Save Page
Minggu, 29 Sept 2019
XV DOB TRINITATIS
Khotbah: Efesus 4:7-16
Epistel: Mazmur 40:7-11
MAMBOHALI KURIA NAMA PANSING

Khotbah: Efesus 4:7-16
4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 4:8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." 4:9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 4:10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. 4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota -- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Penjelasan:

* Ef 4:7 - Kepada kita masing-masing // Telah dianugerahkan kasih karunia // Menurut ukuran
Kepada kita masing-masing. Ini hanya berlaku untuk orang-orang yang percaya kepada-Nya. Telah dianugerahkan kasih karunia. Bukan kasih karunia yang menyelamatkan, melainkan kasih karunia yang dicurahkan sebagai karunia kepada orang-orang percaya - kemurahan Allah yang bukan diberikan karena jasa manusia dan bukan imbalan atas pekerjaan manusia. Menurut ukuran. Ukuran yang tidak bisa diukur.

* Ef 4:8 - Itulah sebabnya // membawa tawanan-tawanan; // Memberikan pemberian-pemberian
Itulah sebabnya. Kutipan diambil dari Mazmur 68:19. Hubungannya kurang jelas. Tetapi dalam kenaikan-Nya Tuhan Yesus dikatakan telah membawa tawanan-tawanan; maksudnya, Dia menawan apa yang menawan kita dan meniadakan kekuasaannya. Memberikan pemberian-pemberian. Di dalam beberapa ayat Alkitab, pemberian disebutkan dalam arti pemberian Tuhan kepada perseorangan, misalnya: I Korintus 12. Di sini yang dimaksudkan adalah orang-orang dengan berbagai kemampuan yang diberikan Tuhan kepada Gereja.

* Ef 4:9 - ke bagian bumi yang paling bawah -
Sang rasul, ketika memberikan tanggapan atas kutipan tersebut, mengemukakan bahwa Tuhan Yesus harus turun dahulu sebelum Dia dapat naik. Beberapa penafsir menganggap ini sebagai mengacu pada kematian-Nya dan pada apa yang disebut turunnya Dia ke dalam dunia orang mati. Namun, tampaknya lebih mungkin bahwa yang dimaksudkan adalah turunnya Dia dari surga. Dia turun ke bagian bumi yang paling bawah - bentuk genitif dari oposisi (bdg. Yoh. 3:13).

* Ef 4:10 - Jauh lebih tinggi daripada semua langit
Jauh lebih tinggi daripada semua langit. Bandingkan Ibrani 4:14.

* Ef 4:11 - Dan Ialah yang memberikan // Rasul-rasul // Nabi-nabi // Pemberita-pemberita Injil // Gembala-gembala dan pengajar-pengajar
Dan Ialah yang memberikan. Berbagai jenis pelayanan yang disebutkan merupakan karunia Kristus bagi Gereja. Rasul-rasul. Ini adalah jabatan khusus pada awal Gereja. Para rasul tidak memiliki pengganti. Mereka memperoleh tugas yang khusus dari Tuhan Yesus (bdg. 2:20). Nabi-nabi. Seorang nabi adalah juru bicara Allah. Di dalam Alkitab istilah ini pada umumnya mengacu kepada seseorang yang kepadanya diberi penyataan langsung yang harus diberitakannya kepada orang lain (bdg. 2:20). Dalam artinya yang paling tepat ini juga merupakan jabatan sementara dalam Gereja sebab sesudah Perjanjian Baru lengkap, secara teknis tidak ada lagi nabi. Pemberita-pemberita Injil. Orang-orang yang menyebarkan berita yang menggembirakan - yaitu mereka yang memberitakan Injil. Gembala-gembala dan pengajar-pengajar. Dua jabatan ini berjalan seiring. Orang-orang yang merupakan gembala bagi sidang juga merupakan pengajar. Seorang gembala sidang sejati hendaknya melaksanakan pelayanannya dengan memberitakan Firman dengan cara menjelaskan.

* Ef 4:12 - Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan

Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan. Karunia-karunia ini dianugerahkan Allah kepada Gereja untuk memperlengkapi orang-orang kudus sehingga dapat melayani. Maksudnya, melayani merupakan tugas semua orang kudus - bukan hanya sekelompok pemimpin saja. Para pemimpin diangkat dengan tugas memperlengkapi orang-orang percaya untuk melaksanakan pelayanan ini. Sebagian besar Gereja masa kini tidak melaksanakan gagasan Perjanjian Baru ini. Sudah merupakan kebiasaan untuk membiarkan gembala sidang melaksanakan seluruh pelayanan. Kadang-kadang gembala itu merasa lebih mudah melakukan sendiri semua pelayanan daripada melatih orang lain untuk melakukannya. Tetapi tugas gembala ialah memperlengkapi pekerja dan di dalam jangka panjang pelayanannya akan makin berhasilguna dengan cara demikian.

