Save Page
Amos 5:25-27
5:25 "Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku korban sembelihan dan korban sajian, selama empat puluh tahun di padang gurun itu, hai kaum Israel? 5:26 Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu, patung-patungmu yang telah kamu buat bagimu itu, 5:27 dan Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan jauh ke seberang Damsyik," firman TUHAN, yang nama-Nya Allah semesta alam.

Penjelasan:


* Am 5:25 - Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku kurban sembelihan dan kurban sajian ... di padang gurun?
Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku kurban sembelihan dan kurban sajian ... di padang gurun? Ini menyiratkan bahwa di padang gurun orang Israel tidak hanya mempersembahkan kurban sembelihan dan kurban sajian (bdg. Yer. 7:22, 23). Mereka membawa sesuatu yang lebih dari upacara formal. Amos tidak mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mempersembahkan kurban waktu di padang gurun itu. Hubungannya ialah dengan hal yang mengikutinya.

* Am 5:26 - Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu (RSV)
Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu (RSV). Pada zaman kita ini, tak mungkin mengenal Sakut. Kewan adalah ilah Babel yang kadang-kadang diidentifikasikan dengan Saturnus. Berhala-berhala itu akan dibawa ke pembuangan oleh para penyembahnya.

* Am 5:27 - Jauh ke seberang Damsyik
Jauh ke seberang Damsyik. Ke Asyur. Stefanus memakai Babel, bukan Damsyik (Kis. 7:43).

* Am 5:21-27
Para nabi kerap kali mengecam agama yang semu saja. Agama semu itu ialah: Orang menganggap hubungannya dengan Allah baik dan lurus, jika melakukan upacara-upacara dan kebaktian tertentu (korban, puasa dsb). Tetapi sementara itu orang menganggap sepi perintah-perintah yang paling penting, yaitu keadilan sosial dan kasih kepada sesama manusia, 1Sa 15:22; Yes 1:10-16; 29:13-14; 58:1-8; Hos 6:6; Mik 6:5-8; Yer 6:20; Yoe 2:13; Zak 7:4-6; bdk Maz 40:7-9; 50:5-15; 51:18-19. Para pemazmur juga menentang upacara-upacara semu, yaitu dengan meletakkan tekanan pada sikap hati yang mesti menjiwai korban, yakni: ketaatan, rasa syukur, sesal hati. begitu pula si Muwarikh, yang mengutamakan nyanyian dalam ibadat korban, oleh karena nyanyian itu mengungkapkan sikap hati pula. Perjanjian Baru memberi penegasan yang terakhir, Luk 11:41-42; Mat 7:21; Yoh 4:21-24.




SGDK
MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
RABU, 26 JUNI 2019
HUKUMAN BAGI KETIDAKADILAN
Amos 5:25-27

A. PENGANTAR
Amos adalah seorang peternak domba dari Tekoa (1 :1 ). Nama
Amos ( Ibr: Dim] )berarti penanggung beban. Kota Tekoa, tem-
pat Amos berasal, letaknya sekitar 16 km di sebelah selatan
Yerusalem, pada ketinggian kira-kira 820 m. Ke arah timur, dan
melandal ke arah Laut Mati yang terletak kira-kira 1.200m di
bawahnya, terdapat Padang Belantara Yehuda yang gersang. Di
tempat inilah, sang nabi bekerja sebagai peternak domba yang
sederhana pada awal kehidupannya (Amos 1:1). Kata Ibrani
‘mi: (noqed) yang diterjemahkan menjadi "para peternak domba"
di ayat ini, hanya muncul sekali di tempat lain dalam Alkitab (2
Raja 3:4); dan kata ini berhubungan dengannaqqad, yaitu kata
dalam bahasa Arab untuk jenis domba yang khusus, yang agak
kurang menarik tetapi sangat‘be_rni_lai oleh karena bulunya. Di
padang belantara yang ganas itu, Amos juga mengerjakan
pekerjaan musiman yang hina sebagai penoreh buah ara-hutan,
yaitu buah yang dianggap makanan untuk orang miskin saja.
Menurut catatan 1:1, Amos memulai tugasnya sebagai seorang
nabi dua tahun sebelum gempa" bumi besar yang terjadi selama
pemerintahan Uzzla, raja Yehuda. Pada waktu yang sama,
Yerobeam ll, putra Yoas, adalah raja Israel (Amos 1:1).Dengan
memperhatikan data ini, maka para penafsir mem-perkirakan bahwa
Amos bernubuat sekitar tahun 829 sM sampai kira-kira tahun 804
sM, dalam periode 26 tahunketika raja Yehuda, Uzia, memerintah
bersamaan waktu dengan raja Israel tersebut. Pada waktu itu Israel
(utara) sedang mengalami masa keemasan dan kejayaan baik
politik, ekonomi bahkan militer. Sayangnya, keadilan sosial tidak
menjadi perhatian bangsa ini.

