Dilihat: 7023 x

Save Page
Khotbah Minggu, 9 Agustus 2015
MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA
HADAPI PENDERITAAN DENGAN HIKMAT
Yakobus 1:2-8
Iman dan hikmat
1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, -- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit --, maka hal itu akan diberikan kepadanya. 1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.


Penjelasan:


* Yak 1:2 - saudara-saudaraku // anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan

Yakobus cukup sering (setidak-tidaknya enam belas kali) menyapa para pembacanya sebagai saudara-saudaraku.
Yakobus dan para pembacanya terikat oleh suatu kesetiaan yang sama kepada Yesus Kristus.
Perkataan pertama yang diucapkan olehnya merupakan ucapan yang memberi semangat - anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.
Kata peirasmos ("pencobaan") memiliki dua arti. Di sini yang dimaksudkan ialah "penderitaan yang datang dari luar diri seseorang," sedangkan di ayat 13, 14 artinya adalah "dorongan batiniah untuk melakukan sesuatu yang jahat."

* Yak 1:3 - ketekunan
Seorang Kristen hendaknya bersukacita di dalam pencobaan bukan karena ada pencobaan. Pada masa awal gereja diperlukan ajaran semacam ini sebab gereja sedang dilanda berbagai gelombang penganiayaan. Buah dari penganiayaan ialah ketekunan (hypomone). James Moffatt (The General Epistles, hlm. 9) menyebutnya "kekuatan untuk bertahan hidup."

* Yak 1:4 - menjadi sempurna
Ketekunan ini hendaknya diberi peluang untuk menjadi sempurna.
Ketekunan merupakan sebuah proses yang berlanjut terus di dalam kehidupan orang Kristen dengan sasaran mencapai tingkat sempurna (teleios lebih tepat jika diterjemahkan menjadi kedewasaan). Penulis mungkin mengingat kata-kata Tuhan kita yang tercatat di Matius 5:48.

* Yak 1:5-8 - murah hati // dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang // gelombang laut yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin // orang yang mendua hati,

Tampaknya di antara paragraf ini dengan paragraf sebelumnya ada hubungan. Yakobus berbicara tentang maksud dari adanya pencobaan. Dia mengantisipasi bahwa sebagian pembaca suratnya akan mengatakan bahwa mereka tidak dapat menemukan adanya maksud ilahi di dalam pengalaman tersebut. Jika hal ini terjadi, menurut Yakobus, mereka hendaknya memohon hikmat kepada Allah, yakni pengertian praktis tentang kehidupan (bukan pengetahuan teoritis) dan Allah akan dengan murah hati memenuhi permohonan tersebut dan tidak akan memarahi atau menegur mereka. Sekalipun demikian ada syarat yang harus dipenuhi.
Permohonan tersebut harus dipanjatkan dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang. Orang yang menghampiri Allah membawa permohonan harus yakin bahwa ia memang memerlukan apa yang ia minta dari Alah itu. Yakobus melukiskan orang yang bimbang sebagai gelombang laut yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Orang semacam itu, "Tidak mungkin memperoleh sesuatu dari Allah" (Phillips). Orang semacam itu adalah orang yang mendua hati, yaitu orang yang kesetiaannya bercabang. Orang semacam ini menyimpan keraguan mental mengenai doa itu sendiri maupun mengenai permohonannya kepada Allah.

* Pencobaan - Hikmat - Iman
Mengapa orang benar menderita?
Yakobus tidak memberikan jawaban untuk pertanyaan itu. Ia hanya menegaskan fakta bahwa gereja memang sedang menderita bagai dua belas suku yang dalam perantauan. Orang percaya menderita karena masih berada di dunia dan belum tiba di kediaman kekal. Maka Yakobus mendorong orang beriman agar memanfaatkan pencobaan untuk bertumbuh ke arah Tuhan, berdoa untuk mendapat hikmat, dan agar dalam pergumulan hidup yang berat justru iman menjadi tahan uji.

