Save Page
Minggu, 1 September 2019
Hari Minggu Kitab Suci Nasional
Sir. 3:17-18,20,28-29; Mzm. 68:4-5ac,6-7ab,10-11; Ibr. 12:18-19,22-24a;
Lukas 14:1,7-14
BcO 2 Raj 14:1-27
warna liturgi Hijau

Lukas 14:1,7-14
Lagi penyembuhan pada hari Sabat
14:1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.

Tempat yang paling utama dan yang paling rendah
14:7 Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 14:8 "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, 14:9 supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. 14:10 Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. 14:11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Siapa yang harus diundang
14:12 Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. 14:13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14:14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Penjelasan:

* Luk 14:1 - Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ // Semua yang hadir mengamat-amati Dia
Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ (bdg. 11:37). Semua yang hadir mengamat-amati Dia. Orang-orang Farisi mengamat-amati (Yunani: paretērounto) Yesus dengan cermat (bdg. 6:7) dengan tujuan menjebak Dia jika mungkin.

* Kerendahan Hati Dipuji (14:7-14)

    Yesus Tuhan kita di sini memberikan contoh bagaimana kita dapat bercakap-cakap tentang hal yang bermanfaat dan membangun pada saat kita sedang makan bersama teman-teman kita. Ketika Ia hanya makan bersama para murid-Nya, yang merupakan keluarga-Nya sendiri, percakapan-Nya dengan mereka terlihat sangat baik dan berguna untuk membangun. Namun bukan hanya itu saja, ketika Ia bersama orang-orang asing, malah bersama musuh-musuh yang sedang mengamat-amati-Nya, Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk menegur kesalahan mereka yang dilihat-Nya, dan memberikan pengajaran kepada mereka. Meskipun orang fasik ada di hadapan-Nya, Ia tidak menahan diri untuk berbuat baik (seperti Daud, Mzm. 39:2-3), sebab kendati dipancing-pancing, hati-Nya tidak menjadi panas dan jiwa-Nya tidak terhasut. Kita bukan saja harus melarang percakapan yang tidak baik pada waktu makan, seperti orang fasik yang suka mengolok-olok dalam perjamuan makan, tetapi juga harus berbuat lebih daripada sekadar memperbincangkan hal-hal yang biasa-biasa saja. Kita harus memakai kebaikan Allah dalam menyediakan makanan kepada kita sebagai kesempatan untuk mengatakan hal-hal yang baik tentang-Nya. Kita harus belajar untuk memberi arti rohani pada kejadian-kejadian biasa yang kita alami. Dengan demikian, bibir orang benar memberi makan banyak orang. Sekalipun Yesus Tuhan kita Yesus Tuhan kita sedang berada di antara orang-orang terhormat, tanpa pandang bulu:

    I. Ia memanfaatkan kesempatan ini untuk menegur para tamu yang berusaha duduk di tempat-tempat kehormatan, dan dengan ini Ia pun mengajar kita tentang kerendahan hati.
        . Ia mengamati bagaimana para ahli Taurat dan orang Farisi ini berusaha mendapat tempat-tempat yang paling utama, di bagian kepala meja (ay. 7). Sebelumnya Ia menegur orang-orang seperti ini secara umum (11:43). Namun di sini Ia mengarahkan teguran-Nya kepada orang-orang tertentu, sebab Kristus akan memberi setiap orang sesuai dengan bagiannya. Ia melihat bagaimana mereka berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan. Setiap orang, pada waktu memasuki ruangan, berusaha sedapat mungkin untuk duduk di dekat tempat kehormatan. Perhatikanlah, bahkan dalam perbuatan-perbuatan biasa Kristus mengamati kita, dan Dia menilai apa yang kita lakukan, bukan hanya dalam pertemuan-pertemuan ibadah, melainkan juga pada waktu di meja makan, dan Ia memberikan penilaian-Nya tentang itu semua.
        . Ia mengamati bagaimana orang-orang yang berlaku seperti itu sering kali memamer-mamerkan diri mereka sendiri, namun kemudian mereka justru mendapat malu. Sementara orang-orang yang rendah hati, yang duduk di tempat-tempat paling rendah, sering kali pada akhirnya malah mendapat kehormatan karenanya.
            (1) Orang-orang yang pada waktu datang langsung duduk di tempat yang paling utama mungkin saja nanti direndahkan, dan dipaksa untuk turun dan memberikan tempatnya kepada orang yang lebih terhormat (ay. 8-9). Perhatikanlah, dengan melihat betapa banyaknya orang yang lebih terhormat daripada kita, bukan hanya dalam kedudukan duniawi, melainkan juga dalam kebaikan dan keberhasilan pribadi, maka ini haruslah menjadi teguran bagi kita untuk tidak memandang diri kita terlalu tinggi. Jadi, bukannya merasa sombong melihat betapa banyak orang yang memberikan tempat duduk mereka kepada kita, kita seharusnya merasa rendah hati melihat betapa banyak orang yang harus kita beri tempat duduk. Tuan rumah yang mengadakan perjamuan akan mengatur tamu-tamunya, dan ia tidak akan membiarkan orang-orang yang lebih terhormat tidak duduk di tempat yang layak, dan karena itu ia tidak akan segan-segan menyuruh orang yang merampas tempat itu untuk duduk di tempat yang lebih rendah. Berilah tempat ini kepada orang itu, dan dengan demikian orang yang menganggap dirinya lebih penting daripada yang sebenarnya akan mendapat malu di hadapan semua orang. Perhatikanlah, kesombongan membawa aib, dan pada akhirnya mendatangkan kejatuhan.
            (2) Orang-orang yang pada waktu datang langsung duduk di tempat yang paling rendah, dan merasa puas dengannya, kemungkinan akan diberi tempat yang lebih baik (ay. 10): "Pergilah, dan duduklah di tempat yang paling rendah, anggap saja bahwa temanmu yang mengundangmu mempunyai tamu-tamu yang berkedudukan lebih tinggi daripadamu. Tetapi mungkin saja tidak demikian, maka setelah itu temanmu akan berkata kepadamu, Sahabat, silakan duduk di depan. Tuan rumah akan berbuat adil kepadamu dengan tidak membiarkanmu duduk di tempat yang paling rendah, sebab kamu sudah begitu rendah hati dengan mau duduk di sana." Perhatikanlah, untuk naik ke tempat yang lebih tinggi, kita harus memulai dari tempat yang paling rendah, dan ini membuat kita dipandang baik oleh orang-orang di sekitar kita: "Engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Mereka akan melihatmu sebagai orang terhormat, melebihi apa yang mereka pikirkan pada awalnya, dan kehormatan akan tampak lebih terang bila bersinar dari dalam kegelapan. Mereka juga akan melihatmu sebagai orang yang rendah hati, dan ini merupakan kehormatan terbesar. Juruselamat kita di sini merujuk pada amsal Salomo (Ams. 25:6-7), Jangan berdiri di tempat para pembesar. Karena lebih baik orang berkata kepadamu: Naiklah ke mari, dari pada engkau direndahkan di hadapan orang mulia." Dr. Lightfoot mengutip salah satu perumpamaan para rabi, yang bunyinya kira-kira seperti ini. "Ada tiga orang," katanya, "diundang ke suatu pesta. Yang pertama duduk di tempat paling terhormat, sebab, katanya, aku adalah penguasa. Yang kedua duduk di tempat terhormat lainnya, sebab, katanya, aku orang bijak. Yang terakhir duduk di tempat paling rendah, sebab, katanya, aku orang yang rendah hati. Kemudian sang raja menempatkan orang yang rendah hati itu di tempat paling utama, sedangkan si penguasa ditempatkannya di tempat yang paling rendah."
        . Ia menerapkan perumpamaan ini secara umum, dan mengajak kita untuk belajar tidak memikirkan hal yang muluk-muluk, tetapi harus puas dengan hal yang biasa-biasa saja, karena untuk alasan apa pun juga, kesombongan dan hasrat yang menggebu adalah hal yang tercela bagi semua orang. Sebab, barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan, sedangkan kerendahan hati dan penyangkalan diri adalah suatu hal yang sungguh mulia: Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (ay. 11). Kita juga melihat dalam contoh-contoh lain bahwa keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati menerima pujian, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.
    II. Ia memanfaatkan kesempatan ini untuk menegur tuan rumah karena mengundang begitu banyak orang kaya, yang bisa makan enak di rumah sendiri, padahal seharusnya ia mengundang orang miskin, atau, yang sama baiknya, mengirimkan sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, dan yang tidak mampu mendapatkan makanan yang layak (lih. Neh. 8:11). Juruselamat kita di sini mengajar kita bahwa apabila kita menggunakan apa yang kita miliki untuk beramal, maka ini lebih baik, dan lebih dapat dipertanggungjawabkan, daripada menggunakannya untuk berfoya-foya dan royal.
        . "Janganlah berusaha mentraktir orang kaya. Janganlah mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya," (ay. 12). Ini tidak berarti bahwa kita dilarang untuk menjamu mereka. Adakalanya kita harus melakukan itu untuk mempererat tali persaudaraan di antara kaum kerabat dan tetangga-tetangga kita.

