Save Page
Khotbah Minggu, 9 Agustus 2015
MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA
HADAPI PENDERITAAN DENGAN HIKMAT
Yakobus 1:2-8
Iman dan hikmat
1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, -- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit --, maka hal itu akan diberikan kepadanya. 1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.


Penjelasan:



* Yak 1:2 - saudara-saudaraku // anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan

Yakobus cukup sering (setidak-tidaknya enam belas kali) menyapa para pembacanya sebagai saudara-saudaraku.
Yakobus dan para pembacanya terikat oleh suatu kesetiaan yang sama kepada Yesus Kristus.
Perkataan pertama yang diucapkan olehnya merupakan ucapan yang memberi semangat - anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.
Kata peirasmos ("pencobaan") memiliki dua arti. Di sini yang dimaksudkan ialah "penderitaan yang datang dari luar diri seseorang," sedangkan di ayat 13, 14 artinya adalah "dorongan batiniah untuk melakukan sesuatu yang jahat."

* Yak 1:3 - ketekunan
Seorang Kristen hendaknya bersukacita di dalam pencobaan bukan karena ada pencobaan. Pada masa awal gereja diperlukan ajaran semacam ini sebab gereja sedang dilanda berbagai gelombang penganiayaan. Buah dari penganiayaan ialah ketekunan (hypomone). James Moffatt (The General Epistles, hlm. 9) menyebutnya "kekuatan untuk bertahan hidup."

* Yak 1:4 - menjadi sempurna
Ketekunan ini hendaknya diberi peluang untuk menjadi sempurna.
Ketekunan merupakan sebuah proses yang berlanjut terus di dalam kehidupan orang Kristen dengan sasaran mencapai tingkat sempurna (teleios lebih tepat jika diterjemahkan menjadi kedewasaan). Penulis mungkin mengingat kata-kata Tuhan kita yang tercatat di Matius 5:48.

* Yak 1:5-8 - murah hati // dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang // gelombang laut yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin // orang yang mendua hati,

Tampaknya di antara paragraf ini dengan paragraf sebelumnya ada hubungan. Yakobus berbicara tentang maksud dari adanya pencobaan. Dia mengantisipasi bahwa sebagian pembaca suratnya akan mengatakan bahwa mereka tidak dapat menemukan adanya maksud ilahi di dalam pengalaman tersebut. Jika hal ini terjadi, menurut Yakobus, mereka hendaknya memohon hikmat kepada Allah, yakni pengertian praktis tentang kehidupan (bukan pengetahuan teoritis) dan Allah akan dengan murah hati memenuhi permohonan tersebut dan tidak akan memarahi atau menegur mereka. Sekalipun demikian ada syarat yang harus dipenuhi.
Permohonan tersebut harus dipanjatkan dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang. Orang yang menghampiri Allah membawa permohonan harus yakin bahwa ia memang memerlukan apa yang ia minta dari Alah itu. Yakobus melukiskan orang yang bimbang sebagai gelombang laut yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Orang semacam itu, "Tidak mungkin memperoleh sesuatu dari Allah" (Phillips). Orang semacam itu adalah orang yang mendua hati, yaitu orang yang kesetiaannya bercabang. Orang semacam ini menyimpan keraguan mental mengenai doa itu sendiri maupun mengenai permohonannya kepada Allah.

* Pencobaan - Hikmat - Iman
Mengapa orang benar menderita?
Yakobus tidak memberikan jawaban untuk pertanyaan itu. Ia hanya menegaskan fakta bahwa gereja memang sedang menderita bagai dua belas suku yang dalam perantauan. Orang percaya menderita karena masih berada di dunia dan belum tiba di kediaman kekal. Maka Yakobus mendorong orang beriman agar memanfaatkan pencobaan untuk bertumbuh ke arah Tuhan, berdoa untuk mendapat hikmat, dan agar dalam pergumulan hidup yang berat justru iman menjadi tahan uji.

