Save Page
Minggu, 17 November 2019
Hari Minggu Biasa XXXIII
Mal. 4:1-2a; Mzm. 98:5-6,7-8,9a,9bc; 2Tes. 3:7-12;
Luk. 21:5-19.
BcO Yeh. 16:3-19,35-43,59-63.
warna liturgi Hijau

Luk. 21:5-19.

Bait Allah akan diruntuhkan
21:5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: 21:6 "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."
Permulaan penderitaan
21:7 Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" 21:8 Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. 21:9 Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." 21:10 Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, 21:11 dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. 21:12 Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. 21:13 Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. 21:14 Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. 21:15 Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. 21:16 Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh 21:17 dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. 21:18 Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. 21:19 Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

Penjelasan:


* Penghakiman Dinubuatkan (21:5-19)

    Perhatikanlah di sini:

    I. Dengan penuh kekaguman beberapa orang berbicara mengenai keagungan dan kemegahan Bait Allah. Di antara mereka ada beberapa dari murid-murid Kristus sendiri juga. Mereka berusaha menarik perhatian-Nya terhadap bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan (ay. 5). Bagian luarnya dibangun dengan menggunakan batu-batu yang indah-indah dan bagian dalamnya dipercantik dan diperkaya dengan barang-barang persembahan yang dipersembahkan untuk maksud tersebut; semuanya dipajang di situ. Mereka mengira bahwa Guru mereka akan sama terpesonanya dengan barang-barang tersebut seperti halnya mereka, dan akan sangat menyesali kehancurannya sama seperti mereka. Ketika kita berbicara tentang Bait Allah, harusnya kita berbicara mengenai kehadiran Allah di dalamnya, dan semua ketetapan Allah dijalankan di dalamnya, dan persekutuan yang dimiliki umat-Nya dengan-Nya di sana. Namun, sangatlah disayangkan jika ketika kita berbicara mengenai gereja, kita hanya memusatkan pembicaraan kita mengenai kemegahan dan kekayaannya, keagungan dan kekuasaan pejabat-pejabat dan pemimpin-pemimpin di dalamnya. Karena keindahan raja ada di dalam.
    II. Kristus begitu memandang rendah keagungan bangunan Bait Allah ini ketika berbicara mengenainya, dan dengan sedemikian pastinya Ia membicarakan kehancurannya yang tidak lama lagi akan terjadi (ay. 6): "Apa yang kamu lihat di situ, semua yang indah-indah yang sangat kamu kasihi itu, lihatlah, akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, dan beberapa orang yang masih hidup sekarang ini akan tetap hidup untuk menyaksikannya. Bangunan ini, yang kelihatannya sangat indah sehingga tidak ada seorangpun yang tega untuk merobohkannya dan yang kelihatannya begitu kokoh sehingga tidak ada seorang pun yang berpikir bahwa ada orang yang mampu merobohkannya, akan luluh lantak. Hal ini akan terjadi segera setelah Bait Allah rohani dari gereja Injili (yang merupakan inti dari Bait bayangan tersebut) mulai berkembang di dunia ini." Jika jauh-jauh hari kita sudah bisa melihat dengan iman bahwa semua kemuliaan yang tampak dari luar itu akan hancur dan pudar, kita seharusnya tidak mengarahkan hati kita kepadanya seperti orang-orang yang tidak dapat melihat atau tidak ingin melihat jauh ke depan.
    III. Dengan rasa penasaran, mereka yang berada di dekat-Nya bertanya-tanya kapan kehancuran yang dahsyat itu akan terjadi: Guru, bilamanakah hal itu akan terjadi? (ay. 7). Biasanya kita cenderung ingin mengetahui hal-hal di masa depan dan waktu terjadinya, padahal hal ini bukanlah menjadi bagian kita untuk mengetahuinya. Sebetulnya, yang harus kita pedulikan untuk kita ketahui adalah apa yang menjadi kewajiban kita dalam menantikan hal-hal tersebut, dan bagaimana kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Mereka bertanya mengenai apakah tandanya, kalau itu akan terjadi? Mereka tidak bertanya mengenai suatu tanda untuk sekarang ini untuk meneguhkan kebenaran nubuat itu sendiri supaya mereka dapat memercayainya (karena perkataan Kristus sudah cukup untuk itu), sebaliknya mereka bertanya mengenai tanda-tanda yang akan tampak nanti ketika penggenapan nubuat tersebut mendekat, untuk mengingatkan mereka nanti. Tanda-tanda zaman inilah yang Kristus ajarkan kepada mereka untuk diamati.
    IV. Dengan begitu jelasnya dan lengkapnya Kristus menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, sejauh yang perlu untuk mengarahkan mereka dalam menjalankan kewajiban mereka; karena segala pengetahuan layak untuk dicari sejauh hal itu untuk dijalankan.
        . Mereka hendaknya mengerti bahwa mereka akan mendengar mengenai kemunculan Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu (ay. 8): Banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku. Ia tidak memaksudkan dalam nama Yesus, walaupun ada beberapa penipu yang berpura-pura diutus oleh-Nya (Kis. 19:13). Yang dimaksudkan-Nya adalah mereka yang berpura-pura menyandang gelar Mesias dan bertindak seperti Dia. Banyak orang berlagak bahwa merekalah yang akan membebaskan bangsa Yahudi dari orang Romawi. Mereka menetapkan kapan saat pembebasan itu akan terjadi. Dengan begitu, mereka menjerat banyak orang menemui kebinasaan mereka. Mereka akan berkata, "Hoti egō eimi -- Akulah Dia," atau "Akulah," seakan-akan memakai nama Allah yang tidak bisa diucapkan itu, Akulah, yang dengannya Ia membuat diri-Nya dikenal ketika Ia datang untuk membebaskan Israel keluar dari Mesir. Mereka menyemangati orang untuk mengikuti mereka dengan menambahkan, "Waktunya semakin dekat ketika kerajaan akan dipulihkan kepada bangsa Israel, dan semua orang yang mengikutiku akan memperoleh bagian di dalamnya." Mengenai hal ini, Kristus memberikan mereka peringatan yang penting:
