Save Page
Minggu, 04 Agust 2019
VII DOB TRINITATIS
Khotbah: Habakuk 3:14-19
Epistel : 1 Tesalonika 4:13-18
JAHOWA DO HAGOGOHON BANI PARUNTOLON

Khotbah: Habakuk 3:14-19
3:14 Engkau menusuk dengan anak panahnya sendiri kepala lasykarnya, yang mengamuk untuk menyerakkan aku dengan sorak-sorai, seolah-olah mereka menelan orang tertindas secara tersembunyi. 3:15 Dengan kuda-Mu, Engkau menginjak laut, timbunan air yang membuih. 3:16 Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami. 3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. 3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

Penjelasan:

* SEBUAH PENGLIHATAN TENTANG PENGADILAN ILAHI. 3:1-16.
Pasal ini disebut oleh penulis sebagai doa (tepillâ), walaupun telah disepakati secara universal bahwa bagian terbesarnya merupakan gambaran tentang suatu teofani yang dialami oleh sang nabi. Hanya ayat 2 yang merupakan sebuah doa. Namun sikap takut karena hormat, karena kekaguman, karena kemenangan iman atas berbagai keadaan yang mengganggu telah begitu hebat dikuasai oleh roh doa sehingga hampir tidak diragukan bahwa "doa" itu mencakup keseluruhan pasal. Pasal ini juga disebut sebuah mazmur walaupun bukan oleh Habakuk karena petunjuk-petunjuk ditempatkan di bagian atas mengenai cara melagukannya, dan tulisan di bawah garis menyebutkan alat apa yang dipakai untuk mengiringi nyanyian. Demikian juga dengan Sela yang mengandung teka-teki, yang biasanya menandai waktu berhenti sebentar pada saat-saat tertentu, atau barangkali perubahan tempo, muncul sebanyak tiga kali.

Karena berbagai alasan, seperti yang telah disebutkan dalam Pendahuluan, pasal ini dianggap telah ditulis oleh orang lain dan bukan oleh Habakuk. Tentu ini akan berarti bahwa pasal 3:1, yang menyatakan bahwa pasal tersebut ditulis olehnya adalah tidak benar. Fakta bahwa pasal ketiga itu tidak terdapat dalam Tafsiran Qumran tidak merupakan keberatan yang berarti. Begitu juga argumentasi bahwa bagian ini tidak memiliki bentuk dialog seperti bagian-bagian sebelumnya. Sifat dari pasal ini, yang merupakan sebuah doa, menghindarkan gaya percakapan. Terdapat beberapa bukti linguistik untuk memperkuat kesatuan kitab itu, dan juga fakta bahwa teodisenya tidak lengkap tanpa pasal ini.

* Hab 3:16 - Ketika aku mendengarnya
Ketika aku mendengarnya. Walaupun penglihatan itu telah dilihat, maknanya sudah didengar, atau dipahami oleh sang nabi. Bandingkan Yesaya 55:3, "dengarkanlah, maka kamu akan hidup." Sang nabi tahu benar apa arti tindakan Allah keluar dengan hukuman itu bagi dirinya dan bagi bangsa di mana dia hidup. Dampak langsung terhadapnya sangat mengherankan, sebagaimana ditunjukkan oleh gemparnya organ-organ internal. Tetapi, dampak terhebatnya adalah iman yang pasti. Seperti dinyatakan oleh Calvin, "Barangsiapa yang pada waktunya mengantisipasi murka Allah dan disentuh rasa takut begitu dia mendengar bahwa Allah, sang hakim sudah dekat, akan menyediakan bagi dirinya perlindungan yang paling aman untuk menghadapi masa penderitaan."

* Hab 3:17
Penyebutan pohon ara, pohon anggur, pohon zaitun, hasil ladang, dan ternak, semua itu mencakup keseluruhan hasil pertanian yang padanya bangsa ini bergantung. Rupanya alasan kegagalan panen adalah penyerbuan bangsa Kasdim. Pasukan musuh tidak hanya hidup di wilayah ini, namun sering juga dengan sengaja menghancurkan pepohonan dan panen. Sejarah Mesir masa awal membual bahwa pasukan Mesir telah menghancurkan pohon-pohon buah-buahan di salah satu dataran pantai Palestina.

