Save Page
Kamis, 30 Mei 2019   Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga    Mazmur 110    Lukas 24:44-53   
-    Putih
-    Salib dan mahkota kemuliaan (kuning)    Hidup Dalam Kuasa Kenaikan Yesus ke Sorga
-    Sebelum Yesus naik ke sorga, Ia memberikan tugas kepada para murid-Nya untuk
     menyaksikan segala sesuatu tentang Dia.
-    Yesus menjanjikan Penolong, yakni Roh Kudus, karena tugas yang diberikan kepada
     para murid bukanlah pekerjaan yang mudah.
-    Yesus memberkati murid-muridNya dan kemudian naik ke sorga, menjadi penghiburan
     serta jaminan kepada semua orang percaya bahwa (1) sorga itu benar-benar ada,
     (2) di sorga banyak tempat tinggal, (3) Yesus naik kesorga menyiapkan tempat bagi kita.
-    Implikasinya: (1) membuat kita semakin berani hidup tampil beda, hidup sesuai dengan
     norma-norma kebenaran Firman Tuhan, (2) membuat kita tidak ragu apalagi takut menjadi saksi Tuhan,
      (3) sebagai saksi Tuhan sudah pasti akan banyak tantangan yang kita hadapi, tetapi tidak
      membuat kita tawar hati sebab kita tahu bahwa kesukaran atau penderitan yang kita alami
       di dunia ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang kita akan alami di sorga nanti,
       terlebih Roh Kudus akan menyertai kita.

Lukas 24:44-53
24:44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." 24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 24:46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."
Kenaikan Yesus
24:50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. 24:51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 24:53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Penjelasan:


* Luk 24:44 - Ia berkata kepada mereka // Dalam kitab Taurat Musa, dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur
Ia berkata kepada mereka. Penampakan ini bukan penampakan terakhir Yesus, tetapi merupakan penampakan terakhir yang dicatat oleh Lukas sebelum kenaikan-Nya. Lukas mempergunakan untuk mengemukakan pesan yang Yesus ingin agar disampaikan kepada dunia oleh murid-muridNya. Dalam kitab Taurat Musa, dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Tiga pengelompokan Alkitab (PL) menurut kanon Yahudi. Beberapa kitab sejarah termasuk di dalam kelompok kitab nabi-nabi, dan Mazmur mencakup kitab syair lainnya.

* Luk 24:46 - Mesias harus menderita dan bangkit
Mesias harus menderita dan bangkit. Kedua fakta ini menjadi inti pemberitaan para rasul (bdg. I Kor. 15:3).

* Luk 24:47 - Pertobatan dan pengampunan dosa // Kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem
Pertobatan dan pengampunan dosa merupakan doktrin-doktrin yang ditekankan dalam khotbah pada hari Pentakosta (Kis. 2:38). Kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Program yang dirumuskan Yesus ini selaras dengan tema dari kitab kedua Lukas. yakni Kisah Para Rasul (Kis. 1:8).

* Luk 24:49 - Dijanjikan Bapa-Ku // Kamu harus tinggal dalam kota
Dijanjikan Bapa-Ku. Tuhan mengacu kepada Roh Kudus yang telah dijanjikan di dalam Yoel 2:28, ayat yang dikutip Petrus pada hari Pentakosta. Kamu harus tinggal dalam kota. Seandainya para murid langsung bubar dan pulang ke rumah masing-masing, gerakan itu tentu akan menghilang dan tidak akan ada pengaruh Roh secara gabungan di dunia ini.

* Luk 24:51 - Ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga
Ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga. Teks Barat menghilangkan "dan terangkat ke surga" tetapi sama dengan Kisah Para Rasul 1:9 memperkuat keaslian dari teks yang diterima.

