Khotbah Ibadah Keluarga Rabu, 15 Juli 2015 MINGGU VII SES.PENTAKOSTA HUT Pel - Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 15 Juli 2015 - Nehemia 2:1-10" /> Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 15 Juli 2015 - Nehemia 2:1-10 - lagu-gereja.com - Khotbah Ibadah Keluarga Rabu, 15 Juli 2015 MINGGU VII SES.PENTAKOSTA HUT Pel - Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 15 Juli 2015 - Nehemia 2:1-10 - , situs lagu-gereja.com" >

Save Page
Khotbah Ibadah Keluarga
Rabu, 15 Juli 2015
MINGGU VII SES.PENTAKOSTA
HUT Pelkat GP
Nehemia 2:1-10 (SGK)
Penjelasan:
* Allah berkarya melalui duta-Nya
Nehemia mungkin tidak dapat menduga bagaimana Tuhan akan memakai dia menjadi alat-Nya untuk menolong bangsanya, membangun tembok Yerusalem. Dia sedang melayani di puri Susan, yang letaknya jauh dari Yerusalem. Ia juga terikat dengan pekerjaannya sebagai juru minuman raja (1). Namun ternyata Tuhan memiliki rencana bagi dirinya. Yang indah adalah Nehemia peka dan cepat tanggap akan rencana-Nya itu.

Tuhan memakai kesedihan yang terlihat dalam wajah Nehemia (1b) untuk melibatkan raja Artahsasta dalam penggenapan rencana-Nya. Sewajarnya Nehemia takut, tapi ia tidak bungkam melainkan memakai kesempatan ini untuk membagikan pergumulan umat-Nya (3). Sekali lagi Tuhan bekerja dalam hati raja sehingga ia memberi wewenang kepada Nehemia untuk membangun kembali Yerusalem (8b). Nehemia pun merespons dengan sigap kesempatan yang Allah bukakan ini (4b). Hal ini nyata dari rencana dan perhitungannya yang matang (5, 6b, 7-8a).

Perjalanan "mulus" mendapatkan izin dan dukungan raja merupakan anugerah Tuhan bagi Nehemia untuk melayani Dia (lih. ay. 12). Tuhan dapat memberi kesempatan kepada kita untuk menjadi duta-Nya bagi pemulihan fisik dan spiritualitas umat-Nya dalam masyarakat, gereja, keluarga. Namun kita harus terlebih dulu terbuka akan kasih dan tangan pembentukan-Nya yang akan menempa, memoles, mengasah kita agar memiliki kepekaan terhadap penderitaan di sekitar kita dan memiliki rohani yang matang.

Melalui Nehemia, Allah memperlihatkan kepada kita sikap dan tindakan seorang duta-Nya. Pertama, memiliki hati yang peka. Kedua, memikirkan dengan matang apa yang harus dilakukan. Ketiga, menentukan sikap dan tindakan yang akan ditempuh dengan bijaksana. Keempat, memakai pendekatan yang strategis dan tepat sasaran. Kelima, memiliki spiritualitas yang matang.

Renungkan: Anda siap menjadi duta bagi Allah?

* Berdoa dan bersiap untuk bekerja.
Komunikasi Nehemia dengan Tuhan mendorong dia untuk melibatkan diri secara aktif dalam penyelesaian masalah di Yerusalem. Doa penuh keprihatinan bagi bangsanya diakhiri dengan suatu permohonan yang spesifik 'biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini' (1:11). Melalui pergumulannya selama 3-4 bulan setelah menerima berita dari Hanani, Nehemia dipanggil dan diyakinkan oleh Tuhan bahwa ia sendiri yang harus bekerja untuk menyelesaikan masalah di Yerusalem. Nehemia yang harus memberanikan diri berbicara kepada raja yang dapat menghukum mati dirinya. Ia takut (2b) tetapi sadar bahwa Tuhan berdaulat dan sanggup mempengaruhi hati orang yang tidak beriman sekalipun dan mengabulkan doa Nehemia agar ia mendapat belas kasihan (1:11).

