Save Page

Gembalakanlah kawanan domba Allah
5:1 Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan   kelak.
5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah  yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak  Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan,  tetapi dengan pengabdian diri.
5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.
5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,  sebab Ia yang memelihara kamu.
5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
5:10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya  yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.
5:11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Penjelasan:

* GEMBALAKANLAH KAWANAN DOMBA ALLAH. Nas : 1Pet 5:2
Para penatua (penilik atau gembala) bertanggung jawab untuk memelihara orang percaya, mendisiplin mereka, memberi makanan Firman Allah dan melindungi mereka
(lihat art. KARUNIA-KARUNIA PELAYANAN GEREJA; dan lihat art. PENILIK JEMAAT DAN KEWAJIBANNYA).

* JANGAN KARENA MAU MENCARI KEUNTUNGAN. Nas : 1Pet 5:2
Para gembala dan pemimpin gereja harus waspada terhadap dua dosa yang berbahaya:
    1) Keinginan akan uang (lih. 1Tim 3:3,8; Tit 1:7). Standar PB bagi mereka yang mengawasi pekerjaan Tuhan ialah memperoleh sokongan yang memadai dari gereja (Luk 10:7; 1Kor 9:14; 1Tim 5:17) dan merasa puas dengan persediaan bahan pokok yang perlu bagi diri dan keluarganya. Janganlah seorang hamba Tuhan memperkaya diri dari pekerjaan Tuhan. Mereka yang menjadi korban dari keinginan ini membuka diri untuk melakukan dosa keserakahan, kompromi, dan pencurian. Demi memperoleh uang, mereka mengurangi tuntutan Firman Allah, standar yang benar, dan prinsip kerajaan.
    2) Keinginan untuk berkuasa. Mereka yang haus kekuasaan akan menguasai orang yang mereka layani dengan menyalahgunakan wewenang mereka. Sebaliknya, seorang gembala harus memimpin jemaatnya dengan menjadi teladan dalam pengabdian kepada Kristus, pelayanan yang rendah hati, ketabahan dalam kebenaran, ketekunan dalam doa, dan kasih akan Firman Allah.

* RENDAHKANLAH DIRIMU. Nas : 1Pet 5:5
Kerendahan hati harus merupakan ciri semua orang percaya. Kerendahan berarti ketiadaan kesombongan, kesadaran akan kelemahan diri, dan sikap mengakui peranan Allah dan orang lain atas segala keberhasilan yang telah dan sedang dicapai (bd. Mat 11:29; Fili 2:3-4; Kol 3:12). (Versi Inggris NIV -- "kenakanlah kerendahan hati".) "Kenakanlah" (Yun. _egkomboomai_) berarti mengikatkan sepotong kain pada diri kita. Dalam zaman PB para budak mengikatkan sepotong kain putih atau celemek atas pakaian mereka supaya orang lain tahu bahwa mereka adalah budak. Petrus menasihati kita untuk mengikat kain kerendahan hati pada diri supaya
    (1) dikenal sebagai orang percaya dalam Kristus sewaktu kita bertindak rendah hati terhadap orang lain, dan
    (2) menerima kasih karunia dan pertolongan Allah (ayat 1Pet 5:5-7). Mungkin Petrus sedang memikirkan tindakan Yesus ketika Ia mengikatkan sehelai kain dan mencuci kaki murid-Nya (Yoh 13:4-5).

* IA YANG MEMELIHARA KAMU. Nas : 1Pet 5:7
Pemeliharaan Allah di tengah-tengah kesulitan setiap anak-Nya adalah suatu kebenaran yang ditekankan sepanjang Firman Allah (lih. Mazm 27:10; Mazm 37:5; 40:18; 55:23; Mat 6:25-34; 10:29-31; 11:28-30; lihat cat. --> Fili 4:6). [atau ref. Fili 4:6]
Semua ketakutan, kekuatiran, dan keprihatinan harus diserahkan sepenuhnya kepada Allah (bd. Mazm 55:23; Luk 12:11-12; lihat art. PEMELIHARAAN ALLAH).

