Save Page

Gembalakanlah kawanan domba Allah
5:1 Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan   kelak.
5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah  yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak  Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan,  tetapi dengan pengabdian diri.
5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.
5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,  sebab Ia yang memelihara kamu.
5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
5:10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya  yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.
5:11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Penjelasan:

* GEMBALAKANLAH KAWANAN DOMBA ALLAH. Nas : 1Pet 5:2
Para penatua (penilik atau gembala) bertanggung jawab untuk memelihara orang percaya, mendisiplin mereka, memberi makanan Firman Allah dan melindungi mereka
(lihat art. KARUNIA-KARUNIA PELAYANAN GEREJA; dan lihat art. PENILIK JEMAAT DAN KEWAJIBANNYA).

* JANGAN KARENA MAU MENCARI KEUNTUNGAN. Nas : 1Pet 5:2
Para gembala dan pemimpin gereja harus waspada terhadap dua dosa yang berbahaya:
    1) Keinginan akan uang (lih. 1Tim 3:3,8; Tit 1:7). Standar PB bagi mereka yang mengawasi pekerjaan Tuhan ialah memperoleh sokongan yang memadai dari gereja (Luk 10:7; 1Kor 9:14; 1Tim 5:17) dan merasa puas dengan persediaan bahan pokok yang perlu bagi diri dan keluarganya. Janganlah seorang hamba Tuhan memperkaya diri dari pekerjaan Tuhan. Mereka yang menjadi korban dari keinginan ini membuka diri untuk melakukan dosa keserakahan, kompromi, dan pencurian. Demi memperoleh uang, mereka mengurangi tuntutan Firman Allah, standar yang benar, dan prinsip kerajaan.
    2) Keinginan untuk berkuasa. Mereka yang haus kekuasaan akan menguasai orang yang mereka layani dengan menyalahgunakan wewenang mereka. Sebaliknya, seorang gembala harus memimpin jemaatnya dengan menjadi teladan dalam pengabdian kepada Kristus, pelayanan yang rendah hati, ketabahan dalam kebenaran, ketekunan dalam doa, dan kasih akan Firman Allah.

* RENDAHKANLAH DIRIMU. Nas : 1Pet 5:5
Kerendahan hati harus merupakan ciri semua orang percaya. Kerendahan berarti ketiadaan kesombongan, kesadaran akan kelemahan diri, dan sikap mengakui peranan Allah dan orang lain atas segala keberhasilan yang telah dan sedang dicapai (bd. Mat 11:29; Fili 2:3-4; Kol 3:12). (Versi Inggris NIV -- "kenakanlah kerendahan hati".) "Kenakanlah" (Yun. _egkomboomai_) berarti mengikatkan sepotong kain pada diri kita. Dalam zaman PB para budak mengikatkan sepotong kain putih atau celemek atas pakaian mereka supaya orang lain tahu bahwa mereka adalah budak. Petrus menasihati kita untuk mengikat kain kerendahan hati pada diri supaya
    (1) dikenal sebagai orang percaya dalam Kristus sewaktu kita bertindak rendah hati terhadap orang lain, dan
    (2) menerima kasih karunia dan pertolongan Allah (ayat 1Pet 5:5-7). Mungkin Petrus sedang memikirkan tindakan Yesus ketika Ia mengikatkan sehelai kain dan mencuci kaki murid-Nya (Yoh 13:4-5).

* IA YANG MEMELIHARA KAMU. Nas : 1Pet 5:7
Pemeliharaan Allah di tengah-tengah kesulitan setiap anak-Nya adalah suatu kebenaran yang ditekankan sepanjang Firman Allah (lih. Mazm 27:10; Mazm 37:5; 40:18; 55:23; Mat 6:25-34; 10:29-31; 11:28-30; lihat cat. --> Fili 4:6). [atau ref. Fili 4:6]
Semua ketakutan, kekuatiran, dan keprihatinan harus diserahkan sepenuhnya kepada Allah (bd. Mazm 55:23; Luk 12:11-12; lihat art. PEMELIHARAAN ALLAH).