Yakobus membedakan pencobaan dari luar (2) dan karena kelemahan dari dalam diri sendiri (12). Dalam pengalaman nyata, kedua hal itu sering tidak dapat dipisah. Pembaca surat Yakobus saat itu, ada yang miskin atau ada yang menerima berbagai tekanan karena iman. Maka pencobaan masa itu berupa masalah material, sosial moral, juga spiritual.

Yakobus tidak memaksudkan 'jatuh' ke dalam pencobaan dalam arti terseret dan berbuat dosa. Namun hal yang sifat dan maksudnya jahat di tangan Iblis, diubah Allah hingga bersifat dan dimaksud untuk menguji iman umat-Nya. Melalui ujian, iman berkesempatan untuk berakar dan memiliki kualitas ketekunan. Apabila proses ini dijalani dengan benar, orang akan mengalami pengampunan dan imannya dimatangkan (3-4). Maksudnya hubungan dengan Tuhan makin akrab, sehingga pribadi pun makin serasi dengan sifat Tuhan. Maka orang Kristen seharusnya bersukacita waktu mengalami pencobaan, sebab intinya adalah ujian bagi iman.

Dalam situasi sedang dicobai, orang beriman sangat perlu hikmat. Dalam perspektif Alkitab, hikmat adalah kesalehan yang terjadi karena seseorang dekat dengan Allah. Menghadapi situasi yang menghasilkan kematangan iman, orang beriman perlu kepekaan membedakan kehendak Tuhan dan kekuatan untuk melaksanakannya dengan taat. Berdoa memohon hikmat juga merupakan latihan iman, sebab doa yang benar adalah doa yang sepenuhnya mempercayakan diri kepada Allah yang berkuasa dan berhikmat.



* Sumber SGDK:
MINGGU Xl SESUDAH PENTAKOSTA
MINGGU, 9 AGUSTUS 2015
HADAPI PENDERITAAN DENGAN HIKMAT
Yakobus 1:2-8

PENGANTAR
Siapapun ketika mendengar istilah penderitaan akan langsung mengkonotasikannya dengan suatu hal yang tidak menyenangkan; kesukaran hidup; kepedihan dan atau hal lain yang berhubungan dengan konotasi negatif. Pendek kata, penderitaan adalah momok yang menakutkan dan perlu dihindari.

Yakobus dalam suratnya memang tidak menyebut tentang "penderitaan" pada pasal 1 ayat 2-8, melainkan istilah yang ia pakai adalah pencobaan. Namun dengan mudah dapat dipahami bahwa yang dimaksud Yakobus tentang pencobaan adalah sesuatu yang "mengganggu" kita; dengan tujuan menjatuhkan, melemahkan dan bahkan membinasakan. Pencobaan seringkali datang melalui kesulitan dan penderitaan hidup, sehingga pencobaan identik dengan penderitaan hidup. Kendatipun demikian, perlujuga ditekankan bahwa pencobaan dapatjuga datang melalui "kesenangan" dan "kenikmatan" hidup yang menggiring orang percaya melawan kehendak Allah (bd.1:14,15).

PEMAHAMAN TEKS
I. Latar belakang dan isi surat Yakobus Surat ini ditujukan kepada kedua belas suku di perantauan (1 :1) yakni umat Tuhan yang terserak di luar Palestina. Penggunaan istilah
kedua belas suku sebagai penerima surat ini barangkali menunjuk pada orang Kristen yang memiliki latar belakang tradisi Yahudi yang berada jauh dari "negeri" asal mereka. Kedua belas sukujuga bisa berarti bukan Israel yang lama melainkan umat Allah yang telah
diselamatkan lewat percaya pada lnjil Yesus Kristus. ltulah sebabnya, penulis surat menyebut dirinya hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus sebagai identitas yang "sama" dengan penerima surat yakni mereka yang percaya pada Yesus Kristus yang mana Yakobus menghamba
pada-Nya.

Walaupun masih menjadi perdebatan mengenai siapa sesungguhnya Yakobus si penulis surat ini, namun pada umumnya gereja menerima Yakobus Saudara Yes us (Mrk. 6:3) sebagai penulis surat ini. Surat ini tidak berisi berbagai uraian dogmatis dan ajaran teologis sebagaimana kitab sebelumnya (lbrani) dan atau seperti surat-surat Paulus yang sarat dengan Kerygma atau berita lnjil Yesus Kn"stus.