Karena itu Amos muncul dengan protesnya yang keras sekali
terhadap buruknya keadilan sosial dilsrael. DI Betel dia bernubuat
terhadap praktik keagaman di sana, sehingga dia ditolak oleh Imam
besar dan dibuang ke luar Israel. Amos mem britakan sesuatu yang
baru bagi Israel.Amos juga menegur pemahaman yang salah
tentanghari Tuhan?

B. PENJELASAN NAS
Perikop bacaan kita, berhubungan erat dengan kritikan Amos
tentang pemahaman mengenai hari Tuhan (5:18-20). Menurut
Amos, untuk kehidupan bebal bangsa ini, hari Tuhan bukan soal
sukaclta dan suasana penuh dengan cahaya terang "benderang,
melainkan kegelapan dan malapetaka (ay.20). Hal ini disebabkan
hidup bangsa ini yang jauh dari Tuhan. Praktek keagamaan mereka
hanyalah kedok dan bukan ketulusan. ltulah sebabnya dengan
lantang Amos berkata bahwa TUHAN Allah lsrael membenoi pe-
rayaan mereka, menolak perkumpulan raya yang mereka lakukan
(ay.21). Bahkan lebih daripada itu, segala korban bakaran, korban
sajian, korban keselamatan tidak disukai oleh TUHAN. Allah lsrael
tidak mengingini lagl semua hal itu. Nyanyian dan pujlan mereka
kepada Allah dan sebuah peribadahan tersebut tidak menyenang-
kan TUHAN. Bahkan menurut Amos semua yang mereka lakukan
dibenci oleh Allah (ay.21-23)

Mengapa demikian? Jawabannyakita tem ukan pada ayat 24.
lsrael gagal menghadirkan keadilan Allah dalam kehidupan mereka
sebagai suatu bangsa. Tidak ada kebenaran dalam diri mereka.
TUHAN Allah lsrael menjadi muak dengan prilaku kehidupan sosial
keagaman mereka. Ayat 24 ini juga mengindikasi bahwa akan tiba
saatnya keadilan dan kebenaran datang bagi bangsa ini. Hal
tersebut bermakna penghukuman kelak akan mereka terima
sebagai suatu bangsa.

Pada ayat 25, melalui Amos, TUHAN, Allah lsrael menegaskan
bahwa la tidak pernah menuntut korban sajian, bakaran ataujenis
apapun dari umat-Nya. Bukankah hal itu tidak pernah nenek mo-
yang mereka lakukan di padang gurun? Bukanpersembahan yang
Tuhan inginkan dari lsrael. Melainkan kehidupan mereka yang tidak
melupakan Tuhan dan bukan bersandar pada kemewahan hidup.
Mereka seharusnya mem perhatikan kehidupan mereka yang lemah
dan miskin dan bukan memeras mereka (4:1); merubah kehidupan
keagamaan mereka yang penuh dengan kemunafikan. Terllhat
kudus praktek keagamaan mereka, namun sesungguhnya penuh
dengan kejahatan (424-5). Bahkan yang paling mengerikan mereka
telah mengubah keadilan menjadi ipuh (7:1) dan tidak lagi menerima
teguran untuk merubah prilaku jahat mereka dan justru sebaliknya
orang lem ah terus menjadi korban ketidak adilan (5: 10-1 1). TUHAN
Allah lsrael tidak menuntut aspek ritual yang palsu. la menginginkan
prilaku ibadah yang aktual yakni menegakkan kebenaran dan
keadilan.

