Dilihat: 540 x

Save Page
Minggu, 24 Februari 2019
Minggu VII Epifania   
Mazmur 133:1-3   
Khotbah: Kisah Para Rasul 8:4-25    

Kisah Para Rasul 8:4-25
Filipus di Samaria
8:4 Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. 8:5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. 8:6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. 8:7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. 8:8 Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. 8:9 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting. 8:10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar." 8:11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. 8:12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. 8:13 Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi. 8:14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. 8:15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. 8:16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 8:17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. 8:18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, 8:19 serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus." 8:20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. 8:21 Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. 8:22 Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; 8:23 sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan." 8:24 Jawab Simon: "Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu." 8:25 Setelah keduanya bersaksi dan memberitakan firman Tuhan, kembalilah mereka ke Yerusalem dan dalam perjalanannya itu mereka memberitakan Injil dalam banyak kampung di Samaria.


Penjelasan:

* Injil di Samaria (8:4-25).
Lukas pertama-tama mencatat penyebaran Injil ke Samaria. Orang-orang Samaria merupakan keturunan campuran dari golongan sisa Israel dengan bangsa-bangsa asing yang ditempatkan di Samaria oleh bangsa Asyur yang menaklukkan mereka sementara kalangan kelas atas sudah dibuang (II Raj. 17). Orang-orang Samaria telah mendirikan bait suci tandingan di gunung Sikhem (lihat Yoh. 4:20). Karena orang-orang Yahudi menganggap orang Samaria sebagai suku campuran baik secara keturunan maupun secara agama, berbagai prasangka kesukuan yang bersifat. kekerasan harus diatasi sebelum gereja dapat menjadi umat yang sungguh-sungguh universal.

* Kis 8:5 - Kota di Samaria // Samaria // Mesias,
Kota di Samaria. Tidak jelas apakah yang dimaksudkan dengan Samaria itu sebuah kota atau suatu wilayah. Pada umumnya kata itu di dalam Perjanjian Baru lebih menunjuk kepada wilayah ketimbang kola. Kota Samaria telah dibangun kembali oleh Herodes Agung sebagai kota Yunani dan diberi nama Sebaste, untuk menghormati raja Romawi. Pemberitaan Filipus di Samaria ialah Mesias, yaitu bahwa Yesus adalah Kristus.

* Kis 8:9-11 - Simon // kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar. Besar
Sebelum Filipus tiba di Samaria, seorang tukang sihir bernama Simon telah memamerkan keahlian sihirnya, dan berlagak seolah-olah dia adalah "orang yang sangat penting." Masyarakat tertipu oleh keahliannya itu dan menghubungkan dia dengan kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar. Besar merupakan kata yang dipakai orang Yunani untuk menunjuk kepada Allah orang Yahudi.

* Kis 8:12 - untuk memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah
Amanat Tuhan kita adalah Injil Kerajaan Allah (Mat. 4:23; 9:35). Dia telah memerintahkan kepada murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil kerajaan itu ke seluruh dunia (Mat. 24:14). Filipus berangkat ke Samaria untuk memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah. Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus di sini merupakan dua hal yang dapat saling menggantikan.

* Kis 8:14-17 - Rasul-rasul di Yerusalem // adalah orang-orang Samaria
Rasul-rasul di Yerusalem tetap menjalankan peranan sebagai pengawas bagi seluruh gereja, dan karena itulah mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke Samaria untuk memeriksa perkembangan baru ini. (Yohanes dan saudaranya Yakobus pernah bertanya kepada Yesus apakah mereka tidak sebaiknya mendatangkan api dari langit untuk menghanguskan sebuah desa Samaria tertentu; lihat Luk. 9:52 dst.). Petrus dan Yohanes akhirnya mengetahui bahwa karunia Roh Kudus yang diterima pada hari Pentakosta belum dialami oleh orang-orang Samaria yang sudah bertobat. Mereka telah menerima babtisan air tetapi bukan baptisan Roh. Jelas bagi kedua rasul itu bahwa iman orang-orang Samaria tersebut memang sungguh-sungguh. Karena itu mereka menumpangkan tangan di atas orang-orang tersebut, dan Roh Kuduspun turun atas mereka. Makna dari peristiwa ini telah menjadi pokok perdebatan, tetapi harus dikemukakan bahwa pada hari Pentakosta dan di rumah tangga Kornelius (Kis. 10), Roh Kudus diberikan tanpa penumpangan tangan. Karena itu adalah sewenang-wenang kalau orang memilih satu peristiwa ini dan menjadikannya hal yang harus dialami oleh semua orang Kristen, dan juga sewenang-wenang kalau orang bersikukuh bahwa ada baptisan khusus Roh sesudah orang memiliki iman yang menyelamatkan melalui penumpangan tangan oleh orang-orang yang telah mengalaminya. Makna dari peristiwa ini terletak pada kenyataan bahwa orang-orang ini adalah orang-orang Samaria. Inilah langkah pertama di mana gereja mematahkan belenggu ikatan Yahudinya dan bergerak menuju suatu persekutuan yang benar-benar meliputi seluruh dunia. Penumpangan tangan bukan hal yang diperlukan oleh orang Samaria; tetapi perlu bagi para rasul, agar mereka benar-benar yakin bahwa Allah memang sedang mematahkan berbagai hambatan dari sikap kesukuan dan menerima orang-orang berbangsa campuran ini di dalam persekutuan Gereja. Peristiwa ini bukan merupakan Pentakosta baru, melainkan perluasan dari Pentakosta kepada orang-orang Samaria.

* Kis 8:18-24 - terjerat dalam kejahatan
Keinginan Simon untuk membeli karunia-karunia Allah dengan uang telah dijawab Petrus dengan mengatakan, "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau ... jadi bertobatlah dari kejahatanmu." Tampaknya Simon benar-benar bertobat, tetapi kebiasaan hidup yang lama dan keadaan Simon yang terjerat dalam kejahatan (ay. 23) belum dipatahkan. Simon menjadi gemetar ketakutan dan memohon kepada para rasul untuk berdoa syafaat baginya dan memohon pengampunan Allah (ay. 24).

* Kis 8:25
Petrus dan Yohanes sekarang terlibat dalam suatu program penginjilan penuh semangat yang membawa mereka mengunjungi banyak desa di Samaria. Kemudian, setelah menyelesaikan perjalanan ini, mereka kembali ke Yerusalem.

