Save Page
Yosua 7:6-12 (SGK)
7:6 Yosuapun mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut TUHAN hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel, sambil menaburkan debu di atas kepalanya. 7:7 Dan berkatalah Yosua: "Ah, Tuhanku ALLAH, mengapa Engkau menyuruh bangsa ini menyeberangi sungai Yordan? supaya kami diserahkan kepada orang Amori untuk dibinasakan? Lebih baik kalau kami putuskan tadinya untuk tinggal di seberang sungai Yordan itu! 7:8 O Tuhan, apakah yang akan kukatakan, setelah orang Israel lari membelakangi musuhnya? 7:9 Apabila hal itu terdengar oleh orang Kanaan dan seluruh penduduk negeri ini, maka mereka akan mengepung kami dan melenyapkan nama kami dari bumi ini. Dan apakah yang akan Kaulakukan untuk memulihkan nama-Mu yang besar itu?" 7:10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Bangunlah! Mengapa engkau sujud demikian? 7:11 Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya. 7:12 Sebab itu orang Israel tidak dapat bertahan menghadapi musuhnya. Mereka membelakangi musuhnya, sebab mereka itupun dikhususkan untuk ditumpas. Aku tidak akan menyertai kamu lagi jika barang-barang yang dikhususkan itu tidak kamu punahkan dari tengah-tengahmu.

Penjelasan:

* Kekalahan di Ai Akibat Dosa Akhan (7:1-26).
Ai terletak sekitar dua mil di sebelah timur Betel, pada sisi timur di Central Ridge dekat Bet-Awen (7:2). Penggalian purbakala yang dilakukan sarjana Perancis (1933-1935) di et-Tell, tempat yang pada umumnya diduga adalah Ai, menunjukkan adanya kurun waktu panjang (k. l. 200-1200 sM) di antara dua pemukiman di situ, yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut tidak didiami ketika Yosua masuk ke Kanaan. Tampaknya bukti dari et-Tell menyokong pendapat bahwa et-Tell adalah Bet-Awen, rumah penyembahan berhala, sebab di bagian kota yang paling tinggi dijumpai sejumlah kuil kafir pada milenium ketiga sM; dan sebuah pemukiman kecil ada lagi di sana sampai zaman Saul, mungkin berawal pada abad ke-14 sM yaitu saat Kitab Yosua ditulis (bdg. 18:12; I Sam. 13:5; 14:23). Belakangan, Hosea memakai nama Bet-Awen untuk Betel yang terletak di dekat situ (Hos. 4:15; 5:8; 10:5). Mungkin et-Tell tidak dapat disamakan dengan Ai. Puing-puing Ai yang sudah gundul sejak lama sangat mungkin terletak di bawah desa Deir Dibwan sekarang ini yang terletak di sebelah tenggara et-Tell. Ayat (Yes. 10:28) muncul kemudian di Khirbet Haiyan yang terletak kurang dari satu mil di sebelah selatan Deir Dibwan, dan merupakan Ai atau Aija (bhs. Alam) zaman pasca pembuangan (Ezr. 2:28; Neh. 7:32; 11:31). Di mana pun letaknya, pada zaman Yosua Ai adalah sebuah kota yang memiliki benteng kokoh, berbeda dari Betel, dan memiliki rajanya sendiri. Letaknya sangat strategis sebab berada pada jalur utama dari Gilgal ke wilayah Betel.

Pasal ini mengisahkan bagaimana iman sekelompok umat Allah dirusak dan dijadikan tidak berdaya oleh pengaruh meluas dari sebuah komplotan rahasia yang dilaksanakan oleh salah seorang anggota mereka. Dosa menyelinap di antara kemenangan iman; bagaikan ragi, dosa dengan cepat mencemari semuanya. Juga, Yosua dikisahkan sebagai pembimbing rohani yang berhasil memperoleh pengakuan si orang berdosa dengan cara memadukan kelembutan dengan ketegasan (7:19, 20) supaya bangsa itu dapat menolak dosa tersebut serta lolos dari malapetaka yang sedang menimpa mereka.

