Save Page
Amos 5:25-27
5:25 "Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku korban sembelihan dan korban sajian, selama empat puluh tahun di padang gurun itu, hai kaum Israel? 5:26 Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu, patung-patungmu yang telah kamu buat bagimu itu, 5:27 dan Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan jauh ke seberang Damsyik," firman TUHAN, yang nama-Nya Allah semesta alam.

Penjelasan:

* Am 5:25 - Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku kurban sembelihan dan kurban sajian ... di padang gurun?
Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku kurban sembelihan dan kurban sajian ... di padang gurun? Ini menyiratkan bahwa di padang gurun orang Israel tidak hanya mempersembahkan kurban sembelihan dan kurban sajian (bdg. Yer. 7:22, 23). Mereka membawa sesuatu yang lebih dari upacara formal. Amos tidak mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mempersembahkan kurban waktu di padang gurun itu. Hubungannya ialah dengan hal yang mengikutinya.

* Am 5:26 - Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu (RSV)
Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu (RSV). Pada zaman kita ini, tak mungkin mengenal Sakut. Kewan adalah ilah Babel yang kadang-kadang diidentifikasikan dengan Saturnus. Berhala-berhala itu akan dibawa ke pembuangan oleh para penyembahnya.

* Am 5:27 - Jauh ke seberang Damsyik
Jauh ke seberang Damsyik. Ke Asyur. Stefanus memakai Babel, bukan Damsyik (Kis. 7:43).

* Am 5:21-27
Para nabi kerap kali mengecam agama yang semu saja. Agama semu itu ialah: Orang menganggap hubungannya dengan Allah baik dan lurus, jika melakukan upacara-upacara dan kebaktian tertentu (korban, puasa dsb). Tetapi sementara itu orang menganggap sepi perintah-perintah yang paling penting, yaitu keadilan sosial dan kasih kepada sesama manusia, 1Sa 15:22; Yes 1:10-16; 29:13-14; 58:1-8; Hos 6:6; Mik 6:5-8; Yer 6:20; Yoe 2:13; Zak 7:4-6; bdk Maz 40:7-9; 50:5-15; 51:18-19. Para pemazmur juga menentang upacara-upacara semu, yaitu dengan meletakkan tekanan pada sikap hati yang mesti menjiwai korban, yakni: ketaatan, rasa syukur, sesal hati. begitu pula si Muwarikh, yang mengutamakan nyanyian dalam ibadat korban, oleh karena nyanyian itu mengungkapkan sikap hati pula. Perjanjian Baru memberi penegasan yang terakhir, Luk 11:41-42; Mat 7:21; Yoh 4:21-24.




SGDK
MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
RABU, 26 JUNI 2019
HUKUMAN BAGI KETIDAKADILAN
Amos 5:25-27

A. PENGANTAR
Amos adalah seorang peternak domba dari Tekoa (1 :1 ). Nama
Amos ( Ibr: Dim] )berarti penanggung beban. Kota Tekoa, tem-
pat Amos berasal, letaknya sekitar 16 km di sebelah selatan
Yerusalem, pada ketinggian kira-kira 820 m. Ke arah timur, dan
melandal ke arah Laut Mati yang terletak kira-kira 1.200m di
bawahnya, terdapat Padang Belantara Yehuda yang gersang. Di
tempat inilah, sang nabi bekerja sebagai peternak domba yang
sederhana pada awal kehidupannya (Amos 1:1). Kata Ibrani
‘mi: (noqed) yang diterjemahkan menjadi "para peternak domba"
di ayat ini, hanya muncul sekali di tempat lain dalam Alkitab (2
Raja 3:4); dan kata ini berhubungan dengannaqqad, yaitu kata
dalam bahasa Arab untuk jenis domba yang khusus, yang agak
kurang menarik tetapi sangat‘be_rni_lai oleh karena bulunya. Di
padang belantara yang ganas itu, Amos juga mengerjakan
pekerjaan musiman yang hina sebagai penoreh buah ara-hutan,
yaitu buah yang dianggap makanan untuk orang miskin saja.
Menurut catatan 1:1, Amos memulai tugasnya sebagai seorang
nabi dua tahun sebelum gempa" bumi besar yang terjadi selama
pemerintahan Uzzla, raja Yehuda. Pada waktu yang sama,
Yerobeam ll, putra Yoas, adalah raja Israel (Amos 1:1).Dengan
memperhatikan data ini, maka para penafsir mem-perkirakan bahwa
Amos bernubuat sekitar tahun 829 sM sampai kira-kira tahun 804
sM, dalam periode 26 tahunketika raja Yehuda, Uzia, memerintah
bersamaan waktu dengan raja Israel tersebut. Pada waktu itu Israel
(utara) sedang mengalami masa keemasan dan kejayaan baik
politik, ekonomi bahkan militer. Sayangnya, keadilan sosial tidak
menjadi perhatian bangsa ini.