* Hab 3:18 - Namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN
Namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN. Kehancuran yang dijelaskan begitu gamblang mendorong sang nabi bukan untuk berputus asa melainkan untuk beriman kepada Tuhannya.

* Hab 3:19 - Kakiku seperti kaki rusa // Untuk pemimpin biduan
Kakiku seperti kaki rusa. Binatang semacam rusa sangat cepat dan berkaki cekatan, sehingga ia dapat segera melepaskan diri dari para pengejarnya. Gambaran ini adalah tentang seseorang yang sangat yakin bahwa Dia yang memimpin umat-Nya ke dalam pencobaan adalah setia dan akan juga memberikan jalan keluar untuk setiap pencobaan, sehingga mereka mampu menanggungnya.

Untuk pemimpin biduan. Doa ini sudah jelas dimaksudkan untuk dipakai oleh paduan suara orang Lewi, walaupun nyanyian mazmur itu, berbeda dengan beberapa mazmur lainnya yang berada di luar kumpulan ini, misalnya, II Samuel 22:2 dan seterusnya, I Tawarikh 16:8 dan seterusnya, tidak pernah dimasukkan ke dalam Kitab Mazmur.


Epistel : 1 Tesalonika 4:13-18
Kedatangan Tuhan
4:13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. 4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. 4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. 4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. 4:18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

