Save Page
Minggu, 10 Nov 2019
XXI DOB TRINITATIS
Khotbah: Amsal 19:20-29
Epistel : Efesus 6:1-9

Khotbah: Amsal 19:20-29
19:20 Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. 19:21 Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. 19:22 Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong. 19:23 Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka. 19:24 Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan, tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut. 19:25 Jikalau si pencemooh kaupukul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, jikalau orang yang berpengertian ditegur, ia menjadi insaf. 19:26 Anak yang menganiaya ayahnya atau mengusir ibunya, memburukkan dan memalukan diri. 19:27 Hai anakku, jangan lagi mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang juga dari perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan. 19:28 Saksi yang tidak berguna mencemoohkan hukum dan mulut orang fasik menelan dusta. 19:29 Hukuman bagi si pencemooh tersedia dan pukulan bagi punggung orang bebal.

Bahasa Batak:
19:20 Sai tangihon ma hata sipaingot jala jangkon pangajaran, asa gabe pistar ho di hasusuda ni bohalmu.
19:21 Pasimpar do sangkapsangkap di bagasan roha ni baoa, alai sangkap ni Jahowa do na marsihohot.
19:22 Pinangido ni roha ni jolma do habasaronna, jala tagonan do halak na pogos sian baoa pargapgap.
19:23 Biar mida Jahowa parohon hangoluan, jala halak na sabam roha marsonangsonang do, ndang manginona jea tu ibana.
19:24 Dipohul halak sigurbak ulu do nian indahanna, gari mambahen tu pamanganna ro losokna.
19:25 Mangonai tangan ma ho tu halak pangelesi, asa anggiat marbisuk halak na oto, sai ajar ma halak na pantas marroha, asa tamba parbinotoannai.
19:26 Manang ise na mangarupa amana, tung pola dipalaholaho inana, i ma halak sibahen haleaon dohot haurahon.
19:27 Ale anaha, molo dipasadi ho tumangihon pangajaran, jadi lilu ma ho sian angka hata parbinotoan.
19:28 Halak sitindangi parroha na jat palea uhum, jala pamangan ni halak parjahat mamolgak hageduhon.
19:29 Naung pinadiri hian torutoru di halak pangarehe, jala lipatlipat tu tanggurung ni halak na oto.

Penjelasan:


* Macam-macam Petuah, 19:18-29 (19:18)

    Di sini orangtua diperingatkan agar jangan bodoh dengan memanjakan anak-anak mereka yang cenderung susah diatur dan jahat, dan yang watak pikirannya sudah begitu buruk sehingga mereka tidak akan bisa disembuhkan kecuali dengan tindakan tegas.
    1. Jangan katakan bahwa menghukum mereka bisa dilakukan nanti pada saat yang tepat. Tidak, segera setelah terlihat tabiat rusak pada diri mereka, langsung ditegur, sebelum keterusan dan berakar, sehingga mengeras menjadi kebiasaan: hajarlah anakmu selama ada harapan, sebab mungkin saja, jika ia dibiarkan selama beberapa waktu, tidak akan ada lagi harapan baginya, dan hajaran yang jauh lebih keras tidak akan menghasilkan apa yang sekarang bisa dilakukan dengan hajaran yang lebih lembut. Mencabut ilalang paling mudah dilakukan segera setelah ia tumbuh. Banteng yang dimaksudkan untuk memikul kuk harus dibiasakan sejak dari dini untuk memikulnya.
    2. Jangan katakan bahwa engkau tidak tega menghukum mereka, dan bahwa, karena mereka menangis dan memohon-mohon ampun, engkau tak sampai hati untuk melakukannya. Jika tujuan memang bisa dicapai tanpa menghukum, baguslah itu. Tetapi, jika engkau mendapati, seperti yang sering kali terjadi, bahwa dengan mengampuni mereka begitu saja, setelah mereka berpura-pura bertobat dan berjanji akan berubah, hanya membuat mereka semakin berani melanggar lagi, terutama jika itu adalah hal yang jelas-jelas berdosa (seperti berdusta, mengutuk, berbicara kasar, mencuri, atau sejenisnya), maka dalam kasus seperti itu bulatkanlah tekadmu, dan jangan tahan hajaranmu karena tangisnya (kjv). Lebih baik ia menangis karena pukulan tongkatmu daripada karena pedang hakim, atau yang lebih menakutkan lagi, karena murka Allah.