* Yos 7:6-9
Selaku seorang jendral besar, Yosua sangat sedih atas hilangnya semangat juang di awal perjuangan mereka. Dengan melupakan tugasnya untuk sesaat (1:5), Yosua takut bahwa Allah telah meninggalkan Israel. Yang paling ia takuti ialah bahwa orang Kanaan bangkit kembali keberaniannya serta tidak dihormatinya Allah (bdg. 4:24; Bil. 14:15, 16; Ul. 9:28). 10-15. Yehova menjawab bahwa malapetaka tersebut disebabkan bukan oleh ketidaksetiaan Allah, tetapi oleh dosa Israel (bdg. Yes. 59:1, 2). Tuhan menunjukkan kenyataan atau ketidakjujuran dosa (7:10, 11), akibat atau kekalahan dosa (7:12) serta cara memperbaiki atau membuangnya (7:13, 14).

* Lepas kendali. Hancur!
Kemenangan dapat membuat orang terlena sehingga lengah. Ia bisa jatuh dalam dosa kesombongan dengan menganggap kemenangan itu adalah semata-mata karena kehebatannya. Ia bisa lupa menjaga diri, seakan- akan tidak mungkin lagi ada musuh yang bisa mengalahkan dirinya.

Umat Israel harus mengalami getirnya dan sakitnya kekalahan karena dua hal. Pertama, Israel meremehkan musuh. Kemenangan atas Kota Yerikho yang didapat relatif tanpa susah payah membuat Yosua dan umat Israel sama sekali tidak terpikir untuk berkonsultasi kepada Tuhan. Mereka menganggap musuh kali ini lebih ringan sehingga mengirim pasukan pun cukup sedikit saja. Akibatnya umat Israel membayar mahal dengan kematian tiga puluh enam prajurit mereka (5).

Kedua, mereka tidak menyadari dosa telah menyusup masuk dan menodai kekudusan persekutuan umat (1). Sikap Akhan mewakili banyak anak Tuhan yang memandang enteng firman Tuhan dan yang orientasi hidupnya pada materi semata. Padahal perintah Tuhan sudah jelas. Mereka harus memusnahkan semua harta benda Yerikho yang sudah dikhususkan dan tidak boleh mengambilnya. Jika tidak taat mereka akan terkena murka Tuhan (Yos. 6:18). Tuhan sedang mengajarkan mereka mengenal kedaulatan Allah dan tidak bersikap serakah. Dengan melanggar perintah Allah, mereka sudah melanggar batas kewenangan Allah.

Kekudusan merupakan syarat utama keberhasilan hidup. Kekudusan mampu membuat orang menilai tinggi hal-hal yang sungguh mulia dan menempatkan secara realistis hal-hal yang bersifat sementara. Sikap lepas kendali, tidak menghormati hak Allah, serakah pada hal-hal kebendaan, jangan kita anggap remeh.


SGDK
MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA
RABU, 9 OKTOBER 2019
INSTROPEKSILAH DIRIMU!

Yosua 7:6-12

PENGANTAR
Kitab Yosua dapat dibagi atas tiga bagian besar:
Bagian I. Pem berian tanah suci, pasal 1-12.
Bagian ll.Pembagian tanah suci, pasal 13-21.
Bagian III. Kehidupan di tanah suci, pasal 22-24

Menurut pembagian tersebut, bacaan nats Alkitab ini masuk dalam bagian I dalam Kitab Yosua. Pada bagian ini, Allah memberikan perintah dan pelunjuk bagi umat Israel untuk merebut tanah suci. Dalam menerima tanah suci, Israel tidak hanya tampil sebagai penerima tetapi juga menjadi pion yang digunakan Allah dalam rangka pemberian tanah suci. Allah dalam bagian ini digambarkan sebagai Allah yang keji, yang memerintahkan umat-Nya untuk membunuh orang lain dan menghabiskan kota-kota. lstilah untuk penghancuran total ini ialah khérém yang diterjemahkan "dikhususkan bagi Tuhan un_tuk dimusnahkan" (Yos. 6:17).