Karena itu Amos muncul dengan protesnya yang keras sekali
terhadap buruknya keadilan sosial dilsrael. DI Betel dia bernubuat
terhadap praktik keagaman di sana, sehingga dia ditolak oleh Imam
besar dan dibuang ke luar Israel. Amos mem britakan sesuatu yang
baru bagi Israel.Amos juga menegur pemahaman yang salah
tentanghari Tuhan?

B. PENJELASAN NAS
Perikop bacaan kita, berhubungan erat dengan kritikan Amos
tentang pemahaman mengenai hari Tuhan (5:18-20). Menurut
Amos, untuk kehidupan bebal bangsa ini, hari Tuhan bukan soal
sukaclta dan suasana penuh dengan cahaya terang "benderang,
melainkan kegelapan dan malapetaka (ay.20). Hal ini disebabkan
hidup bangsa ini yang jauh dari Tuhan. Praktek keagamaan mereka
hanyalah kedok dan bukan ketulusan. ltulah sebabnya dengan
lantang Amos berkata bahwa TUHAN Allah lsrael membenoi pe-
rayaan mereka, menolak perkumpulan raya yang mereka lakukan
(ay.21). Bahkan lebih daripada itu, segala korban bakaran, korban
sajian, korban keselamatan tidak disukai oleh TUHAN. Allah lsrael
tidak mengingini lagl semua hal itu. Nyanyian dan pujlan mereka
kepada Allah dan sebuah peribadahan tersebut tidak menyenang-
kan TUHAN. Bahkan menurut Amos semua yang mereka lakukan
dibenci oleh Allah (ay.21-23)

Mengapa demikian? Jawabannyakita tem ukan pada ayat 24.
lsrael gagal menghadirkan keadilan Allah dalam kehidupan mereka
sebagai suatu bangsa. Tidak ada kebenaran dalam diri mereka.
TUHAN Allah lsrael menjadi muak dengan prilaku kehidupan sosial
keagaman mereka. Ayat 24 ini juga mengindikasi bahwa akan tiba
saatnya keadilan dan kebenaran datang bagi bangsa ini. Hal
tersebut bermakna penghukuman kelak akan mereka terima
sebagai suatu bangsa.

Pada ayat 25, melalui Amos, TUHAN, Allah lsrael menegaskan
bahwa la tidak pernah menuntut korban sajian, bakaran ataujenis
apapun dari umat-Nya. Bukankah hal itu tidak pernah nenek mo-
yang mereka lakukan di padang gurun? Bukanpersembahan yang
Tuhan inginkan dari lsrael. Melainkan kehidupan mereka yang tidak
melupakan Tuhan dan bukan bersandar pada kemewahan hidup.
Mereka seharusnya mem perhatikan kehidupan mereka yang lemah
dan miskin dan bukan memeras mereka (4:1); merubah kehidupan
keagamaan mereka yang penuh dengan kemunafikan. Terllhat
kudus praktek keagamaan mereka, namun sesungguhnya penuh
dengan kejahatan (424-5). Bahkan yang paling mengerikan mereka
telah mengubah keadilan menjadi ipuh (7:1) dan tidak lagi menerima
teguran untuk merubah prilaku jahat mereka dan justru sebaliknya
orang lem ah terus menjadi korban ketidak adilan (5: 10-1 1). TUHAN
Allah lsrael tidak menuntut aspek ritual yang palsu. la menginginkan
prilaku ibadah yang aktual yakni menegakkan kebenaran dan
keadilan.