* Penyebaran Injil; Keberhasilan Filipus ( Kis 8:4-13)
    Teka-teki Simson dipecahkan lagi di sini: Dari yang makan keluar makanan, dari yang kuat keluar manisan. Penganiayaan yang dimaksudkan untuk menyapu bersih jemaat, oleh pemeliharaan Allah yang berkuasa dijadikan kesempatan untuk memperluasnya. Kristus sudah berkata, Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala. Dan mereka menyangka bahwa, dengan menyerakkan orang-orang yang disulut dengan api itu, mereka sudah memadamkannya, tetapi justru sebaliknya, mereka membantu penyebarannya.
        I. Inilah cerita umum tentang apa yang diperbuat oleh mereka semua (ay. Kis 8:4): Mereka menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Mereka tidak pergi menyembunyikan diri karena takut menderita, atau bahkan untuk menunjukkan bahwa mereka bangga dengan penderitaan-penderitaan mereka. Sebaliknya, mereka naik turun gunung untuk menyebarkan pengenalan akan Kristus di segala tempat di mana mereka tersebar. Mereka pergi ke mana-mana, ke jalan bangsa-bangsa lain, dan ke kota-kota Samaria, yang sebelumnya tidak boleh mereka kunjungi (Mat. 10:5). Mereka tidak berkumpul bersama-sama dalam satu tubuh, meskipun ini mungkin akan menjadi kekuatan bagi mereka, tetapi mereka tersebar ke segala penjuru, bukan untuk mencari kemudahan, melainkan untuk mencari pekerjaan. Mereka pergi menginjili dunia, mengabarkan firman Injil. Injil inilah yang memenuhi mereka, dan dengannya mereka berusaha memenuhi negeri mereka. Yang menjadi pekabar Injil mengabarkan Injil dengan berkhotbah, dan yang lain mengabarkannya melalui percakapan biasa. Sekarang mereka berada di negeri di mana tidak ada orang asing, sebab Kristus dan murid-murid-Nya sudah banyak berkata-kata di daerah-daerah Yudea. Di sana sudah ada fondasi yang di atasnya mereka bisa membangun bangunan. Dan penting untuk memberitahukan kepada orang-orang di sana apa jadinya dengan ajaran yang sudah diberitakan Tuhan Yesus beberapa waktu yang lalu di sana, dan bahwa ajaran itu tidak terhilang dan terlupakan, seperti yang mungkin mereka sangkakan.
        II. Cerita khusus tentang apa yang dilakukan Filipus. Kita akan mendengar tentang perkembangan dan keberhasilan dari mereka yang lain sesudahnya (11:19). Tetapi di sini kita akan memperhatikan gerak-gerik Filipus, bukan Filipus sang rasul, melainkan Filipus sang diaken, yang dipilih dan ditahbiskan untuk melayani meja. Tetapi karena sudah melayani sebagai diaken dengan baik, ia beroleh kedudukan yang baik, dan dapat bersaksi dengan leluasa (1Tim. 3:13). Stefanus sudah diangkat menjadi martir, sementara Filipus di sini diangkat menjadi penginjil. Ketika baru memulai sebagai penginjil, karena sekarang ia diwajibkan untuk memberi diri mendengar firman dan berdoa, maka, tidak diragukan lagi, ia dibebaskan dari pekerjaan sebagai diaken. Sebab bagaimana ia bisa melayani meja di Yerusalem, yang wajib dilakukannya sebagai diaken, apabila ia mengabarkan Injil di Samaria? Dan ada kemungkinan bahwa dua orang lain dipilih untuk menggantikan tempat Stefanus dan Filipus. Sekarang amatilah,
            1. Bagaimana Filipus secara menakjubkan berhasil mengabarkan Injil, dan bagaimana ia diterima.
                (1) Tempat yang dipilihnya adalah kota Samaria, kota utama Samaria, kota besar di negeri itu, yang terletak di bekas kota Samaria dulu, yang pendiriannya kita baca dalam 1 Raja-raja 16:24, dan sekarang disebut Sebaste. Sebagian orang berpendapat bahwa tempat itu sama dengan Sikhem atau Sikhar, kota Samaria yang dikunjungi Kristus (Yoh. 4:5). Banyak orang dari kota itu percaya kepada Kristus, walaupun Ia tidak melakukan mujizat apa-apa di antara mereka (ay. Yoh 4:39, 41). Dan sekarang Filipus, tiga tahun setelah itu, melanjutkan pekerjaan yang sudah dimulai waktu itu. Orang-orang Yahudi tidak mau berurusan dengan orang-orang Samaria. Tetapi Kristus menyampaikan Injil-Nya untuk menghancurkan semua permusuhan, dan terutama permusuhan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang Samaria, dengan menyatukan mereka di dalam jemaat-Nya.
                (2) Ajaran yang diberitakannya adalah Kristus. Sebab, ia bertekad untuk tidak mau mengetahui yang lain. Ia memberitakan Mesias kepada mereka. Ia menyatakan Kristus kepada mereka (demikianlah arti kata yang dipakai), seperti seorang raja, ketika naik takhta, dinyatakan di seluruh wilayah kekuasaannya. Orang-orang Samaria mengharapkan kedatangan Mesias, seperti yang tampak dalam Yohanes 4:25. Sekarang Filipus memberi tahu mereka bahwa Mesias itu sudah datang, dan bahwa orang-orang Samaria disambut oleh-Nya. Urusan hamba-hamba Tuhan adalah memberitakan Kristus, yaitu tentang Kristus dan bahwa Dia disalibkan, tentang Kristus dan bahwa Ia telah dimuliakan.
                (3) Bukti-bukti yang ditunjukkan-Nya untuk meneguhkan ajaran-Nya adalah mujizat-mujizat (ay. Kis 8:6). Untuk meyakinkan mereka bahwa Ia diberi mandat dari sorga (dan oleh sebab itu mereka tidak saja dapat mempertaruhkan nyawa mereka pada apa yang dikatakan-Nya, tetapi juga wajib menurutinya), Ia menunjukkan kepada mereka meterai yang besar dari langit ini, yang diucapkan pada ajaran-Nya, dan yang Allah segala kebenaran tidak akan berdusta mengenainya. Mujizat-mujizat itu tidak bisa disanggah. Mereka mendengar dan melihat mujizat-mujizat yang diadakan-Nya. Mereka mendengar kata-kata yang penuh kuasa memerintah yang diucapkan-Nya, dan melihat dengan segera dampak-dampak yang mengagumkan dari ucapan-Nya itu. Apa yang dikatakan-Nya, itu terjadi. Dan sifat dari mujizat-mujizat itu bekerja sedemikian rupa sehingga sesuai dengan maksud dari tugas perutusan-Nya, dan memberi terang dan kemilau pada tugas itu.
                    [1] Ia diutus untuk menghancurkan kuasa Iblis. Dan, sebagai pertanda dari hal ini, roh-roh jahat, setelah diperintah dalam nama Tuhan Yesus untuk enyah, keluar dari banyak orang yang kerasukan roh-roh jahat itu (ay. Kis 8:7). Sejauh Injil berjaya, Iblis dipaksa melepaskan cengkeraman dan kepentingannya atas manusia, sehingga mereka yang pada waktu dirasuki mengalami gangguan, sekarang tersadar, dan kembali waras. Apabila Injil diakui dan dituruti sebagaimana mestinya, maka roh-roh jahat keluar, terutama roh-roh najis, dan semua kecenderungan hawa nafsu daging, yang berperang melawan jiwa. Sebab Allah telah memanggil kita dari kecemaran kepada kekudusan (1Tes. 4:7). Ini ditandai dengan pengusiran roh-roh najis ini dari tubuh orang yang, di sini dikatakan, keluar sambil berseru dengan suara keras, yang menandakan bahwa mereka sangat enggan keluar, dan itu sangat bertentangan dengan kehendak mereka, tetapi mereka terpaksa mengakui bahwa mereka dikalahkan oleh sebuah kekuatan yang lebih besar (Mrk. 1:26; 3:11; 9:26).
                    [2] Ia diutus untuk menyembuhkan pikiran manusia, untuk menyembuhkan dunia yang sakit, dan menyehatkannya. Dan, sebagai pertanda dari hal ini, banyak orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Yang disebutkan di sini adalah penyakit-penyakit yang paling sulit disembuhkan oleh kuasa alam (supaya mujizat kesembuhannya semakin nyata), dan yang paling menunjukkan penyakit dosa serta ketidakmampuan moral yang melemahkan jiwa manusia dalam melayani Allah. Anugerah Allah di dalam Injil dirancang untuk menyembuhkan orang-orang yang lumpuh dan timpang secara rohani, yang tidak dapat menolong diri mereka sendiri (Rm. 5:6).
