Save Page
Matius 18:1-18
Siapa yang terbesar dalam Kerajaan Sorga
18:1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" 18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. 18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
Siapa yang menyesatkan orang
18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. 18:7 Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 18:8 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. 18:9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua. 18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. 18:11 (Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.)"
Perumpamaan tentang domba yang hilang
18:12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? 18:13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. 18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."
Tentang menasihati sesama saudara
18:15 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. 18:16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. 18:17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. 18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.


Penjelasan:


* Mat 18:1 - Siapakah yang terbesar?
Siapakah yang terbesar? Latar belakang pertanyaan ini terdapat di dalam perdebatan di antara para murid selama mereka dalam perjalanan (Mrk. 9:33; Luk. 9:46). Mungkin perdebatan itu muncul akibat kedudukan yang diberikan kepada tiga orang murid di Kaisarea Filipi (17:1) atau kepada Petrus dalam peristiwa membayar bea untuk Bait Allah (17:27).

* Mat 18:2-4 - seorang anak kecil, // Kerajaan Surga
Dengan memanggil seorang anak kecil, Yesus mengingatkan murid-murid-Nya bahwa terkecuali mereka meninggalkan pandangan yang menganggap diri tinggi, persoalan mereka bukan masalah mana yang terbesar tetapi masalah masuk ke dalam Kerajaan Surga (kerajaan mesianis yang mereka harapkan akan diresmikan oleh-Nya). Ketiadaan rasa sombong atas kedudukan merupakan aspek kehidupan anak yang dimaksudkan di sini. Untuk memasuki kerajaan Kristus, seseorang harus menyadari ketidakmampuan dirinya dan ketergantungannya yang mutlak kepada Tuhan. Dia harus mengalami kelahiran baru (Yoh. 3:3 dst.).

* Mat 18:5 - Anak seperti ini, // Di dalam nama-Ku
Anak seperti ini, maksudnya seseorang yang dengan percaya telah menjadi seperti anak kecil (bdg. ay. 6). Ayat 5-14 tidak lagi membahas anak kecil yang sesungguhnya dipakai sebagai ilustrasi (1-4). tetapi orang percaya yang seperti anak kecil. Di dalam nama-Ku. Berdasarkan Kristus. Menyambut orang percaya lain karena Kristus (bukan karena kedudukan, kekayaan, dll.) dianggap sebagai menyambut Kristus sendiri (10:42).

* Mat 18:6 - Menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepadaKu. Anak-anak kecil // Batu kilangan
Menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepadaKu. Anak-anak kecil juga mengacu kepada orang-orang percaya. Hukuman mengerikan yang menanti orang-orang yang merusak iman orang percaya dijadikan dramatis melalui perbandingan. Batu kilangan. Secara harfiah, batu keledai, batu di bagian atas kilangan yang lebih besar dan digerakkan oleh seekor keledai.

* Mat 18:7 - penyesatan harus ada,
Sekalipun tidak dapat dielakkan bahwa penyesatan harus ada, karena termasuk sarana yang dipakai Allah untuk mendisiplinkan dan juga membentuk watak orang percaya, seorang penyesat secara moral bertanggung jawab atas kesalahannya.

* Mat 18:8-9
Oleh karena itu, apabila diperlukan, seseorang hendaknya mengambil tindakan drastis untuk menghindari berbuat yang menyesatkan (lihat tafsiran 5:29, 30).

* Mat 18:10 - Anak-anak kecil ini // Malaikat mereka
Anak-anak kecil ini. Orang-orang percaya yang seperti anak kecil (bukan anak-anak kecil yang sesungguhnya, terkecuali mereka mungkin juga orang percaya). Malaikat mereka. Para malaikat yang ditugaskan untuk memperhatikan orang-orang percaya sebagai suatu kelompok (Ibr. 1:14). Kurang ada bukti yang membenarkan pemahaman bahwa setiap orang percaya memiliki satu orang malaikat yang menjaganya. (Kis. 12:15, mencerminkan pandangan sekarang tentang para malaikat, tetapi belum tentu benar.) Ayat 11 mungkin merupakan sisipan dari Lukas 19:10.

