Save Page
Bilangan 27:1-11
Hak waris bagi anak-anak perempuan
27:1 Kemudian mendekatlah anak-anak perempuan Zelafehad bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye dari kaum Manasye bin Yusuf -- nama anak-anaknya itu adalah: Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza -- 27:2 dan berdiri di depan Musa dan imam Eleazar, dan di depan para pemimpin dan segenap umat itu dekat pintu Kemah Pertemuan, serta berkata: 27:3 "Ayah kami telah mati di padang gurun, walaupun ia tidak termasuk ke dalam kumpulan yang bersepakat melawan TUHAN, ke dalam kumpulan Korah, tetapi ia telah mati karena dosanya sendiri, dan ia tidak mempunyai anak laki-laki. 27:4 Mengapa nama ayah kami harus hapus dari tengah-tengah kaumnya, oleh karena ia tidak mempunyai anak laki-laki? Berilah kami tanah milik di antara saudara-saudara ayah kami." 27:5 Lalu Musa menyampaikan perkara mereka itu ke hadapan TUHAN. 27:6 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 27:7 "Perkataan anak-anak perempuan Zelafehad itu benar; memang engkau harus memberikan tanah milik pusaka kepadanya di tengah-tengah saudara-saudara ayahnya; engkau harus memindahkan kepadanya hak atas milik pusaka ayahnya. 27:8 Dan kepada orang Israel engkau harus berkata: Apabila seseorang mati dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka haruslah kamu memindahkan hak atas milik pusakanya kepada anaknya yang perempuan. 27:9 Apabila ia tidak mempunyai anak perempuan, maka haruslah kamu memberikan milik pusakanya itu kepada saudara-saudaranya yang laki-laki. 27:10 Dan apabila ia tidak mempunyai saudara-saudara lelaki, maka haruslah kamu memberikan milik pusakanya itu kepada saudara-saudara lelaki ayahnya. 27:11 Dan apabila ayahnya tidak mempunyai saudara-saudara lelaki, maka haruslah kamu memberikan milik pusakanya itu kepada kerabatnya yang terdekat dari antara kaumnya, supaya dimilikinya." Itulah yang harus menjadi ketetapan hukum bagi orang Israel, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Penjelasan:

* Bil 26:1--36:13
Bagian Ketiga: Persiapan Untuk Memasuki Negeri yang Dijanjikan (26:1-36:13)

Sejak bagian ini hingga akhir Kitab Bilangan, semua pokok bahasannya terkait langsung dengan masuknya Israel ke negeri yang dijanjikan, pengumpulan kembali laskar Israel (ps. 26), masalah warisan bagi anak perempuan dan pentahbisan pengganti Musa (ps. 27), pembagian tanah dan berbagai petunjuk untuk menetap di negeri itu (ps. 32, 34) serta pendirian kota-kota orang Lewi (ps. 35).

* Bil 27:4 - Berilah kami tanah milik di antara saudara-saudara ayah kami
Berilah kami tanah milik di antara saudara-saudara ayah kami. Zelafehad bin Manasye memiliki lima orang anak perempuan dan tidak seorang pun anak laki-laki. Anak-anak Perempuan ini menunjukkan bahwa jika mereka, karena mereka adalah anak perempuan, tidak mungkin mewarisi tanah, maka Warisan ayah mereka akan hilang. Allah menegaskan kepada Musa peraturan terkenal yang berdasarkannya anak perempuan bisa ikut mewarisi tanah (Yos. 17:3-6). Namun urutan ahli waris berikutnya adalah saudara laki-laki dari yang almarhum, kemudian para paman dari orang tuanya, dan sesudah itu keluarga terdekat. Sekalipun demikian, para anak perempuan harus bebas untuk menikah dan anak-anak mereka akan melanjutkan keturunan ayah mereka dan mewarisi tanahnya. Dengan demikian Yair berada di garis keturunan Manasye dalam 32:41 dan Ulangan 3:14 (bdg. juga I Taw. 2:34, 35). Sama dengan peraturan ini ialah hukum tentang pernikahan dengan keluarga atau pernikahan levirat melalui mana janda yang tidak mempunyai anak harus menikahi keluarga suaminya yang paling dekat sehingga nama dan warisannya tidak akan hilang. Kedua hukum ini berlandaskan pada prinsip bahwa tanah yang diberikan Tuhan kepada sebuah keluarga tidak boleh dijual atau dialihkan kepada keluarga lainnya (Im. 25:23). Kebiasaan tentang harta milik yang tidak dapat dicabut itu sekarang diketahui sudah berlangsung jauh sebelum zaman Musa, sebagaimana dibuktikan dalam sistem adopsi bangsa Nuzu yang palsu (C.H Gordon, Old Testament Times, hlm. 101). Orang Ibrani pada umumnya mengikuti tradisi nenek moyang mereka yaitu warisan diturunkan dari ayah kepada anaknya (Ul. 25:5-10). Namun di Mesir, di mana mereka tinggal untuk waktu yang lama, warisan turun melalui ibu. Inilah yang diizinkan di dalam kasus-kasus perkecualian.