                (4) Ajaran Filipus, setelah terbuktikan, diterima di Samaria (ay. Kis 8:6): Orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dengan bulat hati. Itu disebabkan oleh mujizat-mujizat yang pada awalnya berguna untuk menarik perhatian, dan dengan demikian secara bertahap mendapat persetujuan. Timbul harapan apabila orang mulai memperhatikan apa yang dikatakan kepada mereka tentang perkara-perkara yang menyangkut jiwa dan kehidupan kekal mereka – apabila mereka mulai mendengarkan firman Allah, seperti orang yang senang mendengarkannya, yang ingin memahami dan mengingatnya, dan yang memandang diri mereka sendiri turut berkepentingan di dalamnya. Rakyat biasa mendengarkan Filipus, oi ochloi – banyak dari mereka, bukan satu di sana dan satu di sini, melainkan mereka semua dengan bulat hati, mereka semuanya sepikiran, bahwa ajaran Injil layak diselidiki dan didengarkan tanpa rasa curiga.
                (5) Kepuasan yang mereka dapatkan dalam memperhatikan dan mendengarkan khotbah Filipus, dan pekerjaan baik yang dikerjakannya kepada banyak dari antara mereka (ay. Kis 8:8): Sangatlah besar sukacita dalam kota itu. Sebab (ay. Kis 8:12), mereka percaya kepada Filipus, dan memberi diri mereka dibaptis dalam iman kepada Kristus. Mereka pada umumnya, baik laki-laki maupun perempuan. Amatilah,
                    [1] Filipus memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah, pendirian kerajaan itu, hukum-hukum dan ketetapan-ketetapannya, kebebasan-kebebasan dan hak-hak istimewanya, dan kewajiban-kewajiban yang mengikat kita semua untuk menjadi warga yang setia kepada kerajaan itu. Dan ia memberitakan nama Yesus Kristus, sebagai Raja dari kerajaan itu – nama-Nya, yang mengatasi segala nama. Dia memberitakan Injil itu dalam kekuatan dan kuasanya yang nyata, dan dalam segala sesuatu yang dengannya Ia sudah menyatakan diri-Nya sendiri.
                    [2] Orang-orang itu tidak hanya mendengarkan apa yang dikatakannya, tetapi juga pada akhirnya mempercayainya, sepenuhnya yakin bahwa itu berasal dari Allah dan bukan manusia. Dan mereka memberi diri untuk dibimbing dan diperintah olehnya. Adapun gunung ini, yang di atasnya mereka sudah menyembah Allah sampai saat itu, dan memandangnya sebagai masalah yang berkaitan erat dengan agama mereka, mereka sekarang sudah tidak melekat lagi padanya seperti dulu-dulu. Dan mereka menjadi penyembah-penyembah yang benar, yang menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, dan dalam nama Kristus, bait Allah yang sejati (Yoh. 4:20-23).
                    [3] Ketika mereka percaya, tanpa ragu (meskipun mereka orang Samaria) dan tanpa ditunda-tunda, mereka dibaptis. Mereka dengan terang-terangan mengakui iman Kristen, berjanji untuk setia padanya, dan kemudian, dibasuh dengan air, dimasukkan secara khidmat ke dalam persekutuan jemaat Kristen, dan diakui sebagai saudara-saudara seiman oleh para murid. Hanya laki-laki yang bisa diakui sebagai jemaat Yahudi melalui sunat. Tetapi, untuk menunjukkan bahwa di dalam Kristus Yesus tidak ada laki-laki atau perempuan (Gal. 3:28), tetapi keduanya sama-sama disambut oleh Dia, upacara penerimaannya dilakukan sedemikian rupa sehingga bisa diikuti oleh kaum perempuan, sebab mereka juga terhitung sebagai umat Israel Allah secara rohani, meskipun tidak sebagai umat Israel menurut daging (Bil. 1:2). Dan dari sini dengan mudah bisa disimpulkan bahwa kaum perempuan juga diperbolehkan untuk ambil bagian dalam perjamuan Tuhan, meskipun tidak tampak bahwa ada perempuan yang hadir di antara orang-orang itu ketika hal ini dinyatakan.
                    [4] Kejadian ini membawa sukacita besar. Setiap orang bersukacita bagi dirinya sendiri, seperti orang yang diceritakan dalam perumpaan yang menemukan harta terpendam di ladang. Dan mereka semua bersukacita atas keuntungan yang dibawa ke kota mereka dengan cara ini, dan bahwa itu terjadi tanpa perlawanan, yang kecil kemungkinannya akan terjadi seandainya Samaria masih berada di bawah wilayah kekuasaan imam-imam kepala. Perhatikanlah, dibawanya Injil ke tempat mana saja akan membawa sukacita, sukacita besar, bagi tempat itu. Oleh sebab itulah penyebaran Injil ke dunia sering kali dinubuatkan dalam Perjanjian Lama sebagai penyebaran sukacita ke tengah bangsa-bangsa: Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai (Mzm. 67:5; 1Tes. 1:6). Injil Kristus tidak membuat orang menjadi murung, tetapi memenuhi mereka dengan sukacita, jika diterima sebagaimana mestinya. Sebab, Injil adalah berita kesukaan besar untuk seluruh bangsa (Luk. 2:10).
            2. Ada apa khususnya di kota Samaria ini yang membuat keberhasilan Injil di sana luar biasa menakjubkan.
                (1) Bahwa Simon si tukang sihir sudah sibuk bekerja di sana, dan sudah banyak menarik perhatian orang, namun mereka percaya pada pemberitaan Filipus. Belajar untuk meninggalkan yang buruk sering kali merupakan pekerjaan yang lebih sulit daripada mempelajari yang baik. Orang-OrangSamaria ini, walaupun bukan penyembah berhala seperti bangsa-bangsa bukan-Yahudi, atau berprasangka buruk terhadap Injil karena adat-istiadat nenek moyang, belakangan ini tertarik untuk mengikuti Simon, seorang tukang sihir (sebab itulah yang diartikan dari kata Magus) yang membuat kegaduhan di antara mereka, dan secara mengherankan membuat mereka takjub. Kita diberi tahu,
                    [1] Betapa kuatnya tipuan Iblis yang menggerakkan mereka untuk melayani kepentingan-kepentingan si penipu besar ini. Simon sudah selama beberapa waktu, bahkan, sudah lama, menggunakan sihir di kota itu. Mungkin ia datang ke sana atas hasutan Iblis, segera setelah Juru Selamat kita tiba di sana, untuk menggagalkan apa yang sudah dikerjakan-Nya di sana. Sebab Iblis selalu mencari jalan untuk menghancurkan pekerjaan yang baik ketika masih baru berkembang (2Kor. 11:3; 1Tes. 3:5). Nah,
                        Pertama, Simon menganggap dirinya luar biasa: Ia berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting, dan ingin agar semua orang berpikiran begitu, dan menaruh hormat padanya sebagaimana mestinya. Kalau sudah begitu, maka untuk hal-hal lain mereka boleh berbuat sesuka mereka. Ia tidak berniat memperbarui hidup mereka, atau memperbaiki ibadah dan kesalehan mereka, tetapi hanya ingin membuat mereka percaya bahwa ia tis megas – semacam pribadi ilahi. Justin Martir (filsuf Kristen abad kedua yang mati syahid di Roma – pen.) berkata bahwa Simon ingin disembah sebagai prōton theon – kepala dewa. Ia menyatakan dirinya sebagai Anak Allah, Mesias, begitu menurut sebagian orang. Atau juga sebagai malaikat, atau seorang nabi. Mungkin ia tidak yakin di dalam hatinya apa gelar kehormatan yang pura-pura dimilikinya. Tetapi ia ingin agar orang menganggap dia sebagai seorang yang sangat penting. Kesombongan, hasrat diri, dan rasa diri besar, selalu menjadi penyebab dari banyaknya kejahatan baik terhadap dunia maupun terhadap jemaat.