* LAWANMU, SI IBLIS. Nas : 1Pet 5:8
Ketika umat manusia jatuh dalam dosa, Iblis menjadi penguasa dunia ini (Yoh 12:31; 14:30; 16:11). Iblis menguasai seluruh dunia (1Yoh 5:19), meronda di bumi, dan menjadi pemimpin dari pasukan roh-roh jahat yang dipakainya untuk memperbudak dan menawan mereka yang di luar Kristus (Ef 2:2; lihat art. KUASA ATAS IBLIS DAN SETAN-SETAN). Hanya orang percaya telah dibebaskan dari kuasanya (lihat art. KERAJAAN ALLAH).

Namun, seperti singa yang mengaum-ngaum, dia tetap menjadi ancaman bagi orang percaya (Mazm 22:14; Yeh 22:25) dan berusaha untuk membinasakan mereka, khususnya melalui pengalaman penderitaan (ayat 1Pet 5:8-10). Iblis akan secara rohani membinasakan seseorang yang meninggalkan perlindungan Allah. Oleh iman kita dalam darah Kristus (Wahy 12:11), peperangan rohani kita oleh Roh Kudus (Ef 6:11-18) dan doa-doa kita kepada Allah (Mat 6:13), kita dilengkapi penuh untuk mengalahkan muslihat Iblis (Ef 6:11), melawan dia dan berdiri teguh dalam iman (ayat 1Pet 5:9). "Roh yang ada di dalam kamu lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia" (1Yoh 4:4).


* Sumber SGDK:

MINGGU IV SESUDAH PASKAH
MINGGU, 26 APRlL 2015
MELAYANI DENGAN RENDAH HATI
1 Petrus 5:1-11

A. KERANGKA KHOTBAH

1. PENGANTAR
Memimpin merupakan suatu seni menata, mengarahkan, dan mengelola seluruh potensi manusia. Karena itu, selain berkemauan kuat (ambisi) untuk memimpin seorang juga patut berkemampuan dalam mewacanakan visi, menjabarkan misi dan menyusun strategi. Artinya, seorang pemimpin mumpuni harus memahami dengan jelas apa yang hendak ia capai; mengetahui secara tepat segala sesuatu yang mesti dilakukan untuk mencapainya; dan terampil dalam mewujudkan setiap rencana lewat aksi nyata.

Namun demikian, apakah sejumlah kecakapan yang telah mengemuka di atas akan menjamin keberhasilan seorang dalam melaksanakan kepemimpinannya? Jika seorang pemimpin telah
memiliki kemampuan dan keterampilan, maka sudah pantaskah ia disebut sebagai seorang pemimpin besar, pemimpin sejati atau pemimpin yang benar-benar memimpin?

Ternyata tidak cukup sampai di situ. Lukas memberi kesaksian tentang perkataan Yesus, bahwa seorang pemimpin harus berjiwa pelayan; pemimpin yang melayani; hamba yang memimpin (Lukas 22:26-27). Lalu bagaimanakah seorang pemimpin harus melayani di tengah gelombang penderitaan yang menerpanya dan orang-orang yang ia pimpin? Model kepemimpinan atau pelayanan seperti apakah yang harus ditampilkannya? Kita akan belajar dari penulis Surat 1 Petrus.

2. MENDALAMI NAS ALKITAB
a. Latar Belakang
Pada bagian awal surat, penulis menyebut bahwa Surat 1 Petrus berasal dari Petrus, rasul Yesus Kristus. Walaupun secara jelas nama Petrus diperkenalkan, namun bukan berarti bahwa rasul Petrus yang secara langsung menuliskan kata demi kata dalam Surat kirimannya kepada sejumlah jemaat yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia (1 Petrus 1:1). Sejumlah pengkajian yang dilakukan oleh para Ahli Perjanjian Baru mengungkapkan bahwa, agak sulit membayangkan seorang nelayan dari Galilea, seperti Simon Petrus, memiliki kepiawaian menulis dalam bahasa Yunani. Dugaan itu makin kuat setelah mencermati 1 Petrus 5:12, yang menyebut seorang bernama Silawanus sebagai perantara Petrus dalam menulis suratnya. Namun demikian, kita tidak dapat meragukan bahwa Surat 1 Petrus mengandung wibawa rasuli dan bersumber dari kesaksian Simon Petrus, Rasul Kristus yang berkarakter kuat, tegas, berani dan pantang menyerah dalam memberitakan lnjil Kristus, me-ski iaharus menanggung penderitaan akibat hukuman Kekaisaran Roma.

