Save Page
Minggu, 11 Agust 2019
VIII DOB TRINITATIS
Khotbah: Matius 8:23-27
Epistel : 2 Raja-raja 5:8-14
JESUS PANGURUPI BANTA

Khotbah: Matius 8:23-27
Angin ribut diredakan
8:23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya. 8:24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. 8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." 8:26 Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. 8:27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Penjelasan:


* Yesus Meredakan Angin Ribut (8:23-27)
    Kristus sebelumnya menyuruh murid-murid-Nya (ay. 18), supaya bertolak ke seberang danau Tiberias, ke negeri orang Gadara, yang terletak di bagian timur dari sungai Yordan. Ke sana Kristus pergi untuk menyelamatkan seorang malang yang kerasukan satu legion setan, sekalipun Ia sudah mengetahui sebelumnya bagaimana Ia akan ditolak di sana. Nah, untuk ini:
        . Ia memilih pergi melalui jalan air. Walaupun tidak terlalu sulit bagi-Nya untuk pergi melalui jalan darat, Ia memilih menyeberang danau, supaya bisa mendapat kesempatan untuk menunjukkan bahwa Ia adalah Allah atas laut seperti juga Allah atas daratan, dan untuk memperlihatkan bahwa bagi-Nyalah segala kuasa baik di sorga maupun di bumi. Ini merupakan suatu penghiburan bagi orang-orang yang berlayar dengan kapal laut, yang sering kali terancam bahaya di sana. Dengan merenungkan hal ini, mereka boleh percaya bahwa mereka mempunyai Juruselamat yang kepada-Nya mereka bisa berdoa, karena Ia tahu bagaimana rasanya berada di tengah laut dan menghadapi badai di sana. Tetapi perhatikanlah, ketika Ia pergi ke laut, Ia tidak dilayani dengan kapal pesiar atau kapal mewah untuk bersenang-senang, melainkan menggunakan kapal penangkap ikan milik murid-murid-Nya; begitu buruknya pelayanan yang Ia terima dalam segala hal.
        . Murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya; kedua belas murid-Nya tetap dekat kepada-Nya, sementara orang-orang lainnya tetap tinggal di darat, tempat mereka bisa berpijak dengan pasti. Perhatikanlah, murid-murid Kristus yang sejati adalah mereka, dan hanya mereka, yang mau pergi berlayar ke laut bersama-Nya dan mengikuti-Nya ke tempat-tempat yang penuh dengan bahaya dan rintangan. Banyak orang yang merasa puas untuk pergi ke sorga melalui jalan darat saja, karena keadaannya tenang-tenang saja, dan ada juga yang memilih pulang, daripada pergi mengarungi laut yang ganas. Akan tetapi, siapa yang mau beristirahat bersama Kristus nanti, ia harus mengikuti-Nya sekarang ini kemana pun Dia membawa mereka, entah itu ke kapal, ke penjara, atau ke istana. Sekarang perhatikanlah di sini:
    I. Bahaya dan kebingungan murid-murid dalam perjalanan ini. Dalam hal ini benarlah apa yang baru saja dikatakan Kristus, yaitu bahwa orang yang mau mengikuti-Nya harus tahu bahwa mereka akan menjumpai berbagai kesulitan (ay. 20).
        . Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut (ay. 24). Kristus bisa saja mencegah datangnya angin ribut ini atau menyuruh mereka melalui jalan lain yang tenang, tetapi dengan begitu Ia tidak akan mempunyai kesempatan untuk memperlihatkan kemuliaan-Nya dan untuk meneguhkan iman mereka seperti yang bisa Ia lakukan di sini dengan menyelamatkan mereka. Angin ribut ini ada untuk kepentingan mereka sendiri, seperti dikatakan dalam Yohanes 11:15. Orang berharap bahwa dengan adanya Kristus bersama mereka, maka angin ribut yang mereka hadapi tidaklah membahayakan, tetapi justru sebaliknya, Kristus hendak menunjukkan bahwa orang yang sedang berlayar bersama-Nya melewati lautan dunia ini menuju ke seberang harus berharap akan menjumpai badai di tengah jalan. Gereja dilanggar angin badai (Yes. 54:11); hanya dunia atas yang menikmati ketenangan abadi, dunia bawah ini akan terus selalu diganggu dan mengganggu.
        . Yesus Kristus tidur di tengah angin ribut ini. Sebelumnya kita tidak pernah membaca bahwa Kristus sedang tidur selain pada saat ini; Ia sering kali terjaga dan terus berdoa sepanjang malam kepada Allah. Ini adalah tidur yang bukan untuk mencari keamanan, seperti Yunus yang tidur nyenyak di tengah badai besar, melainkan karena rasa tenteram yang kudus dan rasa bergantung sepenuhnya pada Bapa-Nya. Ia tidur untuk menunjukkan bahwa Ia benar-benar dan sungguh-sungguh manusia dan tidak luput dari kelemahan-kelemahan sifat manusia seperti kita, tetapi yang bukan merupakan dosa. Pekerjaan-Nya membuat-Nya lelah dan mengantuk, dan Ia tidak mempunyai kesalahan atau ketakutan di dalam diri-Nya yang bisa mengganggu istirahat-Nya. Orang yang bisa membaringkan kepala mereka di atas bantal dengan hati nurani yang bersih dapat tidur dengan tenteram dan nyenyak di tengah badai (Mzm. 4:9), seperti Petrus (Kis. 12:6). Kristus tidur pada saat ini untuk menguji iman para murid-Nya, apakah mereka masih bisa mempercayai-Nya atau tidak ketika Ia tampak tidak peduli terhadap mereka. Ia tidur bukan terutama supaya tubuhnya bisa segar kembali, melainkan terlebih dengan sengaja supaya Ia dibangunkan.
        . Murid-murid yang malang ini, meskipun sudah terbiasa dengan laut, ketakutan setengah mati, dan dalam ketakutan mereka datang kepada Guru mereka (ay. 25). Ke mana lagi mereka harus pergi? Beruntunglah mereka bahwa Kristus ada di dekat situ. Mereka membangunkan-Nya sambil memohon, "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Perhatikanlah, orang yang mau belajar berdoa harus pergi berlayar ke laut. Kalau bahaya itu dekat dan dirasakan, ia akan menarik orang kepada-Nya, karena Dialah satu-satunya yang dapat memberi mereka pertolongan pada saat mereka membutuhkannya. Di dalam permintaan mereka itu, murid-murid memohon untuk hidup, "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
            (1) Mereka memohon, "Tuhan, tolonglah kami." Mereka percaya Ia dapat menyelamatkan mereka, dan mereka memohon supaya Ia mau melakukannya. Pekerjaan Kristus dengan datang ke dunia ini adalah untuk menyelamatkan, tetapi hanya orang yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan (Kis. 2:21). Orang yang dengan iman ingin memperoleh keselamatan kekal dari Kristus dapat dengan yakin dan rendah hati memohon kepada-Nya untuk mendapatkan keselamatan sementara di dunia ini. Perhatikanlah, mereka memanggil-Nya "Tuhan" dan kemudian memohon, "Tolonglah kami" (KJV: "Selamatkan kami"). Perhatikanlah, Kristus hanya akan menyelamatkan orang-orang yang mau menerima-Nya sebagai Tuhan mereka; karena Ia adalah Penguasa dan Penyelamat.
