Save Page
Selasa, 23 April 2019
MINGGU PASKAH
Pagi :  Lukas 24:13-27
Malam :  Lukas 24:28-35

Lukas 24:28-35
24:28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. 24:29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. 24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 24:31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 24:32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" 24:33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. 24:34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." 24:35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Penjelasan:



* Luk 24:29 - Tinggallah bersama-sama dengan kami
Tinggallah bersama-sama dengan kami. Mereka memberikan undangan sopan santun kepada seorang asing yang masih harus mengadakan perjalanan panjang. tetapi yang tidak memiliki tempat untuk berteduh pada malam itu. Sebab di jalan ada banyak bahaya, orang pada umumnya tidak mengadakan perjalanan pada malam hari.

* Luk 24:31 - Ketika itu terbukalah mata mereka
Ketika itu terbukalah mata mereka. Cara Tamu itu mengambil alih kedudukan sebagai tuan rumah dan mungkin sesuatu di dalam sikap-Nya ketika Ia memecah-mecahkan roti menunjukkan identitas-Nya.

* Luk 24:33 - Bangunlah mereka
Bangunlah mereka. Penemuan itu begitu menakjubkan sehingga mereka tidak sabar menunggu hingga pagi, tetapi langsung kembali ke Yerusalem untuk menceritakan pengalaman mereka kepada para murid yang lain. Perjalanan mereka ke Emaus mungkin merupakan sebuah contoh bahwa mereka tentu tercerai-berai seandainya mereka tidak ditahan oleh suatu pengharapan akan penampakan-penampakan Kristus selanjutnya.

* Luk 24:34 - Tuhan ... telah menampakkan diri kepada Simon
Tuhan ... telah menampakkan diri kepada Simon. Pembicaraan dengan Petrus ini tidak tercatat terkecuali sekali disinggung di dalam I Korintus 15:5. Dampaknya terhadap diri Petrus disebutkan di dalam I Petrus 1:3 dst.

