Save Page

Gembalakanlah kawanan domba Allah
5:1 Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan   kelak.
5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah  yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak  Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan,  tetapi dengan pengabdian diri.
5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.
5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,  sebab Ia yang memelihara kamu.
5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
5:10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya  yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.
5:11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Penjelasan:


* GEMBALAKANLAH KAWANAN DOMBA ALLAH. Nas : 1Pet 5:2
Para penatua (penilik atau gembala) bertanggung jawab untuk memelihara orang percaya, mendisiplin mereka, memberi makanan Firman Allah dan melindungi mereka
(lihat art. KARUNIA-KARUNIA PELAYANAN GEREJA; dan lihat art. PENILIK JEMAAT DAN KEWAJIBANNYA).

* JANGAN KARENA MAU MENCARI KEUNTUNGAN. Nas : 1Pet 5:2
Para gembala dan pemimpin gereja harus waspada terhadap dua dosa yang berbahaya:
    1) Keinginan akan uang (lih. 1Tim 3:3,8; Tit 1:7). Standar PB bagi mereka yang mengawasi pekerjaan Tuhan ialah memperoleh sokongan yang memadai dari gereja (Luk 10:7; 1Kor 9:14; 1Tim 5:17) dan merasa puas dengan persediaan bahan pokok yang perlu bagi diri dan keluarganya. Janganlah seorang hamba Tuhan memperkaya diri dari pekerjaan Tuhan. Mereka yang menjadi korban dari keinginan ini membuka diri untuk melakukan dosa keserakahan, kompromi, dan pencurian. Demi memperoleh uang, mereka mengurangi tuntutan Firman Allah, standar yang benar, dan prinsip kerajaan.
    2) Keinginan untuk berkuasa. Mereka yang haus kekuasaan akan menguasai orang yang mereka layani dengan menyalahgunakan wewenang mereka. Sebaliknya, seorang gembala harus memimpin jemaatnya dengan menjadi teladan dalam pengabdian kepada Kristus, pelayanan yang rendah hati, ketabahan dalam kebenaran, ketekunan dalam doa, dan kasih akan Firman Allah.

* RENDAHKANLAH DIRIMU. Nas : 1Pet 5:5
Kerendahan hati harus merupakan ciri semua orang percaya. Kerendahan berarti ketiadaan kesombongan, kesadaran akan kelemahan diri, dan sikap mengakui peranan Allah dan orang lain atas segala keberhasilan yang telah dan sedang dicapai (bd. Mat 11:29; Fili 2:3-4; Kol 3:12). (Versi Inggris NIV -- "kenakanlah kerendahan hati".) "Kenakanlah" (Yun. _egkomboomai_) berarti mengikatkan sepotong kain pada diri kita. Dalam zaman PB para budak mengikatkan sepotong kain putih atau celemek atas pakaian mereka supaya orang lain tahu bahwa mereka adalah budak. Petrus menasihati kita untuk mengikat kain kerendahan hati pada diri supaya
    (1) dikenal sebagai orang percaya dalam Kristus sewaktu kita bertindak rendah hati terhadap orang lain, dan
    (2) menerima kasih karunia dan pertolongan Allah (ayat 1Pet 5:5-7). Mungkin Petrus sedang memikirkan tindakan Yesus ketika Ia mengikatkan sehelai kain dan mencuci kaki murid-Nya (Yoh 13:4-5).

* IA YANG MEMELIHARA KAMU. Nas : 1Pet 5:7
Pemeliharaan Allah di tengah-tengah kesulitan setiap anak-Nya adalah suatu kebenaran yang ditekankan sepanjang Firman Allah (lih. Mazm 27:10; Mazm 37:5; 40:18; 55:23; Mat 6:25-34; 10:29-31; 11:28-30; lihat cat. --> Fili 4:6). [atau ref. Fili 4:6]
Semua ketakutan, kekuatiran, dan keprihatinan harus diserahkan sepenuhnya kepada Allah (bd. Mazm 55:23; Luk 12:11-12; lihat art. PEMELIHARAAN ALLAH).