* Mat 18:12-14
Kedudukan penting dari orang percaya yang paling rendah sekalipun diilustrasikan dengan perumpamaan tentang Domba yang Hilang. Karena sang gembala sangat memperhatikan setiap domba yang hilang, betapa pentingnya kewajiban kita untuk tidak meremehkan orang-orang yang tidak begitu beruntung. Perumpamaan ini dalam kesempatan yang lain (Luk. 15:4-7) dipergunakan untuk mengilustrasikan keselamatan orang-orang berdosa.

* Mat 18:15-20
Pengajaran tentang prosedur untuk menghadapi orang yang bersalah.

* Mat 18:15
Sekalipun sudah diperingatkan dengan keras berkali-kali, kesalahan akan tetap terjadi. Berbagai prosedur dirumuskan untuk menunjukkan bagaimana pihak yang dirugikan harus menanggapinya. Tanggung jawab yang pertama ialah pergi secara pribadi kepada orang yang bersalah, tanpa menunggu permintaan maaf. Prosedur semacam ini membuatnya lebih mudah untuk memperoleh suatu pengakuan bersalah. Apabila berhasil, dia akan memperoleh orang itu sebagai sahabatnya dan memulihkan hubungan orang tersebut dengan Tuhan dan dengan sesama orang beriman.

* Mat 18:16
Apabila diperlukan langkah yang kedua, harus ada beberapa orang saksi pada saat wawancara (lihat Ul. 19:15).

* Mat 18:17 - Sampaikanlah soalnya kepada jemaat // (jemaat) // (tidak mengenal Allah, pemungut cukai)
Sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Jika pihak yang bersalah tetap tidak mau mengakui kesalahannya (dan dosanya cukup parah sehingga mempengaruhi jemaat), gereja harus ikut campur menangani masalah tersebut. Gereja (jemaat) tidak mungkin berarti rumah ibadat atau sinagoge, sebab ada hak-hak istimewa yang dicantumkan dalam 18:18, 19. Jemaat Kristenlah yang dimaksudkan, sebagaimana ditunjukkan oleh ketidakhadiran Yesus secara tersirat (ay. 20). Ketidaksediaan untuk mematuhi nasihat gereja (jemaat) menjadikan orang yang bersalah tadi harus dianggap sebagai orang yang tidak seiman (tidak mengenal Allah, pemungut cukai). Tentu saja, tindakan semacam ini harus termasuk usaha untuk menjangkaunya dengan Injil.

* Mat 18:18 - Apa yang kamu ikat di dunia ini
Apa yang kamu ikat di dunia ini (bdg. 16:19). Keputusan jemaat dalam kasus-kasus semacam ini, yang dicapai melalui doa, Firman, dan Roh, akan disahkan di surga. Lihat juga Yohanes 20:23.



SGDK
HARI MINGGU VI PRAPASKAH
MINGGU, 10 MARET 2019
TIDAK TERSESAT ATAUPUN MENYESATKAN
Matius 18:1-18

LATAR BELAKANG KITAB
Penginjil Matus menulis karangannya sekitar tahun 75-80 Masehi. Ia adalah seorang Kristen perantauan, berpendidikan tinggi, cakap berbahasa Yunani, serta mahir dalam hal mengajar
Yahudi. Sedangkan pembaca Injil Matius diduga adalah jemaat di luar Palestina, berbahasa Yunani dan terbuka bagi bangsa-bangsa lain. Tidak heran jika oorak universalisme begitu kuat dalam injil ini. Selain itu, figur Yesus dalam Injil ini juga digambarkan sebagai guru Yahudi yang berwibawa. Ia menyampaikan tafsiran yang benar terhadap Taurat ketimbang apa yang selama ini diajarkan dan dipraktekkan oleh para pemimpin agama Yahudi di zamannya.

Bacaan Alkitab hari ini yang terambil dari lnjil Matlus 18:1-18 merupakan pengajaran Yesus kepada murid-murid-Nya di Kapernaum. Bacaan ini terbagi atas tiga bagian. Pertama, ayat 1.
Stentang rnenyambut Kerajaan Sorga seperti seorang anak kecii. Kedua, ayat 6-11 tentang penyesatan yang menyebabkan orang meninggalkan Kerajaan Sorga. Ketiga,ayat 12-18 tentang tindakan Allah yang mencari orang tersesat supaya mereka kembali ke dalam Kerajaen Sorga.