* LAWANMU, SI IBLIS. Nas : 1Pet 5:8
Ketika umat manusia jatuh dalam dosa, Iblis menjadi penguasa dunia ini (Yoh 12:31; 14:30; 16:11). Iblis menguasai seluruh dunia (1Yoh 5:19), meronda di bumi, dan menjadi pemimpin dari pasukan roh-roh jahat yang dipakainya untuk memperbudak dan menawan mereka yang di luar Kristus (Ef 2:2; lihat art. KUASA ATAS IBLIS DAN SETAN-SETAN). Hanya orang percaya telah dibebaskan dari kuasanya (lihat art. KERAJAAN ALLAH).

Namun, seperti singa yang mengaum-ngaum, dia tetap menjadi ancaman bagi orang percaya (Mazm 22:14; Yeh 22:25) dan berusaha untuk membinasakan mereka, khususnya melalui pengalaman penderitaan (ayat 1Pet 5:8-10). Iblis akan secara rohani membinasakan seseorang yang meninggalkan perlindungan Allah. Oleh iman kita dalam darah Kristus (Wahy 12:11), peperangan rohani kita oleh Roh Kudus (Ef 6:11-18) dan doa-doa kita kepada Allah (Mat 6:13), kita dilengkapi penuh untuk mengalahkan muslihat Iblis (Ef 6:11), melawan dia dan berdiri teguh dalam iman (ayat 1Pet 5:9). "Roh yang ada di dalam kamu lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia" (1Yoh 4:4).


* Sumber SGDK:

MINGGU IV SESUDAH PASKAH
MINGGU, 26 APRlL 2015
MELAYANI DENGAN RENDAH HATI
1 Petrus 5:1-11

A. KERANGKA KHOTBAH

1. PENGANTAR
Memimpin merupakan suatu seni menata, mengarahkan, dan mengelola seluruh potensi manusia. Karena itu, selain berkemauan kuat (ambisi) untuk memimpin seorang juga patut berkemampuan dalam mewacanakan visi, menjabarkan misi dan menyusun strategi. Artinya, seorang pemimpin mumpuni harus memahami dengan jelas apa yang hendak ia capai; mengetahui secara tepat segala sesuatu yang mesti dilakukan untuk mencapainya; dan terampil dalam mewujudkan setiap rencana lewat aksi nyata.

Namun demikian, apakah sejumlah kecakapan yang telah mengemuka di atas akan menjamin keberhasilan seorang dalam melaksanakan kepemimpinannya? Jika seorang pemimpin telah
memiliki kemampuan dan keterampilan, maka sudah pantaskah ia disebut sebagai seorang pemimpin besar, pemimpin sejati atau pemimpin yang benar-benar memimpin?

Ternyata tidak cukup sampai di situ. Lukas memberi kesaksian tentang perkataan Yesus, bahwa seorang pemimpin harus berjiwa pelayan; pemimpin yang melayani; hamba yang memimpin (Lukas 22:26-27). Lalu bagaimanakah seorang pemimpin harus melayani di tengah gelombang penderitaan yang menerpanya dan orang-orang yang ia pimpin? Model kepemimpinan atau pelayanan seperti apakah yang harus ditampilkannya? Kita akan belajar dari penulis Surat 1 Petrus.

