Save Page
Pagi : Yohanes 14:27-31 (SGD)
Malam : Yohanes 16:25-33

Yohanes 14:27-31
14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. 14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. 14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. 14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku. 14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."

Penjelasan:


* Yoh 14:27
Damai sejahtera1045 Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Dalam ayat 16-17 dan 26 Dia menceritakan kedatangan Roh Kudus, yang memungkinkan hati yang bebas dari rasa gelisah. Mungkinkah tema yang sama diteruskan dalam ayat ini? Syalom yang Dia tinggalkan bagi mereka adalah syalom Roh Kudus. Bagi dunia tanpa Kristus, damai sejahtera adalah suatu harapan yang hampa, tetapi bagi manusia yang didiami Roh Kudus, damai sejahtera dapat menjadi kenyataan.
Carson1046 mencatat bahwa damai sejahtera adalah ciri khas Kerajaan Mesias yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama, misalnya dalam Yesaya 9:6-7; 52:7; 54:13; 57:19; Yehezkiel 37:26; dan Hagai 2:10. Damai sejahtera itu sudah tampil dalam masa kini (Kisah Para Rasul 10:36; Roma 1:7; 5:1; dan 14:17), karena dalam Yesus Kristus masa depan sudah hadir pada masa kini.1047
Ungkapan Janganlah gelisah... hatimu juga diucapkan dalam ayat 1. Ungkapan ini merupakan suatu perintah yang baku. Perintah ini wajib bagi setiap orang percaya. Kita tidak boleh berdalih, karena perintah ini disertai dengan kunci penerapannya, yaitu adanya Roh Kudus dan damai sejahtera dari Tuhan Yesus. Pasal yang berikut menceritakan hubungan "pokok anggur dan rantingnya", suatu ajaran yang memungkinkan ketaatan pada perintah ini.

* Yesus akan pergi, dan Roh Kebenaran akan datang (14:15-31)
Beberapa tema muncul berkali-kali dalam bagian ini:
1. Orang yang mengasihi Dia adalah orang taat (ayat 15, 21, 23, dan 24).
2. Walaupun Tuhan Yesus pergi, mereka akan mempunyai hubungan khusus dengan Roh Allah (ayat 16-17 dan 25-26).
3. Mereka (dan dunia!) akan menyadari keesaan Tuhan Yesus dan Allah Bapa (ayat 20, 23-24, 28, dan 31).
4. Mereka disuruh berdamai sejahtera dan percaya (ayat 27 dan 29).