ltulah sebabnya pada ayat 26 dan 27, Amos menggambarkan
bahwa arak-arakan kegiatan agamawl itu bukan menuju pada
kemuliaan namun menuju pada Damsyik. Ungkapan tentang
Damsyik ini menunjuk pada kerajaanAsyur. Nubuatan ini kemudian
tergenapi pada tahun 722 sM mereka dibuang di Asyur. lstilah
Sakut menunjuk pada dewa asing dan Kewan
(lbr: 1 3 a (ki - yfin) menunjuk pada patung yang diidolakan untuk
dewa kafir. Semua arak-arakan itu akan menuju pada kehancuran
bangsa ini yakni pembuangan ke seberang Damsyik. Saatnya nanti
mereka menerima ganjaran dari TUHAN, Allah semesta alam.
Perikop ini dengan tegas menyatakan bahwa Allah Israel adalah
Allah Mahabenar dan Adil, sehingga Pribadi Kudus ini tidak
sedikitpun memberi ruang dan toleran terhadap berbagai praktek
ketidak-adilan yang dilakukan oleh bangsa ini kepada mereka yang
lemah dan miskin. Di sisi yang lain, Diajuga adalah pribadi yang
peduli sehingga dengan tegas akan berpihak kepada mereka yang
menjadi korban dan selanjutnya berdiri sebagai hakim sekaligus
pemberi hukuman bagi mereka yang angkuh, curang dan tidak
mendengar perintah serta kehendaknya.

C. PERTANYAAN DISKUSI
1. Menurut Yakobus 1:27 ibadah yang murni dan yang tak bercacat
di hadapan A//ah, Bapa k1_'ta,"iaIah mengunjungi yatim piatu dan
janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya
' dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia. Apakah selama ini
praktek peribadahan kita telah menuju pada makna lbadah yang
benar, terutama memperhatikan mereka yang lemah dan miskin?
2. Bukan ibadah ritual saja yang menjadi tolak ukur berhasilnya
kita menjalankan perintah Tuhan, melainkan ibadah dalam laku
yang nyata (aktual). Bagaimana saudara memahami hal ini?
Berikan contohnya!
3. Penyembahan berhala mungkin sudah tidak lagi kita temui di
jaman modernini. Tetapi bagaimana dengan orang yang sibuk
dengan harta dan kekayaan, kepentingan diri dan kenikmatan
hidup menjadiwutama, ketergantungan kepada harta benda lebih
tinggi dibanding dengan kesadaran pada kehadiran Allah untuk
ditaati dan disem bah? Apakah ini termasuk "dewa asing" dalam
hidup pribadi, keluarga dan bergereja kita? Jelaskan!


SBU

MINGGU SES. PENTAKOSTA
RABU, 26 JUNl 2019
Renungan Pagi
GB.100 : 3 -Berdoa
KEADILAN BERGULUNG-GULUNG

Amos 5:21-24
Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti airdan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir (ay.24)

Ape jadinya jika TUHAN menolak ibadah kita clan persembahan
yang kita berikan kepada-Nya. Bagaimana jika seluruh ritus peraya-
an yang dilakukan sebagai orang percaya justru tidak menyenang-
kan Allah? Konclisi ini pernah terjadi di zaman Amos. Tuhan menolak
peribadahan mereka (ay.21), Dia tidak berkenan terhadap semua
yang dipersembahkan oleh umat Tuhan.

Mengapa demikian? Hal ini disebabkan hidup bangsa ini yang
jauh dari Tuhan. Praktek keagamaan mereka hanyalah kedok clan
bukan ketulusan. Mereka seharusnya memperhatikan kehidupan
orang-orang yang lemah dan miskin dan bukan memeras mereka
(4:1); merobah kehidupan keagamaan mereka yang penuh dengan
kemunafikan. Terlihat kudus praktek keagamaan mereka, namun
sesungguhnya penuh clengan kejahatan (414-5). Bahkan yang paling
mengerikan mereka telah mengubah keadilan menjadi ipuh (7:1)
clan tidak lagi menerima teguran untuk merubah prilakujahat mereka
dan justru sebaliknya orang lemah terus menjadi korban ketidak
adilan (5:10-11). TUHAN Allah Israel tidak menuntut aspek ritual
yang palsu. la menginginkan prilaku ibaclah yang aktual yakni me-
negakkan kebenaran dan keadilan.

