Save Page
Minggu, 11 Agust 2019
VIII DOB TRINITATIS
Khotbah: Matius 8:23-27
Epistel : 2 Raja-raja 5:8-14
JESUS PANGURUPI BANTA

Khotbah: Matius 8:23-27
Angin ribut diredakan
8:23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya. 8:24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. 8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." 8:26 Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. 8:27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Penjelasan:


* Yesus Meredakan Angin Ribut (8:23-27)
    Kristus sebelumnya menyuruh murid-murid-Nya (ay. 18), supaya bertolak ke seberang danau Tiberias, ke negeri orang Gadara, yang terletak di bagian timur dari sungai Yordan. Ke sana Kristus pergi untuk menyelamatkan seorang malang yang kerasukan satu legion setan, sekalipun Ia sudah mengetahui sebelumnya bagaimana Ia akan ditolak di sana. Nah, untuk ini:
        . Ia memilih pergi melalui jalan air. Walaupun tidak terlalu sulit bagi-Nya untuk pergi melalui jalan darat, Ia memilih menyeberang danau, supaya bisa mendapat kesempatan untuk menunjukkan bahwa Ia adalah Allah atas laut seperti juga Allah atas daratan, dan untuk memperlihatkan bahwa bagi-Nyalah segala kuasa baik di sorga maupun di bumi. Ini merupakan suatu penghiburan bagi orang-orang yang berlayar dengan kapal laut, yang sering kali terancam bahaya di sana. Dengan merenungkan hal ini, mereka boleh percaya bahwa mereka mempunyai Juruselamat yang kepada-Nya mereka bisa berdoa, karena Ia tahu bagaimana rasanya berada di tengah laut dan menghadapi badai di sana. Tetapi perhatikanlah, ketika Ia pergi ke laut, Ia tidak dilayani dengan kapal pesiar atau kapal mewah untuk bersenang-senang, melainkan menggunakan kapal penangkap ikan milik murid-murid-Nya; begitu buruknya pelayanan yang Ia terima dalam segala hal.
        . Murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya; kedua belas murid-Nya tetap dekat kepada-Nya, sementara orang-orang lainnya tetap tinggal di darat, tempat mereka bisa berpijak dengan pasti. Perhatikanlah, murid-murid Kristus yang sejati adalah mereka, dan hanya mereka, yang mau pergi berlayar ke laut bersama-Nya dan mengikuti-Nya ke tempat-tempat yang penuh dengan bahaya dan rintangan. Banyak orang yang merasa puas untuk pergi ke sorga melalui jalan darat saja, karena keadaannya tenang-tenang saja, dan ada juga yang memilih pulang, daripada pergi mengarungi laut yang ganas. Akan tetapi, siapa yang mau beristirahat bersama Kristus nanti, ia harus mengikuti-Nya sekarang ini kemana pun Dia membawa mereka, entah itu ke kapal, ke penjara, atau ke istana. Sekarang perhatikanlah di sini:
    I. Bahaya dan kebingungan murid-murid dalam perjalanan ini. Dalam hal ini benarlah apa yang baru saja dikatakan Kristus, yaitu bahwa orang yang mau mengikuti-Nya harus tahu bahwa mereka akan menjumpai berbagai kesulitan (ay. 20).
        . Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut (ay. 24). Kristus bisa saja mencegah datangnya angin ribut ini atau menyuruh mereka melalui jalan lain yang tenang, tetapi dengan begitu Ia tidak akan mempunyai kesempatan untuk memperlihatkan kemuliaan-Nya dan untuk meneguhkan iman mereka seperti yang bisa Ia lakukan di sini dengan menyelamatkan mereka. Angin ribut ini ada untuk kepentingan mereka sendiri, seperti dikatakan dalam Yohanes 11:15. Orang berharap bahwa dengan adanya Kristus bersama mereka, maka angin ribut yang mereka hadapi tidaklah membahayakan, tetapi justru sebaliknya, Kristus hendak menunjukkan bahwa orang yang sedang berlayar bersama-Nya melewati lautan dunia ini menuju ke seberang harus berharap akan menjumpai badai di tengah jalan. Gereja dilanggar angin badai (Yes. 54:11); hanya dunia atas yang menikmati ketenangan abadi, dunia bawah ini akan terus selalu diganggu dan mengganggu.
