Save Page
Ulangan 16:18-20
Pengadilan yang adil
16:18 "Hakim-hakim dan petugas-petugas haruslah kauangkat di segala tempat yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu, menurut suku-sukumu; mereka harus menghakimi bangsa itu dengan pengadilan yang adil. 16:19 Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar. 16:20 Semata-mata keadilan, itulah yang harus kaukejar, supaya engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."


Penjelasan:

* Ul 16:18-20
Sepanjang pengembaraan di padang gurun, Musa sang perantara, bertugas sebagai hakim kepala, sedangkan para hakim lain yang terdiri dari orang-orang pilihan tiap suku bertugas menangani kasus-kasus yang biasa (bdg. 1:12 dst.; Kel. 18:13 dst.). Pengaturan tersebut kini diubah agar lebih sesuai dengan kondisi hidup yang baru di Kanaan.

* Ul 16:18 - Di // segala tempat // Janganlah memutarbalikkan keadilan
Di, segala tempat. Wilayah hukum setiap hakim ialah kota dan bukan wilayah suku. Para pemimpin alamiah dari dewan tua-tua setempat tampaknya merupakan mereka yang bertugas sebagai hakim dan pejabat penunjang yang dibahas di sini (bdg. 19:12). Di dalam bagian pendahuluan dari pokok ini, penekanannya ternyata tidak terletak pada struktur organisatoris dari para hakim, tetapi pada tuntutan keadilan di dalam melaksanakan hukum Tuhan - Janganlah memutarbalikkan keadilan (ay. 19, 20; bdg. Kel. 23:3, 6, 8). Bahkan di dalam kitab hukum dan syair kepahlawanan tetangga-tetangga kafir Israel sifat adil para pemimpin sering kali merupakan cita-cita yang diulang-ulang.

* Kata dan perbuatan.
Rumusan, pernyataan, dan pengakuan iman tentang karya penyelamatan Allah berakar pada tindakan nyata Allah dalam peristiwa dan sejarah umat Allah. Karena itu kata firman (Ibr. davar) mengandung dua arti yaitu kata dan perbuatan. Firman Allah adalah kata dan perbuatan Allah. Keduanya mengungkapkan hati Allah, keduanya mewujudkan kehendak Allah, serasi tanpa konflik. Apabila umat dituntut melakukan firman, maka yang dimaksud adalah memberitakan perbuatan Allah melalui kata sekaligus perbuatan. Tuntutan untuk serasi kata dan tindakan serta memberlakukan karya penyelamatan dan kasih Allah dalam kehidupan umat, khususnya perlu dilaksanakan di bidang peradilan.
Firman dengan dimensi peradilan ini disampaikan ketika berbagai penindasan dan ketidakadilan di tengah-tengah masyarakat Israel dilakukan para elit politik waktu itu. Jelas, penindasan dan ketidakadilan bertentangan dengan kebaikan, kasih dan kebenaran Allah. Setiap orang yang menerima suap dan mengadili dengan mempermainkan standar kebenaran, tidak hanya melanggar hukum peradilan, tetapi juga melawan Allah. Karena itu, para hamba peradilan diminta agar khusus menjaga diri dari menerima suap, sebab suap membutakan mata orang-orang bijaksana dan orang-orang benar (tsadiq). Para hamba peradilan menduduki kehormatan mewakili Allah. Sepatutnya bahwa wibawa Allah dan kebenaran dihormati oleh mereka. Mereka bertanggungjawab untuk menjamin peradilan yang adil dan benar bagi seluruh bangsa (bdk. 18,20). Keadaan bangsa Indonesia tercinta ini akan terus terpuruk karena praktik-praktik ketidakadilan dan suap. Selama orang tidak segan-segan melakukan ketidakadilan, berarti mata mereka buta dan tak berhikmat menegakkan keadilan.