Bagi sebagian orang, gam baran Allah yang keji adalah hal yang sungguh tidak menyenangkan sehingga akan sulit untuk diterima. Menanggapi hal ini, banyak orang kemudian mengambil kesimpulan bahwa Allah dalam Perjanjian Lama berbeda dengan Allah dalamPerjanjian Baru. Salah satunya adalah seorang bernama Marcion. Marcion menggambarkan Allah dalam Perjanjian Lama adalah Allahyang murka, yang gemar akan perang dan tidak mengenal kasihsedangkan Allah dalam Perjanjian Baru adalah Allah yang penuhkasih dan murah hati. Oleh karena itu, Alkitab versi Marcion sangattipis, bukan hanya membuang teks Perjanjian Lama, tetapi seluruhbagian dalam teks Perjanjian Baru yang merujuk pada teks Perjanjian Lama juga dibuang.

PEMAHAMAN TEKS
Bangsa Israel baru saja mengalami kekalahan atas penyerangan kota Ai. Mereka maju dengan percaya diri hanya untuk menemukan diri mereka kalah dan berlari menyelamatkan diri masing-masing. Atas kekalahan tersebut, Bangsa Israel menjadi tawar hati. Ayat 6-9 Yosua dan para nabi berdoa ketika ia mendengar berita kekalahan Israel. Mereka tersungkur dan menaruh debu di kepala sebagai tanda duka dan keputusasaan mereka. Mereka heran akan kekalahan ini. Dalam doanya, Yosua bertanya kepada Tuhan apa yang harus dilakukan. Ayat 10-12 Allah menjawab doa Yosua dengan berisikan penjelasan akan permasalahan yang dialami oleh bangsa lsrael.

Bangsa Israel melanggar perjanjian, maka dari itu mereka diizinkan oleh Allah untuk kalah ketika menghadapi musuhnya. Pada ayat selanjutnya Allah memberikan instruksi apa yang perlu dilakukan oleh Yosua, yaitu mengintrospeksi ke dalam diri bangsa Israel.

GAGASAN DAN APLIKASI
Sikap "cepat menyalahkan orang/hal lain namun lambat mengoreksi diri" Semenjak manusiajatuh ke dalam dosa, sikap saling menyalahkan muncul. Adam menyalahkan Hawa yang telah memberikan buah terlarang. Hawa menyalahkan ular yang telah memperdaya dirinya untuk memakan buah tersebut. Manusia cenderung lebih mudah menyalahkan hal-hal diluar dirinya daripada dirinya sendiri. Sikap ini terus ada dalam diri manusia, termasuk pada diri Yosua. Mendengar berita kekalahan bangsa Israel, Yosua menghadap ke tabutTuhan dan menggerutu mengenai kekalahan yang bangsa Israel terima. Dalam doanya, Yosua bahkan mengkambing-hitamkan Tuhan atas kekalahan dan mengeluh mengenai tindakan penyebrangan sungai Yordan yang sudah dilakukan. Dipenuhi rasa duka dan putus asa, ia mengoyakkan jubahnya sambil bertanya kepada Tuhan mengenai kemalangan yang dialami oleh bangsa-nya.

Dari sikap Yosua tersebut kita disadarkan bahwa seringkali ketika kita mengalami kekalahan atau kegagalan kita cenderung untuk mencari kambing hitam. Kita cenderung untuk menyalah
kan orang lain, situasi dan keadaan, bahkan kitajuga menyalahkan Tuhan. Kita merasa bahwa ketika kita menyalahkan orang lain, beban masalah kita akan jatuh pada orang tersebut. Kita
enggan untuk mengoreksi diri kita sendiri karena itu berarti kita siap menerima beban permasalahan yang ada. Tentu lebih mudah menyalahkan orang lain bukan?Diubah meniadi "cepat mengintrospeksi dan melihat potensidiri dan sesama".