            (1) "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan; jangan mengkhayal bahwa Aku akan datang kembali dalam kemuliaan lahiriah untuk merebut takhta segala kerajaan. Tidak, kamu tidak boleh mengharapkan hal-hal demikian, karena kerajaan-Ku bukan berasal dari dunia ini." Ketika mereka bertanya dengan penuh rasa ingin tahu dan penuh semangat, "Guru, bilamanakah itu akan terjadi?", perkataan pertama yang Kristus ucapkan adalah: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan." Perhatikanlah, mereka yang sangat suka bertanya-tanya dengan penuh rasa ingin tahu mengenai hal-hal yang berhubungan dengan Allah (walaupun hal itu yang sangat baik) berada dalam ancaman yang paling besar untuk disesatkan, dan paling perlu mewaspadai diri.
            (2) "Janganlah kamu mengikuti mereka. Kamu tahu bahwa Mesias akan datang sehingga kamu hendaknya tidak mencari-cari yang lain. Oleh karena itu, janganlah kamu mendengarkan apa pun yang keluar dari mulut mereka, atau berurusan dalam hal apa pun dengan mereka." Jika kita yakin bahwa Yesus-lah Kristus itu, dan ajaran-Nya adalah sungguh-sungguh Injil yang benar itu, yang berasal dari Allah, kita harus tuli terhadap segala Kristus lain dan Injil lain yang diperkenalkan.
        . Mereka harus siap mendengar bahwa akan terjadi kekacauan besar di antara bangsa-bangsa, dan banyak tanda-tanda kiamat mengerikan yang akan ditimpakan ke atas orang-orang Yahudi dan sesama mereka.
            (1) Akan ada peperangan yang dahsyat (ay. 10): Bangsa akan bangkit melawan bangsa. Salah satu pihak dari bangsa Yahudi akan bangkit melawan pihak lain dari bangsa itu sendiri, atau seluruh bangsa tersebut akan melawan orang Romawi. Didorong oleh kristus-kristus palsu, dengan jahatnya mereka akan mencoba mematahkan kuk Romawi, dengan mengangkat senjata melawan segala kekuasaan Romawi. Mereka telah menolak kebebasan yang ditawarkan Kristus, yang dengannya Ia akan memerdekakan mereka. Karena itu Ia membiarkan mereka sendirian berusaha meraih kebebasan sipil mereka dengan cara-cara berdosa, dan karena itu tidak dapat berhasil.
            (2) Akan ada gempa bumi, gempa bumi yang dahsyat, di berbagai tempat, yang tidak hanya akan menakutkan orang-orang, namun juga menghancurkan kota-kota dan rumah-rumah, dan menguburkan banyak orang di dalam reruntuhan itu.
            (3) Akan ada kelaparan dan penyakit sampar, yang merupakan akibat-akibat umum dari peperangan, yang akan menghancurkan hasil-hasil bumi. Karena manusia rapuh terhadap cuaca yang buruk dan kekurangan makanan, akan timbul penyakit-penyakit menular. Allah memiliki berbagai macam cara untuk menghukum orang-orang yang memberontak. Empat macam kiamat yang sering dibicarakan nabi-nabi Perjanjian Lama sebagai ancaman juga ditegaskan oleh nabi-nabi Perjanjian Baru. Walaupun tanda-tanda kiamat atau hukuman secara rohani lebih umum ditimpakan pada masa Injil, namun Allah juga menggunakan tanda-tanda kiamat atau hukuman jasmani atau lahiriah.
            (4) Akan ada hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda dari langit, penampakan-penampakan di langit yang tidak biasanya, bintang-bintang berekor dan bintang-bintang yang terbakar, yang menakutkan orang-orang awam yang melihatnya. Semua tanda ini biasanya dianggap sebagai pertanda buruk yang menandakan sesuatu yang buruk. Sekarang, mengenai hal ini, peringatan yang Ia berikan kepada mereka adalah, "Janganlah kamu terkejut. Orang-orang lain akan takut karenanya, namun janganlah kamu takut (ay. 2). Terhadap hal-hal yang mengejutkan itu, janganlah kamu takut, hai kalian yang memandang ke atas, ke sorga, ke takhta pemerintahan Allah di sorga yang paling tinggi. Janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya (Yer. 10:2). Dan mengenai kelaparan dan penyakit sampar, kamu berada dalam perlindungan tangan Allah, yang telah berjanji kepada mereka yang adalah milik-Nya bahwa mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan, dan bahwa Ia akan menjaga mereka dari penyakit sampar yang busuk. Oleh karena itu, percayalah kepada-Nya, dan janganlah gentar. Ya, walaupun kamu mendengar mengenai peperangan-peperangan, ketika di luar ada pertikaian-pertikaian dan di dalam ada kecemasan-kecemasan, janganlah kamu gentar. Karena kamu mengetahui hal terburuk yang dapat ditimpakan oleh kiamat-kiamat ini ke atas dirimu, janganlah gentar terhadap mereka," karena:
                [1] "Yang dapat kamu lakukan hanyalah berbuatlah sebaik-baiknya dengan semuanya itu, karena segala ketakutanmu tidak dapat mengubahnya: Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu. Tidak ada penangkal, kamu hendaknya berhikmat untuk membuat dirimu tenang dengan menyesuaikan dirimu dengan semuanya itu."
                [2] "Akan ada hal yang lebih buruk menanti. Janganlah menghibur-hibur dirimu dengan angan-angan bahwa segera kamu akan melihat akhir dari segala tanda-tanda kiamat itu. Tidak, tidak secepat yang kamu pikirkan: Itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera, tidak dengan tiba-tiba. Janganlah gentar, karena jika belum apa-apa kamu sudah mulai kehilangan semangat, bagaimana mungkin kamu dapat bertahan dalam hal-hal yang masih akan terjadi lagi di hadapanmu?"
        . Mereka harus sadar bahwa mereka sendiri akan menjadi tanda-tanda dan mujizat-mujizat di Israel. Ketika mereka dianiaya, itulah yang menjadi pertanda awal akan terjadinya kehan-curan kota tersebut dan Bait Allah seperti yang telah Ia nubuatkan sekarang. Bahkan, ini akan menjadi pertanda pertama mengenai kebinasaan mereka yang mendekat: "Sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya. Kiamat akan dimulai dari rumah Allah. Kamu harus lebih dulu menderita kesusahan sebagai peringatan atas mereka, sehingga jika mereka masih bisa menimbang, mereka dapat memikirkannya: Jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering? (1Ptr. 4:17-18) Namun ini belumlah semua. Hal ini harus dilihat bukan hanya sebagai penderitaan atas yang dianiaya, namun sebagai dosa dari para penganiaya. Sebelum penghakiman Allah ditimpakan ke atas mereka, mereka akan memenuhi ukuran kefasikan mereka dengan menganiaya kamu." Perhatikanlah, kebinasaan sekelompok orang selalu didahului oleh dosa mereka, dan tidak ada hal yang mengakibatkan kebinasaan menjadi lebih pasti dan lebih menyakitkan daripada dosa penganiayaan. Ini adalah pertanda bahwa murka Allah sedang menimpa sekelompok orang dengan sepenuh-penuhnya, yaitu ketika murka mereka menimpa hamba-hamba Allah dengan sepenuh-penuhnya.