* Kesatuan Iman dan Pengetahuan (4:13-16).

Kesatuan orang-orang percaya di dalam Kristus cenderung menghasilkan kesatuan iman dan pengetahuan.

* Ef 4:13 - Kesatan iman // iman // Kedewasaan penuh
Kesatan iman. Yang dimaksudkan dengan iman di sini ialah tubuh yang dikuasai kebenaran. Ketika kita berpegang pada hal ini, kita pada gilirannya dipersatukan dengan yang lain. Kedewasaan penuh. Bukan acuan kepada orang percaya secara individu, melainkan orang percaya secara keseluruhan; yaitu tubuh yang Kepalanya adalah Kristus.

* Ef 4:14 - Sehingga kita bukan lagi anak-anak // Yang diombang-ambingkan // Permainan palsu manusia // permainan

Sehingga kita bukan lagi anak-anak. Secara harfiah, bayi-bayi. Yang diombang-ambingkan. Diterbangkan angin yang di sini tentu saja dipakai sebagai kiasan - angin pengajaran. Permainan palsu manusia. Kata yang diterjemahkan dengan permainan aslinya berarti permainan dadu. Kemudian berubah menjadi berarti suatu permainan licik jenis apa saja, sebab di dalam bermain dadu dipakai berbagai cara untuk menipu. Satu-satunya cara untuk mengetahui yang salah ialah mengenal yang benar; karena itu kita harus mencapai pengenalan akan Anak Allah, mencapai kedewasaan Kristen. Seorang tidak perlu mempelajari setiap lembar uang palsu yang ada. Yang dia perlukan hanya mengenal sungguh-sungguh lembaran uang yang asli.

* Ef 4:15 - Teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih // bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia // Kepala // Kristus

Teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih. Bisa saja orang memegang teguh kebenaran tetapi tidak di dalam kasih. Kita harus bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia. Allah ingin agar kita dewasa atau berkembang sepenuhnya, menjadi orang dewasa. Kita memiliki Kepala yang sempurna sekali, Kristus sendiri.

* Ef 4:16
Perhatikan kesempurnaan tubuh. Betapa hebatnya setiap bagian itu pas satu sama lain! Karena itu tubuh manusia merupakan gambaran yang sangat jitu mengenai tubuh Kristus. Pernah seorang mengatakan bahwa tidak mungkin semua orang menjadi bagian yang lebih penting, sebab semua bagian sangat penting. Semua bagian memiliki peranannya sendiri (bdg. I Kor. 12; Rm. 12).


Epistel: Mazmur 40:7-11
40:7 (#40-#8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; 40:8 (#40-#9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku." 40:9 (#40-#10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN. 40:10 (#40-#11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar. 40:11 (#40-#12) Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!

Penjelasan:

* Ketika sang rasul hendak menunjukkan kepada kita mengenai perbuatan sukarela Sang Penebus, dia tidaklah menuliskan catatannya dari buku hikmat Allah yang tersembunyi, yang bukan menjadi hak kita, melainkan dari hal-hal yang telah diwahyukan. Perhatikanlah:

    I. Betapa tidak cukupnya korban-korban lahiriah dalam menebus dosa dan mendamaikan kita dengan Allah serta memulihkan kebahagiaan kita di dalam Dia: Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian. Engkau tidak menghendaki Sang Penebus mempersembahkan korban seperti itu. Sang Penebus itu harus mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan sebagai korban, tetapi bukan korban-korban sembelihan dan bakaran (Ibr. 8:3). Oleh karena itulah, Dia tidak boleh berasal dari keturunan Harun (Ibr. 7:14). Atau, pada zaman Mesias, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak diwajibkan lagi, sebab semua tata cara lahiriah akan dihapuskan. Tetapi bukan hanya itu saja: bahkan sewaktu hukum Taurat yang mengatur semua itu masih berlaku pun, dapat dikatakan bahwa Allah tidak menginginkan dan menerima semua itu, demi kebaikan mereka sendiri. Korban-korban itu tidaklah mampu memuaskan keadilan Allah sehingga rasa bersalah akibat dosa dapat dihapuskan. Nyawa seekor domba, yang lebih jauh lebih rendah daripada nyawa manusia (Mat. 12:12), tidak dapat dianggap setara, apalagi sebagai sarana yang layak untuk melestarikan kehormatan pemerintahan Allah dan hukum-hukum-Nya, serta untuk memulihkan kehormatan yang telah tercemar oleh dosa manusia itu. Korban-korban itu tidak mampu menenteramkan hati nurani sehingga sengatan dosa dapat dilenyapkan. Juga, mereka tidak menyucikan sifat dosa sehingga kuasa dosa itu dapat dipatahkan. Semua itu mustahil (Ibr. 9:9; 10:1-4). hal yang membuat korban-korban itu berharga adalah karena mereka merujuk kepada Yesus Kristus, yaitu sebagai pelambang bagi Dia. Jadi, korban-korban itu sungguh hanya bayang-bayang saja, dari hal-hal baik yang akan datang, dan juga sebagai ujian atas iman dan ketaatan umat Allah, ketaatan mereka terhadap hukum Taurat dan iman mereka kepada Injil. Akan tetapi, yang asli atau yang sesungguhnya sendiri akan datang, yaitu Kristus, yang akan membawa kemuliaan bagi Allah dan anugerah kepada manusia. Dan kedua tindakan tersebut tidak mungkin dapat dilakukan oleh korban-korban tadi.
    II. Penetapan Tuhan kita Yesus untuk menjalankan pekerjaan dan jabatan sebagai Pengantara: Engkau telah membuka telingaku. Allah Bapa telah mengutus-Nya untuk melakukan hal itu (Yes. 50:5-6), dan kemudian mengharuskan-Nya untuk terus menjalankannya sampai tuntas. Engkau telah menggali telinga-Ku. Kalimat itu sepertinya menunjuk kepada aturan dan kebiasaan dalam mengikat budak-budak untuk melayani seumur hidup dengan cara menusukkan telinga mereka ke tiang pintu (Kel. 21:6). Tuhan kita Yesus begitu menyukai pekerjaan-Nya sampai-sampai Dia tidak ingin melalaikannya, dan karena itulah Ia tabah menjalankannya untuk selama-lamanya. Dan karena itulah, Ia sanggup juga menyelamatkan kita dengan sempurna , sebab Dia telah bertekad untuk melayani Bapa-Nya dengan sempurna, dan Bapa-Nya itu menopang Dia dalam melaksanakan tugas tersebut (Yes. 42:1).
    III. Kerelaan-Nya dalam menjalankan tugas tersebut: "Lalu aku berkata, sungguh, aku datang. Supaya pekerjaan penebusan tidak menjadi gagal karena korban dan persembahan tidaklah mencukupi, maka Aku pun berkata, sungguh, aku datang, untuk memerangi kuasa-kuasa kegelapan, dan untuk memajukan segala kepentingan kemuliaan dan kerajaan Allah." Hal ini menegaskan tiga hal:
        1. Bahwa Dia menawarkan diri untuk menjalankan tugas ini secara sukarela, padahal Dia tidak wajib melakukannya jika saja Ia tidak mau. Tetapi, Dia segera menyambutnya dengan sangat gembira ketika ditawari tugas tersebut, dan sangat disenangkan karenanya. Jika saja Dia tidak benar-benar menerimanya dengan sukarela, maka Dia tidak bisa menjadi jaminan ataupun korban persembahan, sebab oleh karena kehendak-Nya inilah (yang disebut dengan animus offerentis – pemikiran dari si pemberi persembahan) kita telah dikuduskan (Ibr. 10:10).
        2. Bahwa dengan tegas Ia mewajibkan diri-Nya sendiri bagi tugas itu: "Aku datang. Aku berjanji akan datang bila saatnya telah tiba." Dan karena itulah sang rasul berkata, "Pada saat Dia datang ke dunia inilah Dia benar-benar menggenapi janji ini, sebab untuk itu Dia telah berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada Allah." Karena itulah Dia kemudian rela dibelenggu, bukan hanya untuk menunjukkan kasih-Nya yang amat besar, tetapi juga supaya Dia boleh menerima kehormatan dari pekerjaan-Nya itu bahkan sebelum Ia menuntaskannya. Meskipun harganya belum lunas dibayar, utang itu sudah pasti akan dibayar. Jadi, Dialah Anak Domba yang telah disembelih semenjak dunia dijadikan.