* LAWANMU, SI IBLIS. Nas : 1Pet 5:8
Ketika umat manusia jatuh dalam dosa, Iblis menjadi penguasa dunia ini (Yoh 12:31; 14:30; 16:11). Iblis menguasai seluruh dunia (1Yoh 5:19), meronda di bumi, dan menjadi pemimpin dari pasukan roh-roh jahat yang dipakainya untuk memperbudak dan menawan mereka yang di luar Kristus (Ef 2:2; lihat art. KUASA ATAS IBLIS DAN SETAN-SETAN). Hanya orang percaya telah dibebaskan dari kuasanya (lihat art. KERAJAAN ALLAH).

Namun, seperti singa yang mengaum-ngaum, dia tetap menjadi ancaman bagi orang percaya (Mazm 22:14; Yeh 22:25) dan berusaha untuk membinasakan mereka, khususnya melalui pengalaman penderitaan (ayat 1Pet 5:8-10). Iblis akan secara rohani membinasakan seseorang yang meninggalkan perlindungan Allah. Oleh iman kita dalam darah Kristus (Wahy 12:11), peperangan rohani kita oleh Roh Kudus (Ef 6:11-18) dan doa-doa kita kepada Allah (Mat 6:13), kita dilengkapi penuh untuk mengalahkan muslihat Iblis (Ef 6:11), melawan dia dan berdiri teguh dalam iman (ayat 1Pet 5:9). "Roh yang ada di dalam kamu lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia" (1Yoh 4:4).


* Sumber SGDK:

MINGGU IV SESUDAH PASKAH
MINGGU, 26 APRlL 2015
MELAYANI DENGAN RENDAH HATI
1 Petrus 5:1-11

A. KERANGKA KHOTBAH

1. PENGANTAR
Memimpin merupakan suatu seni menata, mengarahkan, dan mengelola seluruh potensi manusia. Karena itu, selain berkemauan kuat (ambisi) untuk memimpin seorang juga patut berkemampuan dalam mewacanakan visi, menjabarkan misi dan menyusun strategi. Artinya, seorang pemimpin mumpuni harus memahami dengan jelas apa yang hendak ia capai; mengetahui secara tepat segala sesuatu yang mesti dilakukan untuk mencapainya; dan terampil dalam mewujudkan setiap rencana lewat aksi nyata.

Namun demikian, apakah sejumlah kecakapan yang telah mengemuka di atas akan menjamin keberhasilan seorang dalam melaksanakan kepemimpinannya? Jika seorang pemimpin telah
memiliki kemampuan dan keterampilan, maka sudah pantaskah ia disebut sebagai seorang pemimpin besar, pemimpin sejati atau pemimpin yang benar-benar memimpin?

Ternyata tidak cukup sampai di situ. Lukas memberi kesaksian tentang perkataan Yesus, bahwa seorang pemimpin harus berjiwa pelayan; pemimpin yang melayani; hamba yang memimpin (Lukas 22:26-27). Lalu bagaimanakah seorang pemimpin harus melayani di tengah gelombang penderitaan yang menerpanya dan orang-orang yang ia pimpin? Model kepemimpinan atau pelayanan seperti apakah yang harus ditampilkannya? Kita akan belajar dari penulis Surat 1 Petrus.

2. MENDALAMI NAS ALKITAB
a. Latar Belakang
Pada bagian awal surat, penulis menyebut bahwa Surat 1 Petrus berasal dari Petrus, rasul Yesus Kristus. Walaupun secara jelas nama Petrus diperkenalkan, namun bukan berarti bahwa rasul Petrus yang secara langsung menuliskan kata demi kata dalam Surat kirimannya kepada sejumlah jemaat yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia (1 Petrus 1:1). Sejumlah pengkajian yang dilakukan oleh para Ahli Perjanjian Baru mengungkapkan bahwa, agak sulit membayangkan seorang nelayan dari Galilea, seperti Simon Petrus, memiliki kepiawaian menulis dalam bahasa Yunani. Dugaan itu makin kuat setelah mencermati 1 Petrus 5:12, yang menyebut seorang bernama Silawanus sebagai perantara Petrus dalam menulis suratnya. Namun demikian, kita tidak dapat meragukan bahwa Surat 1 Petrus mengandung wibawa rasuli dan bersumber dari kesaksian Simon Petrus, Rasul Kristus yang berkarakter kuat, tegas, berani dan pantang menyerah dalam memberitakan lnjil Kristus, me-ski iaharus menanggung penderitaan akibat hukuman Kekaisaran Roma.

