Save Page
Kisah Para Rasul 2:41-47
Cara hidup jemaat yang pertama
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. 2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir
dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.


Penjelasan:



* Kedatangan Roh Kudus (2:1-41).
Dapat dikatakan bahwa sesungguhnya Gereja lahir pada hari Pentakosta, manakala Roh Kudus diberikan kepada manusia dengan cara yang baru untuk mengumpulkan orang-orang yang percaya kepada Yesus ke dalam hubungan yang baru.

* Persekutuan Murid-murid ( Kis 2:42-47)
    Kita sering kali berbicara tentang jemaat mula-mula, dan memakainya sebagai patokan, serta merujuk pada sejarahnya. Dalam ayat-ayat ini kita mendapati sejarah jemaat mula-mula yang sebenarnya, atau jemaat itu pada hari-hari pertamanya, dalam keadaannya pada waktu ia benar-benar masih kecil, tetapi, seperti pada masa kecil, dalam keadaannya yang paling murni.
    Dalam ayat-ayat ini kita mendapati firman Allah sebagai sarana untuk memulai dan melanjutkan pekerjaan anugerah yang baik dalam hati banyak orang, sebab Roh Tuhan bekerja dengannya. Marilah kita lihat cara kerjanya.
        I. Mereka tetap menjaga dengan baik ketetapan-ketetapan yang kudus, dan memberikan segala contoh kesalehan dan ibadah secara berlimpah, sebab Kekristenan, jika kuasanya diakui, akan mencondongkan jiwa untuk bersekutu dengan Allah dalam segala cara yang sudah ditunjuk-Nya bagi kita untuk menemui-Nya, dan yang di dalamnya Ia berjanji untuk menemui kita.
            1. Mereka tekun dan setia mengikuti pemberitaan firman. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, dan tidak pernah mengingkari atau meninggalkannya. Atau, seperti yang bisa dibaca, mereka bertekun dalam ajaran atau perintah rasul-rasul. Dengan baptisan mereka dimuridkan untuk diajar, dan mereka bersedia diajar. Perhatikanlah, orang-orang yang sudah menyerahkan nama mereka kepada Kristus harus dengan kesadaran hati nurani mendengarkan firman-Nya. Sebab dengan berbuat demikian kita memberikan kehormatan kepada Dia, dan membangun diri kita di atas dasar iman kita yang paling suci.
            2. Mereka menjaga persekutuan orang-orang kudus. Mereka bertekun dalam persekutuan (ay. Kis 2:42), dan dengan sehati berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah (ay. Kis 2:46). Mereka tidak saja mengasihi satu sama lain, tetapi juga banyak bergaul satu sama lain. Mereka sering bersama-sama. Ketika mereka menarik diri dari angkatan yang jahat itu, mereka tidak lantas menjadi para pertapa, tetapi sangat akrab satu dengan yang lain, dan memanfaatkan segala kesempatan untuk saling bertemu. Di mana kita melihat satu murid, kita akan melihat lebih banyak murid lain, seperti sekawanan burung. Lihatlah bagaimana orang-orang Kristen ini saling mengasihi. Mereka saling peduli, saling berbela rasa, dan dengan sepenuh hati mendukung kepentingan satu sama lain. Mereka bersekutu dalam ibadah. Mereka bertemu dalam Bait Allah: di sanalah tempat mereka bertemu. Sebab persekutuan bersama Allah adalah persekutuan terbaik yang dapat kita miliki satu sama lain (1Yoh. 1:3). Amatilah,
                (1) Mereka setiap hari ada di Bait Allah, bukan hanya pada hari-hari Sabat dan hari-hari raya, melainkan juga pada hari-hari lain, setiap hari. Menyembah Allah haruslah menjadi pekerjaan kita sehari-hari, dan, bila ada kesempatan, semakin sering dilakukan secara umum, semakin baik. Allah mengasihi pintu-pintu gerbang Sion, begitu pula seharusnya kita.
                (2) Mereka sehati. Bukan hanya tidak ada pertengkaran atau perselisihan, melainkan justru ada kasih suci yang melimpah di antara mereka. Dan mereka dengan sepenuh hati bergabung dalam ibadah-ibadah bersama. Meskipun mereka bertemu dengan orang-orang Yahudi di pelataran Bait Allah, orang-orang Kristen membentuk kumpulan sendiri, dan sehati sejiwa dalam melakukan ibadah mereka sendiri.
            3. Mereka sering kali berkumpul untuk melaksanakan ketetapan perjamuan Tuhan. Mereka terus memecahkan roti, untuk merayakan kenangan akan kematian Guru mereka itu, seperti orang-orang yang tidak malu mengakui hubungan mereka dengan, dan kebergantungan mereka kepada, Kristus dan Dia yang disalibkan. Mereka tidak bisa melupakan kematian Kristus, tetapi sebaliknya, mereka tetap menjaga kenangan akan kematian-Nya itu, dan menjadikannya sebagai kegiatan mereka yang tetap, karena hal itu sudah ditetapkan Kristus, untuk diteruskan kepada angkatan-angkatan jemaat yang berikutnya. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing, kat‘ oikon – dari rumah ke rumah. Mereka memandangnya tidak pantas merayakan perjamuan Tuhan di Bait Allah, sebab ini adalah ketetapan khas Kristen, dan oleh sebab itu mereka menjalankan ketetapan itu di rumah-rumah pribadi, memilih rumah-rumah milik orang yang sudah menjadi Kristen, yang dianggap nyaman, dan yang menjadi pangkalan utama di lingkungan setempat. Dan mereka pergi dari tempat-tempat ibadah kecil atau kapel-kapel keluarga ini, yakni rumah-rumah yang berfungsi sebagai tempat ibadah, dan di sana mereka merayakan perjamuan Tuhan dengan orang-orang yang biasa bertemu untuk menyembah Allah.
            4. Mereka terus berdoa. Setelah Roh dicurahkan, seperti juga sebelumnya, sewaktu mereka menantikan Dia, mereka tak putus-putus berdoa. Sebab doa tidak akan pernah tergantikan sampai nanti tertelan dalam puji-pujian yang kekal. Memecahkan roti dilakukan di antara bekerja dan berdoa, sebab memecahkan roti ini merujuk pada keduanya, dan membantu kedua-duanya. Perjamuan Tuhan adalah khotbah bagi mata, dan peneguhan firman Allah bagi kita. Dan perjamuan Tuhan adalah dorongan bagi doa-doa kita, serta ungkapan yang khidmat akan pengangkatan jiwa kita ke hadirat Allah.