TAFSIRAN TEKS
Bagian 1 (ayat 1-5)
Pengajaran Yesus pada bagian ini merupakan respons atas pertanyaan para murid tentang siaga yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Untuk menjawabnya. Yesus justru melakukan tiga hal. Pertama, Yesus mernanggil dan menempatkan seorang anak kecil. Tindakan ini sangat spesial dan unik! Mengapa? Karena pada masa itu anak-anak umumnya dipandang sebelah mata. Kondisi fisik dan ketergantungan mereka kepada orang dewasa membuat anak-anak seringkali disepelekan. Tidak jarang mereka pun dihalangi untuk bergabung dalam suatu peristiwa karena dianggap sebagai pengganggu yang mere-potkan. Karena itu, tindakan Yesus yang menempatkan seorang anak di tengah-tengah percakapan dengan para murid-Nya sesungguhnya hendak menunjukkan secara langsung betapa Ia mengasihi dan menerima
anak-anak. Yesus berkenan berjumpa dan berinteraksi dengan anak-anak sama seperti yang la lakukan bersama orang dewasa. Kedua, Yesus menyampaikan dua syarat. Syarat tersebut yaitu bertobat dan menjadi seperti anak kecil yang saat itu berada di tengah-tengah mereka. Bertobat (Yunani, metanoia; lbrani, sub) artinya kembali kepada Allah dan berbalik sama sekali dari segala dosa, termasuk kebiasaan lama yang merusak kehidupan kita. Sedangkan "menjadi seperti anak kecil" tidaklah berarti bahwa kita bersikap kekanak-kanakan. Sebaliknya, sama seperti anak kecil yang berada di dekat Yesus saat itu, demikianlah kita hendaknya menjadi pribadi yang terbuka dan mengasihi Yesus!. Kita mau mendekat kepada-Nya dan mendengarkan apa yang disampaikan-Nya.

Ketiga, Yesus menyatakan pengandaian.Katanya, ". . . barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga". Itu berarti, hanya
orang yang rendah hatilah yang akan ditinggikan oleh Allah sehingga ia menjadi yang terkemuka dalam Kerajaan Sorga. Rendah hati disinl merunjuk pada sikap batin seseorang yang menghormati Allah dan sesamanya. Karena itu, ia tidak suka menyanjung diri sendiri apalagi meremehkan orang lain. Selanjutnya Yesus berkata, "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, ia menyambut Aku". Melalui perkataan itu, Yesus menegaskan bahwa setiap orang yang mengasihi sesamanya, terutama mereka yang Iemah dan yang selalu diremehkan oleh banyak orang (seperti anak kecil, perempuan, janda miskin, yatim piatu, orang sakit, dsb), telah menyambut Yesus. Menyambut Yesus berarti menyam-
but datangnya Kerajaan Allah! Sebab kehadiran Kerajaan Allah nyata di dalam pribadi dan karya Yesus sendlri (bnd. Mat. 12:28; Luk. 11:20).

Bagian 2 (ayat 6-11)
Masih dalam rangkaian menjawab pertanyaan para murid tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Sorga, Yesus kembali meyampaikan dua hal yaitu peringatan tentang kehadiran para
penyesat di dalam dunia dan ucapan celaka kepada mereka yang suka menyesatkan. Menurut Yesus. setiap orang dapat saja menjadi penyesat yang menvesatkan sesamanya, termasuk
murid-murid-Nya. Penyesatan itu dimulai bukan dari luar melainkan pertama-tama dari dalam, yaitu di dalam diri sendiri, di tengah keluarga di dalam persekutuan, dsb. Lebih dari itu penyesatan bisa saja terjadi terhdap anak-anak hingga orang dewasa dan  lanjut usia!. Yesus sengaja menggunakan metafora tubuh untuk menjelaskan baik asal-muasal penyesatan maupun dampat yang ditimbulkannya. Sama seperti tubuh, jika kita membiarkan tangan
dan mata kita melakukan kejahatan, maka rusaklah juga seluruh kehidupan kita. Demikian pula jika kita membiarkan penyesatan mempengaruhi keluarga, kolegalitas, [persekutuan dan pelayanan kita, maka hancurlah pula semuanya.