        Mengenai hal ini:

            (1) Kristus memberi tahu mereka kesusahan-kesusahan seperti apa yang akan mereka derita demi nama-Nya. Intinya kurang lebih sama seperti apa yang Ia beri tahukan kepada mereka ketika Ia pertama kali memanggil mereka untuk mengikuti-Nya (Mat. 10): Mereka harus mengetahui upah dari mengikuti-Nya, sehingga mereka dapat duduk dahulu membuat anggaran biayanya. Rasul Paulus, yang merupakan pekerja paling keras dan yang paling menderita di antara mereka semua, yang tidak berada di antara mereka sekarang, diberi tahu oleh Kristus sendiri betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Nya (Kis. 9:16). Hal ini begitu pentingnya sehingga semua orang yang akan hidup saleh dalam Kristus Yesus tidak akan luput dari penganiayaan. Orang-orang Kristen saat itu, yang asalnya orang-orang Yahudi juga, dan yang juga masih sama-sama menunjukkan rasa hormat terhadap Perjanjian Lama dan dasar-dasar agama Yahudi seperti orang-orang Yahudi lainnya, walaupun hanya berbeda dalam hal tata cara ibadah, bisa saja berharap akan mendapat rasa iba dari sesama mereka para penganiaya Yahudi itu. Namun, Kristus meminta mereka untuk tidak mengharapkannya: "Tidak, mereka justru akan menjadi orang-orang yang paling keji dalam menganiaya engkau."
                [1] "Mereka akan menggunakan kuasa gereja mereka sendiri untuk melawan engkau: Kamu akan diserahkan ke dalam rumah-rumah ibadat untuk dihukum dengan keras di sana, dan direndahkan dengan kutukan-kutukan mereka."
                [2] "Mereka akan memanas-manasi wali-wali negeri untuk melawan kamu: mereka akan menyerahkan kamu ke dalam penjara-penjara, sehingga kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku, dan dihukum oleh mereka."
                [3] "Kerabat-kerabatmu sendiri akan mengkhianati engkau (ay. 16), orangtuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu, sehingga kamu tidak tahu siapa lagi yang bisa dipercayai, atau di mana lagi ada tempat yang aman."
                [4] "Amal ibadahmu akan dipandang sebagai suatu kejahatan yang layak mendapat hukuman mati, dan kamu akan dipaksa mencucurkan darah. Beberapa orang di antara kamu akan dibunuh. Kamu harus membuang jauh-jauh harapan akan kehormatan dan kekayaan, dan tidak ada yang bisa diharapkan selain daripada kematian saja, kematian dalam bentuknya yang paling mengerikan dan paling menakutkan. Ya."
                [5] "Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku." Hal ini lebih buruk dari kematian itu sendiri, dan penggenapannya terjadi ketika para rasul tidak hanya dijatuhi hukuman mati, tetapi juga dijadikan tontonan bagi dunia, dianggap sampah dunia, dan kotoran dari segala sesuatu, dan dibenci dengan rasa jijik oleh setiap orang (1Kor. 4:9, 13). Mereka dibenci oleh semua orang, yaitu oleh semua orang yang jahat, yang tidak tahan terhadap terang Injil (karena Injil menyingkapkan segala perbuatan jahat mereka). Karena itu mereka membenci orang-orang yang membawa terang tersebut, menentang mereka, dan akan mencabik-cabik mereka. Dunia yang fasik ini, yang benci untuk diubahkan, membenci Kristus Sang Pengubah yang agung, dan semua yang menjadi milik-Nya yang bekerja demi Dia. Penguasa-penguasa gereja Yahudi mengetahui dengan baik bahwa jika Injil diterima di antara orang-orang Yahudi, maka kuasa yang mereka salahgunakan akan berakhir. Karena itulah mereka menggalang segala kekuatan untuk menentangnya, menjelek-jelekkan namanya, menjejali pikiran orang-orang dengan segala prasangka buruk mengenainya, sehingga membuat para pengkhotbah dan orang-orang yang memercayainya dibenci oleh orang banyak.
            (2) Ia menguatkan mereka untuk bertahan dalam menghadapi cobaan dan terus melanjutkan pekerjaan mereka, walaupun ada tantangan yang harus mereka hadapi.
                [1] Allah akan membuat penderitaan-penderitaan menjadi kemuliaan bagi diri-Nya sendiri dan bagi mereka: "Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi (ay. 13). Oleh karena itu, kamu akan menjadi tanda. Dengan dianiaya di hadapan umum, kamu akan semakin menarik perhatian, dan ajaran serta mujizat-mujizatmu akan semakin dicari-cari. Dengan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa, kamu akan mendapat kesempatan untuk mewartakan Injil kepada mereka, yang kalau tidak demikian mungkin tidak akan pernah didengarkan oleh mereka. Penderitaan berat yang kamu alami, dengan dibenci oleh orang-orang yang paling keji, orang-orang yang hidup dalam kefasikan, akan menjadi kesaksian bahwa kamu adalah pribadi yang adil benar, karena kalau tidak demikian, kamu tidak akan dimusuhi orang-orang jahat tersebut. Keberanianmu, sukacitamu, dan keteguhanmu dalam menghadapi penderitaan-penderitaan akan memberi kesaksian mengenai engkau, bahwa kamu memang memercayai apa yang kamu wartakan itu, bahwa kamu disokong oleh kuasa ilahi, dan bahwa Roh Allah dan kemuliaan-Nya ada di dalam dirimu."
                [2] "Allah akan berada di pihakmu, dan mengakuimu dan membantumu dalam menghadapi ujian-ujianmu. Kamu adalah pembela-pembela-Nya dan karena itu kamu akan diperlengkapi-Nya dengan segala petunjuk (ay. 14-15). Janganlah memusatkan perhatianmu untuk berusaha mencari-cari jawaban atas berbagai pertanyaan, dakwaan, tuntutan, tuduhan, dan interogasi yang akan ditanyakan kepadamu dalam pengadilan agama dan pengadilan negara. Sebaliknya, tetapkanlah di dalam hatimu, teguhkan hatimu, keraskan hatimu supaya jangan memikirkan dahulu pembelaanmu. Jangan bergantung pada kepandaian dan kemampuanmu, kecermatan dan kebijakanmu, dan jangan meragukan atau merasa putus asa akan pertolongan anugerah ilahi, karena pertolongan-Nya akan datang segera dengan cara yang luar biasa. Jangan mundur dari kepentingan Kristus, tetapi yakinkan dirimu sendiri, bahwa ada bantuan dari Sang Pemelihara ilahi, sebab Aku menjanjikan bagimu bantuan anugerah ilahi yang istimewa. Sebaliknya, peganglah janji itu, karena Aku menjanjikan pertolongan anugerah ilahi yang khusus kepadamu: Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat" (KJV: Aku akan memberikan kepadamu mulut dan hikmat). Ini membuktikan bahwa Kristus adalah Allah, karena memberi hikmat adalah hak istimewa Allah saja dan selain Dia tidak ada yang lain. Dialah yang membuat lidah manusia (KJV: mulut). Perhatikanlah,