Jemaat yang menjadi tujuan Surat 1 Petrus adalah mereka yang disebut pendatang dan perantau (1 Petrus 2:11). Jemaat hidup sebagai orang asing, yang hak dan kebebasannya terbatas dan harus puas dengan perlakuan tidak adil di hadapan hukum pemerintah Romawi. Penindasan dan penganiayaan semakin merebak ketika umat menolak untuk menyembah Kaisar Romawi layaknya dewa penguasa semesta. Akibatnya, pemerintah Romawi bertindak keras. Mereka melakukan penangkapan dan
penyiksaan terhadap para pengikut Kristus. Keberadaan jemaat baik sebagai pribadi maupun institusi terancam. Dengan mudah umat dapat tercerai-berai, bagai domba yang kehilangan arah hingga binasa karena serangan 'serigala' kekaisaran Roma. Di tengah situasi demikian, jemaat membutuhkan figur
kepemimpinan yang mengayomi dalam berbagai kondisi, menginsipirasi dan tidak mementingkan diri sendiri serta tegas dan bijaksana dalam menegakkan ajaran Kristus. Oleh sebab itu, pada bagian akhir surat-Nya, Petrus berbicara tentang kepemimpinan dan pelayanan terhadap umat yang sedang
berada di tengah-tengah penderitaan.

b. PENJELASAN TEKS
Ayat 1 : Mengawali pesannya kepada para penatua, Petrus mengindentifikasi dirinya sebagai teman dari penatua. Kata 'teman' yang dimaksud di sini yaitu teman sepelayanan. Rekan sekerja dalam melayani jemaatTuhan. Petrus menghindari kesan superior (atasan), dengan tidak Iangsung menyebut dirinya
sebagai rasul pilihan Kristus. Petrus ingin menyampaikan kepada para pemimpin jemaat bahwa dirinya dan para penatua memiliki tanggungjawab yang sama, yaitu untuk menegakkan ajaran, melindungi umat Allah dan mengarahkan perjalanan persekutuan beriman mengikuti jejak kehendak Kristus. Para pemimpin di tengah jemaat hadir sebagai pelayan dan bukan penguasa.

Ayat 2-3 : Petrus menjabarkan karakteristik seorang pemimpin Kristiani di tengah jemaat, yaitu. Pertama, pemimpin yang berjati diri seorang gembala yang menuntun domba kepunyaan Allah. Kedua, pemimpin dengan hasrat besar untuk melayani dengan kerelaan dan bukan karena memenuhi kewajiban semata. Ketiga, melayani dengan berorientasi pada apa yang dapat mereka berikan (pengabdian diri), bukan apa yang akan mereka terima (mencari keuntungan). Keempat, pemimpin yang menampilkan keteladanan, bukan keterpaksaan atau melakukan pemaksaan.

Ayat 4 : Petrus hendak menegaskan bahwa Kepala dari para gembala di tengah jemaat adalah Yesus Kristus. Dia adalah Sang Gembala Agung, yangjuga akan datang kedua kali di akhir zaman sebagai Hakim Maha Agung. Yesus akan menghakimi semua orang, tanpa kecuali. Dia akan menganugerahkan mahkota kemuliaan yang tidak dapat Iayu bagi umat beriman kepada-Nya, termasuk para gembala jemaat. Mahkota tersebut merupakan suatu metafora (penggambaran) dari kehidupan kekal,
keselamatan abadi dalam Kristus. Perkataan Petrus merupakan suatu motivasi, baik kepada para gembala yang melayani tanpa pementingan diri maupun kepada umat yang tengah bergulat dengan penderitaan dan rupa-rupa pencobaan.

Ayat 5 : Petrus melanjutkan nasihatnya, khususnya terhadap kalangan muda dan kelompok orang-orang tua. Orang-orang muda hendaknya mau menghormati dan melakukan pengajaran orang-orang tua.Sebaliknya, orang-orang yang tua pun hendaknya hadir sebagai pemimpin bersuri teladan bagi orang-orang muda.Untuk mewujudkan hal tersebut, semua orang harus menanggalkan kecongkakan lalu hidup rendah hati. Yang muda menaruh hormat pada yang lebih tua; orang-orang tua bersedia
mendengar orang-orang yang lebih muda sehingga tercipta suasana saling melayani satu sama lain.