Penjelasan:
* Keadaan Orang-orang Kudus yang Sudah Meninggal (4:13-18)
   Melalui kata-kata di atas, Rasul Paulus menghibur jemaat di Tesalonika yang berduka karena kematian kerabat dan kawan-kawan mereka yang meninggal di dalam Tuhan. Tujuannya ialah untuk melepaskan mereka dari duka yang berkepanjangan, atau kepedihan yang berlebihan mengenai hal itu. Semua kesedihan karena kematian kawan-kawan memang diperbolehkan. Kita boleh menangis, setidaknya bagi diri kita sendiri, jika bukan menangis bagi mereka, yaitu menangis karena kehilangan yang kita alami, meskipun mereka bisa saja senang. Akan tetapi, kita tidak boleh berlebihan dalam dukacita kita, sebab,
        I. Hal itu akan menunjukkan seolah-olah kita tidak punya pengharapan (ay. 13). Tindakan seperti itu lebih mirip perilaku kaum kafir, yang tidak mempunyai pengharapan mengenai hidup yang lebih baik setelah ini. Padahal, sebagai orang Kristen, kita memiliki pengharapan yang teguh, pengharapan tentang kehidupan yang kekal setelah hidup ini, yang sudah dijanjikan kepada kita oleh Allah yang tidak berdusta. Hal ini seharusnya mengendalikan sukacita dan dukacita kita mengenai hal-hal duniawi. Pengharapan ini lebih dari cukup untuk menyeimbangkan kepedihan kita akibat salib apa pun yang sedang kita pikul sekarang.
        II. Hal ini adalah akibat ketidaktahuan mengenai orang-orang yang sudah meninggal (ay. 13). Ada beberapa hal yang harus kita ketahui mengenai orang-orang yang sudah berpulang, sebab tempat yang mereka tuju adalah tempat kegelapan, yang hanya kita ketahui sedikit saja dan yang tidak bisa kita hubungi. Menuju ke tempat orang mati sama dengan menuju ke tempat orang-orang yang tidak kita kenal, dan menjalankan hidup yang tidak kita ketahui. Kematian adalah suatu hal yang tidak diketahui, dan keadaan orang-orang yang sudah mati, atau keadaan setelah kematian, masih merupakan misteri bagi kita. Akan tetapi, ada beberapa hal mengenai orang-orang yang terutama meninggal di dalam Tuhan, yang kita perlu dan harus ketahui. Dan, jika hal-hal ini benar-benar dimengerti dan dipertimbangkan, maka semua itu akan cukup untuk mengurangi kesedihan kita mengenai mereka yang meninggal.
            1. Mereka tidur di dalam Yesus. Mereka tertidur (ay. 13, KJV). Mereka sudah terlelap di dalam Kristus (1Kor. 15:18, KJV). Kematian tidaklah meniadakan mereka. Itu hanya tidur bagi mereka. Itu adalah peristirahatan mereka, istirahat yang tidak terganggu. Mereka sudah mengundurkan diri dari dunia yang penuh kesukaran ini, untuk beristirahat dari semua susah payah dan kepedihan mereka, dan mereka tidur di dalam Yesus (ay. 14). Mereka dipersatukan dengan-Nya dalam keheningan, terlelap di lengan-Nya, dan berada di bawah pemeliharaan dan perlindungan istimewa-Nya. Jiwa-jiwa mereka ada dalam hadirat-Nya, dan debu mereka ada di bawah penjagaan dan kuasa-Nya, sehingga mereka tidaklah hilang, dan bukan juga orang-orang yang kalah, melainkan menjadi pemenang melalui kematian, dan mereka berpindah dari dunia ini ke tempat yang lebih baik.
            2. Mereka akan dibangkitkan dari dunia orang mati, dan dibangunkan dari tidur mereka, sebab mereka akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia (ay. 14). Pada saat itulah mereka berada bersama-sama dengan Allah, dan itu lebih baik daripada ketika mereka di sini. Saat Allah datang, Dia akan membawa serta mereka bersama-Nya. Pengajaran mengenai kebangkitan dan kedatangan Kristus yang kedua kalinya merupakan obat penawar yang dahsyat dalam melawan ketakutan terhadap kematian dan kesedihan yang berkepanjangan karena kematian kawan-kawan Kristen kita. Pengajaran ini memiliki dan memberi jaminan penuh, sebab kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit (ay. 14). Sebagai orang-orang Kristen, kita patut mengetahui hal ini dan mempercayainya. Kematian dan kebangkitan Kristus merupakan dasar-dasar agama Kristen, dan memberi kita pengharapan akan kebangkitan yang penuh sukacita, sebab Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal, dan karena itu orang-orang yang yang mati dalam Dia tidaklah binasa ataupun hilang (1Kor. 15:18, 20). Kebangkitan-Nya merupakan peneguhan penuh terhadap seluruh isi Injil, atau seperti yang dikatakan firman Tuhan, telah mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
            3. Keadaan dan kondisi mereka akan penuh kemuliaan dan kebahagiaan pada saat kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Rasul Paulus memberitahukan hal ini kepada jemaat di Tesalonika dengan firman Tuhan (ay. 15), melalui pewahyuan ilahi dari Tuhan Yesus. Sebab, meskipun kebangkitan orang mati dan keadaan mereka yang membahagiakan di masa depan merupakan bagian dari pernyataan keyakinan para orang kudus di Perjanjian Lama, namun hal itu disingkapkan dengan lebih jelas di dalam dan oleh Injil. Melalui firman Tuhan inilah kita tahu,