            (2) Mereka berseru, "Kita binasa," yang mengungkapkan:
                [1] Ketakutan mereka; mereka sudah putus asa dengan masalah mereka ini dan hanya bisa pasrah saja. Dalam hati, mereka sudah menerima hukuman mati, sehingga berseru, "Kami binasa jika Engkau tidak menyelamatkan kami, karena itu kasihanilah kami."
                [2] Seruan perasaan mereka yang paling dalam; mereka berdoa dengan sesungguh-sungguhnya, memohon keselamatan atas nyawa mereka. Seperti inilah juga kita seharusnya berjuang dan bergumul dalam doa. Karena itulah Kristus tidur, supaya Ia bisa membuat kita memohon-mohon seperti ini.
    II. Kuasa dan anugerah Yesus Kristus untuk menolong mereka: lalu Tuhan Yesus terjaga, seperti orang yang disegarkan kembali (Mzm. 78:65). Kristus bisa saja tidur ketika gereja-Nya sedang menghadapi badai, tetapi Ia tidak akan terus membiarkan diri-Nya tertidur. Waktunya, waktu yang ditetapkan untuk menolong gereja-Nya yang sedang mengalami kesusahan pasti akan datang. (Mzm. 102:14).
        . Ia mencela murid-murid-Nya (ay. 26), "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Ia tidak memarahi mereka karena mengganggu tidur-Nya dengan permohonan mereka, tetapi karena mereka mengganggu diri mereka sendiri dengan ketakutan mereka. Kristus menegur mereka terlebih dulu, setelah itu baru menyelamatkan mereka. Ini cara yang dipakai-Nya dalam mempersiapkan hati kita untuk menerima belas kasihan-Nya, dan setelah itu barulah Ia memberikannya kepada kita. Perhatikanlah,
            (1) Rasa tidak suka-Nya terhadap ketakutan mereka; "Mengapa kamu takut?" "Kamu, murid-murid-Ku? Biarlah orang-orang berdosa di Sion merasa takut, biarlah para pelaut kafir gemetar menghadapi badai, tetapi engkau tidak boleh begitu. Tanyakan alasan-alasan kenapa kamu harus takut, dan pikirkanlah itu!"
            (2) Pengetahuan-Nya mengenai penyebab dan sumber ketakutan mereka: "Kamu yang kurang percaya." Banyak orang memiliki iman yang benar namun lemah, dan iman seperti ini bekerja tetapi hanya sedikit saja. Perhatikanlah:
                [1] Murid-murid Kristus cenderung merasa gelisah akibat ketakutan ketika sedang menghadapi badai, mereka selalu menyiksa diri dengan pikiran-pikiran bahwa hal-hal buruk sedang menimpa mereka, dan mereka menjadi semakin tertekan lagi dengan pikiran bahwa keadaannya akan menjadi semakin buruk.
                [2] Sering, ketika kita menghadapi badai kehidupan, maka kita merasa takut yang disebabkan oleh lemahnya iman kita, padahal iman itu merupakan jangkar bagi jiwa kita, yang akan menggerakkan dayung doa kita. Dengan iman kita dapat melihat menembus badai bahwa ada tepi pantai yang tenang di seberang sana, dan ini menggugah semangat kita untuk berharap dan bertahan menghadapi badai ini sampai ke tepi yang tenang.
                [3] Ketakutan murid-murid Kristus dalam badai dan ketidakpercayaan mereka, yang menyebabkan ketakutan itu, sangat tidak menyenangkan hati Tuhan Yesus, karena semuanya ini mencerminkan penghinaan mereka terhadap-Nya dan menimbulkan gangguan bagi diri mereka sendiri.