                    pertama, mulut dan hikmat sama-sama memperlengkapi seseorang dalam pelayananan dan penderitaan. Hikmat untuk mengetahui apa yang harus dikatakan, dan mulut untuk mengatakan apa yang harus dikatakan. Kita harus sangat bersyukur bahwa kita memiliki alat ucap dan kata-kata untuk memuliakan Allah dan berbuat kebaikan. Kita harus bersyukur diperlengkapi dengan akal budi yang menyimpan hal-hal yang baru dan lama, dan alat tutur kata untuk mengeluarkan hal-hal tersebut.
                    Kedua, mereka yang membela tujuan Kristus dapat mengandalkan Dia untuk memberi mereka kata-kata hikmat. Inilah cara yang dihendaki dari mereka, yaitu untuk meminta kata-kata hikmat dari Dia, khususnya ketika diperhadapkan dengan hakim-hakim negeri oleh karena nama-Nya. Tidak dikatakan bahwa Ia akan mengutus seorang malaikat dari sorga untuk menjawab bagi mereka, walaupun Ia dapat melakukan hal ini. Namun, Ia akan memberi mereka kata-kata hikmat supaya mereka dapat menjawab bagi diri mereka sendiri, dan cara ini akan membawa kehormatan yang lebih besar bagi mereka, karena mereka harus menggunakan segala karunia dan anugerah yang Kristus perlengkapi dalam diri mereka, sehingga lebih memuliakan Allah lagi, yang membungkamkan musuh dan pendendam dengan mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu dengan meletakkan dasar kekuatan bagi mereka.
                    Ketiga, ketika Kristus memberikan kata-kata bijak kepada saksi-saksi-Nya, mereka diberi kemampuan untuk menyatakan bahwa baik Dia maupun mereka sendiri tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawan mereka, sehingga musuh-musuh mereka dibungkamkan dan dibuat heran. Hal ini digenapi dengan luar biasa pada masa itu setelah pencurahan Roh Kudus, yang melalui-Nya Kristus memberikan murid-murid-Nya mulut dan hikmat, ketika para rasul itu dihadapkan kepada imam-imam kepala dan para penguasa. Para rasul menjawab semua pertanyaan mereka sehingga membuat mereka dipermalukan (Kis. 4, 5, dan 6).
                [3] "Kamu tidak akan benar-benar dibinasakan oleh semua kesusahan-kesusahan yang mereka timpakan kepadamu (ay. 18): Tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang." Akankah beberapa dari antara mereka kehilangan kepala mereka, namun tidak kehilangan rambut sehelai pun? Ini adalah semacam peribahasa yang menyatakan keadaan aman tenteram, dan sering digunakan baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dengan arti tersebut. Sebagian orang berpikir bahwa hal tersebut mengacu kepada perlindungan terhadap nyawa semua orang Kristen yang berada di antara orang Yahudi ketika mereka dibinasakan oleh orang Romawi. Para ahli sejarah memberi tahu kita bahwa tidak ada seorang Kristen pun yang binasa dalam kehancuran tersebut. Sebagian yang lain menghubungkannya dengan kematian banyak orang karena Kristus dan menganggap perkataan itu sebagai sebuah kiasan yang mengandung pengertian yang sama seperti perkataan Kristus, "Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya." "Tidak ada sehelai rambut pun dari kepalamu yang akan hilang," sebaliknya,
                    Pertama, "Aku akan memperhatikannya." Mengenai hal ini, Ia telah berkata (Mat. 10:30), "Rambut kepalamupun terhitung semuanya"; semuanya ada tercatat, sehingga tidak ada sehelai pun yang akan hilang, karena Ia peduli.
                    Kedua, "Hal itu sangat dihargai." Kita tidak menganggapnya sebagai kehilangan atau kebinasaan bila ditujukan untuk tujuan yang baik dan memperhitungkannya sebagai suatu kebaikan. Jika kita mengabaikan tubuh sendiri demi nama Kristus, tubuh itu tidak akan binasa, namun akan diperhitungkan dengan sebagaimana mestinya.
                    Ketiga, "Hal itu akan diganti dengan berlimpah. Ketika kamu menghitung untung ruginya, kamu akan menemukan bahwa tidak ada yang hilang, tetapi sebaliknya kamu mendapat untung besar dan penghiburan pada masa sekarang ini, dan terlebih lagi kamu akan mendapat sukacita hidup yang kekal." Oleh karena itu, walaupun saat ini kita menjadi pecundang-pecundang demi Kristus, namun pada akhirnya, kita tidak akan, dan tidak dapat menjadi pecundang-pecundang oleh karena Dia.
                [4] "Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban dan kepentinganmu untuk menjaga ketulusan hati yang kudus dan kejernihan pikiran selama masa-masa penderitaanmu dan penderitaan bangsa itu, supaya kamu tetap tenang (ay. 19): Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu, perhatikan dan jagalah hidupmu." Sebagian orang memahami hal ini sebagai janji, "Kamu dapat atau akan memiliki hidupmu." Semuanya memang terkait satu sama lain. Perhatikanlah,
                    pertama, mengamankan kepemilikan hidup kita sendiri merupakan hak dan kewajiban sepanjang masa, khususnya dalam masa pencobaan yang susah, bukan saja supaya hidup kita tidak hancur dan binasa selamanya, tetapi juga supaya hidup kita tidak kacau atau kepemilikian kita terhadapnya terganggu dan terputus pada masa sekarang ini. "Milikilah hidupmu, jadilah dirimu sendiri, tetaplah kuasai dan kendalikan akal budimu, dan jauhkanlah dirimu dari pergumulan nafsu supaya baik duka maupun ketakutan tidak dapat menguasaimu, atau menjauhkanmu untuk memiliki dan menikmati dirimu sendiri." Dalam masa-masa sulit, ketika kita tidak dapat menjaga kepemilikan terhadap apa pun juga, hendaklah kita memastikan apa yang dapat dipastikan, jadi, milikilah hidup kita.
                    Kedua, dengan kesabaranlah, yaitu kesabaran sebagai pengikut Kristus, kita memiliki hidup kita sendiri. "Dalam masa-masa penderitaan, pakailah kesabaran untuk menjaga benteng hidupmu; dengan kesabaran, jagalah hidupmu tetap tenang dan utuh, dan jauhkan segala tekanan yang dapat membebani dan membuatmu kehilangan kesabaran."


