Save Page
Minggu, 08 Sept 2019
XII DOB TRINITATIS
Khotbah: Amsal 8:12-21
Epistel: Roma 13:1-7
PAMARENTAH AIMA JUAK-JUAK NI NAIBATA

Khotbah: Amsal 8:12-21
8:12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. 8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat. 8:14 Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan. 8:15 Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan. 8:16 Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi. 8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku. 8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan. 8:19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan. 8:20 Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan, 8:21 supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.

Penjelasan:

* Keuntungan-keuntungan Hikmat (8:12-21)
Hikmat di sini adalah Kristus, yang di dalam Dia tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. Hikmat itu adalah Kristus di dalam firman dan Kristus di dalam hati, bukan hanya Kristus yang dinyatakan kepada kita, melainkan juga Kristus yang dinyatakan di dalam diri kita. Hikmat itu adalah firman Allah, yang mencakup seluruh pewahyuan ilahi. Hikmat itu adalah Allah Sang Firman, yang di dalam Dia segala pewahyuan ilahi berpusat. Hikmat itu adalah jiwa yang dibentuk oleh firman. Hikmat itu adalah Kristus yang dibentuk di dalam jiwa. Hikmat itu adalah agama dalam kemurnian dan kuasanya. Hal-hal yang mulia dibicarakan di sini mengenai pribadi yang ulung ini, perkara yang unggul ini.
    I. Hikmat ilahi mengisi kepala manusia dengan hal-hal yang baik (ay. 12): Aku, Hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan (kjv: tinggal bersama-sama dengan kebijaksanaan – pen.), bukan dengan kebijaksanaan badani (hikmat yang dari atas bertentangan dengan kebijaksanaan itu, 2Kor. 1:12), melainkan dengan kebijaksanaan yang sejati, yang bermanfaat untuk mengatur perilaku baik. Hikmat orang bijaksana yang mengerti jalannya sendiri dan yang dalam semua keadaan merupakan hal terpenting untuk berhasil. Kecerdikan si ular, yang digunakan bukan hanya untuk menjaga diri dari bahaya, melainkan juga untuk membimbing dalam berbuat baik. Hikmat tinggal bersama-sama dengan kebijaksanaan. Sebab, kebijaksanaan adalah buah dari agama dan merupakan perhiasannya. Dan melalui bantuan Kitab Suci, ada lebih banyak temuan yang cerdik, baik untuk memahami dengan benar pemeliharaan-pemeliharaan Allah dan menggagalkan rancangan-rancangan Iblis dengan berhasil maupun untuk berbuat baik pada masa hidup kita. Semua ini tidak pernah ditemukan melalui pengetahuan para filsuf atau ajaran politik para negarawan. Kita dapat menerapkannya kepada Kristus sendiri. Ia tinggal bersama-sama dengan kebijaksanaan, sebab seluruh pekerjaan-Nya adalah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, dan di dalamnya Allah melimpahkan kepada kita segala hikmat dan pengertian. Kristus mendapat pengetahuan tentang temuan yang besar itu, dan temuan itu menuntut harga yang sangat mahal bagi-Nya, yakni keselamatan manusia, melalui korban pemuasan dosa yang dipersembahkan-Nya, sebuah sarana yang mengagumkan. Sementara kita mendapatkan banyak temuan untuk menghancurkan diri kita sendiri, Ia mendapatkan satu temuan untuk memulihkan kita. Perjanjian anugerah diatur dengan begitu baik dalam segala hal sehingga mau tidak mau kita harus menyimpulkan bahwa Dia yang mengaturnya tinggal bersama-sama dengan kebijaksanaan.
    II. Hikmat ilahi mengisi hati manusia dengan hal-hal yang baik (ay. 13). Agama yang benar, yang mengandung rasa takut akan Tuhan, yang merupakan hikmat yang sudah disarankan sebelumnya, mengajar orang,
        1. Untuk membenci semua dosa sebagai sesuatu yang tidak berkenan bagi Allah dan yang merusak jiwa: takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan, tingkah laku yang jahat, membenci dosa sebagai dosa, dan oleh sebab itu membenci segala jalan dusta. Di mana ada rasa hormat terhadap Allah, di situ ada rasa ngeri terhadap dosa, sebagai sesuatu yang jahat, sebagai kejahatan semata-mata.
        2. Secara khusus untuk membenci kesombongan dan hawa nafsu, dua dosa umum dan berbahaya itu. Keangkuhan diri, kesombongan dan kecongkakan, adalah dosa-dosa yang dibenci Kristus, dan dengan demikian harus dibenci oleh semua orang yang memiliki Roh Kristus. Setiap orang membencinya dalam diri orang lain, tetapi kita harus membencinya dalam diri kita sendiri. Mulut penuh tipu muslihat (kjv: mulut yang cenderung membantah – pen.), yang bawaannya marah-marah kepada orang lain, dibenci Allah, karena hal itu sungguh merupakan musuh bagi kedamaian umat manusia, dan oleh sebab itu kita harus membencinya. Biarlah dikatakan orang untuk mendatangkan kehormatan bagi agama bahwa, betapapun dituduh secara tidak adil, agama sama sekali tidak bermaksud membuat orang congkak dan membenci orang lain. Karena itu, tidak ada hal lain lagi yang langsung bertentangan dengan agama selain keangkuhan dan hawa nafsu. Juga, tidak ada hal lain yang lebih diajarkannya kepada kita untuk kita benci selain keangkuhan dan hawa nafsu.
    III. Hikmat ilahi mempunyai pengaruh yang besar terhadap masalah-masalah umum dan tatanan masyarakat yang baik (ay. 14). Kristus, sebagai Allah, memiliki kekuatan dan hikmat. Hikmat dan keperkasaan adalah kepunyaan-Nya. Sebagai Penebus, Dia adalah hikmat Allah dan kekuatan Allah. Bagi semua orang kepunyaan-Nya, Dia dijadikan oleh Allah baik sebagai kekuatan maupun hikmat. Di dalam Dia kekuatan dan hikmat itu tersimpan bagi kita, supaya kita mengetahui dan melakukan kewajiban kita. Dia adalah penasihat ajaib, dan Dia memberikan anugerah yang merupakan satu-satunya kebijaksanaan yang benar itu. Dia sendirilah pengertian itu, dan pada-Nya ada kekuatan bagi semua orang yang menguatkan diri mereka di dalam Dia. Agama yang benar memberi orang nasihat terbaik dalam segala permasalahan yang sulit, dan membantu menerangi jalan mereka. Di mana saja Hikmat ilahi berada, ia memberikan pengertian, ia memiliki kekuatan. Ia akan menjadi apa saja yang kita perlukan, baik dalam pelayanan maupun dalam penderitaan. Apabila firman Allah diam dengan segala kekayaannya, maka ia membuat manusia sempurna dan memperlengkapi dia sepenuhnya untuk setiap perkataan dan perbuatan baik. Adalah para raja, para pembesar, dan para hakim yang paling membutuhkan hikmat dan kekuatan, nasihat dan keberanian dibandingkan orang-orang lain, supaya mereka dapat menggunakan kepercayaan-kepercayaan yang diberikan kepada mereka dengan benar, dan agar mereka dapat menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di bawah tanggung jawab mereka. Dan oleh sebab itu, Hikmat berkata, karena aku para raja memerintah (ay. 15-16), maksudnya,
        1. Pemerintahan sipil adalah ketetapan ilahi, dan orang-orang yang dipercayakan untuk menjalankannya mendapat mandat dari Kristus. Salah satu tugas dari jabatan-Nya sebagai Raja adalah melalui Dia para raja memerintah. Kepada-Nya telah diserahkan segala penghakiman, dan dari Dialah kekuasaan mereka berasal. Mereka memerintah karena Dia, dan oleh karena itu harus memerintah untuk-Nya.
        2. Apa pun kemampuan yang dimiliki oleh para raja atau para pembesar, mereka berutang budi kepada anugerah Kristus untuk itu. Dia memberi mereka roh untuk memerintah, dan mereka tidak mempunyai apa-apa, tidak mempunyai keahlian, tidak mempunyai asas-asas keadilan, selain dari apa yang dikaruniakan-Nya kepada mereka. Keputusan dari Allah ada di bibir raja. Jadi, raja-raja harus menjadi bagi rakyat mereka sebagaimana Ia menjadikan mereka.