Yakobus membedakan pencobaan dari luar (2) dan karena kelemahan dari dalam diri sendiri (12). Dalam pengalaman nyata, kedua hal itu sering tidak dapat dipisah. Pembaca surat Yakobus saat itu, ada yang miskin atau ada yang menerima berbagai tekanan karena iman. Maka pencobaan masa itu berupa masalah material, sosial moral, juga spiritual.

Yakobus tidak memaksudkan 'jatuh' ke dalam pencobaan dalam arti terseret dan berbuat dosa. Namun hal yang sifat dan maksudnya jahat di tangan Iblis, diubah Allah hingga bersifat dan dimaksud untuk menguji iman umat-Nya. Melalui ujian, iman berkesempatan untuk berakar dan memiliki kualitas ketekunan. Apabila proses ini dijalani dengan benar, orang akan mengalami pengampunan dan imannya dimatangkan (3-4). Maksudnya hubungan dengan Tuhan makin akrab, sehingga pribadi pun makin serasi dengan sifat Tuhan. Maka orang Kristen seharusnya bersukacita waktu mengalami pencobaan, sebab intinya adalah ujian bagi iman.

Dalam situasi sedang dicobai, orang beriman sangat perlu hikmat. Dalam perspektif Alkitab, hikmat adalah kesalehan yang terjadi karena seseorang dekat dengan Allah. Menghadapi situasi yang menghasilkan kematangan iman, orang beriman perlu kepekaan membedakan kehendak Tuhan dan kekuatan untuk melaksanakannya dengan taat. Berdoa memohon hikmat juga merupakan latihan iman, sebab doa yang benar adalah doa yang sepenuhnya mempercayakan diri kepada Allah yang berkuasa dan berhikmat.



* Sumber SGDK:
MINGGU Xl SESUDAH PENTAKOSTA
MINGGU, 9 AGUSTUS 2015
HADAPI PENDERITAAN DENGAN HIKMAT
Yakobus 1:2-8

PENGANTAR
Siapapun ketika mendengar istilah penderitaan akan langsung mengkonotasikannya dengan suatu hal yang tidak menyenangkan; kesukaran hidup; kepedihan dan atau hal lain yang berhubungan dengan konotasi negatif. Pendek kata, penderitaan adalah momok yang menakutkan dan perlu dihindari.

Yakobus dalam suratnya memang tidak menyebut tentang "penderitaan" pada pasal 1 ayat 2-8, melainkan istilah yang ia pakai adalah pencobaan. Namun dengan mudah dapat dipahami bahwa yang dimaksud Yakobus tentang pencobaan adalah sesuatu yang "mengganggu" kita; dengan tujuan menjatuhkan, melemahkan dan bahkan membinasakan. Pencobaan seringkali datang melalui kesulitan dan penderitaan hidup, sehingga pencobaan identik dengan penderitaan hidup. Kendatipun demikian, perlujuga ditekankan bahwa pencobaan dapatjuga datang melalui "kesenangan" dan "kenikmatan" hidup yang menggiring orang percaya melawan kehendak Allah (bd.1:14,15).

PEMAHAMAN TEKS
I. Latar belakang dan isi surat Yakobus Surat ini ditujukan kepada kedua belas suku di perantauan (1 :1) yakni umat Tuhan yang terserak di luar Palestina. Penggunaan istilah
kedua belas suku sebagai penerima surat ini barangkali menunjuk pada orang Kristen yang memiliki latar belakang tradisi Yahudi yang berada jauh dari "negeri" asal mereka. Kedua belas sukujuga bisa berarti bukan Israel yang lama melainkan umat Allah yang telah
diselamatkan lewat percaya pada lnjil Yesus Kristus. ltulah sebabnya, penulis surat menyebut dirinya hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus sebagai identitas yang "sama" dengan penerima surat yakni mereka yang percaya pada Yesus Kristus yang mana Yakobus menghamba
pada-Nya.