SGDK
HARI MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
MINGGU, 23 JUNI 2019
KEHIDUPAN YANG BERKEADILAN DAN BERKEADABAN
Ulangan 16: 18 - 20

PENGANTAR
Kitab Ulangan merupakan kitab terakhir dari kitab-kitab Musa
yang biasa disebut‘dengan Pentateukh (latin: 5 kitab/5 wadah/5
gulungan). Mengapa kitab kelima ini disebut dengan kitab Ulangan?
Nama asli lbrani dari kitab ini ‘adalah ‘elleh haddebarim yang berarti
"lnilah perkataan-perkataan" atau, lebih sederhana, debarim ("per-
kataan-perkataan; lih. 1:1). Selanjutnya ketika Iima kitab Musa ini
diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, kelima kitab ini kemudlan
disebut dengan istilah Septuaginta.

Dalam kitab Septuaginta atau biasa disimbolkan dengan LXX,
kitab ini disebut dengan istilah to deuteronomion touto yang berarti
‘joemberian hukum yang kedua ini"yang diambil dari Ulangan 17:18.
Penggunaan istilah "pemberian hukum yang kedua ini"didasari
bahwa isi dari kitab ini adalah "PenguIangan"dari hukum yang
kedua sudah disampaikan Musa sebelumnya. ltulah sebabnya
nama kitab Musa yang kelima ini dalam terjemahan Indonesia
disebut sebagai Kitab Ulangan.

Kitab Ulangan berisi tentangpidato Musa ketika bangsa Israel
sedang berada di wilayah Moab, di daerah di mana Sungai Yordan
mengalir ke Laut Mati (1 :5). Sebagai tindakan akhir melimpahkan
kepemimpinannya kepada Yosua, la memberikan kata-kata per-
pisahannya yang begitu emosional kepada bangsa Israel untuk
mempersiapkan mereka masuk ke Kanaan. Penekanan rohani
kitab ini adalah panggilan untuk berkomitmen total kepada Allah
dalam ibadah dan ketaatan.

PENDALAMAN TEKS
Perikop yang kita baca saat ini yakni pembentukan hakim-hakim
dan para petugas-petugas adalah perintah TUHAN kepada Musa
dalam rangka menyiapkan mereka ketika nantinya memasuki tanah
perjanjian yang dlberikan TUHAN, Allah Israel (ay.1). Asal muasal
pembentukan para hakim ini merupakan saran Yltro kepada Musa
ketika melihat menantunya ini terlihat lelah melaksanakan tugas
kepemimpinannya (lih. Kel.1813-27). lde Musa ini harus disadari
dilaksanakan Musa bukan karena itu diusulkan oleh mertuanya,
melalnkan juga atas perintah Allah. Hal ini terlihat jelas pada
argumentasi Yitro dalam ayat 23 Keluaran 18.

Selanjutnya kita menemukan bahwa alasan teknis dari pem-
bentukan para hakim ini adalah bahwa Musa tidak akan mampu
menghakimi umat seorang diri saja karena bangsa tersebut adalah
bangsa yang besar dengan jumlah yang sangat banyak (1 :9,12).
Maka kemudian Musa membentuk pemerintahan sipil melalui
menunjuk orang-orang tertentu dengan syarat dan kualifikasi yang
tepat yaitu mereka yang bijaksana dan berpengalaman untuk
menjadi pemlmpin dan kepala pasukan seribu, seratus, limapuluh
dan kepala pasukan sepuluh (1 :15). Mereka inilah kemudian yang
menjadi hakim atas umat Israel dengan tugas khusus memberikan
keputusan yang adil jika ada perkara tertentu di antara mereka
(1:16). Kepemimpinan Sipll ini dilestarikan dan menjadi "lembaga"
penting ketika nantinya mereka menjalani kehidupan baru di tempat
yang telah dijanjikan TUHAN, Allah Israel yakni negeri Kanaan ter-
sebut.