BcO Yeh. 16:3-19,35-43,59-63.

16:3 dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada Yerusalem: Asalmu dan kelahiranmu ialah dari tanah Kanaan; ayahmu ialah orang Amori dan ibumu orang Heti. 16:4 Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga dengan garampun engkau tidak digosok atau dibedungi dengan lampin. 16:5 Tidak seorangpun merasa sayang kepadamu sehingga diperbuatnya hal-hal itu kepadamu dari rasa belas kasihan; malahan engkau dibuang ke ladang, oleh karena orang pandang enteng kepadamu pada hari lahirmu. 16:6 Maka Aku lalu dari situ dan Kulihat engkau menendang-nendang dengan kakimu sambil berlumuran darah dan Aku berkata kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu: Engkau harus hidup 16:7 dan jadilah besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil. 16:8 Maka Aku lalu dari situ dan Aku melihat engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta berahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, demikianlah firman Tuhan ALLAH, dan dengan itu engkau Aku punya. 16:9 Aku membasuh engkau dengan air untuk membersihkan darahmu dari padamu dan Aku mengurapi engkau dengan minyak. 16:10 Aku mengenakan pakaian berwarna-warna kepadamu dan memberikan engkau sandal-sandal dari kulit lumba-lumba dan tutup kepala dari lenan halus dan selendang dari sutera. 16:11 Dan Aku menghiasi engkau dengan perhiasan-perhiasan dan mengenakan gelang pada tanganmu dan kalung pada lehermu. 16:12 Dan Aku mengenakan anting-anting pada hidungmu dan anting-anting pada telingamu dan mahkota kemuliaan di atas kepalamu. 16:13 Dengan demikian engkau menghias dirimu dengan emas dan perak, pakaianmu lenan halus dan sutera dan kain berwarna-warna; makananmu ialah tepung yang terbaik, madu dan minyak dan engkau menjadi sangat cantik, sehingga layak menjadi ratu. 16:14 Dan namamu termasyhur di antara bangsa-bangsa karena kecantikanmu, sebab sangat sempurna adanya, oleh karena semarak perhiasan-Ku yang Kuberikan kepadamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH."
Persundalan Yerusalem dan hukumannya
16:15 "Tetapi engkau mengandalkan kecantikanmu dan engkau seumpama bersundal dalam menganggarkan ketermasyhuranmu dan engkau menghamburkan persundalanmu kepada setiap orang yang lewat. 16:16 Engkau mengambil dari pakaian-pakaianmu untuk membuat bukit-bukit pengorbananmu berwarna-warni dan engkau bersundal di situ; seperti itu belum pernah terjadi dan tidak akan ada lagi. 16:17 Engkau mengambil juga perhiasan-perhiasanmu yang dibuat dari emas-Ku dan perak-Ku, yang Kuberikan kepadamu, dan engkau membuat bagimu patung-patung lelaki dan engkau bersundal dengan mereka. 16:18 Engkau mengambil dari pakaianmu yang berwarna-warni untuk menutupi mereka dan engkau mempersembahkan kepada mereka minyak-Ku dan ukupan-Ku. 16:19 Juga makanan-Ku yang Kuberikan kepadamu -- tepung yang terbaik, minyak dan madu Kuberikan makananmu -- engkau persembahkan kepada mereka menjadi persembahan yang harum, demikianlah firman Tuhan ALLAH.