        3. Agama amat berperan sebagai penguat dan pendukung pemerintahan sipil. Agama mengajarkan kepada rakyat kewajiban-kewajiban mereka, dan oleh karenanya raja-raja memerintah atas mereka dengan lebih mudah. Agama mengajarkan kepada para raja kewajiban mereka, dan oleh karenanya raja-raja memerintah sebagaimana mestinya. Mereka menetapkan keadilan, apabila mereka memerintah dengan takut akan Allah. Orang-orang yang memerintah dengan baik adalah mereka yang bisa diperintah oleh agama.
    IV. Hikmat ilahi akan membuat semua orang yang menerima dan memeluknya berbahagia, sungguh-sungguh berbahagia.
        1. Mereka akan berbahagia di dalam kasih Kristus. Sebab, Dialah yang berkata, "Aku mengasihi orang yang mengasihi Aku" (ay. 17). Orang-orang yang mengasihi Tuhan Yesus Kristus dengan tulus akan dikasihi-Nya dengan kasih yang khusus dan istimewa: Ia akan mengasihi mereka dan menyatakan diri-Nya kepada mereka.
        2. Mereka akan berbahagia dalam keberhasilan mereka mencari Dia: "Orang yang tekun mencari Aku, yang berusaha mengenal-Ku dan mencari kepentingan di dalam diri-Ku, berarti mencari-Ku sejak dini, maksudnya, mencari-Ku dengan sungguh-sungguh, mencari-Ku terlebih dahulu sebelum mencari-cari yang lain, memulai sejak dini pada masa muda mereka untuk mencari-Ku, mereka akan mendapatkan apa yang mereka cari." Kristus akan menjadi milik mereka, dan mereka akan menjadi milik-Nya. Ia tidak pernah berkata, "carilah dengan sia-sia."
        3. Mereka akan berbahagia dalam kekayaan duniawi, atau dalam suatu hal yang lebih baik secara tak terhingga.
            (1) Mereka akan mendapatkan banyak kekayaan dan kehormatan sebagaimana yang dipandang baik oleh Hikmat Kekal bagi mereka (ay. 18). Kekayaan dan kehormatan ada pada Kristus, maksudnya, Ia memilikinya untuk diberikan, dan cocok tidaknya hal itu diberikan kepada kita haruslah kita serahkan kepada-Nya. Agama kadang-kadang membantu membuat orang menjadi kaya dan besar di dunia ini, memberi mereka nama baik, dan dengan demikian menambah harta kekayaan mereka. Kekayaan-kekayaan yang diberikan Hikmat kepada orang-orang yang dikasihinya mempunyai dua keuntungan sebagai berikut:
                [1] Bahwa itu adalah kekayaan dan keadilan, kekayaan yang didapatkan dengan jujur, bukan dengan penipuan dan penindasan, melainkan dengan cara-cara biasa, dan kekayaan yang digunakan untuk berderma, sebab amal disebut dengan keadilan. Orang-orang yang mendapatkan kekayaan mereka dari berkat Allah atas ketekunan mereka, dan yang mempunyai hati untuk berbuat baik dengannya, mempunyai kekayaan dan keadilan.
                [2] Bahwa oleh karena itu, kekayaan ini adalah harta yang tetap (kjv: kekayaan yang bertahan lama – pen.). Kekayaan yang diperoleh dengan kesombongan akan keberhasilan pribadi akan cepat berkurang, tetapi kekayaan yang diperoleh secara halal akan bisa dipakai dengan baik dan diwariskan kepada anak cucu. Dan apa yang dihabiskan dengan baik dalam perbuatan-perbuatan saleh dan kasih berarti digunakan untuk kepentingan yang terbaik, dan dengan demikian akan tetap bertahan. Sebab teman-teman yang kita dapat dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, ketika kita gagal, akan menerima kita di dalam kemah abadi (Luk. 16:9). Harta itu masih akan ditemukan setelah berhari-hari lamanya, selama hari-hari dalam kehidupan kekal.
            (2) Mereka akan mendapatkan apa yang jauh lebih baik secara tak terhingga, jika mereka tidak memiliki kekayaan dan kehormatan di dunia ini (ay. 19): "Buahku lebih berharga dari pada emas, dan akan menjadi simpanan yang lebih baik, akan lebih bernilai dan lebih sedikit memakan tempat, dan hasilku lebih dari pada perak pilihan, akan lebih mahal harganya." Kita dapat meyakinkan diri kita sendiri bahwa bukan saja hasil-hasil Hikmat pada akhirnya, melainkan juga apa yang diperolehnya untuk sementara waktu, bukan hanya buahnya, melainkan juga hasilnya, adalah lebih berharga daripada yang terbaik yang kita miliki atau yang hilang dari kita di dunia ini.
        4. Mereka akan berbahagia di dalam anugerah Allah sekarang. Anugerah Allah itu akan menjadi pembimbing mereka di jalan yang baik (ay. 20). Inilah buah hikmat yang lebih berharga dari pada emas itu, dari pada emas tua. Ia membimbing kita di jalan kebenaran, menunjukkan kepada kita jalan itu, dan berjalan mendahului kita di dalamnya. Jalan yang diinginkan Allah untuk kita lalui dan yang pasti akan membawa kita kepada tujuan yang kita inginkan. Anugerah Allah itu memimpin di tengah-tengah jalan keadilan, dan menyelamatkan kita sehingga tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan. In medio virtus – Kebajikan terletak di tengah-tengah. Kristus dengan Roh-Nya menuntun orang-orang percaya ke dalam seluruh kebenaran, dan dengan demikian memimpin mereka di jalan kebenaran, sehingga mereka pun hidup menurut Roh .
        5. Mereka akan berbahagia di dalam kemuliaan Allah pada masa yang akan datang (ay. 21). Oleh karena itu, Hikmat berjalan pada jalan kebenaran, bukan hanya agar ia dapat menjaga teman-temannya di jalan kewajiban dan ketaatan, melainkan juga agar ia dapat mewariskan harta kepada mereka dan mengisi penuh perbendaharaan mereka, yang tidak dapat dilakukan dengan harta benda dunia ini, atau dengan apa saja selain Allah dan sorga. Kebahagiaan orang-orang yang mengasihi Allah, dan yang mengabdikan diri mereka untuk melayani-Nya, adalah kebahagiaan yang sesungguh-sungguhnya dan yang memberi kepuasan sejati.
            (1) Kebahagiaan itu adalah kebahagiaan yang hakiki. Itu adalah inti dari kebahagiaan itu sendiri. Itu adalah kebahagiaan yang akan terus ada dengan sendirinya oleh dirinya sendiri, dan berdiri sendiri, tanpa dukungan-dukungan yang bersifat kebetulan, yang datang dari luar untuk menambah kebahagiaannya. Perkara-perkara rohani dan kekal adalah satu-satunya perkara yang nyata dan yang merupakan inti. Sukacita di dalam Allah adalah sukacita yang sesungguh-sungguhnya, kokoh dan mempunyai landasan yang baik. Janji-janji Allah adalah pengikat bagi mereka yang bersukacita di dalam Dia, Kristus adalah jaminan mereka, dan baik janji-janji Allah maupun Kristus sungguh-sungguh yang mereka perlukan. Mereka mewarisi harta. Maksudnya, warisan mereka untuk masa yang akan datang bersifat pokok, yang sungguh-sungguh merupakan harta warisan. Warisan itu adalah kemuliaan yang melebihi segala-galanya. Warisan itu adalah harta (Ibr. 10:34). Segala kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan yang mereka dapatkan sebagai ahli waris. Kebahagiaan itu didasarkan atas kedudukan mereka sebagai anak.
            (2) Kebahagiaan itu memuaskan. Kebahagiaan itu tidak hanya akan mengisi tangan mereka, tetapi juga mengisi penuh perbendaharaan mereka, tidak hanya memelihara mereka, tetapi juga membuat mereka kaya. Hal-hal dari dunia ini dapat mengisi perut manusia (Mzm. 17:14), tetapi tidak perbendaharaan mereka, sebab semua itu pada dirinya sendiri tidak dapat menyimpan barang untuk bertahun-tahun lamanya. Mungkin mereka akan kehilangan semuanya itu pada malam ini juga. Tetapi sekalipun perbendaharaan jiwa begitu luas, masih ada banyak harta di dalam Allah, di dalam Kristus, dan di dalam sorga untuk mengisinya. Dalam janji-janji Hikmat, orang-orang percaya mempunyai barang-barang yang tertimbun, bukan untuk berhari-hari dan bertahun-tahun, tetapi untuk selama-lamanya. Oleh sebab itu, buahnya lebih berharga dari pada emas.