*  Hikmat yang Ia berikan kepada mereka mengenai firman Allah yang telah mereka dengar dan baca, yang menimbulkan iman di hati mereka akan kebangkitan Kristus, sehingga semua penghalang pun tersingkirkan.
            (1) Ia mengingatkan mereka akan firman yang telah mereka dengar dari mulut-Nya sendiri saat Ia masih bersama-sama dengan mereka, seperti yang juga telah dilakukan oleh malaikat sebelumnya (ay. 44): Inilah perkataan-Ku, yang telah sering kali Kukatakan kepadamu secara pribadi ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu. Kita pasti akan lebih memahami apa yang Kristus lakukan, jika saja kita mengingat apa yang telah Ia katakan, dan cepat tanggap untuk membandingkan keduanya.
            (2) Dia mengingatkan mereka akan firman yang telah mereka baca dalam Perjanjian Lama, seperti yang telah ditunjukkan oleh perkataan yang telah Ia ucapkan kepada mereka: Harus digenapi semua yang ada tertulis. Kristus telah memberikan sebuah petunjuk umum untuk mengarahkan harapan mereka, yaitu bahwa apa pun yang mereka dapati dalam Perjanjian Lama mengenai Mesias memang harus digenapi dalam diri-Nya, baik mengenai penderitaan-Nya maupun mengenai kerajaan-Nya. Segala hal mengenai diri-Nya telah Allah persatukan dalam semua nubuat tersebut, sehingga semua itu tidak boleh dipisahkan di dalam penggenapannya. Semuanya harus digenapi, bahkan yang terberat, tersulit, sampai yang paling menyakitkan. Kristus tidak boleh mati sebelum Dia mengalami semuanya itu, sebab jika tidak begitu, maka Ia tidak bisa berkata, "Sudah selesai." Di sini disebutkan beberapa bagian Perjanjian Lama yang masing-masing mengandung hal-hal yang berkaitan dengan Kristus, yaitu kitab hukum Musa, atau Pentateukh, atau kelima kitab yang ditulis Musa, lalu kitab para nabi, yang tidak hanya terdiri atas kitab yang memuat nubuat saja, tetapi juga kitab-kitab mengenai sejarah yang ditulis oleh orang-orang dengan karunia bernubuat, serta Kitab Mazmur, yang memuat tulisan-tulisan lain yang disebut dengan Hagiographa. Lihatlah bagaimana Allah mewahyukan kehendak-Nya dalam berbagai cara penulisan, tetapi semuanya berasal dari satu Roh yang sama, yang melalui semua tulisan itu memberitahukan kedatangan dan kerajaan Mesias; sebab tentang Dialah semua nabi bersaksi.
            (3) Ia bekerja dalam pikiran mereka saat itu juga, sehingga pikiran mereka pun terbuka. Ia membuat mereka mengerti maksud dan makna yang sesungguhnya dari nubuat-nubuat Perjanjian Lama mengenai Kristus, dan membuat mereka melihat bagaimana semuanya itu digenapi dalam diri-Nya: Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci (ay. 45). Sebelumnya, dalam percakapan Kristus dengan kedua murid-Nya, Ia menyingkapkan tabir yang menyelubungi tulisan-tulisan itu dengan membukakan Kitab Suci, tetapi sekarang Ia menyingkapkan tabir yang menyelubungi hati dengan membukakan pikiran mereka.

Perhatikanlah di sini:
                [1] Yesus Kristus bekerja melalui Roh-Nya di dalam pikiran manusia, dalam pikiran semua orang kepunyaan-Nya. Dia dapat masuk dan menimbulkan dampak di dalam roh kita dengan segera. Kita dapat mengamati dengan mudah bagaimana Ia, setelah kebangkitan-Nya, menunjukkan dua contoh pekerjaan hebat yang dilakukan Roh-Nya terhadap roh manusia, yaitu bagaimana Dia menyinari kemampuan berpikir manusia dengan cahaya ilahi saat Ia membukakan pikiran para murid-Nya, dan bagaimana Ia membuat kuasa-Nya bekerja dengan semangat ilahi, saat Ia membuat hati mereka berkobar-kobar.
                [2] Orang-orang yang baik pun perlu dibukakan pikirannya, sebab meskipun mereka tidak berada dalam kegelapan, sebagaimana sifat asal mereka, namun ada banyak hal yang masih belum jelas bagi mereka. Daud pernah berdoa, bukakan mataku, buatlah aku mengerti. Bahkan Paulus, yang mengenal Kristus begitu dalam, yang menyadari bahwa ia masih perlu belajar banyak.
                [3] Cara Kristus menanamkan iman dalam jiwa dan memenangkan jiwa adalah dengan membukakan pikiran mereka supaya mampu mencerna bukti-bukti dari hal-hal yang harus mereka percayai. Demikianlah Ia masuk ke dalam jiwa melalui pintu, sementara Iblis mengendap-endap dari belakang, sebab ia adalah pencuri dan perampok.
                [4] Tujuan-Nya membukakan pikiran adalah supaya kita mengerti Kitab Suci dengan baik. Bukan agar kita berhikmat melebihi apa yang tertulis di sana, tetapi supaya kita menjadi lebih berhikmat mengenai apa yang tertulis, dan menjadi bijaksana sehingga mau menerima keselamatan yang ditawarkan di sana. Roh yang ada di dalam firman dan Roh yang bertakhta dalam hati mengatakan hal-hal yang sama. Di dunia ini, murid-murid Kristus tidak boleh mencari-cari hal yang lebih dari apa yang diajarkan Alkitab, tetapi harus terus belajar lebih lagi dari Alkitab mereka dan bertumbuh menjadi lebih siap dan bijak dalam firman Allah. Untuk memiliki pikiran-pikiran yang benar mengenai Kristus dan memperbaiki dugaan-dugaan kita yang salah tentang diri-Nya, tidak ada lagi yang diperlukan selain daripada memahami firman Allah.
        . Perintah yang Ia berikan kepada mereka sebagai para rasul, yang akan menegakkan kerajaan-Nya di dunia ini. Saat Guru mereka masih ada bersama-sama dengan mereka, mereka berharap akan mendapatkan tempat-tempat kehormatan. Karena itulah mereka merasa sangat kecewa sewaktu Ia mati. "Tidak," kata-Nya, "justru kamu baru saja hendak memasuki tempat-tempat terhormat itu. Kamu harus menjadi saksi dari semuanya ini (ay. 48), untuk memberitakan semuanya ini ke seluruh dunia. Namun, bukan sekadar menyampaikannya sebagai berita biasa, melainkan untuk menegaskannya sebagai bukti yang telah dipakai dalam mengadili perkara besar yang telah begitu lama terbentang di antara Allah dan Iblis, dan di dalam peradilan ini, penguasa dunia ini harus diruntuhkan dan dilemparkan ke luar. Kamu adalah saksi yang telah melihat dan mendengar dengan mata-telinga kamu sendiri sehingga kamu benar-benar yakin akan semuanya ini. Karena itu, pergilah dan yakinkanlah dunia ini. Roh yang sama yang telah membukakan pikiranmu akan menyertaimu juga untuk membukakan pikiran orang-orang lain."