Jika kita sibuk dengan ibadah ritual, tetapi tidak mengupayakan
kebenaran dan keadilan datang bergulung-gulung di sekitar kita,
maka sesungguhnya kita gagal mewujudnyatakan ibadah ritual
dalam prilaku aktual. Memang benar bahwa keadilan dan kebenaran
tidak dapat diputar-balikkan sebagaimana renungan hari Selasa
kemarin. Tetapi kita juga dipanggil untuk menjadi alat Tuhan meng-
hadirkan kebenaran dan keadilan itu bagi banyak orang. Jika kita
hanya berseru: "datanglah keadilan dan kebenaran berguIung-
gulung bagi bangsa ini", namun kehidupan kita jauh dari ke-
benaran, prilaku hidup kita tidak mewujudkan keadilan bagi sesame,
maka bagaimana mungkin kebenaran dan keadilan itu akan ter-
wujud? Karena itu jangan tunda, mulailah mewujudkan ibaclah ritual
dalam prilaku aktual kita.

GB.100 : 4
Doa : (Tuhan, pakailah kami menghadirkan keadilan dan
kebenaran itu)


MINGGU SES. PENTAKOSTA
RABU, 26 JUNl 2019
Renungan Malam
GB.33 : 1,2 -Berdoa
HUKUMAN BAGI KETIDAKADILAN

Amos 5 : 25 - 27
Dan aku akan membawa kamu kedalam pembuangan... (ay.27)

Bacaan Alkltab malam hari ini merupakan lanjutan dari bacaan
pagi tadi. Tuhan menolak ibadah mereka dan muak dengan
persembahan mereka. Penyebab utama adalah mereka gagal
menghadlrkan kebenaran dan keadilan dalam kehidupan mereka.
Semua yang mereka kerjakan yang terkesan kudus itu hanyalah
topeng belaka. Kemunafikan ada dalam hldup umat Israel.
Pada ayal: 25, melalui Amos, TUHAN, Allah Israel menegaskan
bahwa la tidak pernah menuntut korban sajian, bakaran atau jenis
apapun dari umat-Nya. Bukankah hal itu tidak pernah nanek
moyang mereka lakukan di padang gurun? Bukan persembahan
yang Tuhan inglnkan dari lsrael. Melainkan kehidupan mereka yang
tidak melupakan Tuhan clan bukan bersanclar pada kemewahan
hidup. Mereka seharusnya memperhatlkan kehidupan orang-orang
yang Iemah dan mlskin dan bukan meme-ras mereka (4:1); merubah
kehidupan keagamaan mereka yang penuh dengan kemunafikan.
Terlihat kudus praktek keagamaan mereka, namun sesungguhnya
penuh dengan kejahatan (4:4-5). Bahkan yang paling mengerikan
mereka telah mengubah keadilan menjacli ipuh (7:1) clan tidak lagi
menerima teguran untuk merubah prllaku jahat mereka dan justru
sebaliknya orang Iemah terus menjadl korban ketidak-adilan (5:10-
11).

Mereka harus befiobat clan kembali merubah sikap hldup mereka
menjadi berkenan kepada Allah. Jika tidak, hukuman menanti
mereka melalui pembuangan (ay.27). Perikop ini dengan tegas
menyatakan bahwa Allah Israel adalah Allah Maha benar dan Adil,
sehlngga Pribadi Kudus ini tidak sedikitpun memberi ruang dan
toleran terhadap berbagai praktek ketldak-adilan yang dilakukan
oleh bangsa ini kepada mereka yang Iemah dan miskln.
Kiranya semua pihak di negerl ini, lndonesia, juga di ruang
keluarga dan gereja menyadari bahwa kebenaran clan keadilan
harus ditegakkan. Ada ganjaran yang menantl jika gagal mengerja-
kan kebenaran dan keadilan. Kita dipanggil untuk menyuarakan
hal ini, agar jangan karena segellntir orang, bangsa, gereja dan
keluarga harus menerima hukuman.