*     Di sini diceritakan bagaimana akhirnya Kristus membuat mereka mengenali-Nya. Mungkin saja ada orang yang mau memberikan apa saja untuk memiliki salinan khotbah yang disampaikan Kristus kepada kedua murid tersebut di sepanjang perjalanan itu, yaitu uraian keterangan mengenai Alkitab yang dipaparkan-Nya kepada mereka, tetapi kita tidak ditakdirkan untuk mengetahuinya, sebab inti dari semuanya itu sudah tertulis dalam bagian-bagian firman Allah yang lain. Kedua murid itu begitu terpesona dengan khotbah tersebut, sampai-sampai tidak menyadari bahwa perjalanan mereka ternyata hampir berakhir, tetapi memang demikianlah kenyataannya: Mereka mendekati kampung yang mereka tuju (ay. 28), di mana kelihatannya mereka berniat untuk bermalam. Dan kini:
        . Mereka memohon supaya Ia tetap tinggal bersama-sama dengan mereka: Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Dia memang tidak mengatakan demikian, tetapi kelihatannya seperti itu, tidak berniat untuk ikut tinggal di rumah teman mereka, sebab hal tersebut tidak layak dilakukan oleh orang asing kecuali bila dia juga diajak serta. Seandainya mereka tidak meminta Dia untuk tinggal bersama mereka, Dia pasti akan meneruskan perjalanan-Nya, jadi tidak ada kepura-puraan dalam hal ini. Seorang asing biasanya akan segan untuk ikut menumpang di rumah Anda atau teman Anda tanpa diundang, tetapi jika Anda memastikan bahwa Anda benar-benar ingin dia tinggal sebagai tamu, dia pasti akan segan menampik ajakan itu. Hal seperti itulah yang dilakukan Kristus saat Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Perhatikan, orang-orang yang menghendaki Kristus untuk tinggal dengan mereka haruslah mengundang-Nya masuk dengan sungguh-sungguh. Walaupun sering kali Ia ditemukan oleh orang yang bahkan tidak mencari-Nya, namun hanya orang yang mencari saja yang dapat merasa yakin bahwa mereka akan menemukan-Nya. Dan jika Ia kelihatannya hendak menarik diri dari kita, hal itu hanyalah untuk membuat kita supaya lebih bersungguh-sungguh lagi seperti dalam kisah ini, mereka mendesak Dia. Keduanya menahan Dia dengan mendesak, tetapi ramah dan bersahabat, tinggallah bersama-sama dengan kami. Perhatikan, orang-orang yang telah mengalami sukacita dan berkat dari persekutuan dengan Kristus pasti akan terus menginginkan-Nya untuk tetap ada bersama-sama mereka lebih lama lagi, sehingga mereka pun bukan saja akan meminta-Nya untuk menemani mereka sepanjang hari, tetapi juga untuk tinggal bersama-sama mereka pada malam hari. Ketika hari terus berlanjut dan telah menjelang malam, biasanya kita ingin beristirahat, dan saat itu adalah waktu yang tepat untuk memusatkan perhatian kita kepada Kristus dan meminta-Nya supaya tinggal bersama-sama dengan kita, untuk menampakkan diri-Nya kepada kita serta untuk memenuhi benak kita dengan ingatan dan kasih kita terhadap-Nya. Kristus pun akhirnya mengabulkan permintaan mereka: Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Demikianlah Kristus selalu siap untuk memberi bimbingan dan penghiburan yang lebih lagi kepada mereka yang selalu mengembangkan apa yang telah mereka terima. Kristus pun telah berjanji bahwa jikalau ada orang yang membukakan pintu untuk menyambut-Nya, Dia akan masuk mendapatkannya (Why. 3:20).
        . Ia menampakkan diri-Nya kepada mereka (ay. 30-31). Kita dapat menduga bahwa Ia meneruskan percakapan yang telah dimulai-Nya di perjalanan mereka tadi. Sebab, engkau harus membicarakan hal-hal yang berasal dari Allah apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan. Sementara makan malam disiapkan (mungkin hanya perlu sedikit waktu sebab yang dihidangkan hanyalah makanan seadanya), mungkin juga Ia terus menghibur mereka dengan perkataan yang baik dan membangun, sehingga saat mereka duduk untuk makan pun, bibir-Nya terus mengajar mereka. Sekalipun demikian, mereka tetap belum menyadari bahwa yang telah dan masih sedang berbicara dengan mereka itu adalah Yesus, sampai akhirnya Ia sendirilah yang membukakan penyamaran-Nya itu, lalu undur diri.
            (1) Mereka mulai mencurigai bahwa orang itu adalah Yesus saat Ia melakukan tugas-Nya sebagai Tuan yang empunya perjamuan ketika mereka sedang duduk makan, tepat dengan cara yang selalu Ia lakukan saat masih berada di antara murid-murid-Nya, sehingga mereka pun dapat mengenali-Nya: Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Dia melakukan hal itu dengan kuasa dan kasih yang sama, dengan gerakan dan sikap yang serupa, dengan raut wajah yang sama saat Ia sedang mengucap berkat dan membagi-bagikan roti kepada mereka. Ini adalah perjamuan makan biasa, tidak ajaib seperti yang pernah terjadi dengan lima roti dulu, dan bukan jamuan suci seperti sebuah perjamuan kudus (ekaristi). Namun demikian, dalam perjamuan yang biasa ini Kristus tetap