            5. Mereka berlimpah dalam mengucap syukur, terus memuji Allah (ay. Kis 2:47). Memuji Allah harus mendapat bagian dalam setiap doa, dan tidak boleh dikesampingkan. Orang-orang yang sudah menerima karunia Roh Kudus akan banyak memuji-muji Allah.
        II. Mereka mengasihi dan sangat berbaik hati satu terhadap yang lain. Kasih mereka sama terkenalnya seperti kesalehan mereka. Juga, bersatunya mereka dalam upacara-upacara ketetapan suci membuat hati mereka terajut satu sama lain, dan membuat mereka saling mengasihi.
            1. Mereka sering mengadakan pertemuan-pertemuan kristiani (ay. Kis 2:44): Semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu. Bukan beribu-ribu orang yang ada di satu tempat (ini tidak mungkin dilakukan), melainkan, sebagaimana Dr. Lightfoot menjelaskannya, mereka tetap bersama-sama dalam beberapa kumpulan atau jemaat, sesuai dengan bahasa, bangsa, atau ikatan-ikatan lain, yang membawa dan menjaga mereka tetap bersama-sama. Dan dengan bergabung seperti itu, karena dipisahkan dari orang-orang yang tidak percaya, dan karena berdasarkan pengakuan iman dan kewajiban-kewajiban agama yang sama, mereka dikatakan bersama-sama, epi to auto. mereka berkumpul bersama-sama, dan dengan begitu mengungkapkan serta meningkatkan kasih mereka satu terhadap yang lain.
            2. Segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. Mungkin mereka makan di meja makan yang sama (seperti orang-orang Sparta pada zaman dulu), supaya bisa akrab, tenang, dan bebas berbincang-bincang. Mereka makan bersama-sama, sehingga orang-orang yang mempunyai banyak bisa mendapat lebih sedikit, dan dengan demikian dijauhkan dari godaan kelimpahan. Dan orang-orang yang mempunyai sedikit bisa mendapat lebih banyak, dan dengan demikian dijauhkan dari godaan kelaparan dan kemiskinan. Atau, ada perhatian yang sedemikian rupa satu terhadap yang lain, dan kesiapan yang begitu rupa untuk membantu satu sama lain bila dibutuhkan, sehingga dapat dikatakan, segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, sesuai dengan hukum persahabatan. Yang satu tidak kekurangan apa yang dimiliki yang lain, sebab ia sendiri bisa memilikinya jika ia minta.
            3. Mereka sangat bergembira, dan sangat murah hati dalam menggunakan apa yang mereka miliki. Selain hari-hari raya mereka yang sakral (dengan memecahkan roti di rumah masing-masing) agama mereka banyak terlihat dalam perjamuan makan bersama-sama. Mereka makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati. Mereka membawa serta penghiburan-penghiburan dari meja Allah ke meja mereka sendiri, yang mempunyai dua dampak baik atas mereka:
                (1) Kebersamaan itu membuat hati mereka merasa sangat senang, dan membesarkan hati mereka dengan sukacita yang kudus. Mereka makan roti dengan sukaria, dan minum anggur mereka dengan hati yang senang, karena tahu bahwa Allah berkenan akan perbuatan mereka. Orang lain tidak akan memiliki alasan untuk bergembira seperti yang dimiliki orang-orang Kristen yang baik. Sungguh sayang memang, tetapi hanya orang-orang Kristen yang bisa memiliki hati yang bergembira demikian.
                (2) Kebersamaan itu membuat mereka sangat murah hati kepada saudara-saudara mereka yang miskin, dan membesarkan hati mereka di dalam perbuatan amal. Mereka makan bersama-sama dengan tulus hati, en aphelotēti kardias– dengan murah hati. Menurut sebagian orang: mereka tidak makan makanan mereka sendiri, tetapi sebaliknya, mengundang orang miskin untuk makan di meja mereka, tidak dengan menggerutu, tetapi dengan hati yang begitu bebas lepas. Perhatikanlah, sudah selayaknya orang-orang Kristen membuka hati dan tangan mereka, dan dalam setiap pekerjaan baik menabur dengan berlimpah. Allah sudah menabur kepada kita secara berlimpah, jadi Dia juga berharap untuk menuai dengan berlimpah dari kita.
            4. Mereka menggalang dana untuk amal (ay. Kis 2:45): Mereka menjual harta milik mereka. Sebagian orang menjual tanah dan rumah mereka, sebagian yang lain menjual hewan ternak dan perlengkapan rumah mereka, dan menyumbangkan uang kepada saudara-saudara mereka, sesuai dengan keperluan masing-masing. Ini bukan untuk menghancurkan harta milik (seperti yang dikatakan Tuan Baxter), melainkan untuk menghancurkan sifat mementingkan diri sendiri. Dalam hal ini, ada kemungkinan, mereka mempunyai pandangan pada perintah yang diberikan Kristus kepada si orang kaya itu, sebagai ujian bagi ketulusannya, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Bukan berarti bahwa ini dimaksudkan sebagai contoh untuk dijadikan aturan yang tetap dan mengikat, seolah-olah semua orang Kristen di segala tempat dan masa harus menjual harta benda mereka dan menyerahkan semua uangnya untuk berderma. Sebab surat-surat Rasul Paulus, setelah ini, sering kali berbicara tentang pembedaan antara yang kaya dan yang miskin, dan Kristus sudah berkata bahwa orang-orang miskin selalu ada pada kita, dan akan selalu ada, dan orang kaya harus selalu berbuat baik kepada mereka dengan memberikan sebagian dari hasil-hasil serta keuntungan-keuntungan mereka. Hal ini tidak bisa mereka lakukan, seandainya mereka harus menjualnya, dan memberikan semuanya sekaligus. Tetapi perkara yang ada di sini adalah perkara yang luar biasa,