Epistel: Roma 13:1-7
Kepatuhan kepada pemerintah
13:1 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. 13:2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. 13:3 Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. 13:4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. 13:5 Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. 13:6 Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. 13:7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.


Penjelasan:

* Kepatuhan kepada Penegak Hukum Ditekankan (Roma 13:1-6)
Di sini kita diajar bagaimana harus bersikap terhadap para penegak hukum, dan terhadap mereka yang berwenang atas diri kita, yang di sini disebut pemerintah yang di atas. Ungkapan itu menunjukkan kewenangan mereka (mereka adalah pemerintah), dan martabat mereka (mereka adalah pemerintah yang di atas). Termasuk di dalamnya bukan hanya raja sebagai penguasa yang berdaulat, melainkan juga semua penegak hukum yang ada di bawahnya. Akan tetapi, pemerintah di sini tidak dinyatakan dengan orang pribadi yang memegang pemerintahan, melainkan kedudukan dari pemerintahan itu, yang di dalamnya orang-orang pribadi memerintah. Sekalipun orang itu sendiri bisa fasik, dan termasuk di antara orang-orang keji yang dipandang hina warga Sion (Mzm. 15:4), namun kekuasaan sah yang mereka pegang haruslah dipatuhi dan ditaati. Rasul Paulus sudah mengajar kita, dalam pasal sebelumnya, untuk tidak membalas dendam atau membayar kejahatan dengan kejahatan. Akan tetapi, supaya jangan sampai terlihat seolah-olah ini meniadakan penegakan hukum kependudukan (sipil) di antara orang-orang Kristen, ia mengambil kesempatan dari sini untuk menegaskan pentingnya penegakan hukum itu, dan pentingnya pemberian hukuman yang pantas bagi para penjahat, walaupun mungkin itu tampak seperti membalas kejahatan dengan kejahatan. Amatilah,