3. PENERAPAN NAS ALKITAB (APLIKASI)
a. Para pemimpin yang hadir di tengah jemaat adalah pemimpin yang berperan sebagai pelayan dan bukan penguasa; memimpin untuk melayani dan bukan bermaksud menguasai. Menerima penetapan Allah dan memlliki wibawi ilahi, namun harus'melayani dengan rendah hati.
b. Keutuhan jemaat sebagai kawanan domba Allah terletak pada penjagaan para gembala. Gembala yang menampilkan keteladanan dan rela mendharmabaktikan seluruh potensi yang dimilikinya, akan mengokohkan, mencerdaskan dan memberdayakan jemaat. Untuk mencapai semua hal itu, para gembala jemaat harus bersedia mendengar arahan setia mengikuti jejak kehendak Yesus Kristus, Sang Gembala Agung.

Umat yang telah menerlma karya keselamatan Kristus, terpanggil untuk merendahkan diri seperti Yesus. Dia Gembala Agung yang tidak hanya bersedia mendengar keluh kesah kawanan domba-Nya, tapi juga memberi diri untuk merawat, memelihara dan menyelamatkan mereka. Seluruh warga jemaat bertanggungjawab untuk merawat memelihara dan menyelamatkan persekutuan umat Allah dengan hidup rendah hati, saling menghormati dan melayani satu sama Iain.

B. KHOTBAH LENGKAP
Umat yang dikasihi Tuhan,
Almarhum Pendeta Eka Darmaputera, seorang Pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI), pernah menulis dalam bukunya: "Kepemimpinan dalam Persepektif Alkitab", setiap orang siapapun dia dikarunia oleh Allah tiga "at". Ketiga "at" tersebut, yaitu amanit, mandal_dan berkgj. Manusia menerima ketiga "_a_t_"
tersebut sejak Allah menciptakan manusia (Kejadian 1:26).

Sebagai penerima amanat, mandat dan berkat, manusia memiliki wewenang dan kuasa untuk menjadi pemimpin. Sebab itu, semua manusia menurut Pendeta Eka, adalah sama-sama pemimpin. Benar semua manusia memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi model dan kualitas kepemimpinan sudah pasti berbeda.

Contohnya, sejak Indonesia merdeka hingga saat ini, kita telah dipimpin oleh tujuh orang Presiden. Ketujuh Presiden sama-sama terpilih sebagai pemimpin, Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Republik Indonesia. Namun demikian, setiap presiden memiliki kekhasan atau keunikan masing-masing
dalam memimpin. Memang semua pemimpin sama-sama berkemampuan mewacanakan visi, menjabarkan misi dan menyusun strategi demi keberhasilan dalam memimpin. Namun menjelmakan semua hal itu dalam aksi nyata yang membawa kemajuan bagi masyarakat jelas berbeda-beda.

Para pembaca yang menjadi tujuan surat 1 Petrus, yaitu Jemaat-jemaat tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia (1 Petrus 1:1) adalahjemaat pendatang dan perantau. Hidup sebagai orang asing membuat hak dan kebebasan mereka terbatas. Jemaat harus puas dengan perlakuan tidak adil di hadapan hukum pemerintah Romawi. Sebagai bagian dari masyarakat saat itu, jemaat harus tunduk di bawah kekuasaan pemimpin Romawi. Kaisar Roma yang berkuasa memimpin dengan tangan besi. Semua orang, tanpa kecuali, yang hidup di wilayah kekuasaan Roma harus menyembah kaisar. Menolak untuk menyembah kaisar berarti siap menerima hukuman dan menanggung penderitaan. lnilah kondisi yang sedang dialami oleh jemaat dalam Surat 1 Petrus. Tentu mereka tidak mau menyembah Kaisar. Sebab hanya Tuhan Allah, dalam Yesus Kristus saja yang hendak mereka sembah. Akibatnya, pemerintah Romawi bertindak keras dengan melakukan penangkapan dan penyiksaan terhadap para pengikut Kristus. Keberadaan jemaat baik sebagai pribadi maupun institusi terancam.

Di tengah situasi demikian, jemaat membutuhkan figur kepemimpinan yang mengayomi dalam berbagai kondisi, menginsipirasi dan tidak mementingkan diri sendiri, tegas dan bijaksana dalam menegakkan ajaran Kristus. Oleh sebab itu, pada bagian akhir surat-Nya, Petrus berbicara tentang kepemimpinan
dan pelayanan terhadap umat yang sedang berada di tengah-tengah penderitaan.