        Nah, di sini mereka diberi tahu tentang:
            (1) Kabar yang harus mereka beritakan. Mereka harus mengabarkan Injil, mereka harus menyampaikan Perjanjian Baru sebagai penggenapan menyeluruh dari Perjanjian Lama, sebagai kelanjutan dan kesudahan dari pewahyuan ilahi. Mereka harus membawa Alkitab mereka (terutama saat mereka berkhotbah di hadapan orang Yahudi; bahkan Petrus, dalam khotbah pertamanya di hadapan orang-orang bukan Yahudi, menyuruh mereka untuk menyelidiki kitab para nabi, Kis. 10:43), dan harus memperlihatkan kepada orang-orang apa yang tertulis mengenai Mesias dalam Perjanjian Lama, kemuliaan dan karunia kerajaan-Nya, lalu memberi tahu bagaimana semuanya digenapi dalam diri Tuhan Yesus, sesuai dengan apa yang mereka ketahui.
                [1] Kebenaran Injil yang agung mengenai kematian dan kebangkitan Yesus Kristus ini harus dikumandangkan kepada seluruh anak-anak manusia (ay. 46): Demikianlah yang ada tertulis dalam buku bermeterai mengenai rencana-rencana ilahi sejak kekekalan, yaitu di bagian perjanjian penebusan; dan hal ini tertulis dalam kitab Perjanjian Lama yang dapat dibaca semua orang, yang antara lain memuat rahasia-rahasia yang telah dibukakan, bahwa Mesias harus menderita, sebab rencana sorgawi memang harus terlaksana dengan saksama supaya tak ada satu pun firman Allah yang gagal. "Pergilah dan beritakan kepada dunia,"
                    pertama, "bahwa Kristus menderita, sebagaimana telah dituliskan tentang Dia. Pergi, dan beritakan tentang Kristus yang disalibkan. Janganlah malu akan salib-Nya, jangan malu karena Yesus yang menderita. Beri tahu mereka apa yang Dia derita dan mengapa Dia menderita, dan bagaimana segenap firman dalam Perjanjian Lama digenapi dalam penderitaan-Nya itu. Katakan kepada mereka bahwa Ia memang harus menderita, sebagai syarat untuk menebus dosa dunia dan menyelamatkan manusia dari maut dan kebinasaan: Bahkan, melalui semua penderitaan itulah Ia justru disempurnakan (Ibr. 2:10).
                    Kedua, "bahwa Ia bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga, sehingga dengan demikian, bukan saja aib kayu salib menjadi terhapuskan, tetapi juga telah terbukti bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, dan dalam hal ini, firman Allah juga tergenapi (1Kor. 15:3-4). Pergi dan katakan kepada dunia betapa seringnya kamu melihat Dia setelah Dia bangkit dari antara orang mati, dan bagaimana akrabnya kamu telah berbincang-bincang dengan Dia. Kamu telah melihat dengan mata sendiri (sebagaimana yang dikatakan Yusuf kepada saudara-saudaranya ketika ia mengungkapkan siapa dirinya sebenarnya, seolah-olah dia baru saja hidup lagi), bahwa mulutku sendiri mengatakannya kepadamu (Kej. 45:12). Jadi, pergilah dan beritakan kepada mereka bahwa Dia yang tadinya mati kini hidup kembali, dan hidup selamanya, dan Ia memegang kunci maut dan kerajaan maut."
                [2] Kewajiban agung yang diperintahkan Injil mengenai pertobatan harus ditekankan kepada anak-anak manusia. Pertobatan dari dosa harus disampaikan dalam nama Kristus dan dengan kuasa-Nya (ay. 47). Semua anak manusia di mana pun harus dipanggil dan diperintahkan untuk bertobat (Kis. 17:30). "Pergi dan beritakan kepada semua orang bahwa Allah yang telah menciptakan, dan Tuhan yang menebus mereka, ingin supaya begitu mendengar kabar ini, mereka harus segera berbalik dari segala berhala mereka, dan menyembah Allah yang telah menciptakan mereka. Tidak hanya itu, mereka juga harus berhenti mementingkan perkara duniawi dan kedagingan. Mereka harus berbalik dan menyembah Allah di dalam Kristus, harus menghentikan segala kebiasaan dan perbuatan dosa. Hati dan hidup mereka harus diubahkan, dan mereka semuanya harus dibentuk dan diperbarui."
                [3] Hak istimewa penebusan dosa yang terdapat dalam Injil harus ditawarkan kepada semua orang, dan semua orang harus diyakinkan bahwa hak ini akan diberikan kepada semua orang yang bertobat dan percaya kepada Injil. "Pergi dan katakan kepada dunia yang berdosa dan berada di bawah hukuman kutuk Allah ini bahwa penebusan sudah dianugerahkan, sehingga semua orang yang bertobat dan percaya dapat ikut ambil bagian di dalamnya. Mereka bukan saja akan diampuni, tetapi juga akan diberikan tempat kehormatan. Katakan kepada mereka bahwa mereka kini memiliki pengharapan."
            (2) Kepada siapa mereka harus memberitakan Injil. Ke manakah mereka harus pergi menawarkan Injil, dan sejauh mana amanat tersebut harus dijalankan?