        Namun:

            (1) "Janganlah menjadikannya sebagai suatu kebiasaan. Janganlah menghabiskan terlalu banyak uang untuk keperluan itu, supaya engkau masih bisa menggunakannya untuk keperluan yang lebih baik, yaitu untuk amal sedekah. Engkau akan merasa bahwa mengundang orang kaya sangatlah mahal dan merepotkan. Mengadakan sebuah perjamuan bagi orang kaya sama saja biayanya dengan menyediakan makanan yang berlimpah bagi orang miskin." Salomo berkata, "Orang yang memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja" (Ams. 22:16). "Berilah" (kata Plinius, dalam karyanya Surat-surat.) "kepada teman-temanmu, tetapi biarlah kepada teman-temanmu yang miskin, bukan kepada mereka yang tidak memerlukanmu."
            (2) "Janganlah sombong karenanya." Banyak orang mengadakan perjamuan hanya karena mereka ingin pamer, seperti Ahasyweros (Est. 1:3-4). Pikir mereka, mereka tidak akan dipandang hebat bila tidak mengundang orang-orang terhormat untuk makan bersama mereka, dan dengan demikian mereka merampas harta keluarga demi memuaskan angan-angan mereka.
            (3) "Janganlah berharap bahwa engkau akan dibalas dengan harga yang setimpal." Inilah yang dipersalahkan Juruselamat kita dalam perjamuan-perjamuan seperti ini: "Engkau biasanya mengundang mereka karena engkau berharap akan diundang lagi oleh mereka, dan dengan demikian engkau akan mendapatkan ganti rugi. Engkau membayangkan bahwa engkau akan dipuaskan kembali dengan beraneka ragam hidangan dari mereka seperti yang telah kausuguhkan kepada teman-temanmu itu, dan semuanya ini akan memuaskan nafsu keinginanmu untuk berpesta pora. Tetapi, sebenarnya pada akhirnya tidak ada keuntungan apa-apa yang engkau peroleh."
        . "Berusahalah meringankan beban orang-orang miskin (ay. 13-14): Apabila engkau mengadakan perjamuan, daripada repot-repot menyiapkan hidangan yang unik dan enak, hidangkan saja di mejamu makanan yang secukupnya dan menyehatkan, yang tidak terlalu mahal, dan undanglah orang-orang miskin dan orang-orang cacat, yang tidak mempunyai apa-apa, dan tidak mampu bekerja untuk menopang kehidupan mereka. Merekalah yang harus dikasihani dengan amal sedekah, mereka berkekurangan dalam kebutuhan-kebutuhan pokok. Sediakanlah keperluan mereka itu, dan mereka akan membalasmu dengan doa-doa mereka. Mereka akan berterima kasih atas makanan yang telah kausediakan, sementara orang kaya mungkin akan mencelanya. Mereka akan pergi dan bersyukur kepada Allah karenamu, sementara orang kaya mungkin akan pergi dan menghinamu. Janganlah berkata bahwa engkau rugi dan uangmu terkuras habis karena mereka tidak mampu membalasmu. Tidak, apa yang engkau lakukan itu adalah untuk sesuatu yang sangat penting, suatu jaminan yang terbaik, sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar." Ya, akan ada kebangkitan orang-orang benar, suatu masa depan bagi orang-orang benar. Ada kebahagiaan yang disimpan bagi mereka di dunia yang akan datang, dan kita boleh yakin bahwa orang-orang yang murah hati akan diingat pada hari kebangkitan orang-orang benar, sebab beramal merupakan suatu tindak kebenaran. Amal sedekah mungkin tidak dibalas di dunia ini, sebab apa yang ada di dunia ini bukanlah hal-hal terbaik, dan karena itu Allah tidak akan membalas orang-orang terbaik dengan hal-hal duniawi. Tetapi ini sama sekali tidak berarti bahwa mereka kehilangan upah mereka, sebab mereka akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan. Pada saat itu akan tampak bahwa perjalanan-perjalanan yang ditempuh paling jauh akan membawa hasil-hasil yang paling bernilai, dan bahwa orang yang murah hati tidak akan rugi, melainkan akan mendapat untung yang tidak terhingga, dengan menunggu mendapat balasannya sampai pada hari kebangkitan.