Setelah mendapat perhatian raja karena mukanya yang muram, Nehemia membeberkan masalahnya. Ia tetap sadar bahwa ia sangat membutuhkan Tuhan, terbukti dalam doanya yang kilat (4) yang dipanjatkannya dalam detik-detik antara: pertanyaan raja 'jadi, apa yang kau inginkan' dan jawaban Nehemia. Yang sangat mengesankan adalah persiapan Nehemia yang matang seperti keamanan dalam perjalanan, kebutuhan akan kayu untuk pintu-pintu gerbang di benteng Bait Suci, tembok kota, dan rumahnya sendiri. Kebutuhan-kebutuhan yang telah digumuli dalam doa selama beberapa bulan disampaikan Nehemia kepada raja yang dapat dipakai sebagai alat Tuhan semesta langit untuk memenuhi kebutuhannya. Nehemia memang mengandalkan kedaulatan dan kekuasaan Tuhan. Namun ini tidak membuat dia tidak menggunakan akal dan pikirannya. Kedaulatan Allah tidak dipakai sebagai alasan untuk bersikap malas dan lalai dalam mengadakan persiapan yang teliti.

Renungkan: Teladan indah dari Nehemia: berdoa dan siap bekerja, Allah pasti membukakan pintu-pintu yang tertutup.

Bacaan untuk Minggu ke-22 sesudah Pentakosta


* Sumber SGDK:
MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA
RABU, 15 JULI 2015
HUT Pelkat GP GPIB
PERMISI
Nehemia 2:1-10

LATAR BE LAKANG'
Kitab Nehemia selalu disandingkan dengan kitab Ezra. Dulunya
dalam kanon Ibrani, keduanya Kitab tersebut merupakan satu
kesatuan, barulah nanti di abad ke 15 M, dalam Alkitab lbrani
dibuat pembagian. Agaknya ini mengikuti yang sudah dilakukan
di lingkungan Kristen, karena Origeses sudah membaginya sejak
abad 3 M baik kitab Ezra maupun Nehemia, lebih banyak memuat
kisah atau catatan pengalaman pribadinya, nada itu nampak dari
penceritaan sering hadirnya penyebutan dengan kata ganti orang
pertama tunggal. Dari kedua kitab terdapat cerita di mana satu
sama lain dapat saling memberi informasi. Perhatikan saja,
catatan pribadi Ezra sudah dimulai dalam Ezra 7-10, nanti
dilengkapi kemudian dalam Nehemia 8-10. Lalu catatan pribadi
Nehemia sendiri ada dalam pasal 1-7, berikutnya 11-13. Sehingga
lebih banyak pokok cerita menunjuk pada peran Nehemia.

Setelah maklumat baginda Koresh Agung yang bijaksana, di
antaranya yakni keluarnya izin agar orang-orang dalam
pembuangan kembali ke tanah air mereka. Lalu khusus kaum
Yahudi akhirnya pulang ke tanah air pada tahun 535 sM., malahan
raja berikan dana untuk membangun kembali Rumah Allah di
Yerusalem. Menurut sensus Alkitab, jumlah mereka yang kembali
secara berangsur-angsur selama satu abad sejumlah 50.000
orang. Rombongan pertama yang memimpin Yesua bin Yozadak
yang kemudian diangkat menjadi bupati, serta imam Zerubabel
bin Sealtiel (masih keturunan Daud). Tahun 444 sM, adalah
kehadiran Nehemia untuk pertama kali ke Yerusalem. Jadi 13
tahun kemudian untuk menyusul imam Ezra. Kalau imam Ezra
pergi ke Yerusalem masa pemerintahan raja Artahsasta,
sedangkan Nehemia saat Persia dipimpin raja Artahsasta I
Rekomendasi untuk mengetahui lebih lanjut informasinya, lih., F. L. Bakker, Sejarah Kerajaan
Allah 1; W.S. LaS0r, et.al., Pengantar Perjanjian Lama I; Philip J, King, Lawrence E. Stager,
Kehidupan Orang Israel Alkitabiah (terj.), ketiganya terbitan BPK.GM. Tapi ada bacaan yang
menaxik untuk memperkaya kasanah sosial politik yang turut mcmpmlgarlllli kchidupan orang Yahudi
paska pembuangan. Lih., Morton Smith, Dena' Nama Tuhan (telj.), BPK.GM.(bab 4-7).

