Dilihat: 286 x

Save Page
Kisah Para Rasul 5:26-42
Rasul-rasul di hadapan Mahkamah Agama -- Nasihat Gamaliel
5:26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka. 5:27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, 5:28 katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami." 5:29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. 5:30 Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. 5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. 5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia." 5:33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu. 5:34 Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar. 5:35 Sesudah itu ia berkata kepada sidang: "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! 5:36 Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap. 5:37 Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya. 5:38 Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, 5:39 tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima. 5:40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan. 5:41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. 5:42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.


Penjelasan:


* Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel ( Kis 5:26-42)
    Kita tidak diberi tahu apa yang dikhotbahkan para rasul kepada orang banyak. Sudah pasti khotbah mereka itu sesuai dengan bimbingan malaikat, yaitu tentang firman hidup. Namun apa yang terjadi antara mereka dan Mahkamah Agama tercatat di sini, karena dalam penderitaan mereka, kekuasaan dan kekuatan ilahi lebih tampak daripada dalam khotbah mereka sekalipun. Di sini kita menjumpai,
        I. Penangkapan para rasul untuk kedua kalinya. Mungkin kita berpikir, jika Allah merencanakan hal ini, "Mengapa mereka diselamatkan dari penahanan mereka yang pertama?" Namun penahanan pertama dimaksudkan untuk merendahkan para penganiaya yang sombong dan menahan kemarahan mereka. Dan sekarang Allah ingin menunjukkan bahwa para rasul dibebaskan bukan karena mereka takut diadili, karena mereka siap menyerahkan diri dan tampil di hadapan musuh-musuh mereka yang terbesar.
            1. Pengawal-pengawal membawa mereka tanpa kekerasan, dengan sikap hormat dan lunak. Mereka tidak menarik para rasul turun dari mimbar, mengikat mereka, atau menyeret mereka pergi, melainkan mendatangi mereka dengan hormat. Orang mungkin berpikir bahwa mereka berbuat demikian karena menghormati Bait Suci, tempat yang suci itu. Atau mungkin juga karena takut kepada para rasul, jangan sampai para rasul menghajar mereka seperti yang mereka lakukan terhadap Ananias, atau memanggil api dari sorga ke atas mereka, seperti yang dilakukan Elias. Namun sesungguhnya, yang menghalangi mereka menggunakan kekerasan adalah rasa takut terhadap orang banyak, yang begitu menghormati para rasul sehingga pasti akan melempari mereka dengan batu jika mereka menganiaya para rasul.
            2. Walaupun begitu, mereka membawa para rasul itu kepada orang-orang yang, mereka ketahui, kejam terhadap mereka, dan telah memutuskan untuk menggunakan kekerasan terhadap mereka (ay. Kis 5:27): mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama sebagai penjahat.
        Dengan demikian, kekuasaan yang seharusnya menjadi ancaman bagi perbuatan-perbuatan jahat dan para pelaku kejahatan justru menjadi ancaman bagi perbuatan-perbuatan baik dan para pelaku kebaikan.
        II. Pemeriksaan mereka. Setelah mereka dibawa ke hadapan majelis terhormat, Imam Besar, sebagai pembicara sidang, menyampaikan apa yang menjadi tuduhan mereka (ay. Kis 5:28).
            1. Bahwa mereka melanggar perintah penguasa, dan tidak mau tunduk pada peraturan dan larangan yang diberikan kepada mereka (ay. Kis 5:28). "Bukankah dengan keras kami, sebagai pihak berwenang, melarang kamu mengajar dalam Nama itu, karena kami sangat tidak menyukainya? Namun kamu telah melanggar perintah kami, dan terus saja berkhotbah, bukan hanya tanpa seizin kami, namun juga melawan perintah langsung dari kami." Seperti itulah orang-orang yang melanggar perintah Allah biasanya sangat keras memberlakukan perintah-perintah mereka sendiri, dan memaksakan kekuasaan mereka sendiri. Dengan keras kami melarang kamu. Ya, memang, tetapi bukankah pada saat yang sama Petrus sudah memberi tahu mereka bahwa wewenang Allah lebih tinggi daripada wewenang mereka, dan perintah-Nya harus menggantikan perintah mereka? Dan mereka sudah melupakan ini.
            2. Bahwa mereka sudah menyebarkan ajaran sesat di antara orang banyak, atau setidaknya satu ajaran khusus, yang tidak diperbolehkan oleh umat Yahudi, dan tidak sesuai dengan yang disampaikan dari kursi Musa. "Kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu, dan dengan demikian telah mengganggu ketenangan masyarakat, dan membuat orang-orang mundur dari apa yang selama ini berlaku di antara umat Yahudi." Beberapa orang menganggap ini sebagai perkataan yang sombong dan menghina: "Ajaranmu yang tolol dan bodoh ini tidak pantas untuk diperhatikan, tetapi kamu membuat banyak keributan dengannya, sehingga Yerusalem, kota yang besar dan kudus itu pun penuh dengan ajaranmu, dan itu saja yang dibicarakan di kota itu." Mereka marah karena orang-orang yang mereka pandang hina telah menjadi orang penting.
            3. Bahwa mereka bermaksud jahat terhadap pemerintah, dan bertujuan menghasut orang banyak, dengan menggambarkannya sebagai pemerintah yang jahat dan bengis, dan pantas dibenci Allah dan manusia: "Kamu hendak menanggungkan darah Orang itu, kesalahan di hadapan Allah, dan aib di hadapan manusia, kepada kami." Dengan cara ini mereka menuduh para rasul bukan hanya memberontak dan menghina pengadilan, melainkan juga menghasut dan memecah-belah. Mereka menuduh para rasul berencana menghasut orang banyak supaya melawan mereka, karena telah menganiaya sampai mati orang yang, bukan hanya benar-benar tidak bersalah, namun juga sangat baik dan hebat, yaitu Yesus. Juga menghasut orang-orang Romawi, karena mereka telah menyeret orang-orang Romawi ke dalam masalah itu. Lihatlah di sini bagaimana orang-orang yang sangat pongah mau melakukan kejahatan namun tidak tahan mendengar tentang kejahatan mereka itu sesudahnya, atau jika dituduh atas perbuatan itu. Ketika mereka sedang bersemangat melakukan penganiayaan itu, mereka dapat berteriak dengan cukup berani, "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami! Biarlah kami memikul kesalahan selamanya." Tetapi sekarang, saat mereka mempunyai waktu untuk berpikir dengan tenang, mereka merasa sangat terhina jika darah-Nya ditanggungkan ke atas mereka. Demikianlah mereka dituduh dan dihukum oleh hati nurani mereka sendiri, dan takut menanggung kesalahan, padahal tadinya tidak takut melibatkan diri.
        III. Jawaban para rasul atas tuduhan yang disampaikan kepada mereka: Petrus dan rasul-rasul itu semuanya membicarakan pokok yang sama. Apakah diperiksa secara terpisah, atau menjawab bersama-sama, mereka berbicara sesuai perkataan yang diberikan Roh yang satu dan sama, dengan mengandalkan janji Tuan mereka, bahwa, kalau mereka dibawa ke hadapan mahkamah-mahkamah, apa yang harus mereka katakan, akan dikaruniakan kepada mereka pada saat itu juga.
            1. Mereka membenarkan ketidaktaatan mereka pada perintah Mahkamah Agama, betapapun tingginya mahkamah itu (ay. Kis 5:29): Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Mereka tidak membuat pembelaan dengan kuasa yang mereka miliki untuk membuat mujizat. Kuasa ini sudah cukup membela mereka, oleh karena itu dengan rendah hati mereka tidak mau menyebutnya sendiri. Namun mereka menggunakan kebenaran umum yang diakui semua orang, yang bahkan hati nurani alami pun menganutnya, dan yang membenarkan perkara mereka. Allah telah memerintahkan mereka untuk mengajar dalam nama Kristus, dan oleh karena itu mereka harus melakukannya, walaupun imam-imam kepala melarang mereka. Perhatikanlah, penguasa-penguasa itu giat menentang Allah, dan mempunyai banyak hal yang harus dipertanggungjawabkan, tetapi menghukum manusia karena tidak taat kepada mereka dalam melaksanakan tugas bagi Allah.