BcO 2 Raj 14:1-27
Amazia, raja Yehuda
14:1 Dalam tahun kedua zaman Yoas bin Yoahas, raja Israel, Amazia, anak Yoas raja Yehuda menjadi raja. 14:2 Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yoadan, dari Yerusalem. 14:3 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya bukan seperti Daud, bapa leluhurnya. Ia berbuat tepat seperti yang diperbuat Yoas, ayahnya. 14:4 Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan. Bangsa itu masih mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit itu. 14:5 Segera sesudah kuasa kerajaan itu kokoh di tangannya, dibunuhnyalah pegawai-pegawainya yang telah membunuh raja, yaitu ayahnya. 14:6 Tetapi anak-anak para pembunuh itu tidak dihukum mati olehnya, seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: "Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya, melainkan setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri." 14:7 Ia mengalahkan Edom di Lembah Asin, sepuluh ribu orang banyaknya, dan merebut Sela dalam peperangan itu, lalu dinamainyalah kota itu Yokteel; begitulah sampai hari ini. 14:8 Pada waktu itu Amazia menyuruh utusan kepada Yoas bin Yoahas bin Yehu, raja Israel, mengatakan: "Mari kita mengadu tenaga!" 14:9 Tetapi Yoas, raja Israel, menyuruh orang kepada Amazia, raja Yehuda, mengatakan: "Rumput duri yang di gunung Libanon mengirim pesan kepada pohon aras yang di gunung Libanon, bunyinya: Berikanlah anakmu perempuan kepada anakku laki-laki menjadi isterinya. Tetapi binatang-binatang hutan yang ada di gunung Libanon itu berjalan lewat dari sana, lalu menginjak rumput duri itu. 14:10 Memang engkau telah mengalahkan Edom, sebab itu engkau menjadi tinggi hati. Cukuplah bagimu mendapat kehormatan itu dan tinggallah di rumahmu. Untuk apa engkau menantang malapetaka, sehingga engkau jatuh dan Yehuda bersama-sama engkau?" 14:11 Tetapi Amazia tidak mau mendengarkan, sebab itu majulah Yoas, raja Israel, lalu mengadu tenagalah mereka, ia dan Amazia, raja Yehuda, di Bet-Semes yang termasuk wilayah Yehuda. 14:12 Yehuda terpukul kalah oleh Israel, sehingga masing-masing lari ke kemahnya. 14:13 Yoas, raja Israel menangkap Amazia, raja Yehuda, anak Yoas bin Ahazia, di Bet-Semes. Lalu Yoas masuk ke Yerusalem, dan membongkar tembok Yerusalem dari Pintu Gerbang Efraim sampai ke Pintu Gerbang Sudut, empat ratus hasta panjangnya. 14:14 Sesudah itu ia mengambil segala emas dan perak dan segala perkakas yang terdapat dalam rumah TUHAN dan dalam perbendaharaan istana raja, juga orang-orang sandera, kemudian pulanglah ia ke Samaria. 14:15 Selebihnya dari riwayat Yoas, apa yang dilakukannya dan kepahlawanannya dan bagaimana ia berperang melawan Amazia, raja Yehuda, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel? 14:16 Kemudian Yoas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di Samaria di samping raja-raja Israel. Maka Yerobeam, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. 14:17 Amazia bin Yoas, raja Yehuda, masih hidup lima belas tahun lamanya sesudah matinya Yoas bin Yoahas, raja Israel. 14:18 Selebihnya dari riwayat Amazia, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda? 14:19 Di Yerusalem orang mengadakan persepakatan melawan dia, sebab itu larilah ia ke Lakhis. Tetapi mereka menyuruh mengejar dia ke Lakhis, lalu dibunuhlah dia di sana. 14:20 Diangkutlah dia dengan kuda, lalu dikuburkan di Yerusalem di samping nenek moyangnya di kota Daud. 14:21 Segenap bangsa Yehuda mengambil Azarya, yang masih berumur enam belas tahun dan mengangkat dia menjadi raja menggantikan ayahnya, Amazia. 14:22 Ia memperkuat Elat dan mengembalikannya kepada Yehuda, sesudah raja mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya.
Yerobeam bin Yoas, raja Israel
14:23 Dalam tahun kelima belas zaman Amazia bin Yoas, raja Yehuda, Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, menjadi raja di Samaria. Ia memerintah empat puluh satu tahun lamanya. 14:24 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari segala dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula. 14:25 Ia mengembalikan daerah Israel, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke Laut Araba sesuai dengan firman TUHAN, Allah Israel, yang telah diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya, nabi Yunus bin Amitai dari Gat-Hefer. 14:26 Sebab TUHAN telah melihat betapa pahitnya kesengsaraan orang Israel itu: sudah habis lenyap baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya, dan tidak ada penolong bagi orang Israel. 14:27 Tetapi TUHAN tidak mengatakan bahwa Ia akan menghapuskan nama Israel dari kolong langit; jadi Ia menolong mereka dengan perantaraan Yerobeam bin Yoas.