Walaupun masih menjadi perdebatan mengenai siapa sesungguhnya Yakobus si penulis surat ini, namun pada umumnya gereja menerima Yakobus Saudara Yes us (Mrk. 6:3) sebagai penulis surat ini. Surat ini tidak berisi berbagai uraian dogmatis dan ajaran teologis sebagaimana kitab sebelumnya (lbrani) dan atau seperti surat-surat Paulus yang sarat dengan Kerygma atau berita lnjil Yesus Kn"stus.

Secara keseluruhan surat Yakobus ini lebih sederhana, yakni mengandung nasehat dan tuntunan praktis tentang bagaimana seharusnya orang percaya menjalani dan menghadapi kehidupan ini. Sesuai konteksnya, bahwa surat ini ditujukan kepadajemaat atau
umat Tuhan di perantauan, maka kuat dugaan bahwa penerima surat ini sedang mengalami ketidaknyamanan dan kesukaran hidup di wilayah pemerintahan kerajaan Romawi. Dengan demikian, surat inipun berisi penguatan dan dorongan untuk tetap teguh iman dan menjalani kondisi "khusus" mereka dengan tekun dan tahan uji. Tuntunan praktis dan dorongan untuk menunjukkan bagaimana hidup benar sebagai orang percaya terlihat jelas dalam keseluruhan
kitab ini. Surat ini membahas serangkaian pokok yang cukup beragam berkaitan dengan menjalankan kehidupan Kristen yang sejati.

Yakobus mendorong orang percaya untuk menanggung pencobaan dengan sukacita dan menarik manfaat daripadanya (Yak 1:2-11); melawan godaan (Yak 1:12-18); menjadi pelaku Firman dan bukan hanya pendengar (Yak 1:19-27); serta menunjukkan iman yang aktif
dan bukan pengakuan yang kosong (Yak 2:14-26). Yakobus dengan sungguh-sungguh mengingatkan tentang berdosanya lidah yang sukar dikendalikan (Yak 3:1-12; Yak 4:11-12), hikmat duniawi (Yak 3:13-16), kelakuan berdosa (Yak 4:1-10), kehidupan yang congkak (Yak
4:13-17) dan kekayaan yang mementingkan diri sendiri (Yak 5:1-6). Yakobus menutup dengan menekankan kesabaran, doa, dan memulihkan mereka yang sudah mundur (Yak 5:7-20)2.

II. Pokok Ajaran Yakobus 1:2-8
Pada pasal 1:2-8 Yakobus menguraikan tentang bagaimanakah orang percaya di perantauan itu menghadapi penderitaan dan memandang percobaan hidup yang sedang mereka jalani. Ada
beberapa pokok penting yang perlu menjadi perhatian khusus pada penkopint.

1. Mendefinisikan Pencobaan
lstilah yang dipakai Yakobus untuk "pencobaan" berasal dari bahasa Yunani Trzipaopél (baca: peirasmos) yang berarti pencobaan atau pembujukan.3 Yakobus membedakan pencobaan
berdasarkan asalnya menjadi dua bagian, yakni pencobaan yang datang dari luar diri yang biasa diidentikkan dengan kesukaran

------------------------------------------------
2 Donald S. Stamps (ed) , Alkitab Penuntun - Full Life Study Bible, (Gandum
Mas, Malang 2004), hlm. 2084. Bandingkan juga dengan: Alkitab Edfsi Studi,
Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta 2011, hlm. 2003 dst.
3 Barclay M. Newman Jr., Kamus Yunani-Indonesia, (BPK Gunung Mulia, Jakarta
2004), h|m.129.


emosional. Sebab bahagia adalah unsur emosional dalam diri manusia. Dengan demikian secara tidak langsung, Yakobus mengajak orang percaya untuk menghadapi kesukaran dan penderitaan akibat pencobaan dengan energi positlf pada sisi emosional manusia yaitu
umat dituntun untuk bermental pejuang dan menghadapi pencobaan itu dengan cara yang berbeda sesuai Firman Allah, misalnya memu|iakan dan memuji Tuhan (bnd. Mzm. 34:2); mengucap syukur (bnd. 1 Tes. 5:18) atau bergembira (Bnd. Ams.17":22) dan bersemangat (Bnd. Ams.18:14).