* Beberapa Macam Amsal Salomo (10:1-22:16)
Kami berpendapat bahwa dalam Kitab Amsal, Firman Allah yang diilhamkan itu diberikan dalam bentuk sastra Yang khusus. Kalau Daud memakai sarana puisi, maka Salomo memakai sarana sastra Hikmat, yang cara mengajarnya sebagian besar dengan menggunakan kontras. Pada bagian pokok yang pertama (I), kontrasnya ditegaskan di seluruh nas-nas panjang - misalnya, perempuan jahat ditampilkan berlawanan dengan hikmat. Dalam Bagian II, kontrasnya dinyatakan dalam unit-unit satu ayat pendek. Sebagian besar dari ayat-ayat pada bagian ini memakai kata "tetapi" di tengah-tengahnya.

Paparannya menjadi lebih sulit karena masing-masing amsal berdiri sendiri. Tidak ada konteks langsung yang memandu kita. Beberapa penafsir menyimpulkan bahwa amsal-amsal tersebut tidak mengikuti perencanaan (struktur), sebaliknya merupakan koleksi campuran (Greenstone). Toy menyebut amsal-amsal itu "aforisme lepas." Delitzsch menyatakan adanya pengelompokan berdasarkan gagasan, bukan berdasarkan rencana komprehensif, melainkan berdasarkan "penyingkapan progresif' yang "terus-menerus mengalir." Ada kesatuan dalam bagian ini, bukan kesatuan bahasa atau kesatuan pokok pembicaraan, melainkan kesatuan penyusunan. Sebuah amsal diberitahukan, kemudian diulang di tempat-tempat lain dengan tambahan variasi-variasi pada maknanya. Hal pertama mungkin memberikan kontras antara bagian a dengan b; yang kedua a dengan c. Bahkan mungkin ada yang ketiga, yang membandingkan a dengan d. Dengan menggabungkan tiga hal itu, kita mendapatkan satu definisi lebih lengkap dari gagasan yang dinyatakan pada bagian a. Kita pasti merasa lebih mudah jika gagasan-gagasan ini dikelompok-kelompokkan. Orang-orang pada zaman kuno jelas menganggap lebih menarik jika gagasan-gagasan ini dipisahkan dan agak disembunyikan. Juga, sebagaimana telah kita lihat, ada kesatuan yang jelas berdasarkan kosakata moral yang dipakai. Karena itu, ada banyak amsal mengenai orang benar, orang bijaksana, orang jujur sebagai lawan dari orang kejam, orang bebal, orang murtad. Telaah yang memadai tentang sebuah ayat mungkin memerlukan telaah konkordansi atas seluruh kitab ini - tetapi lebih baik, bukan sekadar telaah konkordansi secara mekanis tetapi benar-benar merenungkan dengan mendalam keseluruhan pandangan sang penulis. Sebab melalui pengulangan, kontras, kosakata khusus, dan pertimbangan yang berbeda-beda terhadap tema itu, Allah melalui. penulis ini mengajar kita bahwa kebenaran memuliakan seseorang, tetapi dosa selalu mendatangkan celaan. Sekali lagi, kita harus menandaskan bahwa kitab ini bukanlah Poor Richard's Almanac, yang berisi peribahasa-peribahasa umum yang singkat dan tajam mengenai masalah hidup; ini adalah kumpulan amsal ilahi yang menunjukkan jalan kekudusan.

* Ams 19:24 - Si pemalas
 Si pemalas. Amsal pada 24a diulang dalam 26:15 dalam rangkaian ayat yang membicarakan soal kemalasan.

* Ams 19:26 - Anak yang ... memalukan
Anak yang ... memalukan. Lihat tafsiran atas 10:1, lalu bandingkan dengan 29:15, yang mengulangi frasa ini.

* Ams 19:27 - Didikan, kalau engkau menyimpang // Instruction that causeth to err // that causeth
Didikan, kalau engkau menyimpang. Bunyinya dalam Alkitab AV: Instruction that causeth to err (Didikan yang membuat engkau menyimpang). Kata-kata that causeth (yang membuat) tidak ada dalam teks Ibrani, dan Amsal tidak menggunakan kata didikan ini untuk ajaran yang sesat. Karenanya, RSV dan Berkeley secara tepat berpendapat bahwa maksud amsal tersebut ialah mendengarkan didikan, "namun kemudian menyimpang" dari padanya.