                (1) Bahwa Tuhan Yesus akan turun dari sorga dengan segenap kemegahan dan kuasa sorgawi (ay. 16): Sebab pada waktu tanda diberi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga. Setelah kebangkitan-Nya, Dia naik ke sorga, dan melewati segala langit itu masuk ke dalam sorga ketiga, yang harus menampung-Nya sampai segala sesuatunya dipulihkan. Setelah itu Dia akan datang kembali dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya. Dia akan turun dari sorga ke tempat kita berada ini (ay. 17). Penampakannya akan disertai dengan kemegahan dan kuasa, dengan sebuah tanda, yaitu seruan seorang raja, dan kuasa serta wewenang seorang raja dan penakluk yang dahsyat, dengan seruan penghulu malaikat. Sekumpulan malaikat-malaikat yang tidak terbilang banyaknya akan mengiringi Dia. Mungkin salah satunya, sebagai pemimpin pasukan Tuhan, akan memberitahukan kedatangan-Nya itu, dan penampakan yang penuh kemuliaan dari Sang Penebus dan Hakim Agung ini akan dikumandangkan dan diawali dengan sangkakala Allah. Sebab nafiri akan berbunyi, dan bunyinya akan membangunkan orang-orang yang terlelap di antara debu tanah, dan memanggil semua makhluk di dunia ini untuk muncul dan berkumpul. Sebab,
                (2) Orang-orang yang sudah mati akan dibangkitkan: mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit (ay. 16), sebelum orang-orang yang masih hidup pada saat kedatangan Kristus diubah. Jadi tampaknya orang-orang yang masih hidup sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal (ay. 15). Perhatian pertama Sang Penebus di hari itu ialah mengenai orang-orang kudus-Nya yang sudah meninggal. Dia akan membangkitkan mereka sebelum perubahan besar terjadi pada orang-orang yang masih hidup, supaya orang-orang yang belum tertidur dalam kematian pada hari itu tidak memiliki hak istimewa atau sukacita yang lebih besar daripada orang-orang yang sudah terlelap di dalam Yesus.
                (3) Orang-orang yang masih hidup pada hari itu akan diubahkan. Mereka akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa (ay. 17). Di saat, atau tepat sebelum pengangkatan ke awan-awan ini, orang-orang yang masih hidup akan mengalami suatu perubahan yang dahsyat, yang akan sama dengan keadaan ketika mereka meninggal. Perubahan ini begitu misterius sampai-sampai kita tidak bisa memahaminya. Kita hanya tahu sedikit atau tidak tahu apa-apa mengenainya (1Kor. 15:51). Hanya saja, secara umum, yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati, dan tubuh-tubuh ini akan dilayakkan untuk mewarisi kerajaan Allah, yang tidak bisa dijangkau oleh daging dan darah seperti dalam keadaannya saat hidup ini. Perubahan ini akan terjadi dalam sekejap mata (1Kor. 15:52), langsung seketika, atau tidak lama setelah kebangkitan orang-orang yang terlelap di dalam Yesus. Orang-orang yang dibangkitkan dan yang diubahkan itu akan bertemu di awan-awan, dan di sana mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, untuk memberi selamat kepada-Nya yang datang, untuk menerima mahkota kemuliaan yang akan dianugerahkan-Nya bagi mereka, dan untuk menjadi pengadil bersama dengan Dia dalam mengadili, menyetujui, dan menyambut penghakiman yang akan dijatuhkan-Nya kepada penguasa di udara dan semua orang-orang jahat, yang akan dikutuk ke dalam kebinasaan bersama Iblis dan para malaikatnya.
                (4) Inilah kebahagiaan para orang kudus di hari itu: mereka akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan (ay. 17). Berkumpul bersama seluruh orang kudus dan bersama-sama dengan mereka selamanya hanyalah sebagian dari sukacita mereka, tetapi kebahagiaan utama sorga ialah ini, bersama-sama dengan Tuhan, memandang-Nya, hidup bersama-Nya, dan menikmati-Nya untuk selama-lamanya. Ini haruslah menghiburkan para orang kudus ketika kawan-kawan mereka meninggal, yaitu bahwa sekalipun kematian memisahkan, akan tetapi jiwa dan raga mereka akan dipersatukan lagi. Kita dan mereka, bersamasama dengan seluruh orang kudus, akan bertemu dengan Tuhan kita, dan berada bersama-sama dengan-Nya selamanya, tidak lagi terpisahkan dari-Nya atau dari satu sama lain, untuk selamanya. Dan Rasul Paulus juga ingin supaya kita saling menghiburkan seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini (ay. 18). Kita harus berusaha untuk saling mendukung di saat-saat yang menyedihkan, bukannya mematikan semangat satu sama lain, atau saling melemahkan tangan, melainkan harus saling menghiburkan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sungguh-sungguh merenungkan dan memperbincangkan banyak pelajaran baik yang didapat dari ajaran mengenai kebangkitan orang mati, kedatangan Kristus yang kedua kali, dan kemuliaan para orang kudus di hari itu.