Semua yang diuraikan di atas hanya mungkin dilakukan jika orang percaya memperoleh hikmat Tuhan sehingga mampu menghadapi tiap pencobaan hidup itu dengan cara yang benar. Itulah sebabnya Yakobus menyarankan untuk minta hikmat kepada Allah saat
menghadapi pencobaan dan ujian iman (ay.5). Allah adalah sum ber
hikmat, dan Ia berjanji akan memberi-kan hikmat asalkan kita mau
meminta dengan beriman pada janji-Nya, tidak dengan bimbang (ay
6-7)

3. Fungsi dan Tujuan Pencobaan Diijinkan Tuhan Pallng tidak ada dua tujuan akhir ketika seseorang diijinkan Tuhan menghadapi berbagai-bagai pencobaan hidup, yakni: Pertama,
menghasilkan ketekunan. Bahwa dibalik pencobaan tersebut, orang percaya mengalami pembentukkan mental, emosional dan ketangguhan iman menjalani hidup.

lstilah ketekunan ini di gunakan Yakobus dari istilah Yunani l"mo|.|ov|"| (baca: hupomone) yang berarti ketekunan, kesabaran, ketahanan' sebagai suatu kemampuan menghadapi sesuatu yang sulit dan sukar. Kedua, Kesempurnaan Rohani. Pada ayat 4, Yakobus menyebutkan: "...supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan sesuatu apapun".

Perhatikanlah bahwa hal ini tidak bermaksud mengatakan bahwa terpenuhi segala
kebutuhan jasmani (kekayaan dan kesuksesan hidup). Jika kalimat ini hanya dipahami seperti itu, maka kita akan terjebak pada teologi kemakmuran yang menekankan keberhasilan hidup
duniawi, jasmani dan materi belaka sebagai pokok perhatian. lstilah sempurna dan untuk dan tak berkekurangan apapun, dimaksudkan Yakobus pada hal-hal yang sifatnya rohani.

Membersihkan atau memangkas pohon anggur dimaksudkan
agar pohon anggur itu lebih banyak berbuah dan menghasilkan
lebih (bd. Y0h.15:2b), demikianlah harusnya orang percaya
memandang pencobaan dan kesukaran hidup. Yakni untuk
memungkinkannya mengalami kebersihan (kesucian diri) untuk

---------------------------------------
" Barclay M. Newman Jr., Kamus Yunani-Indonesia, (BPK Gunung Mulia, Jakarta
2b04), hlm.180.


dapat berbuah dengan sempurna. Perhatikan juga pernyataan
Tuhan Yesus melalui Rasul Yohanes di pulau Patmos dalam
Wahyu 3:19. Pernyataan tersebut semakin memperjelas makna
"sempurna" yang dimaksudkan oleh Yakobus. Bahwa
pencobaan-pencobaan yang dialami tersebut seharusnya
dipandang sebagai suatu upaya menuju kesempurnaan rohani.
Sebab kesukaran dan kesengsaraan akan menghasilkan
ketekunan, dan ketekunan menghasilkan tahan uji, dan mereka
yang tahan uji akan memiliki pengharapan. Dengan memperoleh
karunia pengharapan ini, kualitas rohani bertumbuh sempurna
yakni mampu menghadapi segala sesuatu dengan syukur dan
iklas tanpa kekecewaan dan persungutan. Sebab pengharapan
itu tidak mengecewakan (band. Roma 5:3-5).