                (1) Mereka tidak terikat kewajiban apa pun dari perintah ilahi untuk melakukan ini, seperti yang tampak dari apa yang dikatakan Petrus kepada Ananias (5:4): Bukankah itu tetap dalam kuasamu? Tetapi perbuatan ini merupakan contoh yang patut dipuji tentang bagaimana mereka sudah diangkat mengatasi dunia, sudah memandang rendah dunia, memiliki keyakinan akan dunia lain, mengasihi saudara-saudara mereka, berbelas kasihan terhadap kaum miskin, dan memiliki semangat yang besar untuk menyebarkan Kekristenan, serta memupuknya dalam masa pertumbuhannya. Para rasul meninggalkan semuanya untuk mengikuti Kristus, dan harus memberi diri mereka sepenuhnya pada firman dan doa, dan sesuatu harus dilakukan untuk memeliharanya. Jadi, tindakan murah hati yang luar biasa ini harus dicegah supaya tidak menjadi perbuatan royal seperti yang dilakukan bangsa Israel di padang gurun untuk membangun kemah suci (Kel. 36:5-6). Pedoman kita adalah, memberi sebagaimana Allah sudah memberkati kita. Namun, dalam keadaan luar biasa seperti ini, yang harus mendapat pujian adalah orang-orang yang memberi melampaui kemampuan mereka (2Kor. 8:3).
                (2) Yang melakukan perbuatan murah hati ini adalah orang-orang Yahudi, dan orang-orang yang percaya Kristus harus percaya bahwa bangsa Yahudi saat itu tidak lama lagi akan dihancurkan dan mereka tidak akan lagi memiliki harta benda apa-apa, dan karena keyakinan akan hal ini, mereka menjual harta benda mereka untuk melayani Kristus dan jemaat-Nya saat itu.
        III. Allah mengakui mereka, dan memberi mereka tanda-tanda hadirat-Nya bersama mereka (ay. Kis 2:43): Rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda yang beragam, yang meneguhkan ajaran mereka, dan secara tak terbantahkan membuktikan bahwa semua itu berasal dari Allah. Orang-orang yang dapat mengerjakan mujizat-mujizat bisa saja memelihara diri sendiri dan kaum miskin yang ada bersama mereka dengan mujizat, seperti Kristus memberi makan ribuan orang dengan makanan yang sedikit. Pemeliharaan itu bisa terjadi melalui mujizat anugerah (dengan menggerakkan orang-orang untuk menjual harta benda mereka), atau melalui suatu karya mujizat, dan cara mana yang terjadi, kedua-duanya sama-sama membawa kemuliaan bagi Allah.
        Tetapi Tuhan tidak hanya memberi mereka kuasa untuk mengerjakan mujizat-mujizat. Itu bukanlah satu-satunya perbuatan yang dilakukan-Nya bagi mereka: Ia juga tiap-tiap hari menambah jumlah mereka. Firman di dalam mulut mereka melakukan keajaiban-keajaiban, dan Allah memberkati usaha-usaha mereka untuk menambahkan jumlah orang-orang percaya. Perhatikanlah, adalah pekerjaan Allah untuk menambahkan jiwa-jiwa ke dalam jemaat. Dan adalah suatu penghiburan besar bagi hamba-hamba Tuhan dan juga orang-orang Kristen untuk melihatnya.
        IV. Orang banyak tersentuh olehnya. Orang-orang yang berada di luar, yaitu mereka yang berdiri dan menonton.
            1. Mereka takut pada rasul-rasul itu, dan menaruh hormat terhadap mereka (ay. Kis 2:43): Ketakutanlah mereka semua, maksudnya, orang banyak yang melihat mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang diperbuat oleh para rasul itu. Mereka takut jika para rasul tidak dihormati sebagaimana mestinya maka mereka akan membawa kehancuran ke atas bangsa mereka. Orang kebanyakan menaruh hormat kepada mereka, seperti Herodes takut kepada Yohanes. Meskipun mereka tidak mempunyai semarak lahiriah untuk membuat orang menghormati mereka secara lahiriah, seperti jubah panjang ahli-ahli Taurat membuat mereka menerima penghormatan di pasar, namun mereka mempunyai karunia-karunia rohani yang berlimpah yang benar-benar terhormat, yang menggerakkan orang untuk menaruh hormat terhadap mereka di dalam batin. Ketakutan melanda setiap jiwa (KJV). Jiwa orang-orang yang secara menakjubkan tersentuh oleh khotbah dan kehidupan mereka yang menakjubkan.
            2. Mereka menyukai rasul-rasul itu. Meskipun kita mempunyai alasan untuk berpikir bahwa ada orang-orang yang merendahkan mereka dan membenci mereka (kita yakin bahwa orang-orang Farisi dan imam-imam kepala berbuat begitu), namun bagian yang jauh lebih besar dari rakyat biasa bersikap baik terhadap mereka. Mereka disukai semua orang. Kristus dengan begitu kejam diperhadapkan kepada, dan diinjak-injak oleh, gerombolan massa, yang berseru, salibkanlah Dia, salibkanlah Dia, sehingga orang akan menyangka bahwa ajaran-Nya dan para pengikut-Nya tidak akan pernah mungkin diperhatikan oleh orang banyak lagi. Namun, di sini kita mendapati mereka disukai semua orang, yang dengannya tampak bahwa ketika mereka ingin menghukum mati Kristus, mereka seperti dihasut oleh para imam yang licik itu. Namun sekarang mereka sudah sadar, sudah kembali berpikir waras. Perhatikanlah, kesalehan dan kasih yang tidak disembunyi-sembunyikan akan mengundang hormat. Dan kegembiraan dalam melayani Allah akan membuat agama menjadi menarik bagi orang-orang yang tidak memeluknya. Sebagian orang membacanya seperti ini, mereka mengasihi semua orang – charin echontes pros holon ton laon. Mereka tidak membatasi kasih mereka hanya kepada orang-orang dari kalangan mereka sendiri, tetapi kasih mereka itu umum dan luas. Inilah yang membuat mereka sangat dipuji.
            3. Orang banyak menggabungkan diri dengan jemaat itu. Ada saja orang yang setiap hari masuk, meskipun tidak sebanyak seperti hari pertama. Dan orang-orang yang masuk itu memang merupakan orang-orang yang harus diselamatkan. Perhatikanlah, orang-orang yang dimaksudkan Allah untuk menerima keselamatan kekal akan berhasil dibawa kepada Kristus pada satu atau lain waktu. Dan, orang-orang yang dibawa kepada Kristus berarti ditambahkan kepada jemaat dalam kovenan yang kudus melalui baptisan, dan dalam persekutuan orang kudus melalui upacara-upacara ketetapan yang lain.