* Budaya vs Taurat?
Budaya patriarkat memang meninggikan harkat pria melampaui harkat wanita. Tentu saja hal itu tidak berkenan di hadapan Tuhan. Taurat mengajarkan kepada kita sejak awal bahwa baik pria maupun wanita adalah gambar Allah yang sepadan (Kej. 1:26-27; 2:18). Dosalah yang merusak tatanan asri yang Allah aturkan pada ciptaan-Nya. Kasus putri-putri Zelafehad yang menuntut hak waris dari ayah mereka merupakan pelajaran penting untuk mengerti, bagaimana Taurat yang Tuhan berikan kepada umat Israel mengatasi budaya-budaya yang ada di sekeliling Israel.

Pertama, secara prinsip, Taurat memberlakukan laki-laki dan perempuan sederajat. Justru dalam menghadapi budaya patriarkat, Taurat melindungi kaum perempuan yang sering terabaikan hak-haknya. Misalnya, Taurat melindungi seorang istri yang diceraikan suaminya, dengan keharusan suami memberikan surat cerai pada istrinya. Tujuannya, istri tidak dituduh berzina bila ia dinikahi pria lainnya. Selain itu, suami pertama tidak dapat melecehkan mantan istrinya itu (Ul. 24:1-4). Demikian juga ketika suami mencurigai istrinya tidak setia, ia berhak mendapatkan keadilan dan kesempatan membuktikan diri tak bersalah (Bil. 5:11-19).

Kedua, dalam kasus putri-putri Zelafehad ini terlihat bahwa penerapan firman Tuhan dalam berbagai situasi selalu menjadi prioritas utama. Taurat mengaturkan hak pewaris yang tidak boleh keluar dari masing-masing kaum dan suku Israel. Oleh karena itu dalam kasus tidak adanya anak lelaki, Taurat mengatur agar anak perempuan pun boleh mewarisi harta ayahnya.

Kita patut bersyukur karena firman Tuhan melampaui semua aturan, tradisi, dan budaya buatan manusia yang terbatas dan diwarnai dosa. Marilah kita meminta Tuhan memberikan kepekaan dan hikmat kepada kita, untuk selalu menerapkan prinsip Alkitab dalam menghadapi situasi, di mana budaya dan tradisi terlihat tidak sejalan bahkan bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan.


SBU


HARI MINGGU XV SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 22 SEPTEMBER 2019
Renungan Pagi
KJ. 291:1,2 -Berdoa
RELASI KUASA YANG MENJADI BERKAT

Bilangan 27 :1 -11
Lalu Musa menyampaikan perkara me-reka itu ke hadapan TUHAN {ay.5).

Di sebuah desa tinggal Iima anak perempuan dari keluarga Zelafehad, yakni: Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza. Mereka ber-duka atas meninggal ayah terkasih. Kematian seorang ayah berarti hilangnya identitas, tanah warisan dan masa depan keluarga. Begitulah orang merasakan ketika itu. Bisa dibayangkan ratapan pilu mereka ketéka tiba pada pertanyaan, bagaimana harus melan-jutkan kenyataan hidup seperti ini?.