Label:   Habakuk 3:14-19 




German Christian Songs
Latest Christian Song

NEXT:
Minggu, 11 Agust 2019 - VIII DOB TRINITATIS Khotbah: Matius 8:23-27 - Epistel : 2 Raja-raja 5:8-14

PREV:
Minggu, 28 Juli 2019 - Hakim-Hakim 7:2-9 - Epistel : Efesus 6:10-20 - VI DOB TRINITATIS

Garis Besar Habakuk





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 22 Oktober - Matius 20-22

Hari ini, 22 Oktober - Maz 119:10-16, Yer 24-25, 1 Tim 1, Ams 27:5-6

22 Oktober - Yohanes 6:60-71, 1 Petrus 4: 1-11, Kidung 6, Ratapan 1

Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392
Daftar Resmi Susunan Kabinet Jokowi Jilid II
Klik Disini



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 20 Oktober 2019
Joy To The World - David Crowder

Minggu, 20 Oktober 2019
The First Noel - Third Day

Minggu, 20 Oktober 2019
Away in a Manger - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Come and Worship - Bebo Norman

Minggu, 20 Oktober 2019
O Come O Come Emmanuel - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Hallelujah (Light Has Come) - BarlowGirl

Minggu, 20 Oktober 2019
Hark The Herald Angels Sing - Matt Maher

Minggu, 20 Oktober 2019
O Come All Ye Faithful - Casting Crowns

Minggu, 20 Oktober 2019
Let Us Adore - Hillsong Worship

Jumat, 18 Oktober 2019
Wanted - Danny Gokey

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



CONTOH BPJ GKII JEMAAT INDUK DI INDONESIA,   teks lagu puji syukur no 320,   ilustrasi khotbah amsal 22:8-12,   rancangan khotbah amsal 22:8-12,   kalender liturgi oktober 2019,   kalender liturgi oktober 2019,   lagu rohani untuk persembahan ,   lagu penu5up ibadah ,   khotbah amsal 22 : 8-12,   doa persembahan di partangiangan,   chord gitar bri padanya segnap hatimu,   lagu doa gereja singkat,   lagu doa gereja singkat,   lagu dan gerakan anak sekolah minggu umur 3-6 tahun,   gke tata ibadah,   Lagu rohani kuduslah tuhan yg terbaru,   Renungan Wahyu 7:13-18,   lyrics lagu yesus mulia,   lyrics lagu yesus mulia,   kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   khotbah Ulangan 7 : 12-14,   khotbah zefanya 3 9 - 20,   renungan ibadah pemuda zefanya 3:9-20,   renungan ibadah pemuda zefanya 3:9-20,   ny rohani 94,   lagu natal ceria,   lagu kidung ceria,   Lagu kur gereja tiberias,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah amsal 22:8-12,   khotbah amsal 22:8-12,   kalender liturgi katolik 2019,   lagu persembahan,   renungan hagai 1; 12-14,   kalender liturgi katolik 2019,   hagai 1:12-14,   hagai 1:12-14,   kunci lagu senja mulai terbenam lagu rohani,   lagu penutup ibadah,   lagu penutup ibadah,   jamita 1 korintus 6 1-8,   khotbah kristiani kitab 2 timotius 3 : 10 -17,   renungan Melayani Tuhan seumur hidup,   Ambilan minggu bapa gkps 3september 2019 gkps,   khotbah Ulangan 7 : 12-14,   pelita hidup lukas 17:11-19 khotbah,   pelita hidup khotbah lukas 17:11-19,   pelita hidup khotbah lukas 17:11-19,   tafsiran amsal 22 8 12,   renungan zefanya 3:1-20,   renungan umat tuhan menjadi kenamaan dan pujian menurut zefanya 3:9-20,   patitur mazmur 150,   makna lagu burung pipit yang kecil,   Sabda bina pemuda gpib bulan oktober,   sabda bina umat gpib 21 oktober 2019,   khotbah yosua 23:1-28,   khotbah yosua 23:1-28,   rancangan khotbah poda 22:8-12,   rancangan khotbah poda 22:8-12,   lirik tabur tabur mari menabur,   Oneway terbang. Mp3,   renungan matius 12:33,   contoh ilustrasi dari pembacaan kitab Yoel 1:13-20,   chord gitar kidung ceria 265,   chord gitar kidung ceria 265,   chord gitar