Save Page
Yesaya  5:25-30    
Bangsa asing sebagai alat murka TUHAN
5:25 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap umat-Nya, diacungkan-Nya tangan-Nya terhadap mereka dan dipukul-Nya mereka; gunung-gunung akan gemetar, dan mayat-mayat mereka akan seperti kotoran di tengah jalan. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung. 5:26 Ia akan melambaikan panji-panji kepada bangsa yang dari jauh, dan akan bersuit memanggil mereka dari ujung bumi; sesungguhnya mereka akan datang dengan segera, dengan cepat! 5:27 Tiada yang lelah dan tiada yang tersandung di antaranya; mereka tidak terlelap dan tidak tertidur, tidak terlepas ikat pinggangnya dan tali kasutnya tidak terputus; 5:28 anak panahnya ditajamkan, dan segala busurnya dilentur; kuku kudanya keras seperti batu api dan roda keretanya seperti puting beliung. 5:29 Aumnya seperti singa betina, mereka mengaum seperti singa muda; mereka meraung dan menangkap mangsanya, membawanya lari dan tidak ada yang melepaskan. 5:30 Pada hari itu mereka akan diliputi oleh suara seperti suara laut menderu. Jika orang memandang ke bumi, sesungguhnya, ada gelap yang menyesakkan, dan terang menjadi gelap oleh awan-awan!


Penjelasan:

* Penghakiman-penghakiman yang digambarkan, yang akan didatangkan kepada mereka karena dosa-dosa ini. Janganlah orang-orang yang hidup demikian fasik berharap akan hidup tenang, sebab Allah yang benar akan mengadakan pembalasan (ay. 24-30). Di sini kita dapat mengamati,