melakukan hal yang serupa seperti yang telah Ia lakukan dalam dua perjamuan istimewa di atas untuk mengajar kita supaya menjaga persekutuan kita dengan Allah melalui Kristus dalam keseharian kita sebagaimana dalam ibadah-ibadah khusus, dan supaya mengucap berkat dan bersyukur setiap kali kita hendak makan, menyadari bahwa makanan kita sehari-hari disediakan melalui tangan Yesus Kristus, sang Guru, bukan hanya bagi keluarga yang terpandang saja, melainkan bagi setiap keluarga kita. Di mana saja kita duduk makan, biarlah kita tempatkan Kristus di bagian kepala meja, yaitu di bagian terhormat, dan menikmati hidangan kita sebagai berkat dari-Nya, serta makan dan minum bagi kemuliaan-Nya, dan bersyukur serta menerima dengan senang hati apa saja yang telah Ia sediakan bagi kita, meskipun keadaannya sederhana saja. Kita pasti dapat menerima makanan yang seadanya dengan sukacita, jika kita mengimani bahwa makanan itu tersedia melalui tangan Kristus dan disertai dengan berkat-Nya.
            (2) Seketika itu juga terbukalah mata mereka, lalu mereka pun dapat melihat Dia dan mengenal-Nya dengan baik. Apa pun yang sebelum itu menjadi penghalang penglihatan mereka, kini semuanya telah diangkat dari mereka. Kabut telah menghilang, tabir telah tersingkap, dan mereka pun benar-benar yakin bahwa Dia adalah Guru mereka. Demi tujuan yang suci dan bijaksana, Dia mungkin saja telah berpura-pura menjadi orang lain, namun tak seorang pun mampu berpura-pura menjadi Dia. Karena itu, ini pastilah Dia. Lihatlah bagaimana Kristus membuat diri-Nya dikenal oleh jiwa-jiwa milik-Nya melalui Roh dan anugerah-Nya.
                [1] Ia membukakan firman Allah yang merupakan kesaksian mengenai diri-Nya bagi orang-orang yang menyelidiki firman tersebut dan mencari Dia di dalamnya.
                [2] Ia mendapatkan mereka di meja perjamuan-Nya, di dalam ibadah perjamuan kudus Tuhan, dan membiarkan mereka mengenali-Nya melalui cara-Nya memecah-mecahkan roti. Tetapi,
                [3] Pekerjaan itu baru tuntas setelah mata pikiran mereka terbuka dan selumbar penghalang itu dicabut dari mereka, seperti yang dialami Paulus saat ia pertama kali bertobat. Jika Dia yang mewahyukan sesuatu tidak menyertainya dengan pengertian, maka kita pasti masih meraba-raba di dalam kegelapan.
        . Ia menghilang dengan segera: Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Aphantos egeneto -- Dia undur diri dari hadapan mereka, melesap dengan tiba-tiba dan menghilang dari pandangan. Atau, Dia menjadi tidak kelihatan dan tidak bisa ditangkap oleh mata mereka. Sepertinya, sekalipun Ia telah bangkit, tubuh-Nya masih tetap tubuh yang sama seperti saat Ia menderita dan mati, seperti yang ditunjukkan oleh bekas-bekas luka-Nya, tetapi kini tubuh itu telah berubah sehingga bisa menjadi tampak atau tidak tampak tergantung kebijakan-Nya, yang merupakan tahap awal diubahkannya tubuh itu menjadi tubuh yang penuh dengan kemuliaan. Segera setelah Ia membiarkan para murid-Nya memandang-Nya dalam sekejap, Ia pun lenyap. Begitulah penglihatan kita akan Dia di dalam dunia ini, hanya sebentar dan sementara saja. Kita melihat Dia, tetapi sebentar kemudian tidak dapat melihat-Nya lagi. Saat kita sampai di sorga, kita akan selalu dapat melihat-Nya sepanjang waktu.
    V. Di sini diceritakan bagaimana kedua murid itu merenungkan kembali percakapan mereka dengan Kristus, serta melaporkan kejadian tersebut kepada saudara-saudara mereka di Yerusalem.
        . Masing-masing merenungkan dampak perkataan Kristus terhadap diri mereka (ay. 32): Kata mereka seorang kepada yang lain, "Bukankah hati kita berkobar-kobar? Hatiku rasanya begitu," kata yang seorang. "Begitu pula hatiku," jawab yang lainnya. "Belum pernah aku tergugah sedalam itu oleh sebuah percakapan seperti tadi." Dengan demikian mereka lebih menelaah gejolak di hati mereka daripada apa yang telah mereka dengar sewaktu mereka mengingat-ingat kembali firman yang disampaikan Kristus kepada mereka. Mereka merasakan kuasa firman itu meskipun mereka tidak mengenal orang yang menyampaikannya. Khotbah itu membuat segalanya menjadi jelas bagi mereka, bahkan membawa semangat dan sinar ilahi ke dalam jiwa mereka, sehingga hati mereka pun berkobar dengan bara api kudus yang menyulut kasih dan bakti dalam diri mereka. Itulah yang mereka perhatikan untuk meneguhkan iman mereka, yaitu bahwa Kristus sendirilah yang telah berbincang dengan mereka selama itu. "Betapa dungunya kita ini, sampai-sampai tidak mengenali Dia sedari awal! Padahal, tidak seorang pun, selain Dia, dan tidak ada perkataan apa pun, selain perkataan-Nya, yang mampu membuat hati kita berkobar-kobar seperti itu. Jadi, pasti itu adalah Dia, yang memiliki kuasa untuk memasuki hati orang, tidak mungkin ada orang lain yang seperti Dia."