Umat yang diberkati Kristus,
Petrus, pemimpin kedua belas rasul pilihan Kristus menasihati para penatua. la tidak menyebut dirinya sebagai seorang rasul, tetapi sebagai teman penatua. Walaupun Perus memiliki wilbawa rasuli, tapi dengan menyapa para penatua di jemaat sebagai teman, rekan sekerja. Sesama hamba Tuhan yang
bertanggungjawab terhadap pelayanan di tengah jemaat. Kepada para penatua Petrus menyampaikan beberapa hal penting, yaitu, Perfama, para pemimpin di jemaat berperan sebagai gembala yang harus menggembalakan kawanan domba Allah, yakni umat-Nya. Sebagai gembala, para pemimpin jemaat hendaknya melayani dengan kerelaan dan bukan karena memenuhi kewajiban semata. Bila melayani hanya karena ingin menunaikan kewajiban, maka pelayanan akan berpotensi menjadi beban. Akan
tetapi, bila pelayanan bersumber dari hati yang rela, maka ada cinta dan sukacita ketika melakukannya. Kedua, seorang gembala yang melayani dengan kerelaan akan memberi dirinya dengan rendah hati. Mau berinisiatif melakukan apa saja yang dapat mereka perbuat atau berikan bagi kehidupan domba-dombanya. Itulah yang disebut pengabdian diri. Dan bukan pasif dan mencari keuntungan dengan berharap apa yang akan mereka terima dari kawanan domba-dombanya. Ketiga, seorang gembala baik
mengajak domba-domba mengikuti teladannya dan bukan memanfaatkan wewenang dan kekuasaannya agar orang lain menuruti perintahnya.

Oleh sebab itu, para gembala di tengah jem_aat haruslah mengaca pada Yesus, sang Gembala Agung. Kepada Dialah seluruh tugas kegembalaan akan dipertanggungjawabkan. Yesus juga adalah Hakim Maha Agung yang akan memutuskan apakah seorang gembala telah menjadi gembala yang baik
seperti Dia (Yohanes 10:11,14): rela berkorban, mendharmabaktikan diri, dan telah menjadi teladan. Bila demikian yang dilakukan oleh para gembala, Petrus berkata maka kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Mahkota merupakan suatu metafora atau penggambaran dari kehidupan kekal, keselamatan abadi dalam Kristus. Allah menyediakan penghargaan dan penghormatan kepada setiap gembala yang melayani dengan setia dan rendah hati.

Apakah mahkota tersebut hanya akan diterima oleh para gembala saja? Tidak. Sebab pada bagian selanjutnya, Petrus juga memberikan nasihat bagi jemaat, yaitu para orang tua dan orang-orang muda di tengah jemaat. Orang-orang muda hendaknya mau menghormati dan melakukan nasihat orang-orang yang tua. Sebaliknya, orang-orang yang tua pun hendaknya hadir sebagai teladan bagi orang-orang muda. Hal ini hanya dapat terjadi jika semua orang menanggalkan kecongkakannya, lalu hidup rendah hati. Yang muda menaruh hormat pada yang lebih tua; orang-orang tua bersedia mendengar orang-orang yang lebih muda. Petrus mengatakan bahwa Allah mengasihani orang yang rendah hati. AMIN.

Label:   1 Petrus 5:1-11 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah PKP Selasa, 28 April 2015 MINGGU IV SESUDAH PASKAH Pagi: Wahyu 18:1-8 Malam: Wahyu 18:9-10

PREV:
Khotbah Ibadah Keluarga MINGGU III SESUDAH PASKAH RABU, 22 APRIL 2015 BERKAT DARI SEJARAH Mazmur 105:12-22

Garis Besar 1 Petrus






November 10 - 16 (Week 46) - Ezekiel 46-48; John 16 || Daniel 1-3; Psalm 88; John 17 || Dan 4-6; John 18 || Dan 7-9; Psalm 91; John 19 || Dan 10-12; John 20

Hari ini, 14 November - Yakobus 1,2<...

Hari ini, 14 November - Maz 119:171-...

Hari ini, 14 Nopember - Yohanes 11:1...