Jemaat yang menjadi tujuan Surat 1 Petrus adalah mereka yang disebut pendatang dan perantau (1 Petrus 2:11). Jemaat hidup sebagai orang asing, yang hak dan kebebasannya terbatas dan harus puas dengan perlakuan tidak adil di hadapan hukum pemerintah Romawi. Penindasan dan penganiayaan semakin merebak ketika umat menolak untuk menyembah Kaisar Romawi layaknya dewa penguasa semesta. Akibatnya, pemerintah Romawi bertindak keras. Mereka melakukan penangkapan dan
penyiksaan terhadap para pengikut Kristus. Keberadaan jemaat baik sebagai pribadi maupun institusi terancam. Dengan mudah umat dapat tercerai-berai, bagai domba yang kehilangan arah hingga binasa karena serangan 'serigala' kekaisaran Roma. Di tengah situasi demikian, jemaat membutuhkan figur
kepemimpinan yang mengayomi dalam berbagai kondisi, menginsipirasi dan tidak mementingkan diri sendiri serta tegas dan bijaksana dalam menegakkan ajaran Kristus. Oleh sebab itu, pada bagian akhir surat-Nya, Petrus berbicara tentang kepemimpinan dan pelayanan terhadap umat yang sedang
berada di tengah-tengah penderitaan.

b. PENJELASAN TEKS
Ayat 1 : Mengawali pesannya kepada para penatua, Petrus mengindentifikasi dirinya sebagai teman dari penatua. Kata 'teman' yang dimaksud di sini yaitu teman sepelayanan. Rekan sekerja dalam melayani jemaatTuhan. Petrus menghindari kesan superior (atasan), dengan tidak Iangsung menyebut dirinya
sebagai rasul pilihan Kristus. Petrus ingin menyampaikan kepada para pemimpin jemaat bahwa dirinya dan para penatua memiliki tanggungjawab yang sama, yaitu untuk menegakkan ajaran, melindungi umat Allah dan mengarahkan perjalanan persekutuan beriman mengikuti jejak kehendak Kristus. Para pemimpin di tengah jemaat hadir sebagai pelayan dan bukan penguasa.

Ayat 2-3 : Petrus menjabarkan karakteristik seorang pemimpin Kristiani di tengah jemaat, yaitu. Pertama, pemimpin yang berjati diri seorang gembala yang menuntun domba kepunyaan Allah. Kedua, pemimpin dengan hasrat besar untuk melayani dengan kerelaan dan bukan karena memenuhi kewajiban semata. Ketiga, melayani dengan berorientasi pada apa yang dapat mereka berikan (pengabdian diri), bukan apa yang akan mereka terima (mencari keuntungan). Keempat, pemimpin yang menampilkan keteladanan, bukan keterpaksaan atau melakukan pemaksaan.

Ayat 4 : Petrus hendak menegaskan bahwa Kepala dari para gembala di tengah jemaat adalah Yesus Kristus. Dia adalah Sang Gembala Agung, yangjuga akan datang kedua kali di akhir zaman sebagai Hakim Maha Agung. Yesus akan menghakimi semua orang, tanpa kecuali. Dia akan menganugerahkan mahkota kemuliaan yang tidak dapat Iayu bagi umat beriman kepada-Nya, termasuk para gembala jemaat. Mahkota tersebut merupakan suatu metafora (penggambaran) dari kehidupan kekal,
keselamatan abadi dalam Kristus. Perkataan Petrus merupakan suatu motivasi, baik kepada para gembala yang melayani tanpa pementingan diri maupun kepada umat yang tengah bergulat dengan penderitaan dan rupa-rupa pencobaan.