* Bahwa mereka akan berada di bawah pengaruh damai sejahtera-Nya (ay. 27): Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Waktu Kristus hendak meninggalkan dunia, Ia membuat wasiat-Nya. Ia menyerahkan jiwa-Nya kepada Bapa-Nya. Ia mewariskan tubuh-Nya kepada Yusuf dari Arimatea, agar supaya dikuburkan dengan layak. Pakaian-Nya jatuh ke tangan para serdadu. Ia menyerahkan ibu-Nya kepada pemeliharaan Yohanes. Namun, apa yang akan ditinggalkan-Nya bagi murid-murid-Nya yang miskin, yang telah meninggalkan segalanya demi Dia? Emas dan perak tidak Ia miliki, tetapi Ia meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berharga, yakni damai sejahtera-Nya. "Aku pergi, tetapi damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Aku bukan saja memberimu hak atasnya, tetapi menjadikan kamu sebagai pemiliknya." Ia tidak pergi dengan marah, melainkan dalam kasih, sebab inilah kata-kata perpisahan-Nya, Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, bagaikan seorang bapa yang menjelang ajalnya meninggalkan bagian kepada masing-masing anaknya. Dan warisan Kristus yang ditinggalkan ini merupakan bahagian yang pilihan dan terutama.
Perhatikanlah:
. Warisan yang di sini ditinggalkan: Damai sejahtera, damai sejahtera-Ku. Damai sejahtera dimaksudkan untuk segala sesuatu yang baik, dan Kristus telah meninggalkan bagi kita segala keperluan yang baik, segala sesuatu yang sunguh-sungguh dan benar-benar baik, sama seperti semua barang yang dibeli dijanjikan pasti baik. Damai sejahtera dimaksudkan untuk pemulihan hubungan dan kasih. Damai sejahtera yang diwariskan adalah damai dengan Allah, damai satu sama lain. Damai sejahtera dalam hati kita sepertinya yang dimaksudkan secara khusus. Suatu ketenangan batin yang muncul dari rasa dibenarkan di hadapan Allah. Damai ini merupakan imbangan atas pengampunan yang kita terima dan ketenangan batin kita. Inilah yang disebut Kristus damai sejahtera-Nya, sebab Dia sendirilah damai sejahtera kita (Ef. 2:14). Inilah damai sejahtera yang dibelikan dan diberitakan oleh-Nya bagi kita. Dan atas damai inilah, para malaikat menyampaikan selamat kepada umat manusia pada saat kelahiran-Nya (Luk. 2:14).
. Kepada siapa warisan ini ditinggalkan: "Kepadamu, murid-murid dan pengikut-pengikut-Ku, yang akan menghadapi kesukaran dan memerlukan damai sejahtera. Kepadamu yang adalah anak-anak perdamaian, dan yang layak menerimanya." Warisan ini ditinggalkan bagi mereka sebagai wakil-wakil jemaat, bagi mereka dan juga para penerus mereka, bagi mereka dan semua orang Kristen sejati dari segala masa.
. Dengan cara bagaimana warisan itu ditinggalkan: Apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Artinya:
(1) "Aku bukan sekadar hendak menyampaikan salam Damai sejahtera bagi kamu. Tidak, ini bukanlah ucapan basa-basi semata, melainkan berkat yang sejati."
(2) "Damai sejahtera yang Kuberikan ini adalah damai yang senyum dunia pun tidak dapat memberikannya, dan yang sebaliknya tidak dapat dirampas oleh kemarahan dunia ini." Atau,
(3) "Karunia yang Kuberikan kepadamu bukanlah seperti yang diberikan dunia kepada anak-anak dan para pengagumnya yang menerima kebaikannya." Pemberian dunia hanya berkaitan dengan soal tubuh dan waktu. Pemberian Kristus memperkaya jiwa untuk kekekalan: dunia memberikan kesia-siaan yang mengecoh dan menipu kita. Kristus memberikan berkat-berkat yang sesungguhnya, yang tidak akan pernah mengecewakan kita. Dunia memberi lalu mengambilnya kembali. Kristus memberikan bagian terbaik yang tidak akan diambil dari pada kita.
(4) Damai sejahtera yang diberikan Kristus tak terhingga, jauh lebih berharga daripada yang diberikan dunia. Damai sejahtera dunia berawal dengan ketidaktahuan, beriring dengan dosa, dan berakhir dengan masalah yang tiada habis-habisnya. Tetapi, damai sejahtera Kristus berawal dengan anugerah, tidak beriring dengan dosa, dan berakhir dalam damai sejahtera abadi. Sama seperti perbedaan yang terdapat antara kelesuan yang mematikan dan tidur lelap yang menyegarkan, demikian pula perbedaan yang ada di antara damai sejahtera dari Kristus dan dari dunia.
. Manfaat apa yang akan mereka terima dari damai sejahtera itu: Janganlah gelisah dan gentar hatimu, atas semua kejahatan di masa lampau ataupun masa sekarang, janganlah gentar akan kejahatan apa pun yang akan datang. Perhatikanlah, orang-orang yang tertarik pada kovenan anugerah dan berhak menerima damai sejahtera yang diberikan Kristus, tidak boleh menyerah kepada dukacita dan ketakutan yang melandanya. Inilah yang menjadi inti dari seluruh permasalahan ini. Ia telah berkata (ay. 1), "Janganlah gelisah hatimu," dan di sini Ia mengulanginya lagi setelah memberikan alasan yang cukup.

