Dilihat: 299 x

Save Page
Yohanes 21:7-14
21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 21:8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 21:9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. 21:10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." 21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 21:12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 21:13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 21:14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Penjelasan:

* Yoh 21:7 - Itu Tuhan // Pakaian
Mukjizat itu dengan cepat menyadarkan 'murid yang dikasihi', bahwa orang asing itu pastilah Yesus. Itu Tuhan. Pikiran Petrus pasti segera kembali kepada suatu saat lain di danau yang sama ketika dia mengalami peristiwa yang sama karena perkataan Kristus (Luk. 5:1-11). Keinginan besar Petrus untuk melihat Yesus secara pribadi menunjukkan bahwa dia tidak merasa dirinya keluar dari kehendak Allah dengan pergi menangkap ikan. Pakaian. Adalah tidak sopan untuk menghadap Tuhan tidak dengan pakaian yang lengkap.

* Yoh 21:8 - Dua ratus hasta
Para murid yang lain mengikuti di dalam perahu kecil mereka. Dua ratus hasta. Sekitar seratus yard.

* Yoh 21:9 - Ikan dan roti
Para pengikut Yesus hendak diingatkan bahwa Oknum yang menjadikan pekerjaan Kristen berhasil itu juga sanggup mencukupkan kebutuhan sehari-hari dari orang-orang milik-Nya. Ikan dan roti. Masing-masing satu buah. Yesus akan membuat makanan itu cukup untuk semua, seperti pernah Ia lakukan dengan ikan dan roti untuk banyak orang.

* Yoh 21:10 - Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap // kamu
Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap. Ini bukan untuk menambah apa yang sudah tersedia. Tidak ada petunjuk bahwa ikan-ikan tersebut dimasak dan dimakan. Kristus ingin agar orang-orang itu benar-benar tergetar oleh hasil tangkapan ikan. Dengan ramah dia mengatakan, "yang telah kamu tangkap," sekalipun terlepas dari Dia mereka tidak bila menangkap apa-apa.

* Yoh 21:11
Seperti biasa ikan-ikan itu dihitung. Jumlah betul-betul menunjukkan hebatnya penangkapan itu. Andaikata ada makna tersembunyi di dalam jala yang tidak koyak itu, maka kira-kira yang dimaksudkan ialah bahwa orang-orang yang berhasil dimenangkan melalui pelayanan yang dipimpin oleh Kristus tidak akan terhilang, tetapi akan terpelihara hingga mencapai pantai surgawi.

* Yoh 21:12 - Sarapan
Sarapan. Kata aslinya kadang-kadang dipakai untuk makanan pada waktu yang lain. Ini merupakan kejadian yang khidmat, dengan para murid merasakan kekaguman baru di hadirat Tuhan.

* Yoh 21:14 - Ketiga kalinya
Ketiga kalinya. Dua penampakan lain kepada para murid secara berkelompok telah dikisahkan di dalam pasal sebelumnya. Sisa dari penampakan ini hanya berkaitan dengan Petrus dan Yohanes, sekalipun murid-murid lainnya ikut memetik manfaat dari pengajaran tersebut.