            2. Mereka membenarkan diri dalam melakukan apa yang mereka mampu untuk memenuhi Yerusalem dengan ajaran Kristus. Walaupun, dalam memberitakan Dia, mereka memang benar-benar mencela orang-orang yang membunuh Dia dengan penuh kebencian. Jika dengan demikian mereka menanggungkan darah-Nya ke atas mereka, itu karena kesalahan mereka sendiri. Bahwa mereka mengabarkan Kristus dan Injil-Nya, itu dituduhkan kepada mereka sebagai sebuah kejahatan. "Sekarang," kata mereka, "kami akan memberi tahu kalian siapa Kristus ini, dan apa Injil-Nya, dan kemudian silakan kalian menilai apakah kami tidak boleh mengabarkannya. Dan kami akan memakai kesempatan ini untuk memberitakannya kepadamu, baik kamu mau mendengar atau tidak."
                (1) Imam-imam kepala diberi tahu secara terang-terangan penghinaan yang mereka lakukan terhadap Yesus: "Dia kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Kamu tidak bisa menyangkalnya." Para rasul, bukannya membuat alasan, atau meminta ampun kepada mereka karena menanggungkan darah-Nya ke atas mereka, malah mengulangi tuduhan itu dan mempertahankannya: "Kamulah yang membunuh Dia. Itu adalah tindakan dan perbuatan kamu." Perhatikanlah, jika orang tidak mau mendengar tentang kesalahan mereka, itu bukanlah alasan yang tepat mengapa mereka sebaiknya tidak terus diberi tahu. Alasan yang sering dibuat untuk tidak menegur dosa adalah karena zaman ini tidak tahan ditegur. Namun orang yang memiliki tugas menegur tidak boleh terpengaruh oleh hal ini. Zaman ini harus terus bertahan dan akan terus bertahan. Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Serukanlah kuat-kuat, janganlah takut-takut!
                (2) Mereka juga diberi tahu kehormatan apa yang Allah berikan kepada Yesus, dan lalu membiarkan mereka menilai siapa yang benar, para penganiaya ajaran-Nya atau para pemberitanya. Dia menyebut Allah sebagai Allah nenek moyang kita, bukan hanya kami tetapi juga kalian, untuk menunjukkan bahwa dalam memberitakan Kristus mereka bukan memberitakan allah baru, atau mengajak orang banyak untuk datang dan menyembah allah-allah lain. Mereka juga tidak membuat penetapan yang bertentangan dengan penetapan dari Musa dan nabi-nabi, melainkan taat dan setia kepada Allah nenek moyang bangsa Yahudi. Dan nama Kristus yang mereka beritakan menggenapi janji-janji yang diberikan kepada para nenek moyang dan kovenan yang Allah adakan dengan mereka, serta juga pelambang dan bayang-bayang hukum yang Dia berikan kepada mereka. Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, adalah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Lihatlah penghormatan yang Allah berikan kepada-Nya.
                    [1] Dia telah membangkitkan Yesus. Allah melayakkan Dia, dan memanggil Dia untuk tugas-Nya yang mulia. Kelihatannya ini berkenaan dengan janji yang Allah berikan melalui Musa, Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi. Allah membangkitkan Dia dari ketidakjelasan dan memuliakan Dia. Atau, ini mungkin berarti Allah membangkitkan-Nya dari kubur: "Engkau membunuh Dia, tetapi Allah telah menghidupkan Dia kembali, sehingga Allah dan kamu jelas-jelas bertentangan mengenai Yesus ini. Dan kepada siapakah kami harus memihak?"
                    [2] Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya, hypsose – telah mengangkat dia. "Engkau membebani Dia dengan penghinaan, tetapi Allah telah memahkotai Dia dengan kehormatan. Jadi, bukankah kita harus menghormati Dia yang telah diberi Allah kehormatan di atas segala kehormatan?" Dia telah ditinggikan oleh Allah sendiri, tē dexia autou – dengan tangan kanan-Nya, yakni dengan kuasa yang dikeluarkan-Nya. Kristus dikatakan hidup karena kuasa Allah. Atau, ke sebelah kanan-Nya, untuk duduk, berdiam, dan memerintah di situ. "Allah telah memberi Dia kekuasaan tertinggi, dan oleh karena itu kita harus mengajar dalam nama-Nya, karena Allah telah mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama."
                    [3] "Allah menetapkan Dia menjadi Pemimpin dan Juru Selamat, dan oleh karena itu kami harus berkhotbah dalam nama-Nya, dan memberitakan hukum-hukum pemerintahan-Nya karena Dia adalah Pemimpin, dan memberitahukan tawaran-tawaran anugerah-Nya karena Dia adalah Juru Selamat." Perhatikanlah, kita tidak dapat menjadikan Kristus sebagai Juru Selamat kita, kecuali kita bersedia menerima Dia sebagai Pemimpin kita. Kita tidak dapat berharap ditebus dan disembuhkan oleh Dia, kecuali kita menyerahkan diri untuk diperintah oleh-Nya. Hakim-hakim di masa lalu adalah juru selamat-juru selamat. Kristus memerintah supaya Dia dapat menyelamatkan. Sedangkan iman yang sepenuhnya menerima Kristus maksudnya bukan untuk menyelamatkan kita dalam dosa-dosa kita, melainkan untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.
                    [4] Kristus ditetapkan sebagai Pemimpin dan Juru Selamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Oleh karena itu mereka harus berkhotbah dalam nama-Nya kepada bangsa Israel, karena anugerah-anugerah-Nya dimaksudkan terutama dan teristimewa untuk mereka. Dan tidak ada orang yang sungguh-sungguh mencintai tanah airnya yang dapat menentang ini. Mengapa para penguasa dan tua-tua Israel harus menentang seseorang yang datang untuk memberkati Israel dengan pertobatan dan pengampunan? Seandainya Dia ditinggikan untuk memberi kebebasan bagi Israel dari kuk Romawi, dan memberi kekuasaan atas bangsa-bangsa di sekitar mereka, imam-imam kepala pasti sudah menyambut-Nya dengan sepenuh hati. Namun pertobatan dan pengampunan dosa adalah berkat-berkat yang tidak mereka hargai dan tidak mereka pandang perlu bagi diri mereka, dan karena itu mereka sama sekali tidak dapat menerima ajaran-Nya. Perhatikanlah di sini,
                    pertama, pertobatan dan pengampunan berjalan beriringan. Di mana pun ada pertobatan, pengampunan pasti diberikan, dan anugerah ini diberikan kepada semua orang yang dilayakkan untuk itu. Di lain pihak, tidak ada pengampunan tanpa pertobatan. Tidak ada seorang pun yang dibebaskan dari kesalahan dan hukuman dosa kecuali orang-orang yang dibebaskan dari kekuasaan dan penjajahan dosa, yang berbalik dari dosa dan melawannya.
                    Kedua, Yesus Kristus-lah yang memberikan, dan diberi kekuasaan untuk memberikan, pertobatan dan sekaligus pengampunan. Apa saja yang diperlukan dalam kovenan Injil dijanjikan. Apakah kita ditetapkan untuk bertobat? Kristus ditetapkan untuk memberikan pertobatan, dengan cara Roh-Nya bekerja dengan firman, menyadarkan hati nurani, menimbulkan penyesalan yang sungguh-sungguh akan dosa, dan mengubah hati dan hidup. Hati yang baru adalah hasil pekerjaan-Nya, dan jiwa yang hancur adalah korban sembelihan yang Dia sediakan. Seandainya Dia memberikan pertobatan tetapi tidak memberikan pengampunan, berarti Dia meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Lihatlah betapa pentingnya kita bertobat, dan menyerahkan diri kita kepada Kristus dengan iman supaya anugerah-Nya mengerjakan pertobatan dalam diri kita.
                    [5] Semua ini benar-benar dibuktikan,
                    pertama, oleh para rasul sendiri. Mereka siap bersaksi di bawah sumpah jika perlu, bahwa mereka telah melihat Dia hidup setelah kebangkitan-Nya, dan melihat Dia naik ke sorga. Dan juga bahwa mereka mengalami kuasa anugerah-Nya atas hati mereka, dan mengangkat mereka sampai jauh melampaui kemampuan alamiah mereka. "Kami adalah saksi, ditetapkan oleh-Nya untuk memberitakan ini kepada dunia. Jika kami diam saja, seperti yang kamu perintahkan kepada kami, maka kami akan mengkhianati dan melanggar kepercayaan." Ketika suatu perkara sedang diadili, saksi-saksi, di antara semua orang, tidak boleh dibungkam, karena hasil perkara itu tergantung dari kesaksian mereka.