* Kata-kata Penghiburan Kristus (14:28-31)
Di sini Kristus memberi murid-murid-Nya alasan lain mengapa hati mereka tidak boleh gelisah dengan kepergian-Nya. Alasan tersebut yaitu bahwa, karena hati-Nya sendiri tidak gelisah. Di sini Ia menyampaikan kepada mereka hal apa yang membuat-Nya mampu memikul salib dan mengabaikan kenistaannya, supaya mereka dapat berpaling kepada-Nya, dan berlomba dengan tekun.
Ia menghibur diri:
I. Bahwa meskipun Ia akan pergi, Ia akan datang kembali: "Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu, dan sekarang Aku mengatakannya lagi, Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu." Perhatikanlah, apa yang telah kita dengar perihal ajaran Kristus, terutama yang menyangkut kedatangan-Nya yang kedua, tidak perlu lagi disampaikan kepada kita berulang-ulang. Pada waktu kita di bawah kuasa gejolak hati, dukacita, ketakutan, atau kekhawatiran, kita akan lupa bahwa Kristus akan datang kembali (Flp. 4:5). Kristus menguatkan hati-Nya dengan hal ini, di tengah penderitaan dan kematian-Nya, bahwa Ia akan datang kembali, dan hal ini juga harus dapat menghibur kita saat kita harus berpisah saat kematian. Kita akan pergi untuk datang kembali. Kepergian kita saat meninggalkan teman-teman kita hanyalah untuk sejenak, bukan untuk selamanya (1Tes. 4:13-14).
II. Bahwa Ia pergi kepada Bapa-Nya: "Sekiranya kamu mengasihi Aku, seperti yang kamu katakan dalam kesedihanmu, kamu tentu akan bersukacita dan bukannya bersedih, sebab meskipun Aku meninggalkanmu, Aku juga berkata, Aku pergi kepada Bapa-Ku, bukan hanya Bapa-Ku, tetapi Bapa-mu juga. Kepergian-Ku memberi kemuliaan kepadaKu dan keuntungan bagimu, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku."
Perhatikanlah di sini:
. Merupakan kebahagiaan bagi para murid Kristus bahwa Ia akan pergi kepada Bapa, untuk mengambil anak-anak yatim piatu sebagai milik-Nya dan menjadi perantara bagi orang berdosa. Kepergian-Nya mengandung sisi cerah dan juga sisi gelap. Itulah sebabnya Ia mengirimkan pesan ini setelah kebangkitan-Nya (20:17), Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, dan ini sungguh amat menghibur.
. Alasannya adalah karena Bapa lebih besar dari pada Dia. Jika ini benar seperti yang dikatakan-Nya (dan memang tidak diragukan lagi demikian adanya), maka hal ini harus dipahami demikian, bahwa kedudukan-Nya dengan Bapa-Nya akan jauh lebih tinggi dan mulia daripada kedudukan-Nya sekarang ini. Kepergian-Nya kepada Bapa (menurut Dr. Hammond) akan meningkatkan keadaan-Nya menjadi lebih tinggi daripada sekarang. Atau, kepergian-Nya kepada Bapa-Nya seorang diri, dan kemudian membawa serta semua pengikut-Nya ke sana, merupakan tujuan akhir dari usaha-Nya, dan karena itu hal tersebut jauh lebih mulia. Demikianlah Kristus mengangkat pikiran dan pengharapan murid-murid-Nya menuju sesuatu yang lebih agung dibandingkan dengan apa yang mereka sangka merupakan kebahagiaan mereka. Kerajaan Bapa, ke mana kita semua akan pergi, akan lebih besar dan mulia daripada kerajaan yang bersifat sementara di dunia ini.
. Murid-murid Kristus harus menunjukkan bahwa mereka mengasihi-Nya, dengan bersukacita menyambut kemuliaan yang diperoleh-Nya saat Ia ditinggikan, dan bukannya berduka karena Dia direndahkan. Jika mereka mengasihi Dia, mereka harus bersuka dengan kepergian-Nya kepada Bapa-Nya, tempat di mana Ia seharusnya berada, dan kita juga, tidak lama lagi. Banyak orang yang mengasihi Kristus menyalurkan kasih mereka dengan cara yang salah. Mereka menyangka bahwa jika mereka mengasihi-Nya, mereka harus senantiasa menderita kesakitan demi Dia. Padahal, orang yang mengasihi Dia akan menetap dalam kebahagiaan di dalam Dia, dan bermegah dalam Kristus Yesus.
III. Bahwa kepergian-Nya, dibandingkan dengan nubuatan-nubuatan yang disampaikan sebelumnya, akan menjadi sarana untuk meneguhkan iman murid-murid-Nya (ay. 29): "Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, bahwa Aku harus mati dan bangkit kembali, naik kepada Bapa, dan mengutus Penghibur itu, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi." Perhatikanlah alasan ini (13:19; 16:4). Kristus menyampaikan kepada murid-murid-Nya perihal kematian-Nya, meskipun Ia tahu bahwa hal ini akan membuat mereka bingung dan sedih, karena sesudah itu, hal ini akhirnya akan berakibat baik bagi peneguhan iman mereka dalam dua hal:
. Bahwa Dia yang mengatakan hal-hal ini sebelum terjadi, memiliki kemampuan ilahi untuk melihat sesuatu yang bakal dialami, dan mengetahui lebih dulu apa yang akan terjadi. Ketika Rasul Paulus pergi ke Yerusalem, ia tidak tahu apa yang menantinya di sana, tetapi Kristus tahu.