Secara keseluruhan surat Yakobus ini lebih sederhana, yakni mengandung nasehat dan tuntunan praktis tentang bagaimana seharusnya orang percaya menjalani dan menghadapi kehidupan ini. Sesuai konteksnya, bahwa surat ini ditujukan kepadajemaat atau
umat Tuhan di perantauan, maka kuat dugaan bahwa penerima surat ini sedang mengalami ketidaknyamanan dan kesukaran hidup di wilayah pemerintahan kerajaan Romawi. Dengan demikian, surat inipun berisi penguatan dan dorongan untuk tetap teguh iman dan menjalani kondisi "khusus" mereka dengan tekun dan tahan uji. Tuntunan praktis dan dorongan untuk menunjukkan bagaimana hidup benar sebagai orang percaya terlihat jelas dalam keseluruhan
kitab ini. Surat ini membahas serangkaian pokok yang cukup beragam berkaitan dengan menjalankan kehidupan Kristen yang sejati.

Yakobus mendorong orang percaya untuk menanggung pencobaan dengan sukacita dan menarik manfaat daripadanya (Yak 1:2-11); melawan godaan (Yak 1:12-18); menjadi pelaku Firman dan bukan hanya pendengar (Yak 1:19-27); serta menunjukkan iman yang aktif
dan bukan pengakuan yang kosong (Yak 2:14-26). Yakobus dengan sungguh-sungguh mengingatkan tentang berdosanya lidah yang sukar dikendalikan (Yak 3:1-12; Yak 4:11-12), hikmat duniawi (Yak 3:13-16), kelakuan berdosa (Yak 4:1-10), kehidupan yang congkak (Yak
4:13-17) dan kekayaan yang mementingkan diri sendiri (Yak 5:1-6). Yakobus menutup dengan menekankan kesabaran, doa, dan memulihkan mereka yang sudah mundur (Yak 5:7-20)2.

II. Pokok Ajaran Yakobus 1:2-8
Pada pasal 1:2-8 Yakobus menguraikan tentang bagaimanakah orang percaya di perantauan itu menghadapi penderitaan dan memandang percobaan hidup yang sedang mereka jalani. Ada
beberapa pokok penting yang perlu menjadi perhatian khusus pada penkopint.

1. Mendefinisikan Pencobaan
lstilah yang dipakai Yakobus untuk "pencobaan" berasal dari bahasa Yunani Trzipaopél (baca: peirasmos) yang berarti pencobaan atau pembujukan.3 Yakobus membedakan pencobaan
berdasarkan asalnya menjadi dua bagian, yakni pencobaan yang datang dari luar diri yang biasa diidentikkan dengan kesukaran

------------------------------------------------
2 Donald S. Stamps (ed) , Alkitab Penuntun - Full Life Study Bible, (Gandum
Mas, Malang 2004), hlm. 2084. Bandingkan juga dengan: Alkitab Edfsi Studi,
Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta 2011, hlm. 2003 dst.
3 Barclay M. Newman Jr., Kamus Yunani-Indonesia, (BPK Gunung Mulia, Jakarta
2004), h|m.129.


emosional. Sebab bahagia adalah unsur emosional dalam diri manusia. Dengan demikian secara tidak langsung, Yakobus mengajak orang percaya untuk menghadapi kesukaran dan penderitaan akibat pencobaan dengan energi positlf pada sisi emosional manusia yaitu
umat dituntun untuk bermental pejuang dan menghadapi pencobaan itu dengan cara yang berbeda sesuai Firman Allah, misalnya memu|iakan dan memuji Tuhan (bnd. Mzm. 34:2); mengucap syukur (bnd. 1 Tes. 5:18) atau bergembira (Bnd. Ams.17":22) dan bersemangat (Bnd. Ams.18:14).