SGDK
HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
MINGGU, 30 JUNI 2019
PERSATUAN INDONESIA
Kisah Rasul 2:41-47

PENADIAHULUAN
Kisah Para Rasul ditulis oleh Dokter Lukas yang juga menulis
lnjil Lukas (Luk.1:1_-4; Kis.1:1). Kitab ini ditujukan kepada Teofi-
lus, seorang terkemuka dari antara kaum bukanYahudi. Kitab ini
ditulis j-_ tahun 85, sepuluh tahun setelah penulisan kitab lnjil Lu-
kas.‘ Adapun yang menjadi tema besar kitab ini adalah pasal 1:8,
"Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas
kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di
seluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi" .
Di pasal 2 kitab Kisah Para Rasul ini mengisahkan tentang
penggenapan janji Yesus yang akan mengaruniakan kuasa Roh
Kudus bagi segenap murid-Nya (1 :4-5,8) pada waktu sebelum la
terangkat ke sorga. Selain itu merupakan penggenapan dari janji
dalam Perjanjian Lama (2:14-21) sebagai peneguhan terhadap
Kristus sebagai Mesias yang sudah dibuktikan dengan kebang-
kitan-Nya (2:22-32) dan merupakan buah serta bukti dari kenaik-
an-Nya ke sorga (2:33-36).

Sejak saat itu Roh Kudus berkarya melalul para murid. Mere-
ka tampil dengan berani menyampaikan kebenaran firman Tuhan
bahwa Yesus yang tersalib, mati dan bangkit adalah sungguh
Mesias Anak Allah yang hidup yang dijanjikan Allah, Dia me-
nganugerahkan keselamatan bagi setiap orang yang percaya
kepada-Nya.

PENDALAMAN NAS ALKITAB
Ayat 41. Sejak hari pencurahan Roh Kudus, para rasul dipakai
Allah secara luar biasa.Roh Kudus memampukan mereka untuk
lebih berani mewartakan berita lnjil kepada semua orang. Alkltab
menceritakan bahwa tidak sedikit jumlah orang yang mengaku
percaya serta menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat,
seraya memberi diri dibaptis. Ayat ini memaparkan bahwa ada
tiga ribu jiwa yang memutuskan menjadi pengikut Kristus setelah
mendengar khotbah Petrus.

Ayat 42. Pertumbuhan dan pertambahan jemaat mulai-mula
terpelihara bukan hanya karena mereka bertekun mendengar pe-
ngajaran rasul-rasul (pasif), melainkan karena merekajuga bersedia
dengan gigih memelihara persekutuan (aktif), terutama dengan
cara tekun memecahkan roti dan berdoa. Mereka tidak hanya
terlena mendengar kesaksian yang manis dan enak didengar,
namun ada tindakan konkrit untuk bersedia mengingat dan me-
neladani Kristus yang rela berkorban, sambil tetap bertumpu pada
satu kekuatan llahi melalui doa-doa mereka.

Ayat 43. Kesatuan dan kegigihan umat Kristen mula-mula ini
menimbulkan rasa segan dan hormat masyarakat sekeliling me-
reka, apalagi pelayanan para rasul disertai banyak tanda dan mujizat
yang mengherankan.

Ayat 44-45. Persatuan yang tercipta diantara anggota umat
Allahjuga dipenuhi dengan kasih dan kemurahan hati (aksi nyata).
Terlihat melalui kesediaan mereka untuk hidup berbagi satu dengan
yang lain, sambil memberi perhatian lebih kepada mereka yang
ber-kekurangan.