* Bagaimana para murid menyambut penampakan Kristus (ay. 7-8). Kita menemukan,
        . Bahwa Yohanes adalah murid yang paling cerdas dan cepat tanggap. Dia yang dikasihi Yesus adalah orang pertama yang mengatakan, "Itu Tuhan," karena kepada orang-orang yang dikasihi-Nya Kristus akan menunjukkan diri-Nya dengan cara yang istimewa. Rahasia-Nya ada bersama orang-orang kesukaan-Nya. Yohanes telah mengikuti Gurunya dalam berbagai penderitaan-Nya, lebih dekat dibandingkan dengan murid-murid lainnya, dan oleh karena itu dia memiliki pandangan yang lebih jelas dan penilaian yang lebih tajam dibandingkan dengan yang lainnya, sebagai imbalan atas kesetiaannya itu. Ketika hanya Yohanes sendiri yang menyadari bahwa itu adalah Tuhan, dia menyampaikan pengetahuannya itu kepada orang-orang yang sedang bersama-sama dengan dia. Karena, kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Orang-orang yang mengenal Kristus secara pribadi seharusnya berusaha keras membawa orang lain untuk berkenalan dengan-Nya. Kita tidak perlu menguasai-Nya sendiri, karena di dalam Dia ada cukup untuk kita semua. Yohanes memberi tahu Petrus secara khusus apa yang dipikirkannya, bahwa itu adalah Tuhan, karena dia tahu Petrus pasti akan senang melihat Dia, lebih daripada murid-murid lainnya. Walaupun Petrus telah menyangkal Gurunya, namun, setelah dia bertobat dan diterima kembali ke dalam persekutuan para murid, mereka bersikap bebas dan akrab dengannya seperti sebelumnya.
        . Bahwa Petrus adalah murid yang paling bersemangat dan bergairah. Begitu mendengar bahwa itu adalah Tuhan (dia percaya pada perkataan Yohanes), perahu itu pun tidak dapat menahannya, dan dia pun tidak dapat menunggu sampai perahu mencapai daratan. Langsung saja dia terjun ke danau, supaya dapat menjadi yang pertama menemui Kristus.
            (1) Ia menunjukkan rasa hormatnya kepada Kristus dengan mengenakan pakaiannya, supaya dia dapat tampil di hadapan Gurunya dengan pakaian terbaik yang dia miliki, dan dengan terburu-buru dia segera mendatangi-Nya. Tadinya dia hanya mengenakan pakaian dalamnya, karena pekerjaan yang dilakukannya berat dan dia sudah memutuskan untuk mengerahkan segala upaya untuk mengerjakannya. Mungkin pakaian nelayan tersebut terbuat dari kulit, atau kain minyak, sehingga dapat menahan air, seperti yang dulu dia biasa kenakan setelah menjala ikan ketika masih sepenuhnya bekerja sebagai nelayan. Pakaian inilah yang sekarang dia kenakan supaya dapat secepat mungkin melintasi air mendatangi Kristus.
            (2) Petrus menunjukkan rasa kasihnya yang kuat kepada Kristus, dan keinginannya yang sungguh-sungguh untuk dapat bersama-Nya, dengan melompat ke dalam danau, melangkah susah payah atau berenang menuju pantai untuk mendatangi-Nya. Pada waktu ia berjalan di atas air ke arah Kristus (Mat. 14:28-29), dikatakan bahwa Petrus turun dari perahu dengan hati-hati, namun di sini dikatakan Ia terjun ke dalam danau dengan buru-buru. Tidak peduli tenggelam atau berenang, ia mau menunjukkan keinginan baik dan tujuannya untuk bersama Yesus. "Jika Kristus sampai membuatku," pikirnya, "tenggelam dan gagal mencapai Dia, itu pantas kudapatkan karena telah menyangkal Dia." Petrus sudah diampuni, dan ia menunjukkan bahwa karena itu ia sangat mengasihi Dia, dengan bersedia menghadapi bahaya dan menanggung penderitaan untuk mendatangi-Nya. Orang-orang yang pernah bersama-sama dengan Yesus akan bersedia mengarungi lautan yang dilanda badai, bahkan lautan darah, untuk datang kepada-Nya. Dan terpujilah persaingan di antara murid-murid Kristus yang berusaha untuk menjadi yang pertama mencapai Dia.
        . Bahwa murid-murid lainnya bersikap hati-hati dan memiliki hati yang jujur. Walaupun mereka tidak dikuasai emosi kegirangan sampai terjun ke danau seperti Petrus, namun mereka berusaha sekuat tenaga untuk mempercepat perahu mereka menuju pantai (ay. 8): Murid-murid yang lain, termasuk Yohanes yang pertama menyadari bahwa itu adalah Kristus, datang perlahan, namun mereka juga datang kepada Kristus. Nah, di sini kita perhatikan,
            (1) Betapa Allah membagikan karunia-karunia-Nya dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa murid unggul, seperti Petrus dan Yohanes, sangat menonjol dalam hal karunia-karunia dan anugerah-anugerah, dan oleh karena itu berbeda dengan saudara-saudara mereka, sedangkan yang lain hanyalah murid-murid biasa, yang memperhatikan tugas mereka dan setia kepada-Nya, namun tidak berbuat apa pun yang membuat diri mereka luar biasa. Namun, baik yang satu maupun yang lainnya, baik yang menonjol maupun yang biasa-biasa saja, akan duduk bersama-sama dengan Kristus dalam kemuliaan, bahkan mungkin yang terakhir akan menjadi yang terdahulu. Di antara murid-murid yang unggul, beberapa di antaranya, seperti Yohanes, jelas suka merenung, memiliki karunia-karunia pengetahuan yang besar, dan mengabdi pada gereja dengan karunia-karunia tersebut. Yang lainnya, seperti Petrus, jelas giat dan berani, kuat dan melakukan hal-hal luar biasa, dan karena itu sangat berguna bagi generasi mereka. Beberapa orang berguna sebagai mata gereja, yang lainnya sebagai tangan gereja, dan semuanya bagi kebaikan tubuh.