            Di sini mereka diberi tahu:

                [1] Bahwa mereka harus menyampaikan kabar Injil ke segala bangsa. Mereka harus menyebar seperti yang dilakukan anak-anak Nuh setelah air bah melanda: yang seorang ke sini, dan yang lainnya ke sana, sambil terus membawa cahaya Injil ini ke mana pun mereka pergi. Para nabi telah menyampaikan pertobatan dan penebusan kepada bangsa Yahudi, tetapi kini para rasul harus memberitakannya ke segala bangsa. Tidak ada seorang pun yang dikecualikan dari kewajiban Injil untuk bertobat. Juga, tidak ada yang dikecualikan untuk menerima semua keuntungan pengampunan dosa. Namun, mereka yang tidak mau percaya dan tidak bersedia bertobat mendatangkan hukuman bagi diri mereka sendiri.
                [2] Bahwa mereka harus mulai dari Yerusalem. Di sanalah mereka harus menyampaikan khotbah pertama mereka mengenai Injil, dan di sana pula jemaat Injili pertama kali harus didirikan. Di sanalah hari pemberitaan Injil akan mulai menyingsing, dan sinarnya akan terus menyebar sampai ke seluruh penjuru bumi. Lalu, kenapa harus mulai dari sana?
                    Pertama, sebab ada tertulis demikian, sehingga mereka harus melaksanakannya dengan cara itu. Sebab, dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem (Yes. 2:3; Yl. 2:32; 3:16; Ob. 21; Za. 14:8).
                    Kedua, karena di sanalah terlaksana perkara-perkara yang menjadi dasar Injil, dan karena itu, di sana pulalah hal-hal tersebut harus terlebih dahulu dibuktikan kebenarannya, sehingga jika hasutan mengenai perkara itu mulai merebak, di sanalah tempat yang tepat untuk memperjuangkan dan membuktikan mana yang benar. Begitu kuat dan terang benderangnya cahaya kemuliaan sang Penebus yang telah bangkit itu, sehingga tidak ragu-ragu menghadapi dan menantang para musuh yang begitu ganas, yang telah menyebabkan kematian-Nya yang mengerikan itu. "Mulailah dari Yerusalem, supaya para imam kepala itu akan berusaha menghancurkan Injil dengan sekuat tenaga mereka, lalu menjadi murka karena usaha mereka itu sia-sia saja."
                    Ketiga, karena Ia ingin memberi contoh untuk mengampuni musuh kita. Yerusalem telah menjadi pihak yang paling sengit menentang-Nya (baik para pemimpin maupun rakyatnya), sehingga kota itu sesungguhnya tidak layak untuk menerima karya penebusan dosa. Namun demikian, kota itu justru yang pertama kali ditawari karunia Injil, dan dalam waktu yang singkat, ribuan orang di sana kemudian menyambut karunia itu.
            (3) Bantuan yang akan menyertai mereka saat mereka mengabarkan Injil. Tugas yang harus mereka lakukan itu sangat besar dan berat, apalagi mengingat perlawanan yang akan mereka hadapi dan penderitaan yang akan mereka alami. Karena itu, jika mereka kemudian bertanya-tanya, "Siapa gerangan yang mampu melakukan hal tersebut?" jawabannya sudah tersedia: "Sesungguhnya, Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku, dan kamu akan diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi" (ay. 49). Di sini Ia menjanjikan mereka bahwa sebentar lagi Roh Kudus akan dicurahkan ke atas mereka dengan dahsyatnya sehingga mereka akan diperlengkapi dengan karunia dan anugerah yang diperlukan untuk menjalankan tugas agung itu. Karena itulah, mereka harus tetap tinggal di Yerusalem dan tidak mulai menjalankan tugas itu sampai Roh Kudus datang.

            Perhatikan:

                [1] Dengan demikian, mereka yang menerima Roh Kudus diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi, yaitu kuasa supernatural, kuasa yang melebihi kemampuan mereka. Kuasa itu berasal dari tempat tinggi, sehingga mampu menarik jiwa ke tempat tinggi dan membuatnya mencari perkara-perkara yang di atas.
                [2] Para rasul Kristus itu tidak mungkin bisa menanamkan Injil-Nya dan mendirikan kerajaan-Nya di dunia ini, seperti yang telah mereka lakukan, jika mereka tidak diperlengkapi dengan kuasa yang demikian. Dengan begitu, keberhasilan mereka itu telah membuktikan kedahsyatan kuasa yang menyertai mereka.
                [3] Kuasa dari tempat tinggi ini telah dijanjikan oleh Bapa, dan merupakan janji besar dalam Perjanjian Baru, seperti halnya janji kedatangan Kristus dalam Perjanjian Lama. Maka, jika hal itu merupakan janji Bapa, kita bisa merasa yakin bahwa janji itu tidak akan diingkari, dan apa yang dijanjikan-Nya itu merupakan sesuatu yang luar biasa.
                [4] Kristus tidak meninggalkan para murid-Nya sampai saat-Nya tiba untuk menepati janji itu. Sepuluh hari setelah kenaikan Kristus, Roh Kudus pun turun.
                [5] Para utusan Kristus harus setia menunggu sampai mereka diperlengkapi dengan kuasa, dan tidak boleh memulai pekerjaan mereka sampai mereka mendapatkan seluruh pengarahan dan kepercayaan untuk melakukan semua itu. Meskipun kini orang sering kali beranggapan bahwa saat ini Injil harus diberitakan dengan segera dan tidak boleh ditunda-tunda, para pemberita Injil harus tetap menunggu sampai mereka diperlengkapi dengan kuasa dari tempat tinggi, dan diam di Yerusalem, seberapa pun berbahayanya tempat itu, karena di sanalah janji Allah itu akan diberikan kepada mereka (Yl. 2:28).


