Baca Juga: Yo - Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 16 Agustus 2015 - SOLIDARITAS NASIONAL - Roma 15:1-13" /> Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 16 Agustus 2015 - SOLIDARITAS NASIONAL - Roma 15:1-13 - lagu-gereja.com -

Baca Juga: Yo - Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 16 Agustus 2015 - SOLIDARITAS NASIONAL - Roma 15:1-13 - , situs lagu-gereja.com" >
close

Save Page

Baca Juga: Yohanes 8:30-47 Kebenaran yang memerdekakan


Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 16 Agustus 2015 - SOLIDARITAS NASIONAL - Roma 15:1-13

MINGGU XII SESUDAH PENTAKOSTA
MINGGU, 16 AGUSTUS 2015
SOLIDARITAS NASIONAL
Roma 15:1-13

Konteks
Orang yang lemah dan orang yang kuat
15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. 15:8 Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita, 15:9 dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: "Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu." 15:10 Dan selanjutnya: "Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya." 15:11 Dan lagi: "Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia." 15:12 Dan selanjutnya kata Yesaya: "Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan." 15:13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Penjelasan:
* Kewajiban yang kuat terhadap yang lemah.
Orang Kristen-Yahudi di Roma merasa diri lebih kuat dari orang Kristen non-Yahudi. Sikap ini melahirkan tindakan yang menimbulkan perpecahan. Paulus mengajak mereka untuk memanfaatkan kelebihan atau kekuatan mereka secara positif. Bagaimana caranya? Pertama, mereka seharusnya membantu yang lemah (ayat 1a); kedua, tidak mencari kesenangan sendiri (ayat 1b); melainkan ketiga, berusaha untuk saling membangun (ayat 2), memakai kekuatan atau kelebihan untuk membangun orang lain (ayat 2). Bukankah kekuatan dan kelebihan Tuhan karuniakan agar kita membantu kelemahan orang lain, bukan menghambatnya?

Kristus dasar kebersamaan jemaat. Sulit untuk tidak egois. Untuk bisa memenuhi panggilan Kristen kita, kita harus mengikuti teladan hidup Kristus (ayat 3-4) dan memohon kekuatan dari Allah sendiri (ayat 5). Dengan berdasarkan kedua hal ini, bertindaklah sesuai kehendak Kristus (ayat 5-6). Bukankah Kristus tidak pernah mencari kepentingan-Nya sendiri melainkan menaati kehendak Allah untuk kepentingan umat tebusan-Nya? Saling menerima adalah sikap yang serasi dengan sikap Kristus yang menerima kita tanpa memandang siapa kita. Jika kita Kristo-sentris bukan ego-sentris, pastilah tidak sulit memelihara persatuan gereja.

* 15:8-9 Aku mengatakan bahwa Kristus telah menjadi pelayan871 orang-orang bersunat demi kesetiaan872 Allah, untuk mengokohkan873 janji-janji yang dimiliki nenek moyang kita,874 dan supaya bangsa-bangsa memuliakan Allah karena rahmatNya, seperti ada tertulis:
"Sebab itu aku akan memuliakan875 Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi namaMu."

Rasul Paulus menantang kita untuk meneladani Yesus Kristus yang sudah mengabdikan diriNya dengan dua tujuan. Tujuan yang pertama berkaitan dengan orang Yahudi, yang disebut orang-orang bersunat, dan tujuan yang kedua berkaitan dengan orang-orang bukan Yahudi. Pola Rasul Paulus, di mana dia mengutip dari Perjanjian Lama untuk mendukung dan menutup argumentasi, kelihatan dalam bagian ini, tetapi dari dua tujuan tersebut, hanya tujuan yang kedua yang didukung dan diperkembangkan dengan kutipan dari Perjanjian Lama.

Sebaiknya penegasan bahwa Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat demi kesetiaan Allah, dimengerti dalam konteks pasal 9-11 dan juga pembahasan masalah antara orang kuat (pada umumnya orang bukan Yahudi) dan orang lemah (pada umumnya orang Yahudi). Orang Yahudi yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus boleh bangga bahwa Dia telah menjadi pelayan mereka demi kesetiaan Allah pada janji-janji yang telah diadakan antara Allah dan nenek moyang mereka.

Orang Yahudi dan orang bukan Yahudi disebut, mendukung pengertian kita bahwa pada umumnya golongan "orang yang kuat" terdiri dari orang-orang bukan Yahudi, dan golongan "orang yang lemah imannya" terdiri dari orang-orang Yahudi.