I. Kewajiban yang diperintahkan: Tiap-tiap orang harus takluk. Tiap-tiap jiwa (KJV) – tiap-tiap orang, yang satu ataupun yang lain, tanpa terkecuali para imam atau pendeta. Tiap-tiap orang. Ini bukan berarti hati nurani kita harus tunduk pada kehendak manusia mana saja. Hak istimewa Allah-lah membuat hukum yang langsung mengikat hati nurani, dan kita harus memberikan kepada Allah apa yang wajib diberikan kepada Allah. Tetapi di situ tersirat bahwa tunduknya kita kepada pemerintah haruslah dilakukan secara bebas dan sukarela, tulus dan sepenuh hati. Dalam pikiran pun janganlah engkau mengutuki raja (Pkh. 10:20). Merancang dan membayangkan berarti memulai pengkhianatan. Tunduknya jiwa yang disyaratkan di sini termasuk hormat di dalam batin (1Ptr. 2:17) dan hormat secara lahiriah, baik dalam berbicara kepada mereka maupun berbicara tentang mereka. Patuh kepada perintah-perintah pemerintah dalam hal-hal yang sesuai dengan hukum dan jujur, dan dalam hal-hal lain tunduk pada hukuman dengan sabar tanpa melawan. Dalam segala sesuatu bersikap sesuai dengan kedudukan dan kewajiban sebagai rakyat, dengan senantiasa sadar akan hubungan dan keadaan, serta tahu diri bahwa kita berada dalam kedudukan yang lebih rendah dan harus tunduk kepada pemerintah. "Mereka adalah pemerintah yang di atas. Terimalah kenyataan bahwa mereka berada di atas, dan tunduklah kepada mereka sebagaimana mestinya." Nah, ada alasan yang baik untuk menekankan kewajiban tunduk kepada para penegak hukum sipil ini,
            1. Oleh karena celaan dunia terhadap agama Kristen, yang menuduhnya sebagai musuh bagi ketenteraman dan ketertiban masyarakat, sebagai bidah yang menjungkirbalikkan dunia, dan para pemeluknya sebagai musuh-musuh Kaisar, terlebih lagi karena para pemimpinnya adalah orang-orang Galilea. Semua ini sebuah fitnah lama. Yerusalam digambarkan sebagai kota durhaka, yang selalu mendatangkan kerugian kepada raja-raja dan daerah-daerah (Ezr. 4:15-16). Yesus Tuhan kita juga dicela seperti itu, walaupun Ia memberi tahu mereka bahwa kerajaan-Nya bukanlah dari dunia ini. Maka tidak heran, jika para pengikut-Nya di sepanjang masa dibebani fitnah-fitnah serupa, disebut sebagai pemecah-belah, penghasut, dan pembuat onar, dan dianggap membawa masalah di tempat mereka berada, sebab musuh-musuh mereka melihat penyebutan-penyebutan seperti itu mereka perlukan untuk membenarkan kegeraman mereka yang biadab terhadap para pengikut Kristus itu. Oleh sebab itu, Rasul Paulus, untuk menghindari celaan ini dan membersihkan nama Kekristenan darinya, menunjukkan bahwa ketaatan kepada para penegak hukum sipil merupakan salah satu hukum Kristus, yang agama-Nya membantu membuat orang menjadi warga negara-warga negara yang baik. Dan sangat tidak adil menuduh Kekristenan sebagai pemecah-belah dan pemberontak sementara asas-asas dan aturan-aturannya begitu langsung bertentangan dengan apa yang dituduhkan itu.
            2. Oleh karena godaan yang dihadapi orang-orang Kristen untuk tidak mematuhi penegak hukum sipil, sebab sebagian dari antara mereka berasal dari orang-orang Yahudi, dan dengan demikian memegang kuat asas bahwa tidak pantas bagi keturunan Abraham mana pun untuk tunduk pada seseorang dari bangsa lain. Mereka menganggap raja mereka haruslah dari antara saudara-saudara mereka sendiri (Ul. 17:15). Di samping itu, Paulus sudah mengajar mereka bahwa mereka tidak berada di bawah hukum Taurat, mereka sudah dibebaskan oleh Kristus. Supaya kebebasan ini tidak berubah menjadi tindakan tidak tahu aturan, dan disalahartikan sebagai memperbolehkan perpecahan dan pemberontakan, Rasul Paulus memerintahkan supaya mereka patuh kepada pemerintah sipil, yang semakin perlu ditekankan lagi karena pada waktu itu para penegak hukum adalah orang-orang kafir dan bukan orang percaya, yang walaupun begitu tetap memiliki kuasa dan wewenang hukum yang sah atas warga negara. Selain itu, pemerintah sipil pada waktu itu adalah pemerintah yang suka menganiaya. Badan hukum menentang mereka.

II. Alasan-alasan untuk menegaskan kewajiban ini. Mengapa kita harus tunduk?
            1. Karena kemurkaan Allah. Karena bahaya yang akan menimpa kita sendiri jika melawan. Para penegak hukum membawa pedang, dan menentang mereka berarti membahayakan semua yang kita kasihi di dunia ini. Sebab, tidak ada gunanya melawan orang yang membawa pedang. Orang-orang Kristen pada masa penganiayaan itu rentan terkena pedang penegak hukum karena iman mereka, dan mereka tidak perlu membuat diri mereka lebih rentan lagi dengan pemberontakan mereka. Sekecil apa pun tanda perlawanan atau pemberontakan pada orang Kristen akan segera dibesar-besarkan dan dimanfaatkan, dan menimbulkan prasangka buruk pada seluruh masyarakat. Oleh sebab itu, dibandingkan dengan orang lain, mereka lebih perlu bertindak saksama dalam kepatuhan mereka, supaya orang-orang yang mempunyai begitu banyak alasan untuk melawan mereka dalam hal Allah mereka, tidak mendapat kesempatan apa pun untuk melakukannya. Karena alasan inilah kita harus tunduk (ay. 2), barangsiapa melawan pemerintah, akan mendatangkan hukuman atas dirinya: krima lēpsontai, mereka akan dimintai pertanggungjawaban untuk itu. Allah akan mengadakan perhitungan dengan mereka untuk itu, karena perlawanan itu memberikan cela kepada-Nya. Para penegak hukum akan mengadakan perhitungan dengan mereka untuk itu. Mereka akan berhadapan dengan cambuk hukum, dan akan mendapati pemerintah yang di atas terlalu tinggi untuk diinjak-injak, sebab sudah sewajarnya semua pemerintah sipil bersikap ketat dan keras terhadap pengkhianatan dan pemberontakan. Demikianlah dikatakan selanjutnya (ay. 3), pemerintah membuat takut. Alasan ini baik, tetapi bisa dipandang rendah oleh orang Kristen.
            2. Kita harus tunduk bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. Bukan formidine poenae – karena takut hukuman, melainkan terlebih virtutis amore – karena cinta kebajikan.Pekerjaan-pekerjaan biasa seperti mengabdi pada masyarakat menjadi berkenan kepada Allah, apabila itu dilakukan karena suara hati, dengan mata yang tertuju pada Allah, pada pemeliharaan-Nya yang menempatkan kita dalam hubungan pekerjaan seperti itu, dan pada aturan-Nya yang membuat kita wajib tunduk dalam hubungan pekerjaan itu. Jadi, hal yang sama bisa dilakukan atas dasar asas yang sangat berbeda. Nah, supaya kita tunduk karena suara hati, Paulus mengajukan alasan (ay. 1-4, 6),