* Kenaikan Yesus (24:50-53)
    Lukas tidak menuliskan apa pun tentang pertemuan Kristus dengan para murid-Nya di Galilea, tetapi apa yang Kristus katakan di sana dan juga pada beberapa pertemuan lain, telah digabungkannya dengan apa yang Kristus katakan kepada para murid sewaktu Ia mengunjungi mereka untuk yang pertama kalinya pada sore hari yang sama sewaktu Ia bangkit. Jadi kini, tidak ada lagi yang perlu diceritakan selain kenaikan Kristus ke sorga, yang digambarkan secara singkat dalam ayat-ayat di atas, yang di dalamnya bisa kita dapati:

    I. Bagaimana Kristus berpamitan dengan para murid-Nya dengan cara yang begitu agung. Maksud dan tujuan Kristus adalah untuk mendamaikan bumi dan sorga supaya kelangsungan hidup manusia tetap berlangsung di antara kedua tempat itu, dan untuk itu, Dia harus menumpangkan tangan di atas keduanya, supaya Ia dapat memasuki bumi dan kembali lagi ke sorga. Dia mempunyai tugas di kedua dunia itu, sehingga Ia pun turun dari sorga ke dunia melalui kelahiran-Nya sebagai manusia, untuk menyelesaikan urusan-Nya di tempat itu, lalu kembali lagi ke sorga setelah tugas-Nya di bumi tuntas, untuk tinggal di sana dan membela perkara kita di hadapan Bapa.