Longimanus. Sesungguhnya mengenai waktu agak sulit karena
para penulis kedua kitab ini sengaja tidak membuat urutan waktu.
Mungkin sekali mereka penulis ini hanya memanfaatkan sejumlah
dokumen memoar yang bisa dijumpai di Bait Allah. Sering
dokumen itu langsung mereka salin, dan kapan waktu lain mereka
sadur lalu diolah seperlunya. Kedua dokumen itu tidak dideretkan,
lebih tepat kita bilang dicampuradukkarl. Sehingga tidak salah
ada dugaan, bahwa baik imam Ezra maupun Nehemia, keduanya
bolak-balik Persia -YerusaIem. Dan para penulis agaknya mau
menampilkan secara bersama kedua karya yang saling
menopang.

Melalui peran ketokohan Ezra, imam dan ahli Kitab, serta
"Gubernur" (BIS)/"bupati" Nehemia, mengisahkan kembalinya
kaum Yehuda menuju tanah perjanjian, sekaligus upaya
membangun Rumah Allah serta kota beserta temboknya yang
ternyata menghadapi banyak tantangan. Perlawanan sengit umat
Yahudi hadapi saat kondisi hidup keagamaan dan kota hendak
dibangun dan dipulihkan. Pernah karena hebatnya tantangan
untuk membangun Rumah Allah, pekerjaan itu terhenti, lantas
nabi Hagai dan Zakaria berhasil membangkitkan kembali
semangat. Pada akhirnya Bait/Rumah Allah selesai dibangun
tahun 515 sM. Kedua tokoh itu menjadi contoh kerja sama yang
menarik, yakni keselarasan kerja yang saling menopang untuk
berjuang dalam upaya dan proses pembangunan kesejatian
agama, tatanan kehidupan masyarakat dan kota.

PENJELASAN TEKS
Saat menjadi pengantar piala minuman raja Artahsasta I,
Nehemia prihatin akan kabar yang disampaikan Hanani, tentang
kondisi sulit masyarakat dan pembangunan di tanah airnya, paska
kaum Yahudi kembali dari pembuangan. Agaknya kondisi itu
membuat kegelisahan pikiran dan membuat Nehemia tidak
nyaman. Tugasnya selaku juru minum raja tentunya banyak
memberi kesempatan untuk berhadapan dan berkomunikasi
dengan raja. Barangkali wajarlah kalau baginda lantas
menanyakan kegelisahannya, sebab di hadapannya ia tidaklah
boleh bermuram durja. Diawali pergumulannya di hadapan Tuhan
(puasa dan doanya) akan kerinduan untuk ikut memulihkan
keadaan di tanah Palestina, khususnya Yerusalem, pada akhirnya
ia me"ndapat restu raja. Tidak ada informasi, apakah baginda
sempat pake rapat dulu dengan para penasihatnya atau tidak.
Semua proposal yang diajukan Nehemia guna memenuhi
pekerjaan fisik yakni pem bangunan tem bok serta pintu gerbang
disetujuinya. Raja juga memberi berbagai kemudahan fasilitas
dalam memperlancar perjalanannya. Sebagai utusan Raja,
Nehemia bukan hanya diberikan pengawalan kaveleri yang
memadai, tetapi juga surat jalan untuk kemudahan perjalanan
dari Susa menuju Yerusalem. la juga diberi surat agar dapat
memperoleh kayu dari Asaf, pengawas taman raja.