                    Kedua, oleh Roh Allah: "Kami adalah saksi-saksi, yaitu saksi-saksi yang memadai, dan yang kesaksiannya layak di hadapan pengadilan manusia mana pun." Namun ini belum semuanya: "Roh Kudus adalah saksi, yaitu saksi dari sorga, karena Allah memberikan karunia-karunia dan anugerah-anugerah-Nya kepada orang-orang yang taat kepada Kristus. Kami harus berkhotbah dalam nama ini, karena untuk tujuan inilah Roh Kudus diberikan kepada kami, dan kami tidak dapat menahan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Perhatikanlah, diberikannya Roh Kudus kepada orang-orang percaya yang taat, bukan hanya untuk membawa mereka kepada ketaatan dalam iman, melainkan juga supaya mereka benar-benar berguna dalam iman mereka itu. Inilah bukti yang sangat kuat mengenai kebenaran Kekristenan. Allah memberikan Roh Kudus melalui Anak-Nya dan dalam nama-Nya (Yoh. 14:26), dan untuk menjawab doa-Nya (Yoh. 14:16). Bahkan, Kristus-lah yang mengutus Dia dari Bapa (Yoh. 15:26; 16:7), dan ini membuktikan kemuliaan yang Bapa berikan sewaktu meninggikan Dia. Karya besar Roh Kudus bukan hanya membenarkan Kristus (1Tim. 3:16), melainkan juga memuliakan dia. Dan semua karunia-Nya bertujuan langsung untuk memuliakan nama-Nya, yang membuktikan bahwa ajaran-Nya berasal dari Allah, karena jika tidak berasal dari Allah, itu tidak akan disertai dengan kuasa ilahi. Dan yang terakhir, diberikannya Roh Kudus kepada mereka yang taat kepada Kristus, adalah untuk menolong mereka dalam ketaatan maupun sebagai imbalan saat ini atas ketaatan mereka. Ini adalah bukti yang nyata bahwa Allah menghendaki supaya Kristus ditaati. "Jadi, putuskanlah apakah kami harus menaati kalian dan melawan Dia."
        IV. Kesan yang ditimbulkan dari pembelaan diri rasul-rasul di hadapan pengadilan. Apa yang terjadi sama sekali bertentangan dengan yang diharapkan oleh orang-orang yang mengaku-ngaku berakal budi, terpelajar, dan kudus. Pastilah pernyataan para rasul yang begitu masuk akal itu seharusnya dapat membersihkan kebersalahan si tahanan, dan mengubah pandangan para hakim. Tetapi bukannya mengalah, para imam dan tua-tua Yahudi justru mengamuk karenanya, dan penuh dengan,
            1. Murka terhadap apa yang dikatakan oleh para rasul. Sangatlah tertusuk hati mereka, gusar melihat dosa mereka sendiri dibentangkan di hadapan mereka. Mereka sangat marah melihat Injil Kristus memiliki pembelaan diri yang begitu kuat dan karenanya mungkin mendapat dukungan. Ketika sebuah khotbah disampaikan kepada orang banyak mengenai pokok ini, hati mereka sangat terharu, sangat menyesal dan sedih ( Kis 2:37). Tetapi di sini sangatlah tertusuk hati mereka dengan kegusaran dan kemarahan. Begitulah, Injil itu bagi sebagian orang adalah bau kehidupan yang menghidupkan, sedangkan bagi yang lainnya bau kematian yang mematikan. Musuh-musuh Injil bukan hanya dicabut dari kenikmatan-kenikmatannya, tetapi juga memenuhi diri mereka dengan ketakutan-ketakutan, dan menyiksa diri mereka sendiri.
            2. Dengan kebencian terhadap para rasul. Karena mereka menyadari tidak ada cara lain untuk menghentikan kata-kata mereka selain dengan menghentikan nafas mereka, mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu, dengan harapan supaya mereka dapat menghentikan pekerjaan itu. Sementara rasul-rasul meneruskan pelayanan mereka bagi Kristus, dengan rasa aman yang kudus dan pikiran yang teduh, benar-benar tenang, dan kegembiraan yang manis di antara mereka sendiri, penganiaya-penganiaya mereka meneruskan perlawanan terhadap Kristus dengan pikiran yang selalu bingung dan gelisah, dan jengkel pada diri mereka sendiri.
        V. Nasihat penting yang diberikan Gamaliel, seorang anggota Mahkamah Agama yang terkemuka, pada kesempatan ini, yang dimaksudkan untuk meredakan kemarahan orang-orang fanatik ini, dan menghalangi tindakan kekerasan. Gamaliel ini di sini disebut sebagai seorang Farisi karena pekerjaan dan aliran agamanya, dan karena jabatannya seorang ahli Taurat, orang yang mempelajari kitab-kitab Perjanjian Lama, memberi kuliah mengenai tulisan-tulisan para penulis kudus, dan mendidik murid-murid dalam pengetahuan tentang hal-hal tersebut. Paulus dibesarkan di bawah pimpinan Gamaliel ( Kis 22:3), dan menurut tradisi, demikian pula Stefanus dan Barnabas. Ada yang mengatakan bahwa Gamaliel adalah anak Simeon yang menggendong Kristus ketika Dia diserahkan di dalam Bait Allah, dan cucu Hilel yang terkenal. Di sini dikatakan dia sangat dihormati seluruh orang banyak karena kebijaksanaan dan perilakunya. Jadi tampaknya dia adalah orang yang lunak, dan tidak suka bertindak beringas. Orang yang tenang dan penuh kemurahan hati kepada sesama pantas dihormati karena menghalangi para penghasut, yang jika tidak dihalangi akan menghasut seluruh dunia. Nah, perhatikanlah di sini,
            1. Peringatan yang dia berikan kepada Mahkamah Agama berkaitan dengan perkara di hadapan mereka: Dia meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar, supaya dia dapat berbicara dengan lebih terbuka, dan mendapatkan jawaban yang lebih terbuka pula. Sudah sepantasnya jika para tahanan disuruh mundur ketika perkara mereka diperdebatkan. Lalu dia mengingatkan sidang tentang pentingnya masalah ini, yang dalam keadaan marah tidak dapat mereka pertimbangkan dengan sebagaimana mestinya: Hai orang-orang Israel, katanya, pertimbangkanlah baik-baik, pikirkanlah dahulu apa yang kamu lakukan, atau hendak kamu perbuat, terhadap orang-orang ini (ay. Kis 5:35). Ini bukanlah perkara biasa, dan karena itu tidak boleh diputuskan dengan terburu-buru. Dia memanggil mereka orang-orang Israel untuk menekankan peringatan ini: Kalian adalah orang-orang yang harus dikendalikan oleh akal budi, janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal. Kamu adalah orang-orang Israel, yang harus dikendalikan oleh pewahyuan, janganlah seperti orang-orang asing dan orang-orang tidak percaya yang tidak menghormati Allah dan firman-Nya. Pertimbangkanlah baik-baik sekarang kemarahanmu terhadap orang-orang ini, supaya tidak menantang malapetaka. Perhatikanlah, penganiaya-penganiaya umat Allah sebaiknya berhati-hati, supaya tidak jatuh ke dalam lubang yang mereka gali. Kita harus berhati-hati mengenai siapa yang kita persulit, supaya jangan sampai membuat hati orang-orang benar sedih.
            2. Perkara-perkara yang dia kutip untuk membuka jalan bagi pendapatnya. Dua contoh yang dia berikan adalah mengenai orang-orang yang suka memecah-belah dan menghasut (seperti anggapan mereka tentang para rasul), yang usaha-usahanya tidak berhasil. Dia menyimpulkan bahwa, jika orang-orang ini memang seperti yang mereka gambarkan, akibatnya akan gagal dengan sendirinya, dan Allah Sang Pemelihara akan mengecoh dan mengalahkan orang-orang ini, sehingga mereka tidak perlu dianiaya sekarang.
                (1) Ada seorang Teudas, yang membuat banyak kegaduhan selama beberapa waktu, sebagai orang yang diutus oleh Allah. Dia mengaku dirinya seorang istimewa, seorang yang sangat penting, seorang guru atau raja, dengan tugas dari Allah untuk melakukan perubahan besar-besaran di dalam gereja atau pemerintahan. Di sini Gamaliel mempelajari beberapa hal (ay. Kis 5:36) tentang dia,
                    [1] Seberapa jauh dia berhasil: "Secara keseluruhan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut. Mereka bergabung dengan dia, karena tidak tahu apa yang harus mereka lakukan sendiri, atau berharap dapat memperbaiki diri mereka. Dan pada waktu itu tampaknya mereka merupakan suatu perkumpulan yang hebat.
                    [2] Seberapa cepat semua keinginannya hancur: "Ketika ia dibunuh" (mungkin dalam perang) "tidak ada lagi yang harus dilakukan, karena cerai-berailah seluruh pengikutnya, dan mereka lenyap seperti salju yang meleleh di bawah panas matahari. Sekarang bandingkanlah perkara itu dengan yang ini. Kamu sudah membunuh Yesus, pemimpin kelompok ini. Kamu sudah menyingkirkan Dia. Nah, jika Dia, seperti yang kamu katakan, adalah seorang penipu dan suka mengada-ada, maka kematian-Nya, seperti kematian Teudas, akan mematikan perjuangan-Nya, dan membubarkan seluruh pengikut-Nya." Dari apa yang sudah terjadi, kita bisa menduga apa yang akan terjadi dalam perkara sejenis. Dengan membunuh si gembala, kawanan domba akan tercerai-berai. Dan, jika Allah damai sejahtera tidak membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung, maka saat Dia mati seluruh kawanan domba akan tercerai-berai dan tidak akan bangkit kembali.