. Bahwa hal-hal yang dinubuatkan-Nya itu sejalan dengan maksud dan tujuan ilahi, dan bukannya merupakan keputusan yang diambil dengan tiba-tiba, melainkan sesuai dengan kebijaksanaan kekal. Oleh sebab itu, mereka tidak boleh gelisah akan sesuatu yang justru akan meneguhkan iman mereka, dan dengan begitu berakibat baik bagi kepentingan mereka sendiri. Karena ujian bagi iman kita sangatlah berharga, meskipun untuk itu sekarang ini kita harus mengalami dukacita oleh berbagai-bagai pencobaan (1Ptr. 1:6)
IV. Bahwa Ia yakin dengan kemenangan-Nya atas Iblis, dengan siapa Ia tahu Ia harus bergumul pada saat kepergian-Nya (ay. 30): "Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, karena memang tidak banyak lagi yang harus Kukatakan, kecuali yang dapat ditangguhkan sampai terjadi Pencurahan Roh." Setelah peristiwa ini, Ia memang banyak berbincang-bincang dengan mereka (ps. 15 dan 16). Namun, dibandingkan dengan apa yang telah dikatakan-Nya selama ini, tidak banyak lagi yang hendak disampaikan-Nya. Waktu-Nya tinggal sedikit, dan oleh sebab itu Ia sekarang lebih banyak berbicara kepada mereka, karena tidak lama lagi kesempatan itu akan lenyap. Perhatikanlah, kita harus senantiasa berusaha keras untuk berbicara langsung pada tujuan, karena ada kemungkinan kita tidak punya banyak waktu lagi untuk berbicara banyak. Kita tidak tahu kapan kita akan berhenti bernafas, dan oleh karena itu kita harus selalu menghirup sesuatu yang baik. Bila kita jatuh sakit dan sekarat, mungkin saat itu kita tidak mampu lagi berbicara banyak kepada orang-orang di sekitar kita. Oleh sebab itu, apa pun nasihat baik yang bisa kita berikan kepada mereka, biarlah kita berikan sementara kita masih sehat. Salah satu alasan mengapa Ia tidak berbicara banyak kepada mereka saat itu adalah karena kini ada tugas lain yang menanti-Nya: Penguasa dunia ini datang. Ia menyebut Iblis penguasa dunia ini (12:31). Murid-murid-Nya memimpikan Guru mereka menjadi penguasa dunia ini, sementara mereka sendiri menjadi penguasa-penguasa lain di bawah Dia. Namun, Kristus mengatakan kepada mereka bahwa penguasa dunia ini adalah musuh-Nya, begitu juga penguasa-penguasa lain dunia ini, yang digerakkan dan dikuasai olehnya (1Kor. 2:8). Tetapi ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.
Perhatikanlah di sini:
. Pertentangan yang menghadang Kristus bukan saja manusia, tetapi juga kuasa-kuasa kegelapan. Iblis telah menyerang-Nya dengan pencobaan-pencobaannya (Mat. 4), menawarkan semua kerajaan dunia kepada-Nya, jika Ia bersedia sujud menyembah dia, yang dengan jijik disebut Kristus sebagai penguasa dunia ini. Setelah itu Iblis mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik. "Tetapi sekarang," kata Kristus, "Aku melihatnya menghimpun pengikutnya lagi, mempersiapkan serangan gencar, dan dengan demikian berusaha memperoleh apa yang diinginkannya melalui kekerasan karena tidak berhasil mendapatkannya lewat daya pikat." Ini dilakukannya untuk membuat-Nya ketakutan hingga tidak jadi melaksanakan tugas-Nya, karena ia tidak berhasil memikat-Nya untuk membatalkan niat-Nya. Perhatikanlah, pandangan ke depan akan datangnya pencobaan justru akan memberi kita peluang yang besar untuk melawannya. Dengan diperingatkan terlebih dulu, kita bisa mempersenjatai diri dari sekarang. Sementara masih berada di sini, kita dapat melihat bagaimana Iblis terus-menerus datang menyerang kita, dan itulah sebabnya kita harus senantiasa berjaga-jaga.
. Jaminan yang dimiliki-Nya bahwa Ia akan meraih kemenangan gemilang dalam pertempuran itu: Ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku, ouk echei ouden -- Ia sama sekali tidak berkuasa.
(1) Kristus tidak bertindak keliru saat memberikan wewenang kepada penguasa dunia ini dalam melancarkan serangan-serangannya. Dikatakan bahwa Iblis berkuasa atas maut (Ibr. 2:14). Orang Yahudi menyebutnya malaikat maut yang mencabut nyawa orang. Sekarang, karena Kristus tidak pernah berbuat jahat, Iblis tidak berkuasa atas-Nya, dan oleh karena itu, meskipun ia berhasil menyalibkan Dia, ia tidak berhasil membuat-Nya ketakutan. Meskipun berhasil menggiring-Nya menuju kematian, ia tidak dapat membuat-Nya putus asa. Bila Iblis datang untuk membuat kita gelisah, ia menaruh sesuatu di dalam diri kita untuk membuat kita bingung, karena kita semua telah berbuat dosa. Namun, saat hendak membuat merongrong Kristus, tidak ada kesempatan apa pun yang bisa didapatkannya untuk melawan Dia.
(2) Di dalam Kristus tidak ada kejahatan apa pun yang dapat memberikan keuntungan kepada penguasa dunia ini dalam melancarkan pencobaan-pencobaannya. Iblis tidak mampu menghancurkan pekerjaan-Nya dengan menarik-Nya kepada dosa, sebab di dalam diri-Nya tidak ada dosa sedikit pun. Tidak ada suatu pun yang tidak beres yang dapat dipakainya guna melancarkan godaannya, tidak ada bahan bakar untuk dinyalakan. Seperti itulah hakikat-Nya yang murni tanpa cela, yang tidak memungkinkan-Nya untuk berbuat dosa. Semakin besar kepentingan Iblis di dalam diri kita dihancurkan dan dikurangi, semakin tenang kita menghadapi penderitaan dan kematian.