Semua yang diuraikan di atas hanya mungkin dilakukan jika orang percaya memperoleh hikmat Tuhan sehingga mampu menghadapi tiap pencobaan hidup itu dengan cara yang benar. Itulah sebabnya Yakobus menyarankan untuk minta hikmat kepada Allah saat
menghadapi pencobaan dan ujian iman (ay.5). Allah adalah sum ber
hikmat, dan Ia berjanji akan memberi-kan hikmat asalkan kita mau
meminta dengan beriman pada janji-Nya, tidak dengan bimbang (ay
6-7)

3. Fungsi dan Tujuan Pencobaan Diijinkan Tuhan Pallng tidak ada dua tujuan akhir ketika seseorang diijinkan Tuhan menghadapi berbagai-bagai pencobaan hidup, yakni: Pertama,
menghasilkan ketekunan. Bahwa dibalik pencobaan tersebut, orang percaya mengalami pembentukkan mental, emosional dan ketangguhan iman menjalani hidup.

lstilah ketekunan ini di gunakan Yakobus dari istilah Yunani l"mo|.|ov|"| (baca: hupomone) yang berarti ketekunan, kesabaran, ketahanan' sebagai suatu kemampuan menghadapi sesuatu yang sulit dan sukar. Kedua, Kesempurnaan Rohani. Pada ayat 4, Yakobus menyebutkan: "...supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan sesuatu apapun".

Perhatikanlah bahwa hal ini tidak bermaksud mengatakan bahwa terpenuhi segala
kebutuhan jasmani (kekayaan dan kesuksesan hidup). Jika kalimat ini hanya dipahami seperti itu, maka kita akan terjebak pada teologi kemakmuran yang menekankan keberhasilan hidup
duniawi, jasmani dan materi belaka sebagai pokok perhatian. lstilah sempurna dan untuk dan tak berkekurangan apapun, dimaksudkan Yakobus pada hal-hal yang sifatnya rohani.

Membersihkan atau memangkas pohon anggur dimaksudkan
agar pohon anggur itu lebih banyak berbuah dan menghasilkan
lebih (bd. Y0h.15:2b), demikianlah harusnya orang percaya
memandang pencobaan dan kesukaran hidup. Yakni untuk
memungkinkannya mengalami kebersihan (kesucian diri) untuk

---------------------------------------
" Barclay M. Newman Jr., Kamus Yunani-Indonesia, (BPK Gunung Mulia, Jakarta
2b04), hlm.180.


dapat berbuah dengan sempurna. Perhatikan juga pernyataan
Tuhan Yesus melalui Rasul Yohanes di pulau Patmos dalam
Wahyu 3:19. Pernyataan tersebut semakin memperjelas makna
"sempurna" yang dimaksudkan oleh Yakobus. Bahwa
pencobaan-pencobaan yang dialami tersebut seharusnya
dipandang sebagai suatu upaya menuju kesempurnaan rohani.
Sebab kesukaran dan kesengsaraan akan menghasilkan
ketekunan, dan ketekunan menghasilkan tahan uji, dan mereka
yang tahan uji akan memiliki pengharapan. Dengan memperoleh
karunia pengharapan ini, kualitas rohani bertumbuh sempurna
yakni mampu menghadapi segala sesuatu dengan syukur dan
iklas tanpa kekecewaan dan persungutan. Sebab pengharapan
itu tidak mengecewakan (band. Roma 5:3-5).

CONTOH KHOTBAH
Umat yang diberkati Tuhan
Siapapun ketika mendengar istilah pencobaan pasti mengidentik-
kannya dengan penderitaan. Selanjutnya, berbicara tentang pen-
deritaan, biasanya pikiran kita langsung terarah pada suatu hal yang
tidak menyenangkan; kesukaran hidup; kepedihan dan atau hal lain
yang berhubungan dengan konotasi negatif. Pendek kata, pencobaan
hidup yang mendatangkan penderitaan adalah momok yang menakut-
kan dan perlu dihindari.