2. MENDALAMI NAS ALKITAB
a. Latar Belakang
Pada bagian awal surat, penulis menyebut bahwa Surat 1 Petrus berasal dari Petrus, rasul Yesus Kristus. Walaupun secara jelas nama Petrus diperkenalkan, namun bukan berarti bahwa rasul Petrus yang secara langsung menuliskan kata demi kata dalam Surat kirimannya kepada sejumlah jemaat yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia (1 Petrus 1:1). Sejumlah pengkajian yang dilakukan oleh para Ahli Perjanjian Baru mengungkapkan bahwa, agak sulit membayangkan seorang nelayan dari Galilea, seperti Simon Petrus, memiliki kepiawaian menulis dalam bahasa Yunani. Dugaan itu makin kuat setelah mencermati 1 Petrus 5:12, yang menyebut seorang bernama Silawanus sebagai perantara Petrus dalam menulis suratnya. Namun demikian, kita tidak dapat meragukan bahwa Surat 1 Petrus mengandung wibawa rasuli dan bersumber dari kesaksian Simon Petrus, Rasul Kristus yang berkarakter kuat, tegas, berani dan pantang menyerah dalam memberitakan lnjil Kristus, me-ski iaharus menanggung penderitaan akibat hukuman Kekaisaran Roma.

Jemaat yang menjadi tujuan Surat 1 Petrus adalah mereka yang disebut pendatang dan perantau (1 Petrus 2:11). Jemaat hidup sebagai orang asing, yang hak dan kebebasannya terbatas dan harus puas dengan perlakuan tidak adil di hadapan hukum pemerintah Romawi. Penindasan dan penganiayaan semakin merebak ketika umat menolak untuk menyembah Kaisar Romawi layaknya dewa penguasa semesta. Akibatnya, pemerintah Romawi bertindak keras. Mereka melakukan penangkapan dan
penyiksaan terhadap para pengikut Kristus. Keberadaan jemaat baik sebagai pribadi maupun institusi terancam. Dengan mudah umat dapat tercerai-berai, bagai domba yang kehilangan arah hingga binasa karena serangan 'serigala' kekaisaran Roma. Di tengah situasi demikian, jemaat membutuhkan figur
kepemimpinan yang mengayomi dalam berbagai kondisi, menginsipirasi dan tidak mementingkan diri sendiri serta tegas dan bijaksana dalam menegakkan ajaran Kristus. Oleh sebab itu, pada bagian akhir surat-Nya, Petrus berbicara tentang kepemimpinan dan pelayanan terhadap umat yang sedang
berada di tengah-tengah penderitaan.

b. PENJELASAN TEKS
Ayat 1 : Mengawali pesannya kepada para penatua, Petrus mengindentifikasi dirinya sebagai teman dari penatua. Kata 'teman' yang dimaksud di sini yaitu teman sepelayanan. Rekan sekerja dalam melayani jemaatTuhan. Petrus menghindari kesan superior (atasan), dengan tidak Iangsung menyebut dirinya
sebagai rasul pilihan Kristus. Petrus ingin menyampaikan kepada para pemimpin jemaat bahwa dirinya dan para penatua memiliki tanggungjawab yang sama, yaitu untuk menegakkan ajaran, melindungi umat Allah dan mengarahkan perjalanan persekutuan beriman mengikuti jejak kehendak Kristus. Para pemimpin di tengah jemaat hadir sebagai pelayan dan bukan penguasa.

Ayat 2-3 : Petrus menjabarkan karakteristik seorang pemimpin Kristiani di tengah jemaat, yaitu. Pertama, pemimpin yang berjati diri seorang gembala yang menuntun domba kepunyaan Allah. Kedua, pemimpin dengan hasrat besar untuk melayani dengan kerelaan dan bukan karena memenuhi kewajiban semata. Ketiga, melayani dengan berorientasi pada apa yang dapat mereka berikan (pengabdian diri), bukan apa yang akan mereka terima (mencari keuntungan). Keempat, pemimpin yang menampilkan keteladanan, bukan keterpaksaan atau melakukan pemaksaan.