V. Bahwa kepergian-Nya sejalan dengan dan untuk menaati kehendak Bapa-Nya. Iblis tidak mampu mencabut nyawa-Nya dengan paksa, namun Ia memang akan mati: supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa (ay. 31).
Kita dapat memahami ini:
. Sebagai penegasan atas hal yang sering dikatakan-Nya, bahwa pekerjaan-Nya sebagai Pengantara merupakan bukti bagi dunia,
(1) Perihal kesesuaian-Nya dengan Bapa. Melalui hal ini tampaklah bahwa Ia mengasihi Bapa. Sama seperti kematian-Nya bagi manusia menjadi bukti kasih-Nya untuk keselamatan mereka, demikian pula halnya dengan kasih-Nya kepada Allah bahwa Ia mati demi kemuliaan Bapa dan demi menggenapi tujuan-tujuan-Nya. Biarlah dunia tahu bahwa di antara Bapa dan Anak tidak ada kasih yang terhilang. Sama seperti Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya, begitu pula Anak mengasihi Bapa, dan menyerahkan nyawa-Nya ke dalam tangan-Nya.
(2) Perihal ketaatan-Nya kepada Bapa: "Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku -- Aku melakukan yang diperintahkan kepada-Ku dengan cara yang diperintahkan." Perhatikanlah, bukti paling baik dari kasih kita kepada Bapa adalah melakukan seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita. Sama seperti Kristus mengasihi Bapa dan mematuhi-Nya, bahkan sampai mati, demikianlah kita harus mengasihi Kristus dan mematuhi-Nya. Pandangan Kristus pada perintah Bapa membuat-Nya bersedia menderita dan mati, memberi-Nya sukacita dan kemampuan untuk mengalahkan sifat keengganan. Hal ini mengangkat aib salib, yaitu bahwa apa yang dilakukan-Nya adalah atas perintah Bapa. Perintah Allah cukup untuk memampukan kita untuk menanggung hal yang paling dibenci orang lain, dan oleh sebab itu cukup juga bagi kita untuk menanggung apa yang paling berat bagi kita: Inilah kehendak Dia yang menciptakanku, yang mengutusku.
. Sebagai kesimpulan atas apa yang baru saja dikatakan-Nya.
Setelah mengemukakan hal kepergian-Nya, Ia mengakhiri percakapan-Nya dengan, "Supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa." "Kamu akan melihat bagaimana Aku akan menghadapi salib yang sudah ditentukan itu dengan riang hati: Bangunlah, marilah kita pergi dari sini menuju taman, atau, ke Yerusalem." Saat kita membicarakan suatu masalah dari jauh, mudah bagi kita untuk berkata, "Tuhan, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Namun, ketika berada dalam keadaan terjepit, atau ketika salib yang tidak terhindarkan menghadang tugas, dan kita tetap bisa berkata, "Bangunlah, marilah kita pergi dan menghadapinya" dan bukannya menghindar, maka inilah yang membuat dunia tahu, bahwa kita mengasihi Bapa. Bila percakapan ini terjadi pada akhir perjamuan malam, maka sepertinya Ia mengucapkan kata-kata ini sambil bangkit berdiri dan beranjak dari meja makan, lalu pindah ke ruang tamu, di mana Ia bisa berbincang-bincang lebih lanjut dengan lebih bebas dan berdoa bersama murid-murid-Nya. Tanggapan Dr. Goodwin mengenai hal ini adalah bahwa dengan menyampaikan alasan agung mengenai penderitaan-Nya sebagai perintah dari Bapa-Nya, Kristus tidak sabar lagi untuk segera menjalani penderitaan-Nya dan mati, karena Ia khawatir kalau-kalau terlambat menemui Yudas yang hendak menangkap-Nya, "Bangunlah, kata-Nya, marilah kita pergi dari sini." Namun, setelah Ia seolah-olah melihat ke jam pasir dan menyadari bahwa saat-Nya belum tiba, Ia pun duduk kembali dan menyampaikan pesan-pesan berikutnya.
Sekarang:
(1) Melalui kata-kata ini Ia memberikan dorongan kepada murid-murid-Nya untuk tetap mengikut Dia. Ia tidak berkata, Aku harus pergi, melainkan Marilah kita pergi. Ia tidak mengajak mereka mengalami kesukaran begitu saja, tetapi berjalan di depan mereka sebagai pemimpin. Mereka telah berjanji tidak akan meninggalkan Dia: "Ayo," kata-Nya, "marilah kita pergi, mari kita lihat bagaimana kamu akan membuktikan kata-katamu itu."
(2) Ia memberikan teladan kepada mereka, senantiasa mengajar mereka, terutama di saat-saat penuh penderitaan, untuk tidak terlampau terikat pada hal-hal di dunia bawah ini, melainkan sering memikirkan dan berbicara untuk meninggalkan hal-hal duniawi itu. Walaupun kita sedang duduk santai dan berada di tengah percakapan yang menyenangkan, janganlah kita berpikir untuk berada di situ selamanya: Bangunlah, marilah kita pergi dari sini. Seandainya percakapan itu terjadi pada akhir perjamuan malam Paskah dan ekaristi, hal itu mengajarkan kita bahwa kekhidmatan persekutuan kita dengan Allah tidaklah selalu terjadi di dunia ini. Ketika kita duduk di bawah bayang-bayang Kristus dengan sukacita dan berkata, "Betapa bahagianya kami berada di tempat ini," kita harus berpikir untuk bangun dan pergi dari situ, dan turun dari gunung.