                        Kedua, orang-orang memperlakukan dia seperti yang diinginkannya.
                        1. Semua orang, besar kecil, mengikuti dia, baik muda maupun tua, baik miskin maupun kaya, baik pemerintah maupun rakyat. Mereka mengikutinya (ay. Kis 8:10- 11), dan mungkin terlebih lagi karena waktu yang ditetapkan bagi kedatangan Mesias pada saat itu sudah lewat, sementara mereka semua mengharap-harapkan kemunculan seseorang yang hebat di saat-saat ini. Mungkin Simon adalah penduduk asli negeri mereka, dan oleh sebab itu mereka merangkulnya dengan lebih senang hati, sehingga dengan menghormati dia mereka bisa menghormati diri mereka sendiri.
                        2. Mereka berkata tentang dia, orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar – kuasa Allah, kuasa yang besar itu (begitu ayat ini bisa dibaca), kuasa yang menjadikan dunia. Lihatlah bagaimana orang yang tidak berpengetahuan dan tanpa pertimbangan keliru mengira pekerjaan Iblis sebagai pekerjaan kuasa Allah. Demikianlah, di dunia bangsa-bangsa bukan-Yahudi, setan dianggap sebagai dewa. Dan juga, dalam kerajaan anti-Kristus seluruh dunia mengikut binatang, yang kepada dia naga telah memberikan kekuasaannya, dan yang membuka mulutnya untuk menghujat Allah (Why, 13:2-5).
                        3. Mereka dibuat percaya oleh sihirnya: Ia menakjubkan rakyat Samaria (ay. Kis 8:9), menakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya (ay. Kis 8:11), maksudnya, entah,
                            (1) Dengan ilmu sihirnya ia menakjubkan pikiran orang, setidak-tidaknya sebagian dari mereka, yang ikut menarik orang lain. Iblis, dengan seizin Allah, memenuhi hati mereka sehingga mereka mengikuti Simon. Hai orang-orang Galatia yang bodoh, tanya Paulus, siapakah yang telah mempesona kamu? (Gal. 3:1). Orang-orang ini dikatakan terpesona oleh Simon, karena mereka secara begitu mengherankan tergila-gila mempercayai suatu kebohongan. Atau,
                            (2) Dengan ilmu sihirnya ia melakukan banyak tanda dan mujizat palsu, yang tampak sebagai mujizat, tetapi sebenarnya bukan: seperti mujizat para ahli sihir Mesir, dan mujizat manusia durhaka itu (2Tes. 2:9). Karena mereka tidak tahu yang lebih baik, mereka terpengaruh oleh sihirnya. Tetapi, ketika mereka mengenal mujizat-mujizat nyata yang dikerjakan Filipus, mereka melihat dengan jelas bahwa mujizat Filipus itu asli dan mujizat Simon itu palsu, dan bahwa ada perbedaan yang sama seperti antara tongkat Harun dan tongkat para ahli sihir. Apakah sangkut-paut jerami dengan gandum? (Yer. 23:28). Dengan demikian, kendati Simon si ahli sihir berpengaruh atas diri mereka, dan mereka pada umumnya tidak mau mengakui kesalahan mereka dan mencabutnya kembali, namun, ketika mereka melihat perbedaan antara Simon dan Filipus, mereka meninggalkan Simon, tidak lagi mendengarkan dia, dan beralih mendengarkan Filipus. Dengan demikian kita melihat,
                    [2] Betapa kuatnya kuasa anugerah ilahi, yang olehnya mereka dibawa kepada Kristus, yang adalah kebenaran itu sendiri, dan, bisa saya katakan, Yang Menyadarkan orang dari ketertipuan mereka. Melalui anugerah yang bekerja menyertai firman itu, orang-orang yang sudah ditawan oleh Iblis menjadi tunduk kepada Kristus. Sekalipun Iblis, sebagai seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata, memasuki istana, dan menyangka dirinya aman, Kristus, sebagai seorang yang lebih kuat daripada dia, mengusir dia, dan membagi-bagikan rampasan-Nya. Ia membawa tawanan-tawanan, dan menjadikan sebagai piala kemenangan-Nya orang-orang yang sebelumnya dimenangkan oleh Iblis. Janganlah kita berputus asa menghadapi yang terburuk, karena orang-orang yang sudah kena sihir Simon si tukang sihir saja kemudian bisa dibuat menjadi orang percaya.
                (2) Inilah satu hal yang lebih indah lagi, bahwa Simon si tukang sihir sendiri menjadi seorang petobat yang beriman kepada Kristus, seperti yang ditunjukkan dan diakuinya, untuk sementara waktu. Apakah juga Saul termasuk golongan nabi? Ya (ay. Kis 8:13), Simon sendiri juga menjadi percaya. Ia diyakinkan bahwa Filipus memberitakan ajaran yang benar, karena ia melihat ajarannya diteguhkan oleh mujizat-mujizat yang nyata, yang bisa ia nilai dengan lebih baik karena ia tahu betul bahwa mujizat-mujizat palsunya hanyalah tipuan belaka.
                    [1] Keyakinan yang ada padanya sekarang membawa dia begitu jauh, sampai-sampai ia dibaptis, dan diakui, seperti orang percaya lain, sebagai anggota jemaat melalui baptisan. Dan kita tidak mempunyai alasan untuk berpikir bahwa Filipus berbuat kesalahan dalam membaptis dia, bahkan dalam membaptisnya cepat-cepat. Meskipun ia sudah berlaku sangat jahat, seorang penyihir, seorang yang mengaku mempunyai gelar-gelar kehormatan ilahi, namun, ketika ia dengan sungguh-sungguh bertobat dari dosanya dan mengakui iman kepada Yesus Kristus, ia dibaptis. Sebab, sama seperti kefasikan yang besar sebelum bertobat tidak menghalang-halangi para petobat yang sungguh-sungguh untuk menerima keuntungan-keuntungan anugerah Allah, demikian pula kefasikan yang besar tidak akan menghalang-halangi orang yang mengaku bertobat untuk bersekutu dengan jemaat. Anak-anak yang hilang, ketika kembali, harus disambut pulang dengan sukacita, meskipun kita tidak bisa memastikan bahwa mereka tidak akan terhilang lagi. Bahkan, meskipun sekarang ia hanyalah seorang munafik, dan benar-benar terjerat dalam empedu yang pahit dan kejahatan selama ini, dan akan segera didapati demikian jika ia diuji terlebih dahulu selama beberapa waktu, namun Filipus membaptis dia. Sebab hak istimewa Allah-lah untuk mengetahui hati. Jemaat dan hamba-hamba Tuhan harus menilai berdasarkan asas kasih, sejauh ada ruang untuk itu. Sudah menjadi pepatah dalam hukum, Donec contrarium patet, semper praesumitur meliori parti – Kita harus mengharapkan yang terbaik sejauh kita bisa. Dan sudah menjadi pepatah dalam pengajaran jemaat, De secretis non judicat ecclesia – Rahasia hati hanya Allah yang menilai.
                    [2] Keyakinan yang ada pada Simon saat itu bisa terus ada selama ia bersama-sama dengan Filipus. Meskipun kemudian ia menjadi murtad dari Kekristenan, itu tidak terjadi dengan cepat. Ia ingin mengenal Filipus, dan orang yang tadinya menyatakan diri sebagai seorang yang sangat penting sekarang puas dengan hanya duduk di bawah kaki seorang pekabar Injil. Begitulah, bahkan orang-orang jahat, sangat jahat sekalipun adakalanya berada dalam keadaaan hati yang baik, sangat baik. Dan orang yang hatinya masih ingin memuaskan ketamakan tidak saja bisa datang di hadapan Allah seperti umat-Nya datang kepada Dia, tetapi juga terus berada bersama-sama dengan mereka.
                    [3] Keyakinan yang ada pada diri Simon sekarang itu dikerjakan dan dijaga oleh mujizat-mujizat. Ia takjub melihat dirinya begitu jauh dikalahkan dalam mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Banyak orang yang takjub pada bukti-bukti kebenaran ilahi, tetapi tidak pernah mengalami kuasanya.