            (2) Betapa besar perbedaan yang mungkin ada di antara sebagian orang benar dengan sebagian lainnya dalam cara mereka menghormati Kristus, namun semuanya berkenan kepada-Nya. Beberapa lebih banyak melayani Kristus dengan tindakan-tindakan pengabdian, serta ungkapan semangat keagamaan yang luar biasa, dan mereka melakukannya dengan baik, mereka melakukannya untuk Tuhan. Petrus tidak seharusnya dicela karena menceburkan dirinya ke laut, melainkan dipuji karena semangat dan kasih sayangnya yang besar. Begitu pula orang-orang yang, karena mengasihi Kristus, meninggalkan perkara-perkara dunia, bersama Maria, untuk duduk dekat kaki-Nya. Tetapi yang lainnya lebih banyak melayani Kristus dalam berbagai urusan dunia. Mereka tetap berada di atas kapal, menyeret jala, dan membawa ikan ke pantai, seperti murid-murid lainnya dalam perikop ini. Orang-orang seperti itu tidak seharusnya dicela sebagai orang-orang yang duniawi, karena mereka, dalam pekerjaan mereka, juga benar-benar melayani Kristus seperti yang lain, bahkan ketika mereka melayani meja. Jika semua murid melakukan apa yang Petrus lakukan, apa jadinya dengan ikan dan jala-jala mereka? Namun, sebaliknya juga, jika Petrus melakukan apa yang murid-murid lainnya lakukan, kita akan kekurangan perbuatan yang penuh semangat kudus ini. Kristus berkenan kepada keduanya, dan kita juga harus demikian.
            (3) Bahwa ada beberapa cara membawa murid-murid Kristus pergi dari lautan dunia ini ke pantai kepada-Nya. Beberapa orang dibawa kepada-Nya melalui kematian yang kejam, seperti para martir yang menceburkan diri mereka ke laut karena semangat mereka bagi Kristus. Yang lainnya dibawa kepada-Nya melalui kematian alami, menyeret jala, yang kurang menakutkan. Namun pada akhirnya kedua kelompok ini bertemu dengan Kristus di pantai yang aman dan tenang.
    V. Jamuan apa yang Tuhan Yesus berikan kepada mereka ketika mereka sampai di pantai.
        . Ia sudah menyiapkan perbekalan untuk mereka. Ketika mereka sampai di darat, basah dan kedinginan, letih dan lapar, mereka menemukan api unggun di situ untuk menghangatkan diri dan mengeringkan tubuh mereka, serta ikan dan roti, perbekalan yang layak sebagai makanan yang enak.
            (1) Kita tidak perlu ingin tahu dan menanyakan dari mana api, ikan, dan roti itu berasal, lebih daripada dari mana daging yang dibawa burung-burung gagak kepada Elia. Dia yang dapat menggandakan roti dan ikan pasti dapat membuat yang baru jika Dia mau, atau mengubah batu menjadi roti, atau mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk mengambilnya di tempat yang Dia ketahui terdapat roti di sana. Tidak pasti apakah perbekalan ini disiapkan di tempat terbuka, atau di dalam semacam pondok nelayan atau gubuk di pantai, namun tidak ada yang megah atau sangat indah di sini. Kita seharusnya puas dengan hal-hal yang sederhana, karena Kristus pun demikian.
            (2) Kita boleh merasa terhibur oleh tindakan kepedulian Kristus kepada murid-murid-Nya ini. Dengan kepedulian-Nya itu Dia hendak menyediakan segala yang kita butuhkan, dan mengetahui apa yang kita perlukan. Dengan baik hati Dia memenuhi kebutuhan para nelayan itu, ketika mereka datang dalam keadaan letih karena pekerjaan mereka. Sebab, sesungguhnya akan dipelihara orang-orang yang percaya kepada Tuhan dan melakukan kebaikan. Ini menjadi dorongan semangat bagi pelayan-pelayan Kristus, yang Dia jadikan penjala-penjala manusia, bahwa mereka boleh mengandalkan Dia yang mempekerjakan mereka untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dan jika mereka tidak mendapatkan dorongan semangat di dunia ini, sehingga seperti Paulus harus mengalami lapar, dahaga, dan kerap kali berpuasa, baiklah mereka mencukupkan diri mereka dengan apa yang mereka miliki di dunia ini. Karena, mereka memiliki persediaan hal-hal yang lebih baik dan akan makan dan minum semeja dengan Kristus di dalam Kerajaan-Nya (Luk. 22:30). Tidak lama sebelum itu, murid-murid telah menjamu Kristus dengan sepotong ikan goreng (Luk. 24:42), dan sekarang, sebagai seorang teman, Dia membalas kebaikan hati mereka, dan menjamu mereka dengan seekor ikan. Oh tidak, malah dengan ikan tangkapan yang banyak Dia membalas mereka lebih dari seratus kali lipat.
        . Yesus meminta beberapa ekor ikan yang baru mereka tangkap, dan mereka memberikannya (ay. 10-11).