    1. Betapa menyeluruhnya kehancuran ini, dan betapa kehancuran itu dengan semestinya dan tanpa bisa dicegah akan mengikuti dosa-dosa mereka. Allah telah mengumpamakan bangsa ini sebagai pokok anggur (ay. 7), yang terpancang kuat, dan diharapkan akan bertumbuh dan berbuah. Tetapi anugerah Allah kepadanya diterima dengan sia-sia, dan kemudian akarnya menjadi busuk, karena kering dari bawah, dan sudah tentu bunganya akan tertiup angin seperti debu, seperti sesuatu yang ringan dan tak berharga (Ayb. 18:16). Dosa melemahkan kekuatan, akar, dari sebuah bangsa, sehingga mereka akan tercerabut dengan mudah. Dosa mengotori keindahan, bunga, dari sebuah bangsa, dan merampas harapan-harapan untuk berbuah. Dosa ketidaksuburan dihukum dengan tulah ketidaksuburan. Orang-orang berdosa menjadikan diri mereka seperti jerami dan rumput kering, bahan yang mudah terbakar, bahan bakar yang sesuai untuk api murka Allah, yang tentu saja akan memakan dan menghanguskan mereka, seperti lidah api memakan jerami, dan tidak ada yang bisa menghalanginya, atau yang berusaha untuk menghalanginya. Rumput kering dihanguskan, tanpa ada yang menolong dan mengasihani.
    2. Betapa sudah wajar kehancuran itu didatangkan. Oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam, dan tidak mau Dia menjadi Raja atas mereka. Dan, sama seperti hukum Musa ditolak dan dicampakkan, demikian pula firman Yang Mahakudus, Allah Israel melalui hamba-hamba-Nya para nabi, untuk mengingatkan mereka akan pengajaran-Nya dan memanggil mereka untuk taat, dinista dan diabaikan. Allah tidak menolak manusia atas setiap pelanggaran terhadap hukum dan firman-Nya. Tetapi, apabila firman-Nya dinista dan hukum-Nya dicampakkan, apa yang bisa mereka nantikan selain bahwa Allah akan sepenuhnya meninggalkan mereka?
    3. Dari mana kehancuran ini akan datang (ay. 25): Kehancuran itu datang dari Yang Mahakuasa.
        (1) Keadilan Allah menetapkannya. Sebab itu adalah murka TUHAN yang bangkit terhadap umat-Nya, pembenaran yang sudah semestinya Dia berikan terhadap kehormatan dari kekudusan dan kewenangan-Nya.
        (2) Kuasa Allah mewujudkannya: Diacungkan-Nya tangan-Nya terhadap mereka. Tangan yang sudah berkali-kali teracung bagi mereka untuk melawan musuh-musuh mereka, kini teracung melawan mereka sendiri dengan sepenuhnya dan sekuat tenaga. Dan siapakah yang mengenal kekuatan murka-Nya? Entah mereka merasakannya atau tidak, Allahlah yang telah memukul mereka, yang telah menghanguskan kebun anggur mereka dan membuatnya layu.
    4. Akibat-akibat dari kehancuran ini dan keberlanjutannya. Ketika Allah datang dengan murka terhadap sebuah bangsa, bukit-bukit gemetar, ketakutan mencekam bahkan para pembesar mereka, yang kuat dan duduk di tempat tinggi. Bumi bergetar di bawah dan segera tenggelam. Hal ini terasa mengerikan (apa yang lebih mengerikan daripada gempa bumi?). Dan demikian pula halnya, pemandangan apa yang lebih menakutkan daripada mayat-mayat manusia yang dikoyak-koyak oleh anjing-anjing, atau dibuang seperti kotoran (demikian dalam tafsiran yang agak luas) di tengah jalan? Hal ini menyiratkan bahwa banyak sekali orang akan terbunuh, bukan hanya para prajurit di medan perang, melainkan juga para penduduk di kota akan ditebas oleh pedang dengan darah dingin, dan bahwa orang-orang yang selamat tidak akan dapat mengulurkan tangan atau tidak berani untuk menguburkan mereka. Hal ini sangat mengerikan, namun demikianlah hukuman yang pantas untuk dosa sehingga sekalipun semuanya ini terjadi, murka Allah belum surut. Api itu akan membakar selama masih tersisa jerami dan rumput kering sebagai bahan bakarnya. Dan tangan-Nya, yang Dia acungkan melawan umat-Nya untuk memukul mereka, masih teracung, karena mereka tidak menahannya melalui doa, atau tidak menyerahkan diri padanya melalui pembaruan diri.
    5. Alat-alat yang akan dipakai untuk mendatangkan kehancuran atas mereka ini: kehancuran itu akan didatangkan melalui serangan-serangan musuh asing, yang akan meruntuhkan semuanya. Tidak ada musuh yang disebutkan secara khusus, dan karena itu kita harus menganggapnya sebagai nubuat tentang sejumlah penghakiman semacam ini yang didatangkan Allah atas bangsa Yahudi, yaitu serangan Sanherib segera sesudah itu, dan penghancuran Yerusalem pertama-tama oleh bangsa Kasdim dan pada akhirnya oleh bangsa Romawi. Dan saya berpendapat bahwa hal itu juga harus dipandang sebagai ancaman tentang kehancuran serupa pada negeri-negeri yang menampung dan membiarkan dosa-dosa yang disebutkan dalam ayat-ayat sebelumnya. Ini merupakan uraian dari semua malapetaka itu. Ketika Allah merancangkan kehancuran sebuah bangsa yang menyulut murka-Nya,
        (1) Ia dapat mengirim berbagai pasukan dari tempat-tempat yang sangat jauh sebagai alat-alat yang akan dipakai untuk mewujudkannya. Ia dapat membangkitkan pasukan-pasukan dari jauh, dan memanggil mereka dari ujung bumi untuk melayani-Nya (ay. 26). Orang-orang yang tidak mengenal-Nya dipakai untuk menggenapi putusan kehendak-Nya. Dan karena jauhnya jarak, mereka sama sekali tidak dapat dianggap mempunyai tujuan-tujuan sendiri yang ingin mereka penuhi. Jika Allah mengangkat panji-panji-Nya, Ia dapat mencondongkan hati manusia untuk berbaris di bawahnya, meskipun mungkin mereka tidak tahu mengapa atau untuk apa. Apabila Tuhan semesta alam berkenan mengerahkan pasukan-pasukan yang siap diperintah-Nya, maka dalam sekejap Ia mempunyai tentara yang besar (Yl. 2:2, 11). Ia tidak perlu membunyikan sangkakala, atau memukul genderang, untuk memberi tahu mereka atau menggerakkan mereka. Tidak, Ia hanya perlu berbisik kepada mereka, atau lebih tepatnya bersuit memanggil mereka, dan itu sudah cukup. Mereka akan mendengarnya, dan itu akan memberikan keberanian kepada mereka. Perhatikanlah, Allah memiliki semua makhluk yang siap sedia melayani-Nya.