Menyadari dampak Penyesatan yang demikian destruktif itu, maka Yesus pun menegaskan pentingnya bersikap waspada dan tegas. bak terhadap diri sendiri maupun keadaan sekiar. Hal Itu tarnpak dalam kata-kata yang digunakan-Nya sebagal metafora yaitu "penggal", "cungkiI" dan "buang" (ay. 8-9). Dengan kata Iain, Yesus mau mengingatkan para murid-Nya supaya mereka tidak menoleransi penyesatan. Mereka harus berani bertindak, baik untuk
melawan rnaupun menghentikan penyesatan. Keduanya penting dilakukan, ketimbang membiarkannya dan turut tersesat bahkan menyesatkan orang Iain, sehingga akhirnya mereka tidak masuk dalam Kerajaan Sorga dan binasa.

Dalam ayat 10-11, Yesus kembali mengarahkan perhatian-Nya kepada sang anak yang masih berada di tengah-tengah percakapan mereka. Ia menyatakan betapa pentingnya menghargai anak kecil dan tidak berlaku sewenang-wenang terhadap mereka. apalagi menyesatkannya (ay 1). Mengapa? Tentu saja karena Allah sangat mengasihi anak-anak. Allah bahkan memberi seorang malaikat di sorga untuk menjagai mereka. Jika Allah sedemikian mengasihi
dan melindungi anak-anak. maka demikian juga hendaknya para murid meIakukannya.

Bagian 3 (ayat 12-18)
Pada bagian ini, Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan yakni "Domba yang hilang".  Perumpamaan ini dimakudkan untuk memancing respons para murid sekaligus menegaskan kembali apa yang sudah disampaikannya dengan gaya bahasa tidak langsung. Ada tiga ha! yang Yesus sampaikan melalui perumpamaan ini. Pertama. bahwa Allah peduli kepada mereka yang tersesat. Laksana seorang gembala, Allah akan mencari dan membawa kembali seekor domba yang hilang. Sebab sama seperti 99 dornba Iainnya, domba yang hilang itu juga berharga baginya. Lagipula, domba yang hllang seringkali tidak tahu jalan pulang_ demikian pula keadaan orang yang tersesat. Mereka merneriukan gembala untuk menyelamatkannya. Kedua, bahwa Allah tetap mengasihi mereka yang hidup dalam kebenaran dan yang telah diselamatkan-Nya.  Di Israel, para gernbala umumnya memasukkan domba-dombanya ke dalam kandang. la lebih dahulu memastikan ke-99 domba lainnya berada dalam keadaan arnan. sebelum akhirnya la pergi untuk mencari yang hilang. ltu berarti, Allah setia kepada mereka yang dikasihi-Nya. Tidak akan Ia membiarkan mereka tersesat. Keriga, bahwa kembalinya orang yang tersesat mendatangkan sukacita yang besar. Sukacita ini mestinya tidak hanya dirasakan oleh Allah, tetapi juga oleh semua orang percaya. Turut bersukacita karena mereka yang tersesat kernbali ke jalan yang benar adalah sebuah tindakan iman!. Kita
menyarnbut mereka kernbali dengan terbuka dan dalam kasih, sama seperti Allah yang juga menyambut kita ketika kita dahulu sadar, menyesal dan bertobat.

RANCANGAN KHOTBAH
Jemaat yang terkasih, siapakah di antara Saudara yang pernah tersesat? Apa yang Saudara rasakan dan lakukan ketika ha! itu terjadi? Ya, tersesat memang bukan kondisi yang menyenangkan! Ada rasa kuatirdan takut pada mulanya. Namun kadang-kala ada pula rasa senang, misalnya, Karena kita menamukan pribadi dan suasana baru yang barangkali jauh iebih menyenangkan. Akan tetapi, tidak demikian keadaannya jika kita tersesat dalam "per-
jalanan iman"! Banyak hai yang bisa membuat kita menjauh dari Tuhan lalu tersesat. Misalnya karena kebiasaan, hobby. pekerjaan, kepentingan pribadi_ stres, penderitaan, dsb. Ketika hal itu terjadi, kita terkadang tidak tahu bagaimana harus kembali. Seperti seorang anak kecil yang mudah dipengaruhi atau seekor domba yang pergi Sesuka hati, demikianlah kita tersesatdalam hidup ini, entah Karena faktor internal (dari dalam diri sendiri) maupun karena faktor eksternal (dari lingkungan sekitar).