        Perhatikanlah di sini:
            (1) Perintah yang Kristus berikan kepada mereka untuk membawa ikan tangkapan mereka ke pantai: "Bawa ikan yang sudah kamu tangkap ke sini sekarang, dan mari kita makan beberapa ekor," bukan karena Dia membutuhkannya dan tidak bisa menyiapkan makanan untuk mereka tanpa ikan-ikan itu, melainkan,
                [1] Dia ingin supaya mereka makan hasil jerih payah tangan mereka (Mzm. 128:2). Apa yang didapat dengan berkat Allah atas kerja keras dan usaha jujur kita sendiri, jika disertai dengan Tuhan memberi kita kuasa untuk menikmatinya, dan bersenang-senang dalam jerih payah kita, maka ada sifat manis tersendiri di dalamnya. Dikatakan mengenai orang yang malas, bahwa dia tidak akan menangkap buruannya (KJV: dia tidak akan memanggang apa yang dia dapat dari pergi berburu -- pen.). Dia tidak akan merasa sanggup untuk menguliti hasil buruan yang dengan susah payah dia dapatkan (Ams. 12:27). Namun dengan ini Kristus hendak mengajar kita untuk memanfaatkan apa yang kita miliki.
                [2] Dia ingin supaya mereka merasakan karunia-karunia dari rahmat-Nya yang ajaib, supaya mereka dapat menjadi saksi-saksi bagi kuasa maupun kebaikan-Nya. Manfaat-manfaat yang Kristus limpahkan kepada kita bukanlah untuk dikubur dan disimpan, melainkan untuk dikeluarkan dan digunakan.
                [3] Dia ingin memberikan sebuah contoh jamuan rohani yang disediakan-Nya bagi semua orang percaya. Dalam contoh di sini, jamuan itu sungguh lepas dan akrab, yaitu Dia makan bersama-sama dengan mereka, dan mereka bersama-sama dengan Dia. Kemurahan hati mereka menyenangkan hati-Nya, dan penghiburan-Nya menyenangkan hati mereka. Apa yang Dia kerjakan di dalam mereka diterima-Nya dari mereka.
                [4] Pelayan-pelayan Tuhan, yang adalah penjala-penjala manusia, harus membawa semua yang mereka tangkap kepada Tuan mereka, karena keberhasilan mereka tergantung pada-Nya.
            (2) Kepatuhan mereka pada perintah ini (ay. 11). Dikatakan (ay. 6), mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan, artinya mereka merasa kesulitan, karena itu melebihi kemampuan mereka. Namun Dia yang memerintahkan mereka untuk membawanya ke pantai telah membuatnya menjadi mudah. Tanpa pengaruh lebih lanjut dari anugerah ilahi, para penjala manusia itu, ketika telah menangkap jiwa-jiwa di dalam jala Injil, tidak dapat membawa jiwa-jiwa itu ke pantai, serta tidak dapat meneruskan dan menyelesaikan pekerjaan baik yang telah mereka mulai. Dialah yang menolong kita untuk menangkap jiwa-jiwa, dan yang tanpa pertolongan-Nya kita tidak akan dapat menangkap satu jiwa pun. Lalu, jika Dia tidak menolong kita untuk mempertahankan mereka dan membawa mereka ke darat, yaitu membangun mereka di atas dasar iman mereka yang paling suci, maka akhirnya kita akan kehilangan mereka (1Kor. 3:7).