Bila terjadl suatu permasalahan, marl terlebih dahulu mengintrospeksi diri kita. Pengintrospeksian diri pada kisah ini, dapat dilihat pada saat Allah memberi jawaban kepada Yosua atas doanya. Pada ayat selanjutnya Allah memberikan instruksi apa yang harus dilakukan bangsa lsrael untuk dapat menemukan pelakunya di antara mereka. Dalam hal ini Allah mengajarkan Yosua untuk melihat dan meneliti Bangsa Israel. Saat kita mulai dengan melihat dari dalam diri kita sesungguhnya saat itu kita juga sedang mempersiapkan diri kita untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. Permasalahan dan kegagalan menjadi peluang untuk belajar memperbaiki diri. Kita akan melihat dimana letak kesalahan atau kekurangan kita dan kemudian kita memperbaikinya.

Namun demikian, arahan dalam diskusi group pada Konven Pendeta GPIB Kuta, Bali 25-26 Februari 2019 oleh Louna Ticoalu adalah menggunakan analisis SOAR (Strengths 1 kekuatan,
Opportunities : kesepatan/peluang, Aspirations : aspirasi, Results : hasil). Analisa ini membantu organisasi untuk fokus pada kekuatan dan kesempatan yang dimiliki serta menciptakan visi aspirasi masa depan dan hasil yang dapat dicapai. Teknik yang ditawarkan adalah untuk melihat dan berfokus pada potensi-potensi positif yang dimiliki. Konsep ini mengajak kita mengubah paradigma berpikir untuk tidak lagi berfokus pada hal-hal negatif yang ada.Konsep SOAR mengajak kita untuk mengembangkan kekuatan karena hal ini hanya mern butuhkan usaha dan sum ber daya yang lebih sedikit dibandingkan memperbaiki kekurangan / kelemahan. Untuk dapat membangun masyarakat yang membangun kesejahteraan, setiap pemimpin dan seluruh anggota Gereja dapat memulainya dengan mengintrospeksi diri dan melihat kekuatan serta potensi yang dimiliki.Jangan lagi fokus pada kekurangan ataukesalahan semata, tetapi juga menyadari hal-hal positif yangdimiliki untuk dikembangkan. Mari membangun kehidupan sejahtera dengan mengembangkan potensi dan hal-hal positif yang dimiliki,baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, jemaat dan masyarakat.

PERTANYAAN PENGARAH DISKUSI
1. Menurut saudara, bagaimana merespon permasalahan yang dihadapi oleh pribadi, keluarga maupun jemaat di zaman sekarang?
2. Apa dam pak dari sikap "cepat menyalahkan orang/hal lain namun lambat mengoreksi diri" dalam kehidupan pribadi, keluarga, berjemaat dan bermasyarakat?
3. Bagaimana sebaiknya kita mengambil tindakan apabila menghadapi persoalan?


SBU

MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
RABU, 9 OKTOBER 2019
Renungan Pagi
KJ.453:1 -Berdoa
RENCANA TUHAN ATAU RENCANA SAYA?

Yosua 7:1-5
Yosua menyuruh orang dari Yerikho ke Ai...(ay.2)

Setelah keberhasilan dialami oleh bangsa Israel, kini mereka merasakan kebalikannya. Mereka harus larl kembali karena dikejar oleh orang Ai setelah tiga puluh enam orang clari mereka dibunuh. Kemenangan yang mereka alami membuat mereka tidak mawas diri. Kesuksesan yang telah diraih menjadikan mereka sombong dan lupa diri. Pengintalan dan penyerangan pertama terhadap kota Ai dilakukan tanpa bertanya dan meminta petunjuk terlebih clahulu dari Allah. Yosua sendiri yang mengambil inislatif atas tindakan penyerangan ini. Mereka maju dengan percaya diri hanya untuk menemukan diri mereka kalah dan berlari menyelamatkan diri. Bangsa Israel lupa bahwa kemenangan yang mereka peroleh sebelumnya terhadap kota Yerikho adalah karena pemberian Allah semata. Allah sendirilah yang menentukan rencana clan menaklukkan kota Yerikho. Kekalahan yang mereka alami inl mem buatmereka menjadi tawar hati.