(1) Berdasarkan pendirian penegakan hukum: Tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah. Allah sebagai Penguasa dan Pemimpin dunia sudah menetapkan pendirian penegakan hukum, maka semua pemerintah berasal dari-Nya. Dan dengan pemeliharaan-Nya Ia sudah menyerahkan kepada tangan-tangan tertentu untuk mengurusnya, siapa pun mereka yang memilikinya. Karena Dia para raja memerintah (Ams. 8:15). Merampas kekuasaan dan menyalahgunakannya tidak berasal dari Allah, sebab Dia bukanlah Pencipta dosa, tetapi kekuasaan itu sendirilah yang menciptakan dosa. Sama seperti kekuatan alamiah kita, walaupun sering disalahgunakan dan dijadikan alat dosa, berasal dari kuasa Allah yang mencipta, demikian pula kekuasaan pemerintah sipil berasal dari kuasa Allah yang memerintah. Penguasa-penguasa yang berbuat paling tidak adil dan paling menindas di dunia ini tidak mempunyai kuasa apa pun jika kuasa itu tidak diberikan kepada mereka dari atas (Yoh. 19:11), sebab pemeliharaan ilahi secara khusus mengawasi perubahan-perubahan dan perombakan-perombakan yang terjadi di dalam pemerintahan, yang berdampak besar atas negara, kerajaan, dan rakyat banyak secara orang perorangan ataupun kelompok-kelompok kecil. Atau, mungkin yang dimaksudkan adalah pemerintah secara umum: contoh dari hikmat, kuasa, dan kebaikan Allah dalam mengatur umat manusia adalah bahwa Ia mencondongkan mereka untuk menciptakan suatu tatanan, sehingga mereka dapat membedakan mana yang memimpin dan mana yang dipimpin, dan tidak membiarkan mereka seperti ikan-ikan di laut, di mana yang besar melahap yang kecil. Dalam hal ini Ia mempertimbangkan kebaikan makhluk-makhluk-Nya. Pemerintah-pemerintah yang ada. Apa pun bentuk dan cara tertentu dari pemerintahan itu, apakah itu itu monarki (kekuasaan di tangan satu orang – pen.), aristokrasi (kekuasaan di tangan segelintir orang – pen.), atau demokrasi (kekuasaan di tangan rakyat – pen.), dan di mana pun kuasa memerintah terdapat, pemerintah merupakan ketetapan Allah, dan harus diterima dan dipatuhi sebagai ketetapan Allah. Meskipun merupakan lembaga manusia secara langsung (1Ptr. 2:13), namun pemerintah berasal dari ketetapan Allah. Ditetapkan oleh Allah – tetagmenai. Kata ini diambil dari bidang ketentaraan, yang bukan saja berarti ditetapkannya para penegak hukum, melainkan juga tunduknya para penegak hukum yang lebih rendah kepada mahkamah agung, seperti dalam tentara. Sebab di antara para penegak hukum, ada berbagai macam karunia, kepercayaan, dan pelayanan. Karena itulah selanjutnya dikatakan (ay. 2) bahwa barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah. Ada hal-hal lain yang datang dari Allah sebagai malapetaka-malapetaka terbesar. Tetapi penegakan hukum datang dari Allah sebagai ketetapan, maksudnya, hukum agung, dan itu berkat besar. Jadi, para pengikut Belial, yang tidak mau menanggung kuk pemerintah, akan didapati melanggar hukum dan meremehkan berkat. Itulah sebabnya para hakim disebut allah (Mzm. 82:6), karena mereka memikul gambar kewenangan Allah, dan orang-orang yang meremehkan kuasa mereka berarti mencela Allah sendiri. Ini sama sekali tidak berlaku bagi hak-hak khusus para raja dan kerajaan, dan hal-hal tertentu dari undang-undang dasar mereka. Tidak pula suatu pedoman tertentu bisa ditarik dari sini untuk dijadikan pola perjanjian asali antara pemerintah dan yang diperintah. Sebaliknya, ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi orang perorangan dalam kemampuan pribadi masing-masing, untuk berperilaku tenang dan damai di tempat di mana Allah sudah menempatkan mereka. Ini bisa mereka lakukan dengan cara mengindahkan secara sepantasnya pemerintah-pemerintah sipil yang sudah ditetapkan Allah atas mereka dalam pemeliharaan-Nya (1Tim. 2:1-2). Para penegak hukum di sini berulang kali disebut sebagai hamba-hamba Allah. Ia adalah hamba Allah, pelayan Allah (ay. 4, 6). Para penegak hukum adalah hamba-hamba Allah secara lebih khusus. Martabat yang mereka miliki menuntut kewajiban. Meskipun mereka itu tuan-tuan bagi kita, mereka adalah hamba-hamba Allah juga. Mereka mempunyai pekerjaan untuk dilakukan bagi Dia, dan bertanggung jawab kepada-Nya. Dalam menjalankan keadilan masyarakat, menyelesaikan pertikaian, melindungi orang yang tidak bersalah, membenarkan orang yang secara tidak adil disalahkan, menghukum yang melanggar, dan menjaga ketenteraman serta tata tertib negara, supaya setiap orang tidak melakukan apa yang benar di matanya sendiri, dalam semua hal inilah para penegak hukum bertindak sebagai hamba-hamba Allah. Sebagaimana membunuh seorang penegak hukum yang lebih rendah, sewaktu sedang melaksanakan kewajibannya, dipandang sebagai pengkhianatan terhadap raja, demikian pula penegak hukum mana saja yang menolak melaksanakan kewajibannya berarti menolak ketetapan Allah.

 (2) Berdasarkan maksud dari penegakan terhadap hukum: Jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada peme rintah, hanya jika ia berbuat jahat, dst. Penegakan hukum dimaksudkan untuk menjadi,