        Lihatlah di sini:

            (1) Khotbah seperti apa yang biasanya mendatangkan kebaikan -- yaitu seperti yang disampaikan oleh Kristus tadi. Khotbah-Nya jelas dan sederhana, mudah dicerna sesuai dengan kemampuan kita: Ia berbicara dengan kita di tengah jalan. Khotbah-Nya berdasarkan firman Allah: Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita, yang berkaitan dengan diri-Nya. Para hamba Allah harus selalu mengarahkan jemaat kepada Alkitab dan tidak boleh menyampaikan ajaran lain selain yang tertera di sana. Mereka harus menunjukkan bahwa Alkitab merupakan sumber pengetahuan dan dasar iman mereka. Perhatikan, penjelasan firman yang menerangkan tentang Kristus biasanya mampu menggugah hati para murid-Nya, untuk membangun dan menghibur mereka.
            (2) Sikap mendengar seperti apa yang biasanya mendatangkan kebaikan -- yaitu yang membuat hati berkobar-kobar. Saat kita benar-benar tergugah dengan perkara-perkara tentang Allah, terutama dengan kasih Kristus yang Ia tunjukkan dengan mati bagi kita, dan kita jatuh hati kepada-Nya dan selalu memiliki keinginan kudus untuk membaktikan diri kepada-Nya, maka hati kita pun menjadi berkobar-kobar karenanya. Saat hati kita tersentuh dan tergerak seperti pijar-pijar yang menyala karena kerinduan terhadap Allah, dan dipenuhi dengan semangat yang kudus serta kebencian terhadap dosa diri kita sendiri maupun dosa orang lain, sehingga kita juga dimurnikan dan diperbarui dari dosa tersebut oleh roh yang mengadili dan roh yang membakar, saat itulah kita dapat berkata, "Demikianlah hati kita menyala-nyala karena anugerah."
        . Laporan yang mereka sampaikan kepada saudara-saudara mereka di Yerusalem (ay. 33): Lalu bangunlah mereka pada saat itu juga (bdk. KJV -- ed.), sebab mereka begitu penuh dengan sukacita setelah Kristus menampakkan diri kepada mereka, sampai-sampai mereka ingin kembali ke Yerusalem secepat mungkin, bahkan tanpa menyelesaikan makan malam mereka, sekalipun hari sudah semakin malam. Seandainya pernah terpikir di benak mereka untuk tidak berurusan lagi dengan Kristus, pikiran semacam ini pun langsung menguap seketika dari kepala mereka, dan mereka langsung melaporkan kejadian itu kepada saudara-saudara mereka yang lainnya. Sepertinya, mereka tadinya bermaksud untuk menginap di Emaus malam itu, tetapi setelah melihat Kristus, mereka tidak bisa tinggal diam sebelum menyampaikan kabar baik itu kepada para murid yang lain, baik dengan tujuan untuk menguatkan iman mereka yang sempat goncang, maupun untuk membawa penghiburan bagi jiwa mereka yang sedang terkoyak, dengan penghiburan yang sama yang mereka terima sendiri dari Allah. Perhatikan, orang-orang yang mendapat kehormatan melihat Kristus menampakkan diri kepada mereka, wajib memberi tahu saudara-saudara yang lain tentang apa yang telah Ia perbuat terhadap jiwa mereka. Saat engkau menjadi percaya, dibimbing dan dihiburkan, kuatkanlah saudara-saudaramu juga. Kedua murid ini begitu dipenuhi oleh perkara tersebut dan harus menemui saudara-saudara seiman mereka untuk menularkan sukacita yang mereka rasakan itu, sekaligus untuk merayakan kebenaran bahwa Guru mereka itu memang telah bangkit.