Pada kenyataannya, pencobaan dan penderitaan tidak dapat
dihindari. Jika demikian pertanyaannya adalah bagaimana meng-
hadapi pencobaan tersebut? Rasul Yakobus melalui bacaan kita saat
ini memberikan beberapa pemahaman penting tentang bagaimana
menghadapi pencobaan iman yang mendatangkan penderitaan
hidup. Yakobus menyebutkan dalam ayat 2: "...anggapIah sebagai
suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-baga:
pencobaan,.." Pernyataan ini tidak bermaksud memberikan pe-
mahaman baru bahwa penderitaan hidup adalah suatu anugerah yang
membahagiakan dan menyenangkan.

Sebab pada kenyataannya tidak mungkin orang bahagia saat menghadapi pergumulan dan den"ta
hidup. lni pula yang menjadi alasan mengapa Yakobus tidak menulis
"adalah suatu kebahagiaan" melainkan dia menggunakan istilah
anggaplah sebagai suatu kebahagiaan. ltu berarti bahwa pen-
cobaan itu bukanlah suatu kebahagiaan, melainkan kepedihan dan
penderitaan. Namun orang percaya diminta untuk mengandaikan
itu sebagai suatu kebahagiaan. Dengan kata lain, Yakobus mengajak
umat Tuhan untuk melihat secara berbeda suatu pencobaan, yakni
tidak hanya dipandang sebagai penderitaan, namun dihadapi seakan
sesuatu yang membahagiakan.

Umat yang diberkati Tuhan
Mengapa Yakobus meminta orang percaya untuk menganggap
penderitaan itu sebagai suatu kebahagiaan? Sebab menurut Yakobus
hasil akhir dari pencobaan itu adalah kesempurnaan dan keutuhan
hidup yang disebut sebagai buah yang matang (ay.4). Dengan kata
lain, hasil akhir dari pencobaanlah yang membuat kesukaran itu
menjadi suatu kebahagiaan. Memang benar bahwa pencobaan
bukanlah hal yang membahagiakan, namun hasil akhir itulah yang
membuat kita bahagia yakni keselamatan hidup.

Di sisi lain, istilah anggaplah sebagai suatu kebahagiaan juga dapat
berarti sikap dan cara menghadapi penderitaan tersebut, yakni dari
sisi psikologis dan emosional. Sebab bahagia adalah unsur emosional
dalam diri manusia. Dengan demikian secara tidak langsung, Yakobus
mengajak orang percaya untuk menghadapi kesukaran dan
penderitaan akibat pencobaan dengan energi positif pada sisi
emosional manusia. Adalah wajarjika reaksi emosional menghadapi
pencobaan adalah dengan cara sedih, kecewa dan mungkin putus
asa.

Namun dengan pernyataan Yakobus ini, umat Tuhan diminta
untuk tidak menuruti reaksi emosi belaka. Umat dituntun untuk ber-
mental pejuang dan menghadapi pencobaan itu dengan cara yang
berbeda sesuai Firman Allah, misalnya memuliakan dan memuji
Tuhan (bnd. Mzm.34:2); mengucap syukur (bnd. 1Tes.5:18) atau
bergembira (Bnd. Ams.17:22) dan bersemangat (Bnd. Ams.18:14).
Namun demikian, tidaklah mudah menghadapi derita dan
kesengsaraan hidup yang datang karena pencobaan iman. Kita tidak
dapat dengan mudah seperti membalik telapak tangan untuk seakan-
akan menggap sebagai suatu kebahagiaan ketika hadapi penderitaan
dan pencobaan. Untuk itulah, Yakobus mengingatkan bahwa tidak
mungkin menghadapi semua itu dengan kemampuan diri sendiri.
Umat membutuhkan hikmat Tuhan untuk menghadapi pencobaan
itu. ltulah sebabnya Yakobus menyarankan untuk minta hikmat kepada
Allah saat menghadapi pencobaan dan ujian iman (ay.5). Allah adalah
sumber hikmat, dan la berjanji akan memberikan hikmat asalkan
kita mau meminta dengan beriman pada janji-Nya, tidak dengan
bimbang (ay 6-7)!