* Kisah Simon Si Tukang Sihir ( Kis 8:14-25)
    Allah secara menakjubkan sudah mengakui Filipus dalam pekerjaannya sebagai seorang penginjil di Samaria, tetapi Filipus tidak bisa melakukan apa yang lebih dari seorang penginjil. Ada kuasa-kuasa istimewa yang hanya diperuntukkan bagi para rasul, untuk menjaga kehormatan jabatan mereka, dan di sini kita mendapati cerita tentang apa yang dikerjakan oleh dua dari antara mereka di sana, yaitu Petrus dan Yohanes. Kedua belas rasul tetap berkumpul bersama-sama di Yerusalem (ay. Kis 8:1), dan ke sanalah kabar baik ini dibawa kepada mereka, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah (ay. Kis 8:14), bahwa panen jiwa yang besar itu sudah terkumpul, dan kemungkinan akan dikumpulkan kepada Kristus di sana. Firman Allah tidak hanya diberitakan kepada mereka, tetapi juga diterima oleh mereka. Mereka menyambutnya, menerima cahayanya, dan tunduk pada kuasanya: Ketika mereka di Yerusalem mendengarnya, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Seandainya Petrus adalah, seperti yang dikatakan sebagian orang, kepala dari para rasul itu, maka dialah yang akan mengutus beberapa dari mereka, atau, seandainya ia melihat ada alasan, ia sendiri akan pergi ke sana atas kemauannya. Tetapi, ia sama sekali bukanlah orang yang demikian, malah dia justru tunduk pada perintah kumpulan rasul itu, dan, seperti layaknya hamba bagi jemaat, ia pergi ke tempat mereka mengutusnya. Dua rasul diutus, dua yang paling terkemuka, ke Samaria,
        1. Untuk membesarkan hati Filipus, untuk membantu dia, dan memperkuat tangannya. Hamba-hamba Tuhan yang memangku jabatan lebih tinggi, dan yang unggul dalam berbagai karunia dan anugerah, harus berusaha membantu orang-orang dalam kedudukan yang lebih rendah, dan turut mendukung bagi penghiburan dan kegunaan mereka.
        2. Untuk melanjutkan pekerjaan baik yang sudah dimulai di antara orang banyak, dan, dengan anugerah-anugerah sorgawi yang sudah memperkaya mereka itu, memberikan karunia-karunia rohani kepada mereka. Sekarang amatilah,
        I. Bagaimana mereka mengangkat dan mengembangkan orang-orang yang tulus dari antara mereka. Dikatakan (ay. Kis 8:16), Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, dengan segala kuasa luar biasa yang disampaikan melalui turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta itu. Tak satu pun dari mereka yang diberi karunia bahasa lidah, yang pada saat itu tampak sebagai dampak paling biasa yang langsung terjadi dari pencurahan Roh. Lihat pasal 10:45-46. Ini sekaligus merupakan tanda yang jelas bagi orang-orang yang tidak percaya dan pelayanan yang mulia bagi orang-orang percaya. Karunia ini, dan karunia-karunia lain semacamnya, tidak mereka miliki, mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Jadi mereka telah menjadi bagian dari Dia dan mempunyai kepentingan di dalam Dia, yang penting bagi keselamatan mereka. Dan dalam hal ini mereka bersukacita dan puas (ay. Kis 8:8), meskipun mereka tidak bisa berbicara dengan bahasa roh. Mereka yang benar-benar diserahkan kepada Kristus, dan telah mengalami kuasa dan pekerjaan yang menguduskan dari Roh anugerah, mempunyai banyak alasan untuk bersyukur, dan tidak mempunyai alasan untuk mengeluh, meskipun mereka tidak mempunyai karunia-karunia hiasan dan bisa membuat mereka bersinar. Namun yang dimaksudkan di sini adalah agar mereka terus menyelesaikan dengan sempurna apa yang sudah menjadi bagian mereka pada waktu itu, demi kehormatan Injil yang lebih besar. Kita mempunyai alasan untuk berpikir bahwa Filipus sudah menerima karunia-karunia Roh Kudus ini sendiri, tetapi tidak mempunyai kuasa untuk memberikannya. Para rasul harus datang untuk melakukannya. Dan mereka tidak melakukan ini pada semua orang yang sudah dibaptis, tetapi pada sebagian saja dari mereka, dan, tampaknya, pada orang-orang yang dirancang untuk memangku suatu jabatan di dalam jemaat, atau setidak-tidaknya untuk menjadi anggota-anggotanya yang giat. Dan pada sebagian dari antara mereka diberikan satu karunia Roh Kudus, dan pada sebagian yang lain diberikan karunia lain. Lihat 1 Korintus 12:4,8; 14:26. Nah, untuk melakukannya,
            1. Kedua rasul itu berdoa untuk mereka (ay 15). Roh diberikan, bukan hanya untuk diri kita sendiri (Luk. 11:13), melainkan juga untuk orang lain, sebagai jawaban doa: Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu (Yeh. 36:27), tetapi untuk itu Aku menginginkan, supaya kaum Israel meminta dari pada-Ku (ay. Kis 8:37). Kita dapat mengambil penghiburan dari contoh ini, bahwa dalam berdoa, kita harus meminta kepada Allah untuk memberikan anugerah-anugerah Roh Kudus yang memperbaharui bagi orang yang kita perhatikan keselamatan rohaninya, yaitu bagi anak-anak kita, bagi sahabat-sahabat kita, bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani kita. Kita harus berdoa, dan berdoa dengan sungguh-sungguh, supaya mereka beroleh Roh Kudus. Sebab karunia Roh Kudus ini mencakup semua berkat.
            2. Kedua rasul itu menumpangkan tangan atas mereka, untuk menandakan bahwa doa-doa mereka dijawab, dan bahwa karunia Roh Kudus dianugerahkan kepada mereka. Sebab, pada saat menggunakan tanda ini, mereka menerima Roh Kudus, dan berbicara dengan bahasa roh. Penumpangan tangan digunakan pada zaman dulu untuk memberkati, oleh mereka yang memberi berkat dengan kewenangan. Demikianlah para rasul memberkati orang-orang yang baru bertobat ini, menahbiskan sebagian sebagai hamba-hamba Tuhan, dan meneguhkan sebagian yang lain dalam iman Kristen mereka. Sekarang kita tidak bisa, dan tak seorang pun yang bisa, memberikan Roh Kudus dengan cara menumpangkan tangan seperti itu. Tetapi hal ini dapat menunjukkan kepada kita bahwa apabila kita mendoakan orang, kita harus berusaha untuk membantu mereka.
        II. Bagaimana mereka menemukan dan membuang orang munafik dari antara mereka, dan orang ini adalah Simon si tukang sihir. Sebab mereka tahu bagaimana membedakan antara yang berharga dan yang hina. Sekarang amatilah di sini,
            1. Usulan jahat yang dibuat Simon, yang dengannya kemunafikannya terbongkar (ay. Kis 8:18-19): Ketika ia melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya (yang seharusnya meneguhkan imannya kepada ajaran Kristus, dan memperbesar rasa hormatnya terhadap para rasul), timbul gagasan dalam dirinya tentang Kekristenan sebagai sesuatu yang tidak lain dari ilmu sihir tingkat tinggi. Dan ia menganggap dirinya juga mampu menjadi seperti para rasul dalam mencapai ilmu sihir itu, dan karena itu ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu." Dia tidak ingin mereka menumpangkan tangan atasnya, supaya ia sendiri bisa menerima Roh Kudus (sebab ia tidak melihat bahwa cara itu dipakai untuk memperoleh berkat), tetapi menghendaki agar mengalihkan saja suatu kuasa kepadanya supaya ia juga mampu memberikan karunia itu kepada orang lain. Ia sangat ingin mendapat kehormatan sebagai seorang rasul, tetapi sama sekali tidak mempunyai kemauan untuk memiliki Roh dan sikap hati seorang Kristen. Dia lebih ingin mendapat kehormatan bagi dirinya sendiri daripada berbuat baik kepada orang lain. Nah, dalam mengajukan permohonan ini,
                (1) Ia sangat menghina para rasul, seolah-olah mereka mata duitan, mau melakukan apa saja demi uang, dan cinta uang sama seperti dia. Padahal dalam kenyataannya mereka sudah meninggalkan apa yang mereka miliki demi Kristus, dan sama sekali tidak mempunyai niat untuk mendapat keuntungan.
                (2) Ia sangat menghina Kekristenan, seolah-olah semua mujizat yang diadakan untuk membuktikan kebenaran iman Kristen itu dilakukan dengan ilmu sihir, hanya saja sifatnya berbeda dari apa yang sebelumnya ia sendiri lakukan.