    Perhatikanlah:
        . Tempat Ia naik, yaitu di Betania, dekat Yerusalem, di sekitar Bukit Zaitun. Di sanalah Ia telah menunaikan tugas agung bagi kemuliaan Bapa-Nya, dan kini, di sana pulalah Ia memasuki kemuliaan Bapa-Nya. Di sanalah terletak taman di mana penderitaan-Nya berawal, dan di sanalah Ia menghadapi penderitaan maut, dan Betania itu sendiri pun berarti rumah kedukaan. Dengan begitu, orang yang ingin masuk sorga harus naik dari rumah penderitaan dan kedukaan, harus melalui kesengsaraan terlebih dahulu sebelum mereka merasakan sukacita. Bukit Zaitun memang telah ditetapkan sejak dahulu kala sebagai tempat kenaikan Kristus: Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun (Za. 14:4). Dari sana pula Ia memasuki Yerusalem dan dielu-elukan beberapa waktu yang lalu (19:29).
        . Orang-orang yang menyaksikan kenaikan-Nya: Ia membawa murid-murid-Nya ke luar kota untuk menemui-Nya. Mungkin Kristus naik ke sorga pada pagi-pagi hari sekali sebelum orang-orang bangun, sebab Dia tidak pernah memperlihatkan diri secara terang-terangan kepada semua orang setelah Ia bangkit, kecuali kepada saksi-saksi pilihan-Nya. Para murid tidak menyaksikan-Nya keluar dari kubur, sebab kebangkitan-Nya sudah cukup terbukti saat mereka bisa melihat-Nya lagi dalam keadaan hidup setelah itu, namun kini mereka melihat-Nya naik ke sorga, supaya mereka menjadi saksi mata kejadian itu. Mereka sengaja dibawa ke luar kota untuk menyaksikan kenaikan-Nya, dan benar-benar melihat-Nya saat Ia terangkat karena mereka tidak sedang melihat ke arah lain.
        . Kata-kata perpisahan yang Ia ucapkan kepada mereka: Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dia tidak pergi dalam keadaan tidak senang, melainkan dalam kasih. Ia meninggalkan berkat-Nya bersama para murid: Ia mengangkat tangan-Nya, sebagaimana yang dilakukan imam besar saat memberkati bangsanya (Im. 9:22). Kristus memberkati mereka sebagai seorang yang memiliki wewenang untuk itu, dengan memerintahkan berkat yang telah Ia beli itu. Dia memberkati mereka seperti Yakub memberkati anak-anak-Nya. Kini para rasul itu mewakili kedua belas suku Israel, sehingga dengan memberkati mereka, Ia telah memberkati seluruh bangsa Israel dalam arti rohani, dan mengukirkan nama Bapa-Nya dalam diri mereka. Dia memberkati mereka sebagaimana Yakub memberkati anak-anaknya dan Musa memberkati suku-suku bangsa Israel sebelum ia meninggal, untuk menunjukkan bahwa Ia mengasihi orang-orang milik-Nya sampai pada kesudahannya.
        . Bagaimana Ia meninggalkan mereka: Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka, bukan seolah-olah Ia diambil dari mereka sebelum Ia selesai mengucapkan apa yang harus Ia katakan, tetapi untuk menegaskan bahwa meskipun kini Ia terpisah dari mereka, bukan berarti berkat-Nya bagi mereka pun terhenti sampai di sana, sebab tugas-Nya sebagai Perantara bagi semua orang milik-Nya yang kini Ia jalankan di sorga merupakan kelanjutan dari berkat-Nya itu. Dia mulai memberkati mereka di bumi, dan Ia terangkat ke sorga supaya bisa terus mencurahkan berkat-berkat-Nya. Kini Kristus sedang mengutus para rasul-Nya untuk mengabarkan Injil-Nya kepada dunia, dan Ia mencurahkan berkat-Nya ke atas mereka, bukan hanya untuk mereka saja, tetapi supaya dianugerahkan dalam nama-Nya kepada semua orang yang percaya kepada-Nya melalui perkataan mereka. Sebab, oleh-Nya semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
        . Bagaimana kenaikan-Nya itu digambarkan.
            (1) Ia berpisah dari mereka, diambil dari antara mereka, seperti Elia diambil dari Elisa. Perhatikan, kita memang harus berpisah dengan kawan-kawan kita yang terkasih. Mereka yang mengasihi dan berdoa bagi kita, serta membimbing kita, harus dipisahkan dari kita. Kehadiran Kristus secara jasmani memang tidak boleh selalu diharapkan ada di dunia ini. Mulai sekarang, mereka yang hanya mengenal tubuh jasmaninya saja tidak boleh mengenal Dia seperti itu lagi.
            (2) Ia pun terangkat ke sorga, tidak secara paksa, tetapi oleh tindakan dan perbuatan-Nya sendiri. Sebagaimana Ia bangkit, demikian pula Ia naik ke sorga dengan kuasa-Nya sendiri, dan diiringi para malaikat. Dia tidak perlu kereta atau kuda berapi, sebab Dia tahu jalannya, dan sebagai Tuhan pemilik sorga, Dia bisa kembali ke sana tanpa bantuan siapa pun. Dia naik di atas awan-awan, seperti malaikat yang naik di atas nyala api persembahan Manoah (Hak. 13:20).
    II. Dengan gembira para murid terus mengikuti Dia, dan juga mengikuti Allah melalui Dia, meskipun kini Ia telah berpisah dari mereka.
        . Mereka tetap menyembah-Nya sekalipun Ia telah pergi, untuk menunjukkan bahwa meski kini Ia telah pergi ke negeri yang jauh, mereka tetap akan terus setia berbakti pada-Nya, dan mereka ingin supaya Ia tetap bertakhta dalam hidup mereka: Mereka sujud menyembah kepada-Nya (ay. 52). Perhatikan, Kristus menginginkan penyembahan dari orang yang telah menerima berkat dari-Nya. Dia telah memberkati mereka, dan mereka menyembah-Nya untuk memperlihatkan rasa syukur mereka. Penampakan kemuliaan Kristus yang agung ini menimbulkan rasa kagum dan rasa syukur yang luar biasa dalam diri mereka. Mereka tahu bahwa sekalipun Ia sudah berpisah dengan mereka, Dia tetap dapat dan akan selalu mengindahkan penyembahan mereka terhadap-Nya. Awan-awan yang kini menaungi Dia dan menghalangi pandangan mereka tidak menghalangi-Nya menyaksikan pelayanan mereka bagi Dia.
        . Mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Ke sanalah mereka telah diperintahkan pergi sampai Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka, dan mereka pun mematuhi perintah itu. Mereka tetap pergi ke sana sekalipun ada banyak bahaya. Ke sanalah mereka pergi, dan tinggal di situ dengan sukacita yang amat besar. Ini sungguh merupakan suatu perubahan yang menakjubkan, sebagai akibat dari terbukanya pengertian mereka. Dulu mereka sangat bersedih sewaktu Kristus berkata bahwa Ia harus meninggalkan mereka, tetapi kini mereka pun dipenuhi sukacita setelah menyaksikan kepergian-Nya, sebab mereka akhirnya yakin bahwa Ia memang harus pergi meninggalkan mereka dan umat-Nya supaya sang Penghibur itu datang. Perhatikan, kemuliaan Kristus sungguh mendatangkan sukacita yang amat besar bagi semua orang yang benar-benar percaya kepada-Nya, sekalipun mereka masih berada di dunia ini; apalagi kalau mereka nanti telah memasuki Yerusalem baru dan mendapati-Nya dalam kemuliaan-Nya di sana.
        . Mereka tetap beribadah sambil menunggu janji Bapa digenapi (ay. 53).
            (1) Mereka senantiasa menghadiri ibadah-ibadah di Bait Allah. Allah belum meninggalkan Bait-Nya itu sehingga mereka pun demikian juga. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah, seperti yang dulu selalu dilakukan Guru mereka waktu Ia masih ada di Yerusalem. Tuhan mencintai pintu-pintu gerbang Sion, maka kita juga harus begitu. Beberapa orang beranggapan bahwa mereka memiliki ruangan pertemuan tersendiri di dalam Bait Allah yang merupakan milik kaum Lewi yang sangat bersimpati terhadap mereka. Namun, menurut sebagian orang lagi, tidak mungkin hal ini dapat disembunyikan atau dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan imam-imam kepala atau para pembesar Bait Allah.
            (2) Para rasul tahu bahwa penyembahan korban di Bait Allah telah digantikan oleh pengorbanan Kristus, namun mereka tetap bergabung dalam menyanyikan lagu-lagu ibadah di situ. Perhatikan, sambil menunggu janji Allah digenapi, kita harus terus menaikkan puji-pujian kita. Memuji dan memuliakan Allah adalah tugas yang harus dilakukan setiap waktu, dan tidak ada yang lebih baik untuk menyiapkan pikiran kita dalam menerima Roh Kudus selain sukacita dan puji-pujian yang kudus. Dalam sukacita dan puji-pujian, ketakutan dilenyapkan, duka dipermanis dan ditenangkan, dan harapan pun dibangun.

