Save Page
Matius 5:25-26
 5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Penjelasan:


* Mat 5:21-26 - Siapa yang membunuh // Harus dihukum // Marah // Kafir // Jahil // jahil // Neraka yang menyala-nyala // Di atas mezbah // Sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, // Berdamai dahulu // Lawanmu // Sebelum engkau membayar hutangmu // penjara
Ilustrasi pertama: pembunuhan. Yesus menunjukkan bagaimana penggenapan hukum Taurat oleh diri-Nya itu lebih mendalam daripada sekadar ketaatan lahiriah saja. Siapa yang membunuh menandai suatu perluasan tradisional dari Keluaran 20:13, tetapi tetap hanya berkenaan dengan tindakan membunuh. Harus dihukum. Dilaksanakan oleh pengadilan sipil Yahudi. sebagaimana dilandaskan pada Ulangan 16:18 (lihat juga Josephus, Antiquities, iv.8.14). Marah. Naskah-naskah yang terbaik menghilangkan 'tanpa alasan,' sekalipun Efesus 4:16 menunjukkan bahwa pembatasan ter tentu dapat diselipkan. Kafir (Rica). Mungkin berarti "kepala kosong" (dari istilah Aram yang artinya "yang kosong"). Jahil. Karena rangkaian julukan ini pada umumnya semakin pedas, Bruce menanggap Kafir sebagai menghina kepala orang, sedangkan jahil sebagai menghina watak seseorang (ExpGT, I, 107). Neraka yang menyala-nyala. Secara harfiah mengacu kepada lembah Hinom di luar Yerusalem, di mana sampah, limbah dan bangkai dibakar, sehingga merupakan suatu kiasan yang cocok untuk tempat penyiksaan abadi. (Sejarah Hinom yang menyeramkan dapat dibaca di Yer. 7:31, 32; II Taw. 28:3; 33:6; II Raj. 23:10.) Kristus menunjukkan bahwa akar pembunuhan adalah dalam hati seorang yang marah, dan Ia berjanji bahwa dalam Kerajaan-Nya hukuman yang dapat dilaksanakan sebelum pembunuhan dapat dilaksanakan. Di atas mezbah. Petunjuk bahwa khotbah ini bercorak Yahudi. Sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, maksudnya, apabila Anda telah melakukan kesalahan kepada saudara Anda. Berdamai dahulu mewajibkan si calon penyembah berdamai dahulu dengan orang yang tersinggung itu agar persembahannya berkenan (bdg. Mzm. 66:18). Lawanmu. Pihak dengan siapa kita bersengketa (bdg. Luk. 12:58, 59). Sebab penghakiman sedang menjelang, orang-orang yang bersalah sebaiknya berdamai secepat mungkin. Sebelum engkau membayar hutangmu. Mungkin suatu kejadian sesungguhnya di dalam Kerajaan Surga. Tetapi, apabila penjara melambangkan neraka, maka kemungkinan pelunasan dan pembebasan yang tersirat hanya berlaku pada perumpamaan ini dan bukan pada penafsirannya juga. Alkitab dengan jelas menyebutkan bahwa orang-orang yang ada di neraka akan berada di sana untuk selama-lamanya (Mat. 25:41, 46) sebab hutang mereka tidak akan mungkin terbayar.