                (2) Perkara ini sama dengan Yudas, seorang Galilea (ay. Kis 5:37). Perhatikanlah,
                    [1] Usaha yang dia lakukan. Dikatakan sesudah dia, menurut beberapa orang selain dia, atau biarlah saya katakan sesudah dia. Orang menduga bahwa pemberontakan Yudas terjadi jauh sebelum pemberontakan Teudas, karena pemberontakan Yudas terjadi pada waktu pendaftaran penduduk, yaitu pada waktu kelahiran Juru Selamat kita (Luk. 2:1), dan Teudas adalah yang dibicarakan oleh Yosefus, yang memberontak pada masa Cuspius Fadus (seorang prokurator atau wakil Kaisar yang mengurus masalah keuangan dan administrasi – pen.). Tetapi Cuspius Fadus menjabat pada masa pemerintahan Kaisar Claudius, beberapa tahun setelah Gamaliel membicarakan ini, dan oleh karena itu tidak mungkin Teudas yang sama. Tidak mudah menentukan kapan tepatnya peristiwa-peristiwa ini terjadi, atau apakah pendaftaran penduduk ini sama dengan yang terjadi pada waktu kelahiran Juru Selamat kita atau yang terjadi kemudian. Beberapa orang berpikir Yudas orang Galilea ini sama dengan Yudas orang Gauloni yang dibicarakan oleh Yosefus. Mungkin saja kasus-kasus ini adalah yang belum lama terjadi dan masih segar dalam ingatan. Yudas yang ini menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, yaitu orang-orang yang mempercayai segala pernyataannya. Namun,
                    [2] Usahanya itu digagalkan, dan itu terjadi tanpa campur tangan apa pun dari Mahkamah Agung, atau larangan apa pun dari mereka. Hal itu tidak perlu, karena ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya, orang-orangyang terhasut oleh dia. Sudah banyak yang dengan bodohnya menyia-nyiakan hidup mereka, dan membawa orang lain ke dalam jerat yang sama, karena iri pada kebebasan mereka, pada waktu pendaftaran penduduk. Seharusnya mereka merasa puas ketika pemeliharaan Allah sudah menetapkan, takluklah kepada raja Babel.
            3. Pendapatnya tentang seluruh persoalan itu.
                (1) Bahwa mereka sebaiknya tidak menganiaya rasul-rasul (ay. Kis 5:38): Karena itu aku berkata kepadamu, ta nyn – untuk saat ini, nasihatku adalah, "Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Jangan menghukum mereka atas apa yang telah mereka lakukan, atau menahan mereka untuk tidak melanjutkan usaha mereka. Abaikan saja mereka, biarkan mereka mengambil jalan mereka sendiri, janganlah kita apa-apakan mereka." Tidak pasti apakah dia mengatakan ini untuk kepentingan politik, karena takut membuat marah rakyat atau orang-orang Romawi dan menimbulkan kerusakan lebih lanjut. Rasul-rasul tidak berusaha melakukan apa pun dengan memakai kekuatan lahiriah. Senjata perang mereka bukanlah senjata lahiriah, jadi mengapa harus menggunakan kekuatan lahiriah untuk melawan mereka? Mungkin juga dia menyadari, setidaknya ada ke-mungkinan ajaran Kristen benar, dan karenanya berhak diperlakukan dengan lebih baik, setidaknya diperiksa dengan adil. Atau mungkin itu hanya bahasa orang yang jiwanya lembut dan tenang, yang menentang penganiayaan karena hati nurani. Atau barangkali Allah menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya di luar keinginannya sendiri, untuk membebaskan rasul-rasul saat itu. Kita yakin ada pemeliharaan Allah yang berkuasa di dalamnya, sehingga hamba-hamba Kristus bukan hanya bebas, melainkan bebas secara terhormat.
                (2) Bahwa mereka harus menyerahkan persoalan tersebut kepada pemeliharaan Allah: "Tunggu saja hasilnya, dan lihat apa yang akan terjadi. Jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, tentu akan bertahan, walaupun kamu mengerahkan seluruh kekuatan dan kekuasaanmu." Hal yang ternyata jahat dan tidak bermoral harus ditekan. Kalau tidak, percuma saja hakim memiliki wewenang. Tetapi jika hal itu kelihatan baik, dan ada keraguan apakah itu berasal dari Allah atau manusia, maka yang terbaik adalah membiarkannya saja, dan membiarkannya mengalami nasibnya sendiri, jangan menggunakan kekuatan lahiriah untuk menekannya. Kristus memerintah dengan kekuatan kebenaran, bukan dengan pedang. Apa yang ditanyakan oleh Kristus mengenai baptisan Yohanes, Dari sorga atau dari manusia? adalah pertanyaan yang pantas ditanyakan berkaitan dengan ajaran dan baptisan rasul-rasul, yang mengikuti Kristus, sama seperti Yohanes Pembaptis sebelum dia. Karena sebelumnya mereka sudah mengakui bahwa mereka tidak bisa membedakan, apakah itu berasal dari sorga atau dari manusia, maka mereka tidak boleh terlalu yakin bahwa ajaran para rasul itu berasal dari manusia. Lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan, tetapi inilah alasannya mengapa mereka sebaiknya jangan dianiaya.
                    [1] Jika maksud dan perbuatan mereka, yang membentuk suatu perkumpulan dan mempersatukannya dalam nama Yesus, berasal dari manusia, tentu akan lenyap. Jika maksud dan perbuatan mereka itu berasal dari kebodohan pikiran cacat manusia yang tidak menyadari perbuatan mereka, biarkanlah mereka sebentar, maka mereka pasti akan semakin lemah, dan kebodohan mereka pun akan nyata bagi semua orang, dan mereka akan menjadikan diri mereka bahan tertawaan. Jika itu adalah maksud dan perbuatan hasil siasat dan rancangan manusia, yang di balik penampilan agamawinya sedang mendirikan suatu kepentingan duniawi, biarkanlah mereka sebentar, mereka pasti akan menanggalkan topengnya, dan kebejatan mereka akan nyata bagi semua orang, dan mereka akan dibenci. Allah Sang Pemelihara tidak akan pernah mengizinkannya. Tentu akan lenyap sebentar lagi, dan jika demikian, kamu benar-benar tidak perlu menganiaya atau melawannya. Tidak ada alasan untuk menyulitkan dirimu sendiri, dan mendatangkan kebencian bagi dirimu sendiri, dengan membunuh apa yang, jika kamu beri waktu sedikit, akan mati dengan sendirinya. Menggunakan kekuasaan ketika tidak diperlukan berarti menyalahgunakan kekuasaan itu. Tetapi,
                    [2] "Jika ternyata terbukti (dan sebagai orang-orang yang bijaksana kamu pun pernah membuat kesalahan) bahwa maksud dan perbuatan mereka berasal dari Allah, bahwa para pengkhotbah ini mendapatkan tugas dan perintah dari-Nya, bahwa mereka benar-benar utusan-utusan-Nya bagi dunia seperti nabi-nabi Perjanjian Lama, maka bagaimana pendapatmu tentang menganiaya mereka, tentang usahamu untuk membunuh mereka? Kamu haruslah menyimpulkannya sebagai,"
                    Pertama, "Usaha yang sia-sia melawan mereka. Kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini, karena tidak ada hikmat dan pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN. Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa." Inilah yang bisa menghibur semua orang yang memihak Allah dengan sungguh-sungguh, yang matanya hanya tertuju kepada kehendak-Nya sebagai hukum mereka, dan kemuliaan-Nya sebagai tujuan mereka. Bahwa, apa pun yang berasal dari Allah tidak dapat disingkirkan seluruhnya dan selamanya, walaupun mungkin mendapat lawan yang sangat dahsyat. Mungkin saja ditindas, namun tidak akan dapat dilenyapkan.