Penjelasan:

* Dua hal terpenting dalam kehidupan.
Sebagai raja, Amazia mengalami kehidupan yang tragis. Selama 29 tahun pemerintahannya dapat dikatakan baik sebab ia berjalan di dalam kehendak Allah walaupun tidak seperti Daud namun seperti ayahnya Yoas (4). Tragisnya, hidupnya berakhir dengan kematian di tangan rakyat sendiri. Mengapa demikian?

Satu tindakan Amazia yang patut dipuji adalah ketika ia menghukum para pemberontak (5-6). Ia sangat taat dan menegakkan supremasi (kekuasaan tertinggi) hukum Allah. Tidak heran jika Allah memberkatinya dengan kemenangan besar atas Edom dan berhasil merebut kota Sela (7). Namun keberhasilannya itu berakibat buruk bagi kepribadiannya, karena ia tidak lagi mengenal dirinya sendiri dengan benar dan bagi pemahaman imannya. Ia merasa bahwa dirinya hebat dan berkembang menjadi sebuah keyakinan bahwa dirinya memang hebat. Hingga timbulah ambisi untuk menaklukkan wilayah-wilayah lain, dan yang menjadi targetnya adalah Israel. Amazia telah meninggikan supremasi dirinya sendiri dan menjadikan dirinya standar bagi orang lain, bukan lagi Allah dan hukum-Nya.

Peringatan Yoas bagai pengungkapan ketakutannya di telinga Amazia. Ia tetap menyerang dan kalah. Ia yang meninggikan diri sekarang direndahkan dengan menjadi tawanan perang (13). Bukan hanya dirinya, negara dan bangsanya pun direndahkan karena tembok kota sepanjang 400 hasta dihancurkan. Bahkan Allah pun 'direndahkan' oleh raja yang jahat dengan dirampoknya perkakas Bait Allah. Kesalahan yang dilakukan begitu fatal di hadapan rakyat. Sehingga, setelah dibebaskan oleh Yerobeam, ia dibunuh oleh rakyatnya sendiri dan kemudian mengangkat anaknya menjadi penggantinya. Itulah harga yang harus dibayar, tidak hanya oleh Amazia, tetapi juga seluruh rakyat Yehuda, karena pengenalan diri dan pemahaman iman yang salah.