            Perhatikanlah:
                [1] Siapa yang paling giat dalam membawa ikan-ikan ke darat: yaitu Petrus, yang, seperti dalam contoh sebelumnya (ay. 7), telah menunjukkan kasih yang lebih bersemangat kepada diri Tuannya daripada murid-murid lainnya, begitu juga di sini dia menunjukkan bahwa dia lebih siap untuk menaati perintah Tuannya. Namun semua yang setia maju dengan cara yang tidak sama.
                [2] Jumlah ikan yang mereka tangkap. Mereka ingin tahu jumlah ikan-ikan itu dan menghitungnya, mungkin dengan tujuan untuk menentukan bagian masing-masing. Jumlah seluruhnya adalah seratus lima puluh tiga ekor, dan semuanya ikan-ikan besar. Ini jauh lebih banyak daripada yang mereka butuhkan untuk persediaan mereka saat itu, namun mereka dapat menjualnya, dan uangnya dapat dipakai untuk urusan mereka di Yerusalem, karena tidak lama lagi mereka harus segera kembali ke sana.
                [3] Tindakan kepedulian Kristus kepada mereka lebih lanjut, yang lebih menambah mujizat dan belas kasihan-Nya itu: Sungguhpun sebanyak itu, dan penuh ikan-ikan besar, jala itu tidak koyak, sehingga mereka tidak kehilangan seekor ikan pun, ataupun merusakkan jala mereka. Dikatakan dalam Lukas 5:6 [dalam kesempatan lain -- pen.] Jala mereka mulai koyak. Mungkin juga jala ini adalah jala pinjaman, karena mereka sudah lama meninggalkan jala mereka sendiri, dan jika demikian, Kristus hendak mengajar kita untuk memelihara barang yang kita pinjam, seakan itu adalah milik kita sendiri. Baguslah jika jala mereka tidak koyak, karena saat itu mereka tidak memiliki waktu luang untuk memperbaiki jala-jala mereka seperti dulu. Jala Injil sudah menangkap banyak orang, tiga ribu orang dalam satu hari, namun tidak menjadi koyak, masih tetap berkuasa untuk membawa jiwa-jiwa kepada Allah.
        . Kristus mengundang mereka untuk makan. Karena Ia melihat mereka menjaga jarak dan tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan, Ia memanggil mereka dengan sangat akrab, "Marilah dan sarapanlah."
            (1) Lihatlah di sini betapa bebasnya Kristus dengan murid-murid-Nya. Dia memperlakukan mereka sebagai teman. Dia tidak berkata, "Marilah dan tunggulah," atau "Marilah dan layanilah Aku," melainkan Marilah dan sarapanlah. Bukan "Pergilah sarapan sendiri," sebagaimana seharusnya para hamba, melainkan, Marilah dan sarapanlah dengan-Ku. Ajakan yang baik hati ini secara tidak langsung bisa menggambarkan,
                [1] Panggilan yang Kristus berikan kepada murid-murid-Nya untuk masuk ke dalam persekutuan dalam anugerah dengan-Nya di sini. Segala sesuatu sudah siap; Marilah dan sarapanlah. Kristus adalah sebuah perjamuan makan; marilah dan makanlah Dia, daging-Nya adalah benar-benar makanan dan darah-Nya adalah benar-benar minuman. Kristus adalah seorang sahabat; marilah dan makanlah bersama dengan Dia, Dia akan menyambutmu (Kid. 5:1).
                [2] Panggilan yang akan Dia berikan untuk masuk ke dalam sukacita-Nya, dalam kemuliaan yang akan datang. Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku; Marilah dan duduklah makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Kristus memiliki segala yang diperlukan untuk menjamu semua sahabat-sahabat-Nya dan pengikut-pengikut-Nya. Ada cukup tempat dan persediaan untuk mereka semua.
            (2) Lihatlah betapa hormatnya murid-murid di hadapan Kristus. Mereka agak malu menggunakan kebebasan yang Dia tawarkan, dan jika dilihat dari bagaimana Dia membujuk mereka untuk mengambil lauk mereka, tampaknya mereka sempat berdiri diam. Untuk makan dengan seorang pembesar, seorang pembesar yang demikian penting, mereka memperhatikan baik-baik apa yang ada di depan mereka. Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, "Siapakah Engkau?" Ini mungkin saja,
                [1] Karena mereka tidak mau bersikap lancang terhadap-Nya. Walaupun mungkin saat itu Dia tampil dengan sedikit samaran pada awalnya, sama seperti terhadap dua orang murid ketika ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia, namun ada alasan yang sangat bagus yang membuat mereka untuk berpikir bahwa itu adalah Dia dan tidak mungkin orang lain. Atau,
                [2] Karena mereka tidak mau terlalu jauh mengungkapkan kebodohan mereka. Dia sudah menunjukkan tindakan kuasa dan kebaikan-Nya, jadi benar-benar bodohlah jika mereka sampai menanyakan apakah itu Dia atau bukan. Ketika Allah, dalam pemeliharaan-Nya, memberi kita bukti-bukti masuk akal atas kepedulian-Nya terhadap tubuh kita, dan dalam kemurahan hati-Nya memberi kita bukti-bukti nyata atas maksud baik-Nya bagi jiwa kita, serta perbuatan baik-Nya terhadap tubuh dan jiwa kita, maka kita harus merasa malu atas ketidakpercayaan kita, dan tidak seharusnya sampai menanyakan apa yang sudah begitu jelas Dia nyatakan. Keragu-raguan yang tidak beralasan harus dihilangkan, bukan dihidupkan.
        . Dia mengambilkan makanan untuk mereka, sebagai tuan yang mengadakan perjamuan makan (ay. 13). Menyadari bahwa mereka masih malu dan takut-takut, Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, beberapa potong untuk masing-masing mereka, demikian juga ikan itu. Tidak diragukan Dia pasti mengucapkan berkat dan memanjatkan syukur (sama seperti dalam Lukas 24:30), namun, karena itu adalah kebiasaan-Nya yang sudah dikenal dan selalu dilakukan-Nya, maka tidak perlu diceritakan lagi.
            (1) Jamuannya hanya biasa-biasa saja. Hanya makan dengan ikan, tanpa dibumbui. Tidak ada yang megah, tidak ada yang menimbulkan keheranan. Persediaan banyak, namun sederhana dan biasa-biasa saja. Rasa lapar adalah saus yang terbaik. Walaupun sudah mencapai keadaan dipermuliakan, Kristus menunjukkan diri-Nya hidup dengan makan, bukan menunjukkan diri-Nya seorang penguasa dengan mengadakan pesta jamuan. Orang-orang yang tidak dapat merasa puas dengan roti dan ikan tanpa saus dan anggur, akan sulit merasa senang makan dengan Kristus di sini.
            (2) Kristus sendiri yang memulai. Walaupun mungkin dengan tubuh kemuliaan-Nya itu Dia tidak perlu makan, namun Dia hendak menunjukkan bahwa Dia sungguh-sungguh memiliki tubuh yang sebenar-benarnya, yang mampu makan. Para rasul memberikan ini sebagai sebuah bukti untuk kebangkitan-Nya, yaitu bahwa mereka telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia (Kis. 10:41).
            (3) Dia membagi-bagikan lauk kepada semua tamu-Nya. Dia bukan hanya menyediakannya untuk mereka dan mengajak mereka, tetapi juga membagi-bagikannya sendiri di antara mereka dan meletakkannya ke tangan mereka. Demikianlah kita berutang kepada-Nya karena sudah membayar lunas dan menerapkan manfaat-manfaat penebusan. Dia memberi kita kekuatan untuk menikmatinya.