                (3) Ia menunjukkan bahwa, seperti Bileam, ia bermaksud mendapatkan upah dan penghargaan lewat ilmu sihir. Sebab ia tidak akan menawarkan uang untuk mendapatkan kekuatan ini seandainya ia tidak berharap untuk memperoleh uang lewat ilmu itu.
                (4) Ia menunjukkan bahwa ia memandang dirinya sendiri dengan sangat tinggi, dan sama sekali tidak memiliki kerendahan hati sedikit pun. Orang malang seperti dia, sebelum dibaptis, seharusnya meminta, seperti si anak hilang, untuk dijadikan sebagai seorang upahan saja. Namun, segera setelah diakui dalam keluarga, ia tidak akan puas mendapat tempat yang lebih rendah dari salah satu pengurus rumah, atau jika tidak diberi kekuasaan yang tidak dimiliki oleh Filipus sendiri, tetapi yang hanya dimiliki para rasul.
            2. Sudah sewajarnya usulannya ditolak, dan Petrus menegurnya dengan keras untuk itu (ay. Kis 8:20-23).
                (1) Petrus memperlihatkan kejahatan apa yang diperbuat Simon (ay. Kis 8:20): Engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Dengan kejahatan ini,
                    [1] Simon si tukang sihir itu memandang kekayaan dunia ini terlalu tinggi, seolah-olah kekayaan itu bisa untuk apa saja. Juga, seakan-akan, seperti kata Salomo, uang memungkinkan semuanya (KJV: kekayaan memberi jawaban bagi segala sesuatu – pen.), yang berkaitan dengan kehidupan sekarang ini, maka uang juga akan memberi jawaban bagi segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan di akhirat, dan bisa membeli pengampunan dosa, karunia Roh Kudus, dan kehidupan kekal.
                    [2] Simon memandang rendah karunia Roh Kudus dan menempatkannya sederajat dengan karunia-karunia biasa dari pemeliharaan alam. Ia menyangka bahwa kekuatan seorang rasul juga bisa diperoleh dengan membayar uang yang cukup, sama seperti membayar jasa seorang dokter atau pengacara. Ini sungguh merupakan penghinaan terbesar terhadap Roh anugerah. Segala kebiasaan membeli dan menjual surat pengampunan dan penghapusan dosa di gereja Roma adalah hasil dari sangkaan jahat yang sama ini, bahwa karunia Allah dapat dibeli dengan uang, sementara tawaran anugerah ilahi dengan begitu jelas terjadi tanpa uang dan tanpa harga.
                (2) Petrus menunjukkan kepada Simon seperti apa sikap hatinya, yang bisa tampak dari kejahatannya itu. Hanya dari kesalahan yang dikatakan dan dilakukan orang, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa ia munafik ketika mengaku sebagai orang yang beragama. Tetapi kesalahan Simon ini sedemikian mendasar sehingga tidak mungkin orang yang beroleh anugerah melakukannya. Dengan menawarkan uang (dan itu pun didapat dari ilmu sihir), itu menunjukkan bukti yang tidak dapat disanggah bahwa ia masih berada di bawah kuasa pikiran duniawi dan kedagingan, dan masih menjadi manusia duniawi yang tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, dan juga tidak memahaminya. Dan oleh sebab itu, Petrus memberi tahu dia jelas-jelas,
                    [1] Bahwa hatinya tidak lurus di hadapan Allah (ay. Kis 8:21). "Meskipun engkau mengaku percaya, dan dibaptis, namun engkau tidak tulus hati." Siapa kita ditentukan oleh hati kita. Jika hati kita tidak benar, maka kita salah. Dan hati kita terbuka di hadapan Allah, yang mengetahuinya, menghakiminya, dan menghakimi kita berdasarkan hati kita itu. Bagaimana hati kita di mata Allah, itulah keadaannya yang sebenarnya, sebab Allah tidak dapat ditipu. Dan jika hati kita tidak benar dalam pandangan-Nya, apa pun kepura-puraan kita, maka sia-sialah agama kita, dan tidak akan membawa manfaat apa-apa bagi kita. Yang harus menjadi perhatian besar kita adalah bagaimana membuat diri kita berkenan kepada-Nya dengan cara hidup jujur, sebab jika tidak demikian maka kita menipu diri kita sendiri, yang akan membawa pada kebinasaan. Sebagian orang menghubungkan masalah ini secara khusus dengan usulan yang diajukan Simon. Apa yang dimintanya tidak diberikan, karena hatinya tidak lurus di hadapan Allah dalam meminta itu. Ia tidak mengusahakan kemuliaan Allah atau kehormatan Kristus dengan usulannya itu, tetapi memanfaatkannya untuk dirinya sendiri. Ia berdoa, tetapi tidak menerima apa-apa, karena ia salah berdoa, sebab yang dia minta itu hendak dihabiskannya untuk memuaskan hawa nafsunya, dan ia ingin tetap dipandang sebagai seorang yang sangat penting.
                    [2] Bahwa hatimu sudah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan: sebab kulihat bahwa engkau begitu (ay. Kis 8:23). Beginilah cara tegas untuk mengurus masalah, dan ketegasan dalam mengurus masalah adalah hal terbaik apabila kita berurusan dengan perkara jiwa dan kehidupan kekal. Simon sudah mendapat nama besar di kalangan orang banyak, dan belakangan ini mendapat nama baik juga di kalangan umat Allah, tetapi Petrus di sini menggambarkannya dengan sifat yang buruk. Perhatikanlah, mungkin saja seseorang tetap berada di bawah kuasa dosa, tetapi ia menunjukkan sikap saleh. Sebab kulihat begitu, ujar Petrus. Bukan melalui karunia roh yang mencerna sifat orang, yang dimiliki Petrus, sehingga ia bisa melihatnya, melainkan terlebih melalui apa yang diungkapkan Simon sendiri dengan usulannya. Perhatikanlah, kedok orang-orang munafik sering kali cepat terbuka. Sifat serigala menunjukkan dirinya sendiri kendati ia berbulu domba. Nah, sifat yang digambarkan untuk Simon di sini benar-benar merupakan sifat semua orang jahat.
                    Pertama, hati mereka seperti empedu yang pahit – menjijikkan bagi Allah, seperti halnya kita jijik pada apa yang pahit seperti empedu. Dosa adalah hal yang keji, yang dibenci Tuhan, yang karenanya orang-orang berdosa menjadi kekejian di mata-Nya. Dalam kodratnya dosa itu sudah ada sifat kejinya. Dosa yang berdiam dalam diri orang adalah akar kepahitan, yang menghasilkan racun atau ipuh (Ul. 29:18). Kemampuan-kemampuan jiwa menjadi rusak, dan pikiran menjadi pahit terhadap segala sesuatu yang baik (Ibr. 12:15). Itu juga menunjukkan dampak-dampak yang merusak dari dosa. Ujungnya pahit seperti empedu.
                    Kedua, hati mereka terjerat dalam kejahatan. Terjerat dalam penghakiman Allah karena kesalahan dosa, dan terjerat di bawah kuasa Iblis karena kuasa dosa. Hati mereka ditawan oleh kuasa Iblis untuk menuruti kehendaknya, dan ini perbudakan yang berat, seperti perbudakan di Mesir, yang membuat hidup pahit.
                (3) Petrus menyatakan kebinasaan Simon dalam dua hal:
                    [1] Ia akan tenggelam dengan kekayaan duniawinya, yang sangat dihargainya: Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau.
                    Pertama, dengan berkata demikian Petrus menolak tawarannya dengan nada yang amat menghina dan marah: "Sangkamu engkau dapat menyuap kami untuk mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepada kami, dan memberikan kuasa yang dipercayakan kepada kami kepada tangan yang tidak layak seperti kamu ini? Enyahlah engkau dan semua uangmu itu. Kami tidak ada sangkut paut apa pun denganmu atau uangmu. Enyahlah Iblis." Apabila kita digoda dengan uang untuk melakukan kejahatan, kita harus melihat betapa uang itu adalah barang yang dapat binasa, dan jangan mau dibujuk olehnya. Orang jujur akan mengebaskan tangannya supaya jangan ia menerima dan menyentuh suap (Yes. 33:15).