        Perhatikanlah:

            (1) Bagaimana kedua murid tersebut datang mendapati murid-murid lainnya yang juga ternyata sedang membicarakan hal yang sama dan menceritakan bukti lain mengenai kebangkitan Kristus. Kedua orang itu menemukan kesebelas murid lainnya, serta teman-teman lain yang biasanya bersama-sama dengan mereka, yang sepertinya sedang berkumpul bersama-sama di malam hari untuk berdoa dan membicarakan apa yang harus dilakukan selanjutnya dalam keadaan seperti itu. Kedua orang itu mendapati mereka sedang berbincang di antara mereka (legontas, berarti di antara kesebelas murid itu, dan bukan kedua orang murid tersebut, seperti yang dijelaskan dalam teks asli). Jadi, saat kedua orang itu masuk, kesebelas murid itu mengulangi apa yang telah mereka perbincangkan dengan sukacita dan kemenangan, sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon (ay. 34). Kisah tentang Petrus yang telah melihat Kristus sebelum murid yang lain melihat-Nya juga dicatat dalam 1 Korintus 15:5, yang mengatakan, "Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya." Sang malaikat telah menyuruh para wanita untuk memberitahukan hal itu terutama kepada Petrus (Mrk. 16:7) untuk menghibur dia, jadi sangat mungkin rasanya kalau Tuhan Yesus juga menampakkan diri-Nya kepada Petrus pada hari yang sama, sekalipun kita tidak memiliki catatan khusus mengenai hal tersebut, untuk menguatkan perkataan hamba-hamba yang diutus-Nya itu. Petrus pun telah memberitahukan hal tersebut kepada saudara-saudaranya, tetapi perhatikanlah, dia tidak berkoar-koar ataupun menggembar-gemborkannya sendiri (dia merasa hal itu tidak patut dilakukan oleh seorang yang baru bertobat dari kesalahannya), melainkan oleh para murid lain yang memberitakannya dengan penuh kegembiraan, sesungguhnya Tuhan telah bangkit, ontos -- sesungguhnya. Kini hal itu tidak dapat dibantah lagi dan tidak perlu diragukan lagi, sebab Dia telah menampakkan diri tidak hanya kepada para wanita, tetapi juga kepada Simon.
            (2) Bagaimana kedua murid itu memperkuat bukti tersebut dengan menceritakan apa yang telah mereka lihat (ay. 35): Kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan. Semua perkataan yang Kristus ucapkan kepada mereka di sepanjang perjalanan itu disebutkan di sini sebagai apa yang terjadi di tengah jalan, sebab perkataan itu menimbulkan dampak yang begitu luar biasa terhadap diri mereka; karena apa yang Kristus katakan bukanlah omong kosong belaka, melainkan roh dan kehidupan; segala hal ajaib yang ditimbulkan oleh perkataan-Nya biasanya terjadi di tengah jalan, yaitu di tempat yang tidak terduga. Kedua orang itu juga memberi tahu murid-murid lain tentang bagaimana akhirnya mereka dapat mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti, yaitu saat Dia mengucap berkat bagi mereka, dan lalu Allah pun membuka mata mereka untuk mengenali siapa Dia. Perhatikan, bagi murid-murid Kristus, saling berbagi apa yang diketahui dan dirasakan, sangatlah besar manfaatnya untuk menyingkap dan meneguhkan kebenaran.