        3. Bahwa dengan jujur Dia mengakui keterlibatan-Nya: Dia berkata, Sungguh, Aku datang. Dia terus-menerus mengatakannya kepada orang-orang kudus di sepanjang Perjanjian Lama, yang karena itu mengenal-Nya dengan sebutan ho erchomenos– Dia yang akan datang itu. Firman inilah yang menjadi dasar teguh dari iman dan pengharapan mereka, yang mereka nanti-nantikan dan damba-dambakan kegenapannya.
    IV. Alasan mengapa Dia datang dalam rangka melaksanakan tugas-Nya itu: sebab dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Dia,
        1. Di dalam gulungan kitab yang berisi keputusan dan hikmat atau rencana ilahi. Di sanalah tertulis bahwa telinga-Nya telah dibukakan, dan Dia berkata, Sungguh, Aku datang. Di sanalah tercatat kovenan penebusan, hikmat atau rencana penebusan, hikmat atau rencana pendamaian (manusia dan Allah) antara Bapa dan Anak. Maka, terhadap semua itulah Dia mengarahkan mata-Nya dalam menjalankan perintah yang Ia terima dari Bapa-Nya.
        2. Dalam huruf-huruf yang tercetak di Perjanjian Lama. Musa dan semua nabi memberi kesaksian tentang Dia. Dalam seluruh gulungan buku itu, sesuatu pasti disinggung-singgung mengenai diri-Nya. Dan mata-Nya sendiri pun terarah kepada nubuatan itu, supaya semuanya dapat digenapi (Yoh. 19:28).
    V. Kesenangan yang Dia rasakan dalam melaksanakan tugas-Nya. Setelah menawarkan diri dengan sukarela, Dia tidak menjadi pudar dan tidak patah terkulai, tetapi terus melaksanakan tugas itu dengan kepuasan penuh dalam diri-Nya (ay. 9-10): Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku. Bagi Kristus, makanan dan minuman-Nya adalah meneruskan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada-Nya (Yoh. 4:34). Dan alasannya diungkapkan di sini bahwa, Taurat-Mu ada dalam dadaku. Taurat Allah tertulis dan berkuasa di dada-Nya sana. Maksudnya, itu mengenai hukum yang mengatur pekerjaan dan jabatan sebagai Perantara, yaitu apa yang akan dilakukan dan diderita-Nya. Taurat ini sangat berharga bagi-Nya dan begitu mempengaruhi-Nya di dalam keseluruhan pelaksanaan tugas-Nya itu. Perhatikanlah, ketika Taurat Allah tertulis di dalam hati, maka tugas kita pun akan menjadi kesenangan kita.
    VI. Pemberitaan Injil kepada anak-anak manusia, bahkan dalam jemaah yang besar(ay. 10-11). Sebagaimana sebagai Imam, Dia mengerjakan penebusan bagi kita, maka sebagai Nabi, Dia pun memberitakannya kepada kita, pertama-tama oleh Dia sendiri, kemudian disusul oleh para rasul-Nya, dan masih berlanjut hingga kini melalui firman dan Roh-Nya. Keselamatan yang sebesar itu mula-mula diberitakan oleh Tuhan(Ibr. 2:3). Injil Kristus-lah yang diberitakan ke segala bangsa.
        Perhatikanlah:
        1. Apa yang diberitakan itu: keadilan (ay. 10), keadilan Allah (ay. 11), keadilan kekal yang telah dibawa oleh Kristus (Dan. 9:24, bdk. Rm. 1:16-17). Keadilan itu merupakan kesetiaan Allah terhadap janji-Nya dan keselamatan yang telah dicari-cari sekian lamanya. Keadilan itu merupakan kasih dan kebenaranAllah, rahmat-Nya yang sesuai dengan firman-Nya. Perhatikanlah, di dalam pekerjaan penebusan, kita harus memperhatikan betapa gemilangnya sinar segala sifat ilahi, dan patutlah kita memuji Allah atas setiap sifat-Nya itu.
        2. Kepada siapa hal itu diberitakan: kepada jemaah yang besar(ay. 10) dan lagi (ay. 11). Saat Kristus ada di bumi ini, Dia berkhotbah kepada banyak orang, ribuan orang setiap kalinya. Injil diberitakan baik kepada kaum Yahudi maupun bukan Yahudi, kepada jemaah yang besar dari keduanya. Perkumpulan orang-orang saleh merupakan sebuah lembaga ilahi, dan di dalamnya kemuliaan Allah, melalui wajah Kristus, harus dipuji demi kemuliaan Allah, dan harus diberitakan untuk membangun manusia.
        3. Bagaimana kabar penebusan itu diberitakan: dengan leluasa dan terang-terangan, Tidak kutahan bibirku, tidaklah kusembunyikan, tidak kudiamkan. Hal ini menegaskan bahwa siapa pun yang ditugasi untuk memberitakan Injil Kristus akan terancam godaan untuk menyembunyikan dan mendiamkannya, sebab Injil harus diberitakan di tengah-tengah permusuhan dan pertentangan besar. Akan tetapi Kristus sendiri dan orang-orang yang dipanggil-Nya untuk melakukan tugas itu meneguhkan hati mereka seperti keteguhan gunung batu (Yes. 50:7), dan mereka terus melangsungkan pekerjaan itu dengan cara yang ajaib. Hal itu mendatangkan keuntungan bagi kita, sebab melalui cara-cara tersebut, mata kita dapat melihat terang yang penuh sukacita itu, dan telinga kita dapat mendengar bunyi yang penuh sukacita itu, yang jika tidak begitu, pastilah kita sudah binasa karena tidak mengetahuinya.