Guna menunaikan niat mulia Nehemia, baginda Artahsasta I
menganugerahkan jabatan baginya sebagai Bupati. Kepadanya
akan memerintah untuk wilayah Yerusalem, termasuk provinsi
Yehuda (Yudea/Yehud), sebagai provinsi kelima dari lmperium
Persia. Propinsi kelima terletak dan dikenal dengan sebutan
"Seberang Sungai" (sebelah barat sungai Efrat), merupakan salah
satu dari dua puluh satu provinsi Imperium Persia. Kendati
Nehemia sudah memegang sejumlah dokumen Surat pengantar
dari Artahsasta I, untuk ditembuskan kepada para Bupati terkait
supaya dikenal dan disambut, tohk juga beberapa bupati di
antaranya tidak sudi menyambutnya. Mereka adalah kelompok
masyarakat yang dulu tidak ikut terbuang dan di antaranya sudah
menjadi tuan-tuan tanah. Kelompok masyarakat itu adalah orang-
orang Samaria yang dipimpin bupati Sanbalat di sebelah utara;
orang-orang Ammon, yang dipimpin oleh bupat_i Tobia, di sebelah
timur, orang-orang Edom dan Arab di sebelah selatan, yang
barangkali juga dipimpin bupatinya, Gesyem (orang Arab); dan
"orang-orang Asdod" (rilnya adalah orang Fenisia) di sebelah
barat.

Hendak memulai suatu usaha/pekerjaan di suatu tempat atau
daerah yang baru, memang sebaiknya permisi dulu (Jw.:
kulonuwun). Permisi kepada mereka yang lebih dulu ada di sana,
sehingga di kemudian waktu mereka sedia memberi dukungan-
nya. Langkah itupun dilakukan oleh Nehemia, dengan harapan
pekerjaan yang kemudian dilakukan mendapat sokongan
masyarakat yang sudah lebih lama tinggal di sekitar Yuhuda.
Prosedur permisi secara sosial, hukum dan politis sesuai tingkatan
statusnya ia penuhi. Namun niat Nehemia terlebih dahulu sudah
disambut dengan reaksi kebencian mereka. Dan tentunya
kebencian itu bisa mengganggu serta menjadi ancaman proses
kerja, baik berupa ketidaknyamanan bahkan ketidakamannya.

Situasi tidak kondusif demikian amatlah mengganggu kinerja dan
upaya menuju keberhasilan yang didamba. Apakah lalu Nehemia
mengurungkan niatnya, kita tidak tahu, karena teks yang menjadi
perhatian kita hanya sampai di sini, meski Iebih Ianjut kita tahu
bahwa proyek pembangunan yang pimpinnya terus berjalan dan
berhasil. Jadi baiklah kita mengandaikan belum tahu kelanjutan
ceritanya. Kita belum membahas teks Iebih lanjutnya. Tapi sampai
bagian ini saja, cukuplah kita menggumuli dan merenungkannya.
Tetapi itulah pengalaman yang rupanya harus dihadapi Nehemia,
meski diyakini bahwa pekerjaan yang akan dilaksanakan nanti
adalah amanat yang Allah mandatkan sebagaimana diterima
dalam hatinya ("Allah memberi ilham", ay.12, BIS).

POKOK TEOLOGI
Meyakini bahwa pekerjaan yang mendatangkan maupun
membangun kehidupan tatanan yang baik adalah berasal dari
Allah, tentu harus dilakukan dengan santun. Menunaikan
pekerjaan dari Allah tidak berlangsung dengan paksaan dan
mengabaikan orang di sekitarnya. Mungkin bisa dengan
sederhana, teks PA kali ini bisa diberi tema teologi, "teologi
permisi" dalam konteks memulai suatu pekerjaan.

PERGUMULAN UNTUK DISKUSI
"Mau bangun gedung gereja saja susah. Harus izin kesana
kemari. .. belum tentu tempat ibadah mereka punya izin. . .!" Beg itu
keluhan yang sering dilontarkan oleh beberapa anggota jemaat.
Mengapa harus minta izin untuk membangun sesuatu yang baik
dan mulia? Apalagi yang mau dibangun sudah jelas bukan rumah
maksiat, tapi rumah doa. Juga tidak mudah sekelompokl
seseorang untuk melakukan niat baiknya, ternyata harus permisi
agar tidak melahirkan kecurigaan. Sebagaimana langkah
Nehemia, bagaimana Anda menyikapi persoalan di atas?