            Penulis Injil menghentikan ceritanya ketika mereka makan, dan memberikan keterangan ini (ay.14): Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, atau kepada sebagian besar murid-murid-Nya, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. Itulah hari ketiga, demikianlah menurut beberapa orang. Pada hari Dia bangkit Dia menampakkan diri-Nya lima kali. Terus, hari kedua penampakan-Nya adalah malam hari ketujuh itu, dan yang ini adalah hari yang ketiga. Atau ini adalah penampakan-Nya yang ketiga di hadapan sejumlah besar murid bersama-sama. Walaupun Dia sudah menampakkan diri kepada Maria, kepada para perempuan, kepada dua orang murid, dan kepada Kefas, namun sebelum ini Dia hanya dua kali menampakkan diri kepada mereka bersama-sama sekaligus. Peristiwa penampakan-Nya ini diperhatikan dan dicatat di sini,

                [1] Untuk meneguhkan kebenaran tentang kebangkitannya. Penglihatan digandakan dua kali lipat, bahkan tiga kali lipat, supaya hal itu menjadi pasti. Orang-orang yang tidak percaya pada pertanda pertama akan menjadi percaya pada suara pertanda-pertanda berikutnya.
                [2] Sebagai contoh kebaikan Kristus yang terus berlanjut bagi murid-murid-Nya. Sekali, dan lagi, dan ketiga kalinya, Dia mengundang mereka. Mengingat lawatan-lawatan Kristus yang murah hati adalah suatu hal yang baik, karena Dia mengingatnya, dan lawatan-lawatan itu akan diingat untuk menentang kita, jika sikap hidup kita tidak layak untuk lawatan-lawatan-Nya itu, seperti yang terjadi pada Salomo, ketika dia diingatkan bahwa Tuhan Allah Israel telah menampakkan diri kepadanya dua kali. Itulah ketiga kalinya. Apakah kita sudah membuat kemajuan yang sebagaimana mestinya sejak yang pertama dan kedua? (2Kor. 12:14). Itulah ketiga kalinya, dan mungkin saja itu yang terakhir kalinya.


SBU

MINGGU PASKAH
KAMIS, 25 APRIL 2019
Renungan Pagi
GB.214 : 1 -Berdoa
HADIR DAN MENYEDIAKAN

Yohanes 21:1-6
"Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan" (ny.6)

Sebagian dari murid Tuhan, kembali pada pekorjaannya yang semula sebelum mereka mengikut Yesus. Simon Petrus dengan sebagian murid, kembali melaut untuk menangkap ikan. Mungkin hal ini dilakukan setelah tidak ada lagi petunjuk lain dari Tuhan tentang apa yang mesti mereka Iakukan.

Tem pat mereka di danau Tiberias menunjukkan bahwa mereka sudah kembali dari Yerusalem ke Galilea. ltu artinya sudah lewat beberapa hari sejak peristiwa kebangkitan Yesus.

Kebiasaan nelayan di Tiberias (nama lain danau Galilea) menangkap ikan pada saat malam hari. Dan sepertinya, para murid itu menangkap ikan tidak terlalu jauh dari pantai, sehingga mereka masih bisa mendengar suara Yesus, meski tidak dapat melihat-Nya secara persis karena suasana yang remang-remang menjelang pagi.

Setelah beberapa lama mencari, para murid tidak berhasil mendapatkan ikan. Lalu Yesus menyuruh mereka menebarkan jala ke sebelah kanan perahu, dan tidak disangka-sangka, mereka mendapat banyak ikan sampai tidak mampu menarik jala dari dalam air.

Yesus tidak memarahi Simon Petrus dan para murid, ketika memilih untuk kembali bekerja sebagai nelayan. Dia justru malah menolong mereka untuk mendapatkan ikan. ‘Tindakan Yesus ini menunjukkan perhatian-Nya kepada para murid yang dikasihi-Nya. Dia hadir di
saat para murid sedang bekerja. Dia sediakan apa yang dicari, saat para murid tidak berhasil mendapat.

Ada Firman yang berkata, "karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya." Firman itu nyata dalam tindakan Yesus yang kita baca saat ini. Yesus adalah Firman yang hidup. Dengan demikian masihkah ada alasan bagi kita untuk tidak mempercayakan hidup ini ke dalam kuasa Tuhan Yesus?

GB.214 : 2
Doa : (Ya Tuhan, kami percayakan hidup ini kepada-Mu. Tuntunlah kami untuk setia pada Firman-Mu)


MINGGU PASKAH
KAMIS, 25 APRIL 2019
Renungan Malam
GB.46 -Berdoa
ANGKA 153

Yohanes 21:7-14
"penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak." (ay.11).

lnjil Yohanes banyak mengangkat kata-kata kiasan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus, misalnya: air, roti, terang, gembala dan lain-lain. Dengan banyaknya kiasan pada lnjil ini, ada beberapa tokoh gereja yang menafsirkan lnjil Yohanes secara alegoris. Alegoris sendiri adalah cara menafsir yang memaknai sesuatu sebagai simbol yang punya makna khusus.