        (2) Ia dapat membuat mereka datang untuk melayani dengan luar biasa cepat: Sesungguhnya mereka akan datang dengan segera, dengan cepat! Perhatikanlah,
            [1] Orang-orang yang mau melakukan pekerjaan Allah tidak boleh berkeluyuran ke sana kemari, tidak boleh berlambat-lambat, dan mereka tidak akan berbuat demikian apabila waktu-Nya sudah tiba.
            [2] Orang-orang yang menantang penghakiman-penghakiman Allah akan dibuat malu atas kekurangajaran mereka setelah semuanya terlambat. Mereka berkata dengan mencemooh (ay. 19), baiklah Allah lekas-lekas dan cepat-cepat melakukan tindakan-Nya, dan mereka akan mendapati, dengan rasa ngeri dan terkejut, bahwa Ia akan melakukannya. Dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu.
        (3) Ia dapat membuat mereka terus maju menjalankan pelayanan mereka dengan kegigihan yang menakjubkan. Hal ini digambarkan di sini dalam ungkapan-ungkapan yang sangat elok dan luhur (ay. 27-30).
            [1] Meskipun mereka berbaris maju dalam waktu yang sangat lama, namun tiada yang lelah di antaranya. Begitu inginnya mereka untuk ikut serta, sampai lupa dengan kelelahan mereka, dan tidak akan mengeluhkannya.
            [2] Meskipun jalannya kasar, dan mungkin mereka malu melakukan cara-cara yang biasa ditempuh dalam berperang, namun tak seorang pun dari antara mereka akan tersandung. Sebaliknya, semua kesukaran yang menghadang di jalan mereka akan diatasi dengan mudah.
            [3] Meskipun mereka terpaksa harus terus berjaga-jaga, namun mereka tidak terlelap dan tidak tertidur, begitu berniatnya mereka untuk mengerjakan pekerjaan mereka, dengan harapan akan memperoleh jarahan kota bagi jerih payah mereka.
            [4] Mereka tidak akan berkeinginan untuk istirahat dan duduk-duduk. Mereka tidak akan menanggalkan pakaian mereka, atau melepas ikat pinggang mereka, tetapi akan selalu memasang ikat pinggang dan pedang mereka di sisi mereka.
            [5] Mereka tidak akan menemui halangan sedikit pun yang akan menghambat perjalanan mereka atau mengharuskan mereka untuk berhenti. Satu pun tali kasut mereka tidak terputus, sehingga mereka harus berhenti untuk memperbaikinya, seperti dalam Yosua 9:13.
            [6] Semua persenjataan dan peluru mereka akan dipersiapkan, dan dalam keadaan yang baik. Anak panah mereka ditajamkan, supaya tertancap dalam, dan segala busur mereka dilentur, tak satu pun yang tak bisa direntangkan, sebab mereka berharap akan segera bertindak.
            [7] Semua kuda dan kereta perang mereka akan dibuat layak untuk dipakai. Kuda-kuda mereka begitu kuat, begitu tahan banting, sehingga kuku kudanya keras seperti batu api, sama sekali tidak bisa hancur, atau menjadi lembek, karena perjalanan jauh. Dan roda-roda kereta mereka tidak rusak, atau remuk, atau tidak bisa diperbaiki, tetapi cepat seperti puting beliung, berputar dengan begitu kuat pada jeriji-jerijinya.
            [8] Semua prajurit akan berani dan tidak takut (ay. 29): Aum mereka, atau teriakan mereka, sebelum pertempuran dimulai, akan seperti singa betina, yang dengan aumnya menyemangati dirinya sendiri, dan membuat gemetar semua yang ada di sekelilingnya. Orang-orang yang tidak mau mendengar suara Allah yang berbicara kepada mereka melalui nabi-nabi-Nya, tetapi menyumbat telinga mereka terhadap pesona nabi-nabi itu, akan dibuat mendengar suara musuh-musuh mereka yang mengaum terhadap mereka, dan mereka tidak akan mampu menutup telinga terhadapnya. Mereka akan mengaum seperti suara laut menderu di dalam badai. Suara itu mengaum dan mengancam akan menelan, seperti singa mengaum dan mengancam akan mengoyak-ngoyakkan korbannya.
            [9] Tak akan ada sedikit pun harapan untuk mendapat kebebasan atau pertolongan. Musuh akan datang seperti banjir, dan tak seorang pun akan menaikkan panji-panji untuk melawannya. Musuh akan merebut mangsanya, dan tidak akan ada yang membebaskannya, tidak akan ada yang mampu membebaskannya, bahkan, tidak akan ada yang bahkan berani coba-coba membebaskannya, tetapi akan menyerahkannya dan mengaku kalah. Ke arah mana pun orang-orang yang kesusahan itu melihat, segala sesuatunya tampak suram. Sebab, jika Allah mengerutkan kening kepada kita, bagaimana makhluk ciptaan bisa tersenyum? Pertama, lihatlah ke sekeliling bumi, ke negeri, ke negeri yang dulu merupakan negeri terang dan kegirangan seluruh bumi itu, sesungguhnya ada gelap yang menyesakkan, semuanya menakutkan, semuanya menyedihkan, tiada secercah harapan. Kedua, lihatlah ke langit, dan di sana terang menjadi gelap, padahal di sanalah orang berharap akan mendapat terang. Jika terang di langit menjadi gelap, betapa gelapnya kegelapan itu! Jika Allah menyembunyikan wajah-Nya, tidak heran bila langit menyembunyikan wajahnya dan tampak suram (Ayb. 34:29). Berhikmatlah kita jika kita menjaga segala sesuatu antara kita dan sorga tetap bersih, dengan menjaga kemurnian hati nurani, supaya kita mendapat terang dari atas sekalipun awan-awan dan kegelapan ada di sekeliling kita.