Ayat 46-47. Dengan bertekun dan sehati bersekutu di Bait Allah,
mereka semakin menikmati kebersamaan sebagai tubuh Kristus
yang penuh sukacita dan ketulusan. Mereka disukai banyak orang,
sebab kesaksian mereka menjadi berkat. Bahkan, jumlah mereka
pun selalu bertambah.

GAGASAN UTAMA
Kesatuan dalam keberagaman (unity in diversity) adalah harapan
banyak orang. Sebagaimana istilah "bersatu kita teguh bercerai
kita runtuh,"didalam kesatuan ada kekuatan untuk mewujudkan
tujuan dan cita-cita bersama. Namun, bukanlah perkara mudah
untuk mempertahankan keberagaman yang bersatu. Disana di-
perlukan suatu kesediaan untuk mengupayakannya. ltulah yang
terjadi dalam kehidupan jemaat perdana. Kesatuan yang mereka
alami tidak sebatas pengetahuan saja dengan cara mendengar-
kan apa yang disampaikan para rasul. Namun, ada kesediaan
untuk mengingat apa yang Kristus teladankan dengan cara
memecahkan roti, bahkan kemauan untuk selalu berrelasi karib
dengan Sang Sumber hidup yang sanggup menyatukan.

TUJUAN KHOTBAH
1. Melalui firman Tuhan ini, kita mengajak pendengar untuk
bersedia aktif mengupayakan atau mem perjuangkan kesa-
tuan dan persatuan, meskipun dalam konteks keberagam-
an.
2. Persatuan dan Kesatuan yang adajangan berhenti pada aras
pengetahuan atau teori saja, atau sebagai bahan per-debatan
kaum elit saja, namun mulai dari diri sendiri untuk mau
mempraktekkannya.
3. Persatuan dan kesatuan hanya akan terjadi bila dalam kehi-
dupan‘ ini kita mau merendahkan diri, tidak memikirkan ke-
pentingan diri dan kelompok sendiri saja, smelainkain meng-
upayakan kepentingan bersama. Misalnya, dikehidupan je-
maat mula-mula mereka rnau menjual tanah mereka lalu
menyumbangkan harta mereka untuk kepentingan bersama.
Terutama mereka mengutamakan saudara yang berkekurang-
an.
4. Mengarahkan hidup kita pada dasar yang kuat yakni teladan
Yesus yang pernah berdoa untuk kesatuan para murid-Nya
(Yoh.'17:20-21)._ Mengandalkan kekuatan Roh Kudus yang
»memampukan -para murid melakukan kehendak-Nya, bukan
seperti orang-orang Israel yang mengupayakan kesatuanjustru
dengan hasrat membangun Menara Babel agar mereka tidak
terserak dan bisa "menandingi kekuasaan Allah.

KERANGKA KHOTBAH

PERSATUAN INDONESIA
Persatuan menjadi kata yang tidak asing bagi kita. Banyak
sekali jargon yang dibuat untuk menginspirasi banyak orang agar
mengupayakan persatuan, meski dalam keberagaman. Misalnya,
sem boyan negara kita NKRI yang berbunyi "Bhineka Tunggal Ika"f
berbeda-beda tetapi satu juga. Semboyan ini sampai sekarang
masih tetap relevan bagi kehidupan bersama di negeri tercinta
Indonesia. Meskipunrakyat Indonesia beragam Iatar belakang
budayanya, bahasanya, sosial ekonominya, dan masih banyak
Iagi, namun di bawah nilai-nilai Pancasila terutama sila ke tiga
"Persatuan Indonesia", Indonesia tetap menjadi negara yang sejah-
tera.

Berbicara tentang persatuan, sudah sejak lama Tuhan Yesus
mengharapkan persatuan terjadi dalam kehidupan murid-murid-Nya
(Yoh.17:20-21); Tuhan Yesus berdoa agar para murid dan semua
orang peroaya, tetap menabur damai dan memelihara benih-benih
persatuan meski ditengah keberagaman.

Berkaitan dengan bacaan kita hari ini, jemaat perdana yang
heterogen, baik dari Iatar-belakang ekonomi, sosial, budaya, me-
reka nam pak sedang bergiat mengupayakan persatuan sebagai
tubuh Kristus, dan menempatkan Kristus sebagai Kepala. Apa
yang mereka Iakukan?

Pertama, mereka tidak hanya berhenti pada aras mengeta-
hui apa itu firman dan kehendak Allah dengan cara mendengar
pengajaran para rasul di serambi Salomo atau mungkin di Bait
Allah. Namun, merekajuga berupaya menerapkan apa yang me-
reka ketahui dengan komitmen yang sungguh. Ada ketertunduk-
an yang total terhadap firman Tuhan. Mereka tidak menggunakan
pengetahuan mereka hanya untuk berdebat supaya terlihat hebat.
Mereka memahami pengetahuan tentang persatuan bukan sebagai
teori tanpa bukti, tetapi sesuatu yang harus dipraktekkan. Nyata
melalui kesediaan mereka untuk memecahkan roti dan makan ber-
sama secara bergmran. Mereka rela berkorban dengan memberi
dariapa yang mereka punyai.