[1] Kengerian bagi perbuatan-perbuatan jahat dan para pembuat kejahatan. Para penegak hukum menyandang pedang, bukan hanya pedang perang, melainkan juga pedang keadilan. Mereka adalah ahli waris alat pengekang, untuk mempermalukan para pelanggar hukum. Di Lais tidak ada orang seperti itu (Hak. 18:7, KJV). Begitulah kuasa dosa dan kerusakan, sampai-sampai banyak orang tidak mau dikendalikan untuk tidak melakukan kejahatan-kejahatan dahsyat, dan dari apa yang paling merusak masyarakat, dengan mengindahkan hukum Allah dan hukum alam atau murka yang akan datang. Sebaliknya, mereka hanya bisa dikendalikan dengan ketakutan terhadap hukuman-hukuman jasmaniah, yang diperlukan karena kekerasan hati dan kefasikan umat manusia yang sudah merosot. Karena itulah hukum yang disertai dengan hukuman bagi orang durhaka dan orang lalim (1Tim. 1:9) tampak harus ditetapkan di negara-negara Kristen. Ini sesuai, dan tidak bertentangan, dengan Injil. Apabila manusia sudah menjadi binatang seperti itu, binatang yang rakus seperti itu, satu terhadap yang lain, maka mereka harus diperlakukan seperti binatang juga, ditangkap dan dibinasakan in terrorem – untuk membuat orang lain takut. Begitu pulalah mengapa kuda dan keledai harus dikendalikan dengan kekang. Dalam pekerjaan ini penegak hukum adalah hamba Allah (ay. 4). Ia bertindak sebagai utusan Allah, yang empunya pembalasan. Dan oleh sebab itu, ia harus berhati-hati untuk tidak mencampuradukkan kebencian-kebencian pribadinya sendiri ke dalam penghakiman-penghakimannya. Untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Penghakiman-penghakiman oleh para penegak hukum yang teramat waspada dan setia ini secara samar-samar mirip dengan penghakiman hari pembalasan dan membuka jalan baginya. Namun penghakiman seperti itu kalah jauh dibandingkan dengan penghakiman Allah. Penghakiman-penghakiman mereka hanya menjangkau perbuatan jahat, dapat membalaskan murka hanya pada orang yang berbuat jahat. Tetapi penghakiman Allah menjangkau sampai ke dalam pikiran yang jahat, dan mengetahui maksud-maksud hati. Tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Tidak sia-sia Allah memberikan kuasa yang begitu rupa ke tangan para penegak hukum. Tetapi kuasa itu dimaksudkan untuk mengendalikan dan menenangkan kekacauan. Dan oleh sebab itu, "Jika engkau berbuat jahat, lalu itu diketahui dan ditindak oleh penegak hukum sipil, takutlah, sebab mata pemerintah sipil cepat melihat dan tangannya terjulur ke mana-mana." Sungguh baik jika hukuman bagi para penjahat diterapkan sebagai ketetapan Allah, yang didirikan dan ditunjuk oleh-Nya. Pertama, sebagai Allah yang kudus, yang membenci dosa. Untuk melawan dosa itulah masyarakat bersaksi ketika dosa menampakkan diri dan meninggikan kepalanya. Kedua, sebagai Raja segala bangsa, dan Allah kedamaian dan ketertiban. Dengan hukum, bangsa-bangsa, kedamaian, dan ketertiban itu dijaga. Ketiga, sebagai Pelindung kebaikan, yang melalui hukum orang perorangan, keluarga mereka, harta mereka, dan nama mereka dipagari. Keempat, sebagai Allah yang tidak menginginkan kebinasaan kekal orang-orang berdosa, tetapi dengan menghukum sebagian orang, itu akan membuat takut sebagian yang lain, dan dengan demikian mencegah kefasikan serupa, supaya orang lain bisa mendengar dan takut, dan tidak lagi berbuat lancang. Bahkan, hukuman itu diniatkan sebagai kebaikan bagi orang-orang yang dihukum, supaya dengan hancurnya daging, roh dapat diselamatkan pada hari Tuhan Yesus.

[2] Pujian kepada orang-orang yang berbuat baik. Orang yang tetap menjalankan kewajiban mereka akan dipuji dan dilindungi oleh pemerintah sipil, bagi kehormatan dan penghiburan mereka. "Perbuatlah apa yang baik (ay. 3), maka kamu tidak usah takut kepada pemerintah, yang, walaupun mengerikan, tidak mengusik siapa-siapa selain orang yang oleh karena dosa mereka sendiri menjadi tidak disukai oleh pemerintah. Api hanya membakar apa yang bisa terbakar. Bahkan, kamu akan mendapat pujian darinya." Inilah maksud penegakan hukum, dan karena itu, demi suara hati kita, kita harus tunduk padanya, sebab ketetapan itu dirancang demi kebaikan bersama, yang harus lebih diutamakan daripada semua kepentingan pribadi. Tetapi sangat disayangkan bahwa maksud yang begitu penuh rahmat ini sempat diserongkan, dan mereka yang menyandang pedang, sementara membiarkan dan mendukung dosa, malah menjadi kengerian bagi orang yang berbuat baik. Tetapi demikianlah yang terjadi apabila orang-orang yang paling busuk ditinggikan (Mzm. 12:2, 9, KJV). Sekalipun begitu, berkat dan keuntungan dari perlindungan umum, dan wajah pemerintahan serta tata tertib adalah sedemikian rupa sehingga sudah menjadi kewajiban kita dalam hal ini untuk lebih mau dihukum karena berbuat baik, dan menanggungnya dengan sabar, daripada berusaha menuntut balas dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar dan tidak taat aturan. Tidak pernah penguasa yang berdaulat menyerongkan tujuan-tujuan pemerintahan seperti yang dilakukan Kaisar Nero. Namun kepada dia Paulus meminta naik banding, dan di bawah dia Paulus mendapat perlindungan dari hukum dan para hakim lebih dari satu kali. Lebih baik pemerintah yang buruk daripada tidak ada sama sekali.

(3) Supaya kita tunduk karena suara hati, Paulus mengajukan alasan berdasarkan kepentingan kita di dalam pemerintah: "Pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Kamu mendapat keuntungan dan manfaat dari pemerintah, dan oleh sebab itu kamu harus melakukan apa yang bisa untuk menjaganya, dan jangan berbuat apa-apa yang mengganggunya." Perlindungan menumbuhkan kesetiaan. Jika kita mendapat perlindungan dari pemerintah, maka kita berutang budi untuk patuh padanya. Dengan meninggikan pemerintah, kita menjagai pagar kita sendiri. Kepatuhan ini juga disetujui dengan pajak yang kita bayar (ay. 6): "Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak, sebagai kesaksian dari kepatuhan kamu, dan pengakuan bahwa menurut suara hati, kamu berpikir pajak itu pantas dibayarkan. Dengan membayar pajak, kamu menyumbangkan bagian kamu untuk mendukung penguasa. Karena itu, jika kamu tidak patuh, kamu hanya meruntuhkan dengan satu tangan apa yang kamu junjung dengan tangan lain. Dan itukah yang dinamakan suara hati?" "Dengan membayar pajak, kamu tidak hanya mengakui kewenangan penegak hukum, tetapi juga berkat dari pihak yang berwenang itu kepada dirimu sendiri. Perasaan diberkati ini kamu nyatakan dengan membayar pajak, sebagai balasan kepada pe merintah atas jerih payah mereka dalam memerintah. Sebab kehormatan adalah beban. Dan, jika pemerintah melakukan apa yang seharusnya, maka mereka akan tetap mengurus hal itu. Sebab mengurus masyarakat cukup memakan semua pikiran dan waktu orang. Jadi, dengan mempertimbangkan lelahnya pemerintah dalam mengurus masyarakat, kita membayar pajak, dan harus tunduk." Bayarlah pajak, phorous seleite. Paulus tidak berkata, "Berikanlah itu sebagai amal," sebaliknya, "Bayarlah itu sebagai utang yang wajar, atau pinjamkanlah itu untuk dibayar kembali dalam bentuk berkat-berkat dan segala manfaat dari pemerintah, yang darinya kamu menuai banyak keuntungan." Inilah ajaran yang diajarkan Rasul Paulus. Dan sudah sepatutnya semua orang Kristen mempelajari dan menerapkannya, supaya orang saleh di negeri bisa didapati sebagai orang yang hidup tenteram dan damai di negeri (dan biarkan saja orang lain bila mereka tidak mau berlaku demikian).