                    Kedua, "Usaha yang membahayakan dirimu sendiri. Biarkanlah, karena kalau tidak, mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah. Dan aku tidak perlu memberitahumu siapa yang akan kalah dalam perseteruan itu." Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya, karena dia bukan hanya akan takluk sebagai musuh yang tidak berdaya, namun juga dihukum berat sebagai pemberontak dan pengkhianat melawan rajanya yang adil. Orang yang membenci dan menganiaya umat Allah yang setia, yang menahan dan membungkam pelayan-pelayan-Nya yang setia, berperang melawan Allah, karena Dia menganggap apa yang diperbuat terhadap mereka sebagai perbuatan terhadap diri-Nya sendiri. Siapa yang menjamah mereka, berarti menjamah biji mata-Nya. Ya, inilah nasihat Gamaliel. Semoga saja nasihat ini dipertimbangkan dengan sebagaimana mestinya oleh mereka yang menganiaya, karena hati nurani, karena itu adalah pemikiran yang baik, dan cukup wajar, walaupun kita tidak yakin orang seperti apa Gamaliel itu. Menurut tradisi penulis-penulis bangsa Yahudi, walaupun sudah melakukan semua ini, dia hidup dan mati sebagai musuh besar Kristus dan Injil-Nya. Dan walaupun (setidaknya pada saat itu) dia tidak mau menganiaya para pengikut Kristus, namun dia adalah orang yang menyusun doa yang dipakai orang-orang Yahudi sampai hari ini untuk melenyapkan orang-orang Kristen dan agama Kristen. Sebaliknya, menurut tradisi gereja Katolik dia berbalik menjadi orang Kristen, dan menjadi pelindung agama Kristen yang terkenal dan pengikut Paulus, yang sebelumnya menjadi muridnya. Jika benar demikian, kemungkinan besar kita akan mendengar tentang dia dalam Kisah Para Rasul atau Surat-surat.
        VI. Keputusan Mahkamah Agama mengenai seluruh masalah tersebut (ay. Kis 5:40).
            1. Sejauh ini mereka setuju dengan Gamaliel untuk membatalkan rencana membunuh rasul-rasul. Mereka melihat banyaknya alasan dalam perkataan Gamaliel, dan, untuk saat ini, hal itu sedikit menghalangi kemarahan mereka, dan mengingatkan mereka supaya menahan amukan mereka.
            2. Namun mereka tidak dapat menahan diri untuk melepaskan sebagian amarah mereka (alangkah tidak pantasnya!), bertentangan dengan keyakinan pertimbangan dan hati nurani mereka. Meskipun mereka dinasihati supaya membiarkan rasul-rasul, namun,
                (1) Mereka menyesah mereka. Mereka menghukum rasul-rasul itu sebagai penjahat, menelanjangi mereka, dan mencambuk mereka, seperti yang biasa mereka lakukan di dalam sinagoge, dan hal itu dicatat sebagai penghinaan (ay. Kis 5:41). Dengan cara itu mereka bermaksud membuat rasul-rasul itu malu berkhotbah, dan orang malu mendengarkan mereka. Sama seperti Pilatus menyesah Juru Selamat kita untuk mempermalukan Dia di depan umum, walaupun dia sudah mengumumkan tidak menemukan kesalahan apa pun pada-Nya.
                (2) Mereka melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Supaya, jika mereka tidak dapat menemukan kesalahan lain dalam khotbah para rasul, mereka bisa menggunakan ini sebagai alasan untuk mencela, karena hal itu bertentangan dengan hukum, dan bukan hanya tanpa izin, namun juga melawan perintah langsung dari para penguasa.
        VII. Keberanian dan keteguhan yang mengagumkan dari para rasul di tengah semua luka dan penghinaan yang mereka alami. Ketika dilepaskan, rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama, dan kita tidak mendapati mereka mengatakan sepatah kata pun untuk mencela Mahkamah Agama dan perlakuan tidak adil mereka. Ketika mereka dicaci maki, mereka tidak membalas dengan mencaci maki, dan ketika mereka menderita, mereka tidak mengancam, tetapi mereka menyerahkannya kepada Dia, yang kepada-Nya Gamaliel menyerahkan perkara itu, kepada Allah yang menghakimi dengan adil. Urusan mereka hanyalah memelihara jiwa mereka sendiri, dan memberi bukti lengkap bagi pelayanan mereka, sekalipun mendapatkan perlawanan, dan keduanya mereka lakukan dengan mengagumkan.
            1. Mereka menanggung penderitaan mereka dengan keceriaan yang tidak tertandingi (ay. Kis 5:41): Ketika mereka keluar, mungkin dengan luka-luka cambuk yang tampak di lengan dan tangan mereka, dan mungkin mereka dicemooh oleh hamba-hamba dan orang banyak, atau mungkin masyarakat menonton hukuman kejam yang mereka alami. Namun, bukannya malu karena Kristus, dan karena hubungan mereka dengan-Nya, mereka justru gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. Mereka adalah orang-orang yang dikenal tidak pernah melakukan apa pun yang tidak bermoral, dan oleh karenanya tidak merasakan penghinaan yang mereka terima. Penghinaan bagi mereka itu mungkin lebih menyedihkan daripada penghinaan bagi orang sombong, seperti biasanya penghinaan terhadap orang-orang jujur. Namun mereka menganggap bahwa demi nama Kristus-lah mereka dianiaya seperti itu, karena mereka adalah milik-Nya dan melayani kepentingan-Nya, dan penderitaan mereka itu akan lebih memperluas penyebaran nama-Nya. Dan oleh karena itu,
                (1) Mereka menganggapnya sebagai kehormatan, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus, katēxiōthēsan atimasthēnai – mereka merasa terhormat karena dihina bagi Kristus. Celaan karena Kristus adalah kenaikan pangkat yang sesungguhnya, karena hal itu membuat kita sesuai dengan teladan-Nya dan bermanfaat bagi kepentingan-Nya.
                (2) Mereka gembira, karena mengingat perkataan Tuan mereka ketika pertama kali melayani (Mat. 5:11-12): Jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya, bersukacita dan bergembiralah. Mereka bukan hanya gembira walaupun menderita penghinaan (kesulitan mereka tidak mengurangi sukacita mereka), namun mereka gembira karena menderita penghinaan. Kesulitan mereka meningkatkan dan menambah sukacita mereka. Jika kita mengalami penderitaan karena melakukan kebaikan, dan ternyata kita dapat menanggungnya, sebagaimana yang seharusnya, maka kita harus bergembira dalam anugerah yang memampukan kita untuk melakukan itu.
            2. Mereka meneruskan pekerjaan mereka dengan rajin tanpa mengenal lelah (ay. Kis 5:41): Mereka dihukum karena memberitakan Injil, dan dilarang memberitakan Injil, namun mereka melanjutkan pengajaran mereka dan memberitakan Injil. Mereka tidak melewatkan kesempatan, atau mengurangi kegairahan atau keberanian mereka bicara. Perhatikanlah,
                (1) Kapan mereka memberitakan Injil. Mereka melakukannya setiap hari, bukan hanya pada hari sabat atau hari-hari raya Tuhan, melainkan setiap hari, begitu hari baru dimulai, tanpa berhenti satu hari pun, seperti yang Tuan mereka lakukan (Mat. 26:55; Luk. 19:47). Mereka tidak takut akan terbunuh atau khawatir membuat bosan pendengar mereka.
                (2) Di mana mereka memberitakan Injil. Mereka melakukannya di depan umum di Bait Allah dan secara pribadi di rumah-rumah orang, dalam perkumpulan umum yang didatangi semua orang, dan dalam perkumpulan khusus orang-orang Kristen dengan ketentuan-ketentuan khusus. Mereka tidak berpikir cara yang satu lebih baik daripada yang lainnya, karena firman harus diberitakan baik atau tidak baik waktunya. Walaupun di Bait Allah mereka lebih terancam bahaya, dan dilihat oleh musuh-musuh mereka, namun mereka tidak membatasi diri pada ruang doa kecil di rumah-rumah mereka sendiri, melainkan mengambil risiko pergi ke tempat yang berbahaya. Dan walaupun mereka leluasa di Bait Allah, sebuah tempat yang suci, namun mereka tidak keberatan memberitakan Injil di rumah-rumah di setiap rumah, bahkan di pondok yang miskin. Mereka mengunjungi keluarga orang-orang yang ada di bawah tanggung jawab mereka, dan memberi perintah khusus sesuai kebutuhan mereka, bahkan kepada anak-anak dan hamba-hamba.
                (3) Apa pokok khotbah mereka: Mereka memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias. Mereka berkhotbah tentang Dia. Dan bukan hanya itu saja, mereka berkhotbah kepada orang-orang yang mendengarkan mereka supaya mau menerima Dia, untuk menjadi Pemimpin dan Juru Selamat mereka. Bukan diri mereka yang mereka beritakan, tetapi Yesus Kristus. Sebagai sahabat-sahabat setia Mempelai Pria, mereka berusaha memajukan kepentingan-Nya. Khotbah seperti inilah yang paling membangkitkan amarah imam-imam, yang mau mengkhotbahkan apa pun selain Kristus. Walaupun begitu, mereka tidak mau mengubah pokok khotbah mereka untuk menyenangkan imam-imam itu. Pelayan-pelayan Injil harus senantiasa memberitakan Kristus. Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Kristus, yaitu Dia yang dimuliakan. Bukan hal-hal lain kecuali yang ikut memuliakan Dia.