ltulah sebabnya pada ayat 26 dan 27, Amos menggambarkan
bahwa arak-arakan kegiatan agamawl itu bukan menuju pada
kemuliaan namun menuju pada Damsyik. Ungkapan tentang
Damsyik ini menunjuk pada kerajaanAsyur. Nubuatan ini kemudian
tergenapi pada tahun 722 sM mereka dibuang di Asyur. lstilah
Sakut menunjuk pada dewa asing dan Kewan
(lbr: 1 3 a (ki - yfin) menunjuk pada patung yang diidolakan untuk
dewa kafir. Semua arak-arakan itu akan menuju pada kehancuran
bangsa ini yakni pembuangan ke seberang Damsyik. Saatnya nanti
mereka menerima ganjaran dari TUHAN, Allah semesta alam.
Perikop ini dengan tegas menyatakan bahwa Allah Israel adalah
Allah Mahabenar dan Adil, sehingga Pribadi Kudus ini tidak
sedikitpun memberi ruang dan toleran terhadap berbagai praktek
ketidak-adilan yang dilakukan oleh bangsa ini kepada mereka yang
lemah dan miskin. Di sisi yang lain, Diajuga adalah pribadi yang
peduli sehingga dengan tegas akan berpihak kepada mereka yang
menjadi korban dan selanjutnya berdiri sebagai hakim sekaligus
pemberi hukuman bagi mereka yang angkuh, curang dan tidak
mendengar perintah serta kehendaknya.

C. PERTANYAAN DISKUSI
1. Menurut Yakobus 1:27 ibadah yang murni dan yang tak bercacat
di hadapan A//ah, Bapa k1_'ta,"iaIah mengunjungi yatim piatu dan
janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya
' dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia. Apakah selama ini
praktek peribadahan kita telah menuju pada makna lbadah yang
benar, terutama memperhatikan mereka yang lemah dan miskin?
2. Bukan ibadah ritual saja yang menjadi tolak ukur berhasilnya
kita menjalankan perintah Tuhan, melainkan ibadah dalam laku
yang nyata (aktual). Bagaimana saudara memahami hal ini?
Berikan contohnya!
3. Penyembahan berhala mungkin sudah tidak lagi kita temui di
jaman modernini. Tetapi bagaimana dengan orang yang sibuk
dengan harta dan kekayaan, kepentingan diri dan kenikmatan
hidup menjadiwutama, ketergantungan kepada harta benda lebih
tinggi dibanding dengan kesadaran pada kehadiran Allah untuk
ditaati dan disem bah? Apakah ini termasuk "dewa asing" dalam
hidup pribadi, keluarga dan bergereja kita? Jelaskan!


SBU


MINGGU SES. PENTAKOSTA
RABU, 26 JUNl 2019
Renungan Pagi
GB.100 : 3 -Berdoa
KEADILAN BERGULUNG-GULUNG

Amos 5:21-24
Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti airdan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir (ay.24)

Ape jadinya jika TUHAN menolak ibadah kita clan persembahan
yang kita berikan kepada-Nya. Bagaimana jika seluruh ritus peraya-
an yang dilakukan sebagai orang percaya justru tidak menyenang-
kan Allah? Konclisi ini pernah terjadi di zaman Amos. Tuhan menolak
peribadahan mereka (ay.21), Dia tidak berkenan terhadap semua
yang dipersembahkan oleh umat Tuhan.

Mengapa demikian? Hal ini disebabkan hidup bangsa ini yang
jauh dari Tuhan. Praktek keagamaan mereka hanyalah kedok clan
bukan ketulusan. Mereka seharusnya memperhatikan kehidupan
orang-orang yang lemah dan miskin dan bukan memeras mereka
(4:1); merobah kehidupan keagamaan mereka yang penuh dengan
kemunafikan. Terlihat kudus praktek keagamaan mereka, namun
sesungguhnya penuh clengan kejahatan (414-5). Bahkan yang paling
mengerikan mereka telah mengubah keadilan menjadi ipuh (7:1)
clan tidak lagi menerima teguran untuk merubah prilakujahat mereka
dan justru sebaliknya orang lemah terus menjadi korban ketidak
adilan (5:10-11). TUHAN Allah Israel tidak menuntut aspek ritual
yang palsu. la menginginkan prilaku ibaclah yang aktual yakni me-
negakkan kebenaran dan keadilan.