Umat yang diberkati Tuhan
Siapapun kita pasti akan menghadapi pencobaan iman yang
membawa kita mengalami penderitaan hidup. Firman Tuhan hari ini
memberikan pentunjuk praktis bagaimana menghadapi derita itu. Jika
harus menganggap penderitaan itu seakan suatu kebahagian, maka
hal ini mengisyaratkan kita untuk melihat sisi positif dari penderitaan
tersebut. Perhatikan nasehat rasul Paulus kepada jemaat Korintus
dalam surat 1 Korintus 10:13. Bahwa pencobaan yang diterima tidak
melebihi kekuatan kita. Hal ini mengandung makna jika kita
menganggap hanya sanggup memikul 10 kg dan Tuhan mem beri 20
kg, itu berarti Tuhan mengukur dan mengetahui kekuatan kita yang
tak pernah kita bayangkan.

Bersyukurlah jika masih diberikan pencobaan dengan nilai tertentu, karena Tuhan masih menganggap kita mampu memikulnya. Bahkan janji yang indah dari Tuhan adalah kita
akan memperolehjalan keluar. Perhatikanlah bahwa pemberianjalan
keluar oleh Tuhan bukan berarti bahwa kita dapat keluar dan lari dari
pencobaan tersebut, sebagai cara mengatasinya. Namun bagian akhir
dari ayat ini adalah suapaya kamu dapat menanggungnya. Dengan
kata lain pencobaan membuat kita memperoleh mentalitas pejuang
dan bukan mentalitas gampangan.

Hal yang perlu kita ingat ketika menghadapi pencobaan hidup
adalah bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan,
melainkan rancangan damai sejahtera (Yer.11 :29). Hal ini berarti
setiap pencobaan dan penderitaan bukanlah tujuan akhir; bukan pula
kehancuran total. Sebab tujuan akhir dari pencobaan itu adalah
kesempurnaan dan keutuhan hidup yang disebut sebagai buah
yang matang (ay.4). Firman Tuhan harus menjadi kekuatan dan
landasan kuat kita ketika menghadapi pencobaan hidup. Bukankah
Tuhan Yesus ketika dicobai oleh lblis selalu menggunakan Firman
Tuhan untuk menghadapi tiga mencobaan yang datang saat berada
di padang gurun? Karena itu gunakanlah Firman Tuhan sebagai
senjata menghadapi cobaan demi cobaan yang menghadang hidup
beriman kita.

Namun tidak semua orang mampu berpikirdan siap menghadapi
pencobaan seperti yang disebutkan di atas. Sebab kadangkala derita
hidup membuat kita justru kehilangan kekuatan percaya dan tidak
mampu untuk menyikapi secara tepat setiap derita dan pencobaan
itu. Karena itulah kita membutuhkan hikmat Tuhan untuk menyikapi
tiap pencobaan yang dialami.

Berhentilah bereaksi emosional yang berlebihan (kesedihan
maupun kesenangan berlebihan) terhadap tiap pencobaan. Berdiam
diri dan mintalah hikmat. Tuhan pasti memampukan kita menghadapi
tiap pencobaan hidup ini, tak peduli jika hal itu terberat sekalipun.
Andalkan Tuhan, dan jangan andalkan diri sendiri. Kita membutuhkan
Tuhan dan hikmat-Nya menghadapi tiap pencobaan hidup. Amin.

Label:   Yakobus 1:2-8 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah Keluarga RABU, 26 AG USTUS Z015 SERAHKAN KUATIRMU Mazmur 55:17-24

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 7 Agustus 2015 - Mazmur 1:1-3

Garis Besar Yakobus






November 10 - 16 (Week 46) - Ezekiel 46-48; John 16 || Daniel 1-3; Psalm 88; John 17 || Dan 4-6; John 18 || Dan 7-9; Psalm 91; John 19 || Dan 10-12; John 20

Hari ini, 16 November - Galatia 1-3

Hari ini, 16 November - Maz 121:2-8, Yeh 17-18, Ibr 11:1-19, Ams 28:28-29

Hari ini, 16 Nopember - Yohanes 11:38-44, 1 Yohanes 3:19-24, Ayub 15:1-16, Yehezkiel 40-41

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2015..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392





Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402c AMIN

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402b AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 402a AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 401 AMIN, AMIN, YA, BENAR ADANYA

Kamis, 20 Juni 2013
GB 400 AMIN, AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 399 AMIN, HALELUYA!