GB.33 : 3
Doa : (Tuhan, tundukkanlah hati kami agar taat pada kehendak-Mu)





Label:   Amos 5:25-27 




German Christian Songs
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Kamis, 27 Juni 2019 - SEBELUM TERLAMBAT - Hosea 4:7-10 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 25 Juni 2019 - TEGAKKANLAH KEADILAN!! - Amos 5:14-17 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA




BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 20 Oktober - Matius 12-15 Penjelasan Ayat

Hari ini, 20 Oktober - Maz 118:25-119:2, Yer 20-21, 2 Tes 2, Ams 27:1-2

20 Oktober - Yohanes 6:25-40, 1 Petrus 3:8-12, Kidung 4:8-16, Yeremia 51

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Jumat, 18 Oktober 2019
Wanted - Danny Gokey

Rabu, 16 Oktober 2019
What A Beautiful Name - The Brooklyn Tabernacle Choir

Rabu, 16 Oktober 2019
There Was Jesus - Zach Williams and Dolly Parton

Rabu, 16 Oktober 2019
Worthy is the Lamb - Natashia Midori

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
Revival Anthem - Rend Collective

Rabu, 16 Oktober 2019
The steadfast love of the Lord

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Where You Are - Leeland

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Adore Him - Kari Jobe

Selasa, 15 Oktober 2019
All Things Are Possible - Hillsong Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Resurrecting - Elevation Collective, The Walls Group