Rasul Paulus mengkaitkan penyembahan orang-orang bukan Yahudi pada kenyataan bahwa "keselamatan datang dari bangsa Yahudi" (Yohanes 4:22). Dia memandang keadaan orang-orang bukan Yahudi sebagai suatu keadaan yang ditandai dengan rahmat yang menyeluruh, yang berkelimpahan kepada mereka sebagai akibat penyataan kebenaran Allah di Israel dan pengokohan janji-janji kepada bapa leluhur mereka. Pada waktu roti ada di meja anak-anak, maka "anjing" diberi makan dari roti itu (Markus 7:24-30). Orang-orang bukan Yahudi harus menyembah Allah dengan kesadaran penuh dari kenyataan ini.

"Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi namaMu."

Mungkin identitas dia yang mengucapkan kutipan ini, dia yang disebut aku (atau Aku), adalah Raja Daud, sesuai dengan konteks yang asli dalam Mazmur 18:50, atau Kristus, tetapi yang jelas adalah bahwa orang Yahudi akan menyembah Allah bersama dengan orang-orang bukan Yahudi. Jadi, kutipan ini mendukung pasal 15:8-9.879


LATAR BELAKANG
Roma yang menjadi nama dan sekaligus alamat surat Paulus ini
adalah sebuah kota yang didirikan pada tahun 753 sM. Menurut
mitologi masyarakat Romawi, kota ini didirikan oleh Romulus dan
Remus, dua orang bersaudara kembar setelah menggulingkan Alba
Longa, raja sebuah kota di Italia. Melalui penggalian sejarah ditemu-
kan bahwa kota yang terletak di hilir Sungai Tiber, dekat Laut Tengah
ini adalah kota pertemuan bangsa-bangsa. Banyak orang datang ke
kota ini, selain tertarik oleh keindahan arsitektur gedung-gedung kota,
pada masa lalu kota itu menjadi poros kemajuan peradaban dunia,
ekonomi, pengetahuan dan budaya. Karena itu ada peribahasa :
ban yak jalan ke (menuju) Roma. Peribahasa ini mengisya ratkan ada
sejumlah orang di berbagai daerah berkeinginan datang ke kota ini.
la adalah juga negara dengan pemerintahan yang kuat dan
terorganisir baik. Kerajaan Romawi meliputi ratusan negara satelit
yang semuanya dihubungkan dengan Roma sebagai pusat
kekuasaan. Rakyatnya tunduk kepada Pemerintah yang berdaulat
dan menjamin kehidupan mereka. Mereka wajib membayar pajak
kepada pemerintah sebagai penyelenggara negara dan pemerintah
menentukan status kewarganegaraan untuk memberi jaminan per-
lindungan keamanan warganya. ltu berarti dengan kondisi pengabdian
Pemerintah seperti ini, kehidupan dan ketenteraman hidup masya-
rakatnya pun terjamin.

Rasul Paulus tidak pernah hadir memberitakan lnjil di kota ini.
Sekalipun demikian, gereja TUHAN sudah ada di kota ini, diduga te-
lah dibawa oleh orang-orang yang pernah hadir pada ibadah hari
Pentakosta di Yerusalem. Kepada Jemaat Roma, Paulus mengirim-
kan suratnya ini sebagai sebuah risalah teologis untuk membantu
mengatasi persoalan jemaat di sana. Banyak orang Yahudi tinggal di
Roma, sekalipun bukan mayoritas anggota Jemaat. Hal ini menjadi
perhatian Paulus di Korintus pada perjalanan pekabaran Injilnya
ketiga, dengan menulis surat ini untuk memberikan penjelasan ke-
pada warga Jemaat tentang arti kebenaran penyelamatan Allah se-
perti yang telah dia beritakan juga kepada jemaat-jemaat lain yang
telah dikunjunginya. Menurutnya, keselamatan yang diperoleh setiap
orang semata anugerah dan kasih karunia Allah. Keselamatan Allah
adalah wujud tindakan-Nya yang mengasihi manusia dan bukan hasil
usaha serta kerja keras manusia. Kebenaran iman ini bertentangan
dengan Yudaisme yang mengajarkan kebenaran semata usaha
menaklukan diri di bawah tradisi Taurat.

Kenyataan kepelbagaian pendirian di tengah masyarakat Roma
telah melahirkan ketidakharmonisan hubungan individu, sehingga
memunculkan kelompok-kelompok dalarn masyarakat yang hanya
mengurus, peduli kepada kepentingan sendiri. Kenyataan ini berpe-
ngaruh pada kehidupan warga gereja yang terdiri dari orang-orang
Yahudi dan bukan Yahudi. Paulus mengingatkan tentang bahaya
perpecahan, sebab itu warga gereja harus bersatu. Paulus meminta
agar pandangan yang berbeda di antara mereka tidak membawa
kepada perpecahan, melainkan agar mereka yang berbeda dapat
hidup bersama dengan rukun, saling membantu satu dengan lainnya.