Label:   Yesaya 5:25-30 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
tbah Gereja Toraja Rabu, 21 Agustus 2019 - Yesaya 27: 1-5

PREV:
Khotbah Gereja Toraja Senin, 19 Agustus 2019 - Mazmur 74:12-17

Garis Besar Yesaya





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 24 September - Ezra 3:1-7; Mazmur 107,111

Hari ini, 24 September - Maz 107:13-19, Yes 34-35, Gal 1, Ams 25:5-6


Arsip Khotbah Gereja Toraja 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song





Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 22 September 2019
Great Jehovah - Travis Greene

Minggu, 22 September 2019
On My Own - Ashes Remain

Minggu, 22 September 2019
God's Not Dead - Newsboys

Minggu, 22 September 2019
Gone - Elevation Worship

Sabtu, 21 September 2019
Burdens - Jamie Kimmett

Jumat, 20 September 2019
We're A Winner - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Vaya (Go With Love) - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Truimph - Phillip Bailey

Kamis, 19 September 2019
Oh Jesus! - Mercy Chinwo

Kamis, 19 September 2019
Quiet Time (2): 1 Hour Soaking Worship Songs (Kim Walker, Hillsong, Israel Houghton)

Kamis, 19 September 2019
Free - Hillsong

Kamis, 19 September 2019
Hear My Song, Lord - Gaither Vocal Band

Kamis, 19 September 2019
Give God the Glory - Marcus Jordan

Kamis, 19 September 2019
Beautiful - Jonas Rayme

Kamis, 19 September 2019
Yes, I Know - Gaither Vocal Band

Minggu, 15 September 2019
Forever Faithful (Love Song for Jesus) - Lifebreakthrough