SBU

MINGGU PASKAH
SELASA, 23 APRIL 2019
Renungan Pagi
GB. 59 -Berdoa
KITAB SUCI YANG MEMAKNAI

Lukas 24: 13 - 27
"Lalu la menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci" (ay.27)

Dalam bacaan kita saat ini, Yesus belurn menampakkan diri kepada para murid. Namun dengan cara-Nya ikut berjalan bersama kedua murid-Nya yang sedang menuju Emaus, Yesus seakan-akan ingin menegaskan kembali keberadaan-Nya yang ada di antara orang hidup bukan orang mati.

Yesus memulai percakapan dengan pertanyaan. Maksudnya untuk mengetahui pandangan kedua murid-Nya tentang diri-Nya berkaitan dengan apa yang telah terjadi. Dari jawaban kedua murid-Nya itu, Yesus mengetahui bahwa mereka memandang Yesus sama
dengan kebanyakan orang di Yerusalem. Yesus adalah seorang nabi yang membawa harapan untuk membebaskan bangsa Israel namun pada akhirnya mati disalib, yang kemudian setelah tiga hari mayat-Nya tidak ditemukan di dalam kubur-Nya.

Yesus menanggapi jawaban mereka itu dengan keras. Maksud-Nya, supaya kedua murid-Nya itu memindahkan sudut pandang pikiran mereka, dari apa yang dikatakan orang, bergeser pada apa yang dikatakan kitab suci. Memaknai setiap peristiwa kehidupan, mamang tidak mudah. Namun, kitab suci dapat menjadi petunjuk bagi kita untuk mengerti apa yang telah dan sedang terjadi.

Firman Tuhan di dalam 2 Tim.3:16, rnenuliskan manfaat dari kitab suci yang salah satunya adalah mengajar. Ajaran yang dimaksud meliputi karya Allah yang berlangsung dalam kehidupan manusia. Salah satunya seperti yang diungkapkan Yesus, "Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk dalam kemuliaan-Nya?"

Dari kitab suci, kita dapat mengerti bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan di dunia ini tidak terlepas dari pekerjaan Allah. Marilah kita semakin bertekun dalam pengajaran kitab suci, agar kita dapat menemukan makna kehidupan ini sebagaimana maksud dan kehendak Allah yang bekerja di dalamnya.

GB.62:1
Doa : (Ya Tuhan, ingatkanlah kaml nanantlaaa pada Firman yang Engkau tabur dalam diri kami agar kaml dapat bortumbuh di dalam-Nya).



MINGGU PASKAH
SELASA, 23 APRIL 2019
Renungan Malam
GB.71 : 1 -Berdoa
PENGALAMAN YANG MENGGERAKKAN

Lukas 24:28-35
"Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika la berbicara dengan kita" (ay.32)

Setelah mendengar penjelasan Yesus tentang apa yang dikatakan kitab suci, kedua murid itu tiba di kampung yang mereka tuju. Mereka mengajak Yesus untuk tinggal bersama-sama mereka. Namun Yesus nampaknya ingin melanjutkan perjalanan sehingga mereka mendesakNya untuk bermalam.