Label:   Lukas 14:1,7-14 




German Christian Songs
Latest Christian Song

NEXT:
Materi Khotbah Katolik Sabtu, 7 September 2019 - Lukas 6:1-5 - BcO Amos 5:18-6:14 - Hari Sabtu Imam

PREV:
Materi Khotbah Katolik Sabtu, 31 Agustus 2019 - Matius 25:14-30 - BcO Filemon 1-25 - Andreas dari Brogo Sansepolero

Garis Besar Lukas





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 18 Oktober - Matius 5-7

Hari ini, 18 Oktober - Maz 118:11-17, Yer 16-17, 1 Tes 5, Ams 26:25-26

18 Oktober - Yohanes 6:1-15, 1 Petrus 2:18-25, Kidung 3, Yeremia 49

Arsip Materi Khotbah Katolik 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Rabu, 16 Oktober 2019
What A Beautiful Name - The Brooklyn Tabernacle Choir

Rabu, 16 Oktober 2019
There Was Jesus - Zach Williams and Dolly Parton

Rabu, 16 Oktober 2019
Worthy is the Lamb - Natashia Midori

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
Revival Anthem - Rend Collective

Rabu, 16 Oktober 2019
The steadfast love of the Lord

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Where You Are - Leeland

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Adore Him - Kari Jobe

Selasa, 15 Oktober 2019
Angels We Have Heard on High - Chris Tomlin

Selasa, 15 Oktober 2019
All Things Are Possible - Hillsong Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Resurrecting - Elevation Collective, The Walls Group