Mereka tidak berdiam diri dan menerima nasib. Ketika sistempatriarki melarang perempuan berada di ruang publik, lima anak perempuan Zelafehad itu keluar dari rumah mempertanyakan kepada Musa dan para pemimpin lainnya di pintu Kemah Pertemuan. Musa tergerak mambawakan persoalan itu kepada Tuhandan Tuhan memberi jawaban sebagai sebuah ketetapan (ay. 8-11).

Gerakan anak-anak Zelafehad merupakan sebuah transformasi yang mengubah ruang pikir dan tindak pada nilai-nilai patriarki.Anak-anak Zelafehad berjuang menyanggah penghapusan nama ayah mereka dari kaumnya Karena itu berarti penghapusan identitas
dan sekaiigus hak-hak keluarga memperoleh hidup yang yang layak (ay.4). Disini Alkitab sedang rnenunjukkan mode! kesetaraan perempuan dan keluarga yang memperjuangkan secara bersama kehidupan yang adil dan Sejahtera. Musa dengan kepekaannya menyerap maksud anak-anak Zelafehad. Musa bukan hanya menyampaikan, tetapi tentu ia mendekati, berdoa dan rnenggumulinya bersama Tuhan.

Perjuangan lima perempuan keluarga Zelafehad mendatangkan hasil: relasi kekuasaan pemimpin dan aturan-aturannya menjadi berkat. Identitas dipulihkan, hak atas tanah untuk melanjutkan hidup diperoleh serta masa depan dipastikan ketika perjuangar: mereka
menjadi sebuah ketetapan bagi semua kaum perempuan yang mengalaminya.

KJ. 291:3,4
Doa : {Berilah keadilan bagi saudara kami yang hldupnya dalam perkabungan dan kehilangan orang yang mereka kasihi)


HARI MINGGU XV SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 22 SEPTEMBER 2019
Renungan Malam
GB.341 : 1 -Berdoa
PERGANTIAN KEPEMlMPINAN UNTUK MEMBANGUN KESEJAHTERAAN

Bilangan 27:12-23
"Biarlah TUHAN, mengangkat atas umat ini seorang yang mengepalai mereka..., supaya umat Tuhan jangan menolaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala" (ay.16,17)

Presiden R.I ke-4, Abdurrahman Wahid, pernah berkata, "Tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu dipertahankan mati-matian, karena ketika seseorang kembali kepada Tuhan, ia tidak membawa jabatan yang didapatkannya di dunia". Memperoleh sebuah jabatan penting adaiah sesuatu yang sangat diidamkan oleh banyak orang. Contohnya, jabatan ketua atau pemimpin. Jabatan yang satu ini sering menjadi incaran, namun untuk memperolehnya tidak mudah. Alasannya, dibutuhkan banyak syarat dan rnelalui persaingan ketat.

Selain itu, jabatan iersebut membuat seseorang mempunyai kewenangan dalam pengambilan keputusan dan meningkatkan status sosialnya. Akibatnya, banyak orang mempertahankan jabatan itu dengan segala cara meski sudah tiba waktu pergantian
kepemimpinan.

Kita perlu belajar dari Musa. Ketika Tuhan berfirman bahwa masa kepernimpinannya segera berakhir, ia tidak melawan. Musa menerima kehendak Tuhan iiu dan memohon agar Tuhan mengangkat seorang pemimpin baru bagi umat Israel. Tujuannya, agar umat Israel tidak menjadi seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala. Dalam kedaulatan-Nya, Tuhan memilih Yosua. Pengukuhan Yosua berjalan lancar. Yosua kemudian diberi tanggungjawab melaksanakan perintah Tuhan.

Pemimpin yang visioner memikirkan dengan bijaksana masa depan semua pihak. la menerima pergantian kepemimpinan itu sebagai kelanjutan proses membangun kesejahteraan bersama. la sadar tidak ada pemimpin yang kekal, kecuali Tuhan. Pemimpin
besar mempunyai jiwa besar. la tidak menjatuhkan penggantinya. Sebaliknya, ia percaya bahwa penggantinya pun adalah sosok yang dipilih Tuhan untuk melaksanakan rencana-Nya. Marilah kita mendoakan dan berkarya bersama pemimpin yang terpilih demi hidup yang penuh damai sejahtera.