Ayat 4 : Petrus hendak menegaskan bahwa Kepala dari para gembala di tengah jemaat adalah Yesus Kristus. Dia adalah Sang Gembala Agung, yangjuga akan datang kedua kali di akhir zaman sebagai Hakim Maha Agung. Yesus akan menghakimi semua orang, tanpa kecuali. Dia akan menganugerahkan mahkota kemuliaan yang tidak dapat Iayu bagi umat beriman kepada-Nya, termasuk para gembala jemaat. Mahkota tersebut merupakan suatu metafora (penggambaran) dari kehidupan kekal,
keselamatan abadi dalam Kristus. Perkataan Petrus merupakan suatu motivasi, baik kepada para gembala yang melayani tanpa pementingan diri maupun kepada umat yang tengah bergulat dengan penderitaan dan rupa-rupa pencobaan.

Ayat 5 : Petrus melanjutkan nasihatnya, khususnya terhadap kalangan muda dan kelompok orang-orang tua. Orang-orang muda hendaknya mau menghormati dan melakukan pengajaran orang-orang tua.Sebaliknya, orang-orang yang tua pun hendaknya hadir sebagai pemimpin bersuri teladan bagi orang-orang muda.Untuk mewujudkan hal tersebut, semua orang harus menanggalkan kecongkakan lalu hidup rendah hati. Yang muda menaruh hormat pada yang lebih tua; orang-orang tua bersedia
mendengar orang-orang yang lebih muda sehingga tercipta suasana saling melayani satu sama lain.

3. PENERAPAN NAS ALKITAB (APLIKASI)
a. Para pemimpin yang hadir di tengah jemaat adalah pemimpin yang berperan sebagai pelayan dan bukan penguasa; memimpin untuk melayani dan bukan bermaksud menguasai. Menerima penetapan Allah dan memlliki wibawi ilahi, namun harus'melayani dengan rendah hati.
b. Keutuhan jemaat sebagai kawanan domba Allah terletak pada penjagaan para gembala. Gembala yang menampilkan keteladanan dan rela mendharmabaktikan seluruh potensi yang dimilikinya, akan mengokohkan, mencerdaskan dan memberdayakan jemaat. Untuk mencapai semua hal itu, para gembala jemaat harus bersedia mendengar arahan setia mengikuti jejak kehendak Yesus Kristus, Sang Gembala Agung.

Umat yang telah menerlma karya keselamatan Kristus, terpanggil untuk merendahkan diri seperti Yesus. Dia Gembala Agung yang tidak hanya bersedia mendengar keluh kesah kawanan domba-Nya, tapi juga memberi diri untuk merawat, memelihara dan menyelamatkan mereka. Seluruh warga jemaat bertanggungjawab untuk merawat memelihara dan menyelamatkan persekutuan umat Allah dengan hidup rendah hati, saling menghormati dan melayani satu sama Iain.

B. KHOTBAH LENGKAP
Umat yang dikasihi Tuhan,
Almarhum Pendeta Eka Darmaputera, seorang Pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI), pernah menulis dalam bukunya: "Kepemimpinan dalam Persepektif Alkitab", setiap orang siapapun dia dikarunia oleh Allah tiga "at". Ketiga "at" tersebut, yaitu amanit, mandal_dan berkgj. Manusia menerima ketiga "_a_t_"
tersebut sejak Allah menciptakan manusia (Kejadian 1:26).

Sebagai penerima amanat, mandat dan berkat, manusia memiliki wewenang dan kuasa untuk menjadi pemimpin. Sebab itu, semua manusia menurut Pendeta Eka, adalah sama-sama pemimpin. Benar semua manusia memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi model dan kualitas kepemimpinan sudah pasti berbeda.

Contohnya, sejak Indonesia merdeka hingga saat ini, kita telah dipimpin oleh tujuh orang Presiden. Ketujuh Presiden sama-sama terpilih sebagai pemimpin, Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Republik Indonesia. Namun demikian, setiap presiden memiliki kekhasan atau keunikan masing-masing
dalam memimpin. Memang semua pemimpin sama-sama berkemampuan mewacanakan visi, menjabarkan misi dan menyusun strategi demi keberhasilan dalam memimpin. Namun menjelmakan semua hal itu dalam aksi nyata yang membawa kemajuan bagi masyarakat jelas berbeda-beda.