CONTOH KHOTBAH
Umat yang diberkati Tuhan
Siapapun ketika mendengar istilah pencobaan pasti mengidentik-
kannya dengan penderitaan. Selanjutnya, berbicara tentang pen-
deritaan, biasanya pikiran kita langsung terarah pada suatu hal yang
tidak menyenangkan; kesukaran hidup; kepedihan dan atau hal lain
yang berhubungan dengan konotasi negatif. Pendek kata, pencobaan
hidup yang mendatangkan penderitaan adalah momok yang menakut-
kan dan perlu dihindari.

Pada kenyataannya, pencobaan dan penderitaan tidak dapat
dihindari. Jika demikian pertanyaannya adalah bagaimana meng-
hadapi pencobaan tersebut? Rasul Yakobus melalui bacaan kita saat
ini memberikan beberapa pemahaman penting tentang bagaimana
menghadapi pencobaan iman yang mendatangkan penderitaan
hidup. Yakobus menyebutkan dalam ayat 2: "...anggapIah sebagai
suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-baga:
pencobaan,.." Pernyataan ini tidak bermaksud memberikan pe-
mahaman baru bahwa penderitaan hidup adalah suatu anugerah yang
membahagiakan dan menyenangkan.

Sebab pada kenyataannya tidak mungkin orang bahagia saat menghadapi pergumulan dan den"ta
hidup. lni pula yang menjadi alasan mengapa Yakobus tidak menulis
"adalah suatu kebahagiaan" melainkan dia menggunakan istilah
anggaplah sebagai suatu kebahagiaan. ltu berarti bahwa pen-
cobaan itu bukanlah suatu kebahagiaan, melainkan kepedihan dan
penderitaan. Namun orang percaya diminta untuk mengandaikan
itu sebagai suatu kebahagiaan. Dengan kata lain, Yakobus mengajak
umat Tuhan untuk melihat secara berbeda suatu pencobaan, yakni
tidak hanya dipandang sebagai penderitaan, namun dihadapi seakan
sesuatu yang membahagiakan.

Umat yang diberkati Tuhan
Mengapa Yakobus meminta orang percaya untuk menganggap
penderitaan itu sebagai suatu kebahagiaan? Sebab menurut Yakobus
hasil akhir dari pencobaan itu adalah kesempurnaan dan keutuhan
hidup yang disebut sebagai buah yang matang (ay.4). Dengan kata
lain, hasil akhir dari pencobaanlah yang membuat kesukaran itu
menjadi suatu kebahagiaan. Memang benar bahwa pencobaan
bukanlah hal yang membahagiakan, namun hasil akhir itulah yang
membuat kita bahagia yakni keselamatan hidup.

Di sisi lain, istilah anggaplah sebagai suatu kebahagiaan juga dapat
berarti sikap dan cara menghadapi penderitaan tersebut, yakni dari
sisi psikologis dan emosional. Sebab bahagia adalah unsur emosional
dalam diri manusia. Dengan demikian secara tidak langsung, Yakobus
mengajak orang percaya untuk menghadapi kesukaran dan
penderitaan akibat pencobaan dengan energi positif pada sisi
emosional manusia. Adalah wajarjika reaksi emosional menghadapi
pencobaan adalah dengan cara sedih, kecewa dan mungkin putus
asa.

Namun dengan pernyataan Yakobus ini, umat Tuhan diminta
untuk tidak menuruti reaksi emosi belaka. Umat dituntun untuk ber-
mental pejuang dan menghadapi pencobaan itu dengan cara yang
berbeda sesuai Firman Allah, misalnya memuliakan dan memuji
Tuhan (bnd. Mzm.34:2); mengucap syukur (bnd. 1Tes.5:18) atau
bergembira (Bnd. Ams.17:22) dan bersemangat (Bnd. Ams.18:14).
Namun demikian, tidaklah mudah menghadapi derita dan
kesengsaraan hidup yang datang karena pencobaan iman. Kita tidak
dapat dengan mudah seperti membalik telapak tangan untuk seakan-
akan menggap sebagai suatu kebahagiaan ketika hadapi penderitaan
dan pencobaan. Untuk itulah, Yakobus mengingatkan bahwa tidak
mungkin menghadapi semua itu dengan kemampuan diri sendiri.
Umat membutuhkan hikmat Tuhan untuk menghadapi pencobaan
itu. ltulah sebabnya Yakobus menyarankan untuk minta hikmat kepada
Allah saat menghadapi pencobaan dan ujian iman (ay.5). Allah adalah
sumber hikmat, dan la berjanji akan memberikan hikmat asalkan
kita mau meminta dengan beriman pada janji-Nya, tidak dengan
bimbang (ay 6-7)!