Epistel : Efesus 6:1-9
Taat dan kasih
6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu -- ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. 6:5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, 6:6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, 6:7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. 6:8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. 6:9 Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

Bahasa Batak
Epesus 6:1-9:
6:1 Hamu angka anak, oloi hamu ma angka natuatuamuna di bagasan Tuhan i; ai i do na tigor.
6:2 "Parsangapi amangmu dohot inangmu!" I do patik na parjolo mardongan bagabaga:
6:3 "Asa martua ho jala leleng mangolu di tano on!"
6:4 Hamu angka ama, unang gintali hamu angka anakkonmuna; pagodanggodang hamu ma nasida di bagasan ajar dohot poda ni Tuhan i!
6:5 Hamu angka anak somang, oloi hamu ma angka indukmuna di hasiangan on mardongan biar dohot lomos ni roha; marroha na bulus songon na maradophon Kristus!
6:6 Unang hamu pangoloi di mata, songon na mambuat roha ni jolma; songon naposo ni Kristus ma ulahon hamu roha ni Debata, sian nasa rohamuna.
6:7 Sian burjumuna ma hamu mangoloi: Songon di Tuhan i, unang di jolma i!
6:8 Ai diboto hamu do: Sumuang jaloon ni ganup sian Tuhan i na denggan na niulana, manang hatoban ibana manang anak mata.
6:9 Hamu angka induk pe, laos songon i ma bahen hamu tu nasida; antahi hamu ma na mangasupi i, ai diboto hamu do, di banua ginjang do nang Tuhanmuna, jala ndada siida bohi Ibana.

Penjelasan:


* Kewajiban Anak-anak kepada Orangtua; Kewajiban Hamba-hamba kepada Tuan-tuan (6:1-9)
    Di sini terdapat petunjuk lebih lanjut mengenai kewajiban-kewajiban antarsesama, yang sangat diperinci oleh Rasul Paulus.
        I. Kewajiban anak-anak kepada orangtua mereka. Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu! Kewajiban besar anak-anak adalah menaati orangtua mereka (ay. 1). Karena orang tua adalah alat bagi keberadaan mereka, Allah dan alam telah memberi mereka wewenang untuk memerintah, dengan ketundukan kepada Allah. Dan, jika anak-anak mau taat kepada orang tua mereka yang saleh, mereka akan menjadi saleh juga seperti orang tua mereka. Ketaatan yang Allah tuntut dari anak-anak mereka, untuk kepentingan mereka, mencakup rasa hormat di dalam hati, dan juga ungkapan dan tindakan jasmani. Taat di dalam Tuhan. Sebagian orang mengartikan ini sebagai sebuah pembatasan, dan memahaminya demikian: "sejauh bersesuaian dengan kewajibanmu kepada Allah." Kita tidak boleh melawan Bapa kita di sorga dalam menaati orang tua kita di dunia, karena kewajiban kita kepada Allah melebihi dan melampaui kewajiban kita kepada semua yang lainnya. Saya lebih suka mengartikannya sebagai sebuah alasan: "Anak-anak, taatilah orang tuamu, karena Tuhan telah memerintahkannya. Oleh karena itu taatilah mereka demi Tuhan, dan dengan mata tertuju kepada-Nya." Atau ini mungkin adalah sebuah perincian khusus dari kewajiban umum: "Taatilah orang tuamu, terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan. Orang tuamu mengajari kamu bagaimana berkelakuan yang baik, dan dalam hal ini kamu harus menaati mereka. Mereka mengajari kamu apa yang baik bagi kesehatanmu, dan mengenai hal ini kamu harus menaati mereka. Namun hal-hal utama yang di dalamnya kamu harus menaati mereka adalah hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan." Orang tua yang setia menjalani agama menyuruh anak-anak mereka supaya tetap hidup menurut jalan Tuhan (Kej. 18:19). Mereka memerintahkan anak-anak mereka melakukan kewajiban mereka kepada Allah, dan berhati-hati terhadap dosa-dosa yang paling mungkin terjadi pada anak-anak seumur mereka. Terutama dalam hal-hal inilah mereka harus berusaha supaya taat. Ada sebuah alasan umum yang diberikan: karena haruslah demikian, ada keadilan alamiah di dalamnya, Allah telah memerintahkannya, dan itu sangat pantas bagi orang Kristen. Sudah menjadi tata tertib alam bahwa orangtua memerintah dan anak-anak taat. Walaupun mungkin ini tampak seperti perkataan yang keras, namun ini adalah kewajiban, dan harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan hati Allah dan membuat Allah berkenan atas mereka. Untuk membuktikan hal ini Rasul Paulus mengutip hukum perintah kelima, yang Kristus sama sekali tidak bermaksud membatalkan dan mencabutnya, malah menegaskannya, seperti yang tampak ketika Dia meneguhkannya dalam 4 dan seterusnya. Hormatilah ayahmu dan ibumu (ay. 2). Kata hormat menyiratkan penghormatan, ketaatan, dan pertolongan serta pemeliharaan, jika hal-hal ini dibutuhkan. Rasul Paulus menambahkan, yang adalah perintah pertama disertai janji (KJV). Sedikit kesulitan timbul di sini, yang tidak boleh kita abaikan, karena beberapa orang yang membela keabsahan patung-patung mengajukan hal ini sebagai bukti bahwa kita tidak terikat oleh perintah kedua. Tetapi alasan tersebut sama sekali tidak kuat. Perintah kedua tidak memiliki sebuah janji khusus, melainkan hanya sebuah pernyataan atau tuntutan umum, yang berhubungan dengan seluruh hukum Allah yang memelihara rahmat untuk beribu-ribu orang. Dan kemudian yang dimaksudkan dengan ayat ini bukanlah perintah pertama dari sepuluh perintah yang memiliki sebuah janji, karena tidak ada perintah lainnya setelah itu yang memiliki janji, dan oleh karena itu tidak sesuai untuk dikatakan sebagai yang pertama. Tetapi artinya mungkin adalah: "Ini adalah perintah yang utama atau penting, dan memiliki sebuah janji. Ini adalah perintah pertama pada loh kedua, dan memiliki sebuah janji." Janjinya adalah, supaya kamu berbahagia, dan seterusnya (ay. 3). Perhatikanlah, walaupun janji dalam perintah tersebut berkaitan dengan tanah Kanaan, Rasul Paulus dengan ini menunjukkan bahwa janji ini dan janji-janji lainnya yang ada dalam Perjanjian Lama yang berkaitan dengan tanah Kanaan harus dipahami secara lebih umum. Supaya Anda tidak berpikir bahwa hanya bangsa Israel, yang diberi tanah Kanaan oleh Allah, yang terikat oleh perintah kelima, di sini dia memberikan pengertian yang lebih jauh, supaya kamu berbahagia, dan seterusnya. Kemakmuran lahiriah dan umur panjang adalah berkat-berkat yang dijanjikan kepada orang-orang yang menaati perintah ini. Ini adalah cara supaya keadaan kita baik, dan anak-anak yang patuh sering kali dibalas dengan kemakmuran lahiriah. Memang tidak selalu demikian, ada juga anak-anak seperti itu yang mengalami banyak penderitaan dalam hidup ini. Tetapi ketaatan biasanya diberi balasan demikian, dan, jika tidak, digantikan dengan sesuatu yang lebih baik. Perhatikanlah,
            (1) Injil memiliki janji-janji yang sementara sifatnya, serta juga janji-janji rohani.
            (2) Walaupun kekuasaan Allah cukup untuk membuat kita tetap mengerjakan tugas kita, namun kita boleh menghargai upah yang dijanjikan. Dan,
            (3) Walaupun janji itu mengandung suatu keuntungan duniawi, ini pun boleh dipertimbangkan sebagai alasan dan dorongan untuk ketaatan kita.
        II. Kewajiban orangtua: Dan kamu, bapa-bapa (ay. 4). Atau, kamu para orangtua,
            (1) "Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu. Walaupun Allah telah memberimu kuasa, kamu tidak boleh menyalahgunakan kuasa itu, mengingat bahwa anak-anakmu adalah, secara khusus, bagian dari dirimu sendiri, dan oleh karena itu harus diatur dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Jangan tidak sabar terhadap mereka, jangan menggunakan kekerasan yang tidak sepantasnya, dan jangan memberikan perintah yang kaku kepada mereka. Ketika kamu memperingatkan mereka, ketika kamu menasihati mereka, ketika kamu memarahi mereka, lakukanlah dengan cara yang tidak membangkitkan amarah di dalam hati mereka. Dalam semua perkara seperti itu hadapilah mereka dengan hati-hati dan bijaksana, ketika berusaha mengatasi pertimbangan-pertimbangan mereka dan memengaruhi akal budi mereka."
            (2) "Didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Didiklah dalam disiplin dengan perbaikan yang sepantasnya dan disertai belas kasihan. Dan didiklah dalam pengetahuan tentang tugas yang Allah wajibkan kepada mereka dan yang dengannya mereka dapat menjadi lebih mengenal Dia. Berikanlah pendidikan yang baik kepada mereka." Kewajiban besar para orangtua adalah berhati-hati dalam mendidik anak-anak mereka. "Bukan hanya membesarkan mereka, seperti yang dilakukan orang-orang yang tidak berakal budi, dengan memenuhi kebutuhan mereka, melainkan membesarkan mereka dalam ajaran dan nasihat, dengan cara yang sesuai untuk mereka yang berakal budi. Bahkan, bukan hanya membesarkan mereka sebagai manusia, dalam ajaran dan nasihat, melainkan juga sebagai orang-orang Kristen, dalam nasihat Tuhan. Berikanlah kepada mereka pendidikan keagamaan. Ajarilah mereka supaya takut melakukan dosa, dan beritahulah mereka tentang seluruh kewajiban mereka terhadap Allah dan buat mereka bersemangat tentang hal itu."