*  Karena sebelum ini dilaksanakan, kita menghadapi ancaman besar (ay. 25-26). Sungguh berbahaya apabila kita tidak berusaha keras untuk berdamai, dan ini harus dilakukan dengan segera, karena dua tanggung jawab:
            (1) Tanggung jawab sementara. Jika pelanggaran yang telah kita lakukan terhadap saudara kita, baik terhadap tubuh jasmani, harta, maupun nama baiknya, sedemikian besarnya hingga dapat mendatangkan kerugian besar baginya, maka kita harus bijaksana, dengan mengingat kewajiban kita terhadap keluarga kita, untuk mencegah terjadinya hal itu dengan bersikap rendah hati dan mengusahakan pemulihan yang adil dan damai. Sebab, jika kita tidak melakukan hal ini, bisa-bisa orang itu akan menuntut kita secara hukum dan, yang lebih buruk lagi, kita dipenjarakan. Karena itu, lebih baik kita berdamai dan menyelesaikan masalahnya daripada bersikeras dengan masalah tersebut. Sebab sia-sia saja untuk menentang hukum, karena ada bahaya kita bisa terlindas olehnya. Banyak orang hanya menghancurkan diri mereka sendiri karena bersikeras dengan pelanggaran yang mereka lakukan terhadap orang lain, padahal sebenarnya masalahnya dapat didamaikan asalkan mereka mau bersedia pada awalnya. Saran Salomo supaya kita aman-aman saja adalah, "pergilah, berlututlah, dan dengan demikian tetapkan hatimu supaya engkau bisa melepaskan dirimu" (Ams. 6:1-5). Sungguh baik untuk membuat kesepakatan, sebab hukum mahal harganya. Seperti kita harus berbelas kasihan terhadap orang-orang yang kita kuasai, maka kita juga harus berbuat adil terhadap mereka yang menguasai kita, semampu kita. "Buatlah kesepakatan dan segeralah berdamai dengan lawanmu, jangan sampai ia merasa kesal dengan sikap keras kepalamu itu dan terdorong untuk menuntut engkau seberat-beratnya dan tidak bersedia lagi untuk berdamai, yang mungkin sedianya mau dilakukannya." Penjara merupakan tempat yang menyengsarakan bagi orang-orang yang dijebloskan ke dalamnya karena kesombongan, kedegilan, keras kepala, dan kebodohan mereka sendiri.
            (2) Tanggung jawab rohani. "Pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, bersikap adil terhadapnya, bersahabat dengannya, sebab bila perselisihan ini terus berlangsung, maka, sama seperti engkau tidak layak untuk mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan tidak layak untuk datang ke meja TUHAN, demikian pula kematianmu nanti juga menjadi tidak layak. Jika engkau bertahan di dalam dosa ini, ada bahaya engkau akan disambar murka Allah, dan penghakiman-Nya tidak akan dapat kamu hindari atau tolak. Jika kesalahan itu ditimpakan ke atasmu, engkau akan binasa selamanya." Neraka adalah penjara bagi semua orang yang hidup dan mati dalam kejahatan dan kebengisan, bagi semua orang yang hanya mencari kepentingan sendiri (Rm. 2:8), dan dari penjara itu, tidak ada penyelamatan, penebusan, dan jalan keluar lain lagi, sampai selama-lamanya.

            Semuanya ini juga berlaku sepenuhnya dalam hubungan pendamaian kita dengan Allah melalui Kristus. Segeralah berdamai dengan Dia selama engkau masih di tengah jalan. Perhatikanlah:

                [1] Allah yang mahakuasa itu adalah Lawan bagi semua pendosa, Antidikos -- lawan secara hukum. Ia bertentangan dengan mereka, bertindak melawan mereka.
                [2] Sudah menjadi urusan kita untuk berdamai dengan-Nya, untuk mengenal Dia, supaya kita merasa tenteram (Ayb. 22:21; 2Kor. 5:20).
                [3] Kita harus bijaksana untuk melakukan ini dengan segera, sementara kita masih berada di tengah perjalanan. Kalau mati, sudah terlambat untuk melakukannya. Oleh sebab itu, janganlah membiarkan matamu tidur sampai hal ini dilakukan.
                [4] Mereka yang terus bermusuhan dengan Allah, akan selalu berhadapan dengan jerat keadilan-Nya dan murka-Nya yang mengerikan. Kristus adalah Sang Hakim itu, dan kepada-Nya semua pendosa yang tidak mau bertobat akan diserahkan, sebab Sang Bapa telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak. Dia yang telah ditolak sebagai Juruselamat tidak dapat dihindari sebagai Hakim (Why. 6:16-17). Sungguh menakutkan untuk diserahkan seperti itu kepada Tuhan Yesus, karena Sang Anak Domba akan menjadi Singa. Para pendosa ini akan diserahkan kepada malaikat-malaikat, yang adalah para pambantu Kristus (13:41-42). Demikian pula dengan roh-roh jahat, yang berkuasa atas maut, untuk menjadi pelaksana hukuman atas semua orang yang tidak percaya (Ibr. 2:14). Neraka menjadi penjara tempat orang-orang yang terus bermusuhan dengan Allah akan dicampakkan (2Ptr. 2:4).
                [5] Orang berdosa yang dikutuk harus tetap di situ sampai selamanya. Mereka tidak akan keluar dari sana, sebelum membayar utang mereka sampai lunas, dan ini tidak akan berakhir sampai selamanya. Demikianlah keadilan ilahi akan selamanya memuaskan, namun tidak pernah terpuaskan.