Jika kita sibuk dengan ibadah ritual, tetapi tidak mengupayakan
kebenaran dan keadilan datang bergulung-gulung di sekitar kita,
maka sesungguhnya kita gagal mewujudnyatakan ibadah ritual
dalam prilaku aktual. Memang benar bahwa keadilan dan kebenaran
tidak dapat diputar-balikkan sebagaimana renungan hari Selasa
kemarin. Tetapi kita juga dipanggil untuk menjadi alat Tuhan meng-
hadirkan kebenaran dan keadilan itu bagi banyak orang. Jika kita
hanya berseru: "datanglah keadilan dan kebenaran berguIung-
gulung bagi bangsa ini", namun kehidupan kita jauh dari ke-
benaran, prilaku hidup kita tidak mewujudkan keadilan bagi sesame,
maka bagaimana mungkin kebenaran dan keadilan itu akan ter-
wujud? Karena itu jangan tunda, mulailah mewujudkan ibaclah ritual
dalam prilaku aktual kita.

GB.100 : 4
Doa : (Tuhan, pakailah kami menghadirkan keadilan dan
kebenaran itu)


MINGGU SES. PENTAKOSTA
RABU, 26 JUNl 2019
Renungan Malam
GB.33 : 1,2 -Berdoa
HUKUMAN BAGI KETIDAKADILAN

Amos 5 : 25 - 27
Dan aku akan membawa kamu kedalam pembuangan... (ay.27)

Bacaan Alkltab malam hari ini merupakan lanjutan dari bacaan
pagi tadi. Tuhan menolak ibadah mereka dan muak dengan
persembahan mereka. Penyebab utama adalah mereka gagal
menghadlrkan kebenaran dan keadilan dalam kehidupan mereka.
Semua yang mereka kerjakan yang terkesan kudus itu hanyalah
topeng belaka. Kemunafikan ada dalam hldup umat Israel.
Pada ayal: 25, melalui Amos, TUHAN, Allah Israel menegaskan
bahwa la tidak pernah menuntut korban sajian, bakaran atau jenis
apapun dari umat-Nya. Bukankah hal itu tidak pernah nanek
moyang mereka lakukan di padang gurun? Bukan persembahan
yang Tuhan inglnkan dari lsrael. Melainkan kehidupan mereka yang
tidak melupakan Tuhan clan bukan bersanclar pada kemewahan
hidup. Mereka seharusnya memperhatlkan kehidupan orang-orang
yang Iemah dan mlskin dan bukan meme-ras mereka (4:1); merubah
kehidupan keagamaan mereka yang penuh dengan kemunafikan.
Terlihat kudus praktek keagamaan mereka, namun sesungguhnya
penuh dengan kejahatan (4:4-5). Bahkan yang paling mengerikan
mereka telah mengubah keadilan menjacli ipuh (7:1) clan tidak lagi
menerima teguran untuk merubah prllaku jahat mereka dan justru
sebaliknya orang Iemah terus menjadl korban ketidak-adilan (5:10-
11).

Mereka harus befiobat clan kembali merubah sikap hldup mereka
menjadi berkenan kepada Allah. Jika tidak, hukuman menanti
mereka melalui pembuangan (ay.27). Perikop ini dengan tegas
menyatakan bahwa Allah Israel adalah Allah Maha benar dan Adil,
sehlngga Pribadi Kudus ini tidak sedikitpun memberi ruang dan
toleran terhadap berbagai praktek ketldak-adilan yang dilakukan
oleh bangsa ini kepada mereka yang Iemah dan miskln.
Kiranya semua pihak di negerl ini, lndonesia, juga di ruang
keluarga dan gereja menyadari bahwa kebenaran clan keadilan
harus ditegakkan. Ada ganjaran yang menantl jika gagal mengerja-
kan kebenaran dan keadilan. Kita dipanggil untuk menyuarakan
hal ini, agar jangan karena segellntir orang, bangsa, gereja dan
keluarga harus menerima hukuman.

GB.33 : 3
Doa : (Tuhan, tundukkanlah hati kami agar taat pada kehendak-Mu)





Label:   Amos 5:25-27 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Kamis, 27 Juni 2019 - SEBELUM TERLAMBAT - Hosea 4:7-10 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 25 Juni 2019 - TEGAKKANLAH KEADILAN!! - Amos 5:14-17 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA





Week number:46

Hari ini, 13 November - Kisah Para R...

Hari ini, 13 November - Maz 119:164-...

Hari ini, 13 Nopember - Yohanes 10:2...

BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392





Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402c AMIN

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402b AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 402a AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 401 AMIN, AMIN, YA, BENAR ADANYA

Kamis, 20 Juni 2013
GB 400 AMIN, AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 399 AMIN, HALELUYA!

Selasa, 06 Agustus 2013
GB 398b MARANATHA dan GB lama maranatha - gb 293c pada GB Lama

Senin, 29 Juli 2013
GB 398a MARANATHA & GB lama 293a MARANATHA

Senin, 22 Juli 2013
GB 397 HOSIANA

Senin, 22 Juli 2013
GB 396 HOSIANA, HOSIANA

Kamis, 11 Juli 2013
GB 395 HALELUYA! AMIN

Kamis, 11 Juli 2013
GB 394 HALELUYA, HALELUYA! PUJILAH TUHANMU

Kamis, 11 Juli 2013
GB 393 HALELUYA

Senin, 20 Juli 2015
GB 392b KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Kamis, 18 Juli 2013
GB 392a KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Rabu, 31 Juli 2013
GB 391 TUHAN MENYERTAI KAMU

Rabu, 29 April 2015
GB 389b KARNA ENGKAULAH

Selasa, 23 Juli 2013
GB 389a KARNA ENGKAULAH

Senin, 29 Juli 2013
GB 388 PUJI ALLAH | MULIAKANLAH

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



2tesalonika3:6-13,   kristen kata pengantar persembahan,   jamita filipi 4:10-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   lagu lagu pengakuan dosa,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   download lagu mp3 di mazmur 150,   kumpulan lagu gereja kristen maranatha indonesia pengajaran tabernakel,   renungan ulangan 24 17 22,   lagu persembahan gmim,   filipi 4:10-20,   download lagu mp3 di mazmur 150,   khotbah : Tetaplah Setia,   Filipi 4:10-20,   Filipi 4:10-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   syair dan not lagu gereja pdf,   khotbah yohanes 5:19-29,   khotbah yohanes 5:19-29,   you rise me up versi paduan suara,   lagu untuk persembahan,   renungan harian yohanes 5:19-29,   partitur lagu natal,   jembatan lagu untuk persembahan,   ambilan gkps 17 november 2019,   meresponi panggilan tuhan Yosua 1:1-9,   khotbah ulangan 24:19-22,   khotbah ulangan 24:19-22,   liturgi ibadah persekutuan kaum pria bala keselamatan,   lagu bala keselamatan perjuangan,   Khotbah KRISTEN dari Ayub 19: 23-27,   Khotbah KRISTEN dari Ayub 19: 23-27,   jamita filipi 4:10-20,   khotbah ulangan 24:19,   pujian saat mengumpulkan persembahan,   lagu gereja kj 49,   khotbah pilipi 4:10-20 versi hkbp,   renungan yakobus 2:1-13,   Hari Tuhan Maleakhi 4:1-6 GKI,   Hari Tuhan Maleakhi 4:1-6 GKI,   Hari Tuhan Maleakhi 4:1-6,   pujian saat mengumpulkan persembahan,   Contoh renungan kotbah harian agama Kristen Protestan bulan November 2019,   pujian saat mengumpulkan persembahan,   Khlbh masmur 55:2-8,   renungan remaja kristen gmit,   kothbah katolik menurut lukas 21:5-19,   kothbah katolik menurut lukas 21:5-19,   renungan kristen insani 13:20-21 dari gmit,   lagu persembahan,   Tafsiran alkitap 2 tesalonika 3;13-15,   khotbah yakobus 2 1-10,   ayat2 alkitab utk ajakan persembahan,   lagu kristen yang sesuai dengan nats matius 25:31-46,   tata ibadah unit gpm,   MEMANDANG ALLAH MELAMPAUI HIDUP INI Ayub 19: 23 - 27a,   renungan Yosua 24:22-28,   kejadian 21:1-7renungan,   khotbah keluaran 23;1-13,   khotbah amsal 12,    kitab ulangan 24:19-22 berbuat baik bagi semua orang,    kitab ulangan 24:19-22 berbuat baik bagi semua orang,   kotbah ulangan 24:19-22 ,    ulangan 24:19-22 melindungi sesama,   khotbah yoel 2 : 28-32,   khotbah yoel 2 : 28-32,   partirtur 4 suara lagu natal,   renungan sbu tgl 17 november,   khotbah yoel 2 : 28-32,   tafsiran “Engkaulah anakKu yang kukasihi, kepadaMulah aku berkenan” ?,   kalender liturgi katolik tgl 12 nopember 2019,   Jamita filipi 4;10-20,   renungan kristen keluaran 19: 10-11 ,   nyanyian pujian downlod,   nyanyian pujian downlod,   renungan kristen keluaran 19: 10-11 ,   renungan pagi sabda bina umat gpib matius 12. 