Selasa, 06 Agustus 2013
GB 398b MARANATHA dan GB lama maranatha - gb 293c pada GB Lama

Senin, 29 Juli 2013
GB 398a MARANATHA & GB lama 293a MARANATHA

Senin, 22 Juli 2013
GB 397 HOSIANA

Senin, 22 Juli 2013
GB 396 HOSIANA, HOSIANA

Kamis, 11 Juli 2013
GB 395 HALELUYA! AMIN

Kamis, 11 Juli 2013
GB 394 HALELUYA, HALELUYA! PUJILAH TUHANMU

Kamis, 11 Juli 2013
GB 393 HALELUYA

Senin, 20 Juli 2015
GB 392b KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Kamis, 18 Juli 2013
GB 392a KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Rabu, 31 Juli 2013
GB 391 TUHAN MENYERTAI KAMU

Rabu, 29 April 2015
GB 389b KARNA ENGKAULAH

Selasa, 23 Juli 2013
GB 389a KARNA ENGKAULAH

Senin, 29 Juli 2013
GB 388 PUJI ALLAH | MULIAKANLAH

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



tema natal gereja hkbp tahun 2019 1 Yohanes 4:42,   tema natal hkbp tahun 2019 ,   thema natal hkbp 2019,   thema natal hkbp 2019,   dangdut rohani,   khotbah pilipi 4:10-20 17 november 2019,   kotbah markus 2:1-12,   renungan lukas 20: 25,   Penjelsan nats firman ibrani 11:1 utk ank sekolh minggu,   renungan singkat dari masmur 11:1-7,   renungan nahum 1 : 1-8,   khotbah tentang malaikat,   Rngn kol 1:15-20 ,   kalender liturgi 2020,   kotbah kolose1:15-23,   lirik lagu firmanmu pelita kc 140,   Nats khotbah amsal 19:20-29,   kotbah Lukas 21:5-19,   kotbah Lukas 21:5-19,   kalender liturgi 2020,   kalender liturgi 2020,   ayat tentang anugerah dan belas kasihan tuhan,   jamita filipi 4:10-20,   lagu persembahan,   lagu yg cocok buat persembahan,   kotbah Lukas 21:5-19,   lagu lagu ibadah persekutuan,   lirik lagu kolekte hkbp,   TUHAN YESUS sobat yang setia youtube joshep scriven youtube,   lirik lagu bagai rusa yang haus,   lirik lagu bagai rusa yang haus,   narasi persembahan kristen ,   poin penting dalam khotbah lukas 2:1-7,   khotbsh kis rssul 10 34 46 gmit,   lagu setelah khotbah,   lagu persembahan kristen,   lirik lagu persembahan rohani,   KHOTBAH KEJADIAN 2:1-7,   KHOTBAH KEJADIAN 2:1-7,   lyric lagu rohani surya bersinar,   lagu penutup ibadat,   Hatiku beriman,   Perumpamaan yehezkiel 17,   Perumpamaan dalam yehezkiel 17,   kalender liturgi november 2019,   youtube lagu sembah,   instrumen koor natal satb partitur,   bahan kotbah ulangan 24 : 19-22,   bahan kotbah ulangan 24 : 19-22,   kotbah jumat mengejek,   khotbah philipi 4 10-20,   biarpun gunung gunung beranjak,   download tukushaba,   yehemia 14:12-23,   kalender liturgi tanggal 16 nopember 2019,   renungan filipi 4:10-20,   kalender 2020,   khotbah philipi 4 10-20,   Renungan hari minggu tgl 17 november 2019,   kalender liturgi katolik 2020,   murwan ahabwa yesu,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   CONTOH KOTBAH IBADAH KELUARGA,   download lagu yesus allah kita perkasa,   Kotbah Nahum 1:1-8,   lirik lagu rohani batak gpi,   tata ibadah yang digunakan gereja methodist,   model ibadah yang digunakan gereja methodist,   khotbah filipi 4 : 10-20,   khotbah ttg ulsngan 9,   tanggal 20 oktober bahan alkitab gereja Toraja,   renungan matius 