Label:   Nehemia 2:1-10 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 17 Juli 2015 - Nehemia 4:1-6

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 14 Juli 2015 - Sakramen Perjamuan - Yesaya 45:18-19

Garis Besar Nehemia





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 24 September - Ezra 3:1-7; Mazmur 107,111

Hari ini, 24 September - Maz 107:13-19, Yes 34-35, Gal 1, Ams 25:5-6


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2015..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song





Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 22 September 2019
Great Jehovah - Travis Greene

Minggu, 22 September 2019
On My Own - Ashes Remain

Minggu, 22 September 2019
God's Not Dead - Newsboys

Minggu, 22 September 2019
Gone - Elevation Worship

Sabtu, 21 September 2019
Burdens - Jamie Kimmett

Jumat, 20 September 2019
We're A Winner - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Vaya (Go With Love) - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Truimph - Phillip Bailey

Kamis, 19 September 2019
Oh Jesus! - Mercy Chinwo

Kamis, 19 September 2019
Quiet Time (2): 1 Hour Soaking Worship Songs (Kim Walker, Hillsong, Israel Houghton)

Kamis, 19 September 2019
Free - Hillsong

Kamis, 19 September 2019
Hear My Song, Lord - Gaither Vocal Band

Kamis, 19 September 2019
Give God the Glory - Marcus Jordan

Kamis, 19 September 2019
Beautiful - Jonas Rayme

Kamis, 19 September 2019
Yes, I Know - Gaither Vocal Band

Minggu, 15 September 2019
Forever Faithful (Love Song for Jesus) - Lifebreakthrough