Terdapat beberapa pokok penting dari perikop ini yang perlu
untuk digali lebih dalam lagi, yakni:
1) Tujuan para hakim diangkat (ay.18)
Menurut John Wesley perikop ini tidak hanya tentang
pengangkatan para hakim melainkan juga para petugas untuk
mengadili umat Israel yang berperkara. Hakim dalam bahasa
A lbrani : 'shaphat' adalah mereka yang bertugas
mengadili dan memberikan keputusan pengadilan terhadap
suatu perkara dan atau perseturuan antar dua kelompok atau
memutuskan suatu hukuman tertentu bagi mereka yang
bersalah. Seorang Hakim berkewajiban menegakkan keadilan
dan kebenaran, menghukum orang yang bersalah dan
membenarkan yang benar. Selanjutnya, selain Hakim disebut
juga para Petugas. Petugas dalam bahasa lbrani: ‘sho-ter‘ adalah istilah yang ditujukan bagi mereka yang mencatat jalannya persidangan dan mengedarkan hasil keputusan. Dalam hal eksekusl keputusan, maka para shoter‘
juga disetarakan dengan algojo yang memberikan hukuman.
Menurut aturan hukum ini‘, selain terdapat Majelis Sanhendrin
yang duduk di tempat dan posisl yang diagungkan, terdapat
juga 23 orang hakim untuk kota besar yang penduduknya lebih
dari 120 KK dan kemudian pengadilan 3 orang hakim untuk
kota-kota kecil.

Tugas utama mereka adalah "menghakimi bangsa itu dengan
pengadilan yang adil" (ay.15). Kalimat "pengadilan yang
adil" lebih tepat diterjemahkan dengan "pengadiIan yang
BENAR". Dalam teks lbrani, kalimat ini tertulis P‘l%'I9E.-JW?-‘=
(mishpat-tsedeq = pengadilan yang benar). lstilah "Tsedeq"
atau benar (kebenaran) dalam tradisi Yahudi diidentikkan dengan
sifat ilahi TUHAN, Allah Israel. Sehingga istilah tsedeq bukan
saja berarti benar, melainkan akurat dan sempurna dalam
keputusan ketika mengadili dan tidak mengandung unsur
kesalahan apapun. Untuk mencapai target pengadilan yang
benar tersebut maka standart hukum yang dipakai adalah
ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan oleh TUHAN,
Allah Israel.

2) Tata cara tugas itu dilaksanakan (ay.19)
Sistem pengadilan diatur sedemikian rupa supaya pengadilan
yang benar dapat berjalan dengan baik. ltulah sebabnya
dibuatkan ketentuan oleh TUHAN melalui Musa tentang
bagaimana proses pengadilan itu berjalan, yakni:
Jangan memutar-balikkan keadilan. lstilah (tat-teh)
yang diterjemahkan LAI dengan "memutarbalikkan" ini
bermakna tidak menggunakan standar ganda, yakni kegiatan
yang umumnya dipakai untuk menyaring benda kecil dan oleh
karena kondisi tertentu sari ngan itu dibesarkan lubangnya. Pada
kondisi tertentu, istilah tat-tehjuga dipakai untuk merenggang-
kan tall kekang pada ternak yang terpasang tall kekang. Dengan
demikian, perintah ‘jangan memutar-balikkan keadilan"ber-
makna bahwa apapun keadaannya seseorang harus men-
dapatkan keadilan tanpa pengecualian termasuk karena kondisi
"tertentu" apapun. ltulah sebabnya istilah tatteh langsungdiikutl
oleh istilah takkir yang berarti menunjukkan keberpihakan
yang oleh LAI di terjemahkan dengan memandang bulu.

Jangan menerima suap. Dalam bahasa lbrani istilah
 berarti hadiah. lstilah ini oleh Yesaya 1:23 berarti
sogok atau pemberian kepada orang lain agar kepen-
tingan diuntungkan. Pemberian suap memungkinkan keadilan
berjalan terbalik dan tidak lurus sesuai perintah dan hukum
Allah. Orang yang menerima suap dianggap bersekongkol
dengan para pembero.ntak dan pencuri sehingga kelak lawan
mereka bukan lagi manusia melainkan TUHAN Allah Israel (bd.
Yes.1:23,24). Suap membuat seorang hakim gagal melihat
kebenaran sehingga kebenaran bisa diputar-balikkan. Suap
membuat orang benar menjadi terhukum dan mereka yang
salah menari dengan bebas, sehingga keadilan yang benar tidak
dihadirkan (bd. ay.19).