Bacaan Alkitab kita hari ini merupakan pengajaran Yesus yang Ia sampaikan sebagai respons atas pertanyaan para murid kepada-Nya. Ada tiga pokok pengajaran yang Ia sampaikan dalam perikop-perikop yang kita baca. Pertama, tentang Kerajaan Sorga.

Menurut Yesus. Kerajaan Sorga disediakan Allah bagi Siapa saja yakni mereka yang bembat dan yang mau menyambut serta mengasihi Yesus, termasuk anak kecil sekalipun. Yesus sengaja menjadikan anak kecal sebagai model teladan di hadapan para murid-Nya supaya mereka tidak lagi berlaku diskriminatif dan memandang remeh sesamanya yang lemah seperti yang dipraktikkan oleh kebanyakan orang (bahkan oleh para pemimpin agama Yahudi) di zaman itu. Selain itu, Yesus juga ingin supaya murid-murid belajar tenlang kerendahan hali dan figur seorang anak kecil. Rendah hati disin! rnerujuk pada sikap batin seorang yang
menghormatl Allah dan sesamanya tanpa kecuali. la tidak suka menyanjung diri sendiri ataupun menghina orang lain. Sikap Seperti inilah yang berkenan di hadapan Allah, sehingga Allah sendiri akan membuat orang yang rendah hati menjadi yang lerbesar di dalam kerajaan Sorga.

Kedua, tentang penyesatan. Menurut Yesus, penyesatan adalah hal yang sedang dan terus berlangsung di dalam dunia. Tujuan penyesatan tidak lain adalah supaya orang tidak masuk dalam Kerajaan Sorga yang sudah Allah sediakan. Penyesatan terjadi terhadap semua orang, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa dan lanjut usia. Dimanakah mulai terjadi penyesatan? Yesus menyatakan bahwa penyesatan dimulai bukan dari luar, melainkan
pertama-tama dari dalam. Misalnya di dalarn diri sendiri, di tengah keluarga. di dalam persekutuan, dsb. Darnpak dari penyesatan sangaiiah destruktif. Sama seperti tubuh, jika kita membiarkan tangan dan rnata kita lersesat lalu melakukan kejahatan maka rusaklah juga seluruh diri dan kehidupan kita  Demikian pula jika kita membiarkan penyesatan mempengaruhi kleluarga. kolegalitas, persekutuan dan pelayanan kita. maka hancurlah pula semuanya. Itulah sebabnya. Yesus menegaskan pentingnya bersikap waspada dan tegas. baik terhadap diri sendirl maupun keadaan sekitar.

Ketiga, tentang mencari yang tersesat. Menurut Yesus,penyesatan harus ditindak. Tetapi mereka yang tersesat haruslah. dicari dan diselamatkan. Mengapa demikian? Karena Allah mengasihi semua orang. la tldak ing|n ada satu pun yang b|nasa atau tidak masuk dalam Kerajaan Sorga! Ya, Allah yang kita imani di dalam Yesus adalah Allah yang mencari dan merangkul. la bahkan bersukacita ketika orang yang tersesat akhirnya bertobat dan
diselamatkan. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita meninggalkan yang sesat? Bersediakah kita menyambut rangkulan Tuhan yang menyelamatkan‘? Bersediakah pula kita diutus oleh-Nya untuk mencari sesama yang tersesat dan membawanya kembali kepada Yesus supaya mereka masuk Kerajaan Sorga? Atau justru sebaliknya, kita senang melihat mereka terpuruk dalam kesesatan? Tidak pula mau menerima dan bersukacita bersama mereka ketika
mereka bertobat?