GB.341:2
Doa : (Ya Tuhan, mohon berikan hikmat dan kerendahan hati serta ketulusan bagi setiap pemimpin agar pembangunan kesejahteraan dapat berkelanjutan demi kemuliaan Nama-Mu)


Label:   Bilangan 27:1-11 




German Christian Songs
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 23 September 2019 - MEMPERSEMBAHKAN YANG TERBAIK - Bilangan 28:9-15 - Bacaan Pagi: Bilangan 28:1-8 - MINGGU XIV SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 21 September 2019 - UTAMAKAN TUHAN DALAM RENCANAMU - Yakobus 4:13-17 - Bacaan Pagi: Yakobus 4:11-12 - MINGGU XIII SESUDAH PENTAKOSTA

Garis Besar Bilangan





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 18 Oktober - Matius 5-7

Hari ini, 18 Oktober - Maz 118:11-17, Yer 16-17, 1 Tes 5, Ams 26:25-26

18 Oktober - Yohanes 6:1-15, 1 Petrus 2:18-25, Kidung 3, Yeremia 49

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Rabu, 16 Oktober 2019
What A Beautiful Name - The Brooklyn Tabernacle Choir

Rabu, 16 Oktober 2019
There Was Jesus - Zach Williams and Dolly Parton

Rabu, 16 Oktober 2019
Worthy is the Lamb - Natashia Midori

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
Revival Anthem - Rend Collective

Rabu, 16 Oktober 2019
The steadfast love of the Lord

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Where You Are - Leeland

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Adore Him - Kari Jobe

Selasa, 15 Oktober 2019
Angels We Have Heard on High - Chris Tomlin

Selasa, 15 Oktober 2019
All Things Are Possible - Hillsong Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Resurrecting - Elevation Collective, The Walls Group