PENJELASAN NAS DAN POKOK KHOTBAH
Aya.1-4. Jika di Korintus, Paulus menjelaskan bahwa sebagai
anggota tubuh Kristus Jemaat terdiri dari berbagai karunia yang saling
melengkapi (bekerja bersinergis menggunakan karunia untuk tubuh
Kristus yang satu), maka di Roma, Paulus menganjurkan "yang kuat
wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat." Ia Iebih
mengarahkan pada tindakan moral daripada pemanfaatan karunia
bagi kepentingan bersama sebagai satu tubuh (14:1). Orang Yahudi
jangan menganggap diri Iebih baik dan berharga di mata TUHAN
dihadapan orang bukan Yahudi. Begitu sebaliknya, orang bukan
Yahudi terhadap Yahudi. Mereka jangan hanya mencari (= berurusan
dengan) kesenangan sendiri atau kelompok. Perhatikanlah, Paulus
menganjurkan untuk mencari kesenangan "sesama" bukan "ber-
sama". Artinya, hal kemanusiaan menjadi sangat penting dan utama
mengisi perjumpaan/percakapan mereka dalam menemukan makna
hidup yang sesungguhnya (Mat.22:39). Mereka harus Iebih
mengembangkan interaksi saling membangun berdasarkan prinsip
kemanusiaan daripada keyakinan (perdebatan pokok iman) yang
sering menciptakan benturan diantara mereka. Ukurannya adalah
tindakan kasih Kristus kepada manusia yang dinyatakan secara tulus
dan sungguh seperti terlihat melalui pengorbanan-Nya. Parhatikan
juga bahwa perikop ini didahului dengan penjelasan Paulus tentang
hal: Jangan menghakimi dan jangan memberi batu sandungan
(14:1-23). Kedua pokok ini merupakan pernyataan tagas Paulus yang
membawa orang merenungkan hanya TUHAN yang berkuasa
menghakimi manusia. ltu berarti, selain tidak boleh menjadi hakim
bagi sesamanya, manusia juga jangan menjadi batu sand ungan bagi
orang Iain dan harus menghormati sesama.

Ay.5-6. Paulus percaya Allah di dalam Kristus dapat memberi
kerukunan hidup diantara umat-Nya. Kata "ketekunan"terkait "keru-
kunan" mengisyaratkan bahwa kerukunan adalah pekerjaan yang
harus terus menerus diupayakan. lni dilakukan berdasarkan pada
satu hal saja : mewujudkan kehendak Kristus dari waktu ke waktu,
sebab yang menjadi tujuan bukan kepentingan dan kebanggan diri,
tetapi kemuliaan Allah Bapa. Kalau tercipta kerukunan dalam jemaat
dan masyarakat, maka harus dipahami semata hanya oleh rahmat
Allah.

Ay.7-9. Orang-orang bukan Yahudi jangan lagi mengklaim Kris-
tus bagi mereka saja. Yesus pun bagi orang Yahudi (orang bersu-
nat), bahkan la juga telah menjadi pelayan bagi mereka. Oleh Ye-
sus janji Allah kepada nenek moyang Israel dikokohkan (= dlgenapi).
Keterbukaan seperti ini pun akan membuat yang lemah diikut-
sertakan memuliakan Allah. Paulus mengutip Mazmur 50 berisi janji
Daud yang akan menggunakan kekuasaannya (kekuatannya) untuk
memuliakan dan menyebarkan puji-pujian di antara bangsa-bangsa.
Keterbukaan penuh kerendahan hati membuka jalan bagi yang kuat
dan yang lemah untuk hidup bersama dengan rukun.

Ay.1 0-12. Paulus mengakui hanya ada satu nama berkuasa yang
akan memerintah bangsa-bangsa: Dialah Kristus yang terbit sebagai
taruk dari pangkal lsai (Yes. 1 1 :10). Balk Yahudi maupun bukan Yahud i
takluk menyembah dan memuji Dia (Maz.117:1). Paulus pun mengutip
Ulangan 32:43 sebagai nyanyian di medan perang melukiskan
pengadilan ilahi yang mengagumkan melalui penghukuman bagi
bangsa yang tidak mengenal Allah. Nyanyian ini juga dipahami
memanggil orang-orang yang tidak mengenal Allah untuk bersukaria
bersama umat-Nya yang telah diperbarui dan diampuni di dalam
Kristus, TU HANnya.