* Batu uji kebenaran
Apa yang membuat kekristenan bertahan bahkan terus menjadi terang firman Allah bagi dunia yang dalam kegelapan ini? Bukan karena kegigihan, atau yang menurut tuduhan beberapa orang disebut "fanatisme" kelompok, tetapi karena gerakan iman ini berasal dari Tuhan sendiri.
Perkataan Petrus bahwa mereka akan tetap mengabarkan Injil demi ketaatan kepada Allah, bukanlah jawaban fanatik. Petrus menegaskan bahwa Yesus yang telah disalibkan oleh orang Yahudi adalah sungguh Mesias yang diutus Allah untuk menyelamatkan mereka (ayat 29-32). Sebelumnya, khotbah Petrus baik di hadapan orang banyak (Kis. 3:11-26) maupun di hadapan Mahkamah Agama Yahudi (Kis. 4:8-12) sudah menguraikan hal ini. Malah Petrus telah menunjukkan bahwa Yesus itu adalah penggenapan janji Allah dan nubuat Perjanjian Lama untuk keselamatan umat manusia.
Lalu kita melihat campur tangan Allah lewat seorang pemimpin agama Yahudi, yaitu Gamaliel. Ia dengan bijak menasihati para pemimpin lain dalam sidang Sanhedrin agar tidak mengotot mau membasmi kelompok kecil pengikut Ye-sus itu. Ia mengajak mereka belajar dari pengalaman masa lampau, saat muncul kelompok-kelompok khusus. Ada yang pemimpinnya merasa istimewa, ada juga yang pemimpinnya mengarahkan orang untuk memberontak (ayat 35-37). Namun berlalunya waktu membuktikan bahwa kelompok-kelompok itu tidak bertahan lama, hingga bubar oleh berbagai sebab.
Fakta yang tidak bisa dimungkiri, gereja Tuhan yang sejati tetap berdiri teguh melintasi zaman walau didera penganiayaan dari waktu ke waktu. Penganiayaan yang bukan tidak mungkin bertujuan pemusnahan. Namun Tuhan menjaga dan memelihara milik-Nya. Yang perlu kita miliki adalah sikap hati seperti para murid dan gereja perdana. Yaitu bersukacita dalam penderitaan dan menganggapnya sebagai kehormatan dari Kristus. Selain itu tetap setia dan tekun dalam memberitakan Injil keselamatan (ayat 41-42). Biar waktu membuktikan apakah gereja berasal dari Allah atau bukan.