Ayat 5 : Petrus melanjutkan nasihatnya, khususnya terhadap kalangan muda dan kelompok orang-orang tua. Orang-orang muda hendaknya mau menghormati dan melakukan pengajaran orang-orang tua.Sebaliknya, orang-orang yang tua pun hendaknya hadir sebagai pemimpin bersuri teladan bagi orang-orang muda.Untuk mewujudkan hal tersebut, semua orang harus menanggalkan kecongkakan lalu hidup rendah hati. Yang muda menaruh hormat pada yang lebih tua; orang-orang tua bersedia
mendengar orang-orang yang lebih muda sehingga tercipta suasana saling melayani satu sama lain.

3. PENERAPAN NAS ALKITAB (APLIKASI)
a. Para pemimpin yang hadir di tengah jemaat adalah pemimpin yang berperan sebagai pelayan dan bukan penguasa; memimpin untuk melayani dan bukan bermaksud menguasai. Menerima penetapan Allah dan memlliki wibawi ilahi, namun harus'melayani dengan rendah hati.
b. Keutuhan jemaat sebagai kawanan domba Allah terletak pada penjagaan para gembala. Gembala yang menampilkan keteladanan dan rela mendharmabaktikan seluruh potensi yang dimilikinya, akan mengokohkan, mencerdaskan dan memberdayakan jemaat. Untuk mencapai semua hal itu, para gembala jemaat harus bersedia mendengar arahan setia mengikuti jejak kehendak Yesus Kristus, Sang Gembala Agung.

Umat yang telah menerlma karya keselamatan Kristus, terpanggil untuk merendahkan diri seperti Yesus. Dia Gembala Agung yang tidak hanya bersedia mendengar keluh kesah kawanan domba-Nya, tapi juga memberi diri untuk merawat, memelihara dan menyelamatkan mereka. Seluruh warga jemaat bertanggungjawab untuk merawat memelihara dan menyelamatkan persekutuan umat Allah dengan hidup rendah hati, saling menghormati dan melayani satu sama Iain.

B. KHOTBAH LENGKAP
Umat yang dikasihi Tuhan,
Almarhum Pendeta Eka Darmaputera, seorang Pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI), pernah menulis dalam bukunya: "Kepemimpinan dalam Persepektif Alkitab", setiap orang siapapun dia dikarunia oleh Allah tiga "at". Ketiga "at" tersebut, yaitu amanit, mandal_dan berkgj. Manusia menerima ketiga "_a_t_"
tersebut sejak Allah menciptakan manusia (Kejadian 1:26).

Sebagai penerima amanat, mandat dan berkat, manusia memiliki wewenang dan kuasa untuk menjadi pemimpin. Sebab itu, semua manusia menurut Pendeta Eka, adalah sama-sama pemimpin. Benar semua manusia memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi model dan kualitas kepemimpinan sudah pasti berbeda.

Contohnya, sejak Indonesia merdeka hingga saat ini, kita telah dipimpin oleh tujuh orang Presiden. Ketujuh Presiden sama-sama terpilih sebagai pemimpin, Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Republik Indonesia. Namun demikian, setiap presiden memiliki kekhasan atau keunikan masing-masing
dalam memimpin. Memang semua pemimpin sama-sama berkemampuan mewacanakan visi, menjabarkan misi dan menyusun strategi demi keberhasilan dalam memimpin. Namun menjelmakan semua hal itu dalam aksi nyata yang membawa kemajuan bagi masyarakat jelas berbeda-beda.