Para pembaca yang menjadi tujuan surat 1 Petrus, yaitu Jemaat-jemaat tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia (1 Petrus 1:1) adalahjemaat pendatang dan perantau. Hidup sebagai orang asing membuat hak dan kebebasan mereka terbatas. Jemaat harus puas dengan perlakuan tidak adil di hadapan hukum pemerintah Romawi. Sebagai bagian dari masyarakat saat itu, jemaat harus tunduk di bawah kekuasaan pemimpin Romawi. Kaisar Roma yang berkuasa memimpin dengan tangan besi. Semua orang, tanpa kecuali, yang hidup di wilayah kekuasaan Roma harus menyembah kaisar. Menolak untuk menyembah kaisar berarti siap menerima hukuman dan menanggung penderitaan. lnilah kondisi yang sedang dialami oleh jemaat dalam Surat 1 Petrus. Tentu mereka tidak mau menyembah Kaisar. Sebab hanya Tuhan Allah, dalam Yesus Kristus saja yang hendak mereka sembah. Akibatnya, pemerintah Romawi bertindak keras dengan melakukan penangkapan dan penyiksaan terhadap para pengikut Kristus. Keberadaan jemaat baik sebagai pribadi maupun institusi terancam.

Di tengah situasi demikian, jemaat membutuhkan figur kepemimpinan yang mengayomi dalam berbagai kondisi, menginsipirasi dan tidak mementingkan diri sendiri, tegas dan bijaksana dalam menegakkan ajaran Kristus. Oleh sebab itu, pada bagian akhir surat-Nya, Petrus berbicara tentang kepemimpinan
dan pelayanan terhadap umat yang sedang berada di tengah-tengah penderitaan.

Umat yang diberkati Kristus,
Petrus, pemimpin kedua belas rasul pilihan Kristus menasihati para penatua. la tidak menyebut dirinya sebagai seorang rasul, tetapi sebagai teman penatua. Walaupun Perus memiliki wilbawa rasuli, tapi dengan menyapa para penatua di jemaat sebagai teman, rekan sekerja. Sesama hamba Tuhan yang
bertanggungjawab terhadap pelayanan di tengah jemaat. Kepada para penatua Petrus menyampaikan beberapa hal penting, yaitu, Perfama, para pemimpin di jemaat berperan sebagai gembala yang harus menggembalakan kawanan domba Allah, yakni umat-Nya. Sebagai gembala, para pemimpin jemaat hendaknya melayani dengan kerelaan dan bukan karena memenuhi kewajiban semata. Bila melayani hanya karena ingin menunaikan kewajiban, maka pelayanan akan berpotensi menjadi beban. Akan
tetapi, bila pelayanan bersumber dari hati yang rela, maka ada cinta dan sukacita ketika melakukannya. Kedua, seorang gembala yang melayani dengan kerelaan akan memberi dirinya dengan rendah hati. Mau berinisiatif melakukan apa saja yang dapat mereka perbuat atau berikan bagi kehidupan domba-dombanya. Itulah yang disebut pengabdian diri. Dan bukan pasif dan mencari keuntungan dengan berharap apa yang akan mereka terima dari kawanan domba-dombanya. Ketiga, seorang gembala baik
mengajak domba-domba mengikuti teladannya dan bukan memanfaatkan wewenang dan kekuasaannya agar orang lain menuruti perintahnya.