Kedua, umat melakukan hukum kasih secara seimbang. Ada
banyak orang yang sangat murah hati, mengasihi sesama, dan
suka berbagi, namun melupakan Tuhan. Atau sebaliknya, ada orang
yang rajin beribadah, setia melayani, tetapi dalam keseharian ia
membenci saudaranya. 1 Yohanes 4:20 berkata "Jikalau seorang
berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya,
maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi
saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang
tidak dilihatnya. "Namun, tidak demikian dengan jemaat mula-mula,
mereka berupaya melakukan hukum kasih secara seimbang.
Mereka mendasari persatuan sebagai tu buh Kristus melalui bergaul
karib dengan Tuhan dan selalu berdoa, tiap-tiap hari mereka ber-
kumpui di BaitAilah, dan memecahkan roti di rumah masing-masing.
Ketiga, menjadikan Yesus sebagai teiadan dalam memberi.
Yesus rela berbagi kehidupan melalui pengorbanan-Nya. Hidup
memberi merupakan hai yang tidak mudah. Ada banyak orang
yang berkata bahwa saya saja masih kurang bagaimana saya bisa
memberi karena bukti secara ilmu matematika disaat memberi
pasti apa yang kita miliki akan berkurang. Namun, berbeda jika
kita menerapkan ilmu matematikanya Tuhan, maka akan seperti
aliran sungai yang mengalirkan airny-a ke sungai bagian bawah.
Disaat kita membendung air tersebut, maka lama kelamaan air itu
akan berubah menjadi keruh, bahkan beriumut dan tidak jernih
lagi. Akan menjadi berbeda jika kita mengalirkan air yang kita ben-
dung tersebut ke tempat  yang lebih rendah, seperti persawahan
yang membutuhkan air, maka yang terjadi adalah air akan semakin
deras mengalir dari ketingg_ian ke arah sungai di sekitar kita berada.
Air yang selalu bersih, sehat dan baru yang justru akan selalu me-
ngalir dan mendatangi kita. Demikian halnya biia kita mempraktek-
kan apa yang jemaat mula-mula perbuat. Segala yang mereka
miliki mereka bagikan kepada sesamanya, terutama yang ber-
kekurangan (ay.44",45). Mereka justru merasakan kegembiraan
dan tulus hati (ay.46).


SBU


HARI MINGGU II SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 30 JUNI 2019
Renungan Pagi
GB.345:1,2 -Berdoa
PERSATUAN INDONESIA

Kisah Para Rasul 2 : 41 - 47
"...se|alu ada dari mereka yang menjual harta mmknya , iaiu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing" (ay.45)

Adalah salah kalau kita menyamakan kondisi Jemaat pertama dengan masyarakat komunis. Dalam masyarakat kom unis, orang ‘diambil‘ harta pribadinya untuk dijadikan milik komunal. Sedangkan dalam jemaat abad pertama, orang sebagai pribadi ‘memberikan‘ apa yang dia miliki sebagai tanda kasih terhadap sesama, dan hal ini dilakukan dengan gembira.

Dalam Jemaat pertama ada warga negara Roma, ada yang namanya orang merdeka, dan ada yang budak. Mereka dipersatukan oleh seorang tokoh yang namanya Yesus Kristus. Yesus
Kristus mengajar tentang saling mengasihi dan mengampuni. Dalam saling mengasihi orang membantu sesamanya. Dalam saling mengampuni, orang mengabaikan batas tinggi rendahnya golongan dalam masyarakat.

Kita sebagai bangsa Indonesia berasal dari suku bangsa, pu|au-pulau, budaya-budaya dan bahasa-bahasa yang semuanya berbeda-beda. Nam un, sebagai bangsa yang merdeka, kita katakan kepada dunia bahwa kita berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu, yakni ‘Indonesia‘. Secara Kristiani, hal ini berarti bahwa orang Kristen di Indonesia harus peka terhadap keadaan lingkungannya dengan mencontohi iman jemaat pertama.

Kita mesti resah kalau disekitar kita ada orang yang berkekurangan, dan sengsara. Kita harus resah kalau ada yang mengambil keuntungan dari bantuan yang harusnya jatuh ke tangan korban benoana alam misainya. Dalam masyarakat Alkitabiah abad pertama, pertanyaan bagi setiap orang adaiah bagaimana saya mewujud-nyatakan kasih. Apa yang bisa saya buat, bukan apa yang bisa saya dapat. Kalau ini kita lakukan, maka kita sungguh-sungguh memahami makna ‘persatuan Indonesia‘. Bukan sekadar sebagai jargon, melainkan justru dari Iakon.

GB.345 : 3
Doa : (Ya Roh Kudus, teguhkan kami untuk rela menopang sesama dalam hidup bersama sebagai saudara sebangsa dalam mewujudkan persatuan Indonesia)



HARI MINGGU II SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 30 JUNI 2019
Renungan Malam
KJ.424 : 1 -Berdoa
TETAPLAH MENJADI TELADAN

Kisah Para Rasul 4:32-37
....mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri..... (ay.32)

Seorang teladan artinya sosok yang patut ditiru atau dijadikan panutan oleh orang lain, menjadi role model. Dunia akan selalu butuh dan haus akan keteladanan untuk dijadikan pelajaran berharga agar lebih baik lagi kedepannya. Dalam sejarah dunia kita menemukan banyak teladan, dalam Alkitab pun kita bisa menemukan banyak sosok yang layak diteladani di hari-hari kehidupan kita. Satu hal Iagi yang panting adalah apakah kita sudah siap dan sanggup menjadi teladan? Bacaan kita menjelaskan bagaimanajemaat mula-mula menjadi
role model, atau panutan yang layak ditiru. Mereka sehati sajiwa, bertekun dalam pengajaran rasul-rasul di bait Allah, juga menjadi pribadi-pribadi yang sangat murah hati. Hidup berbagi menjadi gaya hidup sehari-hari. Yusuf atau Barnabas salah seorang dari antara mereka misalnya menjual tanah miliknya lalu membawa uangnya dan me-Ietakkannya di depan rasul-rasul. Hidup jemaat perdana ini telah menjadi teladan bagaimana seharusnya hidup sebagai umat Tuhan.

Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa kita semua diminta untuk tampil menjadi teladan dalam perbuatan baik."...jadikanlah dfrimu sendiri suatu teladan dalam berbuaz‘ baik" (Tit.2:7). Proses pemindahan pengetahuan dan memberi pengajaran secara teoritis
saja tidaklah cukup. Kita harus mam pu mencontohkan dalam wujud perbuatan baik. Tuhan Ye-sus merupakan contoh sempurna dalam hal ini. Ia tidak hanya mengajarkan tentang kasih, tetapi Dia sendiri menjadi simbol kasih yang rela berkorban.

Bagaimana dengan kita? Ada banyak orang Kristen yang tidak menjadi teladan. Jangankan menjadi saluran berkat, menjadi sesama yang saling be-rdamai saja sulit. Jika demikian yang terjadi, bagaimana akan menjadi berkat bagi dunia, sementara di dalam persekutuan sendiri tiada kedamaian. Persekutuan akan sulit bertambah dan bertumbuh sebagaimana jemaat perdana. Mari kita mulai dari diri sendiri, untuk mau melaksanakan kehendak Tuhan
dan menjadi teladan dalam berbuat baik seperti mereka, agar banyak orang datang dan menjadi percaya kepada Tuhan.

KJ.424 : 2
Doa : (Bimbing kami ya Roh Kudus supaya kami dapat menjadi teladan dalam berbuat baik, sehingga banyak orang rindu memuliakan Tuhan)









Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 1 Juli 2019 - KITA PUNYA PEKERJAAN RUMAH (PR) - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - MEMBALAS KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA





November 10-16 (Week 46) - Ezekiel 46-48; John 16 || Daniel 1-3; Psalm 88; John 17 || Dan 4-6; John 18 || Dan 7-9; Psalm 91; John 19 || Dan 10-12; John 20

Hari ini, 17 November - Galatia 4-6

Hari ini, 17 November - Maz 122:1-7, Yeh 19-20, Ibr 11:20-40, Ams 29:2-3

Hari ini, 17 Nopember - Yohanes 11:45-57, 1 Yohanes 4: 1-6, Ayub 15:17-35, Yehezkiel 42-44

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392





Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402c AMIN

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402b AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 402a AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 401 AMIN, AMIN, YA, BENAR ADANYA

Kamis, 20 Juni 2013
GB 400 AMIN, AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 399 AMIN, HALELUYA!

Selasa, 06 Agustus 2013
GB 398b MARANATHA dan GB lama maranatha - gb 293c pada GB Lama

Senin, 29 Juli 2013
GB 398a MARANATHA & GB lama 293a MARANATHA

Senin, 22 Juli 2013
GB 397 HOSIANA

Senin, 22 Juli 2013
GB 396 HOSIANA, HOSIANA

Kamis, 11 Juli 2013
GB 395 HALELUYA! AMIN

Kamis, 11 Juli 2013
GB 394 HALELUYA, HALELUYA! PUJILAH TUHANMU

Kamis, 11 Juli 2013
GB 393 HALELUYA

Senin, 20 Juli 2015
GB 392b KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Kamis, 18 Juli 2013
GB 392a KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Rabu, 31 Juli 2013
GB 391 TUHAN MENYERTAI KAMU