46_ 50,   sabda bina umat gpib 12 nov 2019,   NYANYIAN BALA KESELAMATAN,   contoh liturgi kedukaan kristen gki,   contoh liturgi kedukaan kristen gki,   lagu gereja.com,   Gita bakti pdf,   Gita bakti pdf,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   ulangan 24:19-22 jamita partangiangan,   kasihnya seperti sungai lagu misa,   bahan sermon jamita 5 Musa 24 19-22,   contoh kotbah ulangan 24:19-22 harus kau ingat dahulu kamu budak,   contoh kotbah ulangan 24:19-22 harus kau ingat dahulu kamu budak,   proses menulis kotbah ulangan 24:19-22,   firmanmu pelita bagi kakiku lagu misa,   renungan alkitab markus 13 ayat 33-37,   Renungan joel 2:23-32,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   khotbah gpib tahun 2019,   khotbah gpib 2019,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   NOT NYANYI ROHANI NKB LAGU NATAL UNTUK PERSEMBAHAN,   NOT NYANYI ROHANI NKB LAGU NATAL UNTUK PERSEMBAHAN,   partitur lagu koor natal,   renungan Lukas 17:7-10,   khotbah yakobus 1:9-11,   lagu penutup ibadah,   kalendar liturgi 2020 agustus,   kalender katolik 2020,   kalender katolik 2020,   kidung kabungahan 45,   tafsir amsal 1 : 5,   contoh contoh tema natal ibadah wbi,   koor natal batak,   sejarah kitab maleakhi 2 ayat 1-9,   lagu unyuk renungan kitab maleakhi 2 ayat 1-9,   lagu gereja ku bersyukur,   nats khotbah kej 6:1-8,   kotbah tekun dalam berkarya,   liturgi katolik desember 2019,   nyanyian rohani no.97,   renungan Kitab Keluaran 31 : 12-17,   liturgi katolik desember 2019,   cerita ulangtahun sekolah minggu dari pengkhotbah 11:8,   judul lagu gms,   kotbah tekun dalam berkarya,   kotbah tekun dalam berkarya,   partitur lagu koor natal,   liturgi ibadah hari minggu gereja toraja 17 november 2019,   khotbah ajakan juruslamat,   khotbah ajakan juruslamat,   tafsiran maleakhi 4:1-6 GKI,   tafsiran maleakhi 4:1-6 GKI,   kasih allahku sungguh tlah terbukti.mp3,   khotbah kis rasul 10 34 36 gpib,   khotbah kis rasul 10 34 36 gpib,   khotbah kis rasul 10 34 36 gpib,   kalender liturgi katolik bulan nopember 2019,   khotbah keluaran 23;1-13,   forevermore gms mp3,   renungan Nahum 1 : 1-8,   ulangan 24:19-22 kotbah GPIB,    bagaimana menyusun kerangka kotbah ulangan 24:19-22,   kejadian 1:11-31 tidak sesuai dengan pengetahuan,   alangkah indah dalam rumah doamu beban ku terlepas ganti kelegaanku ,   download mp3 rohani,   khotbah minggu 15 desember 2019,   khotbah minggu 15 desember 2019,   kotbah roma 1 : 28--32,   khotbah mazmur 138,   khotbah mazmur 138,   MP3 tabuh gendang,   gereja salamat haru natal ,   kotbah partangiangan ulangan "24 19-22" melindungi sesama manusia,   kotbah kristen tentang melindungi sesama manusia ulangan "24 19-22",   bimbinagan menulis kerangka kotbah ulangan 24:19-22 ,   khotbah mini dari nats matius 22:34-40,   Nats khobat pada hari ini tanggal 10 november 2019 yang tertulis di Amsal 19: 20-29 dengan tema " me,   lewatlah malam yang gelap,   trio elexis,   ulangan 16:18-20 renungan di kaitkan dengan pemuda kristen,   Renungan Mazmur8:2,   khotbah amsal 19 20 29,   khotbah amsal 19 20 29,