SBU

MINGGU VI PRAPASKAH
SELASA, 12 MARET 2019
Renungan Pagi
KJ.302 : 1 -Berdoa
PENGAMPUNAN MENDAHULUI PERSEMBAHAN

Matius 5:23-24
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai  (ay.24)

Persembahan adalah salah satu bagian penting dalam ibadah yang melaluinya kita menyatakan rasa syukur dan kasih kita kepada Allah. Karena itu, Taurat menyatakan supaya persembahan
dipersiapkan dengan seksama, baik kuantitas maupun kualitasnya. Sebab Allah berkenan kepada mereka yang dengan tulus dan rela memberlkan persembahan terbaik kepada-Nya. Meski demikian, Yesus dalam khotbah-Nya di bukit mengingatkan kita bahwa persembahan bukanlah satu-satunya hal penting dalam ibadah kepada Allah. Mengapa? Karena ibadah kepada Allah tidak hanya mengandung dimensi vertikal, yaitu relasi manusia dengan Allah. Tetapi juga dimensi horizontal, yaitu relasi dengan sesama manusia. ltu berarti persembahan kita kepada Allah harus diikuti dengan hidup persaudaraan yang rukun dengan sesama. Bagaimana caranya? Yesus menyarankan 4 langkah.

Pertama, mengingat perasaan sesama tentang kita (ay. 23). Mengingat berarti membawa kembali memori kita pacla peristiwa yang telah lalu. Dengan mengingat, kita mampu untuk menyadari perkara-perkara apa saja yang belum terselesaikan dengan sesama kita, termasuk perselisihan. Bahkan kita pun termotivasi untuk melakukan sesuatu saat ini.

Kedua, tinggalkan persembahan di depan mezbah (ay.24). Tindakan ini kita Iakukan bukan karena tidak mendahulukan Allah apalagi melalaikan kewajiban kepada Allah, melainkan karena kita tahu betapa Allah menginginkan sikap hati yang benar terhadap sesama ketika kita beribadah di hadapan-Nya. Selain itu, kita tetap meninggalkan persembahan di depan mezbah supaya kita tidak tergoda untuk menunda atau membatalkannya.

Ketiga, pergi untuk berdamai dengan sesama (ay.24). Maksudnya, kita dengan rela dan aktif berupaya untuk memulihkan relasi yang retak/hancur dengan sesama, meskipun kita sendiri (barangkali) tersakiti oleh perbuatannya. Barulah setelah itu, kita kembali untuk menye-
rahkan persembahan kepada Allah (ay.24). Artinya, tunaikanlah nlat kita kepada Allah sama seperti kita tidak menunda-nunda untuk mengampuni dan berdamai dengan sesama. Selamat berdamai dan mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan dalam karya kita hari ini.