        . Yesus Kristus tidur di tengah angin ribut ini. Sebelumnya kita tidak pernah membaca bahwa Kristus sedang tidur selain pada saat ini; Ia sering kali terjaga dan terus berdoa sepanjang malam kepada Allah. Ini adalah tidur yang bukan untuk mencari keamanan, seperti Yunus yang tidur nyenyak di tengah badai besar, melainkan karena rasa tenteram yang kudus dan rasa bergantung sepenuhnya pada Bapa-Nya. Ia tidur untuk menunjukkan bahwa Ia benar-benar dan sungguh-sungguh manusia dan tidak luput dari kelemahan-kelemahan sifat manusia seperti kita, tetapi yang bukan merupakan dosa. Pekerjaan-Nya membuat-Nya lelah dan mengantuk, dan Ia tidak mempunyai kesalahan atau ketakutan di dalam diri-Nya yang bisa mengganggu istirahat-Nya. Orang yang bisa membaringkan kepala mereka di atas bantal dengan hati nurani yang bersih dapat tidur dengan tenteram dan nyenyak di tengah badai (Mzm. 4:9), seperti Petrus (Kis. 12:6). Kristus tidur pada saat ini untuk menguji iman para murid-Nya, apakah mereka masih bisa mempercayai-Nya atau tidak ketika Ia tampak tidak peduli terhadap mereka. Ia tidur bukan terutama supaya tubuhnya bisa segar kembali, melainkan terlebih dengan sengaja supaya Ia dibangunkan.
        . Murid-murid yang malang ini, meskipun sudah terbiasa dengan laut, ketakutan setengah mati, dan dalam ketakutan mereka datang kepada Guru mereka (ay. 25). Ke mana lagi mereka harus pergi? Beruntunglah mereka bahwa Kristus ada di dekat situ. Mereka membangunkan-Nya sambil memohon, "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Perhatikanlah, orang yang mau belajar berdoa harus pergi berlayar ke laut. Kalau bahaya itu dekat dan dirasakan, ia akan menarik orang kepada-Nya, karena Dialah satu-satunya yang dapat memberi mereka pertolongan pada saat mereka membutuhkannya. Di dalam permintaan mereka itu, murid-murid memohon untuk hidup, "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
            (1) Mereka memohon, "Tuhan, tolonglah kami." Mereka percaya Ia dapat menyelamatkan mereka, dan mereka memohon supaya Ia mau melakukannya. Pekerjaan Kristus dengan datang ke dunia ini adalah untuk menyelamatkan, tetapi hanya orang yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan (Kis. 2:21). Orang yang dengan iman ingin memperoleh keselamatan kekal dari Kristus dapat dengan yakin dan rendah hati memohon kepada-Nya untuk mendapatkan keselamatan sementara di dunia ini. Perhatikanlah, mereka memanggil-Nya "Tuhan" dan kemudian memohon, "Tolonglah kami" (KJV: "Selamatkan kami"). Perhatikanlah, Kristus hanya akan menyelamatkan orang-orang yang mau menerima-Nya sebagai Tuhan mereka; karena Ia adalah Penguasa dan Penyelamat.
            (2) Mereka berseru, "Kita binasa," yang mengungkapkan:
                [1] Ketakutan mereka; mereka sudah putus asa dengan masalah mereka ini dan hanya bisa pasrah saja. Dalam hati, mereka sudah menerima hukuman mati, sehingga berseru, "Kami binasa jika Engkau tidak menyelamatkan kami, karena itu kasihanilah kami."
                [2] Seruan perasaan mereka yang paling dalam; mereka berdoa dengan sesungguh-sungguhnya, memohon keselamatan atas nyawa mereka. Seperti inilah juga kita seharusnya berjuang dan bergumul dalam doa. Karena itulah Kristus tidur, supaya Ia bisa membuat kita memohon-mohon seperti ini.
    II. Kuasa dan anugerah Yesus Kristus untuk menolong mereka: lalu Tuhan Yesus terjaga, seperti orang yang disegarkan kembali (Mzm. 78:65). Kristus bisa saja tidur ketika gereja-Nya sedang menghadapi badai, tetapi Ia tidak akan terus membiarkan diri-Nya tertidur. Waktunya, waktu yang ditetapkan untuk menolong gereja-Nya yang sedang mengalami kesusahan pasti akan datang. (Mzm. 102:14).
        . Ia mencela murid-murid-Nya (ay. 26), "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Ia tidak memarahi mereka karena mengganggu tidur-Nya dengan permohonan mereka, tetapi karena mereka mengganggu diri mereka sendiri dengan ketakutan mereka. Kristus menegur mereka terlebih dulu, setelah itu baru menyelamatkan mereka. Ini cara yang dipakai-Nya dalam mempersiapkan hati kita untuk menerima belas kasihan-Nya, dan setelah itu barulah Ia memberikannya kepada kita. Perhatikanlah,
            (1) Rasa tidak suka-Nya terhadap ketakutan mereka; "Mengapa kamu takut?" "Kamu, murid-murid-Ku? Biarlah orang-orang berdosa di Sion merasa takut, biarlah para pelaut kafir gemetar menghadapi badai, tetapi engkau tidak boleh begitu. Tanyakan alasan-alasan kenapa kamu harus takut, dan pikirkanlah itu!"
            (2) Pengetahuan-Nya mengenai penyebab dan sumber ketakutan mereka: "Kamu yang kurang percaya." Banyak orang memiliki iman yang benar namun lemah, dan iman seperti ini bekerja tetapi hanya sedikit saja. Perhatikanlah:
                [1] Murid-murid Kristus cenderung merasa gelisah akibat ketakutan ketika sedang menghadapi badai, mereka selalu menyiksa diri dengan pikiran-pikiran bahwa hal-hal buruk sedang menimpa mereka, dan mereka menjadi semakin tertekan lagi dengan pikiran bahwa keadaannya akan menjadi semakin buruk.
                [2] Sering, ketika kita menghadapi badai kehidupan, maka kita merasa takut yang disebabkan oleh lemahnya iman kita, padahal iman itu merupakan jangkar bagi jiwa kita, yang akan menggerakkan dayung doa kita. Dengan iman kita dapat melihat menembus badai bahwa ada tepi pantai yang tenang di seberang sana, dan ini menggugah semangat kita untuk berharap dan bertahan menghadapi badai ini sampai ke tepi yang tenang.
                [3] Ketakutan murid-murid Kristus dalam badai dan ketidakpercayaan mereka, yang menyebabkan ketakutan itu, sangat tidak menyenangkan hati Tuhan Yesus, karena semuanya ini mencerminkan penghinaan mereka terhadap-Nya dan menimbulkan gangguan bagi diri mereka sendiri.
        . Ia menghardik angin itu; apa yang Ia lakukan terhadap ketakutan murid-murid sebelum ini Ia lakukan sebagai Allah anugerah dan Sang Penguasa hati, yang dapat melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya di dalam diri kita; sedangkan yang sekarang ini Ia lakukan sebagai Allah atas alam, Sang Penguasa atas dunia ini, yang dapat melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya untuk kita. Dan kuasa yang sama inilah yang meredakan deru lautan dan gejolak perasaan takut (Mzm. 65:8). Lihatlah:
            (1) Betapa mudahnya hal ini dilakukan, yaitu hanya dengan sepatah perkataan. Musa memberikan perintah kepada air dengan sebatang tongkat, Yosua dengan tabut perjanjian, Elisa dengan jubah seorang nabi, tetapi Kristus hanya dengan sepatah kata. Lihatlah kuasa-Nya yang mutlak atas segala makhluk, yang menyatakan baik kemuliaan-Nya maupun kebahagiaan orang yang berpihak kepada-Nya.
            (2) Apa yang terjadi setelah Ia menghardik angin? Maka danau itu menjadi teduh sekali, segera dengan tiba-tiba. Biasanya, setelah ada angin ribut, air di danau masih bergoyang-goyang dan butuh beberapa waktu bagi air itu untuk bisa tenang. Akan tetapi, jika Kristus mengucapkan sepatah kata, bukan hanya angin ribut saja yang berhenti, melainkan juga semua yang mengikutinya, yang dibawanya serta turut terjadi. Badai keraguan yang besar dan ketakutan yang mencekam dalam jiwa, di bawah kuasa roh perbudakan, kadang-kadang berakhir dengan keteduhan yang indah, yang diciptakan dan diucapkan oleh Roh yang mengangkat kita menjadi anak-anak Allah.
        . Hal ini membuat mereka takjub (ay. 27). Heranlah orang-orang itu. Mereka sudah lama mengenal laut tetapi selama hidup belum pernah melihat angin ribut tiba-tiba berubah menjadi sangat teduh seperti ini. Semua tanda dan ciri suatu mujizat ada dalam peristiwa ini; hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata mereka. Perhatikanlah:
            (1) Kekaguman mereka akan Kristus; "Orang apakah Dia ini?" Perhatikanlah, Kristus tiada taranya, segala sesuatu yang ada di dalam diri-Nya sungguh mengagumkan, tidak ada yang begitu bijak, begitu berkuasa, dan begitu baik hati seperti Dia.
            (2) Alasan kekaguman murid-murid; "Angin dan danau pun taat kepada-Nya." Atas kejadian ini, Kristus patut dipuja karena Ia mempunyai kuasa bahkan untuk memerintah angin dan danau. Orang lain boleh mengaku-ngaku bahwa mereka bisa menyembuhkan penyakit, tetapi hanya Dia-lah yang benar-benar berkuasa memerintah angin. Datang dan perginya angin saja kita tidak tahu (Yoh. 3:8), apalagi mengendalikannya; tetapi Dia, yang mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaan-Nya (Mzm. 135:7), juga akan mengumpulkannya kembali dalam genggaman-Nya (Ams. 30:4). Ia yang mampu melakukan hal ini mampu melakukan apa saja, Ia mampu membangkitkan rasa aman dan keyakinan kita kepada-Nya saat menghadapi badai yang paling ganas, di dalam maupun di luar diri kita (Yes. 26:4). Tuhan bersemayam di atas air bah, dan lebih hebat daripada suara air besar. Kristus, dengan memerintah lautan, menunjukkan bahwa diri-Nya sendirilah yang merupakan pribadi yang sama yang menciptakan dunia, yang dengan hardik-Nya air melarikan diri (Mzm. 104:7-8), seperti yang terjadi sekarang, yang dengan hardik-Nya air berguguran.