SBU


MINGGU II SES. PENTAKOSTA
SELASA, 2 JULI 2019
Renungan Pagi
KJ.413 : 1 -Berdoa
TUHAN MENENTANG ORANG IRI HATI

Kisah Para Rasul 5:17-25
"Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya.... bertindak sebab mereka sangat iri hati"(ay.17)

Iri hati adalah sebuah kata yang seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, baik itu dilingkungan keluarga, tempat kerja, seolah, bahkan dilingkungan gereja. Seorang adik iri hati saat melihat kakaknya dibelikan sepatu baru, seorang siswa iri hati melihat temannya mendapat nilai tertinggi dikelas. Seorang anggota majelis jemaat iri hati terhadap rekan sepelayanannya yang mampu memberi sumbangan besar ke gereja.

Kata iri hati bisa dimengerti sebagai perasaan kurang senang saat melihat keberhasilan orang lain. Di Yakobus 3:16 tertulis, "dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat." lnilah yang terjadi dalam perikop bacaan kita pagi ini : perbuatan baik tidak selalu diterima dan direspon dengan baik. Para rasul berhasil memberitakan kabar keselamatan yang menarik simpati banyak orang, tetapi mendapat reaksi bengis lmam besar dan orang-orang dari mazhab Saduki. Mereka ingin menghentikan pelayanan para rasul, juga merusak simpati massa yang telah jatuh hati pada pengajaran para murid Yesus itu. Sikap iri hati jika dipelihara hanya akan membuat seseorang selalu ingin merencanakan kejahatan, dan jika tidak segera dikikis hanya akan membuahkan kebencian. Karena iri hati para petinggi Yahudi tega memasukkan para rasul kedalam bui.

Siapa menyangka reaksi jahat pemimpin agama Yahudi terhadap para rasul Iangsung mendapat respon serius dari Tuhan melalui malaikat Tuhan yang membuka pintu penjara dan mengeluarkan mereka dengan pesan supaya pergi dan tetap memberitakan firman Tuhan di bait Allah. Sebuah pesan penting yang hendak disampaikan adalah jangan pernah merasa gentar apalagi takut saat memberitakan kabar baik. Tuhan selalu ada di pihak orang-orang yang memperjuangkan kebenaran. Meskipun akan selalu berhadapan dengan tantangan dan hambatan, namun Tuhan tidak akan tinggal diam.

Mengawali hari baru saat ini, firman Tuhan mengajak kita untuk segera mengikis rasa iri hati dalam diri kita, karena jika tidak, hanya akan menimbulkan kekacauan. Kita pun diajak untuk tidak pernah merasa gentar menyampaikan suara kenabian demi memperjuangkan kebenaran bagi kehidupan bersama.

KJ.413: 2
Doa : (Allah Bapa, pimpin kami untuk dapat mengikis rasa iri hati dan tetap beri kami semangat untuk berani menyuarakan kebenaran demi kehidupan bersama)



MINGGU II SES. PENTAKOSTA
SELASA, 2 JULI 2019
Renungan Malam
KJ.344 : 1 -Berdoa
TUHAN MENOLONG SECARA AJAIB

Kisah Para Rasul 5:26-42
"Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia" (ay.29)

Seorang pengkhotbah pernah berkata: "jika orang yang membencimu menutup pintu danjendela berkatmu, maka Tuhan sanggup menjebol atap untuk mencurahkan berkat bagimu. "Tuhan punya 1001 cara untuk mendatangkan kebaikan bagi anak-anak-Nya. Salah satunya adalah dengan cara menempatkan orang yang tepat, pada waktu yang tepat dan di tem pat yang tepat (raja Koresy memulangkan umat Israel, Nehemla di istana raja Ahasyweros, Yusuf di Mesir). Cara ini pula yang Tuhan lakukan dalam pelayanan para
rasul pada bacaan kita malam hari ini.

Saat para rasul diperhadapkan ke Mahkamah Agama untuk di interogasi, mereka tetap memberitakan dan memilih taat kepada Yesus daripada kepada manusia. Hal inilah yang membuat para imam semakin berang dan ingin membunuh Petrus dan rasul yang
lain. Ditengah intimidasi ini, Allah menempatkan Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati banyak orang. la mengajak tua-tua Yahudi untuk tidak terlalu merisaukan apa yang dilakukan oleh para rasul itu. Menurut Gamaliel waktulah yang akan memurnikan segalanya. Jika apa yang dilakukan para rasul itu berasal dari manusia, maka akan segera lenyap dengan sendirinya, seperti apa yang dilakukan oleh Teudas dan Yudas (orang Galilea). Sebaliknya,
jika ternyata itu pekerjaan Allah, maka manusia tidak akan bisa melenyapkannya, jangan sampai berbalik bahwa ternyata para imamlah yang melawan Allah.

Ditengah pergumulan yang mungkin menyisakan kerisauan hati malam ini, firman-Nya meneguhkan bahwa Allah sungguh mengasihi anak-anak-Nya yang setia dan mengandalkan Dia. Kalau para rasul diperhadapkan pada tantangan dipenjara, diinterogasi, bahkan diancam hendak dibunuh, Tuhan mengutus Gamaliel, salah seorang dari anggota Mahkamah Agama sendiri sebagai solusi. Tidak ada alasan untuk kita meragukan pemeliharaan serta pertolongan-Nya. Bahkan disaat tersulit dalam kehidupan kita sekalipun, tetap nantikanlah pertolongan-Nya, sebab penyertaan-Nya sempurna.