Oleh sebab itu, para gembala di tengah jem_aat haruslah mengaca pada Yesus, sang Gembala Agung. Kepada Dialah seluruh tugas kegembalaan akan dipertanggungjawabkan. Yesus juga adalah Hakim Maha Agung yang akan memutuskan apakah seorang gembala telah menjadi gembala yang baik
seperti Dia (Yohanes 10:11,14): rela berkorban, mendharmabaktikan diri, dan telah menjadi teladan. Bila demikian yang dilakukan oleh para gembala, Petrus berkata maka kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Mahkota merupakan suatu metafora atau penggambaran dari kehidupan kekal, keselamatan abadi dalam Kristus. Allah menyediakan penghargaan dan penghormatan kepada setiap gembala yang melayani dengan setia dan rendah hati.

Apakah mahkota tersebut hanya akan diterima oleh para gembala saja? Tidak. Sebab pada bagian selanjutnya, Petrus juga memberikan nasihat bagi jemaat, yaitu para orang tua dan orang-orang muda di tengah jemaat. Orang-orang muda hendaknya mau menghormati dan melakukan nasihat orang-orang yang tua. Sebaliknya, orang-orang yang tua pun hendaknya hadir sebagai teladan bagi orang-orang muda. Hal ini hanya dapat terjadi jika semua orang menanggalkan kecongkakannya, lalu hidup rendah hati. Yang muda menaruh hormat pada yang lebih tua; orang-orang tua bersedia mendengar orang-orang yang lebih muda. Petrus mengatakan bahwa Allah mengasihani orang yang rendah hati. AMIN.

Label:   1 Petrus 5:1-11 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Khotbah Ibadah PKP Selasa, 28 April 2015 MINGGU IV SESUDAH PASKAH Pagi: Wahyu 18:1-8 Malam: Wahyu 18:9-10

PREV:
Khotbah Ibadah Keluarga MINGGU III SESUDAH PASKAH RABU, 22 APRIL 2015 BERKAT DARI SEJARAH Mazmur 105:12-22

Garis Besar 1 Petrus





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 20 Mei - Pengkotbah 3-5

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2015..

Hari ini, 20 Mei - Pengkotbah 3-5
rss lagu-gereja.com  Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392




Beli Kaos C59. Klik Disni

Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 17 Desember 2019 - Yesaya 13:4-5 - MINGGU ADVEN III Yesaya 13:4-5 Penjelasan Ayat

Khotbah Ibadah GPIB Senin, 16 Desember 2019 - Yesaya 12:4-6 - MINGGU ADVEN III Yesaya 12:4-6 Penjelasan Ayat

Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 15 Desember 2019 - MANUSIA BERKESEMPATAN UNTUK HIDUP DI DALAM DAMAI SEJAHTERA - Zefanya 3:9-15 (SGD) - HARI MINGGU ADVEN III Zefanya 3:9-15 Penjelasan Ayat
Janji keselamatan, Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, Engkau tidak akan mendapat malu, Umat yang rendah hati dan lemah, Sisa Israel, Bersorak-sorailah, hai putri Sion, Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 14 Desember 2019 - Mazmur 72:1-11 - MINGGU ADVEN II Mazmur 72:1-11 Penjelasan Ayat

Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 13 Desember 2019 - Mazmur 60:1-7 - MINGGU ADVEN II Mazmur 60:1-7 Penjelasan Ayat




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Jumat, 17 Mei 2019
Open Heaven - Influencers Worship