Para pembaca yang menjadi tujuan surat 1 Petrus, yaitu Jemaat-jemaat tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia (1 Petrus 1:1) adalahjemaat pendatang dan perantau. Hidup sebagai orang asing membuat hak dan kebebasan mereka terbatas. Jemaat harus puas dengan perlakuan tidak adil di hadapan hukum pemerintah Romawi. Sebagai bagian dari masyarakat saat itu, jemaat harus tunduk di bawah kekuasaan pemimpin Romawi. Kaisar Roma yang berkuasa memimpin dengan tangan besi. Semua orang, tanpa kecuali, yang hidup di wilayah kekuasaan Roma harus menyembah kaisar. Menolak untuk menyembah kaisar berarti siap menerima hukuman dan menanggung penderitaan. lnilah kondisi yang sedang dialami oleh jemaat dalam Surat 1 Petrus. Tentu mereka tidak mau menyembah Kaisar. Sebab hanya Tuhan Allah, dalam Yesus Kristus saja yang hendak mereka sembah. Akibatnya, pemerintah Romawi bertindak keras dengan melakukan penangkapan dan penyiksaan terhadap para pengikut Kristus. Keberadaan jemaat baik sebagai pribadi maupun institusi terancam.

Di tengah situasi demikian, jemaat membutuhkan figur kepemimpinan yang mengayomi dalam berbagai kondisi, menginsipirasi dan tidak mementingkan diri sendiri, tegas dan bijaksana dalam menegakkan ajaran Kristus. Oleh sebab itu, pada bagian akhir surat-Nya, Petrus berbicara tentang kepemimpinan
dan pelayanan terhadap umat yang sedang berada di tengah-tengah penderitaan.

Umat yang diberkati Kristus,
Petrus, pemimpin kedua belas rasul pilihan Kristus menasihati para penatua. la tidak menyebut dirinya sebagai seorang rasul, tetapi sebagai teman penatua. Walaupun Perus memiliki wilbawa rasuli, tapi dengan menyapa para penatua di jemaat sebagai teman, rekan sekerja. Sesama hamba Tuhan yang
bertanggungjawab terhadap pelayanan di tengah jemaat. Kepada para penatua Petrus menyampaikan beberapa hal penting, yaitu, Perfama, para pemimpin di jemaat berperan sebagai gembala yang harus menggembalakan kawanan domba Allah, yakni umat-Nya. Sebagai gembala, para pemimpin jemaat hendaknya melayani dengan kerelaan dan bukan karena memenuhi kewajiban semata. Bila melayani hanya karena ingin menunaikan kewajiban, maka pelayanan akan berpotensi menjadi beban. Akan
tetapi, bila pelayanan bersumber dari hati yang rela, maka ada cinta dan sukacita ketika melakukannya. Kedua, seorang gembala yang melayani dengan kerelaan akan memberi dirinya dengan rendah hati. Mau berinisiatif melakukan apa saja yang dapat mereka perbuat atau berikan bagi kehidupan domba-dombanya. Itulah yang disebut pengabdian diri. Dan bukan pasif dan mencari keuntungan dengan berharap apa yang akan mereka terima dari kawanan domba-dombanya. Ketiga, seorang gembala baik
mengajak domba-domba mengikuti teladannya dan bukan memanfaatkan wewenang dan kekuasaannya agar orang lain menuruti perintahnya.

Oleh sebab itu, para gembala di tengah jem_aat haruslah mengaca pada Yesus, sang Gembala Agung. Kepada Dialah seluruh tugas kegembalaan akan dipertanggungjawabkan. Yesus juga adalah Hakim Maha Agung yang akan memutuskan apakah seorang gembala telah menjadi gembala yang baik
seperti Dia (Yohanes 10:11,14): rela berkorban, mendharmabaktikan diri, dan telah menjadi teladan. Bila demikian yang dilakukan oleh para gembala, Petrus berkata maka kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Mahkota merupakan suatu metafora atau penggambaran dari kehidupan kekal, keselamatan abadi dalam Kristus. Allah menyediakan penghargaan dan penghormatan kepada setiap gembala yang melayani dengan setia dan rendah hati.