Ay.13. Paulus menutup bagian suratnya ini dengan doa. la me-
letakkan semua upaya dan pekerjaan untuk saling menopang pada
kekuatan Allah sebagai sumber pengharapan. Sulitnya mewujudkan
kerukunan, karena menghadapi tantangan tidaklah membuat umat-
Nya pesimis. Pengharapan dari Allah akan memberinya sukacita (Yun.
Kharas: sukacita, kegirangan, kebahagiaan) dan damai sejahtera
(Yun, eirene, damai, keserasian, ketertiban, selamat) dalam terus
mengerjakan kerukunan diantara mereka. Kuasa Roh Kudus me-
nyempurnakan pekerjaan mereka.

GAGASAN UTAMA DAN TUJUAN
Kita bersyukur pada TU HAN bahwa besok, 17 Agustus, bangsa
kita memperingati HUT Kemerdekaannya ke-70. Negara kita negara
kepulauan yang besar meliputl wilayah dari Sabang (Barat) sampai
Merauke (Timur), dan dari Sangihe Talaud (Utara) sampai Pacitan
dan pulau Rote (Selatan). Negara yang Iuas ini selain kaya akan
sumber alamnya, juga terdiri dari berbagai suku, budaya, adat-
istiadat, bahasa, dan agama. Para pendiri bangsa mendirikan negara
ini sebagai negara kesatuan dan persatuan. Oleh sebab itu semboyan
yang diletakkan pada kaki burung Gamda (Pancasila): Bhinneka
Tunggal Ika (Beragam dalam Kesatuan). Cita-cita proklamator/pendiri
bangsa bahwa sampai kapan pun negara RI tetap menjadi negara
kesatuan (Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI). Presiden RI
I Ir. Soekarno berkata, "Negara Indonesia bukan satu negara untuk
satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun
golongan ka ya. Tetapi kita mendirikan negara semua buat semua,
satu buat semua, semua buat satu."

Namun isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan) yang
belakangan ini dihembuskan oleh kelompok-kelompok tertentu sa-
ngat mengganggu kehidupan bersama dalam masyarakat. Hal ini
berdampak kuat dan Iuas pada semakin melemahnya solidaritas
nasional (antar individu dalam masyarakat). Kalau hal ini tidak disi-
kapi dengan cepat dan tepat dengan perhatian ekstra Pemerintah
dan masyarakat, maka akan membawa pada disintegrasi bangsa.
Surat Paulus kepada jemaat di Roma ini dapat menjadi sebuah
refleksi iman gereja yang membantu memacu warga jemaat
menjalankan peran utamanya mewujudkan solidaritas kemanusiaan
yang memperkokoh kerukunan hidup bersama dalam masyarakat.
Tujuan khotbah : (1) Solidaritas nasional (berbangsa) menjadi
kata kunci yang harus diperhatikan untuk terus dibangun dan
dipelihara. Warga jemaat harus dapat mengembangkan teologi yang
lebih terbuka mengutamakan hal kemanusiaan daripada debat
dogmatika. Agar warga jemaat dapat hidup bersama dalam
masyarakat dengan lebih baik; dapat mewujudkan cita-cita pendiri
bangsa dengan membangun kehidupan bersama dengan rukun dan
damai. (2) Warga Gereja dapat mewujudkan imannya secara benar,
tepat dan lebih nyata (kongkrit, nampak) sebagai kesaksian sekaligus
mewujudkan tanggungjawab hidup bernegara melalui hidup bersama
dengan rukun di tengah masyarakat.

RANCANGAN KHOTBAH
70 tahun lalu, tepatnya 16Agustus 1945, di rumah Laks. Maeda
(Komandan penghubung Angkatan Laut Jepang), lr. Soekarno dan
Drs. Mohammad Hatta membicarakan dengan serius dan mendesak
Rancangan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dise-
lesaikan dini hari Jum'at, 17 Agustus 1945. Kemudian, didampingi
oleh 'Drs. Mohammad Hatta dan juga dihadiri oleh beberapa tokoh
bangsa, naskah Proklamasi Kemerdekaan yang diketik oleh Sayuti
MeIik itu dibacakanldiumumkan oleh Ir. Soekamo pada pk. 1 0.00 WIB
(pagi) dari kediamannya di JI. Pegangsaan 'fimur 56, Jakarta. Dengan
Proklamasi Kemerdekaan ini, Indonesia menjadi negara yang
merdeka dan berdaulat.