Jemaat yang terkasih... Marilah kita berhati-hati terhadap segala penyesatan. Jangan mudah percaya dan terperdaya oleh apapun juga. Berpeganglah hanya pada ajaran dan teladan Yesus yang rnengasihi setiap orang dengan tulus, tanpa syarat dan tanpa membeda-bedakan. Jangan hanya sibuk mengoreksi sesama, tetapi rendah hatilah untuk juga mengintrospeksi diri sendiri. Hanya dengan melakukannya, maka kita terhindar dari kesesatan, bahkan mampu meyakinkan dan membimbing sesama untuk bertobat dan masuk Kerajaan Sorga. Selamat han' Minggu. Tuhan menjaga kita,
sehingga kita tidak tersesat ataupun menyesatkan.


SBU



HARI MINGGU VI PRAPASKAH 
MINGGU, 10 MARET 2019  
Renungan Pagi
KJ.413 : 1-Berdoa
TIDAK TERSESAT ATAUPUN MENYESATKAN

Matius 18: 1-18
"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini  (ay.6)

Setiap orang pasti pernah tersesat, termasuk dalam berpikir dan bertindak. Salah satu penyebabnya adalah karena kita mudah percaya dan akhirnya terperdaya, baik oleh ajaran maupun pengaruh orang Iain di sekitar kita. lnilah yang terjadi di Israel pada masa pelayanan Yesus! Para pemimpin agama yakni orang-orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat seharusnya tidak memprovokasi orang banyak untuk marnbenci Yesus dan pelayanan yang dilakukan-Nya. Sebab Yesus tédak pernah menyesatkan orang! 

Sebaliknya, Ia justru mengajarkan bagaimana mengasihi setiap orang dengan tulus, tanpa syarai dan tanpa membeda-bedakan. Sebagai contoh, Yesus menerima anak-anak sena menghormati mereka sama seperti orang dewasa. la bahkan menjadikan sikap anak-anak yang terbuka dan mengasihi-Nya sebagai sebuah teladan tentang bagaimana menyambut kedatangan Kerajaan Allah yang nyata melalui Pribadi dan karya-Nya. Selain itu, Yesus juga mengajarkan supaya setiap orang jangan hanya sibuk mengoreksi sesamanya (seperti yang dilakukan oieh para pernimpin agama Yahudi), melainkan juga mau mengintrospeksi diri sendiri. Apakah mereka sudah hidup seperti yang Allah kehendaki ataukah mereka masih hidup dalam kesesatan. 

Menurut Yesus, setiap orang yang tersesat haruslah bertobat. Bertobafdi sini bukan hanya sekadar melupakan masa Ialu yang kelam, melainkan me-ninggalkan semua yang jahat dan sesat. Perkara ini memang tidak mudah! Apalagi sebagai orang percaya kita juga diberikan tanggungjawab oleh Allah untuk mencari mereka yang tersesat supaya mereka juga memperoleh keselamatan.

Bagaimana caranya? Tentu saja bukan dengan kekerasan, me|ainkan dengan tegoran dan nasihat, serta kesaksian hidup kita yang benar! Dengan begitu, kita mampu untuk keyakinkan dan membimbing mereka yang tersesat agar percaya kepada Yesus, Sang Kebenaran! Selarnat hari Minggu. Tuhan menjaga kita sehingga kita tidak tersesat ataupun menyesatkan.

KJ.413 : 2
Doa : (Jagalah hati kami, ya Tuhan, dari segala kesesatan, serta ajarlah kami untuk hidup dalam kebenaran dan mengasihi sesama)




HARI MINGGU VI PRAPASKAH 
MINGGU, 10 MARET 2019  
Renungan Malam
KJ.460 : 1 -Berdoa
JAMINAN TERKABULNYA DOA

Matius 18:19-20  
 Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ' ini akan terikat di sorga  (ay.19)

Doa adalah cara untuk meminta dan/atau mendapatkan sesuatu dari Allah. Sama seperti seorang anak meminta kepada orang-tuanya, demikianlah kita selaku orang percaya meminta kepada Allah, Bapa kita. 
Pertama, karena kita percaya bahwa Allah adalah number berkat dan la murah hati kepada setiap orang yang membutuhkan-Nya. 
Kedua, karena kita percaya bahwa Allah tahu memberi yang terbaik kepada setiap orang. la tidak akan mengecewamu mereka yang senantiasa berharap dan mengandalkan kebaikan-Nya. 
Ketiga, kita percaya bahwa Allah tahu waktu dan cara yang tepat untuk memberi apa yang kita minta. 