3) Faedah dari melakukan proses keadilan itu (ay.20)
Tujuan utama ketika menikmati kehidupan di tanah perjanjian
itu adalah "KejarIah keadilan". Rupanya keadilan adalah hal
penting dalam gerak kehidupan umat Allah yang Dia inginkan
menjadi ciri khas kumpulan orang yang menikmati peng-
genapanjanji-Nya. Apabila keadilan menjadi hal utama, maka
menjadi "hidup" itulah yang TUHAN Allah Israel janjikan bagi
- mereka. Dengan kata lain, jika ingin menikmati hidup, maka
keadilan harus menjadi yang utama.

A - APLIKASI
Israel telah slap untuk memasuki tanah Kanaan, tanah per-
janjian. Mereka diingatkan untuk menjadi bangsa yang memiliki
kekhasan sebagai umat pilihan Allah, yakni bangsa yang me-
ngedepankan keadilan dalam hidup.

Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu dibentuk suatu sistem
dan pemegang kekuasaan yang menjadikan keadilan sebagai hal
utama dalam kehidupan. Sistem yang dimaksud adalah sistem
pengadilan yang "diduduki" dan "dikuasai" oleh mereka yang cocok
di bidangnya dan "bersih" hidupnya sehingga tidak tergoda men-
coreng wajah keadilan dengan cara menerima suap sehingga
keadilan dapat diputar-balikkan. Karena itu, tidak dapat dipungkiri,
hanya orang-orang dengan pribadi yang. benar hidupnya dan takut
kepada Allah (setia pada kehendak-Nya) yang disebut Iayak pada
jabatan ini.

Flrman Tuhan pada hari Minggu ini mengingatkan setiap kita
sebagai umat Allah bahwa mengejar keadilan adalah hal utama
dalam hidup kita. Keadilan yang dimaksud adalah keadilan yang
sungguh benar (mishpat-tsedeq). lstilah tsedeq ini menunjuk pada
kebenaran sebagai sifat llahi Allah. Sehingga ukuran keadilan yang
perlu ditegakkan dan diperjuangkan adalah keadilan menurut ukuran
kebenaran Allah. Kehendak, perintah dan ketetapan Allah harusnya
menjadi parameter utama seseorang menjalan keadilan tersebut,
yakni dilakukan tanpa pandang bulu, tanpa kepentingan apapun,
selain mengejar keadilan itu sendiri.

Di sisi lain, perintah untuk menegakkan keadilan juga berlaku
pada gereja Tuhan. Gereja (orang percaya) dipanggil untuk menger-
jakan kehidupan yang mendatangkan keadilan. Sebagai gereja kita
harus "berani" menyuarakan kebenaran Allah sehingga keadilan di
manapun gereja berada terus terwujud. Gereja harus pro-aktif
bersama dengan semua elemen bangsa untuk mewujudkan keadil-
an yang benar itu.

4) Kita dapat memulai semua hal di atas di gereja terkecil yakni
keluarga. Menanamkan pemahaman yang prilaku adil dalam ke-
Iuarga sangat mem pengaruhi terbentuknya mentalitas hidup benar
penuh keadilan. Cerita ilustrasi sederhana berikufini, mungkin
dapat menjadi contohnya:

Sepotong roti tersisa di atas meja dan diperebutkan oleh dua
orang analg kakak beradik. Keduanya tidak ada yang mau me-
ngalah dan sama-sama ingin menikmatipotongan terakhir roti yang
lezat itu. Sang ibu dengan bijak melerai kedua anaknya itu, dan
mengajak mereka untuk berbagipotongan terakhir tersebut. Kedua
mereka kemudian setuju. Tapi muncul masalah baru, siapa yang
akan memotong kue tersebut. Sudah pasti siapapun yang me-
motong kue, pasti dengan sengaja membuat potongan lebih besar
untuk dirinya sendiri. Kedua anak tersebut kemudian berebutan
pisau roti dan ingin menjadi orang yang memotong roti itu. Ibu me-
reka kem udian mengerti kondisi ini. la kemudian menyampaikan
halpenting sebagai berikut: "siapapun yang memotong dua bagian
kue ini, harus menjadi orang yang terakhir mengambil bagian
potongan miliknya. Siapa yang tidak memotong kue, berhak me-
ngambil potongan roti sesuai keinginannya. Suasana kemudian
hening. . .. Akhirnya sang kakak diberikan kesempatan oleh adik-
nya untuk memegang pisau roti dan memotongnya. Dengan hati-
hati, sang kakak meletakkan pisau itu tepat ditengah roti itu. la
mengukur jarak dengan serius dan ketika sudah yakin ia me-
motongnya. Selanjutnya, ia memberikan kesempatan bagi adiknya
untuk memilih potongan yang ia sukai.‘ Keduanya tersenyum,
sebab mendapat bagian yang adil dan tidak ada satupun di antara
mereka yang merasa dirugikan.

Keadilan dan kebenaran tidak hanya untuk dinikmati, tetapi
juga diusahakan. Mereka yangdiberikan hak dan kepercayaan
untuk membuat suatu keputusan yang adil, harusnya melihat itu
sebagai peluang untuk berkarya, yakni mengerjakan kebenaran
dan mewujudkan keadilan. Sebab hanya dengan keadilan yang
benarlah, kehidupan yang "hidup" dapat dinikmati semua kita
sebagai anugerah Allah. 

KHOTBAH
Tafsiran dan aplikasi yang diuraikan di atas cukup sederhana
untuk dipahami. Maka bagi pengkhotbah, silakan mengolah bahan
ini untuk merangkainya menjadi sebuah khotbah lengkap.




SBU

HARI MINGGU SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 23 JUN! 2019
Renungan Pagi
GB.68:1 -Berdoa
KEHIDUPAN YANG BERKEADILAN DAN BERKEADABAN

Ulangan 16:18-20
"Janganlah memutarbalikkan keadilan,.." (ay.19)

Hukum Tuhan menjadi tolok ukur keberhasilan atau kegagalan umat lsrael sebagai suatu barigsa. !/lematuhi ketentuan-ketentuan dalam perjanjian Allah dengan Israel akan membuahkan keberhasilan. Sebaliknya, ketidaktaatan pada hukum Tuhan akan mem-
buahkan kehancuran bahkan kematian.

Salah satu penjabaran hukum Tuhan yang dlberikan kepada Musa di gunung Sinai adalah ketentuan tentang pengangkatan hakim dan proses mengadili. Hakim harue adil clan jujur. Hakim tidak boleh menerlma suap (uang sogok). Suap clapat membuat seseorang me-
mutarballkkan kebenaran. Perbuatan demikian menghambat penegakkan keadilan dan tidak selaras derigan maksud Tuhan memberikan negeri perjanjian. Akibatnya meruglkan kehidupan orang banyak, bahkan kehancuran Israel sebagai bangsa pilihan Allah. Hal suap menjadi penting clisoroti sejak zaman perjanjian lama. Sebab suap clapat mempengaruhl pejabat publik dalam kebijakan maupun keputusannya. lstilah yang serlng didengungkan sekarang adalah gratifikasi. Perbedaannya, gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas. Gratifikasi dapat dianggap sebagai suap apabila pemberian tersebut mempengaruhi pejabat publik berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya. Dimana hal tersebut berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum.