kidung ceria 265,   yesus nampi nu dosa loril,   Kidung kabungahan no 45 yesus nampi nu dosa lirik,   Kidung kabungahan no 45 yesus nampi nu dosa,   kotbah gpib galilea minggu 20 oktober 2019 ,   lagu yang cocok untik persembahn,   renungan amsal 22:8-12,   kalender liturgi 2019,   Amsal 22; 8-22,   lagu-gereja.com,   renungan dari amsal 22 ,8;12,   khotbah dari amsal 22;8-12,   Penafsiran 1 yoh 4 ; 1 - 6,   dia girangkanku mp3,   download lagu kumasuki gerbangnya mp3 frankie,   download lagu kumasuki gerbangnya,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   LAGU ROHANI PERSEMBAHAN,   lagu gereja baru,   lagu pernikahan dari kj atau nkb,   kotbah amsal 22:8-12,   katekisasi 22,   pembacaan Alkitab GMIM 20 oktober 2019,   slide ezra 4:1-16,   lirik lagu rohani hanya dekat allahku,   almanak HKI,   hari hari besar dalam kalender gerejawi gki,   alkitab johanes 4:21-26,   alkitab johanes 4:21-26,   isi nats johanes 4:21-26,   johanes 4:21-26,   lagu memberi persembahan,   jamita Johannes 4:21-26,   khotbah ibadah GMIT minggu 29 september 2019,   lagu rohani sebelum doa syafaat,   khotbah bilangan 22,   rohani 16,   lagu mazmur 121,   Jamita johanes 4:21-26,   download 40 lagu rohani kristen paling menyentuh hati saat teduh,   warna liturgii 20 oktober 2019,   khotbah tentang 2 timotius 3:14-4:5,   penilik jemaat dan kewajibannya,   doa berkat,   menjadi kenamaan di bumi,   menjadi kenamaan di bumi,   khotbah minggu,20 oktober 2019,   lirik lagu rohani badai prahara,   khotbah johannes 4,21_26,   lirik lagu rohani badai prahara,   lirik lagu rohani badai prahara,   renungan yohanes 4 : 21 - 26,   khotbah bilangan 22,   khotbah bilangan 22,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   Ilustrasi khotbah yohanes 4:21-26,   kumpulan lagu pujian penutup ibadah,   Renungan Wahyu 7:13-17,   you tube karaoke lagu rohani ikut dikau saja tuhan,   Kotbah yohanes 4:21-26,   kidung ceria 125,   download lagu rohani 15 kristen 2019,   khotbah pembacaan zefanya 3 :10-20,   khotbah pembacaan zefanya 3 :10-20,   Hotbah Amsal 22:6,   lagu rohani pengakuan dosa,   refrensi lukas 12:8-12,   kalender liturgi 2019,   catatan khotbah ratapan3:40,   doa persembahan kolekte katolik,   kudaki daki lirik, versi mandarin,   di sebrang sana lagu rohani mp3 download,   di sebrang sana lagu rohani mp3 download,   contoh doa persembahan gke,   download lagu rohani kristen mp3 gratis 2018,   Jamita HKBP. Minggu 20 Oktober 2019. Johannes 4 : 21 - 26,   Jamita Minggu 20 Oktober 2019. Johannes 4 : 21 - 26,   Perikop kotbah joh 4: 21-26.,   notasi angka kj 452,   renungan bacaan injil lukas 12:8-12,   lagu panasnya mata hali,   MP3 music lagu rohani Alfa omega,   MP3 music lagu rohani Alfa omega,   penerangan lukas 12 8-12,   jamita partangiangan jesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   jamita partangiangan jesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   tata ibadah malam akhir tahun keluarga,   catatan khotbah matius 9:18,   catatan khotbah matius 9:18,   Renungan Wahyu 7:13-17,   renungan luk12:8-12.com,   renungan lukas 12:8-12,   pkj 213 gambar not,   pkj 213 gambar not,   lagu rohani tentang doa untuk greja,   lagu pkj 202,   lagu pkj 202,   contoh lagu untuk persekutuan akhir bulan,   lagu pkj 202,   lagu nkb tentang aku dan seisi rumahku,   jamita Evagelum HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   jamita HKBP. minggu 20 Oktober 2019 Johannes 4 : 21 - 26.,   yohanes 4:21-26,   cerita orang samaria yang baik hati,