SBU

HARI MINGGU II SESUDAH PASKAH
MINGGU, 5 MEI 2019
Renungan Pagi
GB.346 -Berdoa
YESUS : DAMAI SEJAHTERA

Yohanes 14 : 27 - 31
Damai sejahtera Ku-tinggalkan bagimu.  Janganlah gelisah dan gentar hatimu (ay.27)

Hidup kita terasa jauh dari sejahtera, saat seseorang yang kita cintai meninggal. Terlalu banyak hal yang harus dikerjakan dan diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Penolakan rekan kerja atau seorang sahabat atas perbuatan kita. Kesehatan yang
semakin memburuk. Ditengah kekacauan hidup, dunia menawarkan buku-buku yang penuh dengan nasihat tentang bagaimana cara memperoleh kebahagiaan. Obat-obat dan mlnuman keras yang menjanjikan cara menghilangkan kepedihan. Uang menjanjikan kemampuan untuk membeli barang-barang yang membuat bahagia dan sejahtera. Film-film yang menceritakan tentang kebutuhan akan cinta yang lebih balk. Apakah tawaran-tawaran tersebut dapat me-
nolong memperoleh damai sejahtera dalam hidup ini?

Kita boleh saja mencoba segala solusi yang ditawarkan dunia kepada kita. Namun, kita masih juga belum memiliki damai sejahtera di dalam hidup kita. Damai sejahtera tidak berasal dari
dunia atau diri sendirl. Damai sejahtera berasal dari Allah. Damai sejahtera yang Allah berikan sama seperti dam ai sejahtera yang diberikan-Nya kepada Yesus. Meskipun Yesus berada dalam siksaan, hinaan, caci maki, cemooh, di cari-cari kesalahannya oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Bahkan ketika la berada di kayu salib, la tetap merasakan damai sejahtera. Damai sejahtera ada dalam jiwa Yesus. Bahkan Yesus bersabda kepada kita : "Damai sejahtera Ku-tinggalkan bagimu, damai sejahtera-Ku Ku-berikan kepadamu".

Saudara, yakinlah bahwa damai sejahtera ditemukan dalam pibadi yang bernama Yesus. Damai sejahtera itu ada di dalam jiwa kita. Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil, mencuri atau pun menyentuhnya. Jika saudara mencari damai sejahtera, datanglah pada Yesus. la akan memberikan damai sejahtera yang tak akan pernah dapat direbut atau direnggut.

GB.284 : 1,2
Doa : (Kami bersyukur bahwa damai Tuhan diberikan atas kami yang senantiasa diperhadapkan dengan kegelisahan dan ketakutan. Kiranya Roh Kudus membantu kami agar kami dapat mengatasinya dengan damai-Mu yang memberkati)



HARI MINGGU II SESUDAH PASKAH
MINGGU, 5 MEI 2019
Renungan Malam
MENANG MENGATASI MASALAH

Yohanes 16: 25 - 33
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. (ay.33)

Identitas kristiani sering mendatangkan persoalan baru. Penolakan muncul dari orang di sekitar dengan melakukan tindakan diskriminatif dan merusak misalnya perkataan kasar dan dengan cara menghalangi kenaikan pangkat dan jabatan. Bisa juga dalam pemberian nilai yang tidak adil. Atau, kendala dalam mendirikan bangunan gereja. Semua iu terjadi karena iman kita kepada Tuhan Yesus sebagai Anak Allah dan Juruselamat dunia.

Tuhan Yesus menjelaskan bagaimana masa depan murid-murid-Nya. Menjadi murid Yesusjelas adalah sebuah anugerah sebab Tuhan datang untuk menyatakan kasih-Nya bagi kita. Tuhan Yesus tersalib. Tuhan Yesus menyediakan tempat terindah dalam Kerajaan
Sorga. Tuhan Yesus sendiri berdoa bagi keselamatan manusia. Bahkan menguatkan murid-murid-Nya agartidak lemah menghadapi penganiayaan dari para musuh. Penderitaan karena salib Yesus hanya sementara sebab kemenangan sudah tersedia. Tuhan Yesus sudah mengalahkan kejahatan dan kegelapan dunia untuk selama-lamanya. Karenanya, tidak ada yang perlu ditakutkan.