            "Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Amin" [versi KJV diakhiri dengan kata "Amin" -- pen.]. Kata amin ini, yang biasanya selalu diucapkan oleh jemaat dan setiap orang percaya di dalam pembacaan firman, menunjukkan rasa setuju atas kebenaran Injil dan kesatuan hati dengan semua murid-murid Kristus itu untuk terus memuji dan memuliakan Allah. Amin. Biarlah Dia terus dipuji dan dimuliakan.




Label:   Lukas 24:44-53 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
TEMA & BACAAN ALKITAB GMIT BULAN JUNI 2019

PREV:
Minggu, 26 Mei 2019 - Matius 5:38-48 - Minggu Paskah VI

Garis Besar Lukas





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 23 Juli - Yeremia 13; Mazmur 13,14

Hari ini, 23 Juli - Maz 85:5-11, Ezra 3-4, Kis 23:12-35, Ams 21:8-9

Arsip Khotbah GMIT 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392




Beli Kaos C59. Klik Disni




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB
MARS YAPENDIK GPIB | Lirik dan Video Lagu - MINGGU, 14 JULI 2019




Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Senin, 22 Juli 2019
Come As You Are - David Leonard

Senin, 22 Juli 2019
Over and Over - Influence Music, Matt Gilman

Senin, 22 Juli 2019
Bright - Allan Scott

Senin, 22 Juli 2019
Redeemed - Influence Music

Senin, 22 Juli 2019
Dancing on Top of the World - The Afters

Senin, 22 Juli 2019
Fighter - Danny Gokey

Senin, 22 Juli 2019
Misfits - Apollo LTD

Senin, 22 Juli 2019
Step Into Love - Tedashii, Sarah Reeves

Senin, 22 Juli 2019
King of Heaven - Mack Brock

Senin, 22 Juli 2019
Here I Am - North Point InsideOut, Kaycee Hines

Senin, 22 Juli 2019
Every Good Thing - For All Seasons

Senin, 22 Juli 2019
Honest - We Are Messenger

Senin, 22 Juli 2019
New Day - Danny Gokey

Senin, 22 Juli 2019
Just A Vapor - Branan Murphy

Senin, 22 Juli 2019
Perfectly - Branan Murphy

Senin, 22 Juli 2019
For Worse or Better - Stars Go Dim

Senin, 22 Juli 2019
Symphony - Newsboys

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



renungan kejadian 3:19,   Free Download Mp3 lagu betapa mulianya true worship,   khotbah lukas 6:37-42,   nyanyian rohani 107,   nyanyian rohani 107,   Renungan ft imamat 25:35-55,   lagu rohani untuk persembahan kolekte,   lagu sekolah minggu pengakuan dosa,   lagu sekolah minggu pengakuan dosa,   partitur koor batak natal,   Renungan ft imamat 25:35-55,   galatia 6:1-10 tema: tetap semangat,   lagu persembahan syukur,   khotbah hakim-hakim 7:2-9,   download lagu christ is risen,   kumpulan lagu rohani terbaru 2018 mp3,   kalender gereja 2019,   Jamita. 1 tessalonika 4:13-18,   khotbah mazmur 119:17-32,   khotbah mazmur 119:17-32,   download instrumen keybord lagu ro,   kumpulan lagu pentakosta,   ayat pengantar persembahan,   bahan khotbah 1 timotius 6 2b 10,   tata ibadah gereja gbi,   khotbah kristen wahyu 2 10,   khotbah kristen wahyu 2 10,   renungan kisah para rasul 1 1-5,   renungan imamat 25 8 13,   Tafsiran zakaria 8:9-13,   ayat pengantar persembahan,   lagu rohani hkbp chord,   lagu anak sekolah minggu 2019,   Lagu Kebaktian SATB,   kotbah hakim hakim 7 2 9,   khotbah yoh 5:1-8,   khotba kolose 1:15-28,   Renungan firman yesaya 55:6-13,   renungan kisah rasul 14 8 20,   angka nada lagu disabat yang ceria,   download mp3 kj 429,   lirik lagu Suara gembira nomor 42,   Suara gembira nomor 42,   renungan mazmur 119:17-32,   Free mp3 rohani,   engkaulah darah Dan juga berkat pengorbananmu layakkan ku yesus engkau tuhanku,   pujian syukur,   renungan harian Kristen arti sepadan,   pengkhotbah 7 ayat 11 sampai 12,   khotbah amsal 10 1 7,   instrumen buku ende,   instrumen buku ende,   santapan