22:34_40,   Tema minggu depan 17 november liturgi 2019,   tanggal 27 oktober bahan alkitab gereja Toraja,   Tema minggu depan 17 november liturgi 2019,   bahan alkitab gereja toraja tanggal 20 oktober,   bahan Alkitab Gereja Toraja tanggal 6 oktober,   2 tawarikh 7:22,   bahan alkitab gereja toraja tanggal 29 september sampai 10 november,   bahan alkitab gereja Toraja tanggal 29 september sampai 10 november,   renungan matius 22:34_40,   khotbah ulangan 24 19 - 22,   khotbah ulangan 24 19 - 22,   bahan khotbah lukas 2:41-52,   khotbah kristen tentang filipi 4:10-20,   lagu lagu sekolah minggu dan remaja kristen ,   khotbah kristen tentang filipi 4:10-20,   kj 417 NOT ANGKA DAN LAGU,   kotbah ulangan 24:19-22,   renungan hosea 6:6,   instrumen koor natal satb partitur,   tex lagu dan not lagu rejoic in the lord always,   instrumen koor natal satb partitur,   instrumen koor natal satb partitur,   lagu untuk menutup ibadah,   lagu rohani persembahan ibadah,   lagu penutup ibadah pemuda,   nama untuk persekutuan,   pujian rohani penutup ibadah,   instrumen koor satb natal partitur,   instrumen koor satb natal partitur,   lagu penutup rohani mp3,   Jamita johanes 8:12-20,   Jamita natal johannes 8:12-20,   bagaimana cara memberitakan injil di lingkungan,   Yohanes 6 : 27 - 29,   kejadian 21:1-7renungan,   kejadian 21:1-7renungan,   tafsiran lukas 21 : 5-19,   forevermore gms mp3 ,   lagu ibadah penutup,   lagu memberikan persembahan,   kidung ceria cinta akan Yesus tak berarti hanya nyanyi dan doa,   khotbah Roma 1:18-25,   judul lagu rohani arab,   Yohanes 6 : 27 - 29,   Bahan khotbah dari 2 Tesalonika 3: 1-9,   lagu rohani pujian,   dunia gemar dan soraklah lirik,   dunia gemar dan soraklah lirik,   2 korintus 9;6-7 NATS PERSEMBAHAN,   nats ayat alkitab untuk persembahan,   lagu penutup ibadah,   tema natal tentang hendaklah kamu sehati,sepikir dalam tuhan bahasa batak,   lagu penutup ibadah,   lagu pembuka ibadah,   khotbah dari kitab nahum,   yakobus 3 cerita sekolah minggu,   khotbah gereja toraja dari matius 16:13-20,   khotbah gereja toraja dari matius 16:13-20,   mazmur 69:20-37 gpib,   mazmur 69:20-37 gpib,   lagu doa syafaat,   lagu buat doa syafaat,   kristen kata pengantar persembahan,   2tesalonika3:6-13,   jamita filipi 4:10-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   lagu lagu pengakuan dosa,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   download lagu mp3 di mazmur 150,   kumpulan lagu gereja kristen maranatha indonesia pengajaran tabernakel,   renungan ulangan 24 17 22,   lagu persembahan gmim,   filipi 4:10-20,   download lagu mp3 di mazmur 150,   khotbah : Tetaplah Setia,   Filipi 4:10-20,   Filipi 4:10-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   syair dan not lagu gereja pdf,   khotbah yohanes 5:19-29,   khotbah yohanes 5:19-29,   you rise me up versi paduan suara,   lagu untuk persembahan,   renungan harian yohanes 5:19-29,   partitur lagu natal,   jembatan lagu untuk persembahan,   ambilan gkps 17 november 2019,   meresponi panggilan tuhan Yosua 1:1-9,