Di saat hendak makan malam, Yesus mengambil roti dan mengucap berkat serta memecah-mecahkannya. Melihat hal itu, kedua muridNya Iangsung tersadar bahwa di hadapan mereka adalah Yesus. Ti ndakan Yesus yang mengambil roti dan mengucap berkat serta memecah-mecahkannya, merupakan pengulangan dari apa yang dilakukannya pada malam perjamuan terakhir sebelum Dia disalib. ltu artinya setelah bangkit pun, pekerjaan Yesus tetap sama
yaitu mem bagi-bagikan berkat bagi para pengikut-Nya. Kebangkitan Yesus disini mengandung suatu makna bahwa Dia yang hidup adalah Dia yang terus bekerja untuk memberkati umat-Nya.

Setelah mengalami peristiwa yang mencengangkan itu, para murid yang baru saja tiba di Emaus, dengan begitu semangatnya, kembali berjalan sejauh 11 km menuju Yerusalem untuk memberitakan pengalaman mereka kepada para murid lainnya. Mereka tidak memilih untuk beristirahat. Gelora di hati mereka mengalahkan keletihan akibat perjalanan sebelumnya.

Kebangkitan Kristus dalam hal ini telah menggerakkan mereka untuk menjadi saksi bagi para murid tentang karya Allah yang mereka alami. Kebangkitan Yesus adalah kabar penting yang tidak bisa ditunda-tunda lagi untuk diberitakan. Mengapa? karena kebangkitan itu memberikan arti yang jelas bahwa keyakinan pada Yesus tidak akan sia-sia.

GB.71:3
Doa : (Ya Tuhan, kuatkanlah diriku untuk terus beriman kepada-Mu, karena hidupku tidak akan sia-sia didalam-Mu)




Label:   Lukas 24:28-35 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 24 April 2019 - JALAN PIKIRAN YANG BERBEDA - Lukas 24:44-49 (SGK) - MINGGU PASKAH

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 22 April 2019 - DIA HADIR DALAM PERSEKUTUAN - Yohanes 20:24-29 - MINGGU PASKAH Hari Bumi

Garis Besar Lukas




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392





    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2 *, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Kenya Worship Songs
    Ghana Worship Songs
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs





    Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 dan Tata Ibadah Paskah 21 April 2019 GPIB
    Terlampir disampaikan : 1. Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 2. Tata Ibadah Paskah 21 April 2019



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)


    New Submit
    Rabu, 24 April 2019
    Overcome - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    This Is My Story (My Song) - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    When I See You - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    Freedom In The Spirit - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    For Us - Sarah Kroger

    Minggu, 21 April 2019
    Come Back Home - Manafest feat. Trevor McNevan

    Sabtu, 20 April 2019
    How He Loves - Peter Mattis | Bethel Music

    Sabtu, 20 April 2019
    Still - Amanda Lindsey Cook

    Jumat, 19 April 2019
    With You On My Mind - Kenny Smith

    Jumat, 19 April 2019
    Lord, What's Happening To Your People - Kenny Smith

    Jumat, 19 April 2019
    Wings of a Dove - Ferlin Husky

    Jumat, 19 April 2019
    How Great Thou Art - Carrie Underwood featuring Vince Gill

    Jumat, 19 April 2019
    Peace in the Valley - Elvis Presley

    Jumat, 19 April 2019
    Will the Circle be Unbroken - Johnny Cash and Family

    Jumat, 19 April 2019
    Precious Memories - Alan Jackson

    Jumat, 19 April 2019
    I Saw the Light - Hank Williams

    Jumat, 19 April 2019
    Amazing Grace - Dolly Parton

    Jumat, 19 April 2019
    Looking Up - Citizens (U.S.)

    Rabu, 17 April 2019
    Glory - Building 429

    Rabu, 17 April 2019
    Glory Defined - Building 429

    Pemilihan Presiden
    Quick Count    |    Real Count

    christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,