        III. Kewajiban hamba-hamba. Ini juga disimpulkan dalam satu kata, yaitu, ketaatan. Rasul Paulus paling banyak membahas tentang hal ini, karena mengetahui adanya kebutuhan terbesar akan hal tersebut. Hamba-hamba ini pada umumnya adalah budak-budak. Perbudakan sipil bukan tidak sejalan dengan kemerdekaan kristiani. Orang-orang yang adalah budak bagi manusia bisa saja merupakan orang bebas bagi Tuhan. "Tuanmu yang di dunia (ay. 5), artinya, orang yang memerintah atas tubuhmu, namun tidak atas jiwa dan hati nuranimu. Hanya Allah saja yang berkuasa atas hal-hal ini." Nah, mengenai hamba-hamba, dia menasihatkan,
            (1) Supaya mereka taat dengan takut dan gentar. Mereka harus menghormati orang-orang yang berkuasa di atas mereka, takut membuat mereka tidak senang, dan gentar kalau-kalau mereka membuat tuan mereka pantas marah dan murka.
            (2) Supaya mereka tulus dalam ketaatan mereka, dengan tulus hati, tidak berpura-pura taat sambil merencanakan perlawanan, melainkan melayani mereka dengan setia.
            (3) Mereka harus mengarahkan pandangan mereka kepada Yesus Kristus dalam segala pelayanan yang mereka lakukan untuk tuan-tuan mereka (ay. 5-7), menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia, artinya, bukan hanya atau terutama untuk manusia. Ketika hamba-hamba, dalam melaksanakan kewajiban sesuai pekerjaannya, mengarahkan pandangannya kepada Kristus, ini membuat ketaatan mereka menjadi mulia dan layak. Pelayanan yang dilakukan untuk tuan mereka di dunia, dengan mengarahkan pandangan kepada Dia, menjadi pelayanan yang layak bagi-Nya juga. Mengarahkan pandangan kepada Kristus berarti mengingat bahwa Dia melihat mereka dan sesungguhnya hadir bersama mereka, dan bahwa kuasa-Nya mengharuskan mereka melaksanakan kewajiban sesuai kedudukan mereka dengan setia dan penuh kesadaran.
            (4) Mereka tidak boleh melayani tuan mereka hanya di hadapan mereka saja (ay. 6), yaitu hanya jika tuan mereka sedang melihat mereka saja, tetapi juga harus tetap bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas mereka ketika tuan-tuan mereka tidak ada dan berada jauh, karena waktu itu Tuan mereka yang di sorga melihat mereka. Dan oleh karena itu mereka tidak boleh bertindak hanya untuk menyenangkan hati orang, seolah-olah mereka tidak peduli untuk menyenangkan hati Allah dan membuat Allah berkenan kepada mereka, jika mereka dapat memperdayai tuan mereka. Perhatikanlah, rasa hormat yang tetap kepada Tuhan Yesus Kristus akan membuat manusia setia dan tulus di segala keadaan hidup.
            (5) Apa yang mereka lakukan, mereka harus lakukan dengan senang hati. Dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, melayani tuan mereka seperti yang Allah kehendaki supaya mereka lakukan, tidak dengan enggan, atau dengan terpaksa, melainkan dari asas kasih untuk mereka dan urusan-urusan mereka. Ini berarti dengan rela menjalankan pelayanannya (ay. 7), yang akan membuat pelayanan mereka ringan bagi diri mereka sendiri, menyenangkan hati bagi tuan mereka, dan diterima oleh Tuhan Yesus Kristus. Perlu ada kerelaan atau niat baik terhadap tuan mereka, niat baik terhadap keluarga tempat mereka bekerja, dan terutama kesiapan untuk melakukan kewajiban mereka untuk Allah. Perhatikanlah, pelayanan, yang dilaksanakan dengan hati nurani, dan dari rasa hormat kepada Allah, walaupun untuk tuan yang jahat, akan diperhitungkan Kristus sebagai pelayanan yang dikerjakan untuk Dia sendiri.
            (6) Biarlah hamba-hamba yang setia mempercayai Allah mengenai upah mereka, sementara mereka melaksanakan kewajiban mereka dengan takut, karena mengetahui bahwa kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik (ay. 8), betapapun miskin dan hinanya itu, ia akan menerima balasannya dari Tuhan, artinya, dengan sebuah kiasan, balasan yang sama. Walaupun tuannya di dunia mengabaikan atau menganiaya dia, alih-alih memberi dia upah, namun dia pasti akan diberi upah oleh Tuhan Kristus, baik hamba, maupun orang merdeka, baik budak yang miskin maupun orang merdeka atau tuan. Kristus tidak memperhatikan perbedaan-perbedaan di antara manusia seperti ini pada saat sekarang, juga tidak akan memperhatikannya dalam pengadilan akhir yang agung itu. Anda berpikir, "Seorang penguasa, atau seorang hakim, atau seorang menteri, yang melakukan tugasnya di sini, tentu akan menerima upahnya di sorga, tetapi apalah kemampuanku, seorang hamba miskin, sehingga aku dapat membuat diriku diperkenan oleh Allah." Wahai, Allah pasti akan memberi kamu upah untuk pekerjaan rendah dan paling hina yang dikerjakan dengan kesadaran akan kewajiban dan dengan mata tertuju kepada-Nya. Jadi apa lagi yang bisa dikatakan untuk mengajak dan mendorong hamba-hamba supaya melakukan kewajiban mereka?
        IV. Kewajiban tuan-tuan. "Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka (ay. 9), yaitu, bertindaklah dengan cara yang sama. Bersikap adillah terhadap mereka, seperti yang kamu harapkan mereka lakukan terhadap kamu. Perlihatkanlah niat baik dan kepedulian yang sama terhadap mereka, dan berhatihatilah dalam hal ini supaya Allah berkenan kepadamu." Perhatikanlah, tuan-tuan memiliki tugas untuk melaksanakan kewajiban mereka kepada hamba-hamba mereka yang sama ketatnya dengan kewajiban hamba-hamba untuk taat dan patuh kepada mereka. "Jauhkanlah ancaman, anientes, yakni mengurangi ancaman, dan jauhkan kejahatan untuk mengancam mereka. Ingatlah bahwa hamba-hambamu diciptakan dari tanah yang sama dengan dirimu sendiri, dan oleh karena itu janganlah kejam dan sewenang-wenang terhadap mereka, ingatlah bahwa Tuhan kamu juga ada di sorga (KJV)." Beberapa salinan naskah menerjemahkannya sebagai Tuhan mereka dan Tuhan kamu. "Kamu memiliki Tuan yang harus ditaati yang menjadikan ini tugasmu, dan kamu dan mereka adalah sesama hamba dalam hubungan dengan Kristus. Kamu akan dihukum oleh Dia, bila mengabaikan tugasmu, atau bertindak bertentangan dengan tugasmu, seperti halnya dengan orang lain yang keadaannya lebih rendah di dunia. Oleh karena itu kamu harus menunjukkan kemurahan hati kepada orang lain, seperti halnya kamu berharap mendapatkan kemurahan hati dari Dia. Dan kamu tidak akan pernah menandingi Dia, walaupun kamu bisa saja terlalu keras bagi hamba-hambamu." Ia tidak memandang muka. Seorang tuan yang kaya, hartawan, dan terhormat, jika tidak adil, sewenang-wenang, dan kejam, maka kekayaan, harta, dan kehormatannya itu sedikit pun tidak akan membuat dia lebih diperkenan oleh Allah. Allah akan meminta pertanggungjawaban tuan-tuan dan hamba-hamba tanpa memihak berdasarkan perlakuan mereka satu sama lain, dan tidak akan mengecualikan tuan-tuan karena mereka lebih tinggi, atau keras terhadap hamba-hamba karena mereka lebih rendah dan hina di dunia. Jika baik tuan-tuan maupun hamba-hamba mau mempertimbangkan hubungan dan kewajiban mereka kepada Allah dan pertanggungjawaban yang harus segera mereka berikan kepada-Nya, mereka akan lebih berhati-hati mengenai kewajiban mereka satu sama lain. Demikianlah Rasul Paulus menutup nasihatnya mengenai kewajiban-kewajiban antarsesama.