Janji kemenangan Tuhan Yesus adalah kepastian. Tuhan mau supaya kita tidak gelisah dan kecil hati menghadapi kesukaran. Tuhan mau supaya kita bertahan dan tidak kehilangan mahkota kemuliaan. Tuhan mau agar kita jadi pelaku firman dengan mengampuni yang bersalah dan tidak membalas ke}ahatan dengan kejahatan. Atau, jangan-jangan malah kita sengaja membiarkan kejahatan terjadi. Kita justru tidak menolong saudara kita yang
dalam penganiayaan. Perbuatan semacam ini jelas tidak terpuji. Mari saudaraku ubah karakter dan perilaku sesuai kehendak-Nya. Jadilah pemenang dan Iakukan hal-hal terpuji yang memberkati sesama.

GB. 215: 2
Doa : (Bapa Mahakuasa yang mengetahui segala perkara, tolong saudara kami yang malu bersaksi tentang kasih Yesus di tengah lingkungan sekitar. Curahkan Roh Kudus agar mereka dikuatkan menjadi murid-Mu yang mampu mengatasi masalah dengan bijak)





Label:   Yohanes 14:27-31 




German Christian Songs
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 6 Mei 2019 - SATU KELUARGA DALAM KRISTUS - Efesus 2:18-22 - MINGGU II SESUDAH PASKAH

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 4 Mei 2019 - SALING MENERIMA SELAKU SAUDARA SEIMAN - Filemon 1:13-20 - MINGGU I SESUDAH PASKAH

Garis Besar Yohanes

Garis Besar 1 Yohanes

Garis Besar 2 Yohanes

Garis Besar 3 Yohanes





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 20 Oktober - Matius 12-15 Penjelasan Ayat

Hari ini, 20 Oktober - Maz 118:25-119:2, Yer 20-21, 2 Tes 2, Ams 27:1-2

20 Oktober - Yohanes 6:25-40, 1 Petrus 3:8-12, Kidung 4:8-16, Yeremia 51

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Jumat, 18 Oktober 2019
Wanted - Danny Gokey

Rabu, 16 Oktober 2019
What A Beautiful Name - The Brooklyn Tabernacle Choir

Rabu, 16 Oktober 2019
There Was Jesus - Zach Williams and Dolly Parton

Rabu, 16 Oktober 2019
Worthy is the Lamb - Natashia Midori

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
Revival Anthem - Rend Collective

Rabu, 16 Oktober 2019
The steadfast love of the Lord

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Where You Are - Leeland

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Adore Him - Kari Jobe

Selasa, 15 Oktober 2019
All Things Are Possible - Hillsong Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Resurrecting - Elevation Collective, The Walls Group