Minggu, 15 September 2019
Glory To The King - Hillsong

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah pslmn 40:7-11,   TAFSIRAN 1 KORINTUS 3:18-23,   tata ibadah penutupan peti GBI,   kotbah 1petrus 3:17-22,   kotbah maleakhi 1: 6-14,   jamita Pesalmen 40; 7-11,   mazmur 40:7-11 memberitakan kasih tuhan,   nama komunitas rohani,   jaamita epistel pesalmen 40:7-11. topik paturetureon angka nabadia,   minggu 29 september 2019 epistel,   kumpulan lagu rohani mawar sharon mp3 download,   slide ibadah minggu gereja hkbp,   sgdk gpib september 2019,   epistel minggu 29-09-2019,   sermon evangelium epistel mazmur 40:7-11,   sermon evangelium epistel mazmur 40:7-11,   mazmur 146 ayat 5,   kothbah mazmur 40:7-11,   sgdk gpib september 2019,   lagu penutup ibadah kristen,   renungan 1 tesalonika 3 12,   Rngn maz 113:1-9,   Khotbah 1tesalonika3,   nats pembimbing persembahan,   Rngn maz 113:1-8,   Masmur 145:8,   Jamita efesus4;7-16,   khotbah minggu Efesus 4: 7-16,   khotbah minggu Efesus 4: 7-16,   yang idlkukan oleh sadrakh, mesakh dan abednego utnuk menjaga kesucian ibadah,   renungan roma 1 18-32,   tafsiran Roma pasal 1 ayat 18,   kotbah dari lukas 8:19-21,   renungan Filemon 1:15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau,   Maksud renungan di Mazmur 33:4,   lagu rohani anak sekolah minggu donload,   LAGU PENGAKUAN DOSA POP ROHANI KRISTEN,   lagu nyanyian rohani,   lagu nyanyian rohani,   khotbah bilangan 28 16 31,   chord dan lirik lagu pkj 14,   chord dan lirik lagu pkj 14,   chord dan lirik lagu pkj 14,   khotbah minggu 29 september 2019,   2 korintus 9:7-8,   Bacaan sbu oktober 2019,   Tata Ibadah HUT Organisasi Wanita (Kristen),   apa beda diaken dan penatua,   renungan amos 8 : 4-8,   jamita psalmen 40 7-11,   lagu rohani saat malam hari,   tafsiran Yesaya 65:17-25,   nama group gereja,   lagu gereja katolik penutup,   lirik lagu gereja mari bersyukur,   lirik lagu Tuhanku berkatmu limpah bagai hujan yang deras,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   rohani barat,   gpib zebulon batam september 2019,   lagu rohani mp3 free download,   nyaniyan rohani 132,   kotbah hari minggu ke 25 september 22, 2019,   Misa hari minggu biasa ke 25, september 22, 2019,   nyanyian suara gembira 21,   Doa sebelum ngambil khobat,    maz 40:7-11 renungan harian menanggapi karya pnenyelamatan Allah,   kidung muda mudi 87,   khotbah pelita hidup,   Khotbah Mazmur 40:7-11,   Khotbah Psalm 40:7-11,   ringkasan khotbah mazmur 40 7 11,   ringkasan kotbah mazmur 40 7 11,   KHOTBAH MENGADAKAN PENDAMAIAN,   sgdk oktober 2019,   renungan amos 8 ayat 4 - 8,   nyanyian suara gembira 21,   not angka gita bakti no 45 Dan lyrik,   not angka gita bakti no 45,   mars gerakan pemuda,   nyaniyan rohani 132,   tema mazmur 40:7-11,   sabda bina umat 22 september 2019 ,   jamita partangiangan 29 september 2019 mazmur 40:7-11,   kmm 33,   bahan kotbah mazmur 40:7-11 sabda.com,   Jamita psalmen 40:7-11,   khotbah yosua 24 13-25,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   renungan harian katolik tanggal 22 september 2019,   kotbah 1 tesalonoka 3:6-8,   tafsiran mazmur 40:7-11,   Renungan harian bacaan dan mazmur minggu 22 September 2019,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   jamita minggu efesus 4:7-16,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   ayat Alkitab persembahan untuk anak anak,   renungan harian katolik 22 september 2019,   renungan harian katolik 22 september 2019,   lagu rohani easy worship,   lagu penutup ibadah,   lagu rohani pdt erastus sabdono,   Kesimpulan dari dosa , anugerah , pertobatan , pengampunan dan hidup baru,   lagu rohani untuk persembahan,   kidung ceria bilasangkakala,   not lagu nyanyian kidung baru 201,   tafsiran Yosua 24:13-25,   Bahan khotbah Josua 24:13-25,   sabda bina teruna septembr 2019,   inti korbah JOSUA 24:13-25,   jamita josua 24:13-25,   download MP3 lagu lagu di lagu sion acapella,   yosua 23 13-25,   renungan yesaya 27:1-5,   Khotbah 1tesalonika3,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   khotbah yosua 24:13-25,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   chord dipintumu ku datang dan,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   Ilustrasi kotbah josua,   renungan harian hkbp 2019 mazmur 40:7-11,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   Ilustrasi kotbah josua,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   renungan matius 5:21-26,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   khotbah lukas 16:10-18,   nyanyian rohani 136,   kmm 1 notasi,   jamita na marhata batak Josua 24:13-25,   lagu persembahan pastekosta lama,   1 petrus 3 : 8-12,   Injil Renungan Minggu 22 September 2019,   khotbah yosua 24:13-25,   1 petrus 3 : 8-12,   bina anak gmim bln september,   renungan gpib hari ini september,   khotbah yosua 24:13-25,   bahan renungan alkitab 1 yohanes pasal 1 ayat 1 sampai 6,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   khotbah dari gal 4:18÷20,   nyanyian masmur minggu 22 september 2019,   kidung muda mudi 87,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   tafsiran amos 8:4-6,   download kidung keesaan gratis,   bahan khotbah ester 4:1-17,   kidung kaesaan,   khotbah yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kidubg kaesaan 6,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   lagu sesudah pembacaan alkitab,   download lg soraklah alleluya katolik,   khotbah lukas 16: 10-18,