Jika hakim maupun pemimpin menerima suap ataupun gratifikasi, maka sesungguhnya kematian sudah dimulai dari hati nurani. ltu akan berlanjut pada pembunuhan karakter, kehancuran masa depan seseorang, keluarga, persekutuan jemaat, masyarakat dan
bangsa. Berbahaya bila rasa kemanusiaan ltu sudah tidak ada lagi. Akibatnya, hukum tidak dipatuhi dan terjadi chaos, bahkan kematian. Oleh karena itulah penting bagi siapapun untuk menjadikan nas ini sebagal pedoman dalam memajukan kehidupan berjemaat, berbangsa dan bernegara, maupun hubungan internasional. Nilai-nilai kemanusiaan yang aclll dan beradab harus dijunjung tinggi. Pemberian apapun untuk maksud melawar: hukum harus ditolak
demi kasih kepada sesama dan memuliakan Sang Juruselamat.

GB 68: 2
Doa : (Tuhan, tolong kami hidup adil dan beradab, mulai dari diri sendiri)


HARI MINGGU SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 23 JUN! 2019
Renungan Malam
GB.68:1 -Berdoa
KEJARLAH KEADILAN (BAGIAN 1)

Ulangan 16:20
"...keadilan, itulah yang harus kau kejar, supaya engkau hidup..." (ay.20)

Siapapun ingin diperlakukan adil oleh orang Iain. Mendapatkan keadilan didambakan oleh semua orang, bukan? ltulah sebabnya keadilan adalah sesuatu yang dikejar oleh banyak orang. Namun mengejar keadilan bukan hanya secara pasif yakni "supaya aku memperoleh keadilan dalam hidup", tetapi juga harus bersifat aktif yakni: "aku harus berbuat adil bagi orang lain dan atau mengupaya keadilan itu terjadi di sekelilingku.

Poin penting inilah yang climakudkan oieh Musa ketika mengulang kembali perintah Tuhan sebelum Israel memasuki negeri Kanaan yang dijanjikan itu. Umat Israel diminta untuk menjadikan keadilan sebagai hai utama mewarnai kehidupan mereka dinegeri yang dijanjikan itu. Perintah "semata-mata keadilan, itulah yang harus kau kejar", memberikan pengertian penting bagi mereka. Bahwa TUHAN Allah israel menghendaki mereka untuk tidak me-
ngejar kepentingan diri sendiri, menghalaikan segala cara, mengorbankan orang lain supaya tujuan hidup tercapai. Justru sebaliknya, orang Iain harus mengalami keadilan karena mereka. Merekalah yang menciptakan dan menghadirkan keadilan bagi orang lain. Pentingnya keadilan untuk ditegakkan itu, terlihat dari jaminan bahwa jika mereka melakukan itu maka mereka akan hidup dan memiliki negeri yang dijanjikan itu. lsraei tidak akan bisa me-
nikmati negeri yang dijanjikan jika mereka tidak menegakkan keadilan. Karena dengan keadilan setiap orang memperoleh haknya secara merata, dengan keadilan tiap insan menikmati hidup secara merata, dengan keadilan setiap orang dapat mengecap damai
sejahtera. Tidak ada lagi yang mengorbankan orang Iain, dan atau merendahkan pihak lain demi kepentingan diri sendiri. Kondisi inipun dapat kita nikmati di negeri tercinta Indonesia.
Jika keadilan menjadi warna penting bangsa ini, jika keadilan adalah ha! utama yang dicari bangsa ini, maka Indonesia tentuiah diberkati. Mari memulainya dan diri sendiri, dalam keluarga kita. Supaya keadilan semata yang kita kejar.