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah minggu,20 oktober 2019,   lirik lagu rohani badai prahara,   khotbah johannes 4,21_26,   lirik lagu rohani badai prahara,   lirik lagu rohani badai prahara,   renungan yohanes 4 : 21 - 26,   khotbah bilangan 22,   khotbah bilangan 22,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   Ilustrasi khotbah yohanes 4:21-26,   kumpulan lagu pujian penutup ibadah,   Renungan Wahyu 7:13-17,   you tube karaoke lagu rohani ikut dikau saja tuhan,   Kotbah yohanes 4:21-26,   kidung ceria 125,   download lagu rohani 15 kristen 2019,   khotbah pembacaan zefanya 3 :10-20,   khotbah pembacaan zefanya 3 :10-20,   Hotbah Amsal 22:6,   lagu rohani pengakuan dosa,   refrensi lukas 12:8-12,   kalender liturgi 2019,   catatan khotbah ratapan3:40,   doa persembahan kolekte katolik,   kudaki daki lirik, versi mandarin,   di sebrang sana lagu rohani mp3 download,   di sebrang sana lagu rohani mp3 download,   contoh doa persembahan gke,   download lagu rohani kristen mp3 gratis 2018,   Jamita HKBP. Minggu 20 Oktober 2019. Johannes 4 : 21 - 26,   Jamita Minggu 20 Oktober 2019. Johannes 4 : 21 - 26,   Perikop kotbah joh 4: 21-26.,   notasi angka kj 452,   renungan bacaan injil lukas 12:8-12,   lagu panasnya mata hali,   MP3 music lagu rohani Alfa omega,   MP3 music lagu rohani Alfa omega,   penerangan lukas 12 8-12,   jamita partangiangan jesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   jamita partangiangan jesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   tata ibadah malam akhir tahun keluarga,   catatan khotbah matius 9:18,   catatan khotbah matius 9:18,   Renungan Wahyu 7:13-17,   renungan luk12:8-12.com,   renungan lukas 12:8-12,   pkj 213 gambar not,   pkj 213 gambar not,   lagu rohani tentang doa untuk greja,   lagu pkj 202,   lagu pkj 202,   contoh lagu untuk persekutuan akhir bulan,   lagu pkj 202,   lagu nkb tentang aku dan seisi rumahku,   jamita Evagelum HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   yohanes 4:21-26,   cerita orang samaria yang baik hati,   kotbah untuk tanggal 20 oktober 2019,   tafsiran yer 17:7-8,   kumpulan khotbah Kristen protestan tanggal 20 oktober 2019,   Kumpulan Khotbah Kristen protestan bulan keluarga tanggal 20 oktober 2019,   KHOTBAH LUKAS 16 :19-31,    jamita HKBP. Hata batak. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   Kotbah minggu 20 oktober 2019,   Bacaan liturgi minggu 20 oktober 2019,   Jamita johanes 4:21-26,   download lagu pelengkap kidung jemaat mp3,   not angka untuk lagu tuhan memanggil,   susunan ibadah katolik hari sabtu tanggal 19 october 2019,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah yohanes 4:21-26,   khotbah yohanes 4:21-26,   khotbah yohanes 4:21-26,   khotbah yohanes 4:21-26,   lagu rohani untuk persembahan,   donload lagu nikita ku sembah engkau yesus,   download lagu mawar sharoon,   free download mp3 lagu penyembahan gereja gms,   Khotbah GKI Yohanes 4:21-26,   lagu penutup ibadah kristen,   lagu rohani seperti rusa merindukan sungai hemy pesolima,   lagu rohani seperti rusa merindukan sungai hemy pesolima,   lirik lagu dia harus makin bertambah,   injil 20 oktober 2019,   injil 20 oktober 2019,   injil 20 oktober 2019,   lagu untuk persembahan,   sabda bina umat oktober 2019,   khotbah anak muda dari kitab pengkhotbah 11:9,   Jamita johannes 4:21-26,   tafsir yohanes 6: 1-15,   ilustrasi tentang amsal 10 :1,   nast khotba zefanya 3 : 9 - 20,   Nats khotbah kisah para rasul 20-21-31,   nast khotba zefanya 3 : 9 - 20,   Nats khotbah kisah para rasul 20-21-31,   pujian rohani kristen penutup ibadah,   khotbah amsal 22:8-12,   bacaan injil harian tgl 18 oktober calender liturgi 2019,   ringkasan khotbah mazmur 25: 8-15,   ringkasan khotbah mazmur 25: 8-15,   mars pkb gpib,   mars pkb gpib,   khotbah Hakim-hakim 6:15-23,   lagu ibadah pemuda,   not dan angka pkj 36,   lagu rohani sebelum doa syafaat,   renungan amsal 3:17-30,   lagu lagu pengakuan dosa,   lagu lagu pengakuan dosa,   Renungan amsal 13:3,   lagu kanon rohani,   renungan lukas 12:12-18,   renungan lukas 12:12-18,   dialah yang maha tinggi chord,   bimbinglah niat hamba,   kalender.katolik bln oktober .2019,   lagu untuk penutup ibadah,   lagu liturgi hari minggu tgl 20-oktober-2019,   khotbah tentang hidup ini hanya sementara,   lagu paduan suara rohani kristen mazmur 150,   kalender liturgi 2019,   kalender liturgi 2019,   lagu paduan suara rohani kristen mazmur 150,   khotbah amsal 22:8-12,   liturgi ibadah kedukaan,   zefanya 3 9-20,   contoh kata sambutan kristen,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   album gms baru,   khotbah hari pekan pemuda tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   daftar lagu baru gms,   lagu rohani untuk penutup ibadah,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   khotba filipi 2:1-11,   bacaan injil bulan oktober 2019,   lagu gereja mp3,   download lagu kubri yang terbaik gms,   cache:0Zr0zI7toXoJ:https://www.lagu-gereja.com/index.php?ipage=12104,   Renungan Mazmur 119:32-33,   khotbah zakaria 3:9-20,   lagu gereja pagi,   kalender katolik 2019,   khotbah kisah para rasul 5 ayat 26 sampai 32,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   lagu penutup ibadah,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   khotbah Matius 7 ayat 15 sampai 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   jamita johannes4,21-26,   jamita minggu 20 oktober 2019 sian Johannes 4:21-26,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   perikop yesaya 2:2-5,   Glory haleluya lagu natal alfa trio,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   lagu kantri rohani kidung jemaat mp3,   lagu persembahan,   tata ibadah penghiburan gki di tanah papua,   Ruhanga Ninkuhimbisa,   lagu penutup ibadah,   khotbah Yohanes 4:21-26,   lagu doa syafaat,