Label:   Efesus 4:7-16 




German Christian Songs
Latest Christian Song

NEXT:
Minggu, 06 Okt 2019 - Khotbah : Kisah Para Rasul 20:21-31 Epistel : Pengkhotbah 3:1-14 - XVI DOB TRINITATIS

PREV:
Minggu, 22 Sept 2019 - XIV DOB TRINITATIS - Khotbah: Yosua 24:13-25 - Epistel: Wahyu 20:11-15

Garis Besar Efesus





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 18 Oktober - Matius 5-7

Hari ini, 18 Oktober - Maz 118:11-17, Yer 16-17, 1 Tes 5, Ams 26:25-26

18 Oktober - Yohanes 6:1-15, 1 Petrus 2:18-25, Kidung 3, Yeremia 49

Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Rabu, 16 Oktober 2019
What A Beautiful Name - The Brooklyn Tabernacle Choir

Rabu, 16 Oktober 2019
There Was Jesus - Zach Williams and Dolly Parton

Rabu, 16 Oktober 2019
Worthy is the Lamb - Natashia Midori

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
Revival Anthem - Rend Collective

Rabu, 16 Oktober 2019
The steadfast love of the Lord

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Where You Are - Leeland

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Adore Him - Kari Jobe

Selasa, 15 Oktober 2019
Angels We Have Heard on High - Chris Tomlin

Selasa, 15 Oktober 2019
All Things Are Possible - Hillsong Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Resurrecting - Elevation Collective, The Walls Group