Dalam pidatonya di Surabaya pada 24 September 1955, Pre-
siden Soeka rno berkata, "Negara Republik Indonesia ini bukan milik
sesuatu golongan (kelompok), bukan milik sesuatu agama, bukan
milik sesuatu suku (etnik), bukan milik sesuatu golongan adat-istia-
dat, tetapl milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!" Bahkan,
sebelum Indonesia merdeka, di hari pertama Rapat Besar BPUPKI
(Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada
31 Mei 1945, Prof.Mr.Dr.Soepomo mengatakan, "Negara tidak me-
mihak kepada sesuatu golongan yang paling kuat, atau yang paling
besar, tidak menganggap kepentingan seseorang sebagai pusat,
akan tetapi negara menjamin keselamatan hidup bangsa seluruhnya
sebagai Qersaluan yang tak dapat diplsah-pisahkan."

lni adalah cita-cita dan harapan para pendiri bangsa yang berge-
Iut untuk membawa Indonesia merdeka. Sebagai negara beragam
suku, budaya dan agama, tidaklah mudah bagi Indonesia menjadi
negara kesatuan. Keberagaman yang berarti juga fakta adanya
perbedaan di tengah masyarakat, menyebabkan Indonesia rawan
konflik dan perpecahan. Ketika membicarakan bentuk negara dalam
sidang BPUPKI, Soepomo berkata, "...seandainya kita di sini
mendirikan negara lslam, perlentangan pendirian itu akan timbul
juga di masyarakat kita dan barangkali Badan Penyelidik ini pun
akan susah membincangkan soal itu. Tuan-tuan yang terhormat,
mendirikan negara Islam di Indonesia berarti tidak akan mendirikan
negara kesatuan. Oleh karena itu, cita-cita negara Islam itu tidak
sesuai dengan cita-cita negara persatuan yang telah diidam-idam-
kan oleh kita semuanya dan juga yang telah dianjurkan oleh
Pemerintah Balatentara. "

Tentang kesatuan dan persatuan, mencegah konflik yang
mengarah pada perpecahan, sesungguhnya telah diungkapkan
Paulus jauh sebelum Indonesia merdeka. Melalui suratnya, Paulus
mengingatkan tentang bahaya perpecahan di dalam Jemaat Roma
yang terdiri dari orang Yahudi dan bukan Yahudi; sekalipun mereka
telah menjadi anggota tubuh Kristus yang satu, namun memiliki
perbedaan kepentingan dan kelompok. Dalam keadaan seperti ini,
rasa soIidan'tas diantara mereka menjadi Ionggar. Paulus mengoreksi
cara hidup bersama seperti itu dengan menasihatkan agar mereka
saling membantu; yang kuat wajib menanggung kelemahan mereka
yang lemah. Hal ini tidak dimaksudkan Paulus menopang secara
fisik material, tetapi terutama sikap moral. Misalnya, ia mengarahkan
agar Jemaat Roma jangan saling menghakimi dan menggoda
sesamanya, terutama yang lemah dengan memamerkan kebebasan
mereka dalam hal makan dan minum (14:13).

Di negara kita yang semakin demokratis, kebebasan menjadi
"dewa sosial" yang dipakai sebagai alasan menyelamatkan tindakan
kriminal. lni kesempatan kelompok bepas yang berpikir sempit
(terkotak-kotak) melakukan aksinya mengeruhkan rasa solidaritas
masyarakat. Belakangan ini muncul kelompok radikal berlabel agama
yang mencari pengaruh dan pengikut dengan menggunakan ancaman
kekerasan telah menimbulkan ketakutan dan keresahan di kalangan
masyarakat lain yang tidak sepaham dengan mereka, seperti
kelompok ISIS (: Islamic State of Iraq and Syam). Di Indonesia
menjadi: Indonesia Support of Islamic State). Menghakimi orang
lain dengan keyakinan ajaran agama yang mereka sebarkan sungguh
bertentangan dengan kehendak Allah, Pencipta. Paulus mengakui
hanya ada satu nama berkuasa yang memerintah bangsa-bangsa:
Dialah Kristus yang terbit sebagai taruk dari pangkal lsai (Yes. 11 :1 0).
Yahudi dan bukan Yahudi takluk menyembah dan memuji Dia
(Maz.117:1).