                    Kedua, ia memperingatkan Simon bahwa ia akan binasa jika terus berpikiran seperti ini: "Uangmu akan binasa dan engkau akan kehilangan itu, serta segala sesuatu yang dapat engkau beli dengannya. Sama seperti makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan (1Kor. 6:13), demikian pula barang adalah untuk uang dan uang untuk barang, tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah.Kedua-duanya binasa apabila digunakan. Tetapi ini belum yang terburuk. Engkau akan binasa dengan uangmu itu, dan uangmu akan binasa bersama dengan engkau. Dan kehancuranmu akan semakin berat, jiwamu yang binasa semakin berbeban berat, karena engkau sebenarnya mempunyai uang yang semestinya bisa dimanfaatkan untuk maksud baik (Luk. 16:9). Uang itu bisa saja ditaruh di bawah kaki para rasul, sebagai amal, dan akan diterima, tetapi engkau malah menyodorkannya kepada mereka sebagai suap, dan ditolak. Anakku, ingatlah akan hal ini."
                    [2] Ia akan kehilangan berkat-berkat rohani yang engkau pandang rendah itu (ay. Kis 8:21): "Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini. Engkau tidak mempunyai urusan apa-apa dengan karunia-karunia Roh Kudus, engkau tidak memahaminya, engkau dikeluarkan darinya, engkau telah menempatkan penghalang di pintumu sendiri. Engkau sendiri tidak dapat menerima Roh kudus, atau kuasa untuk meneruskan Roh Kudus kepada orang lain, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah, jika engkau berpikir bahwa Kekristenan adalah barang dagangan untuk mencari nafkah di dunia ini. Oleh sebab itu, tidak ada bagian atau hakmu dalam kehidupan kekal di dunia lain yang ditawarkan Injil." Perhatikanlah,
                    Pertama, ada banyak orang yang mengaku beragama Kristen, namun tidak memiliki bagian atau hak di dalamnya, tidak memiliki bagian di dalam Kristus (Yoh. 13:8), tidak memiliki bagian di dalam Kanaan sorgawi.
                    Kedua, mereka adalah orang-orang yang hatinya tidak lurus di hadapan Allah, tidak digerakkan oleh roh yang benar, atau dibimbing oleh aturan yang benar, atau dipimpin ke tujuan yang benar.
                (4) Dia memberinya nasihat yang baik, kendati demikian (ay. Kis 8:22), meskipun marah terhadap Simon, ia tidak meninggalkannya. Dan, walaupun ia ingin agar Simon melihat bahwa masalahnya ini sangat buruk, ia tidak mau Simon berpikir bahwa sudah tidak ada lagi harapan baginya. Sekarang juga masih ada harapan bagi Israel. Amatilah,
                    [1] Apa yang dinasihatinya untuk Simon: Simon harus melakukan apa yang harus pertama-tama dilakukannya.
                    Pertama, ia harus bertobat. Ia harus melihat kesalahannya dan mencabutnya kembali. Ia harus mengubah pikiran dan jalannya. Ia harus rendah hati dan malu atas apa yang telah diperbuatnya. Pertobatannya harus dilakukan secara terperinci: "Bertobatlah dari perbuatanmu ini, akuilah bahwa engkau bersalah dengan perbuatan ini, dan menyesallah untuk itu." Ia harus membebani dirinya sendiri karena perbuatan itu, tidak boleh memperlunaknya, dengan menyebutnya sebagai suatu kekeliruan, atau semangat yang salah saluran, tetapi harus memperberatnya dengan menyebutnya sebagai kejahatan, kejahatannya, buah dari kefasikannya sendiri. Orang-orang yang sudah berkata dan berbuat salah harus, sejauh mereka bisa, mencabut dan menariknya kembali dengan pertobatan.
                    Kedua, ia harus berdoa kepada Allah, harus berdoa agar Allah mau membuatnya bertobat, dan mengampuni dosanya setelah ia bertobat. Orang yang bertobat harus berdoa, yang menunjukkan kerinduannya akan Allah, dan akan keyakinan di dalam Kristus. Simon si tukang sihir, sekalipun menganggap dirinya seorang yang sangat penting, tidak akan diundang bersekutu dengan para rasul (betapapun sebagian orang berpikir bahwa itu akan membawa kehormatan bagi mereka) dengan syarat-syarat lain selain yang juga dituntut atas orang-orang berdosa lain, yaitu bertobat dan berdoa.
                    [2] Bagaimana ia mendorong Simon untuk melakukannya: berdoalah kepada Allah, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini, niat hatimu yang jahat ini. Perhatikanlah,
                    Pertama, bisa saja ada banyak kejahatan di dalam niat hati, gagasan-gagasannya yang keliru, perasaan-perasaannya yang kotor, dan rancangan-rancangannya yang fasik, yang darinya kita harus bertobat, atau kalau tidak kita akan binasa.
                    Kedua, pikiran hati, meskipun begitu jahat, akan diampuni, apabila kita bertobat, dan tidak dituntut dari kita. Sewaktu Petrus di sini memasukkan kata mungkin (KJV: mungkin saja niat hatimu ini diampuni), ia terlebih ragu pada ketulusan pertobatan Simon, bukan pada pengampunan kepadanya apabila ia bertobat dengan tulus. Supaya niat hatimu ini bisa diampuni, begitu kita bisa membacanya. Atau itu menunjukkan bahwa karena dosanya besar, maka wajar saja jika pengampunan atas dosa itu diragukan, meskipun janji Injil sudah menghapuskan keraguan akan hal itu, kalau memang ia benar-benar bertobat: seperti dalam Ratapan 3:29, mungkin ada harapan.
                    [3] Permintaan Simon kepada para rasul untuk berdoa baginya (ay. Kis 8:24). Ia tersentak dan cemas oleh perkataan Petrus, karena mendapati bahwa apa yang disangkanya akan diterima dengan tangan terbuka ternyata dibenci sedemikian rupa. Dan ia berseru, hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu. Inilah,
                    Pertama, sesuatu yang baik, yaitu bahwa ia mendengar teguran yang diberikan kepadanya, dan takut dengan apa yang digambarkan tentang sifat dia, yang bisa membuat gemetar hati yang paling berani sekalipun. Dan, karena demikian yang akan terjadi, ia memohon agar para rasul berdoa untuknya, sambil berharap mendapat kepentingan di dalam mereka, yang dipercayainya mempunyai kepentingan yang baik di sorga.
                    Kedua, ada sesuatu yang kurang. Ia memohon mereka untuk berdoa bagi dia, tetapi ia sendiri tidak berdoa bagi dirinya sendiri, seperti yang semestinya dia lakukan. Dan, dalam menginginkan mereka untuk berdoa bagi dia, yang lebih diperhatikannya adalah agar penghakiman-penghakiman yang akan menimpanya karena kesalahannya sendiri bisa dicegah, dan bukan agar kerusakan-kerusakan sifatnya bisa dimatikan, dan hatinya, oleh anugerah ilahi, diluruskan di hadapan Allah. Seperti Firaun, yang ingin agar Musa memohon kepada Tuhan untuk dia, supaya Ia menyingkirkan kematian ini saja, dan bukan supaya Ia menyingkirkan dosa ini, kekerasan hati ini (Kel. 8:8; 10:17). Sebagian orang berpendapat bahwa Petrus sudah menyatakan penghakiman-penghakiman tertentu melawan dirinya, seperti melawan Ananias dan Safira. Tetapi kemudian itu dicegah, pada saat Simon berserah diri, melalui perantaraan Rasul Petrus. Atau, dari apa yang disampaikan di sini, ia bisa menyimpulkan bahwa suatu tanda murka dari Allah akan jatuh menimpa dia, yang begitu ditakuti dan ingin dihindarinya. Terakhir, di sini para rasul kembali ke Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan urusan mereka, sebab sampai saat ini mereka belum tersebar. Tetapi, walaupun mereka datang ke sini untuk melakukan apa yang menjadi pekerjaan rasul, namun, karena kesempatan itu datang dengan sendirinya, mereka mengerjakan pekerjaan yang biasa dilakukan semua pelayan Injil.
                        1. Di sana, di kota Samaria, mereka berkhotbah: Mereka memberitakan firman Tuhan, dengan penuh kesungguhan menegaskan kebenaran Injil, dan meneguhkan apa yang sudah diberitakan oleh hamba-hamba Tuhan yang lain. Mereka tidak berpura-pura membawa sesuatu yang baru, meskipun mereka adalah para rasul, tetapi memberikan kesaksian tentang firman Tuhan sebagaimana mereka sudah menerimanya.
                        2. Dalam perjalanan mereka pulang, mereka berkhotbah sambil berkeliling. Ketika melewati banyak desa orang Samaria, mereka memberitakan Injil. Meskipun jemaat-jemaat di sana tidak begitu besar seperti jemaat di kota-kota, entah dalam jumlah atau orang ternama, namun jiwa mereka sama berharganya, dan para rasul tidak menganggap rendah mengabarkan Injil kepada mereka. Allah memperhatikan orang-orang-Nya di kampung-kampung di Israel (Hak. 5:11), dan begitu pula seharusnya kita.