GB.68:2
Doa : (Tuhan, biarlah keadilan-Mu datang bergulung-gulung bagi kami)


Label:   Ulangan 16:18-20 




German Christian Songs
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 24 Juni 2019 - KEJARLAH KEADILAN - Ulangan 17:11-13 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB - Sabtu, 22 Juni 2019 - SEMANGAT UNTUK MEMBERI - 2 Korintus 13:6-10 - MINGGU TRINITAS

Garis Besar Ulangan





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 22 Oktober - Matius 20-22

Hari ini, 22 Oktober - Maz 119:10-16, Yer 24-25, 1 Tim 1, Ams 27:5-6

22 Oktober - Yohanes 6:60-71, 1 Petrus 4: 1-11, Kidung 6, Ratapan 1

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392
Daftar Resmi Susunan Kabinet Jokowi Jilid II
Klik Disini



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 20 Oktober 2019
Joy To The World - David Crowder

Minggu, 20 Oktober 2019
The First Noel - Third Day

Minggu, 20 Oktober 2019
Away in a Manger - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Come and Worship - Bebo Norman

Minggu, 20 Oktober 2019
O Come O Come Emmanuel - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Hallelujah (Light Has Come) - BarlowGirl

Minggu, 20 Oktober 2019
Hark The Herald Angels Sing - Matt Maher

Minggu, 20 Oktober 2019
O Come All Ye Faithful - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Let Us Adore - Hillsong Worship