harian dr mazmur 119:17-32,   santapan harian dr mazmur 119:17-32,   lagu yang cocok untuk penutup ibadah,   www.download lagu rohani nada latuhari.com,   khotbah imamat 26 1-13,   Download lagu apapun yang terjadi didalam hidupku ini selalu ku katakan tuhan yesus baik,   khotbah imamat 26 1-13,   bahan khotbah kristen kisah para rasul 18 1 17,   bahan khotbah kristen kisah para rasul 18 1 17,   renungan imamat 26:1-13,   khotbah amos 7 : 1 - 3,   khotbah yeremia 31 16,   lagu penutup ibadah,   renungan dari Mazmur 29:1-11,   lagu penutup ibadah,   khotbah dalam kolose 1 15 23,   kumpulan kotbah kitah yohanes,   renungan imamat 26:1-13,   renungan Ulangan 6 :16-25,   judul lagu sekolah minggu gki hom hom,   kis 14:21-28,   renungan amsal 4:13-27,   lagu pernikahan Rohani kristen,   bahan khotbah gbkp bekasi - denpasar tgl 28 Juli 2019,   renungan kisah pararasul 8:4-25,   doa berkat penutup ibadah,   songwriter berkatilah keluargaku,   songwriter keluarga hidup indah,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   tafsiran alkitab mazmur 36,   not angka pkj 255,   not angka pkj 255,   naot angka pkj 255,   kidung keesaan damai di dunia,   lirik mnr2 76,   kolose 1 15-23,   lirik nr 76 ,   lirik nr 76 ,   kotbah kisah para rasul 18 :24-28,   khotbah kolose 1 18,   lagu rohani bersyukur,   khotba imamat 26;1-13,   materi khotbah ulangan 6:16-25,   lirik nr 76,   materi hotbah ulangan 1:16-25,   Jamita Minggu Panguhum 7:2-9,   lirik nr 76 ,   lirik nr 76 ,   yang kunanti datangmu lagu rohani download gratis,   khotbah ulangan 6 : 6- 9,   khotbah ulangan 6 : 6- 9,   kolose 1 15-23,   lagu rohani tentang teladan,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   renungan imamat 26:1-13,   jamita hakim-hakim 7:2-9,   khotbah kejadian 37:12-36,   Baca dan renugan minggu 2019 yohanes 6:1_15 yesus memberi makan lima ribu orang,   Bacaan dan renugan minggu pagi 2019 yohanes 6:1_15,   Bacaan dan renugan minggu pagi 2019 yohanes 6:1_15,   gunung di israel,   gunung di israel,   jamita panguhum 7:2-9 bahasa batak,   jamita panguhum 7:2-9 bahasa batak,   Hakimhakim 7,2-9.,   lagu penutupan ibadah,   kolose 1:7-2:5,   renungan kaum bapak tentang efesus 5:14-17,   lagu rohani pengutusan,   lagu praise gms,   khotbah hut 2019,   lagu praise gms,   download lagu ketika hatiku tlah disakiti mp3,   download lagu ketika hatiku tlah disakiti mp3,   Jamita sian panguhum 7 :2-9,   Jamita sian panguhum 7 :2-9,   Jamita sian panguhum 7 :2-9,   khotbah dari ulangan 6 : 16 - 25,   pujian syukur awal ibadah,   nyanyian rohani,   lagu sudah ku dapat sayang tuhan,   khotbah yakobus 1 2-12,   khotbah roma 3:1-8,   Ilustrasi Hakim-Hakim 7:2-9,   lagu untuk memberikan kolekte kristen,   renungan amos 5 : 24,   Kotbah Imamat 26:1-17,   download musik rohani let shine mp3,   mp3 untuk pkj 163,   dowenload lagu walau hanya sebentar tolong,   dowenload lagu walau hanya sebentar tolong,   download lagu gereja,   gita bakti 244 download mp3,   gita bakti 244 download mp3,   bahan khotbah imamat 26,   doa persembahan dlm perjamuan kudus,   kisah para rasul 14: 26-26,   Ilustrasi Hakim-Hakim 7:2-9,   lagu mars pelkat PA GPIB,   mars pa gpib,   ilusttasi renungan yakobus 12:2-12,   free download lagu ku kagum akan kasihmu tuhan true worship,   nun gusti nu sipat,   ilustrasi khotbah yakobus 1 2-8,   khotbah imamat 26:1-13 untuk ulang tahun,   khotbah Yakobus 1:2-12,   khotbah yakobus1 :2-12,   renungan mazmur 119:1-3,   renungan mazmur 119:1-3,   tafsiran Yakobus 1:2,   Jakobus 1:2-12,   chord bunga-bunga yang di padang,   Jamita Evangelium minggu 21 juli 2019,   kidung ceria,   mp3 kidung.pujian,