* Tentang keadilan (ay. 7): Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar, terutama kepada para penegak hukum, sebab ini merujuk pada apa yang dikatakan sebelumnya. Begitu pula, bayarlah kepada semua orang yang harus kita perlakukan demikian. Berlaku adil berarti memberikan kepada semua orang apa yang pantas mereka terima, memberi kepada setiap orang apa yang menjadi miliknya sendiri. Apa yang kita miliki, itu untuk kita jaga. Orang lain mempunyai kepentingan di dalamnya, dan harus menerima apa yang pantas mereka terima. "Pertama-tama, berilah kepada Allah apa yang berhak diterima-Nya, lalu kepada dirimu sendiri, kepada keluargamu, kepada saudara-saudaramu, kepada negara, kepada jemaat, kepada orang miskin, kepada orang-orang yang berjual beli denganmu, yang bertukar barang, dst. Berilah kepada semua orang apa yang berhak mereka terima. Dan berilah dengan rela dan senang hati, jangan menunda-nunda sampai kamu dipaksa oleh hukum untuk melakukannya." Paulus secara khusus menyebutkan,

    1. Pajak yang sepantasnya dibayarkan: Pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai. Sebagian besar negara di mana Injil pertama-tama diberitakan pada waktu itu tunduk pada kuk Romawi, dan dijadikan wilayah-wilayah kekaisaran Romawi. Paulus menulis surat ini kepada orang-orang Romawi, yang, karena kaya, maka diperas oleh bermacam-macam pajak dan pungutan. Paulus di sini mendesak mereka untuk membayar semuanya itu dengan adil dan jujur. Sebagian orang membedakan antara pajak dan cukai, dengan memahami pajak sebagai apa yang harus selalu dibayarkan, dan cukai sebagai apa yang hanya kadang-kadang dituntut. Kedua-duanya harus selalu dan dengan sadar dibayarkan, apabila itu dituntut secara sah. Tuhan kita dilahirkan ketika ibu-Nya pergi untuk membayar pajak, dan Ia sendiri memberi perintah untuk membayar pajak kepada Kaisar. Banyak orang, yang dalam hal lain tampak adil, tidak melakukan kewajiban ini dengan kesadaran hati nurani. Sebaliknya, mereka mengabaikannya dengan alasan yang keliru dan tidak bisa diterima, bahwa berbuat curang kepada raja itu bukan dosa. Ini secara langsung bertentangan dengan pedoman Paulus, pajak kepada orang yang berhak menerima pajak.
    2. Hormat yang sepantasnya diberikan: Rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat. Ini merangkum kewajiban yang dituntut dari kita bukan hanya kepada para penegak hukum, melainkan juga kepada semua atasan, orangtua, majikan, dan semua yang berada di atas kita di dalam Tuhan, sesuai dengan perintah kelima: Hormatilah ayahmu dan ibumu. Bandingkan dengan Imamat 19:3, setiap orang di antara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya, bukan segan karena takut, melainkan segan karena kasih, hormat, dan taat. Apabila tidak ada rasa hormat ini di dalam hati kita kepada atasan, maka tidak ada kewajiban lain yang akan dilaksanakan dengan benar.

* Supaya Tunduk pada Kuasa Pemerintah 13:1-7
Dalam pasal 12:14-21 kita membaca bahwa sikap kasih yang utama adalah tidak membela diri dengan membalas kejahatan dengan kejahatan, karena dia yang mengasihi seperti itu adalah orang yang pikirannya dibaharui oleh Roh Allah. Sebagai warga Aiwn/Aion Baru yang mempunyai iman yang kokoh, dia yakin bahwa dia mempunyai Pembela yang akan membalas, sehingga dia selalu menanggapi kejahatan dengan kebaikan. Walaupun kelihatannya dia kalah, tetapi sebenarnya dia menang. Dia "mengalahkan kejahatan dengan kebaikan."

Ternyata sikap iman tersebut menjadi dasar pasal 13:1-7, karena dalam bagian ini kita diperintahkan untuk tunduk kepada pemerintah. Ini tidak menjadi masalah, kecuali ada pemerintah yang jahat, seperti pada zaman Rasul Paulus, di mana katanya kaisar sangat jahat. Tetapi walaupun pemerintah jahat, tetapi warga Aiwn/Aion Baru yang mempunyai iman yang kokoh selalu menanggapi kejahatan dengan kebaikan. Dengan kata lain, pasal 13:1-7 merupakan penerapan khusus dari apa yang diuraikan secara umum dalam pasal 12:14-21.

Label:   Amsal 8:12-21 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Minggu, 15 Sept 2019 - XIII DOB TRINITATIS - Khotbah: Lukas 14:7-11 - Epistel: Yesaya 57:14-21

PREV:
Minggu, 01 Sept 2019 - XI DOB TRINITATIS - Khotbah: Yohanes 6:43-54 - Epistel: Yeremia 31:31-34

Garis Besar Amsal





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 24 September - Ezra 3:1-7; Mazmur 107,111

Hari ini, 24 September - Maz 107:13-19, Yes 34-35, Gal 1, Ams 25:5-6


Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song





Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 22 September 2019
Great Jehovah - Travis Greene

Minggu, 22 September 2019
On My Own - Ashes Remain

Minggu, 22 September 2019
God's Not Dead - Newsboys

Minggu, 22 September 2019
Gone - Elevation Worship

Sabtu, 21 September 2019
Burdens - Jamie Kimmett

Jumat, 20 September 2019
We're A Winner - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Vaya (Go With Love) - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Truimph - Phillip Bailey

Kamis, 19 September 2019
Oh Jesus! - Mercy Chinwo

Kamis, 19 September 2019
Quiet Time (2): 1 Hour Soaking Worship Songs (Kim Walker, Hillsong, Israel Houghton)