Umat yang diberkati Tuhan
Siapapun kita pasti akan menghadapi pencobaan iman yang
membawa kita mengalami penderitaan hidup. Firman Tuhan hari ini
memberikan pentunjuk praktis bagaimana menghadapi derita itu. Jika
harus menganggap penderitaan itu seakan suatu kebahagian, maka
hal ini mengisyaratkan kita untuk melihat sisi positif dari penderitaan
tersebut. Perhatikan nasehat rasul Paulus kepada jemaat Korintus
dalam surat 1 Korintus 10:13. Bahwa pencobaan yang diterima tidak
melebihi kekuatan kita. Hal ini mengandung makna jika kita
menganggap hanya sanggup memikul 10 kg dan Tuhan mem beri 20
kg, itu berarti Tuhan mengukur dan mengetahui kekuatan kita yang
tak pernah kita bayangkan.

Bersyukurlah jika masih diberikan pencobaan dengan nilai tertentu, karena Tuhan masih menganggap kita mampu memikulnya. Bahkan janji yang indah dari Tuhan adalah kita
akan memperolehjalan keluar. Perhatikanlah bahwa pemberianjalan
keluar oleh Tuhan bukan berarti bahwa kita dapat keluar dan lari dari
pencobaan tersebut, sebagai cara mengatasinya. Namun bagian akhir
dari ayat ini adalah suapaya kamu dapat menanggungnya. Dengan
kata lain pencobaan membuat kita memperoleh mentalitas pejuang
dan bukan mentalitas gampangan.

Hal yang perlu kita ingat ketika menghadapi pencobaan hidup
adalah bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan,
melainkan rancangan damai sejahtera (Yer.11 :29). Hal ini berarti
setiap pencobaan dan penderitaan bukanlah tujuan akhir; bukan pula
kehancuran total. Sebab tujuan akhir dari pencobaan itu adalah
kesempurnaan dan keutuhan hidup yang disebut sebagai buah
yang matang (ay.4). Firman Tuhan harus menjadi kekuatan dan
landasan kuat kita ketika menghadapi pencobaan hidup. Bukankah
Tuhan Yesus ketika dicobai oleh lblis selalu menggunakan Firman
Tuhan untuk menghadapi tiga mencobaan yang datang saat berada
di padang gurun? Karena itu gunakanlah Firman Tuhan sebagai
senjata menghadapi cobaan demi cobaan yang menghadang hidup
beriman kita.

Namun tidak semua orang mampu berpikirdan siap menghadapi
pencobaan seperti yang disebutkan di atas. Sebab kadangkala derita
hidup membuat kita justru kehilangan kekuatan percaya dan tidak
mampu untuk menyikapi secara tepat setiap derita dan pencobaan
itu. Karena itulah kita membutuhkan hikmat Tuhan untuk menyikapi
tiap pencobaan yang dialami.

Berhentilah bereaksi emosional yang berlebihan (kesedihan
maupun kesenangan berlebihan) terhadap tiap pencobaan. Berdiam
diri dan mintalah hikmat. Tuhan pasti memampukan kita menghadapi
tiap pencobaan hidup ini, tak peduli jika hal itu terberat sekalipun.
Andalkan Tuhan, dan jangan andalkan diri sendiri. Kita membutuhkan
Tuhan dan hikmat-Nya menghadapi tiap pencobaan hidup. Amin.