KJ.302 : 2,3
Doa : (Ya Allah, mampukanlah aku untuk berdamai dengan sesama, dan mempersembahkan yang terbaik sebagai ibadah kepada-Mu)



MINGGU VI PRAPASKAH
SELASA, 12 MARET 2019
Renungan Malam
KJ.424 : 1 -Berdoa
BERDAMAI SELAGI ADA KESEMPATAN

Matius 5:25-26
Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama (ay.25)

Saudaraku, dalam bacaan pagi tadi, kita diingatkan bahwa berdamai dengan sesama haruslah dilakukan sebelum kita beribadah kepada Tuhan. Sebab ibadah yang sejati bukan hanya soal persembahan materi, tetapi juga kehidupan yang penuh cinta kasih seorang terhadap yang lain. Malam ini, kita diajak untuk berdamai dengan sesama selagi masih ada kesempatan. Menurut Yesus, kesempatan perlu dimanfaatkan dan jangan disia-siakan. Dalam kasus sengketa di zaman-Nya, kedua pihak yang berseteru sesungguhnya masih memiliki kesempatan untuk berdamai atau menyelesaikan persoalan secara personal dan kekeluargaan. Cara ini jauh
lebih baik ketimbang menyelesaikan sengketa di hadapan para pemimpin agama Yahudi ataupun pejabat Romawi.

Pertama, karena menyelesaikan sengketa melalui jalur hukum mengandung konsekuensi yang besar, seperti: wajib membayar ongkos paradilan, disesah sekian pukulan jika terbukti bersalah, hingga dilemparkan ke dalam penjara dan mendekam di sana sekian waktu runanya.

Kedua, karena persoalan yang semula hanya diketahui keluarga dan sedikit orang saja kini diketahui dan dipercakapkan oleh publik. Nama baik kita menjadi rusak dan keluarga kita pun
turut menanggung derita akibat cibiran dan hinaan dari lingkungan sekittar. Menyadari semua itu, Yesus mengajak orang banyak supaya mereka mengupayakan perdamaian. Perdamaian yang dimaksud disini tentu bukan akal-akalan alias upaya bulus supaya dapat lepas dari tanggung-jawab. Sebaliknya, perdamaian kita upayakan dengan sesama sebagai wujud penyesalan yang mendalam atas kesalahan yang telah kita lakukan, sekaligus meyakinkan mereka bahwa kita bersedia bertobat dan bertanggung-jawab kan segala dampak yang diakibatkan oleh kesalahan kita. Hanya dengan cara ini, maka relasi kita menjadi pulih dan kita memiliki satu kesempatan lagi untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.

Saudaraku, marilah berdamai dengan sesama. Jangan menunda dengan berbagai alasan. Sebab kesempatan tidak akan berulang. Berdamailah sebelum semuanya terlambat. Selamat beristirahat, Tuhan melindungi kita.  

KJ.424 : 3
Doa : (Ya Allah, mampukanlah aku untuk berdamai dengan tulus, serta memperbaiki kesalahan dengan melakukan apa yang menjadi tanggung-jawabku)


Label:   Matius 5:25-26 



Christian Songs
Songs on The Blood of Jesus
HEALING WORSHIP SONGS
Jesus Is Risen Song

Chris Tomlin songs
for King & COUNTRY songs
Tasha Cobbs Leonard songs


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB RABU,13 MARET 2019 - 2 Yohanes 1:7-13 - WASPADA DAN MENOLAK ANTIKRISTUS -MINGGU Vl PRAPASKAH

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 11 MARET 2019 - MENGAMPUNI KARENA SUDAH DIAMPUNI - Matius 18:26-35 - MINGGU VI PRAPASKAH

Garis Besar Matius




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392
    Preview Swing Tradig




    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни) *, SR *, SP *, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), Puji Syukur, Madah Bakti,
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs



    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik


    Minggu, 03 Maret 2019
    JUKLAK DAN TATA IBADAH HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB - Minggu, 03 Maret 2019

    Surat Pengantar, Juklak, Petunjuk Teknis IHMPA di Bulan Khusus-PKP, Tata-Ibadah, Pesan MS HUT 54 PKP, Multimedia Pesan H



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik

    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,