Meskipun waktu dan cara-Nya tidak seperti yang kita targetkan/bayangkan, tetapi Allah pasti memberi menurut kehendak dan rencana-Nya yang lnilah bagi kita. Karena itu, titik persoalan bukanlah pada Allah, melainkan pada kita. Apakah kita sudah meminta kepada Allah hall yang kita inginkan dan butuhkan? Apakah kita tekun meminta kepada-Nya? Atau sebaliknya, kita justru malas dan jenuh untuk berdoa. 

Jika ini yang terjadi, ingatlah kembali pengajaran Yesus tentang doa. Menurut-Nya, tidak ada doa yang  sia-sia. Doa pribadi maupun doa bersama yang kita panjatkan kepada Allah pasti akan dikabulkan-Nya.. Pengabulan doa itu tentu tidak bergantung pada panjang/pendeknya doa kita. Tidak pula karena indahnya rangkaian kata-kata kita. Tetapi pengabulan doa itu semata-mata karena kita memintanya di dalam nama Yesus!. Meminta di dalam Yesus artinya meminta di dalam iman percaya, ketaatan dan kasih kepada-Nya termasuk kasih kepada sesamal). Dengan demikian, kita tidak akan memaksa Allah supaya la melakukan apa 
yang kita mau. Akan tetapi kita bersedia merendahkan hati serta mempenaruhkan seluruh keberadaan kita kepada pertimbangan dan keputusan Allah.

Maka apa yang Yesus janjikan tentang pengabulan doa akan kita alami. Kini, marilah kita menlkmati istirahat sambil menmensyukuri jaminan atas pengabulan doa yang kita panjatkan kepada-Nya. Tuhan beserta kita.

KJ.460 : 2
Doa : (Ya Allah, mampukanlah kami untuk tekun berdoa dalam iman bahwa Engkau mendengar dan menjawab doa kami)



Label:   Matius 18:1-18 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 11 MARET 2019 - MENGAMPUNI KARENA SUDAH DIAMPUNI - Matius 18:26-35 - MINGGU VI PRAPASKAH

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 9 MARET 2019 - USAHA DAN BERKAT TUHAN - Yosua 2:22-24 - MINGGU VIII SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar Matius




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392





    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Kenya Worship Songs
    Ghana Worship Songs
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs





    Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 dan Tata Ibadah Paskah 21 April 2019 GPIB
    Terlampir disampaikan : 1. Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 2. Tata Ibadah Paskah 21 April 2019



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)


    New Submit
    Jumat, 26 April 2019
    Were You There - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    It Is No Secret (What God Can Do) - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Nearer My God To Thee - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    God Bless America - Kate Smith

    Jumat, 26 April 2019
    Wholy Holy - Aretha Franklin

    Jumat, 26 April 2019
    Respect - Aretha Franklin

    Kamis, 25 April 2019
    When I Get Where I'm Going - Brad Paisley Feat. Dolly Parton

    Kamis, 25 April 2019
    Holes in the Floor of Heaven - Steve Wariner

    Kamis, 25 April 2019
    You're Not My God - Keith Urban

    Kamis, 25 April 2019
    The Old Rugged Cross - Johnny Cash

    Kamis, 25 April 2019
    The Little Girl - John Michael Montgomery

    Rabu, 24 April 2019
    Overcome - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    This Is My Story (My Song) - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    When I See You - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    Freedom In The Spirit - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    For Us - Sarah Kroger

    Minggu, 21 April 2019
    Come Back Home - Manafest feat. Trevor McNevan

    Sabtu, 20 April 2019
    How He Loves - Peter Mattis | Bethel Music

    Sabtu, 20 April 2019
    Still - Amanda Lindsey Cook

    Jumat, 19 April 2019
    With You On My Mind - Kenny Smith

    Pemilihan Presiden
    Quick Count    |    Real Count

    christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,