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2015..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392





Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402c AMIN

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402b AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 402a AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 401 AMIN, AMIN, YA, BENAR ADANYA

Kamis, 20 Juni 2013
GB 400 AMIN, AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 399 AMIN, HALELUYA!

Selasa, 06 Agustus 2013
GB 398b MARANATHA dan GB lama maranatha - gb 293c pada GB Lama

Senin, 29 Juli 2013
GB 398a MARANATHA & GB lama 293a MARANATHA

Senin, 22 Juli 2013
GB 397 HOSIANA

Senin, 22 Juli 2013
GB 396 HOSIANA, HOSIANA

Kamis, 11 Juli 2013
GB 395 HALELUYA! AMIN

Kamis, 11 Juli 2013
GB 394 HALELUYA, HALELUYA! PUJILAH TUHANMU

Kamis, 11 Juli 2013
GB 393 HALELUYA

Senin, 20 Juli 2015
GB 392b KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Kamis, 18 Juli 2013
GB 392a KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Rabu, 31 Juli 2013
GB 391 TUHAN MENYERTAI KAMU

Rabu, 29 April 2015
GB 389b KARNA ENGKAULAH

Selasa, 23 Juli 2013
GB 389a KARNA ENGKAULAH

Senin, 29 Juli 2013
GB 388 PUJI ALLAH | MULIAKANLAH

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



bagaimana cara memberitakan injil di lingkungan,   Yohanes 6 : 27 - 29,   kejadian 21:1-7renungan,   kejadian 21:1-7renungan,   tafsiran lukas 21 : 5-19,   forevermore gms mp3 ,   lagu ibadah penutup,   lagu memberikan persembahan,   kidung ceria cinta akan Yesus tak berarti hanya nyanyi dan doa,   khotbah Roma 1:18-25,   judul lagu rohani arab,   Yohanes 6 : 27 - 29,   Bahan khotbah dari 2 Tesalonika 3: 1-9,   lagu rohani pujian,   dunia gemar dan soraklah lirik,   dunia gemar dan soraklah lirik,   2 korintus 9;6-7 NATS PERSEMBAHAN,   nats ayat alkitab untuk persembahan,   lagu penutup ibadah,   tema natal tentang hendaklah kamu sehati,sepikir dalam tuhan bahasa batak,   lagu penutup ibadah,   lagu pembuka ibadah,   khotbah dari kitab nahum,   yakobus 3 cerita sekolah minggu,   khotbah gereja toraja dari matius 16:13-20,   khotbah gereja toraja dari matius 16:13-20,   mazmur 69:20-37 gpib,   mazmur 69:20-37 gpib,   lagu doa syafaat,   lagu buat doa syafaat,   kristen kata pengantar persembahan,   2tesalonika3:6-13,   jamita filipi 4:10-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   lagu lagu pengakuan dosa,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   download lagu mp3 di mazmur 150,   kumpulan lagu gereja kristen maranatha indonesia pengajaran tabernakel,   renungan ulangan 24 17 22,   lagu persembahan gmim,   filipi 4:10-20,   download lagu mp3 di mazmur 150,   khotbah : Tetaplah Setia,   Filipi 4:10-20,   Filipi 4:10-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   syair dan not lagu gereja pdf,   khotbah yohanes 5:19-29,   khotbah yohanes 5:19-29,   you rise me up versi paduan suara,   lagu untuk persembahan,   renungan harian yohanes 5:19-29,   partitur lagu natal,   jembatan lagu untuk persembahan,   ambilan gkps 17 november 2019,   meresponi panggilan tuhan Yosua 1:1-9,   khotbah ulangan 24:19-22,   khotbah ulangan 24:19-22,   liturgi ibadah persekutuan kaum pria bala keselamatan,   lagu bala keselamatan perjuangan,   Khotbah KRISTEN dari Ayub 19: 23-27,   Khotbah KRISTEN dari Ayub 19: 23-27,   jamita filipi 4:10-20,   khotbah ulangan 24:19,   pujian saat mengumpulkan persembahan,   lagu gereja kj 49,   khotbah