Apakah mahkota tersebut hanya akan diterima oleh para gembala saja? Tidak. Sebab pada bagian selanjutnya, Petrus juga memberikan nasihat bagi jemaat, yaitu para orang tua dan orang-orang muda di tengah jemaat. Orang-orang muda hendaknya mau menghormati dan melakukan nasihat orang-orang yang tua. Sebaliknya, orang-orang yang tua pun hendaknya hadir sebagai teladan bagi orang-orang muda. Hal ini hanya dapat terjadi jika semua orang menanggalkan kecongkakannya, lalu hidup rendah hati. Yang muda menaruh hormat pada yang lebih tua; orang-orang tua bersedia mendengar orang-orang yang lebih muda. Petrus mengatakan bahwa Allah mengasihani orang yang rendah hati. AMIN.

Label:   1 Petrus 5:1-11 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah PKP Selasa, 28 April 2015 MINGGU IV SESUDAH PASKAH Pagi: Wahyu 18:1-8 Malam: Wahyu 18:9-10

PREV:
Khotbah Ibadah Keluarga MINGGU III SESUDAH PASKAH RABU, 22 APRIL 2015 BERKAT DARI SEJARAH Mazmur 105:12-22

Garis Besar 1 Petrus





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 23 September - Mazmur 119

Hari ini, 23 September - Maz 107:6-12, Yes 32-33, 2 Kor 13, Ams 25:3-4


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2015..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song





Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 22 September 2019
Great Jehovah - Travis Greene

Minggu, 22 September 2019
On My Own - Ashes Remain

Minggu, 22 September 2019
God's Not Dead - Newsboys

Minggu, 22 September 2019
Gone - Elevation Worship

Sabtu, 21 September 2019
Burdens - Jamie Kimmett

Jumat, 20 September 2019
We're A Winner - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Vaya (Go With Love) - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Truimph - Phillip Bailey

Kamis, 19 September 2019
Oh Jesus! - Mercy Chinwo

Kamis, 19 September 2019
Quiet Time (2): 1 Hour Soaking Worship Songs (Kim Walker, Hillsong, Israel Houghton)

Kamis, 19 September 2019
Free - Hillsong

Kamis, 19 September 2019
Hear My Song, Lord - Gaither Vocal Band

Kamis, 19 September 2019
Give God the Glory - Marcus Jordan

Kamis, 19 September 2019
Beautiful - Jonas Rayme

Kamis, 19 September 2019
Yes, I Know - Gaither Vocal Band

Minggu, 15 September 2019
Forever Faithful (Love Song for Jesus) - Lifebreakthrough