Minggu, 15 September 2019
Glory To The King - Hillsong

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah pslmn 40:7-11,   TAFSIRAN 1 KORINTUS 3:18-23,   tata ibadah penutupan peti GBI,   kotbah 1petrus 3:17-22,   kotbah maleakhi 1: 6-14,   jamita Pesalmen 40; 7-11,   mazmur 40:7-11 memberitakan kasih tuhan,   nama komunitas rohani,   jaamita epistel pesalmen 40:7-11. topik paturetureon angka nabadia,   minggu 29 september 2019 epistel,   kumpulan lagu rohani mawar sharon mp3 download,   slide ibadah minggu gereja hkbp,   sgdk gpib september 2019,   epistel minggu 29-09-2019,   sermon evangelium epistel mazmur 40:7-11,   sermon evangelium epistel mazmur 40:7-11,   mazmur 146 ayat 5,   kothbah mazmur 40:7-11,   sgdk gpib september 2019,   lagu penutup ibadah kristen,   renungan 1 tesalonika 3 12,   Rngn maz 113:1-9,   Khotbah 1tesalonika3,   nats pembimbing persembahan,   Rngn maz 113:1-8,   Masmur 145:8,   Jamita efesus4;7-16,   khotbah minggu Efesus 4: 7-16,   khotbah minggu Efesus 4: 7-16,   yang idlkukan oleh sadrakh, mesakh dan abednego utnuk menjaga kesucian ibadah,   renungan roma 1 18-32,   tafsiran Roma pasal 1 ayat 18,   kotbah dari lukas 8:19-21,   renungan Filemon 1:15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau,   Maksud renungan di Mazmur 33:4,   lagu rohani anak sekolah minggu donload,   LAGU PENGAKUAN DOSA POP ROHANI KRISTEN,   lagu nyanyian rohani,   lagu nyanyian rohani,   khotbah bilangan 28 16 31,   chord dan lirik lagu pkj 14,   chord dan lirik lagu pkj 14,   chord dan lirik lagu pkj 14,   khotbah minggu 29 september 2019,   2 korintus 9:7-8,   Bacaan sbu oktober 2019,   Tata Ibadah HUT Organisasi Wanita (Kristen),   apa beda diaken dan penatua,   renungan amos 8 : 4-8,   jamita psalmen 40 7-11,   lagu rohani saat malam hari,   tafsiran Yesaya 65:17-25,   nama group gereja,   lagu gereja katolik penutup,   lirik lagu gereja mari bersyukur,   lirik lagu Tuhanku berkatmu limpah bagai hujan yang deras,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   rohani barat,   gpib zebulon batam september 2019,   lagu rohani mp3 free download,   nyaniyan rohani 132,   kotbah hari minggu ke 25 september 22, 2019,   Misa hari minggu biasa ke 25, september 22, 2019,   nyanyian suara gembira 21,   Doa sebelum ngambil khobat,    maz 40:7-11 renungan harian menanggapi karya pnenyelamatan Allah,   kidung muda mudi 87,   khotbah pelita hidup,   Khotbah Mazmur 40:7-11,   Khotbah Psalm 40:7-11,   ringkasan khotbah mazmur 40 7 11,   ringkasan kotbah mazmur 40 7 11,   KHOTBAH MENGADAKAN PENDAMAIAN,   sgdk oktober 2019,   renungan amos 8 ayat 4 - 8,   nyanyian suara gembira 21,   not angka gita bakti no 45 Dan lyrik,   not angka gita bakti no 45,   mars gerakan pemuda,   nyaniyan rohani 132,   tema mazmur 40:7-11,   sabda bina umat 22 september 2019 ,   jamita partangiangan 29 september 2019 mazmur 40:7-11,   kmm 33,   bahan kotbah mazmur 40:7-11 sabda.com,   Jamita psalmen 40:7-11,   khotbah yosua 24 13-25,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   renungan harian katolik tanggal 22 september 2019,   kotbah 1 tesalonoka 3:6-8,   tafsiran mazmur 40:7-11,   Renungan harian bacaan dan mazmur minggu 22 September 2019,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   jamita minggu efesus 4:7-16,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   ayat Alkitab persembahan untuk anak anak,   renungan harian katolik 22 september 2019,   renungan harian katolik 22 september 2019,   lagu rohani easy worship,   lagu penutup ibadah,   lagu rohani pdt erastus sabdono,   Kesimpulan dari dosa , anugerah , pertobatan , pengampunan dan hidup baru,   lagu rohani untuk persembahan,   kidung ceria bilasangkakala,   not lagu nyanyian kidung baru 201,   tafsiran Yosua 24:13-25,   Bahan khotbah Josua 24:13-25,   sabda bina teruna septembr 2019,   inti korbah JOSUA 24:13-25,   jamita josua 24:13-25,   download MP3 lagu lagu di lagu sion acapella,   yosua 23 13-25,   renungan yesaya 27:1-5,   Khotbah 1tesalonika3,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   khotbah yosua 24:13-25,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   chord dipintumu ku datang dan,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   Ilustrasi kotbah josua,   renungan harian hkbp 2019 mazmur 40:7-11,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   Ilustrasi kotbah josua,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   renungan matius 5:21-26,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   khotbah lukas 16:10-18,   nyanyian rohani 136,   kmm 1 notasi,   jamita na marhata batak Josua 24:13-25,   lagu persembahan pastekosta lama,   1 petrus 3 : 8-12,   Injil Renungan Minggu 22 September 2019,   khotbah yosua 24:13-25,   1 petrus 3 : 8-12,   bina anak gmim bln september,   renungan gpib hari ini september,   khotbah yosua 24:13-25,   bahan renungan alkitab 1 yohanes pasal 1 ayat 1 sampai 6,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   khotbah dari gal 4:18÷20,   nyanyian masmur minggu 22 september 2019,   kidung muda mudi 87,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   tafsiran amos 8:4-6,   download kidung keesaan gratis,   bahan khotbah ester 4:1-17,   kidung kaesaan,   khotbah yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kidubg kaesaan 6,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   lagu sesudah pembacaan alkitab,   download lg soraklah alleluya katolik,   khotbah lukas 16: 10-18,