Label:   Yakobus 1:2-8 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah Keluarga RABU, 26 AG USTUS Z015 SERAHKAN KUATIRMU Mazmur 55:17-24

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 7 Agustus 2015 - Mazmur 1:1-3

Garis Besar Yakobus





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 24 Agustus - 2 Tawarikh 14-16


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2015..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 18 Agustus 2019
I'm Not Alright - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Changed - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Unstoppable God - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Commitment - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Lazarus - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
No Longer Slaves - Lauren Daigle - spontaneous worship

Minggu, 18 Agustus 2019
Trust In You - Lauren Daigle - Spontaneous Worship

Rabu, 14 Agustus 2019
Jehovah Reigns - Jamel Strong

Selasa, 13 Agustus 2019
Side Of My Heart - Rachael Lampa

Selasa, 13 Agustus 2019
Canvas and Clay - Pat Barrett feat. Ben Smith

Selasa, 13 Agustus 2019
My Reason - Planetshakers

Selasa, 06 Agustus 2019
King of Kings - Hillsong

Selasa, 06 Agustus 2019
Chances - Isaac Carree

Selasa, 06 Agustus 2019
But God - Isaac Carree

Jumat, 02 Agustus 2019
You Know My Name - the Brooklyn Tabernacle Choir

Jumat, 02 Agustus 2019
No Longer Slaves - Zach Williams

Jumat, 02 Agustus 2019
I Believe (Island Medley) - Jonathan Nelson

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



sabda bina umat 23 agustus 2019 ,   renungan kotbah. Yesaya 40: 37-41.,   lagu rohani GPI,   Lukas 6 :1-5,   lagu penyembahan pantekosta,   khotbah kristen tentang kemunafikan,   renungan mazmur 2:1-12,   renungan mazmur 2:1-12,   sabda bina umat agustus 2019,   khotbah daniel 4:19-27,   khotbah daniel 4:19-27,   download mp3 instrumen piano lagu rohani kristen,   lukas 6:27-36,   tata ibadah minggu gbi,   tata ibadah minggu gbi,   lagu penutup ibadah,   bila topan kras melanda hidupmu bahasa batak,   LAGU ROHANI,   download musik Kristen m3,   maksud Injil Lukas 13:22-30,   Berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak, renungan katolik,   download lagu rohani terbaru 2019,   khotbah tentang filemon,   Download lagu rohani kristen kedukaan,   lhotbah kis rasil 6 1 7 gpib,   Rancangan khotbah ibadah minggu ,tema Kemenangan Yang Hanya Dari-Nya(Ratapan 1:1-6)?,   chord gitar lagu jadikan aku terangmu,   sabda bina umat gpib 2019,   tata ibadah 2019 uem,   khotbah imamay 25:39-43,   lagu lagu ibadah liturgi pentakosta,   download lagu paduan suara gereja,   tafsiran luk 21:24b,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   tugas penatua dan diaken menurut tata gereja toraja,   khotbah 1 Tawarik 6 : 31-53,   Download lagu rohani-Yesus pokok kitalah carangnya,   Roma 13 ayat 1~7 khotbah hkbp,   jamita 3 musa 25 39-43,   mars pkb gpib,   jamita 3 musa 25 39-43,   tata ibadah gbi,   Download renungan 1 Tawarikh 16:10,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   renungan amos 5 : 7-13,   donwload lagu koor GBI,   yesus sayang padaku mandarin,   hati yang hancur chord,   ibadah nyanyian renungan roma 13:1-17,   doa persembahan syukur kristen protestan,   khotbah dari lukas 10 : 13,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   khotbah gereja toraja untuk minggu 25 agustus 