Epistel : 2 Raja-raja 5:8-14
5:8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel." 5:9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. 5:10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir." 5:11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! 5:12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. 5:13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." 5:14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

Penjelasan:


* Kecil bagi dunia, besar di hadapan Allah
Kita sering menganggap remeh orang kecil, seperti pelayan, sopir, TKW, dll. Mereka kita masukkan sebagai bagian yang tidak penting dalam kehidupan. Kita menganggap pekerjaan atau profesi kita jauh lebih utama. Padahal, tanpa mereka banyak pekerjaan 'penting' kita terbengkalai. Bayangkan kantor Anda tanpa pesuruh dan petugas kebersihan. Semua harus Anda kerjakan sendiri, repot bukan?

Nas hari ini menampilkan sejumlah tokoh dari berbagai kalangan. Ada pelayan perempuan Israel yang bekerja pada istri seorang pembesar Aram, Naaman. Walau ditawan di negeri orang serta menjadi pelayan bagi musuh Israel ia tetap memelihara imannya sehingga mampu menjadi alat anugerah bagi Naaman, majikannya (ayat 3). Ada nabi Israel yang Tuhan pakai untuk menyembuhkan Naaman. Elisa tidak membatasi anugerah Allah untuk bangsanya sendiri (ayat 14). Ada pembesar Aram yang menderita kusta. Naaman adalah kesayangan raja Aram sehingga merasa diri penting. Ia menganggap dengan kuasa dan uang segala masalah dapat diselesaikan (ayat 5). Ada raja Israel yang tidak beriman. Raja Yoram panik ketika raja Aram menyuruhnya menyembuhkan Naaman (ayat 7).

Dua tokoh pertama adalah agen-agen Allah untuk menyalurkan anugerah-Nya kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Allah memakai mereka bukan karena status mereka "besar" atau "kecil", tetapi karena mereka bersedia dipakai-Nya. Dua tokoh berikutnya adalah mereka yang menerima belas kasih Allah. Mereka ditolong bukan karena status "besar" atau "kecil" melainkan karena kedaulatan Allah.

Gereja acap kali terjebak memberlakukan ukuran dunia untuk menilai seseorang. Jangan rendah diri bila dunia mengukur Anda orang "kecil". Allah dapat dan mau memakai Anda menjadi saluran berkat untuk orang lain. Yang penting kesediaan diri dibentuk untuk dipakai-Nya.

Label:   Matius 8:23-27 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Minggu, 18 Agust 2019 - IX DOB TRINITATIS - Khotbah: 1 Raja-raja 4:29-34 - Epistel: Roma 11:33-36

PREV:
Minggu, 04 Agust 2019 VII DOB TRINITATIS Khotbah: Habakuk 3:14-19 - Epistel : 1 Tesalonika 4:13-18

Garis Besar Matius






November 10 - 16 (Week 46) - Ezekiel 46-48; John 16 || Daniel 1-3; Psalm 88; John 17 || Dan 4-6; John 18 || Dan 7-9; Psalm 91; John 19 || Dan 10-12; John 20

Hari ini, 14 November - Yakobus 1,2<...