KJ.344: 2
Doa: (Tuhan Yesus, ajari aku mengenal-Mu lebih lagi, bimbing aku untuk selalu meyakini bahwa pertolongan-Mu nyata bagiku)

Label:   Kisah Para Rasul 5:26-42 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 3 Juli 2019 - SATU JIWA TETAP BERHARGA DIMATA TUHAN - Kisah Para Rasul 8:26-40 (SGK) - MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 1 Juli 2019 - KITA PUNYA PEKERJAAN RUMAH (PR) - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA

Garis Besar Kisah Rasul





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 21 Agustus - 2 Tawarikh 4-6


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 18 Agustus 2019
I'm Not Alright - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Changed - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Unstoppable God - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Commitment - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Lazarus - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
No Longer Slaves - Lauren Daigle - spontaneous worship

Minggu, 18 Agustus 2019
Trust In You - Lauren Daigle - Spontaneous Worship

Rabu, 14 Agustus 2019
Jehovah Reigns - Jamel Strong

Selasa, 13 Agustus 2019
Side Of My Heart - Rachael Lampa

Selasa, 13 Agustus 2019
Canvas and Clay - Pat Barrett feat. Ben Smith

Selasa, 13 Agustus 2019
My Reason - Planetshakers

Selasa, 06 Agustus 2019
King of Kings - Hillsong

Selasa, 06 Agustus 2019
Chances - Isaac Carree

Selasa, 06 Agustus 2019
But God - Isaac Carree

Jumat, 02 Agustus 2019
You Know My Name - the Brooklyn Tabernacle Choir

Jumat, 02 Agustus 2019
No Longer Slaves - Zach Williams

Jumat, 02 Agustus 2019
I Believe (Island Medley) - Jonathan Nelson

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu pengakuan dosa nkb,   kotbah imamat 25 ayat 39,   lagu pengakuan dosa,   lagu ,   Kotbah masmur 100,   lagu rohani indonesia inggris dgn nyayian buka mata hatiku kumemandangmu,   penatalayanan menurut 1 tawarikh 6:31-53,   lagu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan,   kotbah 1petrus 3:8-12,   pkj 81,   Sabda Bina Umat 21 Agustus 2019 ,   kotbah 3musa25:93-43.,   kotbah 3musa25:93-43.,   keluaran 19-21,   JadikanKu AlatMu chord,   JadikanKu AlatMu chord,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   bahan khotbah nehemia 5:1-13,   https://rwuyatfty.wordpress.com/2012/08/25/kumpulan-lagu-rohani-persekutuan/,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   bahan khotbah imamat 25:39-43,   lagu persiapan hati,   lagu rohani instrumental,   renungan mtpj 1 tawarikh 6:31-53,   imamat 25: 39-43,   download album lagu rohani semangat 2019,   Khotbah minggu 25-8-2019. Ev lukas 6:27-36. Epistel mus 25:39-43.,   lagu rohani dangdut,   lirik hymne pkp,   Khotbah GMIT 25 agustus 2019 ulangan 18:1-12,   lagu rohani kristen untuk pernikahan,   khotbah imamat 25:39-43,   mp3 lagu kristen barat lirik,   lagu rohani doddie dengar tuhan,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   Hatorangan epistel 3 Musa 25: 37-43,   kotbah Nehemia,   Imamat 25:39-43,   Renungan dari pdt Gilbert ulangan 5 :32-33,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   Lagu persembahan syukur,   tata ibadah rumah tangga GKE,   pembahassn kotbah imamat 25:39-43,   tata ibadah hut gereja,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   pembahadan kotbah imamat 25:39-43,   khotbah kristen tentang keberhasilan yosia,   renungan amos 5:7-13,   lirik lagu gembala baik dan cord,   Firman tuhan dari gmit pada minggu 25 agustus 2019,   Firman tuhan dari gmit pada minggu 25 agustus 2019,   nehemia 5 : 1-13,   tata ibadah perkawinan gpdi,   Sabda Bina Umat 21 Agustus 2019 ,   renungan roma 11 : 33 - 36,   pengertian mazmur 146 : 1,   imamat 25:39-43,   penjelasan matius 6:25-34,   kotbah imamat 25:39-43.,   kotbah imamat 25:39-43.,   lagu rohani ada Orang buta Mp3 download,   lagu rohani ada Orang buta Mp3 download,   8 lagu rohani yang mengucap syukur kepada Tuhan,   notasi kppk 325,   kotbah imamat 25:39-43,   lagu rohani tentang kekuatiran,   khotbah amos 5:7-12,   khotbah amos 5:7-12,   renungan ayub 5:1-27,   imamat 25:39-43,   imamat 25:39-43,   download ilusttasi dan renungan pengkhotbah 11:1 menabir untuk menuai,   nyanyian rohani,   jamita 3 musa 25 39-43,   nyanyian rohani mp3,   nyanyian rohani,   yesaya 5.bangsa asing sebagai murka Allah,   2 petrus 2:17-22.,   Rngn yak 1:2-8,   sbu 20 agustus 2019,   Contoh renungan kotbah agama Kristen Protestan,   Amsal 12:1-4,   gms live 2019,   khotbah kolose 1;21-23,   Renungan rohani bil 21:1-3,   download lagu shane filan beautiful in white mp3,   renungan kitap maleakhi 2:1-9,   Khotbah sekolah minggu GPIB 1 Petrus 3 : 8 - 12,   nyanyian rohani,   download lagu rohani alan jackson mp3,   Nehemia 8:1-9,   lagu fb dounload,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   yesaya 48:16-19,   Latar belakang Lukas 6:31,   chord kasih yesus melingkupi saya,   chord kasih yesus melingkupi saya,   lirik lagu pkj biarpun gunung gunung beranjak,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   download video lagu karaoke rohani kristen,   Khotbah Imamat 25:39-43,   Dihadapan tahtamu mp3 download,   bahan sermon imamat 3 : 39 - 43,   tafsiran 3 Musa 25 ayat 39 s/d 43,   tafsiran 3 Musa 25 ayat 39 s/d 43,   khotbah imamat 25 35 55,   ilustrasi kitab imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   a love i know free download mp3 planetshakers,   renungan lukas 6 : 1-5,   kotbah imammat 25:39-43,   kotbah imammat 25:39-43,   contoh doa persembahan kolekte singkat,   contoh doa setelah persembahan,   khotbah tentang kasih 1Korentus 13:4-8,   lagu persembahan,   renungan 1 tawarikh 6:31-53,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   khotbah 1 yohanes 2:7-17,   dowload lagu rohani kristen terbaru,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   khotbah amsal 3:16,   khotbah amsal 3:16,   renungan pengkhotbah 7:15-22,   renungan pengkhotbah 7:15-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Khotbah ibadah minggu 25 Agustus 2019,   santapan haran filemon 1,   sabda bina umat 2019,   Jamita Minggu 19 Februari 2019,   khotbah imamat 25 35-46,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   khotbah kristen agustus,   1 Tawarikh 6:31-53,   SBU tanggal 21 agustus 2019,   renungan 1 tawarikh 6,   kodbah 3 musa 25:39-43,   kodbah 3 musa 25:39-43,   SBU tanggal 21 agustus 2019,   kunci gitar ikut dikau saja tuhan,   1 Tawarikh 6:31-53,   Tafsiran Alkitab Pengkhotbah 11:1-8,   cerita sekolahmunggu amsal4:1-4,   Amsal 12:1-4,   lagu sion database,   download lagu rohani ambon katakan padaku,   almanak gkpi minggu 25 agustus 2019,   renungan yesaya 5:25-30,   khotbah 22 september 2019,   Bacaan injil tanggal 28 september 2019,   lagu ,   lagu ,   lagu ,   Dangdut gerejawi pernikahan,   download lagu menunggu rhoma ful album,