2019,   hatorangan sermon gkpi lukas 6:27-36,   lirik kppk 215,   khotbah lukad 7:27-36,   lagu persembahan,   lagu persembahan,   hatorangan lukkas 6;27-36,   hatorangan ni lukas6:27-36,   renungan amos 5:7-13,   Mazmur 37 : 30 - 40,   lagu pembukaan ibadah wa,   khotbah roma 13 : 1 - 7,   Download lagu rohani terbaru 2019,   kmm 4,   kmm 4,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Kotbah Daniel 4 : 19-27,   Lagu pengakuam dosa,   lagu rohani kristen terbaru 2018 mp3 free download,   Lagu lagu NKPI,   pencipta lagu may the mind of christ my saviour,   Arti khotbah imamat :5:39-43,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   sekolah tiranus kisah para rasul 19;9,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   Khotbah roma 15:1-13,   khotbah mazmur 51:1-21,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Mazmur 37 : 30 - 40,   Renungan kotbah 3 musa 25:39-43,   Renungan kotbah 3 musa 25:39-43,   kisah rasul 16:19-40,   lagu penyembahan yang menyentuh hati,   kisah rasul 16:19-40,   isi renungan mazmur 78 ,   GITA BAKTI 85 OH TUHAN,   bahan khotbah kisah rasul 16:19-40,   renungan ku bersyukur atas indonesiaku,   renungan ku bersyukur atas indonesiaku,   Bacaan persembahan ?,   Tugas suku Lewi menurut 1 Tawarikh 6:31-53,   penyertaan Tuhan: keluaran 1:1-22,   santapan harian 1 raja raja 19,   santapan harian 1 raja raja 19,   lagu rohani kemerdekaan,   khotbah 1 raja raja 19 1-18,   Buatlah 2 buah lagu tentang pembukaan ibadah dan lagu ketika mendengarkan khotbah?,   khotbah amsal 8:12 - 21,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   Tema kotbah 3musa 25:39-43,   renungan kristen dari mazmur 109:21-31,   Ringkas khotbah 3 musa 25:39-43,   makna nas mazmur 40 : 7 - 11,   download lagu why god austin french,   download lagu why god austin french,   lagu pemberkatan nikah di gereja,   saat teduh pagi tentang kisah rasul 27:1-13,   khotbah 1 raja 4 29 34,   sgdk,   lagu ,   Rngn yak 1:2-8,   song praise gms,   1 Tawarikh 6 : 31-53,   kotbah imamat 25:39-43,   kidung jemaat tata ibadah,   kotbah imamat 25:39-43,   Tafsiran yosua 14:13-25,   Tafsiran yosua 14:13-25,   lukas 13 22-30,   betapa dalamnya gms,   kotbah imamat 25:39-43,   Mars PKB GPIB,   lagu kidung jemaat sebelum pembacaan firman,   Jamita partangiangan 3 Musa 25 : 39 - 43,   Jamita partangiangan 3 Musa 25 : 39 - 43,   renungan roma 13:1-7,   kidung jemaat no berapa mengasihi musu,   renungan amsal 4:24,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   khotbah kotbah Imamat 25:39-43,   lagu kidung jemaat untuk memgasihi musuh,   khotbah kotbah Imamat 25:39-43,   bacaan alkitab tentang persembahan,   renungan roma 13:1-7,   renungan roma 13:1-7,   lagu gereja,   khotbah roma 11:33-36,   tujuan im 25:39-43,   chord kj 260,   daniel 1:1-17,   lagu rohani persembahan,   jamita hkbp mateus 5:43-48,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   tafsiran ulangan 6:1-10,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   karoke musik dari 355 yesus memanggil,   Khotbah dari Ibrani 12:1-17,   PKJ 244 NOT DAN LAGU,   lagu kidung ceria no 215,   kidung ceria no 215,   kidung ceria no 215,   lagu penyembahan Italia,   pencipta lagu rohani may the mind of christ my saviour,   lagu untuk persembahan,   lagu ,   imamat 25 39-43,   penjelasan tentang 1 tawarikh 6:48-53,   khotbah tentang 1tawarikh 6 : 31-53,   Ringkas khotbah,3 musa 25:39-41,