Jumat, 18 Oktober 2019
Wanted - Danny Gokey

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



gita bakti 47 note,   CONTOH BPJ GKII JEMAAT INDUK DI INDONESIA,   teks lagu puji syukur no 320,   ilustrasi khotbah amsal 22:8-12,   rancangan khotbah amsal 22:8-12,   kalender liturgi oktober 2019,   kalender liturgi oktober 2019,   lagu rohani untuk persembahan ,   lagu penu5up ibadah ,   khotbah amsal 22 : 8-12,   doa persembahan di partangiangan,   chord gitar bri padanya segnap hatimu,   lagu doa gereja singkat,   lagu doa gereja singkat,   lagu dan gerakan anak sekolah minggu umur 3-6 tahun,   gke tata ibadah,   Lagu rohani kuduslah tuhan yg terbaru,   Renungan Wahyu 7:13-18,   lyrics lagu yesus mulia,   lyrics lagu yesus mulia,   kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   khotbah Ulangan 7 : 12-14,   khotbah zefanya 3 9 - 20,   renungan ibadah pemuda zefanya 3:9-20,   renungan ibadah pemuda zefanya 3:9-20,   ny rohani 94,   lagu natal ceria,   lagu kidung ceria,   Lagu kur gereja tiberias,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah amsal 22:8-12,   khotbah amsal 22:8-12,   kalender liturgi katolik 2019,   lagu persembahan,   renungan hagai 1; 12-14,   kalender liturgi katolik 2019,   hagai 1:12-14,   hagai 1:12-14,   kunci lagu senja mulai terbenam lagu rohani,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   jamita 1 korintus 6 1-8,   khotbah kristiani kitab 2 timotius 3 : 10 -17,   renungan Melayani Tuhan seumur hidup,   Ambilan minggu bapa gkps 3september 2019 gkps,   khotbah Ulangan 7 : 12-14,   pelita hidup lukas 17:11-19 khotbah,   pelita hidup khotbah lukas 17:11-19,   pelita hidup khotbah lukas 17:11-19,   tafsiran amsal 22 8 12,   renungan zefanya 3:1-20,   renungan umat tuhan menjadi kenamaan dan pujian menurut zefanya 3:9-20,   patitur mazmur 150,   makna lagu burung pipit yang kecil,   Sabda bina pemuda gpib bulan oktober,   sabda bina umat gpib 21 oktober 2019,   khotbah yosua 23:1-28,   khotbah yosua 23:1-28,   rancangan khotbah poda 22:8-12,   rancangan khotbah poda 22:8-12,   lirik tabur tabur mari menabur,   Oneway terbang. Mp3,   renungan matius 12:33,   contoh ilustrasi dari pembacaan kitab Yoel 1:13-20,   chord gitar kidung ceria 265,   chord gitar kidung ceria 265,   chord gitar kidung ceria 265,   yesus nampi nu dosa loril,   Kidung kabungahan no 45 yesus nampi nu dosa lirik,   Kidung kabungahan no 45 yesus nampi nu dosa,   kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   lagu yang cocok untik persembahn,   renungan amsal 22:8-12,   kalender liturgi 2019,   Amsal 22; 8-22,   lagu-gereja.com,   renungan dari amsal 22 ,8;12,   khotbah dari amsal 22;8-12,   Penafsiran 1 yoh 4 ; 1 - 6,   dia girangkanku mp3,   download lagu kumasuki gerbangnya mp3 frankie,   download lagu kumasuki gerbangnya,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   LAGU ROHANI PERSEMBAHAN,   lagu gereja baru,   lagu pernikahan dari kj atau nkb,   kotbah amsal 22:8-12,   katekisasi 22,   pembacaan Alkitab GMIM 20 oktober 2019,   slide ezra 4:1-16,   lirik lagu rohani hanya dekat allahku,   almanak HKI,   hari hari besar dalam kalender gerejawi gki,   alkitab johanes 4:21-26,   alkitab johanes 4:21-26,   isi nats johanes 4:21-26,   johanes 4:21-26,   lagu memberi persembahan,   jamita Johannes 4:21-26,   khotbah ibadah GMIT minggu 29 september 2019,   lagu rohani sebelum doa syafaat,   khotbah bilangan 22,   rohani 16,   lagu mazmur 121,   Jamita johanes 4:21-26,   download 40 lagu rohani kristen paling menyentuh hati saat teduh,   warna liturgii 20 oktober 2019,   khotbah tentang 2 timotius 3:14-4:5,   penilik jemaat dan kewajibannya,   doa berkat,   menjadi kenamaan di bumi,   menjadi kenamaan di bumi,   khotbah minggu,20 oktober 2019,   lirik lagu rohani badai prahara,   khotbah johannes 4,21_26,   lirik lagu rohani badai prahara,   lirik lagu rohani badai prahara,   renungan yohanes 4 : 21 - 26,   khotbah bilangan 22,   khotbah bilangan 22,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   Ilustrasi khotbah yohanes 4:21-26,   kumpulan lagu pujian penutup ibadah,   Renungan Wahyu 7:13-17,   you tube karaoke lagu rohani ikut dikau saja tuhan,   Kotbah yohanes 4:21-26,   kidung ceria 125,   download lagu rohani 15 kristen 2019,   khotbah pembacaan zefanya 3 :10-20,   khotbah pembacaan zefanya 3 :10-20,   Hotbah Amsal 22:6,   lagu rohani pengakuan dosa,   refrensi lukas 12:8-12,   kalender liturgi 2019,   catatan khotbah ratapan3:40,   doa persembahan kolekte katolik,   kudaki daki lirik, versi mandarin,   di sebrang sana lagu rohani mp3 download,   di sebrang sana lagu rohani mp3 download,   contoh doa persembahan gke,   download lagu rohani kristen mp3 gratis 2018,   Jamita HKBP. Minggu 20 Oktober 2019. Johannes 4 : 21 - 26,   Jamita Minggu 20 Oktober 2019. Johannes 4 : 21 - 26,   Perikop kotbah joh 4: 21-26.,   notasi angka kj 452,   renungan bacaan injil lukas 12:8-12,   lagu panasnya mata hali,   MP3 music lagu rohani Alfa omega,   MP3 music lagu rohani Alfa omega,   penerangan lukas 12 8-12,   jamita partangiangan jesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   jamita partangiangan jesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   tata ibadah malam akhir tahun keluarga,   catatan khotbah matius 9:18,   catatan khotbah matius 9:18,   Renungan Wahyu 7:13-17,   renungan luk12:8-12.com,   renungan lukas 12:8-12,   pkj 213 gambar not,   pkj 213 gambar not,   lagu rohani tentang doa untuk greja,   lagu pkj 202,   lagu pkj 202,   contoh lagu untuk persekutuan akhir bulan,   lagu pkj 202,   lagu nkb tentang aku dan seisi rumahku,   jamita Evagelum HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   yohanes 4:21-26,