Hari ini, 14 November - Maz 119:171-...

Hari ini, 14 Nopember - Yohanes 11:1...

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392





Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402c AMIN

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402b AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 402a AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 401 AMIN, AMIN, YA, BENAR ADANYA

Kamis, 20 Juni 2013
GB 400 AMIN, AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 399 AMIN, HALELUYA!

Selasa, 06 Agustus 2013
GB 398b MARANATHA dan GB lama maranatha - gb 293c pada GB Lama

Senin, 29 Juli 2013
GB 398a MARANATHA & GB lama 293a MARANATHA

Senin, 22 Juli 2013
GB 397 HOSIANA

Senin, 22 Juli 2013
GB 396 HOSIANA, HOSIANA

Kamis, 11 Juli 2013
GB 395 HALELUYA! AMIN

Kamis, 11 Juli 2013
GB 394 HALELUYA, HALELUYA! PUJILAH TUHANMU

Kamis, 11 Juli 2013
GB 393 HALELUYA

Senin, 20 Juli 2015
GB 392b KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Kamis, 18 Juli 2013
GB 392a KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Rabu, 31 Juli 2013
GB 391 TUHAN MENYERTAI KAMU

Rabu, 29 April 2015
GB 389b KARNA ENGKAULAH

Selasa, 23 Juli 2013
GB 389a KARNA ENGKAULAH

Senin, 29 Juli 2013
GB 388 PUJI ALLAH | MULIAKANLAH

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu penutup rohani mp3,   Jamita johanes 8:12-20,   Jamita natal johannes 8:12-20,   bagaimana cara memberitakan injil di lingkungan,   Yohanes 6 : 27 - 29,   kejadian 21:1-7renungan,   kejadian 21:1-7renungan,   tafsiran lukas 21 : 5-19,   forevermore gms mp3 ,   lagu ibadah penutup,   lagu memberikan persembahan,   kidung ceria cinta akan Yesus tak berarti hanya nyanyi dan doa,   khotbah Roma 1:18-25,   judul lagu rohani arab,   Yohanes 6 : 27 - 29,   Bahan khotbah dari 2 Tesalonika 3: 1-9,   lagu rohani pujian,   dunia gemar dan soraklah lirik,   dunia gemar dan soraklah lirik,   2 korintus 9;6-7 NATS PERSEMBAHAN,   nats ayat alkitab untuk persembahan,   lagu penutup ibadah,   tema natal tentang hendaklah kamu sehati,sepikir dalam tuhan bahasa batak,   lagu penutup ibadah,   lagu pembuka ibadah,   khotbah dari kitab nahum,   yakobus 3 cerita sekolah minggu,   khotbah gereja toraja dari matius 16:13-20,   khotbah gereja toraja dari matius 16:13-20,   mazmur 69:20-37 gpib,   mazmur 69:20-37 gpib,   lagu doa syafaat,   lagu buat doa syafaat,   2tesalonika3:6-13,   kristen kata pengantar persembahan,   jamita filipi 4:10-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   lagu lagu pengakuan dosa,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   download lagu mp3 di mazmur 150,   kumpulan lagu gereja kristen maranatha indonesia pengajaran tabernakel,   renungan ulangan 24 17 22,   lagu persembahan gmim,   filipi 4:10-20,   download lagu mp3 di mazmur 150,   khotbah : Tetaplah Setia,   Filipi 4:10-20,   Filipi 4:10-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   syair dan not lagu gereja pdf,   khotbah yohanes 5:19-29,   khotbah yohanes 5:19-29,   you rise me up versi paduan suara,   lagu untuk persembahan,   renungan harian yohanes 5:19-29,   partitur lagu natal,   jembatan lagu untuk persembahan,   ambilan gkps 17 november 2019,   meresponi panggilan tuhan Yosua 1:1-9,   khotbah ulangan 24:19-22,   khotbah ulangan 24:19-22,   liturgi ibadah persekutuan kaum pria bala keselamatan,   lagu bala keselamatan perjuangan,   Khotbah KRISTEN dari Ayub 19: 23-27,   Khotbah KRISTEN dari