16:35 Oleh karena itu, hai perempuan sundal, dengarkanlah firman TUHAN! 16:36 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena engkau menghamburkan kemesumanmu dan auratmu disingkapkan dalam persundalanmu dengan orang yang mencintaimu dan dengan berhala-berhalamu yang keji dan oleh karena darah anak-anakmu yang engkau persembahkan kepada mereka, 16:37 sungguh, oleh karena itu Aku akan mengumpulkan semua kekasihmu, yaitu yang merayu hatimu, baik yang engkau cintai maupun yang engkau benci; Aku akan mengumpulkan mereka dari sekitarmu untuk melawan engkau dan Aku akan menyingkapkan auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihat seluruh kemaluanmu. 16:38 Aku akan menghakimi engkau seperti orang menghakimi perempuan-perempuan yang berzinah dan yang menumpahkan darah dan Aku akan melampiaskan atasmu murka dan cemburuan-Ku. 16:39 Aku akan menyerahkan engkau di dalam tangan mereka dan mereka akan meruntuhkan tempatmu yang tinggi dan merusakkan bukit-bukitmu, mereka akan menelanjangi engkau, akan merampas perhiasan-perhiasanmu dan membiarkan engkau telanjang bugil. 16:40 Mereka akan menyuruh bangkit sekumpulan orang melawan engkau, yang melempari engkau dengan batu dan memancung engkau dengan pedang-pedang mereka. 16:41 Mereka akan membakar rumah-rumahmu dan menjatuhkan hukuman kepadamu di hadapan banyak perempuan. Dengan demikian Aku membuat engkau berhenti bersundal dan upah sundal tidak akan kauberikan lagi. 16:42 Demikianlah Aku melampiaskan murka-Ku kepadamu sehingga cemburu-Ku kepadamu reda kembali; barulah Aku merasa tenang dan tidak sakit hati lagi. 16:43 Oleh karena engkau tidak teringat lagi kepada masa mudamu, tetapi dengan semuanya ini membuat Aku gemetar kemarahan, sungguh, Aku juga akan menimpakan kelakuanmu atas kepalamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah engkau melakukan kemesuman ini lagi di samping segala perbuatan-perbuatanmu yang keji?


16:59 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku akan melakukan kepadamu seperti engkau lakukan, yaitu engkau memandang ringan kepada sumpah dengan mengingkari perjanjian. 16:60 Tetapi Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan engkau pada masa mudamu dan Aku akan meneguhkan bagimu perjanjian yang kekal. 16:61 Barulah engkau teringat kepada kelakuanmu dan engkau merasa malu, pada waktu Aku mengambil kakak-kakakmu, baik yang tertua maupun yang termuda, dan memberikan mereka kepadamu menjadi anakmu, tetapi bukan berdasarkan engkau memegang perjanjian. 16:62 Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan engkau, dan engkau akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, 16:63 dan dengan itu engkau akan teringat-ingat yang dulu dan merasa malu, sehingga mulutmu terkatup sama sekali karena nodamu, waktu Aku mengadakan pendamaian bagimu karena segala perbuatanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

Penjelasan:


*  Melihat diri sendiri dengan rasa malu.
Pasal 16 ini merupakan kisah penuh keharuan tentang anugerah dan perjanjian Tuhan yang sedemikian agung bagi umat-Nya yang menjadi tidak peka terhadap keadaan mereka. Alur kisah ini mengalir dalam beberapa babak: [1] Seorang anak yatim yang karena belas kasihan raja diangkat menjadi seorang ratu (ayat 1-14); [2] Seorang ratu yang melacurkan diri dengan kecantikan dan nafsunya (ayat 15-34); [3] Seorang ratu yang menjadi orang hukuman (ayat 35-43) dan bahan olok-olokan (ayat 44-52); [4] Seorang hukuman yang sangat memalukan dibanding dengan teman-temannya (ayat 53- 58); dan [5] Seorang hukuman yang karena anugerah dan kesetiaan raja diselamatkan, dibersihkan, diperbaharui, dan diangkat kembali (ayat 59-63).

Kisah ini merupakan gambaran kegagalan bangsa Israel untuk mempercayai Tuhan dan sebaliknya berupaya dengan kemampuannya sendiri mencari bantuan kepada bangsa-bangsa asing untuk menghadapi krisis politik yang mereka alami. Hal ini merupakan penyelewengan dan ketidaksetiaan di hadapan Tuhan. Di tengah situasi seperti ini firman Tuhan datang kepada Yehezkiel agar ia menyerukan ingatan terhadap masa lalu Israel yang memalukan, sementara mereka tidak lagi menyadari bahwa semua yang dimilikinya tidak lain berasal dari Tuhan (ayat 4-14, 22). Sebagai respons atas anugerah Tuhan yang sedemikian besar, mereka bukannya hidup dengan setia, namun sebaliknya tanpa rasa malu mengikuti nafsu mereka yang di luar akal sehat (ayat 15-22). Inilah gambaran dari kondisi nyata umat Tuhan, yang sedemikian mudah melupakan anugerah yang besar dan mengikuti nafsu yang berada di luar akal sehat. Inilah suatu cerminan yang memalukan bagi kita yang seringkali juga berada dalam kondisi yang sama. Alasan dari seruan firman Tuhan yang memperhadapkan mereka dengan rasa malu ini adalah kesetiaan Tuhan dalam memelihara janji-Nya (ayat 8,60), sehingga melalui rasa malu ini mereka dituntun untuk mengingat serta mengenali siapa diri mereka dan bagaimana kondisi mereka di hadapan Tuhan.