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu untuk penutup ibadah,   lagu liturgi hari minggu tgl 20-oktober-2019,   khotbah tentang hidup ini hanya sementara,   lagu paduan suara rohani kristen mazmur 150,   kalender liturgi 2019,   kalender liturgi 2019,   lagu paduan suara rohani kristen mazmur 150,   khotbah amsal 22:8-12,   liturgi ibadah kedukaan,   zefanya 3 9-20,   contoh kata sambutan kristen,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   album gms baru,   khotbah hari pekan pemuda tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   daftar lagu baru gms,   lagu rohani untuk penutup ibadah,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   khotba filipi 2:1-11,   bacaan injil bulan oktober 2019,   lagu gereja mp3,   download lagu kubri yang terbaik gms,   cache:0Zr0zI7toXoJ:https://www.lagu-gereja.com/index.php?ipage=12104,   Renungan Mazmur 119:32-33,   khotbah zakaria 3:9-20,   lagu gereja pagi,   kalender katolik 2019,   khotbah kisah para rasul 5 ayat 26 sampai 32,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   lagu penutup ibadah,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   khotbah Matius 7 ayat 15 sampai 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   jamita johannes4,21-26,   jamita minggu 20 oktober 2019 sian Johannes 4:21-26,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   perikop yesaya 2:2-5,   Glory haleluya lagu natal alfa trio,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   lagu kantri rohani kidung jemaat mp3,   lagu persembahan,   tata ibadah penghiburan gki di tanah papua,   Ruhanga Ninkuhimbisa,   lagu penutup ibadah,   khotbah Yohanes 4:21-26,   lagu doa syafaat,   Download lagu rohani senada dengan surga,   khotbah minggu 27 Oktober 2019 Amsal 22 : 8 - 22,   khotbah amsal 22 : 8-12,   buku bimbingan pra nikah gmit,   pdf satb cari dahulu kerajaan allah,   khotbah dan penjelasan 1 Korintus 3:10-23,   khotbah dan penjelasannya Roma 16:25-27,   khotbah amsal 22 : 8 - 12,   khotbah amsal 22 : 8 - 12,   khotbah serta penjelasannya kissah para rasul 27:14-25,   lagu lagu gereja,   lagu lagu gereja,   lagu lagu gereja,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah 1 korintus 7 : 1 - 16,   Yohanes 4 : 21-26,   khotbah Yohanes 4:21-26,   Lagu2 gereja tiberias pendeta pariaji,   download lagu el shaddai,   lagu2 gereja tiberias,   imamat 25 : 35,   perikop yesaya 2:2-5,   doa persembahan,   lagu penutup ibadah,   khotbah tetap berpegang pada kebenaran yeremia 31:21-34; 2 timotius 3:14-4:5; lukas 18:1-8,   contoh tata ibadah kgpi,   contoh agenda kgpi,   tema khotbah tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   bacaan liturgi 17 oktober 2019,   download 40 lagu rohani kristen paling menyentuh hati saat teduh full album,   lirik lagu nkb 42,   lirik lagu nkb 42,   chord pelengkap kidung jemaat,   lirik lagu nkb 42,   lagu kristen arab,   renungan gmim mazmur 85,   +firman-Mu plita bagi kakiku in mandarin lyrics,   renungan johanes 10;1-10,   renungan johanes 10;1-10,   renungan johanes 10;1-10,   Lagu persemban yang cocok,   thema - thema natal,   khotbah 2 raja-raja 2:23-25,   download pkj 289,   nyanyian rohani,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   Sabda bina umat 16 oktober 2019 ,   kalender liturgi katolik 2019,   bahan khotbah lukas 17:11-19,   bahan khotbah lukas 17:11-19,   lagu sungguh baik dan indahnya bila saudara semua diam Jalu Tegar Prasetya,   Jamita Johanes 4,21-26.,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   perikop yesaya 2:2-5,   tata ibadah penghiburan kristen protestan,   jamita johanes 4:21-26,   contoh khotbah kenamaan dan kepujian di bumi,   lagu untuk persembahan,   Kotbah lukas 16:19-31,   ringkasan dlm injil yoh 20:21-25,   renungan amsal 3:17-30,   Kunci lagu firman allah jayalah,   Jamita sian Habakuk 3:1-6,   kotbah kisah pararasul 4:32-33,   khotbah 1 tawarikh 16:29,   khotbah 1 tawarikh 16:29,   ayat alkitab tentang persembahan uang,   instrument lagu gereja,   lirik lagu rohani Kristen pemuda GKE,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal dan bersyukur padanya,   kmm 144,   lagu2 ceriah ambon,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal,   mp3 mari kita puji dia yang kekal,   tafsiran kisah para rasul 1:1-5,   bacaan sbu hari ini 16 oktober 2019,   renungan kitab 2 timotius 3 : 14 - 4 : 5,   renungan kitab 2 timotius 3 : 14 - 4 : 5,   renungan rohani kristen pantang mundur,   renungan rohani kristen pantang mundur,   lagu untuk wedding indonesia Kristen,   kidung jemaat no 69,   Tata Ibadah Minggu GPIB, 6 Oktober 2019,   Tata Ibadah Minggu, 6 Oktober GPIB,   pembacaan sabda gereja,   pembacaan sabda gereja,   renungan Roma 1: 18 - 32,   khotbah mazmur 50,   Renungan kristen tentang pemudah di penghotbah,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   kumpulan lagu rohani terbaru 2018 mp3,   Renungan Filipi 3:17-23,   bulan keluarga lukas 18:9-14,   randas pemahaman iman,   nama grup rohani kristen,   Buku ende pentakosta,   lagu persembahan saat ibadah,   lagu ucapan syukur dan penyembahan,   Buku ende pentakosta,   lirik lagu rohani senja di batas hari,   kalender.katolik bln oktober .2019,   kotbah hkbp yesaya 2: 2-5. 2019,   sabda guna dharma hari rabu 16 oktober 2019,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   lirik lagu rohani terbaru gms live 2019,   wielbij ma duszo mocarza i krola wrzechswiata,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   instrument lagu gereja,   khotbah kristen ul 28:1-6,   renungan yeremia 9:23,   lagu rohani persembahan syukur,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   lagu untuk membawa persembahan,   Bacaan injil untuk hari minggu 20 oktober 2019,   khotbah lukas 18:1-8,