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu paduan suara rohani kristen mazmur 150,   kalender liturgi 2019,   kalender liturgi 2019,   lagu paduan suara rohani kristen mazmur 150,   khotbah amsal 22:8-12,   liturgi ibadah kedukaan,   zefanya 3 9-20,   contoh kata sambutan kristen,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   album gms baru,   khotbah hari pekan pemuda tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   daftar lagu baru gms,   lagu rohani untuk penutup ibadah,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   khotba filipi 2:1-11,   bacaan injil bulan oktober 2019,   lagu gereja mp3,   download lagu kubri yang terbaik gms,   cache:0Zr0zI7toXoJ:https://www.lagu-gereja.com/index.php?ipage=12104,   Renungan Mazmur 119:32-33,   khotbah zakaria 3:9-20,   lagu gereja pagi,   kalender katolik 2019,   khotbah kisah para rasul 5 ayat 26 sampai 32,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   lagu penutup ibadah,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   khotbah Matius 7 ayat 15 sampai 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   jamita johannes4,21-26,   jamita minggu 20 oktober 2019 sian Johannes 4:21-26,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   perikop yesaya 2:2-5,   Glory haleluya lagu natal alfa trio,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   lagu kantri rohani kidung jemaat mp3,   lagu persembahan,   tata ibadah penghiburan gki di tanah papua,   Ruhanga Ninkuhimbisa,   lagu penutup ibadah,   khotbah Yohanes 4:21-26,   lagu doa syafaat,   Download lagu rohani senada dengan surga,   khotbah minggu 27 Oktober 2019 Amsal 22 : 8 - 22,   khotbah amsal 22 : 8-12,   buku bimbingan pra nikah gmit,   pdf satb cari dahulu kerajaan allah,   khotbah dan penjelasan 1 Korintus 3:10-23,   khotbah dan penjelasannya Roma 16:25-27,   khotbah amsal 22 : 8 - 12,   khotbah amsal 22 : 8 - 12,   khotbah serta penjelasannya kissah para rasul 27:14-25,   lagu lagu gereja,   lagu lagu gereja,   lagu lagu gereja,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah 1 korintus 7 : 1 - 16,   Yohanes 4 : 21-26,   khotbah Yohanes 4:21-26,   Lagu2 gereja tiberias pendeta pariaji,   download lagu el shaddai,   lagu2 gereja tiberias,   imamat 25 : 35,   perikop yesaya 2:2-5,   doa persembahan,   lagu penutup ibadah,   khotbah tetap berpegang pada kebenaran yeremia 31:21-34; 2 timotius 3:14-4:5; lukas 18:1-8,   contoh tata ibadah kgpi,   contoh agenda kgpi,   tema khotbah tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   bacaan liturgi 17 oktober 2019,   download 40 lagu rohani kristen paling menyentuh hati saat teduh full album,   lirik lagu nkb 42,   lirik lagu nkb 42,   chord pelengkap kidung jemaat,   lirik lagu nkb 42,   lagu kristen arab,   renungan gmim mazmur 85,   +firman-Mu plita bagi kakiku in mandarin lyrics,   renungan johanes 10;1-10,   renungan johanes 10;1-10,   renungan johanes 10;1-10,   Lagu persemban yang cocok,   thema - thema natal,   khotbah 2 raja-raja 2:23-25,   download pkj 289,   nyanyian rohani,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   Sabda bina umat 16 oktober 2019 ,   kalender liturgi katolik 2019,   bahan khotbah lukas 17:11-19,   bahan khotbah lukas 17:11-19,   lagu sungguh baik dan indahnya bila saudara semua diam Jalu Tegar Prasetya,   Jamita Johanes 4,21-26.,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   perikop yesaya 2:2-5,   tata ibadah penghiburan kristen protestan,   jamita johanes 4:21-26,   contoh khotbah kenamaan dan kepujian di bumi,   lagu untuk persembahan,   Kotbah lukas 16:19-31,   ringkasan dlm injil yoh 20:21-25,   renungan amsal 3:17-30,   Kunci lagu firman allah jayalah,   Jamita sian Habakuk 3:1-6,   kotbah kisah pararasul 4:32-33,   khotbah 1 tawarikh 16:29,   khotbah 1 tawarikh 16:29,   ayat alkitab tentang persembahan uang,   instrument lagu gereja,   lirik lagu rohani Kristen pemuda GKE,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal dan bersyukur padanya,   kmm 144,   lagu2 ceriah ambon,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal,   mp3 mari kita puji dia yang kekal,   tafsiran kisah para rasul 1:1-5,   bacaan sbu hari ini 16 oktober 2019,   renungan kitab 2 timotius 3 : 14 - 4 : 5,   renungan kitab 2 timotius 3 : 14 - 4 : 5,   renungan rohani kristen pantang mundur,   renungan rohani kristen pantang mundur,   lagu untuk wedding indonesia Kristen,   kidung jemaat no 69,   Tata Ibadah Minggu GPIB, 6 Oktober 2019,   Tata Ibadah Minggu, 6 Oktober GPIB,   pembacaan sabda gereja,   pembacaan sabda gereja,   renungan Roma 1: 18 - 32,   khotbah mazmur 50,   Renungan kristen tentang pemudah di penghotbah,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   kumpulan lagu rohani terbaru 2018 mp3,   Renungan Filipi 3:17-23,   bulan keluarga lukas 18:9-14,   randas pemahaman iman,   nama grup rohani kristen,   Buku ende pentakosta,   lagu persembahan saat ibadah,   lagu ucapan syukur dan penyembahan,   Buku ende pentakosta,   lirik lagu rohani senja di batas hari,   kalender.katolik bln oktober .2019,   kotbah hkbp yesaya 2: 2-5. 2019,   sabda guna dharma hari rabu 16 oktober 2019,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   lirik lagu rohani terbaru gms live 2019,   wielbij ma duszo mocarza i krola wrzechswiata,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   instrument lagu gereja,   khotbah kristen ul 28:1-6,   renungan yeremia 9:23,   lagu rohani persembahan syukur,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   lagu untuk membawa persembahan,   Bacaan injil untuk hari minggu 20 oktober 2019,   khotbah lukas 18:1-8,   sabda bina umat 15 oktober 2019 ,   renungan minggu 20 oktober 2019,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,