Kamis, 19 September 2019
Free - Hillsong

Kamis, 19 September 2019
Hear My Song, Lord - Gaither Vocal Band

Kamis, 19 September 2019
Give God the Glory - Marcus Jordan

Kamis, 19 September 2019
Beautiful - Jonas Rayme

Kamis, 19 September 2019
Yes, I Know - Gaither Vocal Band

Minggu, 15 September 2019
Forever Faithful (Love Song for Jesus) - Lifebreakthrough

Minggu, 15 September 2019
Glory To The King - Hillsong

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah pslmn 40:7-11,   TAFSIRAN 1 KORINTUS 3:18-23,   tata ibadah penutupan peti GBI,   kotbah 1petrus 3:17-22,   kotbah maleakhi 1: 6-14,   jamita Pesalmen 40; 7-11,   mazmur 40:7-11 memberitakan kasih tuhan,   nama komunitas rohani,   jaamita epistel pesalmen 40:7-11. topik paturetureon angka nabadia,   minggu 29 september 2019 epistel,   kumpulan lagu rohani mawar sharon mp3 download,   slide ibadah minggu gereja hkbp,   sgdk gpib september 2019,   epistel minggu 29-09-2019,   sermon evangelium epistel mazmur 40:7-11,   sermon evangelium epistel mazmur 40:7-11,   mazmur 146 ayat 5,   kothbah mazmur 40:7-11,   sgdk gpib september 2019,   lagu penutup ibadah kristen,   renungan 1 tesalonika 3 12,   Rngn maz 113:1-9,   Khotbah 1tesalonika3,   nats pembimbing persembahan,   Rngn maz 113:1-8,   Masmur 145:8,   Jamita efesus4;7-16,   khotbah minggu Efesus 4: 7-16,   khotbah minggu Efesus 4: 7-16,   yang idlkukan oleh sadrakh, mesakh dan abednego utnuk menjaga kesucian ibadah,   renungan roma 1 18-32,   tafsiran Roma pasal 1 ayat 18,   kotbah dari lukas 8:19-21,   renungan Filemon 1:15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau,   Maksud renungan di Mazmur 33:4,   lagu rohani anak sekolah minggu donload,   LAGU PENGAKUAN DOSA POP ROHANI KRISTEN,   lagu nyanyian rohani,   lagu nyanyian rohani,   khotbah bilangan 28 16 31,   chord dan lirik lagu pkj 14,   chord dan lirik lagu pkj 14,   chord dan lirik lagu pkj 14,   khotbah minggu 29 september 2019,   2 korintus 9:7-8,   Bacaan sbu oktober 2019,   Tata Ibadah HUT Organisasi Wanita (Kristen),   apa beda diaken dan penatua,   renungan amos 8 : 4-8,   jamita psalmen 40 7-11,   lagu rohani saat malam hari,   tafsiran Yesaya 65:17-25,   nama group gereja,   lagu gereja katolik penutup,   lirik lagu gereja mari bersyukur,   lirik lagu Tuhanku berkatmu limpah bagai hujan yang deras,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   rohani barat,   gpib zebulon batam september 2019,   lagu rohani mp3 free download,   nyaniyan rohani 132,   kotbah hari minggu ke 25 september 22, 2019,   Misa hari minggu biasa ke 25, september 22, 2019,   nyanyian suara gembira 21,   Doa sebelum ngambil khobat,    maz 40:7-11 renungan harian menanggapi karya pnenyelamatan Allah,   kidung muda mudi 87,   khotbah pelita hidup,   Khotbah Mazmur 40:7-11,   Khotbah Psalm 40:7-11,   ringkasan khotbah mazmur 40 7 11,   ringkasan kotbah mazmur 40 7 11,   KHOTBAH MENGADAKAN PENDAMAIAN,   sgdk oktober 2019,   renungan amos 8 ayat 4 - 8,   nyanyian suara gembira 21,   not angka gita bakti no 45 Dan lyrik,   not angka gita bakti no 45,   mars gerakan pemuda,   nyaniyan rohani 132,   tema mazmur 40:7-11,   sabda bina umat 22 september 2019 ,   jamita partangiangan 29 september 2019 mazmur 40:7-11,   kmm 33,   bahan kotbah mazmur 40:7-11 sabda.com,   Jamita psalmen 40:7-11,   khotbah yosua 24 13-25,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   renungan harian katolik tanggal 22 september 2019,   kotbah 1 tesalonoka 3:6-8,   tafsiran mazmur 40:7-11,   Renungan harian bacaan dan mazmur minggu 22 September 2019,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   jamita minggu efesus 4:7-16,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   ayat Alkitab persembahan untuk anak anak,   renungan harian katolik 22 september 2019,   renungan harian katolik 22 september 2019,   lagu rohani easy worship,   lagu penutup ibadah,   lagu rohani pdt erastus sabdono,   Kesimpulan dari dosa , anugerah , pertobatan , pengampunan dan hidup baru,   lagu rohani untuk persembahan,   kidung ceria bilasangkakala,   not lagu nyanyian kidung baru 201,   tafsiran Yosua 24:13-25,   Bahan khotbah Josua 24:13-25,   sabda bina teruna septembr 2019,   inti korbah JOSUA 24:13-25,   jamita josua 24:13-25,   download MP3 lagu lagu di lagu sion acapella,   yosua 23 13-25,   renungan yesaya 27:1-5,   Khotbah 1tesalonika3,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   khotbah yosua 24:13-25,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   chord dipintumu ku datang dan,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   Ilustrasi kotbah josua,   renungan harian hkbp 2019 mazmur 40:7-11,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   Ilustrasi kotbah josua,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   renungan matius 5:21-26,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   khotbah lukas 16:10-18,   nyanyian rohani 136,   kmm 1 notasi,   jamita na marhata batak Josua 24:13-25,   lagu persembahan pastekosta lama,   1 petrus 3 : 8-12,   Injil Renungan Minggu 22 September 2019,   khotbah yosua 24:13-25,   1 petrus 3 : 8-12,   bina anak gmim bln september,   renungan gpib hari ini september,   khotbah yosua 24:13-25,   bahan renungan alkitab 1 yohanes pasal 1 ayat 1 sampai 6,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   khotbah dari gal 4:18÷20,   nyanyian masmur minggu 22 september 2019,   kidung muda mudi 87,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   tafsiran amos 8:4-6,   download kidung keesaan gratis,   bahan khotbah ester 4:1-17,   kidung kaesaan,   khotbah yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kidubg kaesaan 6,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   lagu sesudah pembacaan alkitab,   download lg soraklah alleluya katolik,   khotbah lukas 16: 10-18,