Label:   Kisah Para Rasul 8:4-25 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
TEMA & BACAAN ALKITAB GMIT BULAN MARET 2019

PREV:
Minggu, 17 Februari 2019 - karunia adalah untuk saling melengkapi dalam pekerjaan Tuhan - Khotbah: 1 Korintus 12:1-11 - Minggu VI Epifania

Garis Besar Kisah Rasul





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 24 Agustus - 2 Tawarikh 14-16


Arsip Khotbah GMIT 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 18 Agustus 2019
I'm Not Alright - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Changed - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Unstoppable God - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Commitment - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Lazarus - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
No Longer Slaves - Lauren Daigle - spontaneous worship

Minggu, 18 Agustus 2019
Trust In You - Lauren Daigle - Spontaneous Worship

Rabu, 14 Agustus 2019
Jehovah Reigns - Jamel Strong

Selasa, 13 Agustus 2019
Side Of My Heart - Rachael Lampa

Selasa, 13 Agustus 2019
Canvas and Clay - Pat Barrett feat. Ben Smith

Selasa, 13 Agustus 2019
My Reason - Planetshakers

Selasa, 06 Agustus 2019
King of Kings - Hillsong

Selasa, 06 Agustus 2019
Chances - Isaac Carree

Selasa, 06 Agustus 2019
But God - Isaac Carree

Jumat, 02 Agustus 2019
You Know My Name - the Brooklyn Tabernacle Choir

Jumat, 02 Agustus 2019
No Longer Slaves - Zach Williams

Jumat, 02 Agustus 2019
I Believe (Island Medley) - Jonathan Nelson

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu penutup ibadah Pemuda Remaja,   sabda bina umat 23 agustus 2019 ,   renungan kotbah. Yesaya 40: 37-41.,   lagu rohani GPI,   Lukas 6 :1-5,   lagu penyembahan pantekosta,   khotbah kristen tentang kemunafikan,   renungan mazmur 2:1-12,   renungan mazmur 2:1-12,   sabda bina umat agustus 2019,   khotbah daniel 4:19-27,   khotbah daniel 4:19-27,   download mp3 instrumen piano lagu rohani kristen,   lukas 6:27-36,   tata ibadah minggu gbi,   tata ibadah minggu gbi,   lagu penutup ibadah,   bila topan kras melanda hidupmu bahasa batak,   LAGU ROHANI,   download musik Kristen m3,   maksud Injil Lukas 13:22-30,   Berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak, renungan katolik,   download lagu rohani terbaru 2019,   khotbah tentang filemon,   Download lagu rohani kristen kedukaan,   lhotbah kis rasil 6 1 7 gpib,   Rancangan khotbah ibadah minggu ,tema Kemenangan Yang Hanya Dari-Nya(Ratapan 1:1-6)?,   chord gitar lagu jadikan aku terangmu,   sabda bina umat gpib 2019,   tata ibadah 2019 uem,   khotbah imamay 25:39-43,   lagu lagu ibadah liturgi pentakosta,   download lagu paduan suara gereja,   tafsiran luk 21:24b,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   khotbah 1 Tawarik 6 : 31-53,   Download lagu rohani-Yesus pokok kitalah carangnya,   Roma 13 ayat 1~7 khotbah hkbp,   jamita 3 musa 25 39-43,   mars pkb gpib,   jamita 3 musa 25 39-43,   tata ibadah gbi,   Download renungan 1 Tawarikh 16:10,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   donwload lagu koor GBI,   yesus sayang padaku mandarin,   hati yang hancur chord,   ibadah nyanyian renungan roma 13:1-17,   doa persembahan syukur kristen protestan,   khotbah dari lukas 10 : 13,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   hatorangan sermon gkpi lukas 6:27-36,   lirik kppk 215,   khotbah lukad 7:27-36,   lagu persembahan,   lagu persembahan,   hatorangan lukkas 6;27-36,   hatorangan ni lukas6:27-36,   renungan amos 5:7-13,   Mazmur 37 : 30 - 40,   lagu pembukaan ibadah wa,   khotbah roma 13 : 1 - 7,   Download lagu rohani terbaru 2019,   kmm 4,   kmm 4,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Lagu pengakuam dosa,   lagu rohani kristen terbaru 2018 mp3 free download,   Lagu lagu NKPI,   pencipta lagu may the mind of christ my saviour,   Arti khotbah imamat :5:39-43,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   Khotbah roma 15:1-13,   khotbah mazmur 51:1-21,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Renungan kotbah 3 musa 25:39-43,   Renungan kotbah 3 musa 25:39-43,   kisah rasul 16:19-40,   lagu penyembahan yang menyentuh hati,   kisah rasul 16:19-40,   isi renungan mazmur 78 ,   GITA BAKTI 85 OH TUHAN,   bahan khotbah kisah rasul 16:19-40,   renungan ku bersyukur atas indonesiaku,   renungan ku bersyukur atas indonesiaku,   Bacaan persembahan ?,   Tugas suku Lewi menurut 1 Tawarikh 6:31-53,   penyertaan Tuhan: keluaran 1:1-22,   santapan harian 1 raja raja 19,   santapan harian 1 raja raja 19,   lagu rohani kemerdekaan,   khotbah 1 raja raja 19 1-18,   Buatlah 2 buah lagu tentang pembukaan ibadah dan lagu ketika mendengarkan khotbah?,   khotbah amsal 8:12 - 21,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   renungan kristen dari mazmur 109:21-31,   Ringkas khotbah 3 musa 25:39-43,   makna nas mazmur 40 : 7 - 11,   download lagu why god austin french,   download lagu why god austin french,   lagu pemberkatan nikah di gereja,   saat teduh pagi tentang kisah rasul 27:1-13,   khotbah 1 raja 4 29 34,   sgdk,   lagu ,   Rngn yak 1:2-8,   song praise gms,   1 Tawarikh 6 : 31-53,   kotbah imamat 25:39-43,   kidung jemaat tata ibadah,   kotbah imamat 25:39-43,   Tafsiran yosua 14:13-25,   Tafsiran yosua 14:13-25,   lukas 13 22-30,   betapa dalamnya gms,   kotbah imamat 25:39-43,   Mars PKB GPIB,   lagu kidung jemaat sebelum pembacaan firman,   Jamita partangiangan 3 Musa 25 : 39 - 43,   Jamita partangiangan 3 Musa 25 : 39 - 43,   renungan roma 13:1-7,   kidung jemaat no berapa mengasihi musu,   renungan amsal 4:24,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   khotbah kotbah Imamat 25:39-43,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   khotbah kotbah Imamat 25:39-43,   bacaan alkitab tentang persembahan,   renungan roma 13:1-7,   renungan roma 13:1-7,   lagu gereja,   khotbah roma 11:33-36,   tujuan im 25:39-43,   chord kj 260,   daniel 1:1-17,   lagu rohani persembahan,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   tafsiran ulangan 6:1-10,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   Khotbah dari Ibrani 12:1-17,   PKJ 244 NOT DAN LAGU,   lagu kidung ceria no 215,   kidung ceria no 215,   kidung ceria no 215,   lagu penyembahan Italia,   pencipta lagu rohani may the mind of christ my saviour,   lagu untuk persembahan,   lagu ,   imamat 25 39-43,   penjelasan tentang 1 tawarikh 6:48-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,