* Pendidikan keras dari Tuhan
Dalam Taurat, dosa apa saja yang dihukum dengan hukuman mati? Salah satunya adalah perzinaan (Im. 20:10; Ul. 22:22). Berzina adalah pengkhianatan terhadap ikatan perjanjian yang kudus. Menyembah berhala atau ilah-ilah bangsa-bangsa lain adalah perzinaan rohani, pengkhianatan terhadap perjanjian Tuhan.

Tuhan adalah Allah yang cemburu terhadap milik kepunyaan-Nya. Kecemburuan yang memang pada tempatnya karena Dia adalah segala-galanya bagi umat-Nya. Maka sangat wajar bila murka-Nya menyalanyala. Memang bagian ini terasa sangat mengerikan. Namun bila diperhatikan dengan saksama, merupakan pembalikan dari apa yang pernah Tuhan lakukan kepada umat-Nya ketika menolong dan mengasihi mereka saat dalam keadaan terbuang (ayat 6-14).

Tuhan menelanjangi dosa-dosa Yerusalem sehingga keadaannya seperti dulu, bagai bayi yang telanjang, kotor, dan najis (ayat 37, 39). Tidak ada dosa yang tidak akan disingkapkan oleh Allah yang kudus. Dengan tersingkapnya dosa, tidak ada kebanggaan apapun yang tersisa dari manusia berdosa. Tuhan menarik kembali semua hadiah-Nya kepada sang istri yang berkhianat. Semua fasilitas, kenikmatan kudus, hak-hak istimewa dicabut (ayat 39). Demikianlah sepatutnya orang yang tidak tahu menghargai anugerah. Puncaknya hukuman dijatuhkan setara pelanggaran. Sesuai Taurat, hanya kematian yang bisa membersihkan kenajisan yang menjijikkan dari dosa perzinaan. Seperti ditegaskan juga oleh Paulus, dosa-dosa lain dilakukan di luar tubuh, tetapi perzinaan adalah dosa dengan tubuh, yang seharusnya adalah bait Allah yang kudus (1Kor. 6:18-19).

Memang sungguh ngeri membayangkan keadilan Tuhan ditegakkan. Siapa dapat bertahan? Kristuslah yang menanggungnya. Bukankah Dia yang ditelanjangi, dirampas segala hak-Nya, dan puncaknya mengalami kematian? Kasih Allah ternyata melampaui murka-Nya. Beri hormat dan syukur kepada Allah di dalam Kristus!

* Kasih melampaui murka
Apa kesan Anda tentang sifat Tuhan saat membaca pesan-Nya terhadap Yehuda, Samaria (Israel), dan Sodom? Tuhan yang bagaimanakah yang terlihat dari nubuat-nubuat Yehezkiel ini?

Sebenarnya sementara dosa ketiga saudari itu dipaparkan, Tuhan sudah menjanjikan pemulihan kepada mereka (ayat 53-55). Baik penghukuman dahsyat yang sedang dan akan dialami Yerusalem, maupun janji pemulihan yang segera terwujud setelah penghukuman tersebut, bukan menunjukkan ketidakkonsistenan Tuhan. Sebaliknya, Tuhan adalah Allah yang setia. Setia terhadap kebenaran. Oleh karena itu ketidakbenaran harus dihukum. Tuhan juga setia kepada ikatan perjanjian yang Ia sudah adakan dengan umat-Nya. Dalam perjanjian Sinai, berkat dan kutuk merupakan konsekuensi yang harus diterima umat tatkala mereka taat atau memberontak. Ketidaktaatan mereka menuai kutuk penghukuman. Namun perjanjian itu juga bersifat kekal, maka Tuhan tidak akan melepas umat-Nya dan membinasakan mereka. Penghukuman yang berlaku hanya sementara. Setelah masa penghukuman selesai, mereka akan dipulihkan dan diterima lagi sebagai umat kesayangan Allah. Sekali lagi, sikap Tuhan bertujuan mendidik umat agar mengenal diri-Nya dan karakter-Nya yang tidak berubah (ayat 62) sehingga mereka menjadi sadar dan merasa malu atas perilaku mereka yang tidak terpuji (ayat 63).

Penghukuman Allah betapapun dahsyatnya harus kita lihat sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada umat-Nya. Penghukuman itu lahir dari karakter-Nya yang mulia. Seperti seorang bapak mendisiplin dan memukul anak-anaknya, demi kebaikan dan masa depan mereka yang cerah. Oleh karena itu jangan melihat apalagi menafsir penghukuman Allah sebagai tindakan balas dendam atau karena Dia jahat. Kalau Allah tidak menyayangkan umat-Nya, mungkin jauh-jauh hari Ia sudah memusnahkan mereka dan tidak memulihkan kembali.


Label:   Lukas 21:5-19 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Materi Khotbah Katolik Sabtu, 23 November 2019 - Lukas 20:27-40 - BcO Yeh. 34:1-6,11-16,25-31 - Lukas 20:27-40

PREV:
Materi Khotbah Katolik Sabtu, 16 November 2019 - Lukas 18:1-8 - BcO Yehemia 14:12-23 - Margarita dr Skotlandia, Gertrudis

Garis Besar Lukas






November 17-23 (Week 47) - Ezra 1-2; John 21 || Ezra 3-4; Psalm 92; 1 John 1 || Haggai; Zechariah 1; Ps 138; 1 John 2 || Zech 2-5; Psalm 93; 1 John 3 || Zech 6-8; 1 John 4

Hari ini, 23 November - 1 Korintus 9-12

Hari ini, 23 November - Maz 129:1-7, Yeh 31-32, Yak 4, Ams 29:14-15

Hari ini, 23 Nopember - Yohanes 13:12-17, Yudas 1-7, Ayub 21:1-21, Daniel 7-8

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Materi Khotbah Katolik 2019..