        . Ia menghardik angin itu; apa yang Ia lakukan terhadap ketakutan murid-murid sebelum ini Ia lakukan sebagai Allah anugerah dan Sang Penguasa hati, yang dapat melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya di dalam diri kita; sedangkan yang sekarang ini Ia lakukan sebagai Allah atas alam, Sang Penguasa atas dunia ini, yang dapat melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya untuk kita. Dan kuasa yang sama inilah yang meredakan deru lautan dan gejolak perasaan takut (Mzm. 65:8). Lihatlah:
            (1) Betapa mudahnya hal ini dilakukan, yaitu hanya dengan sepatah perkataan. Musa memberikan perintah kepada air dengan sebatang tongkat, Yosua dengan tabut perjanjian, Elisa dengan jubah seorang nabi, tetapi Kristus hanya dengan sepatah kata. Lihatlah kuasa-Nya yang mutlak atas segala makhluk, yang menyatakan baik kemuliaan-Nya maupun kebahagiaan orang yang berpihak kepada-Nya.
            (2) Apa yang terjadi setelah Ia menghardik angin? Maka danau itu menjadi teduh sekali, segera dengan tiba-tiba. Biasanya, setelah ada angin ribut, air di danau masih bergoyang-goyang dan butuh beberapa waktu bagi air itu untuk bisa tenang. Akan tetapi, jika Kristus mengucapkan sepatah kata, bukan hanya angin ribut saja yang berhenti, melainkan juga semua yang mengikutinya, yang dibawanya serta turut terjadi. Badai keraguan yang besar dan ketakutan yang mencekam dalam jiwa, di bawah kuasa roh perbudakan, kadang-kadang berakhir dengan keteduhan yang indah, yang diciptakan dan diucapkan oleh Roh yang mengangkat kita menjadi anak-anak Allah.
        . Hal ini membuat mereka takjub (ay. 27). Heranlah orang-orang itu. Mereka sudah lama mengenal laut tetapi selama hidup belum pernah melihat angin ribut tiba-tiba berubah menjadi sangat teduh seperti ini. Semua tanda dan ciri suatu mujizat ada dalam peristiwa ini; hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata mereka. Perhatikanlah:
            (1) Kekaguman mereka akan Kristus; "Orang apakah Dia ini?" Perhatikanlah, Kristus tiada taranya, segala sesuatu yang ada di dalam diri-Nya sungguh mengagumkan, tidak ada yang begitu bijak, begitu berkuasa, dan begitu baik hati seperti Dia.
            (2) Alasan kekaguman murid-murid; "Angin dan danau pun taat kepada-Nya." Atas kejadian ini, Kristus patut dipuja karena Ia mempunyai kuasa bahkan untuk memerintah angin dan danau. Orang lain boleh mengaku-ngaku bahwa mereka bisa menyembuhkan penyakit, tetapi hanya Dia-lah yang benar-benar berkuasa memerintah angin. Datang dan perginya angin saja kita tidak tahu (Yoh. 3:8), apalagi mengendalikannya; tetapi Dia, yang mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaan-Nya (Mzm. 135:7), juga akan mengumpulkannya kembali dalam genggaman-Nya (Ams. 30:4). Ia yang mampu melakukan hal ini mampu melakukan apa saja, Ia mampu membangkitkan rasa aman dan keyakinan kita kepada-Nya saat menghadapi badai yang paling ganas, di dalam maupun di luar diri kita (Yes. 26:4). Tuhan bersemayam di atas air bah, dan lebih hebat daripada suara air besar. Kristus, dengan memerintah lautan, menunjukkan bahwa diri-Nya sendirilah yang merupakan pribadi yang sama yang menciptakan dunia, yang dengan hardik-Nya air melarikan diri (Mzm. 104:7-8), seperti yang terjadi sekarang, yang dengan hardik-Nya air berguguran.