Dewasa ini, melemahnya solidaritas nasional juga tercipta me-
lalui kelompok-kelompok yang mengutamakan kesamaan:
kepentingan, profesi, derajat (kedudukan, pangkat, level), golongan,
dan lain-lain, sehingga menyingkirkan orang lain dari hidup mereka.
Hal ini semakin nampak pada kalangan masyarakat yang berjiwa
konsumtif (mengumpulkan, memanfaatkan) dan gandrung pada
kemewahan harta benda. Mereka bekerja bukan lagi untuk kebutuhan
hidup, melainkan harga diri dan kehormatan. Hal ini tanpa disadari
telah menciptakan satu kelompok lain yaitu orang-orang yang tidak
masuk hitungan mereka. Maka terciptalah kelompok yang sangat
berbeda dan bertolak belakang : kaya vs miskin; pengusaha,
terpelajar, terhormat vs orang-orang terbuang, terpinggirkan.
Paulus mengingatkan jemaat di Roma tentang pentingnya me-
numbuhkan rasa solidaritas dalam Jemaat dan menjalin komunikasi
untuk saling menerima seorang akan yang lain. Jangan sampai
kedudukan, kehormatan dan harga diri menyebabkan seseorang
menutup diri bagi orang lain. Kristus menjadi contoh dari semuanya
ini: la telah meninggalkan kemuliaan-Nya untuk menjumpai manusia
dalam kehinaannya. Kerukunan adalah pekerjaan yang harus terus
menerus diupayakan. lni dilakukan berdasar hanya pada satu hal:
mewujudkan kehendak Kristus, sebab yang menjadi tuj.uan bukan
kepe'ntingan dan kebanggan diri, tapi kemuliaan Allah Bapa. Kalau
tercipta kerukunan dalam jemaat dan masyarakat, maka harus
dipahami semata-mata hanyalah oleh rahmat Allah.

Bagaimana pun, hidup bermasyarakat membutuhkan solidari-
tas(= senasib sepenanggungan, satu rasa, setia kawan) gang Iebih
ngata. Panggilan dan pengutusan kita ke tengah masyarakat juga
untuk meng-kongkrit-Igan perkataan Yesus di Matius 25:35-36 (ba-
ca). Juga bentuk lain keterlibatan langsung dalam kegiatan masya-
rakat. Misalnya, sewaktu di Salatiga saya pemah menjadi kepala
regu jaga di pos RT. Setiap Rabu pk.22.00 saya ke pos penjagaan,
memukul kentongan memanggil anggota regu (9 orang) untuk jaga
di pos (sampai pk.04.00) dan ronda keliling kampung. Banyak lagi
contoh keterlibatan langsung saudara dalam hidup bersama
masyarakat.

Marilah wujudkan solidaritas bangsa melalui hidup bermasya-
rakat dengan rukun. Kalau tidak mau keyakinan kita dinilai dari su-
dut pandang keyakinan orang Iain, maka jangan juga kita menilai
orang Iain dari sudut pandang keyakinan (iman) kita. Marilah kita
sama-sama melihat adanya hal-hal positif, baik di sana maupun di
sini. lni membuka jalan bagi kita menciptakan solidaritas nasional.
Seorang peraih Nobel Perdamaian 1952, Albert Schweitzer (1875-
1965) mengatakan, "Mereka yang menghormati kepribadian orang
Iain adalah orang-orang yang benar-benar berguna." Roma 12:18
menyatakan: Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu,
hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
Allah sum ber pengharapan memberi kekuatan kepada kita untuk
menciptakan hidup rukun dan saling menopang. Kuasa Roh Kudus
menyempurnakan pekerjaan kita. Amin.





Label:   Roma 15:1-13 


German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 18 Agustus 2015 - Yohanes 8:30-47

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 14 Agustus 2015 - 1 Korintus 1:18-31




BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 25 Juni - Yesaya 22-25

Hari ini, 25 Juni - Maz 76:5-11, 1 Taw 12-13, Kis 7:20-43, Ams 19:2-4

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2015..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392




Beli Kaos C59. Klik Disni




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH PERJAMUAN KUDUS & SYUKUR HUT KE-25 YADIA GPIB - MINGGU, 14 JULI 2019
1. surat pengantar HUT ke-25 Yadia 2. Juklak HUT ke-25 YADIA GPIB 3. PESAN HUT YADIA KE 25 TAHUN 2019 4 Tata Ibadah HUT YADIA KE 25 TAHUN 2019 5. Rekapitulasi Laporan Keuangan Yadia GPIB Tahun 2018 - 2019. 6. KOLEKTA IBADAH JAN SD DES 2018-319JEMAAT 7. KOLEKTA IBADAH JAN SD MAR 2019-319JEMAAT 8. KONTRIBUSI JAN SD DES 2019 - 319 JEMAAT 9.
TATA IBADAH HARI MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA & SYUKUR HUT KE-38 YAPENDIK GPIB Minggu, 7 JULI 2019