Jumat, 17 Mei 2019
Beautiful - Influencers Worship

Jumat, 17 Mei 2019
Dance Like It's Done - Influencers Worship

Jumat, 17 Mei 2019
Halellujah - Bob Dylan

Jumat, 17 Mei 2019
Precious Angel - Bob Dylan

Jumat, 17 Mei 2019
Blowin in The Wind - Bob Dylan

Jumat, 17 Mei 2019
Jokerman - Bob Dylan

Jumat, 17 Mei 2019
Pressing On [Toronto, April 1980] - Bob Dylan

Senin, 13 Mei 2019
God Is With Us - Casting Crowns

Senin, 13 Mei 2019
Here I Go Again - Casting Crowns

Senin, 13 Mei 2019
Love Them Like Jesus - Casting Crowns

Senin, 13 Mei 2019
Courageous - Casting Crowns

Jumat, 10 Mei 2019
Hallelujah - Tori Kelly

Jumat, 10 Mei 2019
You Make Me Brave - Lauren Daigle

Jumat, 10 Mei 2019
Oceans (Where Feet May Fail) - Lauren Daigle

Jumat, 10 Mei 2019
Lord, I Need You - Lauren Daigle

Jumat, 10 Mei 2019
How Great Thou Art - Lauren Daigle

Jumat, 10 Mei 2019
Because of Who You are - Agnes Monica

Minggu, 05 Mei 2019
Revelation Song - Tori Kelly

Minggu, 05 Mei 2019
How He Loves - Tori Kelly / Romulo Costa

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



sapaan kristen dukacita hari Senin, 20 Mei 2019,   kumpulan lagu untuk persembahan kolekte,   lagu penutup ibadah,   kotbah Mazmur 102:1-12,   lagu rohani untuk doa syafaat,   gmit matius 5:38-48,   tafsiran Mazmur 102:2-3, 13-23,   Download lagu gms terbaru,   kumpulan lagu ibadah persekutuan,   Pujian persembahan,   lagu rohani dengan partitur,   kusembah kau nikko lirik,   khotbah kristen gpib,   psalm 102:2-3,13-23 jamita partangiangan hkbp,   khotbah kristen gpib,    khotbah minggu 26 Mei 2019,    khotbah minggu 26 Mei 2019,   renungan kristen.yesaya 59:1,   renungan kristen.yesaya 59:1,   mazmur 102:13-23,   masmur 148 thema kepedulian Allah,   mazmur 102:13-23,   renungan kristen.yesaya 59:1,   lagu pengumpulan persembahan,   jamita partangiangan 2 timoteus 2:1-7,   eksposisi mazmur 102,   tata ibadah penghiburan,   kata sambutan natal 2018,   kata sambutan ketua panitia natal 2018,   khotbah ezra 6 13 - 18,   download lagu rohani menikmatibaitnya,   download lagu rohani menikmati baitnya,   bahan sermon ezra 6 13 18,   bahan sermon ezra 6 13 18,   minggu paslah VI 26 Mei 2019,   khotbah mazmur 102,   mazmur 102:2-3,12-22,   mazmur 102:2-3,12-22,   mazmur 102:2-3,12-22,   bacaan minggu tgl 26 mei 2019,   ezra 6 13-18,   kord lagu ku datang padamu tuhan dan rajaku,   lagu ku datang padamu tuhan dan rajaku,   Khotbah minggu uem tanggal 26 mei,   inilah hidupku bagai kain yang kotor chord,   khotbah katolik minggu 26 mei 2019,   inilah hidupku bagai kain yang kotor chord,   khotbah mazmur 102 : 13-23,   download lagu rohani kristen samuel,   partitur kj 370 dengan 4 suara,   lagu penyemhan,   khotbah lukas 11,1_13, rogatr,   lagu rohani untuk pernikahan,   lagu pengakuan dosa gmim,   lagu rohani untuk pernikahan,   lagu*Nyanyian rohani,   jamita partangiangan hkbp psalmen 102:2-3,13-23,   lagu pembukaan persekutuan,   jamita partangiangan hkbp psalmen 102:2-3,13-23,   jamita partangiangan hkbp psalmen 102:2-3,13-23,   ezra 6:13-18,   ezra 6:13-18,   jamita 25 mei 