Epistel : 2 Raja-raja 5:8-14
5:8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel." 5:9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. 5:10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir." 5:11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! 5:12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. 5:13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." 5:14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

Penjelasan:


* Kecil bagi dunia, besar di hadapan Allah
Kita sering menganggap remeh orang kecil, seperti pelayan, sopir, TKW, dll. Mereka kita masukkan sebagai bagian yang tidak penting dalam kehidupan. Kita menganggap pekerjaan atau profesi kita jauh lebih utama. Padahal, tanpa mereka banyak pekerjaan 'penting' kita terbengkalai. Bayangkan kantor Anda tanpa pesuruh dan petugas kebersihan. Semua harus Anda kerjakan sendiri, repot bukan?

Nas hari ini menampilkan sejumlah tokoh dari berbagai kalangan. Ada pelayan perempuan Israel yang bekerja pada istri seorang pembesar Aram, Naaman. Walau ditawan di negeri orang serta menjadi pelayan bagi musuh Israel ia tetap memelihara imannya sehingga mampu menjadi alat anugerah bagi Naaman, majikannya (ayat 3). Ada nabi Israel yang Tuhan pakai untuk menyembuhkan Naaman. Elisa tidak membatasi anugerah Allah untuk bangsanya sendiri (ayat 14). Ada pembesar Aram yang menderita kusta. Naaman adalah kesayangan raja Aram sehingga merasa diri penting. Ia menganggap dengan kuasa dan uang segala masalah dapat diselesaikan (ayat 5). Ada raja Israel yang tidak beriman. Raja Yoram panik ketika raja Aram menyuruhnya menyembuhkan Naaman (ayat 7).

Dua tokoh pertama adalah agen-agen Allah untuk menyalurkan anugerah-Nya kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Allah memakai mereka bukan karena status mereka "besar" atau "kecil", tetapi karena mereka bersedia dipakai-Nya. Dua tokoh berikutnya adalah mereka yang menerima belas kasih Allah. Mereka ditolong bukan karena status "besar" atau "kecil" melainkan karena kedaulatan Allah.

Gereja acap kali terjebak memberlakukan ukuran dunia untuk menilai seseorang. Jangan rendah diri bila dunia mengukur Anda orang "kecil". Allah dapat dan mau memakai Anda menjadi saluran berkat untuk orang lain. Yang penting kesediaan diri dibentuk untuk dipakai-Nya.

Label:   Matius 8:23-27 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Minggu, 18 Agust 2019 - IX DOB TRINITATIS - Khotbah: 1 Raja-raja 4:29-34 - Epistel: Roma 11:33-36

PREV:
Minggu, 04 Agust 2019 VII DOB TRINITATIS Khotbah: Habakuk 3:14-19 - Epistel : 1 Tesalonika 4:13-18

Garis Besar Matius






November 10-16 (Week 46) - Ezekiel 46-48; John 16 || Daniel 1-3; Psalm 88; John 17 || Dan 4-6; John 18 || Dan 7-9; Psalm 91; John 19 || Dan 10-12; John 20

Hari ini, 17 November - Galatia 4-6

Hari ini, 17 November - Maz 122:1-7, Yeh 19-20, Ibr 11:20-40, Ams 29:2-3

Hari ini, 17 Nopember - Yohanes 11:45-57, 1 Yohanes 4: 1-6, Ayub 15:17-35, Yehezkiel 42-44

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392





Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402c AMIN

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402b AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 402a AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 401 AMIN, AMIN, YA, BENAR ADANYA

Kamis, 20 Juni 2013
GB 400 AMIN, AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 399 AMIN, HALELUYA!

Selasa, 06 Agustus 2013
GB 398b MARANATHA dan GB lama maranatha - gb 293c pada GB Lama

Senin, 29 Juli 2013
GB 398a MARANATHA & GB lama 293a MARANATHA

Senin, 22 Juli 2013
GB 397 HOSIANA

Senin, 22 Juli 2013
GB 396 HOSIANA, HOSIANA

Kamis, 11 Juli 2013
GB 395 HALELUYA! AMIN

Kamis, 11 Juli 2013
GB 394 HALELUYA, HALELUYA! PUJILAH TUHANMU

Kamis, 11 Juli 2013
GB 393 HALELUYA

Senin, 20 Juli 2015
GB 392b KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Kamis, 18 Juli 2013
GB 392a KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Rabu, 31 Juli 2013
GB 391 TUHAN MENYERTAI KAMU