Ayub 19: 23-27,   jamita filipi 4:10-20,   khotbah ulangan 24:19,   pujian saat mengumpulkan persembahan,   lagu gereja kj 49,   khotbah pilipi 4:10-20 versi hkbp,   renungan yakobus 2:1-13,   Hari Tuhan Maleakhi 4:1-6 GKI,   Hari Tuhan Maleakhi 4:1-6 GKI,   Hari Tuhan Maleakhi 4:1-6,   pujian saat mengumpulkan persembahan,   Contoh renungan kotbah harian agama Kristen Protestan bulan November 2019,   pujian saat mengumpulkan persembahan,   Khlbh masmur 55:2-8,   renungan remaja kristen gmit,   kothbah katolik menurut lukas 21:5-19,   kothbah katolik menurut lukas 21:5-19,   renungan kristen insani 13:20-21 dari gmit,   lagu persembahan,   Tafsiran alkitap 2 tesalonika 3;13-15,   khotbah yakobus 2 1-10,   ayat2 alkitab utk ajakan persembahan,   lagu kristen yang sesuai dengan nats matius 25:31-46,   tata ibadah unit gpm,   MEMANDANG ALLAH MELAMPAUI HIDUP INI Ayub 19: 23 - 27a,   renungan Yosua 24:22-28,   kejadian 21:1-7renungan,   khotbah keluaran 23;1-13,   khotbah amsal 12,    kitab ulangan 24:19-22 berbuat baik bagi semua orang,    kitab ulangan 24:19-22 berbuat baik bagi semua orang,   kotbah ulangan 24:19-22 ,    ulangan 24:19-22 melindungi sesama,   khotbah yoel 2 : 28-32,   khotbah yoel 2 : 28-32,   partirtur 4 suara lagu natal,   renungan sbu tgl 17 november,   khotbah yoel 2 : 28-32,   tafsiran “Engkaulah anakKu yang kukasihi, kepadaMulah aku berkenan” ?,   kalender liturgi katolik tgl 12 nopember 2019,   Jamita filipi 4;10-20,   renungan kristen keluaran 19: 10-11 ,   nyanyian pujian downlod,   nyanyian pujian downlod,   renungan kristen keluaran 19: 10-11 ,   renungan pagi sabda bina umat gpib matius 12. 46_ 50,   sabda bina umat gpib 12 nov 2019,   NYANYIAN BALA KESELAMATAN,   contoh liturgi kedukaan kristen gki,   contoh liturgi kedukaan kristen gki,   lagu gereja.com,   Gita bakti pdf,   Gita bakti pdf,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   ulangan 24:19-22 jamita partangiangan,   kasihnya seperti sungai lagu misa,   bahan sermon jamita 5 Musa 24 19-22,   contoh kotbah ulangan 24:19-22 harus kau ingat dahulu kamu budak,   contoh kotbah ulangan 24:19-22 harus kau ingat dahulu kamu budak,   proses menulis kotbah ulangan 24:19-22,   firmanmu pelita bagi kakiku lagu misa,   renungan alkitab markus 13 ayat 33-37,   Renungan joel 2:23-32,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   khotbah gpib tahun 2019,   khotbah gpib 2019,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   NOT NYANYI ROHANI NKB LAGU NATAL UNTUK PERSEMBAHAN,   NOT NYANYI ROHANI NKB LAGU NATAL UNTUK PERSEMBAHAN,   partitur lagu koor natal,   renungan Lukas 17:7-10,   khotbah yakobus 1:9-11,   lagu penutup ibadah,   kalendar liturgi 2020 agustus,   kalender katolik 2020,   kalender katolik 2020,   kidung kabungahan 45,   tafsir amsal 1 : 5,   contoh contoh tema natal ibadah wbi,   koor natal batak,   sejarah kitab maleakhi 2 ayat 1-9,   lagu unyuk renungan kitab maleakhi 2 ayat 1-9,   lagu gereja ku bersyukur,   nats khotbah kej 6:1-8,   kotbah tekun dalam berkarya,   liturgi katolik desember 2019,   nyanyian rohani no.97,   renungan Kitab Keluaran 31 : 12-17,   liturgi katolik desember 2019,   cerita ulangtahun sekolah minggu dari pengkhotbah 11:8,   judul lagu gms,   kotbah tekun dalam berkarya,   kotbah tekun dalam berkarya,   partitur lagu koor natal,   liturgi ibadah hari minggu gereja toraja 17 november 2019,   khotbah ajakan juruslamat,   khotbah ajakan juruslamat,