Register   Login  

contoh kj 424 bukan kj.424



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
Contoh Tata Ibadah Natal Tahun Lalu
TATA IBADAH MALAM NATAL KELUARGA 24 DESEMBER, TATA IBADAH MALAM NATAL 24 DESEMBER, NATAL 25 DESEMBER, NATAL 26 DESEMBER, MALAM TH BARU 31 DESEMBER, TAHUN BARU 1 JANUARI, TATA IBADAH MALAM TAHUN BARU KELUARGA 31 DESEMBER, TATA IBADAH JAMUAN KASIH NATAL
Tata Ibadah HUT ke-37 Pelkat PT GPIB

Tata Ibadah Syukur HUT ke 71 GPIB - Minggu, 3 November 2019





New Submit

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu sion edisi lengkap ppt,   khotbah tentang kristuslah raja,   bahan khotbah rut 4 : 11-14,   lagu menyak sikan ku ber sama mu,   judul SBU 3 des 2019,   judul SBU 3 des 2019,   SBU 3 des 2019,   dalam segala perkara tuhan punya rencana mp3,   cerita sekolah minggu tentang Roma 3:1-8,   khotbah Habakuk 3 : 1 - 6, minggu 24 November 2019,   eksposisi mazmur 16:11,   khotbah: merendahkan diri di bawah tangan allah yang kuat.,   Liturgi katolik 1 desember 2019 Liturgi katolik 1 desember 2019,   lirik lagu pelengkap kidung jemaat,   Khotbah Habakuk 3:1-6,   Khotbah minggu tanggal 24 november 2019 habakuk 3:1-6,   lirik lagu hai muliakan rajamu,   Tema renungan hotbah 2019,   lagugereja.com,   lagugereja.com,   lagugereja.com,   lagugereja.com,   lagugereja.com,   khotbah 24 november 2019,   khotbah 24 November 2019,   tata ibadah natal sangihe,   lagu persekutuan,   khotbah Habakuk 3 : 1 - 6, minggu 24 November 2019,   Renungan Katolik 24 november 2019,   tema natal terbaru,   Kotbah Pesta Kristus Raja Semesta Alam 2019,   natal pertama not angka,   KPPK Kasih Allah,   struktur organisasi persekutuan doa,   kotbah kristen gmim nahum 1:1-8,   renungan bilangan 2 34,   Download lagu rohani kristen masa epifania ,   contoh kehidupan Berita renungan nAHUM 1:1-8,   tafsiran kitab habakuk 3:1-6,   jesus ma bahenonmu goarna,   sabda gereja gpib,   renungan Habakuk 3:1-6,   Renungan Habakuk 3 : 1-6,   khotbah Habakuk 3 : 1-6,   Khotbah kristen dari kitab efesus 3:14-21,   doa persembahan syukur,   kalender liturgi katolik 2020,   doa persembahan syukur,   jamita partangiangan matius 6:47-50,   lagugereja.com,   khotbah kristen bulan november 2019,   Khotbah Habakuk 3:1-6,   lagu jecklin celose mp3 arti kehadiranmu,   kalender liturgi 2020,   kalender liturgi 2020,   lagu anak sekolah minggu terbaru 2019,   download liturgi gmit tanggal 24 november 2019,   sabda bina umat 22 november 2019 ,   lagu kemenangan iman,   gb 402c,   gita bakti pdf,   gita bakti pdf,   apa yg Tuhan kehendaki dalam kitab ibrani 11:1-6,   lagu kristen pantekosta,   renungan kitab nahum,   ilustrasi 2 tesalonika 3:1-15,   Kotba greja katolik minggu tgl 24 november 2019,   lirik lagu penyembahan kolekte,   free download mp3 kj 400 kudaki jalan mulia,   eksposisi lukas 23:33-43,   tuhan terang kasihmu bersinarchoire,   tuhan terang kasihmu bersinarchoire,   Jamita epistel : mateus 13 : 47 - 50,   Khotbah ayub 7:7-10,   lagu persembahan rohani,   Khotbah Kristen Habakuk 3 ayat 1 - 19,   khotbah minggu 17 november 2019,   lirik lagu sukacita persembahan,   partitur lagu natal,   partitur lagu natal gloria in excelsis deo,   partitur lagu natal gloria in excelsis deo,   Liturgi gereja katolik desember 2019-november 2020, tahun YA.,   Khotbah ayub 7:7-10,   2 tesalonika 3:6-13,   Kotbah Hari Minggu Pesta Raja Semesta Alam 2019,   khotbah natal dalam kitab matius pasal 2 ayat 1-12,   bukalah mata hatiku lirik,   lagu-lagu christmas carol,   lagu penutup ibadah,   jamita Habakuk 3 : 1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   renungan nahum 1:1-8,   kelender luturgi bulan november 2019,   renungan kristen tentang mazmur 82,   Khotbah kristen dari kitab yesaya 48:17-19,   kotbah acwc 2019,   khotbah berkati dan lindungi kami perjanjian lama,   lagu skidung ceria 139 alkitab mengisahkan,   lagu skidung ceria 139 alkitab mengisahkan,   materi khotbah mazmur 127:1 - 5, anak panah di tangan Tuhan,   di saat ini david graham chord,   lirik timor rohani rab,   sbu gpib Desember 2019,   khotbah. maleakhi. 4: 1-2a,   efesus 4 : 28,   khotbah habakuk 3:1-6,   lagu gereja 2019 kristen,   tata ibadah natal 25 Desember 2019,   lirik gita bakti 22,   not GB 22 besar dan ajaib chord gitar bersama not lagunya,   not GB 22 besar dan ajaib chord gitar bersama not lagunya,   khotbah Habakuk 3 : 1 - 6, minggu 24 November 2019,   bahan khotbah UEM,   khotbah minggu 24 november 2019,   kc 140,    ucapan doa menabur persembahan,   kalender liturgi 2020,   lirik firman mu pelita,   partitur lagu kumbayah my lord,   KHotbah habakuk 3:1-6,   ayat alkitab angkat sidi,   kotbah roma1:18-25,   khotbah Hosea 8:1-14,   bahan kotbah roma 1:8-15,   Donload lagu lagu natal,   lagu yang berhubungan dengan bait allah,   nahum 1 : 2-8,