Seringkali, kita hanya berharap dan memohon kepada Tuhan ketika berhadapan dengan tantangan atau masalah. Meskipun seperti itu, Allah Sang Kasih tetap memberi belas kasih-Nya dan kemenangan kepada umat-Nya. Malangnya, kemenangan yang diberikan oleh Allah justru membuat manusia menganggap bahwa dirinya dapat melakukan segala hal dengan kemampuannya sendiri tanpa mengandalkan Allah. Kita lupa bahwa kita adalah manusia yang terbatas. Kita telah dibutakan dengan keberhasilan yang dianugerahkan Allah. Oleh karena itu, tak jarang kita mengalami kegagalan di dalam hidup.

Meskipun mengalami kegagalan, kita harus belajar bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Kita tidak boleh tawar hati. Kita harus menjadikan kegagalan tersebut sebagai pelajaran dan peluang untuk memperbaiki diri menjadi lebih balk lagi. Dimulai dengan percaya dan meminta petunjuk Allah dalam setiap rencana kehidupan kita.

KJ.453 : 2,3
Doa : (Ya Allah, ajar kami untuk dapat menerima kegagalan kami agar kami tidak tawar hati)



MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
RABU, 9 OKTOBER 2019
Renungan Malam
GB.118 : 1 -Berdoa
INSTROPEKSILAH DIRIMU!

Yosua 7:6-12
Dan berkatalah Yosua: "Ah, Tuhanku ALLAH, mengapa Eng kau menyuruh bangsa ini menyeberangi sungai Yordan‘? supaya kami diserahkan kepada orang Amori untuk dibinasakan? Lebih baik kalau kami putuskan tadinya untuk tinggal di seberang sungai Yordan itu! (ay.7)

Semenjak manusia jatuh ke dalam dosa, sikap saling menyalahkan muncul. Adam menyalahkan Hawa yang telah memberikan buah terlarang. Hawa menyalahkan ular yang telah memperdaya dirinya untuk memakan buah tersebut. Manusia cenderung lebih mudah menyalahkan hal-hal diluar dirinya daripada dirinya sendiri. Sikap ini terus ada dalam diri manusia, termasuk pada diri Yosua. Mendengar berita kekalahan bangsa Israel, Yosua menghadapke tabut Tuhan dan menggerutu mengenai kekalahan yang ia terima.Dalam doanya, Yosua bahkan mengkambinghitamkan Tuhan ataskekalahan dan mengeluh mengenai tindakan penyeberangansungai Yordan yang sudah dilakukan. Dipenuhi rasa duka dan putus
asa, ia mengoyakkan jiibahnya sambil bertanya kepada Tuhan mengenai kemalangan yang dialami oleh bangsanya.

Dari sikap Yosua tersebut kita dlsadarkan bahwa seringkali ketika kita mengalami kekalahan atau kegagalan kita cenderung untuk mencari kambing hitam. Kita cenderung untuk menyalahkan orang lain, sltuasi dan keadaan, bahkan kita juga menyalahkan Tuhan.,Kita merasa bahwa ketika kita menyalahkan orang lain, beban masalah kita akan jatuh pada orang tersebut. Kita enggan untuk mengoreksi diri kita sendirl karena itu berani kita siap menerima beban permasalahan yang ada. Tentu lebih mudah menyalahkan orang lain bukan?

Namun demikian, kita tldak boleh seperti itu terus. Kita harus dapat mengoreksi diri kita sencliri. Dengan mengoreksi diri kita sendiri, kita telah mempersiapkan diri kita untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Seperti Thomas Alva Edison, meskipun ribuan kali ia gagal dalam percobaannya, la selalu mangoreksi apa yang menyebabkan kegagalannya tersebut sampai akhirnya percobaannya berhasil. Kegagalan menjadl peluang untuk belajar memperbaiki diri. lntropeksilah dirimu!