Rabu, 29 April 2015
GB 389b KARNA ENGKAULAH

Selasa, 23 Juli 2013
GB 389a KARNA ENGKAULAH

Senin, 29 Juli 2013
GB 388 PUJI ALLAH | MULIAKANLAH

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu persembahan sekolah minggu,   index.php?i= 13,   index.php?i= 34,   index.php?i= 34,   habakuk 3 : 1 - 6, minggu 24 Nov 2019,   lirik lagu sering kutanya pada diriku,   cerita sekolah minggu 28 april 2019,   renungan mazmur 39,   Renungan liturgi katholik 1 desember 2019 ,   Renungan liturgi katholik 1 desember 2019,   kalender katolik bulan november 2019,   susunan lagu gpdi untuk ibadah miggu,   keluaran 19 : 1-6,   emmanuel singers mp3 download,   nyanyian untuk misa harian tanggal 18 november 2019,   nyanyian untuk misa harian tanggal 18 november 2019,   penjelasan nats yesaya 65 17 25,   khotbah jermia 33 14 16 gpib,   Yesaya 58 : 6-12 Alkitab,   Yesaya 58 : 6-12 Alkitab,   Yesaya 58 : 6-12 Alkitab,   sabda guna dharma krida 2019,   materi katekisasi gpib,   khotbah nahum 1:1-8,   nahum 1 : 1-8 kotbah,   nahum 1 : 1-8 kotbah,   nahum 1 : 1-8 kotbah,   nahum 1 : 1-8 kotbah,   lagu penutup dalam ibdah,   MP3 lagu rohani bahana nama Tuhan SATB,   lagu persembahan kristen rohani,   jamita minggu pilipi 4 : 10 - 20,   ayat pembacaan alkitab gereja toraja tanggal 17 november 2019,   ayat pembacaan alkitab gereja toraja tanggal 17 november 2019,   ayat pembacaan alkitab gereja toraja tanggal 17 november 2019,   nyanyian lagu kanon,   renungan mazmur 72,   lagu buat persembahan persembahan,   lagu pujian gbi rock,   Khotbah Matius 16 : 13-20 Anugerah Allah Nyata dlm pengakuan Iman,   ppt materi katekisasi manusia dan lingkungan,   lagu pujian syukur,   KHOTBAH YOHANES 3 AYAT 1 SAMPAI 21,   khotbah dari 1 tes 2:19-20,   khotbah dari 1 tes 2:19-20,   jamita pilipi 4:10-20 versi hkbp,   kmm 99:1-2,   santapan rohani kristen Minggu 17 Nov 1019,   download lagu rohani boom boom,   khotbah Nahum 1: 1- 8,   khotbah nahum 1 1 8,   lirik dunia gemar dan soraklah dan joy to the wordl,   khotbah nahum 1:1-8,   khotbah dari maz 83:1-19,   bahasa batak Pilippi 4 : 10 – 20,   lagu rohani untuk persembahan syukur,   Topik jamita Hkbp minggu 17 november 2019 filipi 4 : 10 - 20,   Topik jamita Hkbp minggu 17 november 2019 filipi 4 : 10 - 20,   Topik jamita Hkbp minggu 17 november 2019 filipi 4 : 10 - 20,   Topik jamita Hkbp minggu 17 november 2019 filipi 4 : 10 - 20,   Topik jamita Hkbp minggu 17 november 2019 filipi 4 : 10 - 20,   Topik jamita Hkbp minggu 17 november 2019 pilippi 4 : 10 - 20,   kotbah waspada,   kotbah waspada,   Jamita minggu 17 november 2019. Filipi 4: 10- 20 bahasa batak toba,   Jamita minggu 17 november 2019. Filipi 4: 10- 20 bahasa batak toba,   Jamita HKBP minggu 17 november 2019. Filipi 4: 10- 20 bahasa batak toba,   khotbah kristen 2019,   khotbah 2 tesalonika 3:6-13,   Topik jamita Minggu 17 nopember 2019. Pilippi 4 : 10 - 20.,   nyanyian kidung keesaan,   Topik jamita HKBP Minggu 17 november 2019. Filipi 4 : 10 - 20.,   jamita pilipi 4: 10-20 versi hkbp,   khotbah filipi 4 10-20,   ppt materi