Label:   Amsal 22:8-12 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Minggu, 03 Nov 2019 - Khotbah: Efesus 5:22-33 - Epistel: Kejadian 3:6-13 XX DOB TRINITATIS

PREV:
Minggu, 20 Okt 2019 - Khotbah: Yohanes 4:21-26 - Epistel : Yesaya 2:2-5 - XVIII DOB TRINITATIS

Garis Besar Amsal






November 17-23 (Week 47) - Ezra 1-2; John 21 || Ezra 3-4; Psalm 92; 1 John 1 || Haggai; Zechariah 1; Ps 138; 1 John 2 || Zech 2-5; Psalm 93; 1 John 3 || Zech 6-8; 1 John 4

Hari ini, 22 November - 1 Korintus 5-8

Hari ini, 22 November - Maz 127:5-128:6, Yeh 29-30, Yak 3, Ams 29:12-13

Hari ini, 22 Nopember - Yohanes 13:1-11, 3 Yohanes 1-14, Ayub 20, Daniel 5-6

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Register   Login  

contoh kj 424 bukan kj.424



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
Contoh Tata Ibadah Natal Tahun Lalu
TATA IBADAH MALAM NATAL KELUARGA 24 DESEMBER, TATA IBADAH MALAM NATAL 24 DESEMBER, NATAL 25 DESEMBER, NATAL 26 DESEMBER, MALAM TH BARU 31 DESEMBER, TAHUN BARU 1 JANUARI, TATA IBADAH MALAM TAHUN BARU KELUARGA 31 DESEMBER, TATA IBADAH JAMUAN KASIH NATAL
Tata Ibadah HUT ke-37 Pelkat PT GPIB

Tata Ibadah Syukur HUT ke 71 GPIB - Minggu, 3 November 2019





New Submit

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



tafsiran kitab habakuk 3:1-6,   jesus ma bahenonmu goarna,   sabda gereja gpib,   renungan Habakuk 3:1-6,   Renungan Habakuk 3 : 1-6,   khotbah Habakuk 3 : 1-6,   Khotbah kristen dari kitab efesus 3:14-21,   doa persembahan syukur,   kalender liturgi katolik 2020,   doa persembahan syukur,   jamita partangiangan matius 6:47-50,   lagugereja.com,   khotbah kristen bulan november 2019,   Khotbah Habakuk 3:1-6,   lagu jecklin celose mp3 arti kehadiranmu,   kalender liturgi 2020,   kalender liturgi 2020,   lagu anak sekolah minggu terbaru 2019,   download liturgi gmit tanggal 24 november 2019,   sabda bina umat 22 november 2019 ,   lagu kemenangan iman,   gb 402c,   gita bakti pdf,   gita bakti pdf,   apa yg Tuhan kehendaki dalam kitab ibrani 11:1-6,   lagu kristen pantekosta,   renungan kitab nahum,   ilustrasi 2 tesalonika 3:1-15,   Kotba greja katolik minggu tgl 24 november 2019,   lirik lagu penyembahan kolekte,   free download mp3 kj 400 kudaki jalan mulia,   eksposisi lukas 23:33-43,   tuhan terang kasihmu bersinarchoire,   tuhan terang kasihmu bersinarchoire,   Jamita epistel : mateus 13 : 47 - 50,   Khotbah ayub 7:7-10,   lagu persembahan rohani,   Khotbah Kristen Habakuk 3 ayat 1 - 19,   khotbah minggu 17 november 2019,   lirik lagu sukacita persembahan,   partitur lagu natal,   partitur lagu natal gloria in excelsis deo,   partitur lagu natal gloria in excelsis deo,   Liturgi gereja katolik desember 2019-november 2020, tahun YA.,   Khotbah ayub 7:7-10,   2 tesalonika 3:6-13,   Kotbah Hari Minggu Pesta Raja Semesta Alam 2019,   khotbah natal dalam kitab matius pasal 2 ayat 1-12,   bukalah mata hatiku lirik,   lagu-lagu christmas carol,   lagu penutup ibadah,   jamita Habakuk 3 : 1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   renungan nahum 1:1-8,   kelender luturgi bulan november 2019,   renungan kristen tentang mazmur 82,   Khotbah kristen dari kitab yesaya 48:17-19,   kotbah acwc 2019,   khotbah berkati dan lindungi kami perjanjian lama,   lagu skidung ceria 139 alkitab mengisahkan,   lagu skidung ceria 139 alkitab mengisahkan,   materi khotbah mazmur 127:1 - 5, anak panah di tangan Tuhan,   di saat ini david graham chord,   lirik timor rohani rab,   sbu gpib Desember 2019,   khotbah. maleakhi. 4: 1-2a,   efesus 4 : 28,   khotbah habakuk 3:1-6,   lagu gereja 2019 kristen,   tata ibadah natal 25 Desember 2019,   lirik gita bakti 22,   not GB 22 besar dan ajaib chord gitar bersama not lagunya,   not GB 22 besar dan ajaib chord gitar bersama not lagunya,   khotbah Habakuk 3 : 1 - 6, minggu 24 November 2019,   bahan khotbah UEM,   khotbah minggu 24 november 2019,   kc 140,    ucapan doa menabur persembahan,   kalender liturgi 2020,   lirik firman mu pelita,   partitur lagu kumbayah my lord,   KHotbah habakuk 3:1-6,   ayat alkitab angkat sidi,   kotbah roma1:18-25,   khotbah Hosea 8:1-14,   bahan kotbah roma 1:8-15,   Donload lagu lagu natal,   lagu yang berhubungan dengan bait allah,   nahum 1 : 2-8,