GB.118 : 2,3
Doa : (Ya Allah, ajar kami untuk mengintropeksi diri kami ketika kami mengalami kegagalan)

Label:   Yosua 7:6-12 




German Christian Songs
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Kamis, 10 Oktober 2019 - TIDAK KOMPROMI TERHADAP KESALAHAN - Yosua 7:22-26 - MINGGU XVI SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 8 Oktober 2019 - KUASA KARYA ALLAH - Yosua 6:26-27 - MINGGU XVI SESUDAH PENTAKOSTA

Garis Besar Yosua





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 23 Oktober - Matius 23-25


23 Oktober - Yohanes 7:1-13, 1 Petrus 4:12-19, Kidung 7, Ratapan 2

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392
Daftar Resmi Susunan Kabinet Jokowi Jilid II
Klik Disini



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 20 Oktober 2019
Joy To The World - David Crowder

Minggu, 20 Oktober 2019
The First Noel - Third Day

Minggu, 20 Oktober 2019
Away in a Manger - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Come and Worship - Bebo Norman

Minggu, 20 Oktober 2019
O Come O Come Emmanuel - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Hallelujah (Light Has Come) - BarlowGirl

Minggu, 20 Oktober 2019
Hark The Herald Angels Sing - Matt Maher

Minggu, 20 Oktober 2019
O Come All Ye Faithful - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Let Us Adore - Hillsong Worship