Tata Ibadah Bulan Pelkes GPIB 2019 - Minggu, 09 Juni 2019 sd 30 Juni 2019
Tata Ibadah dan Renungan yang terdiri atas: a. Ibadah Hari Minggu, tanggal 09, 16, 23 dan 30 Juni 2019; b. Ibadah Keluarga, tanggal 05, 12, 19 dan 26 Juni 2019; c. Ibadah Hari Minggu Persekutuan Teruna, tanggal 02, 09, 16, 23 dan 30 Juni 2019; d. Ibadah Pelkat GP, PKP, PKB, dan PKLU, tanggal 05 Juni 2019;



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Rabu, 19 Juni 2019
Waking Up - Attaboy

Senin, 17 Juni 2019
Majesty (Here I am) - Seth Pinnock

Senin, 17 Juni 2019
Now Unto Him - Seth Pinnock

Sabtu, 15 Juni 2019
Family of God (Hymn) - Bill Gaither

Sabtu, 15 Juni 2019
Back On Top - Gloria Gaynor

Sabtu, 15 Juni 2019
Singin' Over Me - Gloria Gaynor Feat. Jason Crabb

Sabtu, 15 Juni 2019
Day One - Gloria Gaynor

Rabu, 12 Juni 2019
Greater Than All My Regrets - Tenth Avenue North

Rabu, 12 Juni 2019
Believer - Rhett Walker

Rabu, 12 Juni 2019
Hope - Emily Brimlow

Rabu, 12 Juni 2019
Up Again - Dan Bremnes

Rabu, 12 Juni 2019
Even Louder - Steven Malcolm feat. Natalie Grant

Rabu, 12 Juni 2019
The Kind Of Man - The Color

Rabu, 12 Juni 2019
Revival - Tori Harper

Senin, 10 Juni 2019
Speak To Me - For All Seasons

Senin, 10 Juni 2019
Let It Rain (Is There Anybody) - Crowder

Minggu, 09 Juni 2019
Little Big Town - The Daughters

Minggu, 09 Juni 2019
Look What God Gave Her - Thomas Rhett

Minggu, 09 Juni 2019
My Miracle - Brad Paisley

Minggu, 09 Juni 2019
Love Wins - Carrie Underwood

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



sabda bina umat gpib 2019,   bahan sermon jamita Psalmen 32:1-11,   khotbah mazmir 127 gpib,   khotbah mazmir 127 gpib,   renungan alkitab untuk ibadah kunci bulan,   lagu gereja ,   khotbah akhir bulan juni 2019,   khotbah akhir bulan juni 2019,   khotbah mazmir 127 gpib,   Sabda Bina Umat GPIB JUNI.2019,   khotbah mazmir 127 gpib,   download mp3 rohani kristen,   download mp3 rohani terbaru,   Vidio kidung pg...,   Free download Mp3 rohani kepuasan ku berada di hadiratmu,   menerima damai sejahtera yoh 20:19-23,   Renungan dari Amos 5:25-27,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   khotbah keluaran 15 : 12-18,   bahan renungan hosea 4:7-10,   roma 10:4-12,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   lagu rohani pernikahan,   khotbah keluaran 15:12-18,   partitur lagu anak rohani kristen,   khotbahmazmur 127gpib,   khotbahmazmur 127gpib,   tata ibadah api unggun,   Rancangan Khotbah Minggu 7 Juli 2019,   khotbahmazmur 127gpib,   khotbahmazmur 127gpib,   dpwnlpad lagu you are my king (amazing love) w/ lyrics (Christy Nockles),   lagu seruling mas,   lagu rohani kristen mengucap syukur,   renungan mat 7 15-20,   injil matius 7 15 20 beserta kotbahnya,   makna renungan i tesalonika 5:21-22,   bahan kotbah kisahpararasul 13 : 15 - 25,   nyanyian rohani nomor 165,   renungan mat 7 15-20,   renungan mat 7 15-20,   liturgi pernikahan gereja kalimantan evangelis,   renungan mat 7 15-20,   hukuman bagi ketidakadilan amos 5,   download khotbah mp3 bagi yang gelisah,   lagu rohani pertobatan,   lagu rohani suara gembira apk,   download suara gembira,   contoh doa syafaat kristen protestan terbaru,   eksposisi galatia 5:1-15,   Renungan kotbah Kisah para rasul 17:22-30,   renungan pengkhotbah 11:9-10,   penjelasan ttg yehezkiel 11,   kumpulan lagu ende HKBP,   Renungan sgd rabu 26 juni 2019,   khotbah hakim hakim 4:1 - 24,   khotbah dari galatia 3 :1-29,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   