katekisasi manusia dan lingkungan,   nyanyian rohani 94 lirik,   nyanyian rohani 94 lirik,   nyanyian rohani 94,   Jadikanku pelangi indah olga victoria ,   contoh liturgi natal untuk kaum wanita,   renungan harian kejadian 6:1-8,   cerita sekolah minggu 16 nov 2019,   Ae khuda meri roshni meri nizat mp3 free download song by Anil kabt,   khotbah mazmur 104 1 9,   kotbah minggu 24november2019,   renungan daniel 11,   lagu rohani kristen pernikahan,   renungan nahum 1 1-8,   Lirik tasbiih al rab,   tata ibadah katolik,   download album gms mp3,   Jadikan pelangi indah olga victoria,   kotbah uem,   kotbah natal matius 7 : 16,   Pemahaman Alkitab 2 Tesalonika 2:1-12,   tata ibadah perjamuan kudus hkbp,   KHOTBAH MAZMUR 89:1-9,   Pemahaman Alkitab 2 Tesalonika 2:1-12,   nkb 37 not dan lagu,   Pemahaman Alkitab 2 Tesalonika 2:1-12,   khotbah tentang malaikat,   yohanes 8:1-19,   tata ibadah GERMITA,   tata ibadah GERMITA,   pujian untuk persembahan syukur,   perayaan liturgi umat katolik bulan november 2019,   Khotbah Lukas Pasal 21:5-19,   tafsiran lukas 21:5-19,   renungan mazmur 55:2-8,   Khlbh masmur 55:2-,   khotbahkis rasul 10 34 36 gpib,   Khlbh masmur 55:2-,   renungan Nahum 1:2-8,   filipi 4:10-20,   filipi 4:10-20,   bacaan sabda bina umat hari ini,   https://www.lagu-gereja.com/index.php?ipage=8940,   Renungan khotbah pengharapan mnrut Mzm 40:5-6,   Renungan khotbah pengharapan mnrut Mzm 40:5-6,   renungan Nahum 1:2-8,   liturgi ibadah penghiburan dan kedukaan,   kotbah uem,   kalender liturgi Desember 2019,   kalender liturgi Desember 2019,   kalender liturgi Desember 2019,   kalender liturgi 2019,   lagu rohani tentang pertobatan,   lagu pengantar bacaan firman tuhan,   Wahyu 22: 12,   unduh daftar bacaan gmit tahun 2019,   renungan minggu uem,   renungan yohanes 12 37-43,   Bacaan kristen tgl 17 nopember 2019,   Contoh renungan untuk ibadah minggu tgl 17 november 2019,   saat teduh tekun berkarya,   kalender gerejawi 2019,   di depan mata yesus,   renungan Luk 21,5-19,   renungan kristen ibrani 13:20-21 dari gmit,   renungan Nahum 1 : 1-8,   tema natal gereja hkbp tahun 2019 1 Yohanes 4:42,   tema natal hkbp tahun 2019 ,   thema natal hkbp 2019,   thema natal hkbp 2019,   dangdut rohani,   khotbah pilipi 4:10-20 17 november 2019,   kotbah markus 2:1-12,   renungan lukas 20: 25,   Penjelsan nats firman ibrani 11:1 utk ank sekolh minggu,   renungan singkat dari masmur 11:1-7,   renungan nahum 1 : 1-8,   khotbah tentang malaikat,   Rngn kol 1:15-20 ,   kalender liturgi 2020,   kotbah kolose1:15-23,   lirik lagu firmanmu pelita kc 140,   Nats khotbah amsal 19:20-29,   kotbah Lukas 21:5-19,   kotbah Lukas 21:5-19,   kalender liturgi 2020,   kalender liturgi 2020,   ayat tentang anugerah dan belas kasihan tuhan,   jamita filipi 4:10-20,   lagu persembahan,   lagu yg cocok buat persembahan,   kotbah Lukas 21:5-19,   lagu lagu ibadah persekutuan,   lirik lagu kolekte hkbp,   TUHAN YESUS sobat yang setia youtube joshep scriven youtube,   lirik lagu bagai rusa yang haus,   lirik lagu bagai rusa yang haus,