Rabu, 29 April 2015
GB 389b KARNA ENGKAULAH

Selasa, 23 Juli 2013
GB 389a KARNA ENGKAULAH

Senin, 29 Juli 2013
GB 388 PUJI ALLAH | MULIAKANLAH

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



index.php?i= 52,   index.php?i= 52,   index.php?i= 49,   index.php?i= 72,   index.php?i= 72,   lagu persembahan sekolah minggu,   index.php?i= 13,   index.php?i= 34,   index.php?i= 34,   habakuk 3 : 1 - 6, minggu 24 Nov 2019,   lirik lagu sering kutanya pada diriku,   cerita sekolah minggu 28 april 2019,   renungan mazmur 39,   Renungan liturgi katholik 1 desember 2019 ,   Renungan liturgi katholik 1 desember 2019,   kalender katolik bulan november 2019,   susunan lagu gpdi untuk ibadah miggu,   keluaran 19 : 1-6,   emmanuel singers mp3 download,   nyanyian untuk misa harian tanggal 18 november 2019,   nyanyian untuk misa harian tanggal 18 november 2019,   penjelasan nats yesaya 65 17 25,   khotbah jermia 33 14 16 gpib,   Yesaya 58 : 6-12 Alkitab,   Yesaya 58 : 6-12 Alkitab,   Yesaya 58 : 6-12 Alkitab,   sabda guna dharma krida 2019,   materi katekisasi gpib,   khotbah nahum 1:1-8,   nahum 1 : 1-8 kotbah,   nahum 1 : 1-8 kotbah,   nahum 1 : 1-8 kotbah,   nahum 1 : 1-8 kotbah,   lagu penutup dalam ibdah,   MP3 lagu rohani bahana nama Tuhan SATB,   lagu persembahan kristen rohani,   jamita minggu pilipi 4 : 10 - 20,   ayat pembacaan alkitab gereja toraja tanggal 17 november 2019,   ayat pembacaan alkitab gereja toraja tanggal 17 november 2019,   ayat pembacaan alkitab gereja toraja tanggal 17 november 2019,   nyanyian lagu kanon,   renungan mazmur 72,   lagu buat persembahan persembahan,   lagu pujian gbi rock,   Khotbah Matius 16 : 13-20 Anugerah Allah Nyata dlm pengakuan Iman,   ppt materi katekisasi manusia dan lingkungan,   lagu pujian syukur,   KHOTBAH YOHANES 3 AYAT 1 SAMPAI 21,   khotbah dari 1 tes 2:19-20,   khotbah dari 1 tes 2:19-20,   jamita pilipi 4:10-20 versi hkbp,   kmm 99:1-2,   santapan rohani kristen Minggu 17 Nov 1019,   download lagu rohani boom boom,   khotbah Nahum 1: 1- 8,   khotbah nahum 1 1 8,   lirik dunia gemar dan soraklah dan joy to the wordl,   khotbah nahum 1:1-8,   khotbah dari maz 83:1-19,   bahasa batak Pilippi 4 : 10 – 20,   lagu rohani untuk persembahan syukur,   Topik jamita Hkbp minggu 17 november 2019 filipi 4 : 10 - 20,   Topik jamita Hkbp minggu 17 november 2019 filipi 4 : 10 - 20,   Topik jamita Hkbp minggu 17 november 2019 filipi 4 : 10 - 20,   Topik jamita Hkbp minggu 17 november 2019 filipi 4 : 10 - 20,   Topik jamita Hkbp minggu 17 november 2019 filipi 4 : 10 - 20,   Topik jamita Hkbp minggu 17 november 2019 pilippi 4 : 10 - 20,   kotbah waspada,   kotbah waspada,   Jamita minggu 17 november 2019. Filipi 4: 10- 20 bahasa batak toba,   Jamita minggu 17 november 2019. Filipi 4: 10- 20 bahasa batak toba,   Jamita HKBP minggu 17 november 2019. Filipi 4: 10- 20 bahasa batak toba,   khotbah kristen 2019,   khotbah 2 tesalonika 3:6-13,   Topik jamita Minggu 17 nopember 2019. Pilippi 4 : 10 - 20.,   nyanyian kidung keesaan,   Topik jamita HKBP Minggu 17 november 2019. Filipi 4 : 10 - 20.,   jamita pilipi 4: 10-20 versi hkbp,   khotbah filipi 4 10-20,   ppt materi katekisasi manusia dan lingkungan,   nyanyian rohani 94 lirik,   nyanyian rohani 94 lirik,   nyanyian rohani 94,   Jadikanku pelangi indah olga victoria ,   contoh liturgi natal untuk kaum wanita,   renungan harian kejadian 6:1-8,   cerita sekolah minggu 16 nov 2019,   Ae khuda meri roshni meri nizat mp3 free download song by Anil kabt,   khotbah mazmur 104 1 9,   kotbah minggu 24november2019,   renungan daniel 11,   lagu rohani kristen pernikahan,   renungan nahum 1 1-8,   Lirik tasbiih al rab,   tata ibadah katolik,   download album gms mp3,   Jadikan pelangi indah olga victoria,   kotbah uem,   kotbah natal matius 7 : 16,   Pemahaman Alkitab 2 Tesalonika 2:1-12,   tata ibadah perjamuan kudus hkbp,   KHOTBAH MAZMUR 89:1-9,   Pemahaman Alkitab 2 Tesalonika 2:1-12,   nkb 37 not dan lagu,   Pemahaman Alkitab 2 Tesalonika 2:1-12,   khotbah tentang malaikat,   yohanes 8:1-19,   tata ibadah GERMITA,   tata ibadah GERMITA,   pujian untuk persembahan syukur,   perayaan liturgi umat katolik bulan november 2019,   Khotbah Lukas Pasal 21:5-19,   tafsiran lukas 21:5-19,   renungan mazmur 55:2-8,   Khlbh masmur 55:2-,   khotbahkis rasul 10 34 36 gpib,   Khlbh masmur 55:2-,   renungan Nahum 1:2-8,   filipi 4:10-20,   filipi 4:10-20,   bacaan sabda bina umat hari ini,   https://www.lagu-gereja.com/index.php?ipage=8940,   Renungan khotbah pengharapan mnrut Mzm 40:5-6,   Renungan khotbah pengharapan mnrut Mzm 40:5-6,   renungan Nahum 1:2-8,   liturgi ibadah penghiburan dan kedukaan,   kotbah uem,   kalender liturgi Desember 2019,   kalender liturgi Desember 2019,   kalender liturgi Desember 2019,   kalender liturgi 2019,   lagu rohani tentang pertobatan,   lagu pengantar bacaan firman tuhan,   Wahyu 22: 12,   unduh daftar bacaan gmit tahun 2019,   renungan minggu uem,   renungan yohanes 12 37-43,   Bacaan kristen tgl 17 nopember 2019,   Contoh renungan untuk ibadah minggu tgl 17 november 2019,   saat teduh tekun berkarya,   kalender gerejawi 2019,   di depan mata yesus,   renungan Luk 21,5-19,   renungan kristen ibrani 13:20-21 dari gmit,   renungan Nahum 1 : 1-8,   tema natal gereja hkbp tahun 2019 1 Yohanes 4:42,   tema natal hkbp tahun 2019 ,   thema natal hkbp 2019,   thema natal hkbp 2019,   dangdut rohani,   khotbah pilipi 4:10-20 17 november 2019,   kotbah markus 2:1-12,   renungan lukas 20: 25,   Penjelsan nats firman ibrani 11:1 utk ank sekolh minggu,   renungan singkat dari masmur 11:1-7,   renungan nahum 1 : 1-8,   khotbah tentang malaikat,   Rngn kol 1:15-20 ,   kalender liturgi 2020,   kotbah kolose1:15-23,   lirik lagu firmanmu pelita kc 140,   Nats khotbah amsal 19:20-29,   kotbah Lukas 21:5-19,   kotbah Lukas 21:5-19,   kalender liturgi 2020,   kalender liturgi 2020,   ayat tentang anugerah dan belas kasihan tuhan,   jamita filipi 4:10-20,   lagu persembahan,   lagu yg cocok buat persembahan,   kotbah Lukas 21:5-19,