Hieronymus, Bapa Gereja yang hidup pada tahun 300-an, pernah mengangkat soal angka 153 ekor ikan yang ditangkap oleh para murid. Menurutnya, angka ini menunjuk padajumlahjenis ikan di seluruh dunia, sebagaimana yang diketahui para nelayan di masa itu tentunya. Oleh karena itu, angka 153 merupakan simbol dari berbagai kelompok manusia yang ada di seluruh dunia. Sedangkan jala tempat ikan-ikan itu terperangkap, adalah simbol dari gereja.
Dengan demikian, makna dari 153 ikan yang tertangkap di dalam jala adalah umat Tuhan yang terhimpun di dalam gereja-Nya yang berasal dari seluruh dunia.

Pesan ini sangat kuat karena mengandung suatu keyakinan tentang buah dari pemberitaan lnjil yang dilakukan oleh gereja. Selain itu, pesan ini juga menunjukkan jangkauan dari pelayanan gereja yang meliputi seluruh dunia dengan berbagai macam manusia serta
persoalan yang dihadapinya.

Kita sebagai gereja-Nya mewarisi tugas pengutusan yang diberikan Tuhan kepada para murid. Sebagai persekutuan orang percaya yang bersifat misioner, maka pandangan kita sudah
sepatutnya diarahkan keluar, bukan hanya kedalam. Dengan angka 153, Tuhan mau mengingatkan kita untuk menghadirkan damai sejahtera yang dapat dinikmati oleh setiap manusia dengan segala persoalan yang dihadapinya.

Mampukah kita melakukan itu? Kalau mampu, mengapa Yesus mesti repot-repot datang ke danau Tiberias?

GB.284: 1
Doa : (Ya Tuhan, pakailah aku sebagai alat-Mu dalam menyebarkan kasih-Mu dan damai sejahtera-Mu kepada dunia)


Label:   Yohanes 21:7-14 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 26 April 2019 - MENGENAL DIA YANG HIDUP - Yohanes 21:20-23 - MINGGU PASKAH

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 24 April 2019 - JALAN PIKIRAN YANG BERBEDA - Lukas 24:44-49 (SGK) - MINGGU PASKAH

Garis Besar Yohanes

Garis Besar 1 Yohanes

Garis Besar 2 Yohanes

Garis Besar 3 Yohanes





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 21 Agustus - 2 Tawarikh 4-6


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 18 Agustus 2019
I'm Not Alright - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Changed - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Unstoppable God - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Commitment - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Lazarus - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
No Longer Slaves - Lauren Daigle - spontaneous worship