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



menjadi kenamaan di bumi,   menjadi kenamaan di bumi,   khotbah minggu,20 oktober 2019,   lirik lagu rohani badai prahara,   khotbah johannes 4,21_26,   lirik lagu rohani badai prahara,   lirik lagu rohani badai prahara,   renungan yohanes 4 : 21 - 26,   khotbah bilangan 22,   khotbah bilangan 22,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   Ilustrasi khotbah yohanes 4:21-26,   kumpulan lagu pujian penutup ibadah,   Renungan Wahyu 7:13-17,   you tube karaoke lagu rohani ikut dikau saja tuhan,   Kotbah yohanes 4:21-26,   kidung ceria 125,   download lagu rohani 15 kristen 2019,   khotbah pembacaan zefanya 3 :10-20,   khotbah pembacaan zefanya 3 :10-20,   Hotbah Amsal 22:6,   lagu rohani pengakuan dosa,   refrensi lukas 12:8-12,   kalender liturgi 2019,   catatan khotbah ratapan3:40,   doa persembahan kolekte katolik,   kudaki daki lirik, versi mandarin,   di sebrang sana lagu rohani mp3 download,   di sebrang sana lagu rohani mp3 download,   contoh doa persembahan gke,   download lagu rohani kristen mp3 gratis 2018,   Jamita HKBP. Minggu 20 Oktober 2019. Johannes 4 : 21 - 26,   Jamita Minggu 20 Oktober 2019. Johannes 4 : 21 - 26,   Perikop kotbah joh 4: 21-26.,   notasi angka kj 452,   renungan bacaan injil lukas 12:8-12,   lagu panasnya mata hali,   MP3 music lagu rohani Alfa omega,   MP3 music lagu rohani Alfa omega,   penerangan lukas 12 8-12,   jamita partangiangan jesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   jamita partangiangan jesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   tata ibadah malam akhir tahun keluarga,   catatan khotbah matius 9:18,   catatan khotbah matius 9:18,   Renungan Wahyu 7:13-17,   renungan luk12:8-12.com,   renungan lukas 12:8-12,   pkj 213 gambar not,   pkj 213 gambar not,   lagu rohani tentang doa untuk greja,   lagu pkj 202,   lagu pkj 202,   contoh lagu untuk persekutuan akhir bulan,   lagu pkj 202,   lagu nkb tentang aku dan seisi rumahku,   jamita Evagelum HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   yohanes 4:21-26,   cerita orang samaria yang baik hati,   kotbah untuk tanggal 20 oktober 2019,   tafsiran yer 17:7-8,   kumpulan khotbah Kristen protestan tanggal 20 oktober 2019,   Kumpulan Khotbah Kristen protestan bulan keluarga tanggal 20 oktober 2019,   KHOTBAH LUKAS 16 :19-31,    jamita HKBP. Hata batak. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   Kotbah minggu 20 oktober 2019,   Bacaan liturgi minggu 20 oktober 2019,   Jamita johanes 4:21-26,   download lagu pelengkap kidung jemaat mp3,   not angka untuk lagu tuhan memanggil,   susunan ibadah katolik hari sabtu tanggal 19 october 2019,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah yohanes 4:21-26,   khotbah yohanes 4:21-26,   khotbah yohanes 4:21-26,   khotbah yohanes 4:21-26,   lagu rohani untuk persembahan,   donload lagu nikita ku sembah engkau yesus,   download lagu mawar sharoon,   free download mp3 lagu penyembahan gereja gms,   Khotbah GKI Yohanes 4:21-26,   lagu penutup ibadah kristen,   lagu rohani seperti rusa merindukan sungai hemy pesolima,   lagu rohani seperti rusa merindukan sungai hemy pesolima,   lirik lagu dia harus makin bertambah,   injil 20 oktober 2019,   injil 20 oktober 2019,   injil 20 oktober 2019,   lagu untuk persembahan,   sabda bina umat oktober 2019,   khotbah anak muda dari kitab pengkhotbah 11:9,   Jamita johannes 4:21-26,   tafsir yohanes 6: 1-15,   ilustrasi tentang amsal 10 :1,   nast khotba zefanya 3 : 9 - 20,   Nats khotbah kisah para rasul 20-21-31,   nast khotba zefanya 3 : 9 - 20,   Nats khotbah kisah para rasul 20-21-31,   pujian rohani kristen penutup ibadah,   khotbah amsal 22:8-12,   bacaan injil harian tgl 18 oktober calender liturgi 2019,   ringkasan khotbah mazmur 25: 8-15,   ringkasan khotbah mazmur 25: 8-15,   mars pkb gpib,   mars pkb gpib,   khotbah Hakim-hakim 6:15-23,   lagu ibadah pemuda,   not dan angka pkj 36,   lagu rohani sebelum doa syafaat,   renungan amsal 3:17-30,   lagu lagu pengakuan dosa,   lagu lagu pengakuan dosa,   Renungan amsal 13:3,   lagu kanon rohani,   renungan lukas 12:12-18,   renungan lukas 12:12-18,   dialah yang maha tinggi chord,   bimbinglah niat hamba,   kalender.katolik bln oktober .2019,   lagu untuk penutup ibadah,   lagu liturgi hari minggu tgl 20-oktober-2019,   khotbah tentang hidup ini hanya sementara,   lagu paduan suara rohani kristen mazmur 150,   kalender liturgi 2019,   kalender liturgi 2019,   lagu paduan suara rohani kristen mazmur 150,   khotbah amsal 22:8-12,   liturgi ibadah kedukaan,   zefanya 3 9-20,   contoh kata sambutan kristen,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   album gms baru,   khotbah hari pekan pemuda tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   daftar lagu baru gms,   lagu rohani untuk penutup ibadah,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   khotba filipi 2:1-11,   bacaan injil bulan oktober 2019,   lagu gereja mp3,   download lagu kubri yang terbaik gms,   cache:0Zr0zI7toXoJ:https://www.lagu-gereja.com/index.php?ipage=12104,   Renungan Mazmur 119:32-33,   khotbah zakaria 3:9-20,   lagu gereja pagi,   kalender katolik 2019,   khotbah kisah para rasul 5 ayat 26 sampai 32,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   lagu penutup ibadah,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   khotbah Matius 7 ayat 15 sampai 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   jamita johannes4,21-26,   jamita minggu 20 oktober 2019 sian Johannes 4:21-26,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   perikop yesaya 2:2-5,   Glory haleluya lagu natal alfa trio,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   lagu kantri rohani kidung jemaat mp3,   lagu persembahan,   tata ibadah penghiburan gki di tanah papua,   Ruhanga Ninkuhimbisa,   lagu penutup ibadah,