Jumat, 18 Oktober 2019
Wanted - Danny Gokey

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   khotbah matius 7 ayat 15 sampai 23,   renungan zefanya 3:9-20,   renungan zefanya 3:9-20,   renungan zefanya 3:9-20,   tata ibadah hkbp 13 oktober 2019,   lagu persembahan,   Lagu Rohani GitaBakti,   Lagu Rohani GitaBakti,   lagu kristen persembahan,   khotbah untuk pemuda dan remaja Ulangan 7 : 12-14,   lagu KJ penutup,   khotbah untuk pemuda dan remaja Ulangan 7 : 12-14,   kunci gitar yesus nampi nu dosa,   pujian Pkj 35 Suci.suci.suci,   kalender liturgi,   kalender liturgi,   khotbah untuk pemuda dan remaja Ulangan 7 : 12-14,   khotbah untuk pemuda dan remaja Ulangan 7 : 12-14,   kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   ayat untuk persembahan,   Rngn 1 kor 4:6-21,   Rngn 1 kor 4:6-21,   kalender.katolik bln oktober .2019,   free mp3 pujiam kristen,   free mp3 pujiam kristen,   renungan yoel 2 28,   download sound of praise - janjiMu Ya dan Amin,   khotbah : Tdk Ada Yg Mustahil Bagi Orang Percaya,   eksposisi zefanya 3:9-20 stemi,   ayat persembahan,   tak usah ku takut renna,   bahan diskusi zefanya 3:9-20,   contoh renungan kejadian 2:21-24 dan ilustrasinya,   epistel minggu 27 oktober 2019,   tampilan nats Amsal 22:8-12,   renungan wahyu 7 13-17,   Renungan Wahyu 7:13-18,   lagu gms,   renungan yosua 2:1-7,   lirik lagu di tengah kesukaran,   partitur satb kidung jemaat,   kunci gitar bila ku ingat cinta Tuhanku,   khotbah dalam matius 10¦1-4,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   kj 384,   kj 384,   gita bakti 47 note,   CONTOH BPJ GKII JEMAAT INDUK DI INDONESIA,   teks lagu puji syukur no 320,   ilustrasi khotbah amsal 22:8-12,   rancangan khotbah amsal 22:8-12,   kalender liturgi oktober 2019,   kalender liturgi oktober 2019,   lagu rohani untuk persembahan ,   lagu penu5up ibadah ,   khotbah amsal 22 : 8-12,   doa persembahan di partangiangan,   chord gitar bri padanya segnap hatimu,   lagu doa gereja singkat,   lagu doa gereja singkat,   lagu dan gerakan anak sekolah minggu umur 3-6 tahun,   gke tata ibadah,   Lagu rohani kuduslah tuhan yg terbaru,   Renungan Wahyu 7:13-18,   lyrics lagu yesus mulia,   lyrics lagu yesus mulia,   kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   khotbah Ulangan 7 : 12-14,   khotbah zefanya 3 9 - 20,   renungan ibadah pemuda zefanya 3:9-20,   renungan ibadah pemuda zefanya 3:9-20,   ny rohani 94,   lagu natal ceria,   lagu kidung ceria,   Lagu kur gereja tiberias,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah amsal 22:8-12,   khotbah amsal 22:8-12,   kalender liturgi katolik 2019,   lagu persembahan,   renungan hagai 1; 12-14,   kalender liturgi katolik 2019,   hagai 1:12-14,   hagai 1:12-14,   kunci lagu senja mulai terbenam lagu rohani,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   jamita 1 korintus 6 1-8,   khotbah kristiani kitab 2 timotius 3 : 10 -17,   renungan Melayani Tuhan seumur hidup,   Ambilan minggu bapa gkps 3september 2019 gkps,   khotbah Ulangan 7 : 12-14,   pelita hidup lukas 17:11-19 khotbah,   pelita hidup khotbah lukas 17:11-19,   pelita hidup khotbah lukas 17:11-19,   tafsiran amsal 22 8 12,   renungan zefanya 3:1-20,   renungan umat tuhan menjadi kenamaan dan pujian menurut zefanya 3:9-20,   patitur mazmur 150,   makna lagu burung pipit yang kecil,   Sabda bina pemuda gpib bulan oktober,   sabda bina umat gpib 21 oktober 2019,   khotbah yosua 23:1-28,   khotbah yosua 23:1-28,   rancangan khotbah poda 22:8-12,   rancangan khotbah poda 22:8-12,   lirik tabur tabur mari menabur,   Oneway terbang. Mp3,   renungan matius 12:33,   contoh ilustrasi dari pembacaan kitab Yoel 1:13-20,   chord gitar kidung ceria 265,   chord gitar kidung ceria 265,   chord gitar kidung ceria 265,   yesus nampi nu dosa loril,   Kidung kabungahan no 45 yesus nampi nu dosa lirik,   Kidung kabungahan no 45 yesus nampi nu dosa,   kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   lagu yang cocok untik persembahn,   renungan amsal 22:8-12,   kalender liturgi 2019,   Amsal 22; 8-22,   lagu-gereja.com,   renungan dari amsal 22 ,8;12,   khotbah dari amsal 22;8-12,   Penafsiran 1 yoh 4 ; 1 - 6,   dia girangkanku mp3,   download lagu kumasuki gerbangnya mp3 frankie,   download lagu kumasuki gerbangnya,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   LAGU ROHANI PERSEMBAHAN,   lagu gereja baru,   lagu pernikahan dari kj atau nkb,   kotbah amsal 22:8-12,   katekisasi 22,   pembacaan Alkitab GMIM 20 oktober 2019,   slide ezra 4:1-16,   lirik lagu rohani hanya dekat allahku,   almanak HKI,   hari hari besar dalam kalender gerejawi gki,   alkitab johanes 4:21-26,   alkitab johanes 4:21-26,   isi nats johanes 4:21-26,   johanes 4:21-26,   lagu memberi persembahan,   jamita Johannes 4:21-26,   khotbah ibadah GMIT minggu 29 september 2019,   lagu rohani sebelum doa syafaat,   khotbah bilangan 22,   rohani 16,   lagu mazmur 121,   Jamita johanes 4:21-26,   download 40 lagu rohani kristen paling menyentuh hati saat teduh,   warna liturgii 20 oktober 2019,   khotbah tentang 2 timotius 3:14-4:5,   penilik jemaat dan kewajibannya,   doa berkat,   menjadi kenamaan di bumi,   menjadi kenamaan di bumi,   khotbah minggu,20 oktober 2019,   lirik lagu rohani badai prahara,   khotbah johannes 4,21_26,   lirik lagu rohani badai prahara,   lirik lagu rohani badai prahara,   renungan yohanes 4 : 21 - 26,   khotbah bilangan 22,   khotbah bilangan 22,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   Ilustrasi khotbah yohanes 4:21-26,   kumpulan lagu pujian penutup ibadah,   Renungan Wahyu 7:13-17,