Minggu, 18 Agustus 2019
Trust In You - Lauren Daigle - Spontaneous Worship

Rabu, 14 Agustus 2019
Jehovah Reigns - Jamel Strong

Selasa, 13 Agustus 2019
Side Of My Heart - Rachael Lampa

Selasa, 13 Agustus 2019
Canvas and Clay - Pat Barrett feat. Ben Smith

Selasa, 13 Agustus 2019
My Reason - Planetshakers

Selasa, 06 Agustus 2019
King of Kings - Hillsong

Selasa, 06 Agustus 2019
Chances - Isaac Carree

Selasa, 06 Agustus 2019
But God - Isaac Carree

Jumat, 02 Agustus 2019
You Know My Name - the Brooklyn Tabernacle Choir

Jumat, 02 Agustus 2019
No Longer Slaves - Zach Williams

Jumat, 02 Agustus 2019
I Believe (Island Medley) - Jonathan Nelson

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu pengakuan dosa nkb,   kotbah imamat 25 ayat 39,   lagu pengakuan dosa,   lagu ,   Kotbah masmur 100,   lagu rohani indonesia inggris dgn nyayian buka mata hatiku kumemandangmu,   penatalayanan menurut 1 tawarikh 6:31-53,   lagu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan,   kotbah 1petrus 3:8-12,   pkj 81,   Sabda Bina Umat 21 Agustus 2019 ,   kotbah 3musa25:93-43.,   kotbah 3musa25:93-43.,   keluaran 19-21,   JadikanKu AlatMu chord,   JadikanKu AlatMu chord,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   bahan khotbah nehemia 5:1-13,   https://rwuyatfty.wordpress.com/2012/08/25/kumpulan-lagu-rohani-persekutuan/,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   bahan khotbah imamat 25:39-43,   lagu persiapan hati,   lagu rohani instrumental,   renungan mtpj 1 tawarikh 6:31-53,   imamat 25: 39-43,   download album lagu rohani semangat 2019,   Khotbah minggu 25-8-2019. Ev lukas 6:27-36. Epistel mus 25:39-43.,   lagu rohani dangdut,   lirik hymne pkp,   Khotbah GMIT 25 agustus 2019 ulangan 18:1-12,   lagu rohani kristen untuk pernikahan,   khotbah imamat 25:39-43,   mp3 lagu kristen barat lirik,   lagu rohani doddie dengar tuhan,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   Hatorangan epistel 3 Musa 25: 37-43,   kotbah Nehemia,   Imamat 25:39-43,   Renungan dari pdt Gilbert ulangan 5 :32-33,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   Lagu persembahan syukur,   tata ibadah rumah tangga GKE,   pembahassn kotbah imamat 25:39-43,   tata ibadah hut gereja,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   pembahadan kotbah imamat 25:39-43,   khotbah kristen tentang keberhasilan yosia,   renungan amos 5:7-13,   lirik lagu gembala baik dan cord,   Firman tuhan dari gmit pada minggu 25 agustus 2019,   Firman tuhan dari gmit pada minggu 25 agustus 2019,   nehemia 5 : 1-13,   tata ibadah perkawinan gpdi,   Sabda Bina Umat 21 Agustus 2019 ,   renungan roma 11 : 33 - 36,   pengertian mazmur 146 : 1,   imamat 25:39-43,   penjelasan matius 6:25-34,   kotbah imamat 25:39-43.,   kotbah imamat 25:39-43.,   lagu rohani ada Orang buta Mp3 download,   lagu rohani ada Orang buta Mp3 download,   8 lagu rohani yang mengucap syukur kepada Tuhan,   notasi kppk 325,   kotbah imamat 25:39-43,   lagu rohani tentang kekuatiran,   khotbah amos 5:7-12,   khotbah amos 5:7-12,   renungan ayub 5:1-27,   imamat 25:39-43,   imamat 25:39-43,   download ilusttasi dan renungan pengkhotbah 11:1 menabir untuk menuai,   nyanyian rohani,   jamita 3 musa 25 39-43,   nyanyian rohani mp3,   nyanyian rohani,   yesaya 5.bangsa asing sebagai murka Allah,   2 petrus 2:17-22.,   Rngn yak 1:2-8,   sbu 20 agustus 2019,   Contoh renungan kotbah agama Kristen Protestan,   Amsal 12:1-4,   gms live 2019,   khotbah kolose 1;21-23,   Renungan rohani bil 21:1-3,   download lagu shane filan beautiful in white mp3,   renungan kitap maleakhi 2:1-9,   Khotbah sekolah minggu GPIB 1 Petrus 3 : 8 - 12,   nyanyian rohani,   download lagu rohani alan jackson mp3,   Nehemia 8:1-9,   lagu fb dounload,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   yesaya 48:16-19,   Latar belakang Lukas 6:31,   chord kasih yesus melingkupi saya,   chord kasih yesus melingkupi saya,   lirik lagu pkj biarpun gunung gunung beranjak,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   download video lagu karaoke rohani kristen,   Khotbah Imamat 25:39-43,   Dihadapan tahtamu mp3 download,   bahan sermon imamat 3 : 39 - 43,   tafsiran 3 Musa 25 ayat 39 s/d 43,   tafsiran 3 Musa 25 ayat 39 s/d 43,   khotbah imamat 25 35 55,   ilustrasi kitab imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   a love i know free download mp3 planetshakers,   renungan lukas 6 : 1-5,   kotbah imammat 25:39-43,   kotbah imammat 25:39-43,   contoh doa persembahan kolekte singkat,   contoh doa setelah persembahan,   khotbah tentang kasih 1Korentus 13:4-8,   lagu persembahan,   renungan 1 tawarikh 6:31-53,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   khotbah 1 yohanes 2:7-17,   dowload lagu rohani kristen terbaru,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   khotbah amsal 3:16,   khotbah amsal 3:16,   renungan pengkhotbah 7:15-22,   renungan pengkhotbah 7:15-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Khotbah ibadah minggu 25 Agustus 2019,   santapan haran filemon 1,   sabda bina umat 2019,   Jamita Minggu 19 Februari 2019,   khotbah imamat 25 35-46,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   khotbah kristen agustus,   1 Tawarikh 6:31-53,   SBU tanggal 21 agustus 2019,   renungan 1 tawarikh 6,   kodbah 3 musa 25:39-43,   kodbah 3 musa 25:39-43,   SBU tanggal 21 agustus 2019,   kunci gitar ikut dikau saja tuhan,   1 Tawarikh 6:31-53,   Tafsiran Alkitab Pengkhotbah 11:1-8,   cerita sekolahmunggu amsal4:1-4,   Amsal 12:1-4,   lagu sion database,   download lagu rohani ambon katakan padaku,   almanak gkpi minggu 25 agustus 2019,   renungan yesaya 5:25-30,   khotbah 22 september 2019,   Bacaan injil tanggal 28 september 2019,   lagu ,   lagu ,   lagu ,   Dangdut gerejawi pernikahan,   download lagu menunggu rhoma ful album,