pilipi 4:10-20 versi hkbp,   renungan yakobus 2:1-13,   Hari Tuhan Maleakhi 4:1-6 GKI,   Hari Tuhan Maleakhi 4:1-6 GKI,   Hari Tuhan Maleakhi 4:1-6,   pujian saat mengumpulkan persembahan,   Contoh renungan kotbah harian agama Kristen Protestan bulan November 2019,   pujian saat mengumpulkan persembahan,   Khlbh masmur 55:2-8,   renungan remaja kristen gmit,   kothbah katolik menurut lukas 21:5-19,   kothbah katolik menurut lukas 21:5-19,   renungan kristen insani 13:20-21 dari gmit,   lagu persembahan,   Tafsiran alkitap 2 tesalonika 3;13-15,   khotbah yakobus 2 1-10,   ayat2 alkitab utk ajakan persembahan,   lagu kristen yang sesuai dengan nats matius 25:31-46,   tata ibadah unit gpm,   MEMANDANG ALLAH MELAMPAUI HIDUP INI Ayub 19: 23 - 27a,   renungan Yosua 24:22-28,   kejadian 21:1-7renungan,   khotbah keluaran 23;1-13,   khotbah amsal 12,    kitab ulangan 24:19-22 berbuat baik bagi semua orang,    kitab ulangan 24:19-22 berbuat baik bagi semua orang,   kotbah ulangan 24:19-22 ,    ulangan 24:19-22 melindungi sesama,   khotbah yoel 2 : 28-32,   khotbah yoel 2 : 28-32,   partirtur 4 suara lagu natal,   renungan sbu tgl 17 november,   khotbah yoel 2 : 28-32,   tafsiran “Engkaulah anakKu yang kukasihi, kepadaMulah aku berkenan” ?,   kalender liturgi katolik tgl 12 nopember 2019,   Jamita filipi 4;10-20,   renungan kristen keluaran 19: 10-11 ,   nyanyian pujian downlod,   nyanyian pujian downlod,   renungan kristen keluaran 19: 10-11 ,   renungan pagi sabda bina umat gpib matius 12. 46_ 50,   sabda bina umat gpib 12 nov 2019,   NYANYIAN BALA KESELAMATAN,   contoh liturgi kedukaan kristen gki,   contoh liturgi kedukaan kristen gki,   lagu gereja.com,   Gita bakti pdf,   Gita bakti pdf,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   contoh kotbah kitab ulangan 24:19-22,   ulangan 24:19-22 jamita partangiangan,   kasihnya seperti sungai lagu misa,   bahan sermon jamita 5 Musa 24 19-22,   contoh kotbah ulangan 24:19-22 harus kau ingat dahulu kamu budak,   contoh kotbah ulangan 24:19-22 harus kau ingat dahulu kamu budak,   proses menulis kotbah ulangan 24:19-22,   firmanmu pelita bagi kakiku lagu misa,   renungan alkitab markus 13 ayat 33-37,   Renungan joel 2:23-32,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   khotbah gpib tahun 2019,   khotbah gpib 2019,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   NOT NYANYI ROHANI NKB LAGU NATAL UNTUK PERSEMBAHAN,   yesaya 57 ayat 14 - 21,   NOT NYANYI ROHANI NKB LAGU NATAL UNTUK PERSEMBAHAN,   partitur lagu koor natal,   renungan Lukas 17:7-10,   khotbah yakobus 1:9-11,   lagu penutup ibadah,   kalendar liturgi 2020 agustus,   kalender katolik 2020,   kalender katolik 2020,   kidung kabungahan 45,   tafsir amsal 1 : 5,   contoh contoh tema natal ibadah wbi,   koor natal batak,   sejarah kitab maleakhi 2 ayat 1-9,   lagu unyuk renungan kitab maleakhi 2 ayat 1-9,   lagu gereja ku bersyukur,   nats khotbah kej 6:1-8,   kotbah tekun dalam berkarya,   liturgi katolik desember 2019,   renungan Kitab Keluaran 31 : 12-17,   nyanyian rohani no.97,   liturgi katolik desember 2019,   cerita ulangtahun sekolah minggu dari pengkhotbah 11:8,   judul lagu gms,   kotbah tekun dalam berkarya,   kotbah tekun dalam berkarya,   partitur lagu koor natal,   liturgi ibadah hari minggu gereja toraja 17 november 2019,   khotbah ajakan juruslamat,   khotbah ajakan juruslamat,   tafsiran maleakhi 4:1-6 GKI,   tafsiran maleakhi 4:1-6 GKI,   kasih allahku sungguh tlah terbukti.mp3,