2019 rogate,   nyanyian rohani 9,   partitur koor untuk pentakosta,   lagu pujian pengakuan dosa HKBP,   lirik alangkah baik dan indahnya,   nyanyian rohani 9,   Khotbah minggu 19 mai 2019,   khotbah ezra 6 13 - 18,   midi lagu Hymne GKI,   no telpon gereja bogor,   lagu baru gms,   nyanyian rohani no 14,   nyanyian rohani no 14,   lirik lagu rohani untuk persembahan,   lagu baru gms,   puji pujian kristen,   lagu gereja.com,   renungan/ kotbah kejadiann 31:1-16 Hidup seutuhnya Bagi Tuhan,   lagu ucapan syukur,   download lagu gpdi hari ini,   lagu pernikahan di gereja,   lagu pernikahan di gereja,   firman TUHAN menurut yeremia 3:1-5,   Renungan mat 7:12-14,   LAGU LAGU ROHANI YANG MENYENTUH SAATH IBADA,   download lagu rohaninenanti kedatangan tuhan,   lagu kj utk ultah,   lagu kj utk ultah,   khotbah 1 tawarikh 22,   downnload lagu rohanimenikmatibaitnya,   ezra 6:13-18 (BAHASA INDONESIA),   lirik lagu satu hal telah kuminta,   download lagu rohani menikmati baitnya,   renungan pemuda efesus 2:11-22,   mazmur 145:8-13,   renungan khotbah ezra 6:13-18,   bahan sermon ezra 6 13 18,   isi Esra 6:13-18,   Ezra 6 : 13 - 18,   Esra 6:13-18.,   no telpon gereja bogor,   kotbah esra 6 : 13-18,   lagu untuk persambahan,   lagu untuk persambahan,   esra 6:13-18,   ezra 6 13-18 penjelasan,   khotbah esra 6:13-18,   esra 6: 13 - 18,   kotbah ezra 3:13-16,   ezra 6:13-18,   khotbah ezra 6 13 - 18,   renungan ezra 6 13 18,   acara minggu ibadah gkpi,   khotbah esra 6:13-18,   penjelsan ktobah hkbp tggl 19 mei,   Alkitab esra 6:13-18 batak,   ezra 6 batak,   ezra 6 batak,   tata ibadah persekutuan perempuan,   lagu gereja pantekosta,   esra 6:13-18,   ezra 6:13-18,   nats persembahan,   esra 6 bahasa batak,   download lagu nkb 111 mp3,   lagu pembukaan persekutuan,   download lagu nkb 111 mp3,   no telpon gereja bogor,   khotbah minggu 19 mei 2019 hkbp,   jamita minggu 19 mei 2019 hkbp,   lirik mars gp,   when isee the blood donald lawrence,   when isee the blood donald lawrence,   ezra 6:13-18 (BAHASA INDONESIA),   khotbah Ezra 6:13-18,   renungan minggu kantate 19 mei 2019,   bahan sermon ezra 6 13 18,   lirik lagu rohani gms,   khotbah ezra 6:13-18,   contoh khotbah sesudah paskah,   lirik lagu bertambah tambah dalamnya,   khotbah ezra 6:13-18,   khotbah ezra 6 13 18,   khotbah ezra 6:13-18,   doa persembahan gereja secara umum,   lirik lagu bertambah tambah dalamnya,   tafsiran kitab Ezra 6:13-18,   khotbah 19 mei 2019,   khotbah minggu 19 mei 2019 ezra 6:13-18,   khotbah minggu 19 mei 2019 ezra 6:13-18,   ilustrasi khotbah ezra 6:13-18,   ilustrasi khotbah minggu kantate,   bahan sermon ezra 6 13 18,   bahan sermon ezra 6 13 18,   khotbah ezra 6:13-18,   ilustrasi khotbah minggu kantate,   bahan sermon ezra 6 13 18,   khotbah esra 6:13-18,   Kejadian 12:1-7,   khotbah ezra 6 13 18,   nyanyin rohani 31,   rohani 85,   lirik lagu abraham kau mau kemana,   lirik lagu abraham kau mau kemana,   tema khotbah ezra 6:13-18,   tema khotbah ezra 6:13-18,   khotbah Ezra 6:13-18,   santapan harian ezra 6:13-18,   khotbah Ezra 6:13-18,