* Mendidik dan melayani.

Jika kita mencermati keadaan di sekitar kita, masih banyak peristiwa-peristiwa mengenaskan yang terjadi karena ketidakharmonisan relasi dalam keluarga. Misalnya, seorang anak laki-laki tidak menyesal telah membunuh ayah kandungnya. Alasannya, karena ia marah melihat sikap ayahnya yang selalu menyiksa ibu yang dicintainya. Peristiwa ini menginformasikan kepada kita bahwa ternyata ketidakharmonisan hubungan suami isteri berdampak pada sikap anak terhadap orang tua. Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya taat dan hormat kepada mereka. Keinginan ini hanyalah ambisi orang tua semata jika anak-anak tidak dididik atau diberitahu caranya. Agar keinginan ini menjadi proyek keluarga, Paulus memaparkan tugas orang tua. Pertama, orang tua, khususnya bapak, bertugas mendidik karena bapak adalah kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Mendidik anak bukan tugas yang mudah, sehingga Paulus memperingatkan supaya didikan orang tua tidak menimbulkan amarah bagi anak-anak (ayat 4). Anak bukan robot yang hanya menerima dan mengerjakan hal-hal yang yang diinginkan orang tua. Hendaklah para orang tua memperlakukan anak-anak mereka seperti Yesus memperlakukan umat yang Ia kasihi. Begitu pula antara tuan (atasan) dengan hamba (karyawan). Seorang hamba haruslah taat dan melayani tuannya. Sikap seperti hamba inilah yang seharusnya menjadi sikap orang Kristen terhadap Kristus: taat dan melayani Kristus (ayat 5-7). Sebaliknya, seperti Allah memperlakukan kita, hamba-Nya dengan baik, seperti itu pulalah, tuan-tuan harus memperlakukan para hamba mereka dengan adil dan layak. Dengan demikian tidak akan ada perlakuan sewenang-wenang terhadap para pekerja (ayat 9).