tenungan mazmur 97,   kotbah mazmur 96,   lagu penutup untuk ibadah,   download lagu rohani yang menyentuh hati,   amsal 23:17 gpdi,   pelayanan yang berbasis pada panggilan kisah para rasul 6; 1-7,   renungan mika 06 : 6-8,   renungan mika 06 : 6-8,   khotbah Wahyu 22 : 12-17,   khotbah Wahyu 22 : 12-17,   khotbah Wahyu 22 : 12-17,   khotbah roma 10:4-12,   khotbah roma 10:4-12,   doa persembahan pada ibadah hari minggu,   Renungan harian kis para rasul 2: 45,   khotbah galatia 3,   satb koor,   isi khotbah kisah para rasul 2:41-47,   lagu penyembahan pantemosata,   kotbah matius 7 15 20,   download suara gembira,   lagu pujian untuk pemberkatan pernikahan,   lagu rohani pernikahan kristen yang terbaru mp3,   Mars gp,   keluaran 15:12-18,   kidung konstektual 93,   amsal 3 ayat 11 20,   lirik lagu rohani saat memberikan persembahan,   kotbahi galatia 6 1 10,   lagu penutup ibadah gpdi,   kotbah galatia 6:1-18,   renungan amsal 4 : 10-15,   download lagu aog,   Khotbah minggu 30 juni 2019,   lagu rohani kristen terbaru mp3,   download hatiku percaya karaoke,   bahan renungan hosea 4:7-10,   buku kidung muda mudi gpib,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya ,   nyayian rohani untuk masuk firman,   materi katekisasi 2019,   kh8tbah ibran 2 : 1,   materi katekisasi perjamuan kudus,   katekisasi perjamuan kudus,   download lagu rohani tuhan ku bangkit,   renungan 1 yohanes 2 : 28 - 29,   lirik buka mata hatiku,   chord bertambah-tambah,   www.mp3 rohani tro ambisi .com,   lagu jonny agung persaudaraan,   nats persembahan,   nats persembahan,   the flame of the ages STEPHEN TONG,   Khotbah minggu 23 juni 2019 wahyu 22:12-17,   lirik lagu kaulah gunung batuku,trio elexis,   nyanyian rohani methodist,   lirik buka mata hatiku,   lagu pujian minggu 23 juni 2019,   bacaan alkitab gereja gpil hari ini,   yer 17 :1-8,   nyanyian rohani 160,   nyanyian rohani 160,   2 korintus 9:6-14,   indahnya saat yang teduh gereja,   Hktobah filipi 2:19-3 1a,   lirik nyanyian rohani 160,   lirik lagu dangdut rohani,   lirik lagu rohani gb 402 pkb gpib bukit benuas,   pangungkapon 22 : 12-17,   lagu penyembahan pantemosata,   download kidung keesaan,   nyanyian rohani 139:4-5,   nyanyian rohani 139:1-2,   lirik nyanyian rohani 160,   lirik nyanyian rohani 160,   lirik nyanyian rohani 160,   doa sebelum persembahan syukur 2019,   Ulangan 16 : 18 - 19,   Khotbah minggu 23 juni 2019 wahyu 22:12-17,   renungan Hakim Hakim 4:1-24,   doa sebelum persembahan,   doa pesembahan,   Khotbah Galatia 3:1-29,   tafsiran mazmur 104 1 24,   khotbah gpib 2018,   khotbah gpib 2018,   khotbah amsal 3:11-20,   chord mars teruna gpib,    KISAH PARA RASUL 8 : 26 - 40,   nyanyian rohani,   khotbah galatia 3:1-29,   khotbah galatia 3:1-29,   khotbah galatia 3:1-29,   2 korintus 9:6-14,   lagu syukur untuk persembahan,   free download lagu wordship terbaru 2019. mp3,   free download rohani kristen mp3 terbaru 2019,   ilustrasi khotbah ulangan 16 18 20,   Sabda bina umat 23 juni 2019,   sabda bina umat juni 2019,   sabda bina teruna 23 juni 2019,   sabda bina teruna 23 juni 2019,   sabda bina teruna 2019,   tata ibadah Gbkp bekasi,   nyoman djepun ulangan 16:18-20,   jam tangan mail,   tata ibadah Gbkp bekasi,   Download lagu Erastus,   kumpulan lagu rohani maluku,   download kidung keesaan,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya ,   download musik instrumental gereja,   khotbah kristen ulangan 16 18-20,