Minggu, 15 September 2019
Glory To The King - Hillsong

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu nyanyian rohani,   khotbah bilangan 28 16 31,   chord dan lirik lagu pkj 14,   chord dan lirik lagu pkj 14,   chord dan lirik lagu pkj 14,   khotbah minggu 29 september 2019,   2 korintus 9:7-8,   Bacaan sbu oktober 2019,   Tata Ibadah HUT Organisasi Wanita (Kristen),   apa beda diaken dan penatua,   renungan amos 8 : 4-8,   jamita psalmen 40 7-11,   lagu rohani saat malam hari,   tafsiran Yesaya 65:17-25,   nama group gereja,   lagu gereja katolik penutup,   lirik lagu gereja mari bersyukur,   lirik lagu Tuhanku berkatmu limpah bagai hujan yang deras,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   rohani barat,   gpib zebulon batam september 2019,   lagu rohani mp3 free download,   nyaniyan rohani 132,   kotbah hari minggu ke 25 september 22, 2019,   Misa hari minggu biasa ke 25, september 22, 2019,   nyanyian suara gembira 21,   Doa sebelum ngambil khobat,    maz 40:7-11 renungan harian menanggapi karya pnenyelamatan Allah,   kidung muda mudi 87,   khotbah pelita hidup,   Khotbah Mazmur 40:7-11,   Khotbah Psalm 40:7-11,   ringkasan khotbah mazmur 40 7 11,   ringkasan kotbah mazmur 40 7 11,   KHOTBAH MENGADAKAN PENDAMAIAN,   sgdk oktober 2019,   renungan amos 8 ayat 4 - 8,   nyanyian suara gembira 21,   not angka gita bakti no 45 Dan lyrik,   not angka gita bakti no 45,   mars gerakan pemuda,   nyaniyan rohani 132,   tema mazmur 40:7-11,   sabda bina umat 22 september 2019 ,   jamita partangiangan 29 september 2019 mazmur 40:7-11,   kmm 33,   bahan kotbah mazmur 40:7-11 sabda.com,   Jamita psalmen 40:7-11,   khotbah yosua 24 13-25,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   renungan harian katolik tanggal 22 september 2019,   kotbah 1 tesalonoka 3:6-8,   tafsiran mazmur 40:7-11,   Renungan harian bacaan dan mazmur minggu 22 September 2019,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   jamita minggu efesus 4:7-16,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   ayat Alkitab persembahan untuk anak anak,   renungan harian katolik 22 september 2019,   renungan harian katolik 22 september 2019,   lagu rohani easy worship,   lagu penutup ibadah,   lagu rohani pdt erastus sabdono,   Kesimpulan dari dosa , anugerah , pertobatan , pengampunan dan hidup baru,   lagu rohani untuk persembahan,   kidung ceria bilasangkakala,   not lagu nyanyian kidung baru 201,   tafsiran Yosua 24:13-25,   Bahan khotbah Josua 24:13-25,   sabda bina teruna septembr 2019,   inti korbah JOSUA 24:13-25,   jamita josua 24:13-25,   download MP3 lagu lagu di lagu sion acapella,   yosua 23 13-25,   renungan yesaya 27:1-5,   Khotbah 1tesalonika3,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   khotbah yosua 24:13-25,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   chord dipintumu ku datang dan,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   Ilustrasi kotbah josua,   renungan harian hkbp 2019 mazmur 40:7-11,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   Ilustrasi kotbah josua,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   renungan matius 5:21-26,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   khotbah lukas 16:10-18,   nyanyian rohani 136,   kmm 1 notasi,   jamita na marhata batak Josua 24:13-25,   lagu persembahan pastekosta lama,   1 petrus 3 : 8-12,   Injil Renungan Minggu 22 September 2019,   khotbah yosua 24:13-25,   1 petrus 3 : 8-12,   bina anak gmim bln september,   renungan gpib hari ini september,   khotbah yosua 24:13-25,   bahan renungan alkitab 1 yohanes pasal 1 ayat 1 sampai 6,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   khotbah dari gal 4:18÷20,   nyanyian masmur minggu 22 september 2019,   kidung muda mudi 87,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   tafsiran amos 8:4-6,   download kidung keesaan gratis,   bahan khotbah ester 4:1-17,   kidung kaesaan,   khotbah yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kidubg kaesaan 6,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   lagu sesudah pembacaan alkitab,   download lg soraklah alleluya katolik,   khotbah lukas 16: 10-18,   renungan kis,   khotbah yosua 24:13-25,   instrumen lagu rohani mp3,   khotbah minggu 22 september 2019 Yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kmm 33,   Khotbah amos 8:4-8,   sabda bina umat online,   notasi nkb 122,   nkb 122 dengan not,   kotbah josua 24 13 25,   kotbah josua 24:13-25,   kotbah josua 24:13-25,   jangan mengusik orang2 yg Kuurapi, renungan,   Khotbah minggu tanggal 22 sep 2019 yosua 24:13-25,   lagu-lagu rohani katolik 2019,   khotbah mazmur 40:7-11,   khotbah mazmur 40:7-11,   lagu gms,   bina anak gmim bln september,   tema ibadah hki 22 september 2019,   mars pelkat pa,   mars pelkat pa,   lagu kidung jemaat awal pesta,   ku daki jalan mulia chord,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   lagu bermacam-macam anak,   Kotbah:yosua 24:13-25,   khotbah bilangan 27,   lagu untuk persembahan,   Tertwa lgu rohni,   ilustrasi khotbah lukas 16:10-18,   renungan roma 12:1-8 menjalani kehidupan ibadah yang sejati,   khotbah amos 8: 4-8,   Album rohani john tanamal,   khotbah amos 8: 4-8,   khotba Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk men,