Label:   Amsal 19:20-29 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Minggu, 17 Nov 2019 - Khotbah: Filipi 4:10-20 - Epistel : Ulangan 24:19-22 - XXII DOB TRINITATIS

PREV:
Minggu, 03 Nov 2019 - Khotbah: Efesus 5:22-33 - Epistel: Kejadian 3:6-13 XX DOB TRINITATIS

Garis Besar Amsal






November 17-23 (Week 47) - Ezra 1-2; John 21 || Ezra 3-4; Psalm 92; 1 John 1 || Haggai; Zechariah 1; Ps 138; 1 John 2 || Zech 2-5; Psalm 93; 1 John 3 || Zech 6-8; 1 John 4

Hari ini, 23 November - 1 Korintus 9-12

Hari ini, 23 November - Maz 129:1-7, Yeh 31-32, Yak 4, Ams 29:14-15

Hari ini, 23 Nopember - Yohanes 13:12-17, Yudas 1-7, Ayub 21:1-21, Daniel 7-8

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Register   Login  

contoh kj 424 bukan kj.424



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
Contoh Tata Ibadah Natal Tahun Lalu
TATA IBADAH MALAM NATAL KELUARGA 24 DESEMBER, TATA IBADAH MALAM NATAL 24 DESEMBER, NATAL 25 DESEMBER, NATAL 26 DESEMBER, MALAM TH BARU 31 DESEMBER, TAHUN BARU 1 JANUARI, TATA IBADAH MALAM TAHUN BARU KELUARGA 31 DESEMBER, TATA IBADAH JAMUAN KASIH NATAL
Tata Ibadah HUT ke-37 Pelkat PT GPIB