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



zefanya 3 9-20,   contoh kata sambutan kristen,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   album gms baru,   khotbah hari pekan pemuda tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   daftar lagu baru gms,   lagu rohani untuk penutup ibadah,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   khotba filipi 2:1-11,   bacaan injil bulan oktober 2019,   lagu gereja mp3,   download lagu kubri yang terbaik gms,   cache:0Zr0zI7toXoJ:https://www.lagu-gereja.com/index.php?ipage=12104,   Renungan Mazmur 119:32-33,   khotbah zakaria 3:9-20,   lagu gereja pagi,   kalender katolik 2019,   khotbah kisah para rasul 5 ayat 26 sampai 32,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   lagu penutup ibadah,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   khotbah Matius 7 ayat 15 sampai 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   jamita johannes4,21-26,   jamita minggu 20 oktober 2019 sian Johannes 4:21-26,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   perikop yesaya 2:2-5,   Glory haleluya lagu natal alfa trio,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   lagu kantri rohani kidung jemaat mp3,   lagu persembahan,   tata ibadah penghiburan gki di tanah papua,   Ruhanga Ninkuhimbisa,   lagu penutup ibadah,   khotbah Yohanes 4:21-26,   lagu doa syafaat,   Download lagu rohani senada dengan surga,   khotbah minggu 27 Oktober 2019 Amsal 22 : 8 - 22,   khotbah amsal 22 : 8-12,   buku bimbingan pra nikah gmit,   pdf satb cari dahulu kerajaan allah,   khotbah dan penjelasan 1 Korintus 3:10-23,   khotbah dan penjelasannya Roma 16:25-27,   khotbah amsal 22 : 8 - 12,   khotbah amsal 22 : 8 - 12,   khotbah serta penjelasannya kissah para rasul 27:14-25,   lagu lagu gereja,   lagu lagu gereja,   lagu lagu gereja,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah 1 korintus 7 : 1 - 16,   Yohanes 4 : 21-26,   khotbah Yohanes 4:21-26,   Lagu2 gereja tiberias pendeta pariaji,   download lagu el shaddai,   lagu2 gereja tiberias,   imamat 25 : 35,   perikop yesaya 2:2-5,   doa persembahan,   lagu penutup ibadah,   khotbah tetap berpegang pada kebenaran yeremia 31:21-34; 2 timotius 3:14-4:5; lukas 18:1-8,   contoh tata ibadah kgpi,   contoh agenda kgpi,   tema khotbah tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   bacaan liturgi 17 oktober 2019,   download 40 lagu rohani kristen paling menyentuh hati saat teduh full album,   lirik lagu nkb 42,   lirik lagu nkb 42,   chord pelengkap kidung jemaat,   lirik lagu nkb 42,   lagu kristen arab,   renungan gmim mazmur 85,   +firman-Mu plita bagi kakiku in mandarin lyrics,   renungan johanes 10;1-10,   renungan johanes 10;1-10,   renungan johanes 10;1-10,   Lagu persemban yang cocok,   thema - thema natal,   khotbah 2 raja-raja 2:23-25,   download pkj 289,   nyanyian rohani,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   Sabda bina umat 16 oktober 2019 ,   kalender liturgi katolik 2019,   bahan khotbah lukas 17:11-19,   bahan khotbah lukas 17:11-19,   lagu sungguh baik dan indahnya bila saudara semua diam Jalu Tegar Prasetya,   Jamita Johanes 4,21-26.,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   perikop yesaya 2:2-5,   tata ibadah penghiburan kristen protestan,   jamita johanes 4:21-26,   contoh khotbah kenamaan dan kepujian di bumi,   lagu untuk persembahan,   Kotbah lukas 16:19-31,   ringkasan dlm injil yoh 20:21-25,   renungan amsal 3:17-30,   Kunci lagu firman allah jayalah,   Jamita sian Habakuk 3:1-6,   kotbah kisah pararasul 4:32-33,   khotbah 1 tawarikh 16:29,   khotbah 1 tawarikh 16:29,   ayat alkitab tentang persembahan uang,   instrument lagu gereja,   lirik lagu rohani Kristen pemuda GKE,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal dan bersyukur padanya,   kmm 144,   lagu2 ceriah ambon,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal,   mp3 mari kita puji dia yang kekal,   tafsiran kisah para rasul 1:1-5,   bacaan sbu hari ini 16 oktober 2019,   renungan kitab 2 timotius 3 : 14 - 4 : 5,   renungan kitab 2 timotius 3 : 14 - 4 : 5,   renungan rohani kristen pantang mundur,   renungan rohani kristen pantang mundur,   lagu untuk wedding indonesia Kristen,   kidung jemaat no 69,   Tata Ibadah Minggu GPIB, 6 Oktober 2019,   Tata Ibadah Minggu, 6 Oktober GPIB,   pembacaan sabda gereja,   pembacaan sabda gereja,   renungan Roma 1: 18 - 32,   khotbah mazmur 50,   Renungan kristen tentang pemudah di penghotbah,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   kumpulan lagu rohani terbaru 2018 mp3,   Renungan Filipi 3:17-23,   bulan keluarga lukas 18:9-14,   randas pemahaman iman,   nama grup rohani kristen,   Buku ende pentakosta,   lagu persembahan saat ibadah,   lagu ucapan syukur dan penyembahan,   Buku ende pentakosta,   lirik lagu rohani senja di batas hari,   kalender.katolik bln oktober .2019,   kotbah hkbp yesaya 2: 2-5. 2019,   sabda guna dharma hari rabu 16 oktober 2019,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   lirik lagu rohani terbaru gms live 2019,   wielbij ma duszo mocarza i krola wrzechswiata,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   instrument lagu gereja,   khotbah kristen ul 28:1-6,   renungan yeremia 9:23,   lagu rohani persembahan syukur,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   lagu untuk membawa persembahan,   Bacaan injil untuk hari minggu 20 oktober 2019,   khotbah lukas 18:1-8,   sabda bina umat 15 oktober 2019 ,   renungan minggu 20 oktober 2019,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   LIRIK LAGU PANTEKOSTA,   jamita partangiangan mateus 21:28-32,   gambar lembu menarik tabut,