Tata Ibadah Syukur HUT ke 71 GPIB - Minggu, 3 November 2019





New Submit

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah tentang kristuslah raja,   bahan khotbah rut 4 : 11-14,   lagu menyak sikan ku ber sama mu,   judul SBU 3 des 2019,   judul SBU 3 des 2019,   SBU 3 des 2019,   dalam segala perkara tuhan punya rencana mp3,   cerita sekolah minggu tentang Roma 3:1-8,   khotbah Habakuk 3 : 1 - 6, minggu 24 November 2019,   eksposisi mazmur 16:11,   khotbah: merendahkan diri di bawah tangan allah yang kuat.,   Liturgi katolik 1 desember 2019 Liturgi katolik 1 desember 2019,   lirik lagu pelengkap kidung jemaat,   Khotbah Habakuk 3:1-6,   Khotbah minggu tanggal 24 november 2019 habakuk 3:1-6,   lirik lagu hai muliakan rajamu,   Tema renungan hotbah 2019,   lagugereja.com,   lagugereja.com,   lagugereja.com,   lagugereja.com,   lagugereja.com,   khotbah 24 november 2019,   khotbah 24 November 2019,   tata ibadah natal sangihe,   lagu persekutuan,   khotbah Habakuk 3 : 1 - 6, minggu 24 November 2019,   Renungan Katolik 24 november 2019,   tema natal terbaru,   Kotbah Pesta Kristus Raja Semesta Alam 2019,   natal pertama not angka,   KPPK Kasih Allah,   struktur organisasi persekutuan doa,   kotbah kristen gmim nahum 1:1-8,   renungan bilangan 2 34,   Download lagu rohani kristen masa epifania ,   contoh kehidupan Berita renungan nAHUM 1:1-8,   tafsiran kitab habakuk 3:1-6,   jesus ma bahenonmu goarna,   sabda gereja gpib,   renungan Habakuk 3:1-6,   Renungan Habakuk 3 : 1-6,   khotbah Habakuk 3 : 1-6,   Khotbah kristen dari kitab efesus 3:14-21,   doa persembahan syukur,   kalender liturgi katolik 2020,   doa persembahan syukur,   jamita partangiangan matius 6:47-50,   lagugereja.com,   khotbah kristen bulan november 2019,   Khotbah Habakuk 3:1-6,   lagu jecklin celose mp3 arti kehadiranmu,   kalender liturgi 2020,   kalender liturgi 2020,   lagu anak sekolah minggu terbaru 2019,   download liturgi gmit tanggal 24 november 2019,   sabda bina umat 22 november 2019 ,   lagu kemenangan iman,   gb 402c,   gita bakti pdf,   gita bakti pdf,   apa yg Tuhan kehendaki dalam kitab ibrani 11:1-6,   lagu kristen pantekosta,   renungan kitab nahum,   ilustrasi 2 tesalonika 3:1-15,   Kotba greja katolik minggu tgl 24 november 2019,   lirik lagu penyembahan kolekte,   free download mp3 kj 400 kudaki jalan mulia,   eksposisi lukas 23:33-43,   tuhan terang kasihmu bersinarchoire,   tuhan terang kasihmu bersinarchoire,   Jamita epistel : mateus 13 : 47 - 50,   Khotbah ayub 7:7-10,   lagu persembahan rohani,   Khotbah Kristen Habakuk 3 ayat 1 - 19,   khotbah minggu 17 november 2019,   lirik lagu sukacita persembahan,   partitur lagu natal,   partitur lagu natal gloria in excelsis deo,   partitur lagu natal gloria in excelsis deo,   Liturgi gereja katolik desember 2019-november 2020, tahun YA.,   Khotbah ayub 7:7-10,   2 tesalonika 3:6-13,   Kotbah Hari Minggu Pesta Raja Semesta Alam 2019,   khotbah natal dalam kitab matius pasal 2 ayat 1-12,   bukalah mata hatiku lirik,   lagu-lagu christmas carol,   lagu penutup ibadah,   jamita Habakuk 3 : 1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   renungan nahum 1:1-8,   kelender luturgi bulan november 2019,   renungan kristen tentang mazmur 82,   Khotbah kristen dari kitab yesaya 48:17-19,   kotbah acwc 2019,   khotbah berkati dan lindungi kami perjanjian lama,   lagu skidung ceria 139 alkitab mengisahkan,   lagu skidung ceria 139 alkitab mengisahkan,   materi khotbah mazmur 127:1 - 5, anak panah di tangan Tuhan,   di saat ini david graham chord,   lirik timor rohani rab,   sbu gpib Desember 2019,   khotbah. maleakhi. 4: 1-2a,   efesus 4 : 28,   khotbah habakuk 3:1-6,   lagu gereja 2019 kristen,   tata ibadah natal 25 Desember 2019,   lirik gita bakti 22,   not GB 22 besar dan ajaib chord gitar bersama not lagunya,   not GB 22 besar dan ajaib chord gitar bersama not lagunya,   khotbah Habakuk 3 : 1 - 6, minggu 24 November 2019,   bahan khotbah UEM,   khotbah minggu 24 november 2019,   kc 140,    ucapan doa menabur persembahan,   kalender liturgi 2020,   lirik firman mu pelita,   partitur lagu kumbayah my lord,   KHotbah habakuk 3:1-6,   ayat alkitab angkat sidi,   kotbah roma1:18-25,   khotbah Hosea 8:1-14,   bahan kotbah roma 1:8-15,   Donload lagu lagu natal,   lagu yang berhubungan dengan bait allah,   nahum 1 : 2-8,